Successfully reported this slideshow.

Mengkaji Kurikulum

2,111 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Mengkaji Kurikulum

  1. 1. Presented by:Devi Aninda Putri (109151415405)Irma Novi Masrurroh (109151415425)Ganjar Setyo Widodo
  2. 2. • Secara etimologi Kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu curiryang berarti berlari dan curere yang berarti tempatberpacu. Dengan demikian, istilah kurikulum berasaldari dunia olahraga pada zaman Romawi kuno diYunani, yang mengandung pengertian jarak yang harusditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish.Selanjutnya, kurikulum ini digunakan dalam duniapendidikan dan mengalami perubahan arti sesuaidengan perkembangan dan dinamika yang ada padadunia pendidikan. (Abdullah, 2007: 184)
  3. 3. • Secara garis besar kurikulum dapat diartikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu• Akan tetapi, ada juga yang berpendapat bahwa kurikulum tidak hanya mencakup hal-hal yang direncanakan, tetapi juga mencakup hal-hal yang tidak direncanakan, yaitu apa yang disebut dengan The Hidden Curriculum atau kurikulum tersembunyi. (Nasution, 1993: 11)
  4. 4. PENGERTIAN KURIKULUM INDIVIDUAL • Sebuah Kurikulum individual adalah suatu program studi yang dirancang khusus untuk setiap siswa
  5. 5. KURIKULUM DI INDONESIA (KTSP) Pengertian KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
  6. 6. • Kurikulum yang beroriantasi kepada disiplin ilmu.• Kurikulum yang berorientasi pada pengembangan individu• Kurikulum yang mengakses kepentingan daerah• Merupakan kurikulum teknologis
  7. 7. umum KhususMemandirikan dan  meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah.memberdayakansatuan pendidikan  Meningkatkan kepedulian wargamelalui pemberian sekolah dan masyarakat dalamkewenangan pengembangan kurikulum melalui(otonomi) kepada pengambilan keputusan bersama.lembaga  Meningkatkan kompetisi yang sehatpendidikan. antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.
  8. 8.  Undang-Undang RI Nomer 20 tahun 2003 tentang System Pendidikan NasionalFormal  peraturan pemerintah RI Nomer 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.  adanya kenyataan rendahnya kualitas pendidikan kita baik dilihat dari sudut proses maupun hasil belajarEmpiris  budaya dengan potensi dan kebutuhan yang berbeda  selama ini peran sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum bersifat pasif.
  9. 9. Tangggap terhadapperkembanga n ilmupengetahuan,teknologi, dan seni
  10. 10. Tujuan pendidikan Struktur program dan muatan kurikulum Kalender pendidikan Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran
  11. 11. Tujuan Struktur program pendidikan dan muatan kurikulum Tujuan  Mata Pelajaran pendidikan  Muatan Lokal Visi dan Misi  Pengembangan diri Satuan  Beban belajar Pendidikan  Ketuntasan belajar  Keunikan Kelas dan Lulusan  Penjurusan  Pendidikan kecakapan Hidup  Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global
  12. 12. Silabus dan rencana Kalender pelaksanaan pendidikan pembelajaran Kalender pendidikan  Silabus atau disebut juga Pola adalah pengaturan waktu Dasar Kegiatan Belajar Mengajar untuk kegiatan (PDKBM) atau Garis-garis Besar pembelajaran peserta Isi Program Pembelajaran didik selama satu tahun (GBIPP) merupaka hasil atau ajaran. produk kegiatan pengembangan perencanaan pembelajaran. Kalender Pendidikan mencakup permulaan  Rencana Pelaksanaan tahun ajaran, minggu Pembelajaran (RPP) adalah efektif belajar, waktu penjabaran silabus ke dalam pembelajaran efektifdan unit-unit atau satuan kegiatan hari libur pembelajaran untuk dilaksanakan di kelas.
  13. 13. Analisis konteks Mekanisme penyusunan Tim penyusun1. Mengindentifikasi terdiri atas guru, konselor, standar isi dan standar dan kepala sekolag kemampuan lulusan sebagai ketua merangkap2. Menganalisis kondisi anggota. yang ada dari satuan Kegiatan pendidikan kegiatan perencanaan3. Menganalisis peluang Pemberlakuan dan tantangan yang Dokumen KTSP ada dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah
