Belajar Untuk Masa Depanku   PANDUAN PELAKSANAANPENYELENGGARAAN SMP TERBUKA           Buku 1 :Panduan Pembinaan SMP Terbuk...
Belajar Untuk Masa Depanku                                  KATA PENGANTARPelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 te...
Belajar Untuk Masa Depanku                                                          DAFTAR ISIKATA PENGANTAR.................
Belajar Untuk Masa Depanku                                                        BAB I                                   ...
Belajar Untuk Masa Depanku        c. Melakukan pembaharuan sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum,           bai...
Belajar Untuk Masa Depanku               1) Optimalisasi daya tampung SMP Negeri dan Swasta               2) Pembangunan U...
Belajar Untuk Masa Depanku             11) Pendidikan dan pelatihan tenaga kependidikan             12) Penataan komponen ...
Belajar Untuk Masa Depanku              a. Dalam melaksanakan strategi Peningkatan Mutu SMP Terbuka, kegiatan yang        ...
Belajar Untuk Masa DepankuC. Sasaran.    1. Sasaran kegiatan dalam rangka peningkatan mutu SMP Terbuka mencakup       berb...
Belajar Untuk Masa DepankuD. Hasil yang diharapkan.   1. Hasil yang diharapkan dari kegiatan peningkatan mutu SMP Terbuka ...
Belajar Untuk Masa Depanku                                                        BAB II                                  ...
Belajar Untuk Masa DepankuB. Perintisan SMP Terbuka.     Untuk memantapkan konsep pendidikan alternatif di tingkat SMP ter...
Belajar Untuk Masa Depankupendataan ulang terhadap keberadaan SMP Terbuka pada akhir tahun 2000 ternyata,bahwa SMP Terbuka...
Belajar Untuk Masa Depanku        yang memadai. Oleh karena itu kalau mutu tamatan SMP Terbuka rendah, tentunya        ada...
Belajar Untuk Masa DepankuDiagram berikut menunjukkan prediksi jumlah anak-anak usia 13 – 15 tahun pada tahun2009 sebanyak...
Belajar Untuk Masa Depanku                                                        BAB III              PENYELARASAN KEGIAT...
Belajar Untuk Masa DepankuB. Perlunya Peningkatan Akses SMP Terbuka.     Pengalaman dalam merencanakan penyebarluasan SMP ...
Belajar Untuk Masa Depanku   4. Penulisan dan pendistribusian modul baru untuk mata pelajaran Pendidikan Agama      Non Is...
Belajar Untuk Masa Depanku     4. Pembelajaran mandiri dan kelompok di TKB dan pembelajaran tatap muka.        Pada hampir...
Belajar Untuk Masa Depanku                                        BAB IV                           MEKANISME PEMBINAAN SMP...
Belajar Untuk Masa Depanku        a. Satuan Tugas I (Peningkatan Mutu dan Efisiensi) bertugas untuk merencanakan,         ...
Belajar Untuk Masa Depanku           Berdasarkan Undang-Undang RI No, 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah,          ...
Belajar Untuk Masa Depanku             ke SD/MI khususnya dengan anak kelas VI yang ingin melanjutkan, tetapi             ...
Belajar Untuk Masa Depanku7. Tugas Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota dan Satuan Tugasnya dalam pembinaan   SMP Terbuka.   ...
Belajar Untuk Masa Depanku                      SKEMA PROGRAM PENINGKATAN MUTU DAN EFISIENSI                          SERT...
Belajar Untuk Masa Depanku              k. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan serta pertanggungjawaban         ...
Belajar Untuk Masa Depanku     Direktorat Pembinaan                                                 Dinas Pendidikan Kab/ ...
Belajar Untuk Masa Depanku Direktorat Pembinaan                                                         Dinas Pendidikan K...
Belajar Untuk Masa Depanku                                   BAB V                 PENINGKATAN MUTU DAN EFISIENSI SMP TERB...
Belajar Untuk Masa Depanku             d) Tenaga TU yang langsung menangani administrasi SMP Terbuka             e) Bersed...
Belajar Untuk Masa Depanku                 d) Usia siswa setinggi-tingginya 18 tahun                 e) Jumlah siswa di TK...
Belajar Untuk Masa Depanku           dapat mengetahui tingkat kemampuan dari produk yang dihasilkan, dan dapat           m...
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Panduan pembinaan smp terbuka 1
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Panduan pembinaan smp terbuka 1

1,449 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,449
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
131
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Panduan pembinaan smp terbuka 1

  1. 1. Belajar Untuk Masa Depanku PANDUAN PELAKSANAANPENYELENGGARAAN SMP TERBUKA Buku 1 :Panduan Pembinaan SMP Terbuka KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONALDIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Tahun 2010
  2. 2. Belajar Untuk Masa Depanku KATA PENGANTARPelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar,Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan PenuntasanWajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara merupakanindikasi yang sangat nyata upaya Pemerintah Indonesia dalam peningkatan mutu sumberdayamanusia agar mampu bersaing dalam era keterbukaan dan globalisasi.Di lingkungan Direktorat Pembinaan SMP Ditjen Mandikdasmen, Kementerian PendidikanNasional, diantara dampak realisasi dari peraturan-peraturan perundangan tersebut dapatdiukur dari Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/Sederajat pada akhir tahun 2009mencapai 98,11%. Angka ini melebihi target yang diharapkan dapat dicapai akhir tahun2008, yaitu 95.0%. Dengan telah tercapainya target APK di atas, maka orientasi pembinaanpendidikan pada jenjang SMP lebih ditekankan pada peningkatan mutu pendidikan.Dalam rangka peningkatan mutu tersebut, Direktorat Pembinaan SMP telah menyusunberbagai kebijakan dan strategi yang kemudian dijabarkan dalam bentuk program dankegiatan yang dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi. Dengan kebijakan dan programtersebut, diharapkan misi 5 K Kementerian Pendidikan Nasional terkait dengan Ketersediaan,Keterjangkauan, Kualitas, Kesetaraan dan Kepastian juga diharapkan dapat terpenuhi.Agar program dan/atau kegiatan tersebut dapat mencapai target yang telah ditetapkan, sesuaidengan prosedur dan ketentuan yang ada, Direktorat Pembinaan SMP menerbitkan berbagaiBuku Panduan Pelaksanaan untuk masing-masing program dan/atau kegiatan, baik yangpengelolaannya di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun yang dilaksanakanlangsung oleh sekolah.Dengan buku panduan ini diharapkan pihak-pihak terkait dengan penyelenggaraan program disemua tingkatan dapat memahami dan melaksanakan dengan amanah, efektif dan efisienseluruh proses kegiatan mulai dari penyiapan rencana, pelaksanaan, sampai denganmonitoring, evaluasi dan pelaporannya.Akhirnya, kami mengharapkan agar semua pihak terkait mempelajari dengan seksama danmenjadikannya sebagai pedoman serta acuan dalam pelaksanaan seluruh program ataukegiatan pembangunan pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama tahun anggaran2010. Jakarta, Januari 2010 Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Didik Suhardi, SH., M.Si NIP. 196312031983031004 i
  3. 3. Belajar Untuk Masa Depanku DAFTAR ISIKATA PENGANTAR....................................................................................................................iDAFTAR ISI ............................................................................................................................... iiiBAB I PENDAHULUAN .............................................................................................................1 A. Latar belakang. ..................................................................................................................1 B. Tujuan. ...............................................................................................................................5 C. Sasaran...............................................................................................................................6 D. Hasil yang diharapkan. ......................................................................................................7BAB II KONDISI SMP TERBUKA DEWASA INI ....................................................................9 A. Konsep SMP Terbuka........................................................................................................9 B. Perintisan SMP Terbuka. .................................................................................................10 C. Perkembangan SMP Terbuka. .........................................................................................10 D. Kondisi SMP Terbuka dewasa ini. ..................................................................................10BAB III PENYELARASAN KEGIATAN PEMBINAAN SMP TERBUKA DENGAN TIGA PILAR KEBIJAKAN DIREKTORAT PEMBINAAN SMP.......................................15 A. Perlunya Peningkatan Mutu SMP Terbuka. ...................................................................15 B. Perlunya Peningkatan Akses SMP Terbuka. ...................................................................16 C. Perlunya Peningkatan Efisiensi dan Efektifitas Penyelenggaraan SMP Terbuka. ..........17BAB IV MEKANISME PEMBINAAN SMP TERBUKA.........................................................19 A. Struktur Organisasi Pembinaan SMP Terbuka. ...............................................................19 B. Tugas dan tanggungjawab. ..............................................................................................19 C. Pembagian tugas antara Pusat dan Daerah. .....................................................................25BAB V PENINGKATAN MUTU DAN EFISIENSI SMP TERBUKA.....................................29 A. Perencanaan. ....................................................................................................................29 B. Pelaksanaan Peningkatan Mutu dan Efisiensi Dalam Rangka Pembinaan SMP Terbuka. ...........................................................................................................................31 C. Monitoring, Evaluasi dan Supervisi. ...............................................................................33 D. Pelaporan. ........................................................................................................................35BAB VI PENINGKATAN AKSES SMP TERBUKA ...............................................................37 A. Perencanaan. ....................................................................................................................37 B. Pelaksanaan Peningkatan Akses. .....................................................................................37 C. Monitoring, Evaluasi dan Supervisi. ...............................................................................40 D. Pelaporan. ........................................................................................................................42BAB VII 43PENUTUP ...................................................................................................................................43 A. Kesimpulan. .....................................................................................................................43 B. Saran. ...............................................................................................................................43 iii
