Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Peluang pengembangan Talas Ungu

Materi di Share oleh Kepala UPT P2P Riau melalui Group WA,

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Peluang pengembangan Talas Ungu

  1. 1. POTENSI PENGEMBANGAN TALAS/KELADI UNGU DI KEC. SINABOI ROKAN HILIR PEMERINTAH PROVINSI RIAU DINAS PANGAN, TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA TAHUN 2021
  2. 2. Sejahtera : Kondisi kemakmuran masyarakat Riau yang dicirikan dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, berkurangnya ketimpangan sosial, menurunnya kemiskinan dan pengangguran. Bermartabat : Mengangkat marwah Provinsi Riau menjadi yang terdepan dan berintegritas melalui pengamalan nilai-nilai agama serta penerapan falsafah budaya melayu dalam sendi kehidupan bermasyarakat. Unggul : Menjadikan Riau berprestasi di bidang keagamaan, budaya, seni, dan olahraga serta terbaik dan terdepan dalam inovasi, pelayanaan publik dan penyelenggaraan pemerintahan. Berdaya Saing : Kondisi kemampuan daerah yang mapan didukung pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang handal dan lingkungan hidup yang lestari. Terwujudnya Riau yang BERDAYA SAING, SEJAHTERA, BERMARTABAT dan UNGGUL di Indonesia (RIAU BERSATU) VISI : GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR RIAU 2019-2024 2
  3. 3. MISI & PROGRAM 3
  4. 4. GAMBARAN UMUM KAB. ROKAN HULU Luas : 7.527,43 km2 Adm : 16 Kec, 153 Kel/Desa Jumlah Penduduk : 592.276 Jiwa KAB. KAMPAR Luas : 10.897,22 km2 Adm : 21 Kec, 245 Kel/Desa Jumlah Penduduk : 793.005 Jiwa KOTA PEKANBARU Luas : 633,40 km2 Adm : 12 Kec, 58 Kelurahan Jumlah Penduduk : 1.038.118 Jiwa KAB. KUANSING Luas : 5.272,74 km2 Adm : 15 Kec, 229 Kel/Desa Jumlah Penduduk : 314.276 Jiwa KAB. INDRAGIRI HULU Luas : 7.978,17 km2 Adm : 14 Kec, 194 Kel/Desa Jumlah Penduduk : 409,431 Jiwa KOTA DUMAI KAB. ROKAN HILIR KAB. BENGKALIS KAB. KEP MERANTI KAB. SIAK KAB. INDRAGIRI HILIR KAB. PELALAWAN Luas : 2.177,80 km2 Adm : 7 Kec, 33 Desa Jumlah Penduduk : 285.967 Jiwa Luas : 9.154,72 km2 Adm : 30 pulau, 18 Kec, 193 Desa Jumlah Penduduk : 644.680 Jiwa Luas : 8.520,44 km2 Adm : 4 pulau, 8 Kec, 155 Desa Jumlah Penduduk : 543.987 Jiwa Luas : 3.636,79 km2 Adm : 9 pulau, 9 Kec, 101 Desa Jumlah Penduduk : 181.095 Jiwa Luas : 7.843,97 km2 Adm : 1 pulau, 14 Kec, 131 Desa Jumlah Penduduk : 440.841 Jiwa Luas : 13.465,89 km2 Adm : 32 pulau, 20 Kec, 236 Desa Jumlah Penduduk : 703.734Jiwa Luas :13.020,19 km2 Adm : 12 Kec, 118 Desa Jumlah Penduduk : 369.990 Jiwa Luas Wilayah : 90.128,76 KM2 Daratan : 89.083,57 Km2 Lautan : 1.045,19 Km2 Panjang Garis Pantai : 2.713 Km ADMINISTRATIF TERDIRI ATAS :  2 Kota  10 Kabupaten  169 Kecamatan  1.591Desa/268 Kelurahan =1.859 JUMLAH PENDUDUK : 6.657.911 JIWA (2017) Laki-laki : 3.178.400 Jiwa Perempuan : 3.010.000 Jiwa Kepadatan : 76,50 jiwa/km2 4
  5. 5. Provinsi/ Kab/Kota Batas Lokpri D/L 2015 2016 2017 2018 2019 RIAU 1. Rokan Hilir L - Pasir Limau Kapas Sinaboi Bangko > 2. Dumai L - Dumai Kota Medang Kampa Sungai Sembilan > L - Dumai Timur > > > L - Dumai Barat > > > 3. Bengkalis L Rupat Utara Rupat Bantan > > L Bengkalis Bukit Batu > > > 4. Kep. Meranti L Rangsang Barat Merbau Pulau Merbau Tasik Putri Uyu > L Rangsang Pesisir Rangsang > > > 5. Pelalawan L - - - Kuala Kampar > 6. Indragiri Hilir L - Kateman Pulau Burung > > LOKPRI TAHUN 2015-2019 DI PROV. RIAU PROV. RIAU MEMILIKI 22 LOKPRI 5
