Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
 Pengertian Keseimbangan Lingkungan
Keseimbangan lingkungan merupakan keseimbangan yang
dinamis, artinya keseimbangan yan...
Lingkungan dikatakan seimbang
(equilibrium) apabila memiliki ciri-ciri antara
lain
 Lingkungan yang didalamnya terdapat p...
Keseimbangan lingkungan akan tercapai bila ada
interaksi organisme dangan faktor lingkungan dan
interaksi antarkomponen da...
Interaksi Antarkomponen
Ekosistem dalam Menjaga Keseimbangan Lingkungan Ekosistem disusun
oleh komponen biotik dan abiotik...
Faktor penyebab gangguan keseimbangan alam
1 . Faktor alami
Faktor alami yang menyebabkan perubahan
keseimbangan komponen ...
2 . Faktor manusia
Dibanding komponen biotik lainnya, manusia merupakan komponen
biotik yang mempunyai pengaruh ekologi te...
Suksesi
Ketika gangguan yang masuk ke dalam suatu lingkungan
berada di luar ambang batas toleransi maka
keseimbangan lingk...
Suksesi primer
 Suksesi primer yaitu proses perubahan komposisi
komunitas yang terjadi pada suatu kawasan yang pada
mulan...
Suksesi sekunder
Suksesi sekunder yaitu proses perubahan
komposisi komunitas yang terjadi pada area yang
mulanya ada kehid...
Menurut tipenya proses terbentuknya, suksesi
dibedakan :
 Tipe Serial terjadi pada bekas muntahan letusan
gunung.
 Tipe ...
Faktor – faktor yang memepengaruhi kecepatan
proses suksesi antara lain :
 Luasnya komunitas asal yang rusak
 Jenis (spe...
Dampak eksploitasi berlebihan terhadap ekosistem
1. Fragmentasi dan Degradasi Habitat
Fragmentasi habitat misalnya terjadi...
Fragmentasi dan Degradasi Habitat
2. Terganggunya Aliran Energi di Dalam Ekosistem
Ekosistem alami yang dirusak dan diubah menjadi ekosistem
buatan dapat me...
3. Resistensi Beberapa Spesies Merugikan
Penggunaan pestisida dan antibiotik secara berlebihan untuk
membunuh populasi org...
4. Hilangnya Spesies Penting di Dalam Ekosistem
Setiap organisme memiliki peran penting di dalam
suatu ekosistem. Hilangny...
5. Introduksi Spesies Asing
Introduksi atau masuknya spesies dari satu ekosistem ke
dalam ekosistem lainnya biasanya bertu...
6. Berkurangnya Sumber Daya Alam Terbaharui
Semua sumber daya alam yang dapat diperbaharui
seperti kayu, tanduk, dan gadin...
7. Terganggunya Daur Materi di Dalam Ekosistem
Meningkatnya aktivitas manusia di dunia berpengaruh
terhadap daur biogeokim...
C. EKSPLOITASI BERLEBIHAN PADA EKOSISTEM DARAT
DAN AKUATIK
1. Ekosistem Darat
Ekosistem darat mencakup seluruh bioma yang ...
2. Ekosistem Akuatik
Ekosistem akuatik yang meliputi laut, sungai, danau, dan
perairan lainnya dapat mengalami eksploitasi...
D. UPAYA MENJAGA KESEIMBANGAN LINGKUNGAN
 Mengurangi penggunaan kertas dan mendaur ulangnya
 Mengurangi penggunaan bahan...