  4. 4. Belajar Untuk Masa Depanku BAB I PENDAHULUANA. Latar belakang. 1. Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati, olahpikir, olahrasa dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. 3. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan penyempurnaan dari Undang-Undang sebelumnya, maka semua perencanaan pembangunan dan pelaksanaan pendidikan harus mengacu dan disesuaikan dengan Undang-Undang tersebut. 4. Pada tahun 2005, Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 7 tentang RPJMN tahun 2004-2009 yang mengamanatkan tiga misi pembangunan nasional, yaitu: (1) mewujudkan negara Indonesia yang aman dan damai, (2) mewujudkan bangsa Indonesia yang adil dan demokratis, dan (3) mewujudkan bangsa Indonesia yang sejahtera. Untuk mewujudkannya, bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang berkualitas, sehingga setiap warga negara mampu meningkatkan kualitas hidup, produktivitas dan daya saing terhadap bangsa lain di era global. 5. Sesuai dengan Rencana Strategis Pembangunan Pendidikan tahun 2005-2009, sebagai penjabaran dari RPJMN tersebut, maka kegiatan pembangunan pendidikan diarahkan antara lain untuk: a. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi. b. Meningkatkan kemampuan akademik dan profesional serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kependidikan.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 1
  5. 5. Belajar Untuk Masa Depanku c. Melakukan pembaharuan sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum, baik kurikulum nasional maupun lokal. d. Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. 6. Atas dasar Rencana Strategis tersebut Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan arah kebijakan pembangunan pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama sebagai berikut: a. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. b. Meningkatkan kemampuan akademik dan profesionalisme serta jaminan kesejahteraan bagi tenaga kependidikan. c. Melakukan pembaharuan sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum, baik kurikulum nasional maupun lokal. d. Memberdayakan lembaga Sekolah Menengah Pertama sebagai pusat pembudayaan sikap dan kemampuan serta meningkatkan peran serta keluarga dan masyarakat. e. Memberikan bimbingan teknis penyelenggaraan dan pengelolaan Sekolah Menengah Pertama. f. Memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan dan pengelolaan Sekolah Menengah Pertama. 7. Khusus untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), masalah yang dihadapi adalah: a. Cara menjangkau anak-anak dari masyarakat lapis bawah yang kurang beruntung yang jumlahnya cukup besar dan kondisi sosial ekonominya lemah adalah “Pro- poor”, agar mereka dapat terlayani sehingga mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan dalam rangka penuntasan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. b. Pengukuran keberhasilan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun masih menitikberatkan pada pencapaian angka transisi, belum pada angka partisipasi dan penguasaan kompetensi dasar. Dengan angka transisi ini, sebenarnya hanya siswa-siswa SD/MI yang tamat saja yang dapat diterima untuk melanjutkan pelajaran di SMP. Padahal selama belajar di SD/MI jumlah siswa yang putus sekolah (DO) pada saat ini secara keseluruhan masih berada di sekitar angka 30% dari semua siswa yang belajar di SD/MI. Oleh karena itu, meskipun angka transisi tamatan SD/MI ke SMP dapat mencapai 100%, sebenarnya keseluruhan siswa SD/MI yang dapat melanjutkan ke SMP barulah 70%. c. Hambatan dalam mengubah cara berpikir dari pola berpikir sentralistik ke pola berpikir desentralistik, khususnya yang berkenaan dengan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Manajemen Berbasis Masyarakat (MBM). 8. Untuk melaksanakan kebijakan dalam mengatasi masalah tersebut, strategi yang ditempuh oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama adalah sebagai berikut: a. Upaya untuk meningkatkan kesempatan memperoleh pendidikan di SMP (“Access”) dilaksanakan dengan:2 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  6. 6. Belajar Untuk Masa Depanku 1) Optimalisasi daya tampung SMP Negeri dan Swasta 2) Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), Ruang Kelas Baru (RKB), Ruang Penunjang Lain (RPL), dan Ruang Terpadu (RT) pada SMP Negeri dan Program Imbal Swadaya pada SMP Swasta. 3) Penyelenggaraan SD - SMP Satu Atap. b. Peningkatan layanan khusus melalui: 1) Peningkatan akses SMP Terbuka baik pada SMP Terbuka/TKB Reguler maupun pada SMP Terbuka/TKB Mandiri. 2) Pengembangan Pendidikan Alternatif untuk anak jalanan, daerah terpencil, daerah konflik, dan daerah yang terkena bencana alam. 3) Peningkatan retensi siswa melalui: a) Pemberian beasiswa b) Program retrieval c. Upaya untuk meningkatkan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan di SMP (“Quality”), dilaksanakan dengan: 1) Pengembangan standardisasi sekolah sebagai penjabaran dari Standar Nasional Pendidikan. 2) Peningkatan pembiayaan sekolah baik melalui “Basic Budget” maupun “Extended Budget”. 3) Pengembangan klasifikasi sekolah ke dalam kelompok-kelompok: a) Sekolah Bertaraf Internasional (SBI); b) Sekolah Standar Nasional (SSN = Sekolah Formal Mandiri); c) Sekolah Keunggulan Lokal; d) Sekolah Potensial (Sekolah Formal Standard); dan 4) Pengembangan instrumen penilaian kinerja sekolah untuk melakukan penilaian kinerja sekolah dan melaksanakan akreditasi sekolah. 5) Peningkatan kualifikasi tenaga kependidikan 6) Penerapan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7) Penerapan Trilogi Pendidikan a) Penerapan Keterampilan Berbahasa / Baca Tulis b) Penerapan Ilmu Dasar MIPA c) Penerapan Budi Pekerti 8) Penyediaan alat pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan perkembangan kurikulum 9) Pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 10) Penyediaan buku perpustakaanQEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 3
  7. 7. Belajar Untuk Masa Depanku 11) Pendidikan dan pelatihan tenaga kependidikan 12) Penataan komponen pendidikan yang berorientasi akademik 13) Pemberian dana bantuan ”School-grant” dalam rangka memandirikan sekolah 14) Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup 15) Pembinaan Pondok Pesantren 16) Peningkatan Mutu SMP Terbuka d. Upaya untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pendidikan di SMP (“Efficiency and Effectiveness”) dalam era desentralisasi menuju Peningkatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Pencitraan Publik, dilaksanakan melalui: 1) Pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) di tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota dan secara bertahap di tingkat Sekolah. 2) Pemanfaatan sumber daya finansial secara tepat guna, baik di tingkat Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota. 3) Peningkatan kerjasama, baik secara bilateral maupun multilateral, seperti: a) Kerjasama secara bilateral dengan MBE, JFPR dsb. b) Kerjasama secara multilateral dengan badan-badan dunia seperti: ADB (BEP, DBEP, JSE), Dutch Grant, EU, AUSAID, dsb. 4) Peningkatan kegiatan monitoring dan evaluasi baik oleh instansi internal maupun eksternal. 5) Peningkatan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan SMP Terbuka. e. Upaya dalam rangka desentralisasi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, dilaksanakan melalui: 1) Peningkatan partisipasi masyarakat 2) Pengawasan dan akuntabilitas kinerja sekolah 3) Demokratisasi dan desentralisasi pendidikan 4) Jaminan mutu (standar mutu penerapan sekolah model) 5) Pemberian subsidi berdasarkan kebutuhan 6) Pemberdayaan personil dan lembaga melalui pelatihan monitoring dan evaluasi 7) Akuntabilitas dan transparansi dengan melibatkan Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan sebagai salah satu wujud manajemen berbasis sekolah (MBS) dan manajemen berbasis masyarakat (MBM). 9. Setelah SD - SMP Satu Atap sebagai pola andalan, SMP Terbuka merupakan prioritas kedua dalam Program Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Sembilan Tahun yang diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2008. Oleh karena itu upaya pembinaan yang perlu dilaksanakan dalam penyelenggaraan SMP Terbuka juga mengacu pada kebijakan dan strategi Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, yaitu:4 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  8. 8. Belajar Untuk Masa Depanku a. Dalam melaksanakan strategi Peningkatan Mutu SMP Terbuka, kegiatan yang dilakukan adalah untuk menjaga keberlangsungan siswa dalam mengikuti pelajaran di SMP Terbuka sampai tamat, serta meningkatkan mutu dan relevansi hasil pendidikannya. b. Dalam melaksanakan strategi Peningkatan Akses SMP Terbuka, kegiatan yang dilakukan adalah meningkatkan daya tampung SMP Terbuka, baik pada SMP Terbuka yang telah ada dengan mengoptimalkan TKB yang sudah operasional maupun dengan menambah TKB baru, atau membuka SMP Terbuka baru pada lokasi baru yang memenuhi persyaratan. c. Dalam melaksanakan strategi Peningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Penyelenggaraan SMP Terbuka, kegiatan yang dilakukan dengan mengoptimalkan proses pembelajaran siswa baik secara mandiri dan kelompok di TKB maupun secara tatap muka di Sekolah Induk.B. Tujuan. 