SISTEM KEPERCAYAAN KELOMPOK 4 XII IPA 6
Nama : <ul><li>Isya Nurulita [16] </li></ul><ul><li>Kanugraha Ramadhan [17] </li></ul><ul><li>Laksmita Kumala D [18] </li>...
<ul><li>Modifikasi dari sistem presidensial dan parlemen di Indonesia bisa dikatakan terjadi belum lama. Pada masa orde ba...
<ul><li>Adanya lembaga yang representatif atas suara rakyat dari seluruh penjuru negeri dirasa perlu untuk memaksimalkan f...
<ul><li>Kini, lembaga perwakilan  rakyat tersebut boleh dikatakan sedang mengalami masa krisisnya. Berdarkan survey dari L...
<ul><li>Setelah periode pertumbuhan dalam tiga dekade, dalam bidang ekonomi tatanan lama itu telah menghasilkan beberapa e...
Parlemen Indonesia, Bisa! <ul><li>Sebagai salah satu lembaga negara yang berperan penting untuk mensejahterakan bangsa, su...
<ul><li>THX 4 U’R ATTENTION </li></ul><ul><li>THE END :D </li></ul>
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sistem kepercayaan

1,148 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,148
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sistem kepercayaan

  1. 1. SISTEM KEPERCAYAAN KELOMPOK 4 XII IPA 6
  2. 2. Nama : <ul><li>Isya Nurulita [16] </li></ul><ul><li>Kanugraha Ramadhan [17] </li></ul><ul><li>Laksmita Kumala D [18] </li></ul><ul><li>Lusi Ariyanti [19] </li></ul><ul><li>Nandya Guvita N [20] </li></ul><ul><li>XII IPA 6  </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Modifikasi dari sistem presidensial dan parlemen di Indonesia bisa dikatakan terjadi belum lama. Pada masa orde baru yang di pimpin oleh Soeharto, sistem politk Indonesia bisa dikategorikan murni sebagai sistem politik presidensial. Karena kekuatan dan kesewenangan sang presiden saat itu tidak dapat dibendung. Sejak reformasi bergulir di negeri ini, sistem tersebut dievaluasi dan kini tidak sepenuhnya lagi diterapkan. </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Adanya lembaga yang representatif atas suara rakyat dari seluruh penjuru negeri dirasa perlu untuk memaksimalkan fungsi pelayanan pada rakyat. Oleh karena itu, dibentuklah lembaga perwakilan rakyat, MPR-DPR RI. Kehadiran MPR-DPR di Indonesia menunjukkan adanya sistem parlementer di Indonesia dengan harapan Indonesia akan lebih baik dimasa mendatang. </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Kini, lembaga perwakilan  rakyat tersebut boleh dikatakan sedang mengalami masa krisisnya. Berdarkan survey dari Lembaga Survey Nasional, diketahui kepercayaan  rakyat terhadap kinerja DPR menurun. Hal tersebut tentu tidak diharapkan oleh semua pihak namun survey tersebut sedikitnya memberi gambaran akan kinerja parlemen dimata rakyat. Sebagai lembaga tinggi negara, DPR harus kembali ‘membersihkan’ namanya untuk merebut hati rakyat. </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Setelah periode pertumbuhan dalam tiga dekade, dalam bidang ekonomi tatanan lama itu telah menghasilkan beberapa ekses seperti KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme). Tiga hal tersebut menghambat pertumbuhan struktur ekonomi yang mandiri dan effisien. Kelas ekonomi yang ada (khususnya cronies) menjadi tergantung pada fasilitas yang disediakan pemerintah. Kerentanan tersebut ditambah lagi dengan optimisme yang berlebihan terhadap hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. Optimisme semu itu terwujud dengan dialirkannya pinjaman luar negeri jangka pendek (dalam bentuk dollar) pada pengusaha-pengusaha yang tidak effisien tersebut. Terjadinya krisis moneter international telah mengguncang nilai rupiah dan selanjutnya   struktur ekonomi dalam negeri. Akibat dicabutnya subsidi pada komoditi pokok, harga sembako, listik, dan bensin melambung hampir tak terkendali. Rakyat kecewa, mahasiswa berontak. </li></ul>
  7. 7. Parlemen Indonesia, Bisa! <ul><li>Sebagai salah satu lembaga negara yang berperan penting untuk mensejahterakan bangsa, sudah selayaknya DPR berbenah.  Dengan adanya niatan dan tindakan nyata untuk perbaikan parlemen Indonesia maka bukan hal yang mustahil kepercayaan rakyat pada parlemen akan kembali lagi. Meresapi semangat Indonesia di ajang Sea Games , maka saya katakan bahwa Parlemen Indonesia, Bisa!. Bisa berbenah, bisa berubah, bisa lebih baik, bisa mewakili rakyatnya. Tentu saja, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan parlemen yang ideal. Partisipasi aktif masyarakat jug diperlukan. Oleh karena itu, mari bersama-sama mewujudkan parlemen yang lebih baik untuk Indonesia yang lebih sejahtera . </li></ul>
  8. 8. <ul><li>THX 4 U’R ATTENTION </li></ul><ul><li>THE END :D </li></ul>

×