Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Green Environmental Mapping

482 views

Published on

Pak Bachtiar memberikan cara menyusun rencana aksi secara bersama - sama berdasarkan asal desa peserta. Diawali dengan visualisasi impian desa yang diharapkan, kemudian bagaimana cara mencapai impian tersebut. Proses Green Environemental Mapping menggunakan alat bantu berupa potongan majalah, koran, tabloid dan spidol berwarna untuk digunakan sebagai bahan visualisasi yang diletakkan di kertas.

Published in: Environment
  • Be the first to comment

Green Environmental Mapping

  1. 1. METODE GREEN ENVIRONMENTAL MAPPING Presentasi oleh: Bachtiar Djanan - Move Indonesia
  2. 2. SOSIALISASI Mencari anggota tim untuk bersama-sama melakukan GREEN ENVIRONMENTAL MAPPING di kampung/desa 1 WORKSHOP GREEN ENVIRONMENT MAPPING Pembelajaran dan penyamaan persepsi penggunaan metode GREEN ENVIRONMENTAL MAPPING kepada tim kader di kampung/ desa 2 PENGGALIAN DATA LAPANGAN Pelaksanaan penggalian data lapangan berkeliling kampung/desa untuk pemetaan permasalahan dan potensi lingkungan hidup di kampung/desa 3 PEMBUATAN PETA GREEN ENNVIRONMENT MAPPING 4 Membuat peta GREEN ENVIRONMENTAL MAPPING dari hasil penggalian data lapangan, yang sudah diulas, dinilai, dan didiskusikan bersama untuk dicarikan alternatif-alternatif solusi permasalahan
  3. 3. DISKUSI WARGA Dari hasil pemetaan yang telah dibuat oleh Kader Lingkungan dan tim, undang warga dan pimpinan serta perangkat kelurahan/ desa untuk membahas bersama-sama hasil pemetaan GREEN ENVIRONMENTAL MAPPING, untuk membuat perencanaan bersama rencana tindak lanjut, skala prioritas, waktu pelaksanaan aksi, pembagian tugas, kebutuhan penunjang, pendanaan, dll 5 AKSI Pelaksanaan aksi berdasarkan rencana tindak lanjut dari hasil GREEN ENVIRONMENTAL MAPPING. Pelaksanaan aksi bisa dilakukan secara bertahap, sesuai kebutuhan dan kekuatan yang ada, dengan tetap mengacu pada peta GREEN ENVIRONMENTAL MAPPING 6
  4. 4. 1. ENERGI  Lampu-lampu yang seringkali lupa dimatikan pada siang hari di ruang publik, di kantor kelurahan/desa, di teras rumah warga, di halaman rumah warga  Tempat-tempat yang lampu penerangannya terlalu berlebihan  Seringkali lampu dinyalakan pada siang hari di ruangan kantor kelurahan/desa atau bangunan-bangunan publik yang sebenarnya dapat disinari oleh matahari  Penggunaan lampu TL atau lampu pijar yang tidak hemat energi  dll
  5. 5. 1. ENERGI  Lampu-lampu di ruang publik yang menggunakan saklar cahaya otomatis untuk menghidupkan dan mematikan lampu-lampu di taman dan ruang publik  Penggunaan lampu-lampu hemat energi  Sudah ada penggunaan energi alternatif sebagai pengganti listrik PLN  Sudah terdapat pengumuman atau himbauan kecil yang mengingatkan warga agar selalu mematikan lampu di teras ataupun di halaman rumah di pagi hari  dll
  6. 6. 2. SAMPAH  Kebiasaan membuang sampah sembarangan di lokasi-lokasi tertentu, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran air, udara dan tanah, sehingga juga memperbanyak populasi hewan pembawa penyakit seperti lalat dan tikus.  Tempat pembuangan akhir sampah di kampung/desa belum tersedia  Pembakaran sampah kebun atau sampah rumah tangga di halaman rumah  Ada rumah-rumah yang belum memiliki tempat sampah  dll