1. Tujuan umum. Tujuan umum adalah untuk memberikan panduan dalam melaksanakn pembinaan SMP Terbuka yang mencakup upaya peningkatan mutu, peningkatan akses, dan peningkatan efisiensi serta efektifitas penyelenggaraan SMP Terbuka. 2. Tujuan khusus. a. Tujuan khusus dalam rangka peningkatan mutu SMP Terbuka adalah: 1) Meningkatkan mutu SMP Terbuka melalui peningkatan kompetensi dan kesejahteraan tenaga kependidikan dan proses belajar mengajar serta kelengkapan berbagai komponen pendidikan. 2) Meningkatkan apresiasi terhadap bidang Pendidikan Keterampilan yang diharapkan mampu menunjang kehidupan siswa setelah tamat (Life Skills Education). b. Tujuan khusus dalam rangka peningkatan akses SMP Terbuka adalah: 1) Meningkatkan daya tampung SMP Terbuka dengan menambah daya tampung pada SMP Terbuka/TKB yang sudah ada. 2) Meningkatkan daya tampung SMP Terbuka dengan membuka SMP Terbuka baru di lokasi-lokasi yang benar-benar memenuhi persyaratan. c. Tujuan khusus dalam rangka peningkatan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan SMP Terbuka adalah: 1) Meningkatkan mutu proses pembelajaran siswa, baik secara mandiri dan kelompok di TKB maupun secara tatap muka di Sekolah Induk 2) Menata kembali penyelenggaraan TKB yang masing-masing siswanya tinggal sedikit dan penyelenggaraan SMP Terbuka yang jumlah siswa keseluruhannya tinggal sedikit. 3) Merintis penyelenggaraan SMP Terbuka berbasis TIK yang dapat menjadi rujukan bagi SMP Terbuka lain. QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 5
  9. 9. Belajar Untuk Masa DepankuC. Sasaran. 1. Sasaran kegiatan dalam rangka peningkatan mutu SMP Terbuka mencakup berbagai upaya untuk mempertahankan keberlangsungan SMP Terbuka melalui: a. Pemberian beasiswa kepada semua siswa SMP Terbuka melalui Program Dekonsentrasi di provinsi. b. Peningkatan mutu pencapaian prestasi hasil belajar siswa. c. Pemberian tambahan dana Bantuan Operasional Sekolah semua SMP Terbuka, yang disalurkan melalui Tim Manajemen BOS Tingkat Provinsi. d. Pemberian dana subsidi keterampilan untuk melaksanakan Program Pendidikan Keterampilan di SMP Terbuka yang memenuhi persyaratan. e. Sosialisasi keberadaan SMP Terbuka akan lebih digalakkan dengan cara yang inovatif. f. Penyelenggaraan Workshop Peningkatan Mutu SMP Terbuka bagi Kepala / Wakil Kepala SMP Terbuka, Guru Bina, dan Guru Pamong, g. Pengadaan dan pendistribusian modul siswa berbasis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuju rasio perbandingan siswa dan modul sama dengan 1 : 1. h. Peningkatan fokus monitoring dan evaluasi program-program SMP Terbuka; i. Pemberian fasilitas pembelajaran berbasis TIK bagi SMP Terbuka rintisan. 2. Sasaran kegiatan dalam rangka peningkatan akses SMP Terbuka adalah menambah daya tampung bagi anak-anak usia 13-15 tahun tamatan SD/MI dan yang setara pada SMP Terbuka. Peningkatan daya tampung ini dilakukan secara bertahap dan diutamakan bagi anak-anak yang kurang beruntung yang tidak dapat mengikuti pendidikan di SMP Reguler karena kendala sosial ekonomi, transportasi, geografis atau harus membantu orang tua bekerja (”Pro- Poor”). 3. Sasaran kegiatan dalam rangka peningkatan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan SMP Terbuka adalah: a. Meningkatkan mutu proses pembelajaran siswa baik secara mandiri dan kelompok di TKB maupun secara tatap muka di Sekolah Induk. b. Mengoptimalkan daya tampung TKB dengan cara menggabungkan beberapa TKB yang masing-masing jumlah siswanya hanya sedikit, c. Menutup TKB yang jumlah siswanya sedikit dan lokasinya jauh dari TKB lain setelah para siswanya tamat. d. Menggabungkan siswa SMP Terbuka yang tinggal sedikit ke SMP Reguler yang menjadi sekolah induknya, dan menutup SMP Terbuka yang jumlah siswanya sedikit tetapi tidak mungkin digabung.6 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  10. 10. Belajar Untuk Masa DepankuD. Hasil yang diharapkan. 1. Hasil yang diharapkan dari kegiatan peningkatan mutu SMP Terbuka adalah: a. Tersedianya data statistik, informasi dan profil SMP Terbuka yang mutakhir. b. Meningkatnya mutu tenaga kependidikan. c. Meningkatnya kesejahteraan tenaga kependidikan. d. Meningkatnya mutu proses belajar mengajar. e. Meningkatnya persentase kehadiran siswa baik di TKB maupun di Tatap Muka. f. Meningkatnya prestasi hasil belajar siswa. g. Terpenuhinya secara bertahap kebutuhan Sarana Prasarana (Modul, Program Kaset, dsb). h. Dikuasainya kompetensi bidang ketrampilan oleh siswa sesuai dengan kondisi sosial ekonomi dan budaya serta kebutuhan daerah setempat. i. Berkurangnya angka putus sekolah pada siswa SMP Terbuka. j. Meningkatnya sistem pengelolaan dan koordinasi antara TKB Mandiri dengan SMP Induk. k. Meningkatnya sistem pembinaan melalui monitoring, evaluasi, dan supervisi secara teratur dan terprogram. l. Terpenuhinya keperluan pelayanan pendidikan bagi anak-anak usia SMP di daerah konflik. 2. Hasil yang diharapkan dari kegiatan peningkatan akses SMP Terbuka adalah: a. Meningkatnya daya tampung siswa SMP Terbuka baik melalui optimalisasi daya tampung pada TKB (Reguler dan Mandiri) yang sudah ada, pada TKB yang baru maupun pada SMP Terbuka baru. b. Terserapnya anak-anak usia 13-15 tahun tamatan SD/MI dan setara yang karena berbagai kendala sosial ekonomi, geografi, transportasi atau harus bekerja membantu orang tua, untuk melanjutkan pendidikannya di SMP Terbuka, karena mereka tidak dapat mengikuti pendidikan di SMP Reguler. 3. Hasil yang diharapkan dari kegiatan peningkatan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan SMP Terbuka adalah: a. Tertatanya penyelenggaraan proses pembelajaran siswa secara mandiri dan kelompok di TKB dengan efisien dan efektif. b. Tertatanya penyelenggaraan proses pembelajaran siswa secara tatap muka di Sekolah Induk dengan efisien dan efektif. c. Terciptanya peningkatan mutu SMP Terbuka melalui perintisan SMP Terbuka berbasis TIK. QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 7
  11. 11. Belajar Untuk Masa Depanku BAB II KONDISI SMP TERBUKA DEWASA INIA. Konsep SMP Terbuka. Penemuan konsep SMP Terbuka diilhami oleh niat baik pemerintah untuk dapat menanggapi aspirasi masyarakat lapis bawah yang disampaikan kepada Pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Departemen Pendidikan Nasional) selama awal masa pelaksanaan REPELITA II (1974/1975). Para orang tua dari berbagai tempat dan pedalaman di Indonesia yang memiliki apresiasi tinggi terhadap pendidikan sangat mengharapkan agar anak-anaknya dapat melanjutkan pendidikan setelah tamat Sekolah Dasar, meskipun keadaan mereka itu miskin, baik miskin harta maupun miskin informasi. Di samping itu masih ada beragam kendala yang mereka hadapi, seperti kendala transportasi, kendala letak geografis, kendala sosial ekonomi, atau kendala waktu bagi anak-anaknya karena harus bekerja membantu orang tua, sehingga kecil sekali kemungkinan untuk dapat mengikuti pelajaran di SMP Reguler. Atas persetujuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan (BP3K) berprakarsa membentuk Tim yang diberi tugas untuk mengembangkan inovasi di bidang pelayanan pendidikan yang mampu memenuhi aspirasi masyarakat lapis bawah tersebut dan menghasilkan suatu konsep pendidikan terbuka sebagai pendidikan alternatif pada tingkat SMP yang secara filosofis mapun teoretis dapat dipertanggungjawabkan, namun juga terjamin keterlaksanaannya. Tim tersebut beranggotakan para pakar pendidikan jarak jauh, pakar teknologi komunikasi, pakar kurikulum dan mata pelajaran yang kita miliki dari berbagai perguruan tinggi yang ada pada waktu itu. Melalui pembahasan-pembahasan dan telaah mendalam yang dilakukan secara berkesinambungan, ditambah dengan kunjungan kerja untuk mempelajari cara penyelenggaraan pendidikan terbuka pada beberapa negara yang sudah maju, akhirnya ditemukan suatu konsep SMP Terbuka yang diharapkan dapat memenuhi aspirasi masyarakat lapis bawah. Disebut terbuka karena terbuka bagi siapa saja. Oleh karena cirinya yang tidak terikat waktu dan tempat dan lebih menitikbertakan pada belajar mandiri, maka SMP Terbuka lebih banyak menerapkan pendidikan jarak jauh yang memerlukan bantuan tutor atau fasilitator. Tutor pada SMP Terbuka disebut Guru Pamong. Disepakati pula oleh Tim, bahwa pelaksanaan SMP Terbuka ini harus melalui suatu ujicoba atau perintisan terlebih dulu, dan setelah mantap baru boleh disebarluaskan. Perkiraan akan meledaknya tamatan SD Inpres lebih mendorong pemerintah untuk menerapkan konsep SMP Terbuka, dengan asumsi pada waktu itu, bahwa SMP yang ada tak akan mampu menampung tamatan SD/MI, namun untuk menambah SMP baru, kemampuan pemerintah masih sangat terbatas. Nama SMP Terbuka menjadi lebih dikenal ketika SD Inpres akan meluluskan siswanya yang pertama pada akhir tahun pelajaran 1978/1979. SD Inpres adalah SD yang dibangun secara bertahap berdasarkan Intruksi Presiden untuk melayani semua anak usia 7 – 12 tahun agar dapat mengikuti Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 6 Tahun sampai tamat. Pembangunan SD Inpres selama 2 masa REPELITA telah mampu mengantarkan Indonesia mencapai keberhasilan dalam melaksanakan wajib belajar pendidikan dasar 6 tahun yang dicanangkan pada 2 Mei 1984.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 9