Keseimbangan lingkungan
Keseimbangan lingkungan
Keseimbangan lingkungan
Keseimbangan lingkungan
Keseimbangan lingkungan
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Keseimbangan lingkungan

Materi keseimbangan lingkungan

  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Keseimbangan lingkungan

  1. 1.  Pengertian Keseimbangan Lingkungan Keseimbangan lingkungan merupakan keseimbangan yang dinamis, artinya keseimbangan yang dapat mengalami perubahan. Tetapi perubahan ini bersifat menjaga keseimbangan komponen lain, bukan berarti menghilangkan komponen yang lainnya. Karena perubahan komponen yang bersifat drastis akan mempengaruhi perubahan komponen lainnya. Sebagai contoh hilangnya/musnahnya salah satu komponen (tingkatan trofik) pada piramida ekologi atau rantai makanan maka menyebabkan dampak perubahan pada komponen sebelumnya maupun sesudahnya. Hal inilah yang mengakibatkan lingkungan tersebut menjadi tidak stabil
  2. 2. Lingkungan dikatakan seimbang (equilibrium) apabila memiliki ciri-ciri antara lain  Lingkungan yang didalamnya terdapat pola-pola interaksi, meliputi : arus energi, daur materi, rantai makanan, jaring-jaring makanan, piramida ekologi, daur biogeokimia, dan produktivitas. Melalui pola- pola interaksi tersebut, pertumbuhan dan perkembangan organisme berlangsung secara alami, sehingga tidak ada organisme yang mendominasi terhadap organisme lainnya.  Lingkungan yang homeostatis, yaitu lingkungan yang mampu mempertahankan terhadap gangguan alam, baik gangguan secara alami maupun buatan.  Lingkungan yang memiliki daya dukung lingkungan, yaitu lingkungan yang mampu mendukung semua kehidupan organisme, karena dalam lingkungan terdapat berbagai sumber daya alam (hayati dan non hayati).  Terbentuknya lingkungan yang klimaks, yaitu lingkungan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon (terbentuknya hutan).
  3. 3. Keseimbangan lingkungan akan tercapai bila ada interaksi organisme dangan faktor lingkungan dan interaksi antarkomponen dalam suatu lingkungan dapat berjalan dengan proporsional
  4. 4. Interaksi Antarkomponen Ekosistem dalam Menjaga Keseimbangan Lingkungan Ekosistem disusun oleh komponen biotik dan abiotik. Kedua komponen ini saling berinteraksi dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kestabilan ekosistem. Interaksi antarkomponen biotik dalam menjaga keseimbangan lingkungan dapat kita lihat pada peristiwa rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Adanya interaksi yang saling membutuhkan antarkomponen biotik di rantai makanan dan jaring-jaring makanan, menyebabkan tidak akan ada satupun komponen biotik yang populasinya akan bertambah terlalu cepat atau menurun drastis. Pada lingkungan yang seimbang, tidak akan terjadi peningkatan atau penurunan populasi komponen biotik tertentu secara mencolok. Selain interaksi antarkomponen biotik, terdapat juga interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik. Keseimbangan lingkungan akan tercipta bila interaksi antarkomponen biotik dan abiotik berjalan dengan sesuai dan berkesinambungan. Faktor-faktor lingkungan seperti suhu, air, intensitas cahaya, kelembapan, salinitas, dan perubahan kondisi lingkungan juga dapat mengancam keseimbangan lingkungan.
  5. 5. Faktor penyebab gangguan keseimbangan alam 1 . Faktor alami Faktor alami yang menyebabkan perubahan keseimbangan komponen biotik dan abiotik, diantaranya letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, rusaknya pantai, hilangnya terumbu karang dan tumbuhan alga, kebakaran hutan, badai, bahkan tsunami dapat menyebabkan terputusnya rantai makanan, yang menunjukkan bahwa keseimbangan lingkungan sudah terganggu.