  7. 7. 2. SAMPAH  Sudah tersedianya ada pemilahan sampah, seperti sampah organik dan non organik, atau pemilihan sampah kertas-plastik-kaca  Kampung/desa sudah melakukan proses daur ulang sampah taman untuk diolah menjadi pupuk kompos  Di tempat-tempat yang berpotensi banyak sampah (seperti di sekitar warung- warung) tersedia tempat- tempat sampah dalam jumlah yang cukup  Sudah ada aturan yang dipasang di tempat-tempat publik larangan membuang sampah berikut ketentuan denda atau sanksi bagi yang melanggar  dll
  8. 8. 3. POLUSI UDARA  Terdapat bau got atau bau septitank yang sangat mengganggu  Di tempat-tempat tertentu seringkali terjadi bau busuk dari sampah  Seringkali terjadi asap dapur dari warung-warung yang menyengat  Seringkali terjadi bau amis dari warung-warung  Seringkali sampah dibakar di pekarangan rumah warga yang akhirnya mengganggu warga yang lain  Kurangnya pepohonan sehingga polusi asap kendaraan bermotor tidak tersaring oleh tanaman  dll
  9. 9. 3. POLUSI UDARA  Adanya himbauan bagi warga agar mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di dalam kampung/desa  Letak tempat penampungan sampah yang agak jauh dari rumah-rumah warga  Sudah ada pemgumuman aturan larangan membakar sampah di halaman rumah warga  Gerakan tanam pohon di kampung/desa  Sudah ditanami tanaman- tanaman yang berbau wangi seperti kemuning, sedap malam, kenanga, kantil, bunga tanjung, di area-area yang sering berbau busuk, seperti got dan septitank  Sudah ada program berkala kerja bakti membersihkan got- got yang sering berbau  dll
  10. 10. 4. AIR DAN LIMBAH CAIR  Adanya pipa PDAM atau kran air yang bocor  Adanya lokasi-lokasi di mana air hujan biasanya menggenang tidak terserap tanah atau tidak tersalurkan ke got drainase  Ada lokasi-lokasi di mana limbah air dari warung- warung menggenang  Jarak septictank dan sumur terlalu dekat, sehingga sumur tercemar  Di dapur warung-warung maupun di rumah warga seringkali kebiasaan orang mencuci piring dengan kran terbuka  Saluran air buangan buntu  Seringkali kegiatan menyiram taman dilakukan warga di siang hari  dll
  11. 11. 4. AIR DAN LIMBAH CAIR  Sudah dilakukan kerja bakti rutin untuk membersihkan got dan saluran-saluran air  Sudah dibuat biofilter (kolam filter berisi tanaman air, pasir, kerikil, arang) untuk menyaring air buangan dari kamar mandi agar dapat dimanfaatkan kembali untuk kolam ikan, atau untuk mengepel.  Sudah ada program rutin berkala untuk mengecek kondisi keran-keran dan pipa- pipa air  Sudah menggunakan saklar otomatis untuk menghidupkan dan mematikan pompa air dengan menggunakan pelampung di tandon air, agar air di tandon tidak meluber karena lupa dimatikan.  dll
  12. 12. 5. TANAH DAN KONTAMINASI KIMIA  Kurangnya lahan (tanah) terbuka hijau seluruh area kantor kelurahan/desa atau sekolah- sekolah ditutup dengan paving  Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan untuk memupuk tanaman di sawah  Tanah terlalu kering sehingga tanaman tidak dapat tumbuh subur  Untuk kampung/desa yang terdapat bengkel atau usaha- usaha warga yang menghasilkan limbah cair, seringkali di lokasi- lokasi tertentu, limbah oli bekas, bensin, atau limbah cair lainnya dibuang langsung ke tanah  Rumput dan tanaman tidak tumbuh subur karena tanahnya merupakan tanah dari bekas urugan bekas limbah proyek konstruksi bangunan, atau terlalu banyak pasir  dll