  12. 12. Belajar Untuk Masa DepankuB. Perintisan SMP Terbuka. Untuk memantapkan konsep pendidikan alternatif di tingkat SMP tersebut, setelah melalui studi kelayakan yang akurat dan dilakukan dengan penuh kesungguhan, terpilihlah 5 lokasi yang memenuhi syarat untuk menyelenggarakan SMP Terbuka. Kemudian dilaksanakan tahap uji-coba atau perintisan SMP Terbuka, yaitu SMP Terbuka Kalianda (sebagai daerah perkebunan karet dan kelapa sawit) di Provinsi Lampung, SMP Terbuka Plumbon (sebagai daerah industri kerajinan rotan) di Provinsi Jawa Barat, SMP Terbuka Adiwerna (sebagai daerah industri kerajinan rumah tangga) di Provinsi Jawa Tengah, SMP Terbuka Kalisat (sebagai daerah perkebunan tebu rakyat) di Provinsi Jawa Timur, dan SMP Terbuka Terara (sebagai daerah industri kerajinan anyaman) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Setelah menamatkan untuk pertama kali, SMP Terbuka dievaluasi oleh Tim Independen, dan hasilnya sangat signifikan untuk disebarluaskan.C. Perkembangan SMP Terbuka. Dengan melonjaknya harga minyak (“oil boom”) di pasaran dunia pada saat itu, pemerintah mampu membangun Unit Gedung Baru (USB) minimal 1 unit pada setiap kecamatan. Oleh karena itu, meskipun SMP Terbuka sudah layak disebarluaskan, namun untuk sementara berlaku status-quo. Baru pada tahun 1989, ketika mulai dirintis Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun, pemerintah mencari berbagai pola untuk melaksanakannya. Salah satu di antara pola yang akan menjadi andalan adalah pola SMP Terbuka tersebut. Untuk itu pada tahun 1989 dilaksanakan studi yang cukup baik dan menghasilkan terpilinhya 54 lokasi untuk menyelenggarakan SMP Terbuka baru, sehingga jumlah SMP Terbuka menjadi 59 buah. Keinginan yang demikian besar untuk keberhasilan pelaksanaan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun mendorong pemerintah untuk melipatgandakan jumlah SMP Terbuka. Sampai tahun 1998/1999 jumlah SMP Terbuka sudah mencapai 3.645 lokasi.Tenaga pelaksana studi yang berkualitas untuk melakukan studi dalam jumlah yang sangat besar ketika itu tidak terpenuhi. Oleh karena itu beberapa hasil studinya kurang akurat. Akibatnya banyak SMP Terbuka yang kemudian mengalami kesulitan untuk dapat berkembang.D. Kondisi SMP Terbuka dewasa ini. Sebagaimana diketahui, SMP Terbuka adalah sekolah lanjutan tingkat pertama yang dirancang khusus untuk melayani para siswa usia 13–15 tahun yang tidak dapat mengikuti pelajaran secara biasa pada SMP Reguler setempat, karena alasan keadaan sosial ekonomi, transportasi, kondisi geografis atau kendala waktu untuk membantu orang tua bekerja. Berbagai ragam kendala tersebut merupakan fenomena dan gambaran secara nyata dari kebanyakan siswa SMP Terbuka yang sebenarnya tetap berkeinginan untuk belajar hingga meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebagai salah satu pola dalam pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun, SMP Terbuka telah berjasa dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi para siswa usia 13–15 tahun yang memiliki karakteristik khusus tersebut. Karakteristik dimaksud antara lain adalah rendahnya status ekonomi orang tua atau masyarakat dan keterpencilan tempat tinggal siswa, baik secara sosial maupun geografis yang sulit untuk dijangkau oleh pelayanan pendidikan, baik melalui SMP Reguler maupun jenis pendidikan lainnya yang setingkat. Di samping miskin harta, mereka pada umumnya juga miskin informasi. Akibat dari krisis ekonomi yang melanda tanah air kita sejak pertengahan tahun 1997 sangat terasa dengan semakin meningkatnya angka putus sekolah (DO) yang dialami oleh siswa-siswa SMP Terbuka. Ketika diadakan10 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  13. 13. Belajar Untuk Masa Depankupendataan ulang terhadap keberadaan SMP Terbuka pada akhir tahun 2000 ternyata,bahwa SMP Terbuka yang pada tahun pelajaran 1998/1999 berjumlah 3.645 cenderungmenurun. SMP Terbuka yang beroperasi pada tahun pelajaran 1999/2000 berjumlah 3.483sekolah. Pendataan ulang yang dilakukan pada tahun pelajaran berikutnya, yaitu2000/2001 jumlah SMP Terbuka turun lagi menjadi 3.132 sekolah. Ketika dilakukanreevaluasi pada tahun pelajaran 2001/2002 jumlahnya menurun lagi menjadi 2.870sekolah, tahun pelajaran 2006/2007 menjadi 2.589 sekolah dan saat ini (akhir tahunpelajaran 2007/2008) tinggal 2.576 sekolah. Jumlah ini pun di beberapa tempat masihmemprihatinkan, baik dilihat dari jumlah siswanya, maupun dari kualitasnya. PadahalSMP Terbuka merupakan andalan dalam menampung anak-anak usia 13–15 tahun yangtidak dapat mengikuti pelajaran di SMP Reguler. Apabila hal ini dibiarkan, makapelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun akan terhambat dan fungsi negarauntuk mencerdaskan kehidupan bangsa akan terganggu.Memperhatikan keprihatinan tersebut mulai tahun 2001 ada sekelompok anggotamasyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang sangat peduli dan mendirikanTKB Mandiri sebagai bagian dari SMP Terbuka dan mengelolanya secara mandiri. GuruPamong yang melayani siswa di TKB Mandiri pada umumnya bekerja secara sukarela,namun kepada mereka diberikan santunan ala kadarnya oleh LSM yang mengangkatnya.Sarana belajar siswa di TKB Mandiri terutama modul tetap disediakan oleh pihakDepartemen Pendidikan Nasional, dalam hal ini oleh Direktorat Pembinaan SekolahMenengah Pertama.Di samping itu Angka Melanjutkan (“Tansition Rate”) tamatan SMP Terbuka ke jenjangpendidikan menengah, baik ke Sekolah Menengah Umum (SMU) maupun ke SekolahMenengah Kejuruan (SMK) rata-rata hanya sekitar 7 %. Untuk menanggapi keadaan ituDirektorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama pada tahun 2001 mulai merintisPelaksanaan Program Pendidikan Keterampilan bagi Siswa SMP Terbuka. Pada tahun-tahun berikutnya program ini diperluas secara bertahap dan diharapkan pada akhirnyasetiap SMP Terbuka direncanakan untuk dapat melaksanakan Program PendidikanKeterampilan.Untuk meningkatkan mutu SMP Terbuka akan dilakukan berbagai usaha, baik berkaitandengan kurikulum, tenaga, sarana, maupun proses pembelajarannya. Sedangkan untukpeningkatan akses akan dilakukan pendataan dan pemetaan serta studi kelayakan yangakurat, sehingga hasilnya dapat menopang kebijakan yang akan ditetapkan. Itulahsebabnya dalam melaksanakan program peningkatan mutu, peningkatan akses danpeningkatan efisiensi serta efektifitas penyelenggaraan SMP Terbuka perlu dilakukanmelalui berbagai usaha terobosan baru.Kondisi SMP Terbuka dewasa ini antara lain sebagai berikut:1. Jumlah sekolah sebanyak 2.270 buah yang melayani 261.731 siswa, terdiri atas kelas VII, VIII dan IX yang belajar di 8.588 TKB.2. Jumlah Guru Pamong per TKB semula rata-rata adalah 1 orang. Dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran, secara bertahap mulai tahun 2004 telah ditambah menjadi 3 orang Guru Pamong yang merupakan guru Rumpun Mata Pelajaran pada setiap TKB. Jumlah Guru Pamong sekarang ada 21.679 orang.3. Jumlah Guru Bina sebanyak 28.208 orang untuk melayani 12 mata pelajaran. Jadi rata- rata jumlah Guru Bina per sekolah = 12 orang. Hal ini sebenarnya merupakan rasioQEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 11
  14. 14. Belajar Untuk Masa Depanku yang memadai. Oleh karena itu kalau mutu tamatan SMP Terbuka rendah, tentunya ada berbagai sebab. Mungkin disebabkan oleh lemahnya kinerja guru, oleh motivasi belajar siswa yang kurang, atau sebab-sebab lainnya. 4. Rasio Guru Bina dengan Siswa = 1:10. Rasio ini sebenarnya sangat ideal bila Guru Bina mempunyai komitmen yang kuat untuk membina anak-anak. 5. Dari segi kemampuan akademik memang pada umumnya siswa SMP Terbuka berada di bawah prestasi SMP Reguler. Hal ini dapat difahami karena rata-rata masukan siswa SMP Terbuka pada umumnya memang lebih rendah dari pada siswa SMP Reguler. 6. Pembinaan SMP Terbuka kurang mendapat perhatian dari berbagai pihak yang terkait. Jadi di lapangan terkesan adanya semacam kontradiksi, yaitu di satu pihak dituntut mutu, tetapi di lain pihak ada kekurang pedulian atas tugas pembinaan. 7. Pengelola SMP Terbuka dirangkap oleh Kepala SMP Induk. Disadari atau tidak disadari pada umumnya Kepala Sekolah cenderung lebih memperhatikan Sekolah Induknya. Sedangkan pengelolaan SMP Terbuka diserahkan sepenuhnya kepada wakilnya. Data kuantitatif SMP Terbuka pada saat ini (akhir tahun pelajaran 2008/2009) yang perlu mendapat perhatian dengan sungguh-sungguh dalam kegiatan pembinaan adalah sebagai berikut: *) Termasuk TKB Mandiri12 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  15. 15. Belajar Untuk Masa DepankuDiagram berikut menunjukkan prediksi jumlah anak-anak usia 13 – 15 tahun pada tahun2009 sebanyak 12.707.080 orang, jumlah yang tertampung sebanyak 12.511.576 danyang tidak tertampung sebanyak 185.504 orang. Yang menjadi unsur utama dalamperhitungan adalah Angka Partisipasi Kasar (APK). Hal ini menggambarkan peranpeningkatan akses SMP Terbuka ke depan dalam menampung sebagian kecil dari jumlahsisa tersebut. TERTAMPUNG 12.511.576 ANAK USIA 13-15 TH 12.707.080 ORANG RENCANA DI REGULER DAN POLA LAIN TAK TERTAMPUNG 185.504 DI SMP TERBUKA + 20% + 37.000Untuk melaksanakan pembinaan SMP Terbuka kita sudah harus mulai lebih berpikirsecara sistem, yaitu sistem yang komprehensif dan menyeluruh, tidak secara parsial.Sebagai contoh, bila kita merencanakan untuk menyelenggarakan pelatihan, maka sejakawal kita harus mempertimbangkan, bahwa keberhasilannya ditentukan oleh berbagaikomponen sejak pengembangan konsep pelatihan secara sistem, strategi pelatihan,pendekatan pelatihan dan cara mengevaluasinya. Oleh karena itu perlu ada Tim Pemikiryang menyiapkannya. Sehingga pada setiap perencanaan pelatihan harus dimulai denganpengembangan program. Demikian pula untuk kegiatan-kegiatan yang lain, hendaknyaselalu dimulai dengan pengembangan program.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 13