  6. 6. PERBATASAN ANTAR NEGARA 6
  7. 7. PROVINSI RIAU PROVINSI SUMATERA UTARA P. Rupat Dumai Pelintung Tj. Buton 1 2 3 5 6 7 PORT KELANG GEMAS PORT DICKSON SEREMBAN MALAKA MUAR BATU PAHAT KUKUP KLUANG SEDEL KOTA TINGGI JOHOR BARU KUALA LUMPUR 4 8 9 11 10 Kuala Enok 1 PANIPAHAN (Kab. Rokan Hilir) 2 SINABOI (Kab. Rokan Hilir) 3 TANJUNG MEDANG (Kab. Bengkalis) 4 SUNGAI. PAKNING (Kab. Bengkalis) 5 TELUK BELITUNG (Kab. Kep Meranti) 7 TANJUNG SAMAK (Kab. Kep Meranti) 8 9 10 11 SELAT BARU (Kab. Bengkalis) SERAPUNG (Kab. Pelalawan) 6 GUNTUNG (Kab. Indragiri Hilir) KUALA ENOK (Kab. Indragiri Hilir) KUALA GAUNG (Kab. Indragiri Hilir) 7
  8. 8. A. Latar Belakang 1. Provinsi Riau memiliki letak yang strategis berada pada jalur perdagangan regional dan internasional di kawasan ASEAN 2. berbatasan dengan provinsi lain, yaitu: Sebelah Utara dengan Selat Malaka dan Provinsi Sumatera Utara, Sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Barat, Sebelah Barat dengan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Sumatera Utara, Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Selat Malaka 3. Provinsi Riau juga memiliki sarana dan prasarana diantaranya Pelabuhan di Kota Pekanbaru, Perawang, Dumai, Bagan Siapi-api, serta Bandara Sultan Syarif Kasim II terletak di Kota Pekanbaru dan Pinang Kampai di Kota Dumai 8
  9. 9. 4. Talas/keladi ungu komoditi ekspor potensi sangat besar untuk memberikan kontribusi terhadap PDB Provinsi Riau. Gubernur Provinsi Riau mengharapkan terus dikembangkan untuk menunjang sektor pertanian yang selama ini hanya mengandalkan komoditas perkebunan kelapa dalam, kelapa sawit, dan karet. 5. Mendukung Program Kementerian Pertanian Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GraTIEks) 6. Talas/Keladi ungu telah diekspor ke Negara Malaysia dalam bentuk basah sebagai bahan dasar makanan 9
  10. 10. 1. Talas/keladi ungu banyak dibudidayakan oleh petani di Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir dengan luas areal sekitar 450 ha. Potensi lahan sekitar 5.000 hektar 2. Budidaya Keladi Ungu sebagian besar dibudidayakan petani pada agro ekosistem lahan sawah tadah hujan dan lahan kering. Pola tanamnya Keladi Ungu- Palawija/Bera, tumpang sari dengan tanaman sawit. Luas lahan yang diusahakan oleh masing-masing petani berkisar 0,5-3,0 ha dengan rata-rata 1,0 ha. Produktivitas baru mencapai 10 ton/ha, sehingga masih berpotensi untuk ditingkatkan menjadi 30 ton/ha B. Gambaran Umum/Kondisi Exsisting Usahatani Keladi Ungu 10
  11. 11. Arah pengembangan keladi ungu yang harus dilakukan antara lain: 1. Mempertahankan dan meningkatkan luas lahan usahatani. 2. Meningkatkan pengetahuan dibidang teknologi budidaya keladi ungu (sarana dan prasarana tersedia) untuk meningkatkan produktivitas, produksi, dan kualitas 3. Mengembangkan usaha pengolahan pasca panen keladi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing 4. Bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Riau dalam hal teknologi budidaya dan pascapanen/pengolahan hasil C. Arah Pengembangan Keladi Ungu 11