  13. 13. 5. TANAH DAN KONTAMINASI KIMIA  Sudah dibuatnya biopori di lingkungan kampung/ desa  Kampung/desa sudah selalu menggunakan pupuk organik untuk taman-taman  Limbah cair dan sejenisnya sudah tidak dibuang ke tanah secara langsung  Sudah digunakan paving berlubang di lingkungan kantor kelurahan/desa, bangunan ruang publik, ataupun sekolah-sekolah  Masih tersedia lahan kosong untuk serapan air  dll
  14. 14. 6. TANAMAN  Ada lahan-lahan kosong tapi belum ditanami tanaman  Masih sedikit tanaman hias di dalam rumah-rumah warga  Adanya tanaman yang tidak terawat  Adanya tanaman yang layu/mati  Adanya tanaman yang tidak tumbuh subur  Adanya tanaman terserang hama dan penyakit seperti: bisul daun, wereng, lalat buah, dll  Di kolam ikan belum ditanami tanaman air  Di kampung atau desa belum ada warga yang menanam tanaman obat  Ada taman yang jauh dari saluran pipa dan kran air, sehingga seringkali lupa untuk melakukan penyiraman tanaman  dll
  15. 15. 6. TANAMAN  Sudah ada tanaman hias ditanam dalam pot di rumah- rumah warga maupun di kantor kelurahan/ desa, sekolah, dan ruang-ruang publik  Tanaman hias di ruang-ruang publik mapun di rumah- rumah warga sudah tertata dengan rapi dan indah  Kolam yang ada sudah ditanami tanaman air  Sudah ada program penanaman apotek hidup dan tanaman obat di kampung/ desa  Sudah ada gerakan tanam pohon di kampung/ desa  Sudah ditanam tanaman- tanaman penyerap polusi udara di rumah-rumah warga dan di kantor kelurahan/desa  dll
  16. 16. 7. RESIKO  Adanya jalan di kampung/ desa yang berlubang dan membahayakan  Adanya rumah yang berada di lokasi yang rawan longsor  Adanya jembatan yang kondisinya rusak  Adanya kantor kelurahan/desa, sekolah, bangunan ruang publik, ataupun rumah-rumah warga yang atapnya hampir ambruk  Adanya tangga yang tidak dilengkapi pegangan tangan  Adanya kabel-kabel listrik yang mengelupas  Adanya tempat-tempat yang berpotensi menjadi genangan air dan menjadi tempat jentik-jentik nyamuk berkembangbiak  dll
  17. 17. 7. RESIKO  Sudah ada mekanisme bagaimana pelaporan pada pihak terkait apabila terdapat jalan-jalan yang berlubang dan membahayakan  Sudah ada kebiasaan warga melakukan kerja bakti untuk membantu mengamankan rumah-rumah warga yang rusak  Pemasangan instalasi listrik sudah dilakukan oleh tenaga professional dan diawasi oleh PLN  Sudah ada pengumuman peringatan bahaya genangan air yang bisa menyebabkan penyakit  Bak kamar mandi yang menjadi tempat genangan air sudah diberi obat abate di dalam bak kamar mandi.  dll
  18. 18. 8. KEINDAHAN  Cat tembok atau cat kusen di kantor kelurahan/desa terkelupas, lembab, ada coretan-coretan vandalisme  Taman di lingkungan kelurahan / desa kotor, tidak ada tempat sampah  Pemilihan warna cat tembok yang kurang menarik  Pemilihan tanaman dan keaneka ragaman tanaman yang kurang  Penempatan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) yang terlalu dekat dengan pemukiman warga kelurahan / desa  Tidak adanya pepohonan yang rindang  Tidak adanya lahan untuk taman tanaman obat  dll
  19. 19. 8. KEINDAHAN  Cat warna tembok sudah menggunakan warna-warna yang ceria, misal: putih, orange, biru, kuning, coklat, cream  Sudah ada taman yang dilengkapi gazebo di lingkungan pemukiman warga  Sudah memilih tanaman hias yang memiliki fungsi-fungsi lingkungan hidup  Sudah menata tanaman pohon dan bunga agar lebih rapi dan indah dipandang sepanjang jalan kampung / desa  Sudah menggunakan pot atau pot gantung sebagai media pengganti lahan taman di gang-gang kampung  Sudah melukis tembok luar rumah (mural) yang bernuansa lingkungan,  dll