  16. 16. Belajar Untuk Masa Depanku BAB III PENYELARASAN KEGIATAN PEMBINAAN SMP TERBUKADENGAN TIGA PILAR KEBIJAKAN DIREKTORAT PEMBINAAN SMPA. Perlunya Peningkatan Mutu SMP Terbuka. Berdasarkan kondisi SMP Terbuka sebagaimana diuraikan di atas, maka kegiatan pembinaan SMP Terbuka merupakan upaya yang mutlak sangat diperlukan untuk direncanakan dengan matang dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Apalagi bila diingat, bahwa SMP Terbuka merupakan salah satu andalan dalam Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Program Wajib Belajar Sembilan Tahun, maka keberlangsungan- nya harus tetap dijaga dengan sungguh-sungguh dan dikelola secara profesional, efektif dan efisien. Untuk menjaga keberlangsungan SMP Terbuka baik SMP Terbuka lama yang masih beroperasi maupun SMP Terbuka baru yang akan dikembangkan secara bertahap pada tahun-tahun mendatang harus dilakukan pembinaan yang intensif. Pembinaan SMP Terbuka harus komprehensif, mencakup berbagai komponen yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran, yaitu: 1. Pembinaan pada diri siswa, khususnya kemampuan untuk belajar mandiri, bimbingan belajar, bimbingan karir, bimbingan pribadi, dan bimbingan sosial. 2. Pembinaan di bidang tenaga kependidikan, yaitu kemauan dan kemampuan tenaga kependidikan untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya khususnya untuk Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru Bina dan Guru Pamong. 3. Pembinaan di bidang manajerial, khususnya manajemen berbasis sekolah dan manajemen kelas serta manajemen pembelajaran di TKB. 4. Pembinaan dalam pengelolaan proses belajar mengajar melalui kegiatan monitoring dan evaluasi serta supervisi, baik supervisi akademik maupun klinis. 5. Pembinaan kelengkapan sumber belajar, khususnya modul pembelajaran, sehingga secara terencana dapat mencapai rasio siswa : modul = 1 : 1. 6. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, sehingga pendekatan “Contextual Teaching and Learning” (CTL) dapat diterapkan dengan baik. 7. Pemberian program pendidikan keterampilan sebagai bagian dari pendidikan kecakapan hidup, dengan harapan agar tamatan SMP Terbuka memiliki keterampilan pra-vokasional yang bermanfaat bagi kehidupannya di kelak kemudian hari. 8. Intensifikasi sistem penilaian dan lomba kemampuan, sehingga dapat merangsang kemauan belajar keras siswa, misalnya melalui lomba motivasi belajar mandiri (LOMOJARI), baik LOMOJARI bidang Akademik maupun LOMOJARI bidang Keterampilan. 9. Pemetaan mutu pendidikan melalui pengukuran, mencakup Pengukuran kemampuan tenaga kependidikan, dan pengukuran daya serap siswa yang dapat digunakan untuk merencanakan program pembinaan.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 15
  17. 17. Belajar Untuk Masa DepankuB. Perlunya Peningkatan Akses SMP Terbuka. Pengalaman dalam merencanakan penyebarluasan SMP Terbuka selama satu dekade terakhir telah memberi pelajaran kepada kita, bahwa SMP Terbuka akan lebih mapan (“exist”) dalam perjalanannya bila penentuan lokasinya didasarkan atas hasil studi kelayakan yang akurat. Oleh karena itu program peningkatan akses SMP Terbuka bagi 258.000 tamatan SD/MI dan setara, yang akan dilaksanakan selama 5 tahun dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2009 harus dimulai dengan studi kelayakan yang benar dan akurat yang didukung oleh data dan informasi dari sumber primer. Itulah sebabnya untuk menunjang kebijakan pemerintah tersebut perlu dilakukan pendataan dan pemetaan pendidikan secara akurat melalui studi yang berkualitas. Pengalaman melaksanakan studi di masa lampau yang kurang akurat telah mengakibatkan kondisi tenaga dan sarana yang dipersyaratkan banyak yang berada di bawah ketentuan. Bila dilihat dari segi mutu hal ini berdampak kurang baik. Prasyarat yang sering kurang diperhatikan antara lain adalah: 1. Tamatan SD/MI dan yang setara, adalah tamatan yang berminat melanjutkan, tetapi karena sesuatu hal tidak dapat mengikuti pendidikan melalui SMP Reguler. 2. Calon Sekolah Induk memiliki guru-guru mata pelajaran yang tugas mengajarnya belum mencapai optimal 24 jam per-minggu. 3. Calon Sekolah Induk masih memiliki ruang belajar yang dapat digunakan untuk kegiatan tatap muka dan memiliki fasilitas penunjang yang memadai, yaitu laboratorium, perpustakaan, dan lapangan olah raga, dan diutamakan yang memiliki penerangan listrik 4. Calon siswa yang didata dalam pemetaan masih berada di daerah jangkauan atau “catchment area”. 5. Orang tua calon siswa atau masyarakat setempat mendukung keberadaan SMP Terbuka Beberapa kekeliruan yang kita lakukan telah terjadi dan merupakan pelajaran yang sangat berharga. Yang lebih penting bagi kita ke depan adalah bagaimana kita menyebar- luaskan SMP Terbuka dengan cara yang lebih baik. Kegiatan peningkatan akses SMP Terbuka antara lain mencakup : 1. Melakukan pendataan dan pemetaan kembali SMP Terbuka yang sudah ada, guna mengoptimalkan fungsi pelayanan, sehingga jumlah daya tampung siswa dapat berkembang. 2. Melakukan pendataan dan pemetaan pendidikan dasar per kabupaten / kota dengan pendekatan daerah jangkauan, untuk memberikan masukan kemungkinan pembukaan SMP Terbuka yang baru. 3. Melakukan penilaian terhadap kelembagaan SMP Terbuka agar dapat menjadi lembaga yang mandiri sebagai salah satu lembaga pendidikan jarak jauh, dalam kaitannya dengan upaya peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan SMP Terbuka.16 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  18. 18. Belajar Untuk Masa Depanku 4. Penulisan dan pendistribusian modul baru untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Non Islam yang terdiri atas: Agama Kriten, Agama Katholik, Agama Hindu, dan Agama Budha. 5. Pengembangan radio komunikasi dua arah (RKDA) dalam mengatasi keterbatasan kemampuan Guru Bina untuk berkunjung ke TKB dan sebaliknya kesulitan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka di Sekolah Induk. 6. Pengembangan jaringan pembinaan di tingkat kabupaten / kota yaitu terbentuknya Tim Teknis yang menguasai sistem pembinaan SMP, khususnya SMP Terbuka.C. Perlunya Peningkatan Efisiensi dan Efektifitas Penyelenggaraan SMP Terbuka. Beberapa masalah yang menyebabkan timbulnya inefisiensi dan kurang efektifnya penyelenggaraan SMP Terbuka dan perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh antara lain adalah: 1. Jabatan rangkap Kepala SMP Terbuka. Tanpa mengurangi apresiasi kepada beberapa orang Kepala SMP Terbuka yang memberikan perhatian penuh baik terhadap SMP Negeri (Sekolah Induk) maupun SMP Terbuka, jabatan rangkap Kepala SMP Negeri (Sekolah Induk) dan Kepala SMP Terbuka pada umumnya mendorong yang bersangkutan cenderung untuk lebih mengutamakan perhatiannya kepada SMP Negeri (Sekolah Induk). SMP Terbuka dianggap sebagai sambilan, bahkan ada yang menganggapnya sebagai beban. Oleh karena itu pengelolaan SMP Terbuka menjadi terabaikan. Memang kegiatan sehari- hari SMP Terbuka diserahkan kepada Wakil Kepala SMP Terbuka. Namun secara umum pengelolaan SMP Terbuka kurang optimal karena jabatan rangkap tersebut. 2. Jumlah modul yang kurang memadai. Modul pembelajaran siswa merupakan sumber belajar utama bagi siswa-siswa SMP Terbuka. Meskipun ratio antara modul berbanding siswa pada saat ini telah meningkat dari 1:10 menjadi 1:6, namun sebenarnya distribusi modul demikian masih sangat kurang memadai. Untuk mengatasi masalah pendistribusian modul pembelajaran siswa yang masih jauh dari rasio 1:1 ke masing-masing SMP Terbuka, di lapangan banyak terjadi berbagai macam modifikasi cara pembelajaran siswa yang menjadi berbeda dari konsep awal cara pembelajaran SMP Terbuka. Salah satu upaya Direktorat Pembinaan SMP untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengirimkan Modul untuk semua mata pelajaran kepada seluruh SMP Terbuka dalam bentuk Compact Disk (CD). Masing-masing CD berisi kumpulan modul untuk satu mata pelajaran selama 1 semester. Jadi untuk masing-masing kelas tersedia 2 keping CD per mata pelajaran, sehingga semuanya berjumlah 66 keping CD. 3. Pelaksanaan TKB di Sekolah Induk. Keinginan siswa dan orangtua siswa yang menghendaki anak-anaknya belajar di Sekolah Induk merupakan kecenderungan saat ini bagi Kepala SMP Terbuka untuk menunjuk TKB di Sekolah Induk dan bukan di lokasi yang terdekat dengan tempat tinggal siswa. QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 17
  19. 19. Belajar Untuk Masa Depanku 4. Pembelajaran mandiri dan kelompok di TKB dan pembelajaran tatap muka. Pada hampir semua TKB yang berada di Sekolah Induk, cara pembelajaran siswa cenderung menjadi kegiatan tatap muka sebagaimana layaknya bagi siswa SMP Reguler. Hal ini perlu ditinjau kembali karena di lapangan telah terjadi perbedaan yang mendasar bila dibandingkan dengan konsep semula. 5. Hubungan TKB Mandiri dengan Sekolah Induk. TKB Mandiri yang penyelenggaraannya dikelola oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) merupakan bagian dari SMP Terbuka. Oleh karena pada umumnya lokasi TKB Mandiri lebih jauh dari pada TKB biasa, maka hubungannya dengan Sekolah Induk perlu lebih diintensifkan agar para siswanya dapat merasakan, bahwa mereka juga bagian dari siswa SMP Negeri yang menjadi sekolah induknya. Kegiatan peningkatan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan SMP Terbuka antara lain mencakup: 1. Pemutakhiran data calon peserta UAS/UN dan yang melanjutkan. 2. Pengembangan Kelembagaan SMP Terbuka. 3. Peningkatan manajemen pembelajaran tatap muka di Sekolah Induk. 4. Peningkatan manajemen pembelajaran mandiri dan kelompok di TKB 5. Peningkatan frekuensi supervisi oleh Guru Bina. 6. Pemantapan koordinasi TKB Mandiri dengan Sekolah Induk. 7. Pemberdayaan Tim Teknis SMP Terbuka di Pusat, Provinsi dan Kabupaten / Kota 8. Revitalisasi dan reorientasi SMP Terbuka 9. Pemberian tambahan dana bantuan operasional SMP Terbuka dengan mekanisme bantuan operasional sekolah (BOS) yang disalurkan melalui Tim Manajemen BOS Tingkat Provinsi.18 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  20. 20. Belajar Untuk Masa Depanku BAB IV MEKANISME PEMBINAAN SMP TERBUKAA. Struktur Organisasi Pembinaan SMP Terbuka. Dirjen Mandikdasmen Direktur Pembinaan SMP dibantu oleh Penanggung- jawab Kegiatan Pengem- bangan SMP Terbuka. Satgas Pembinaan Dinas SMP Terbuka Satgas Provinsi Provinsi Pusat Satgas I Satgas II Peningkatan Mutu Peningkatan Satgas Dinas dan Efisiensi Akses Kab/Kota Kab/Kota SekolahB. Tugas dan tanggungjawab. 1. Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah bertugas memberikan arahan tentang kebijakan strategis bidang Pendidikan Dasar dan Menengah. 2. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama bertugas memberikan arahan tentang kebijakan Sekolah Menengah Pertama. Pelaksanaan operasionalnya dibantu oleh Penanggungjawab Kegiatan Pengembangan SMP Terbuka dan Pendidikan Alternatif. 3. Satuan Tugas Pembinaan SMP Terbuka Tingkat Pusat. Satuan Tugas Pembinaan SMP Terbuka Tingkat Pusat terdiri atas Satuan Tugas I (Peningkatan Mutu dan Efisiensi) dan Satuan Tugas II (Peningkatan Akses).QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 19
