Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Bahan webinar 16 sept 2020 koorporasi petani

Membentuk Korporasi Petani berbasis Koperasi, salah satu materi dalam Webinar Korporasi Petani yang dilaksanakan pada Tanggal 16 September 2020

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bahan webinar 16 sept 2020 koorporasi petani

  1. 1. 1 MEMBENTUK KORPORASI PETANI BERBASIS KOPERASI
  2. 2. STRATEGI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PETANI Jokowi Minta Petani Keluar dari Rutinitas "On farm" dan mulai memaksimalkan kegiatan "off farm" yang berkaitan dengan penjualan produk- produk pertanian (Arahan Presiden pada Ratas Sektor Pertanian 10/12 2019) Presiden Joko Widodo
  3. 3. Asuransi Pembiayaan Litbang dan Penyuluhan RegulasiSertifikas i Fasilitasi Pemerintah Konsumen Pembiayaan Asuransi KONDISI EKSISTING RANTAI NILAI PRODUK PERTANIAN
  4. 4. DESAIN RANTAI NILAI PRODUK SETELAH DIKEMBANGKAN KORPORASI PETANI Ambisi inisiatif pengembangan Korporasi Petani adalah menjadikan petani berdaulat dalam pengelolaan on farm dan off farm.
  5. 5. Permentan No 18 Tahun 2018: Kelembagaan Ekonomi Petani berbadan hukum berbentuk koperasi atau badan hukum lain dengan sebagian besar kepemilikan modal dimiliki oleh petani PENGERTIAN KORPORASI PETANI
  6. 6. u- n w. en.  Petani: Individual  Kelompoktani: Konvensional  Gapoktan: Belum berskala ekonomi Tujuan Mendorong terbentuknya usahatani skala ekonomi Membentuk organisasi petani berbasis manajemen agribisnis berkarakter perusahaan Peningkatan skala Usahatani, daya saing produk dan menguntungkan Memberikan nilai tambah kepada petani dan usahatani Mendorong para petani untuk berkelompok besar dalam satu manajemen berbasis kawasan pertanian Mempermudah akses permodalan, saprodi, dan pemasaran Meningkatkan posisi tawar, pendapatan dan kesejahteraan petani KOPERASI  Skala usaha  Berbasis kawasan  Manajemen Bisnis KORPORASI PETANI SwastaAsuransiPerbankan
  7. 7. TRANSFORMASI KELEMBAGAAN PETANI MENJADI KORPORASI PETANI KELEMBAGAAN PETANI Lembaga yang ditumbuhkembangka n dari, oleh, dan untuk petani guna memperkuat kerjasama dalam memperjuangkan kepentingan petani (poktan, gapoktan, asosiasi, dewan komoditas nasional) KELEMBAGAAN EKONOMI/BUMP Organisasi yang melaksanakan kegiatan usahatani dari hulu sampai hilir yang ditumbuhkembangkan oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum (koperasi atau badan usaha milik petani lainnya) KORPORASI TANI Percepatan Adopsi Modernisasi Pertanian oleh Petani Usaha Berskala Ekonomi Berorientasi Pasar dan Kawasan (Sinergi Manajemen Sistem Hulu-hilir) Fasilitasi Pengembangan Agroindustri melalui Penyuluhan , Pelatihan dan Pendidikan
  8. 8. Aksesibilitas terhadap fasilitasi dan infrastruktur publik Aksesibilitas terhadap Permodalan Konsolidasi petani ke dalam suatu kelembagaan korporasi Konektivitas dengan mitra industri pengolahan dan perdagangan modern. Aksesibilitas terhadap sarana pertanian modern 1 5 42 3 Lima Elemen Utama Pembentukan Korporasi Petani
  9. 9. n w. en. IDENTIFIKASI POTENSI PENGEMBANGAN 1. Identifikasi Kondisi Wilayah a. Keragaan kelembagaan petani dan potensi badan hukumnya; b. Kondisi penyediaan prasarana dasar pertanian; c. Kondisi pelaku sarana pertanian; d. Kondisi aksesibilitas terhadap sumber modal dan asuransi; e. Keragaan kelembagaan industri pengolahan atau usaha perdagangan modern 2. Analisis Potensi Pengembangan a. menganalisis tingkat kesiapan kelembagaan tani untuk dapat dikonsolidasikan sebagai kelembagaan usaha ekonomi berbadan hukum; b. menganalisis tingkat kesiapan pelaku usaha untuk dapat dikonsolidasikan sebagai jaringan kelembagaan usaha ekonomi berbasis korporasi; dan c. menganalisis tingkat kapasitas dan ketersediaan dukungan prasarana dan sarana penunjang.
  10. 10. n w. en. PRASYARAT DAN KRITERIA PEMBENTUKAN KORPORASI PETANI BERBASIS KOPERASI Prasyarat Kriteria Pelaku Utama (Petani)1  Tergabung dalam kelompok, unit- unit usaha  Bergerak di sektor agribisnis Pelaku Usaha2  Bergerak di bidang Saprodi, Alsintan, Pemasaran, Pengolahan dan Permodalan  Berkomitmen membantu petani untuk mengembangkan usahataninya Komoditas Utama/Unggulan3 Memiliki nilai jual, potensi tinggi dan berorientasi pasar Kawasan/Skala Ekonomi4 Kelembagaan Berbadan Hukum5 Difokuskan dalam bentuk Koperasi Mengacu skala ekonomi berbasis kawasan per komoditas Memiliki perencanaan usaha (business plan); Melakukan kegiatan usaha berkelompok yang berorientasi pasar; Basis usaha dilakukan dari hulu sampai dengan hilir dengan menerapkan prinsip agribisnis dan sifat usaha yang berkelanjutan; Memiliki jejaring usaha (antar kelompok, gapoktan, koperasi dan antar wilayah kerja pemerintahan; Memiliki kemitraan dengan pelaku usaha dan BUMN/BUMD (terdapat MoU)