  12. 12. Untuk dapat mewujudkan pengembangan usahatani Keladi Ungu di Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir secara berkelanjutan perlu kebijakan pemerintah daerah antara lain: 1. Mempertahankan lahan usahatani keladi ungu agar tidak dialih fungsikan dengan mengeluarkan Perda (lahan abadi). 2. Menjadikan Keladi Ungu; sumber daya genetik/SDG (varietas) Kecamatan Sinaboi, sebagai komoditas unggulan (Icon) Kabupaten Rokan Hilir. D. Arah Kebijakan 12
  13. 13. TALAS VARIETAS KELADI UNGU 1. Daerah Pengembangan : Kec. Bangko dan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir 2. Lahan yang telah dimanfaatkan : 400 ha 3. Potensi lahan : 5.000 ha 3. Produksi : 10 ton/ha 4. Umur tanaman : 6-9 bulan 5. Potensi pengembangan : 1.400 ha 6. Bentuk produk yang diekspor : Umbi Basah 7. Harga jual di tingkat petani : Rp3.500,-/kg 8. Pelaku Usaha : Kelompoktani dan Eksportir 9. Negara Kerjasama : Malaysia dan Thailand 10. Kerjasama yang diusulkan : Investasi kebun dan perdagangan 13
  14. 14. E. Analisas Usahatani No Uraian Harga Satuan (Rp) Nilai (Rp) A Biaya Input 29,250,000 1 Benih 25,000 Stek/Umbi 350 8,750,000 2 Sarana produksi Pupuk Urea 50 kg 8,000 400,000 NPK 100 kg 16,000 1,600,000 Pestisida 2 liter 250,000 500,000 3 Tenaga kerja 150 HOK 120,000 18,000,000 B Penerimaan 4 Hasil 20,000 kg 3,000 60,000,000 Pendapatan 30,750,000 Volume 14
  15. 15. DESKRIPSI TALAS VARIETAS KELADI UNGU Nama spesies. author(s) : Colocasia esculenta (L) Schott Asal : Varietas Lokal Silsilah : - Penggolongan varietas : - Tanaman Tinggi tanaman : 110 -115 cm Tipe tumbuh : Tegak Batang Jumlah pelepah per pohon : 3 – 5 helai Panjang pelepah : 89 - 91 cm Warna pelepah : Hijau keunguan Lingkar pelepah : 14 cm (pangkal pelepah), 7 cm (tengah pelepah) 3,5 cm (ujung pelepah) Panjang bibir pelepah : 45 - 47 cm Diameter pangkal batang : 22 - 24 cm Daun Warna daun bagian atas : Hijau tua berlilin Warna daun bagian bawah : Hijau kekuningan berlilin Tulang daun : Jelas Warna ujung sulur : pink Warna pinggir daun : ungu Ukuran daun dewasa : 43 cm (panjang) 34 cm (lebar ) Belahan daun : Simetris Ujung daun : Runcing Pangkal daun : berlekuk tajam Bentuk daun : bangun perisai Umbi Bentuk : Bulat meruncing Penampang melintang umbi : Silinder Warna kulit umbi : Coklat Warna daging umbi : Putih berbintik ungu Keadaan mata : Menonjol Rasa : Enak, pulen Keadaan kulit : Halus Kulit umbi sebelum direbus : Sukar dikupas Kulit umbi setelah direbus : Mudah dikupas Aroma : Harum Tekstur daging : Lembut Ukuran Berat umbi per biji Rata-rata hasil : : : 17 - 21 cm (panjang), 8,5 – 9,6 cm, (lebar ), 28Cm (keliling) 596 - 910 Gram 36.000 kg / ha 15
  16. 16. TINDAK LANJUT SUMBERDANA APBN TA 2020 • Dialokasikan kegiatan Unit Pengolahan Hasil (UPH) Talas Keladi Ungu sebanyak 1 unit • Produksi talas keladi ungu untuk ekspor mempunyai kriteria minimal 1 buah umbi seberat 1kg, sebahagian terdapat umbi yang kurang dari 1 kg • Umbi yang beratnya kurang dari 1 kg dapat dioleh menjadi tepung • Alokasi UPH dimaksudkan untuk pengolahan hasil Talas Keladi Ungu menjadi tepung sebagai bahan dasar untuk bahan makanan SUMBERDANA APBD TA 2021 • Melalui Sumberdana APBD Tahun Anggaran 2021 dialokasikan pengembangan Talas Varietas Keladi Ungu • Rencana lokasi pengembangan di Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir seluas 50 ha 16
  17. 17. 17

×