  21. 21. Belajar Untuk Masa Depanku a. Satuan Tugas I (Peningkatan Mutu dan Efisiensi) bertugas untuk merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengendalikan dan mengkoordinasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan untuk mengupayakan peningkatan mutu SMP Terbuka, mencakup : 1) Peningkatan mutu SMP Terbuka melalui peningkatan kompetensi tenaga kependidikan dan proses belajar mengajar. 2) Peningkatan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan SMP Terbuka. 3) Peningkatan apresiasi terhadap bidang ketrampilan yang mampu menunjang kehidupan para siswa SMP Terbuka setelah tamat. b. Satuan Tugas II (Peningkatan Akses) bertugas untuk merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengendalikan dan mengkoordinasi-kan semua kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan untuk mengupayakan peningkatan akses SMP Terbuka, mencakup: 1) Penambahan daya tampung SMP Terbuka, baik pada SMP Terbuka yang sudah ada maupun dengan mendirikan SMP Terbuka baru. 2) Pengembangan SMP Terbuka berbasis TIK yang dapat dijadikan sebagai rujukan dalam pembinaan. Anggota Satuan Tugas Pembinaan SMP Terbuka Tingkat Pusat minimal mencakup wakil-wakil dari unit kerja Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Balitbang Diknas, Pustekkom, Biro Humor, LPTK, P3G, Instruktur, dan BPS. 4. Satuan Tugas Pembinaan SMP Terbuka Tingkat Daerah. 1) Satuan Tugas Pembinaan SMP Terbuka Provinsi bertugas : a) Mengkoordinasikan kegiatan peningkatan mutu dan peningkatan akses baik dengan Satuan Tugas Pusat maupun Satuan Tugas Kabupaten/Kota b) Mengikuti dan melaksanakan tugas yang dibebankan oleh Satuan Tugas Pusat 2) Satuan Tugas Pembinaan SMP Terbuka Kabupaten/Kota bertugas : a) Membantu pelaksanaan peningkatan mutu dan efisiensi SMP Terbuka b) Membantu pelaksanaan peningkatan akses SMP Terbuka Anggota Satuan Tugas Tingkat Daerah minimal mencakup wakil-wakil dari unsur Sekretaris Daerah dan Sub Dinas yang menangani SMP, Seksi Kurikulum, Pengawas, LPMP, Sanggar/Balai Tekkom. 5. Tugas dan tanggung jawab Daerah. Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah, selain dibentuk Satuan Tugas Daerah yang memiliki hubungan operasional dengan Satuan Tugas Pusat, tentu saja Daerah juga memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan Peningkatan Mutu dan Peningkatan Akses SMP Terbuka. Untuk mengkondisikan agar di tingkat provinsi dan kabupaten / kota memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai, secara bertahap Pusat akan menyeleng- garakan pelatihan dan workshop bagi tenaga yang berpengalaman atau berlatar belakang kependidikan. Tenaga tersebut antara lain adalah tenaga-tenaga potensial yang ada di Sub Dinas Pendidikan yang selama ini menangani SMP, Pengawas yang selama ini menunjukkan kemampuan dan aktivitasnya sebagai pengawas, dan beberapa Kepala/Wakil Kepala SMP Terbuka, serta Guru Bina yang ketika mengikuti pelatihan/workshop mendapat prestasi yang baik.20 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  22. 22. Belajar Untuk Masa Depanku Berdasarkan Undang-Undang RI No, 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, maka penyelenggaraan SMP, termasuk SMP Terbuka sepenuhnya menjasdi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Meskipun demikian, karena SMP Terbuka yang proses pembelajarannya lebih menitikberatkan pada sistem belajar jarak jauh, berdasarkan Undang-Undang RI No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dan Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan Jarak Jauh, maka masih ada kewenangan Pemerintah Pusat untu turut berperanserta memberikan bantuan terhadap penyelenggaraan SMP Terbuka di Daerah. Dengan demikian, dalam era otonomi Daerah, peran Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk hal ini tetap sangat besar artinya.6. Tugas Dinas Pendidikan Provinsi dan Satuan Tugasnya dalam Pembinaan SMP Terbuka. #Tugas dalam kegiatan Peningkatan Mutu dan Efisiensi SMP Terbuka# Beberapa tugas pembinaan yang mencakup kegiatan peningkatan mutu dan efisiensi SMP Terbuka yang perlu dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi sebagai wakil Pemerintah Pusat (Depdiknas) terhadap kegiatan yang dilaksanakan melalui alur dekonsentrasi adalah sebagai berikut: a. Melakukan koordinasi dalam melaksanakan kegiatan pembinaan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota. b. Melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan SMP Terbuka, apakah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. c. Mengidentifikasi data dan informasi tentang daerah tertentu yang tamatan SD/MI dan yang setara banyak yang tidak melanjutkan, karena kondisi sosial ekonomi, geografis, transportasi dan budaya (Angka Transisi rendah, Angka Putus Sekolah (DO) SMP tinggi, Angka Partisipasi Kasar (APK) masih rendah dan berada di bawah rata-rata APK Provinsi), dan menyampaikan data dan informasi tersebut kepada Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. d. Membuat klasifikasi SMP Terbuka yang saat ini beroperasi di provinsi menjadi 4 kelompok, yaitu SMP Terbuka yang: 1) Jumlah siswanya 120 anak atau lebih dan memiliki kecenderungan untuk berkembang. 2) Jumlah siswanya 120 anak atau lebih, tetapi tak memiliki prospek untuk berkembang atau statis, mengingat semua calon siswa sudah dapat tertampung di sekolah yang ada termasuk di SMP Terbuka. 3) Jumlah siswanya kurang dari 120 anak, namun masih memiliki prospek untuk berkembang terus atau minimal masih dapat bertahan seperti yang ada saat ini. 4) Jumlah siswanya kurang dari 120 anak dan tak memiliki harapan untuk dapat berkembang lagi. e. Menyampaikan laporan tentang SMP Terbuka yang sudah tidak dapat dipertahankan lagi karena calon siswanya sudah tidak ada lagi (semua anak usia SMP sudah tertampung seluruhnya) f. Melakukan sosialisasi SMP Terbuka bersama-sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kepada para Kepala Sekolah dan Komite Sekolah pada SMP Terbuka, agar Kepala Sekolah dan Komite Sekolah tersebut melakukan sosialisasiQEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 21
  23. 23. Belajar Untuk Masa Depanku ke SD/MI khususnya dengan anak kelas VI yang ingin melanjutkan, tetapi menghadapi kendala seperti masalah biaya, masalah waktu, serta masalah domisili yang jaraknya sangat jauh untuk ke sekolah yang ada. g. Bersama-sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan pengawasan penyelenggaraan Lomba Motivasi Belajar Mandiri (LOMOJARI) serta pembinaan kualitasnya, sehingga pemenang LOMOJARI mampu bertanding di tingkat Kabupaten/Kota, tingkat Provinsi mapun tingkat Nasional. h. Memberikan informasi tentang SMP Terbuka yang pantas untuk dicalonkan menjadi rintisan SMP Terbuka berbasis TIK Tingkat Provinsi dan Tingkat Kabupaten / Kota dilengkapi dengan alasan-alasannya. i. Memberikan perhatian dan kepedulian terhadap Pengelola SMP Terbuka (Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru Bina dan Guru Pamong) yang berprestasi , baik untuk kesejahteraannya maupun pengembangan karirnya. j. Melakukan peningkatan kualitas TKB baik dilihat dari tenaga maupun sarana dan fasilitasnya, sehingga masyarakat memiliki kepercayaaan terhadap eksistensi SMP Terbuka. k. Melakukan identifikasi SMP Terbuka dilihat dari aspek kualifikasi dan jumlah tenaga, kelengkapan sarana, maupun tingkat pengelolaannya untuk merencanakan pembinaan. l. Bersama-sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota memberikan penyuluhan cara membuat proposal yang baik yang akan diajukan sebagai persyaratan untuk memperoleh dana “block-grant” untuk Program Pendidikan Keterampilan, Program Olah Raga, Program Kesenian dan Program Pengadaan Ruang Media beserta isinya. m. Memberikan motivasi kepada siswa SMP Terbuka untuk lebih giat berolahraga, sehingga mampu dan terpilih untuk mengikuti PORSENI yang mungkin akan diselenggarakan, baik di tingkat Kabupaten/Kota, tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional. n. Mengusahakan sedapat mungkin tersedianya dana pembinaan SMP Terbuka melalui APBD atau Dana Alokasi Umum (DAU). o. Memanfaatkan Sanggar atau Balai Tekkom untuk memfasilitasi bidang media pendidikan pada SMP Terbuka. p. Melakukan pendataan dan pemetaan SMP Terbuka secara bertahap q. Bersama-sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan supervisi atas pelaksanaan Program Beasiswa dan penggunaan dana “Block grant” untuk biaya operasional penyelenggaraan SMP Terbuka yang sekarang diganti dengan mekanisme bantuan operasional sekolah (BOS) yang disalurkan melalui Manajemen BOS Provinsi, untuk Program Pendidikan Keterampilan bagi Siswa. r. Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan tupoksinya. #Tugas dalam kegiatan Peningkatan Akses SMP Terbuka# a. Bersama-sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota melakukan identifikasi daerah-daerah yang dapat dikembangkan SMP Terbuka, sepanjang dengan pola reguler atau pola yang lain tidak mampu menampung tamatan SD/MI dan setara yang ada. b. Bersama-sama dengan Petugas Pusat dan Petugas Kabupaten / Kota melakukan pendataan dan pemetaan Pendidikan Dasar guna menunjang peningkatan akses SMP Terbuka.22 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  24. 24. Belajar Untuk Masa Depanku7. Tugas Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota dan Satuan Tugasnya dalam pembinaan SMP Terbuka. #Tugas dalam kegiatan Peningkatan Mutu dan Efisiensi SMP Terbuka# a. Melakukan supervisi terhadap penyelenggaraan SMP Terbuka, supervisi kegiatan tatap muka dan kegiatan belajar mandiri di TKB. b. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan dana bantuan “block-grant” program pendidikan keterampilan, pemanfaatan dana beasiswa, dan dana bantuan “block- grant” tambahan biaya operasional penyelenggaraan SMP Terbuka (termasuk TKB Mandiri) yang disalurkan dengan mekansime BOS. c. Melakukan pembinaan secara teratur, kunjungan ke TKB untuk memotivasi siswa baik dalam belajar di TKB maupun Tatap Muka. d. Mengusahakan penyediaan dana melalui RAPBD, khususnya untuk menambah BOS bagi SMP Terbuka yang jumlah siswanya < 100 orang, dan tambahan dana kesejahteraan tenaga kependidikannya. e. Memperbaiki kondisi TKB, sehingga anak menjadi betah atau kerasan untuk belajar. f. Menyediakan tenaga dan fasilitas sesuai dengan kondisi daerah sehingga secara bertahap keberadaan / eksistensi SMP Terbuka diakui dan dihargai. g. Membantu Dinas Pendidikan Provinsi dan Pusat dalam pembinaan SMP Terbuka. h. Membimbing sekolah dalam pembuatan proposal yang baik untuk keperluan permohonan dana bantuan “block-grant”. i. Memberikan informasi secara berkala tentang perkembangan SMP Terbuka yang bermanfaat untuk pembinaan. j. Tugas lain sesuai dengan tupoksinya. #Tugas dalam kegiatan Peningkatan Akses SMP Terbuka # a. Mengidentifikasi kecamatan yang masih banyak tamatan SD/MI dan setara yang tidak melanjutkan. b. Menyajikan data anak usia SD dan usia SMP, jumlah siswa SD/MI dan siswa SMP per kecamatan menurut tingkat kelas dan jenis kelamin. c. Menyajikan data penduduk usia tunggal, untuk memprediksi perkembangannya ke depan melalui proyeksi. d. Memberikan data dan informasi tentang SMP Terbuka yang dapat dijadikan sebagai sekolah model. e. Memberikan informasi tentang sekolah yang cocok untuk memperoleh bantuan peralatan khusus, tenaga dan sarana sesuai dengan karakteristik SMP Terbuka yang bersangkutan. f. Membantu keterlaksaan program penyebarluasan SMP Terbuka, baik yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi maupun oleh Pusat. Dalam rangka peningkatan mutu dan peningkatan akses SMP Terbuka, Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota adalah sebagai ujung tombaknya. Oleh karena itu kepedulian terhadap tugas pokok sebagai pelayan pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Tanpa ada rasa kepedulian tersebut mustahil akan timbul kemauan untuk membina SMP Terbuka, karena pelaksanaan tugas-tugas ini lebih menuntut adanya keikhlasan pengabdian dari pada untuk kepentingan yang lain.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 23
  25. 25. Belajar Untuk Masa Depanku SKEMA PROGRAM PENINGKATAN MUTU DAN EFISIENSI SERTA PENINGKATAN AKSES SMP TERBUKA PROGRAM PENINGKATAN PENINGKATAN MUTU DAN EFISIENSI AKSES 1. Tenaga 1. Peningkatan Daya 2. Sarana Prasarana Tampung SMP 3. Siswa Terbuka yang ada 4. Manajemen 2. Pembukaan SMP 5. Proses Pembelajaran di Terbuka Baru TKB dan melalui Tatap 3. Pengembangan Muka kelembagaan 8. Tugas Sekolah dalam pembinaan SMP Terbuka. # Tugas dalam kegiatan Peningkatan Mutu SMP Terbuka # a. Menyusun program peningkatan mutu yang diperlukan oleh sekolah, antara lain: mempersiapkan siswa untuk mengiktui secara intensif pembelajaran mandiri dan kelompok di TKB dan pembelajaran tatap muka di Sekolah Induk, untuk mengikuti berbagai jenis lomba, untuk mengikuti ulangan umum, untuk mengikuti ujian akhir, termasuk ujian akhir sekolah (UAS) dan ujian nasional (UN). b. Melaksanakan program peningkatan mutu. c. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan program peningktan mutu kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota setempat dengan tembusan kepada Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama dan Dinas Pendidikan Provinsi. d. Mengikutsertakan tenaga kependidikan dalam berbagai pelatihan yang dise- lenggarakan, baik di tingkat Kabupaten / Kota, di Provinsi maupun di Pusat. e. Menyusun dan menyampaikan laporan hasil ujian akhir kepada kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota setempat dengan tembusan kepada Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama dan Dinas Pendidikan Provinsi. f. Melakukan supervisi ke semua TKB, termasuk TKB Mandiri. g. Menyelenggarakan LOMOJARI antar TKB. h. Mengikutsertakan siswa dalam LOMOJARI tingkat kabupaten / kota. i. Menyusun proposal untuk memperoleh dana bantuan “Block-grant” Program Pendidikan Keterampilan bagi siswa SMP Terbuka. j. Memanfaatkan dan merealisasikan Program Pendidikan Keterampilan bagi siswa SMP Terbuka sesuai dengan proposal yang diajukan.24 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  26. 26. Belajar Untuk Masa Depanku k. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan serta pertanggungjawaban keuangan Program Pendidikan Keterampilan bagi siswa SMP Terbuka kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota setempat dan tembusan kepada Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama dan kepada Dinas Pendidikan Provinsi. #Tugas dalam kegiatan Peningkatan Efisiensi dan Efektifitas SMP Terbuka # a. Mengelola kegiatan administratif, yang mencakup antara lain: menerima siswa baru, memberi nomor induk dan memasukkannya ke dalam Buku Induk Siswa (termasuk siswa pada TKB Mandiri), menyampaikan data pada awal tahun pelajaran yang berkaitan dengan jumlah siswa kelas VII, VIII dan IX per TKB dan rekapitulasinya, jumlah tenaga kependidikan dan informasi penting lainnya seperti jumlah siswa yang melanjutkan dan nama-nama alumni yang sukses kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat dan tembusan kepada Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama dan kepada Dinas Pendidikan Provinsi. b. Mengelola kegiatan akademik, yang mencakup antara lain: menyusun pembagian tugas Guru Pamong dan jadwal kegiatan di TKB, pembagian tugas Guru Bina dan jadwal tatap muka di sekolah induk, pembagian kelas tatap muka dan wali kelas, pembagian tugas dan jadwal supervisi oleh Guru Bina, Wakil Kepala Sekolah dan Kepala Sekolah, menyusun program semester dan program tahunan. c. Memanfaatkan tambahan dana bantuan biaya operasional SMP Terbuka yang disalurkan melalui mekanisme BOS dan menyampaikan laporan pertanggung- jawabannya kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota setempat dan tembusan kepada Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama dan kepada Dinas Pendidikan Provinsi. d. Mengoptimalkan proses pembelajaran mandiri dan kelompok di TKB e. Mengoptimalkan proses pembelajaran tatap muka di Sekolah Induk f. Menggabung TKB-TKB yang masing-masing jumlah siswanya tinggal sedikit g. Menggabung siswa SMP Terbuka yang tinggal sedikit ke kelas reguler h. Menerima TKB Mandiri yang diserahterimakan untuk menjadi TKB Reguler. # Tugas dalam kegiatan Peningkatan Akses SMP Terbuka # a. Menyosialisasikan rencana pendaftaran siswa baru; b. Membuka TKB baru yang memenuhi persyaratan; c. Menerima kehadiran TKB Mandiri yang ingin bergabung; d. Melakukan inovasi dalam manajemen SMP Terbuka yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat; dan e. Menyalurkan beasiswa bagi semua siswa SMP Terbuka kepada masing-masing yang bersangkutan secara utuh.C. Pembagian tugas antara Pusat dan Daerah. Tugas yang akan dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan Provinsi, dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota berkaitan dengan program dekonsentrasi secara garis besar dapat digambarkan pada tabel di bawah ini: QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 25
  27. 27. Belajar Untuk Masa Depanku Direktorat Pembinaan Dinas Pendidikan Kab/ Dinas Pendidikan Provinsi SMP Kota 1. Pendataan individual 1. Memberikan informasi 1. Mengecek apakah telah tenaga kependidikan untuk cermat dalam menerima daftar isian dan pengisian, dan segera mengirimkan kembali mengirim kembali 2. Pendataan dan pemetaan 2. Memberikan data daerah 2. Memberikan data SD/MI Dikdas untuk pengem- kecamatan yang APKnya di daerah tertentu yang bangan SMP Terbuka rendah serta nama SMP tamatannya banyak yang Negeri yang ada di daerah tidak melanjutkan dan tersebut nama SMP Negeri yang ada 3. Memberikan dana bantuan 3. a. Menyampaikan informasi 3. a. Menginventarisasi “block-grant” untuk TKB apakah di daerahnya ada TKB Mandiri yang Mandiri melalui mekanis- TKB Mandiri telah operasional dan me BOS menyatu dengan b. Membantu petugas pusat menginduk ke SMPT Sekolah Induknya. dalam pemetaan dan yang ada pendataan. b. Membantu pendataan dan pemetaan. 4. Kampanye penuntasan 4. Meneruskan informasi ke 4. Membantu penyebarluasan wajar 9 tahun melalui sekolah yang dituju penyuluhan melalui media media masa setempat. 5. Memberikan bantuan 5. Mencari calon SMPT yang 5. Mencari lokasi SMPT yang Sarana Komunikasi Radio memenuhi kriteria memenuhi syarat. Dua Arah (uji coba) 32 lokasi 6. Memberikan bantuan 6. Membimbing dalam 6. Mencari calon sekolah untuk alat kesenian (175 penyusunan proposal yang memenuhi syarat dari sekolah), alat olah raga sederhana segi minat, tenaga dan (405 sekolah) dan sarana perpustakaan TKB (800 sekolah) 7. Mengadakan dan 7. Informasi SMP Terbuka 7. Data SMPT, jumlah siswa mendistribusikan modul yang kekurangan modul, dan jenis modul yang telah dengan menyebut jumah tersedia, serta modul yang siswa dan kekurangannya belum ada 8. Penyebaran leaflet dan 8. Memahami isi dan maksud 8. Turut serta menyebarluas- booklet SMP Terbuka penyebaran media tsb kan isi media tersebut. 9. Memberikan dana bantuan 9. Mengawasi penggunaannya 9. Mengawasi “block-grant” biaya (honor, dan biaya operasio- penggunaannya dan opreasional penyelengga- nal) mewajibkan sekolah raan SMPT sesuai dengan mengirim laporan ke pusat jumlah siswa melalui dengan tembusan ke Dinas mekanisme BOS pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota 10. Memberikan “block grant” 10. a. Memberi bimbingan 10. a. Membimbing menyusun 1000 Paket Program penulisan proposal proposal Keterampilan bagi siswa b. Mengawasi b. Mangawasi penggunaan SMP Terbuka. penggunaannya bagi dan pelaporannya yang memperoleh 11. Lomojari bidang akademik 11. Menyelenggarakan Lomojari 11. a. Menyelenggarakan dan bidang keterampilan tingkat provinsi Lomojari tingkat kabupaten / kota. b. Menyiapkan dan mengawasi latihan Lomojari yang akan tampil di tingkat nasional26 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  28. 28. Belajar Untuk Masa Depanku Direktorat Pembinaan Dinas Pendidikan Kab/ Dinas Pendidikan Provinsi SMP Kota12. Pelatihan tenaga 12. Meminta Dinas Pendidikan 12. Mengarahkan agar sekolah kependidikan (KS, WKS, Kabupaten/Kota untuk mengirim calon sesuai Guru, TU, Pembina) mengarahkan SMP Terbuka kriteria yang berkepentingan13. Mengadakan diskusi panel/ 13. Menghadirkan wakilnya bila 13. Mengirimkan wakilnya seminar tentang pengem- diminta bila diminta bangan kelembagaan SMP Terbuka14. Melaksanakan monitoring 14. Mendampingi pelaksanaan 14. Mendampingi pelaksanaan dan evaluasi SMP Terbuka monitoring15. Melaksanakan Evaluasi 15. Menyampaikan kondisi saat 15. Menyampaikan kondisi penyelenggaraan SMP ini dan sumbang sarannya penyelenggaraan sekolah Terbuka untuk kemajuan SMP saat ini dan sumbang Terbuka sarannya untuk kemajuan SMP Terbuka ybs. Pembagian tugas di atas merupakan rambu-rambu secara garis besar. Sedangkan dalam penerapannya di lapangan masih perlu disesuaikan dengan kondisi setempat dan dapat dikembangkan lagi sesuai dengan kebutuhan. QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 27