  11. 11. n w. en. PEMBENTUKAN KORPORASI PETANI Pembagian Peran PEMERINTAH STAKEHOLDER a. Regulasi dan Kebijakan b. Bantuan awal sarana prasarana c. Pendampingan dan pembinaan simultan/berkelanjutan d. Pelatihan e. Inovasi Teknologi f. Fasilitasi akses yang dibutuhkan a. Permodalan b. Pemasaran c. Pengolahan d. Alat Mesin Pertanian e. Standarisasi jaminan mutu f. Kemitraan/Mitra Usaha g. Penyediaan Input h. Teknologi
  12. 12. ALUR PENUMBUHAN KORPORASI PETANI (BERDASARKAN GRAND DESIGN KORPORASI PETANI KEMENTAN) Poktan/ Gapoktan KUB/LEM/ LKM-A Koperasi Produsen Primer Perusahaan Perseroan Koperasi Produsen Sekunder
  13. 13. KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA • Pembahasan struktur organisasi • Kriteria kepengurusan • Pedoman kerja • Keanggotaan dan kawasan REMBUG • Perencanaan Bisnis • Sistem Administrasi • Sistem Insentif • Sistem Rekruitment RAPAT PENGURUS • Bentuk Kerjasama • Sistem Informasi • Sistem Koordinasi RAPAT ANGGOTA DAFTAR KEMENKUMHAM BADAN HUKUM KOPERASI  DINAS TERKAIT  APARAT DESA/KEC  PENYULUH  PETANI  KELOMPOKTANI  PRODUKSI  PASAR  MITRA (MoU) PENUMBUHAN KORPORASI PETANI BERBASIS KOPERASI
  14. 14. MODEL KORPORASI PETANI BERBASIS KOPERASI 1. Bussines Consolidation 2. Management Consolidation 3. Partnership Pemerintah Pusat & Daerah Gapoktan POKTAN Counseling Bantuan/Subsidi & Counseling Mitra Usaha Mitra Bisnis Strategis Koperasi Sekunder BUMDES Konsolidasi kelembagaan (4-5 desa: 1000-6000 ha) Industri Terpadu Koperasi Primer Gudang & Distribution Center ON FARM PEMROSESAN DISTRIBUSI & PEMASARAN Toko Tani Indonesia Food Station Outlet BUMN HOREKA Super Market Tahun 1-2Phase Tahun ke 3
  15. 15. TATA KELOLA KORPORASI PETANI BERBASIS KOPERASI 1. Korporasi petani dikembangkan dengan pendekatan venture builder, yaitu membangun berbagai anak-anak usaha di bawah koperasi sekunder 2. Tiga pihak yang berkolaborasi: (1) petani sebagai worker-owner; (2) investor-owner; dan (3) builder-owner atau seorang usahawan yang sudah berpengalaman, memiliki dan mengelola usaha tertentu 3. Membangun/mengembangkan usaha baru melalui kolaborasi antara worker- owner/petani memiliki tenaga, investor memiliki modal, dan builder berperan dalam membangun usaha. 4. Status para worker-owner/petani adalah karyawan/pekerja korporasi. Mereka juga bisa berperan sebagai investor pada anak usaha yang lain 5. Skema investasi dalam korporasi petani bersifat crowd investment, yaitu sebuah skema penyertaan modal korporasi dengan nominal kecil sehingga dapat diakses banyak orang. 6. Pihak-pihak (worker-owner, investor- owner; dan builder-owner) akan memperoleh bagi hasil dari usaha sesuai dengan kesepakatan karena ketiga pihak tersebut secara bersama-sama (co- ownership) memiliki usaha tersebut. 7. Pengurus dan pengelola korporasi akan diberikan bagi hasil
  16. 16. n w. en. LANGKAH PENDAMPINGAN OLEH PENYULUH PERTANIAN DAN APARATUR TEKNIS PEMBINA memfasilitasi penjajakan peluang pemasaran produk ke industri pengolahan dan pemasaran potensial melalui berbagai jaringan; melakukan bimbingan untuk memperkuat administrasi koperasi seperti pengelolaan keanggotaan, keuangan dan aset; melakukan bimbingan untuk memperkuat kapasitas manajemen produksi, operasi termasuk logistik dalam rangka mengimplementasikan prinsip-prinsip korporasi diantaranya efisiensi biaya dan maksimisasi keuntungan; melakukan bimbingan untuk mengadopsi teknologi budidaya, pengolahan dan pemanfaatan teknologi informasi; memfasilitasi temu usaha dan penyusunan kontrak kerjasama/kemitraan dengan calon off taker potensial.
  17. 17. Potensi Brain Gain Aktor Usia Pertengahan (30- 50 thn) – produktif, aktif, kreatif Pendidikan menengah cenderung tinggi Penguasaan teknologi rendah tapi cenderung mau belajar Tingkat kosmopolitan tinggi Posisi di masyarakat pengambil keputusan Pendidikan non formal rendah (perlu dukungan eksternal) Hasil Penelitian Haryanto et al. 2018

×