  20. 20. 9. EDUKASI, INFORMASI, INSPIRASI  Tema lingkungan hidup ditempel di papan informasi  Poster-poster fakta tentang sampah dipajang di area kelurahan / desa  Edukasi tentang dampak sampah terhadap lingkungan kelurahan / desa  Penanaman pohon di area kampung / desa  Pembuatan lubang resapan dan biopori sebanyak mungkin  Diadakan lomba lingkungan hidup antar RT / RW  Diadakan sosialisasi tentang pemanfaatan limbah  Diadakan penyuluhan yang berhubungan dengan lingkungan  Menempel khasiat dari tanaman obat di papan informasi warga  dll
  21. 21. 9. EDUKASI, INFORMASI, INSPIRASI  Informasi tentang sampah tercantum di masing-masing tempat sampah  Ada informasi tentang energi alternatif yang dapat digunakan  Tips kebersihan tercantum di papan informasi warga  Informasi tentang pemanasan global tercantum dengan gambar-gambar yang menarik di area lingkungan warga atau di papan informasi  Tercantum informasi profil tumbuhan yang ditanam  Informasi tentang jenis-jenis makanan yang berbahaya, tercantum di area warung- warung warga  Informasi cara-cara mengolah limbah sampah rumah tangga  Informasi tentang jenis dan manfaat tanaman hias  dll
  22. 22. 9. EDUKASI, INFORMASI, INSPIRASI  Adanya apotek hidup di kantor kelurahan / desa, di balai RW, di sekolah-sekolah, dan di ruang publik yang tidak produktif  Pembuatan Bank Sampah di tiap RT/RW  Dibentuk polisi sampah di tiap RT/RW  Warga dikembangkan untuk berbisnis dari sampah  Tempat sampah yang ada di lingkungan kelurahan / desa didesain seunik mungkin  Adanya penggunaan energi alternatif percontohan yang sederhana seperti tenaga angin atau tenaga air di kelurahan / desa  Penerangan jalan kampung menggunakan lampu LED Hemat Energy  dll
  23. 23. ISSUE: ENERGI
  24. 24. ISSUE: ENERGI Kondisi: Lampu yg digunakan sudah bagus dan hemat energi Ide: Lampu hemat energi ditambahdi ruangan lainnga
  25. 25. ISSUE: ENERGI sudah mulai ditemukan potensi potensi cukup bagus potensi sangat bagus
  26. 26. ISSUE: ENERGI masalah ringan masalah sedang masalah berat
  27. 27. 1 2 3 4 9 8 7 6 5
  28. 28. ISSUE: ENERGI Kondisi: Lampu yg digunakan sudah bagus dan hemat energi Ide: Lampu hemat energi ditambahdi ruangan lainnga
  29. 29. lAMPU SERING LUPA DIMATIKAN 1 Kondisi: Lampu teras kelurahan seringkali masih menyala sampai jam 8 pagi Penyebab: Petugas kelurahan baru datang jam 8 pagi Solusi: Bisa ditugaskan dengan penjaga malam untuk mematikan lampu sebelum pulang (jam 5 pagi) GREEN ENVIRONMENTAL MAPPING TAMAN SEBAGAI AREA RESAPAN AIR 4 Kondisi: Jumlah taman yang cukup banyak menjadikan area resapan air banyak Ide: Tanah bisa ditanami rumput agar selain berfungsi sebagai resapan air juga indah untuk dipandang. SAMPAH DAUN 5 Kondisi: Daun dari pohon sering rontok dan membuat taman terkesan kotor Penyebab: Pohon tsb memang daunnya mudah rontok bila tertiup angin Solusi: Daun-daun rontok dikumpulkan bersama sampah dan diproses menjadi pupuk organik LAMPU YG DIGUNAKAN HEMAT ENERGI 6 Kondisi: Listrik jadi hemat karena lampu yg digunakan hemat energi Ide: Menambah jumlah lampu hemat energi di setiap ruang kelas lainnya ATAP JEBOL 7 Kondisi: Atap eternit di depan kamar mandi membahayakan, jebol sebagian Penyebab: Eternit sudah lapuk, karena bila hujan terkena bocoran air hujan Solusi: Atap eternit harus diganti, karena membahayakan banyak orang PETUNJUK NAMA RUANG KURANG 8 Kondisi: Sulitnya menemukan