  29. 29. Belajar Untuk Masa Depanku BAB V PENINGKATAN MUTU DAN EFISIENSI SMP TERBUKAA. Perencanaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan. a. Dalam usaha peningkatan mutu tenaga kependidikan di SMP Terbuka perlu diketahui terlebih dahulu kompetensi yang telah dikuasai, penyiapan strategi pelatihan, materi pelatihan dan sistem evaluasinya. b. Dalam usaha meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan tenaga kependidikan di SMP Terbuka dengan penyediaan uang lelah yang teratur, tepat waktu dan dapat diterima secara utuh. c. Dalam usaha meningkatkan proses belajar mengajar baik di TKB maupun melalui tatap muka di Sekolah Induk perlu disiapkan intensifikasi pembinaan melaui supervisi klinis/akademik serta memberikan panduan penerapan 4 pilar pemebelajaran dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). d. Dalam usaha meningkatkan hasil dan prestasi belajar siswa perlu disiapkan usaha untuk memberikan motivasi dan kemampuan belajar mandiri, program perbaikan dan penentuan materi essensial dan sulit. e. Dalam usaha melengkapi sarana dan prasarana yang belum dimiliki oleh SMP Terbuka perlu tersedianya data dan informasi sarana dan prasarana yang sudah ada dan yang masih diperlukan. f. Dalam usaha penguasaan keterampilan oleh siswa perlu disiapkan rasio alat dengan jumlah siswa serta frekuensi pelatihan. g. Dalam usaha menurunkan angka putus sekolah siswa SMP Terbuka perlu penyiapan anggaran beasiswa dan penyuluhan. h. Dalam usaha memantapkan pengelolaan TKB Mandiri perlu disiapkan panduan untuk pengelolaan TKB mandiri, tugas dan tanggungjawabnya serta hubungannya dengan SMP Induk. i. Dalam usaha meningkatkan sistem pembinaan melalui monitoring dan evaluasi serta supervisi diperlukan pelatihan kemampuan menyusun rancangan, instrumen dan petunjuk pelaksanaan, pengolahan dan analisis serta tindak lanjutnya. Perlu diciptakan hubungan hirarkhis dalam pembinaan ini antara Pusat, Provinsi, dan Kabupaten / Kota serta keterlibatan Pengawas. j. Dalam usaha menangani anak-anak usia SMP di daerah konflik/pengungsian perlu tersedia data dan informasi mengenai jumlah, jenjang pendidikan dan jenis kelamin. Kriteria dalam pelaksanaan. a. Kriteria Peningkatan Mutu dan Efisiensi SMP Terbuka 1) Kriteria Peserta Pembinaan Tenaga Kependidikan: a) Diutamakan bagi yang sudah berstatus PNS dan belum berkualifikasi S1 b) Belum pernah mengikuti pelatihan yang sejenis c) Belum mendekati usia pensiun d) Berdedikasi dalam mengelola SMP Terbuka e) Bersedia membawa bahan kelengkapan yang diminta dalam diklat 2) Kriteria Peserta Pembinaan Tenaga Administrasi: a) Diutamakan untuk yang sudah PNS b) Pendidikan minimal SLTA c) Belum mendekati usia pensiunQEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 29
  30. 30. Belajar Untuk Masa Depanku d) Tenaga TU yang langsung menangani administrasi SMP Terbuka e) Bersedia membawa bahan kelengkapan yang diminta dalam diklat 3) Kriteria Penerima Dana Bantuan Kesejahteraan Tenaga Kependidikan: a) SMP Terbuka yang bersangkutan mengirimkan data persekolahan lengkap, mencakup: Nama TKB, jumlah siswa menurut jenis kelamin per TKB, jumlah siswa secara keseluruhan per kelas, Nama Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru Bina, Guru Pamong, Petugas Tata Usaha dan Pesuruh. b) Bersedia mempertanggungjawabkan penerimaan secara kolektif dana bantuan kesejahteraan Tenaga Kependidikan oleh masing-masing yang berhak. Catatan : Dana bantuan kesejahteraan (untuk tambahan honorarium) tersebut mulai semester II tahun 2007 diganti dengan mekanisme bantuan operasional sekolah (BOS) yang disalurkan melalui Manajemen BOS Tingkat Provinsi. 4) Kriteria Penerima bantuan sarana prasarana: a) Berdasarkan analisis “cohort” siswa SD dan SMP dapat diprediksikan, bahwa SMP Terbuka yang bersangkutan masih akan terus berkembang b) Rasio sarana, khususnya modul (sistem semester) belum mencapai 1: 1. c) Diutamakan sekolah yang selalu menyampaikan laporan. 5) Kriteria Penerima “Subsidi” Program Pendidikan Keterampilan: a) SMP Induknya tidak menerima “block-grant” untuk melaksanakan Program Broad Based Education (BBE). b) Angka putus sekolah rendah. c) Jumlah siswa SMP Terbuka seluruhnya minimal 100 orang anak. d) Jumlah siswa kelas VII, VIII dan IX pada TKB yang ditunjuk > 30 orang. e) Jumlah siswa yang berminat untuk mengikuti program pendidikan keterampilan minimal 30 orang f) Lulus dalam penilaian proposal. g) Bersedia menandatangani surat perjanjian. 6) Kriteria Penerima Beasiswa: Pada dasarnya kepada semua siswa SMP Terbuka diberikan beasiswa secara nasional. Beasiswa tersebut diberikan mulai kelas VII sampai dengan akhir kelas IX. a) Siswa calon penerima beasiswa telah memiliki nomor induk siswa (NIS). b) Wajib memanfaatkannya untuk peningkatan kualitas pembelajaran. c) Wajib mengikuti pembelajaran di TKB dan tatap muka di SMP Induk secara teratur. Catatan: Petunjuk lengkap mengenai tata cara penerimaan beasiswa dan cara mempertanggungjawabkannya diatur dalam Buku Petunjuk Pelaksanaan Bea- siswa SMP Terbuka 7) Kriteria Penerima Dana Bantuan Tambahan Biaya Operasional bagi TKB Mandiri: a) TKB Mandiri yang bersangkutan telah terdaftar pada Sekolah Induk b) Siswa memiliki STTB SD/MI atau yang setara c) Siswa telah memiliki NIS30 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  31. 31. Belajar Untuk Masa Depanku d) Usia siswa setinggi-tingginya 18 tahun e) Jumlah siswa di TKB ( Kelas VII, VIII dan IX) sekurang-kurangnya 30 orang anak. Catatan : Dana bantuan tambahan biaya operasional bagi TKB Mandiri disalurkan menyatu dalam BOS ke Sekolah Induk melalui Manajemen BOS Tingkat Provinsi. 8) Kriteria Monitoring dan Evaluasi: a) Kriteria Petugas Monitoring dan Evaluasi: (1) Menguasai substansi (2) Mengikuti “coaching” (3) Berkedudukan sebagai PNS atau lembaga yang memiliki kewenangan. b) Kriteria alat Monitoring dan Evaluasi: (1) Ada rancangan (2) Ada instrumen (3) Ada petunjuk pelaksanaan (4) Ada petunjuk pengolahan, analisis dan penyampaian laporan. 9) Kriteria untuk penanganan bantuan anak di daerah konflik/pengungsi: a) Masuk dalam daftar pengungsi yang dibuat oleh Instansi yang berwenang b) Anak yang bersangkutan adalah tamatan SD/MI atau yang setara dan anak putus sekolah SMP.B. Pelaksanaan Peningkatan Mutu dan Efisiensi Dalam Rangka Pembinaan SMP Terbuka. 1. Strategi Umum. Untuk keberhasilan pembinaan, maka strategi umum yang perlu dilakukan antara lain adalah sebagai berikut : a. Diperolehnya data dan informasi mengenai obyek pembinan yang berkenaan dengan kelebihan atau kekurangan dan sebab-sebab mengapa hal tersebut dapat terjadi. b. Pembinaan dilakukan oleh suatu Team Work yang profesional yang relevan dengan sasaran pembinaan, dan dilakukan dengan cara yang sesuai dengan kondisi obyektif di lapangan c. Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, maka pendekatan yang digunakan adalah yang persuasif, akomodatif, dan inovatif. 2. Strategi Khusus. a. Pembinaan tenaga kependidikan SMP Terbuka dilakukan berdasarkan “needs assessment”. b. Pelaksanaan pembinaan lebih banyak menggunakan pendekatan andragogi dengan lebih melibatkan peserta dalam usaha memahami substansi, baik melalui diskusi kelompok maupun simulasi. c. Penatar atau pelatih lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator atau tutor d. Penilaian dilakukan secara komprehensif, selain melalui tes juga melalui portofolio. e. Dalam pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan perlu diusahakan agar selalu dapat melibatkan LPTK sebagai pengahasil guru yang bersangkutan, sehingga QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 31
  32. 32. Belajar Untuk Masa Depanku dapat mengetahui tingkat kemampuan dari produk yang dihasilkan, dan dapat memperoleh informasi letak kelemahannya. f. Ada tindak lanjut dari hasil pendidikan dan pelatihan ini yaitu: Bagi peserta perlu ada komitmen untuk bersedia mengimplementasikan setelah sampai di daerah masing-masing. Bagi penatar/penyelenggara dapat menyusun program monitoring dan evaluasi mengenai keterlaksanaan komitmen di lapangan. 3. Lingkup penyelengaraan Peningkatan Mutu dan Efisiensi. a. Peningkatan Mutu dan Efisiensi SMP Terbuka: 1) Penyusunan Rencana Teknis a) Penyusunan TOR b) Penilaian Proposal c) Kontrak 2) Bantuan Satuan Tugas a) Penyusunan data dan informasi b) Inventarisasi kebutuhan bantuan c) Penyerahan bantuan 3) Pengadaan Modul dan program kaset a) Penyesuaian PDKBM, GBIPM dan JM dengan KBK, SKL dan KTSP b) Inventarisasi modul dan kaset yang perlu penyesuaian c) Pelaksanaan penyesuaian d) Penggandaan e) Distribusi b. Operasional SMP Terbuka: 1) Pembentukan Tim Teknis/Satuan Tugas lengkap dengan tupoksinya. 2) Penyediaan honor operasional KS, WKS, Guru Bina, Guru Pamong dan tenaga administrasi melalui mekanisme BOS. 3) Penyelenggaraan LOMOJARI (bidang Akademik dan Keterampilan). 4) Workshop Peningkatan Mutu SMP Terbuka. 5) Workshop Guru Bina dan Guru Pamong. 6) Workshop Pengelola Pendidikan Khusus. c. Diklat Teknis: 1) Pembuatan panduan penyusunan proposal. 2) Pengiriman panduan penyusunan proposal ke semua SMP Terbuka yang memiliki siswa minimal 100 siswa. 3) Penerimaan dan penilaian proposal untuk menentukan nominasi sekitar 1.250 SMP Terbuka. 4) Pelaksanaan Workshop Penyempurnaan Proposal Program “Life Skills” untuk 1000 SMP Terbuka yang masuk nominasi. 5) Penilaian final calon penerima dana bantuan “block-grant” Program Pendidikan Keterampilan. 6) Persiapan SMP Terbuka/TKB yang memperoleh “block-grant”. 7) Penandatanganan surat perjanjian dan dokumen kelengkapannya (kwitansi, nomor rekening, daftar siswa peserta, nama Guru Bina Keterampilan, Guru Pamong Khusus, Tenaga Ahli, dan Nara Sumber).32 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711

×