  14. 14. • Secara harfiah, homeschooling adalah sekolah yang diadakan di rumah• secara hakiki adalah sebuah sekolah alternarif yang menempatkan anak sebagai subjek dengan pendekatan pendidikan secara humanistik.
  15. 15. Konsep Kurikulum Homeschooling• Konsep kurikulum homeschooling mengacu pada konsep kurikulum humanistik. Peserta didik (peserta didik/warga belajar) adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk menciptakan situasi yang rileks dan akrab.
  16. 16. Pendekatan Pengembangan Homeschooling• model pengembangan kurikulum homeschooling mengarah kepada model nonteknik-nonsaintifik, yaitu berorientasi pada hal-hal yang subjektif, pribadi, keindahan, penalaran dan transaksi, berorientasi pada peserta didik melalui cara- cara aktif dalam proses pembelajaran, kurikulum berkembang dari yang direncanakan, dan dunia merupakan suatu benda hidup.
  17. 17. Pertanyaan• KikiKurikulum tersembunyi seperti apa dan disiplin ilmunyaseperti apa?• WidiApakah ada persamaan yang signifikan antara KTSP danhome scoolling?Bagaimana bentuk evaluasi homescoolling?• LukmanHome scoolling bagaimanakah dampak home bagi interaksi anak denganlingkungan sekitar?
  18. 18. Jawaban:
  19. 19. lukmanDevi Ap:Kelebihan HM (home Scoolling)Lebih mengaktifkan,Melindungi dari tawuran,Membantu anak lebihberkembnag dengan dunia nyatat,Dampak lebih bergaul dgn orangyang lebih tua, jadi jelas dampaknya siswa lebih dapat berkomunikasililin: home scoolling pribadi interaksinya kurang lebih baik jikahomescoolling dengan kelompokFika:HM meberikan interaksi lebih banyakDeni: interaksi bkn untuk jalan2, tp intraksi untuk belajar kelompok,perkembangan siswa HM kurangIrma: HM bkn untuk bersaing dgn skol yg umum tp untuk aplikasi daripmbeljarn individual. Juga dapat mengurangi pengaruh buruk daripergaulanItak: HM bkn Cuma teori, tp juga pelaksanaan. Ternyata Hm merekalebh bisa menempatkan diri, lebih banyak kegitan yang dilakukan.
  20. 20. kikiGanjar: misal, apa yg sudah kita rencanakan hasilnya tidak sesuaidengan yang kta rencanakan. Maka kita dapat mengambil alternatifDisiplin ilmu: ilmu pengetahuan tersebut hrs sesuai dgn daerah. Misal:di Batu siswa diajarkan ttg apelKiki: kalau matematika gmn?Seandainya daerah pelosok danya Cuma lidi itu dapat kiata gunakansebagai alat hitung. Kalau di kota sudah bisa kalkulatorItak: jika sesuai dgn daerah di pelosok tdak ada kalkulator, bagaimanadengan perkembangan siswaq ke depannya.Irma: menyeimbangkan antara kepentingan daerah dan nasional.Bagaimana upaya gurunya itu untuk mengadakan peralatan(kalkulator). Agar pembelajaran lebih bermakna, kjika dimungkinkansusatu hari siswa tetap di daerahnya maka ilmu tetap digunakan.Devi Ap: di daerah ada pelajaran tentang penggunaan kalkulator. Gurupasti ada yang punya kalkulkator
  21. 21. widi• Fika: HM dan KTSP hampir sama. HM kebijakan orang tua. HM dikembangkan dengan prinsip KTSP. HM lebih ditekankan pada individual. HM lebih ditekankan pada mata pelajaran IPA karena potensi naka pada mata pelajaran IPA. HM harus releven dengan kebutuhan siswanya. Yang penting HM standarnya sesuai dengan KTSP• Widi: kan disesuaikan pada kebutuhan anak. Maksudnya bagaimana?• Ganjar: di sekolah anak kurang leluasa. kalau di sekolah nilai mat siswa jelek. Ortu menempatkan naka pada bimbingan belajar dan hanya memperbaiki nilai tersebut.• Deni: cntoh langsung HM di SD.• Fika: da tapi bukan HM SD melainkan HM untuk jenjang pendidikan SD. Di malang ada daerah perumahan. Di Indonesia, Hm nya Kak Seto. Hm beda dengan les privat.• Itak: HM sesuai dengan kurikulum. Sesuai dengan minat anak.• Fika: bentuk evaluasi: ujian nasional lewat paket A. Bentuk ijasahnya nanti sama.
  22. 22. Kesimpulan• Kurikulum KTSP yang sudah diterapkan di Indonesia yaitu HM dan nanti bentuk ijasahnya sama. Bentuk evaluasinya sama tetapi melalui paket A, B, dan C.

×