beberapa ruang . Penyebab: Kurangnya petunjuk jalan menuju beberapa ruang. Solusi: Memasang petunjuk jalan di beberapa sudut jalan yang strategis TAMAN ASRI 3 Kondisi: Taman cukup asri dan sejuk Ide: Bisa ditambahkan penanaman tanaman obat ataupun sayuran WC UMUM SERING MAMPET 2 Kondisi: Buangan WC sering mampet Penyebab: Seringkali ada yang membuang sampah pembalut di closet WC Solusi: Di WC disediakan tempat sampah dan potongan kertas koran untuk membungkus sampah pembalut TAMAN YANG BERSIH 9 Kondisi: Banyak taman-taman bersih di depan beberapa kelas Ide: Menambah varian bunga yang ada di setiap taman WARGA SERING BAKAR SAMPAH SEMBARANGAN Kondisi: Warga seringkali membakar sampah sembarangan sehingga mengganggu warga yang lain Penyebab: Kebiasaan dari dulu Solusi: Sampah taman bisa diusulkan untuk diplah menjadi kompos 10
  30. 30. ISSUE: ENERGI LAMPU SERING LUPA DIMATIKAN 1 Kondisi: Lampu teras kelurahan seringkali masih menyala sampai jam 8 pagi Penyebab: Petugas kelurahan baru datang jam 8 pagi Solusi: Bisa ditugaskan dengan penjaga malam untuk mematikan lampu sebelum pulang (jam 5 pagi) masalah ringan masalah sedang masalah berat
  31. 31. ISSUE: ENERGI TAMAN ASRI 3 Kondisi: Taman cukup asri dan sejuk Ide: Bisa ditambahkan penanaman tanaman obat ataupun sayuran sudah mulai ditemukan potensi potensi cukup bagus potensi sangat bagus
  32. 32. lAMPU SERING LUPA DIMATIKAN 1 Kondisi: Lampu teras kelurahan seringkali masih menyala sampai jam 8 pagi Penyebab: Petugas kelurahan baru datang jam 8 pagi Solusi: Bisa ditugaskan dengan penjaga malam untuk mematikan lampu sebelum pulang (jam 5 pagi) GREEN ENVIRONMENTAL MAPPING TAMAN SEBAGAI AREA RESAPAN AIR 4 Kondisi: Jumlah taman yang cukup banyak menjadikan area resapan air banyak Ide: Tanah bisa ditanami rumput agar selain berfungsi sebagai resapan air juga indah untuk dipandang. SAMPAH DAUN 5 Kondisi: Daun dari pohon sering rontok dan membuat taman terkesan kotor Penyebab: Pohon tsb memang daunnya mudah rontok bila tertiup angin Solusi: Daun-daun rontok dikumpulkan bersama sampah dan diproses menjadi pupuk organik LAMPU YG DIGUNAKAN HEMAT ENERGI 6 Kondisi: Listrik jadi hemat karena lampu yg digunakan hemat energi Ide: Menambah jumlah lampu hemat energi di setiap ruang kelas lainnya ATAP JEBOL 7 Kondisi: Atap eternit di depan kamar mandi membahayakan, jebol sebagian Penyebab: Eternit sudah lapuk, karena bila hujan terkena bocoran air hujan Solusi: Atap eternit harus diganti, karena membahayakan banyak orang PETUNJUK NAMA RUANG KURANG 8 Kondisi: Sulitnya menemukan beberapa ruang . Penyebab: Kurangnya petunjuk jalan menuju beberapa ruang. Solusi: Memasang petunjuk jalan di beberapa sudut jalan yang strategis TAMAN ASRI 3 Kondisi: Taman cukup asri dan sejuk Ide: Bisa ditambahkan penanaman tanaman obat ataupun sayuran WC UMUM SERING MAMPET 2 Kondisi: Buangan WC sering mampet Penyebab: Seringkali ada yang membuang sampah pembalut di closet WC Solusi: Di WC disediakan tempat sampah dan potongan kertas koran untuk membungkus sampah pembalut TAMAN YANG BERSIH 9 Kondisi: Banyak taman-taman bersih di depan beberapa kelas Ide: Menambah varian bunga yang ada di setiap taman WARGA SERING BAKAR SAMPAH SEMBARANGAN Kondisi: Warga seringkali membakar sampah sembarangan sehingga mengganggu warga yang lain Penyebab: Kebiasaan dari dulu Solusi: Sampah taman bisa diusulkan untuk diplah menjadi kompos 10

×