  6. 6. 2 . Faktor manusia Dibanding komponen biotik lainnya, manusia merupakan komponen biotik yang mempunyai pengaruh ekologi terkuat di biosfer bumi ini. Dengan kemampuannya untuk mengembangkan ilmu dan teknologi, manusia mempunyai pengaruh yang sangat besar baik pengaruh yang memusnahkan ekosistem maupun yang meningkatkan ekosistem. Dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya manusia mampu mengubah lingkungan sesuai dengan yang diinginkan, Misalnya -mengeksploitasi sumber daya alam (SDA) tanpa memikirkan dampaknya. -Pembabatan dan pembakaran hutan menyebabkan dampak yang sangat luas yang berakibat hilangnya humus tanah, ketandusan tanah, berkurangnya sumber air, dan rusaknya tatanan ekosistem. - pencemaran sampah organik, penebangan hutan, penggunaan pestisida berlebihan, pembangunan permukiman, dan limbah industri. Rusaknya tatanan ekosistem akan berakibat migrasi hewan-hewan buas dari hutan ke desa-desa untuk memangsa hewan ternak bahkan manusia. Gajah, babi hutan, dan hewan herbivora lainnya tidak akan dapat mempertahankan hidup di hutan yang rusak hewan-hewan tersebut bermigrasi ke perkampungan penduduk dengan merusak tanaman budidaya manusia.
  7. 7. Suksesi Ketika gangguan yang masuk ke dalam suatu lingkungan berada di luar ambang batas toleransi maka keseimbangan lingkungan akan terganggu. Gangguan yang masuk ke lingkungan dapat berasal dari lingkungan alam atau akibat campur tangan manusia. Gangguan alam yang sangat merusak, seperti kebakaran, gempa bumi, badai, tornado, dan letusan gunung api dapat menghancurkan komunitas biologis. Setelah terjadi gangguan alam, lingkungan akan mengalami proses pemulihan. Struktur komunitas akan mengalami suatu perubahan yang disebut suksesi, yaitu proses perubahan komposisi spesies dalam suatu komunitas biologi akibat adanya gangguan pada komunitas itu. Terdapat 2 macam sussesi, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder:
  8. 8. Suksesi primer  Suksesi primer yaitu proses perubahan komposisi komunitas yang terjadi pada suatu kawasan yang pada mulanya hampir tidak ada kehidupan. Biasanya terjadi pada pulau vulkanis baru atau area yang awalnya tertutup glasier atau lapisan es. Contoh organisme yang berperan pada suksesi primer yaitu lumut dan Lichenes. Organisme yang mampu tumbuh pertama kali dan kemudian membentuk suatu ekosistem disebut organisme pionir atau spesies pionir.
  9. 9. Suksesi sekunder Suksesi sekunder yaitu proses perubahan komposisi komunitas yang terjadi pada area yang mulanya ada kehidupan tetapi kemudian mengalami beberapa gangguan yang menyebabkan hilangnya komunitas yang ada di area itu dan hanya meninggalkan tanah yang tetap utuh. Tetapi pada umumya area itu akan pulih kembali. Contoh : hutan yang mengalami penebangan
  10. 10. Menurut tipenya proses terbentuknya, suksesi dibedakan :  Tipe Serial terjadi pada bekas muntahan letusan gunung.  Tipe Siklis ditemukan pada daerah-daerah yang mengalami perubahan lingkungan secara periodik, seperti daerah pantai karena adanya pasang surut secara periodik.
  11. 11. Faktor – faktor yang memepengaruhi kecepatan proses suksesi antara lain :  Luasnya komunitas asal yang rusak  Jenis (species) tumbuhan yang ada disekitar komunitas yang rusak  Kehadiran organisme yang membantu penyebaran biji / benih  Iklim (angin dan air)  Macam substrat baru yang tumbuh
  12. 12. Dampak eksploitasi berlebihan terhadap ekosistem 1. Fragmentasi dan Degradasi Habitat Fragmentasi habitat misalnya terjadi pada hutan yang ditebangi atau dirambah, sehingga menyisakan kawasan hutan yang kecil. Selain itu, pembangunan jalan melintasi hutan juga menyebabkan terjadinya fragmentasi habitat pada kawasan hutan. Hutan yang ditebang atau dirambah memberikan dampak antara lain perubahan pada struktur komunitas hutan dan kematian pohon yang berada di pinggiran hutan akibat tingginya paparan angin dan cahaya matahari. Degradasi habitat adalah proses penurunan kualitas habitat/tempat tinggal mahluk hidup tertentu Fragmentasi dan degradasi habitat menyebabkan munculnya masalah lain seperti kematian organisme karena hilangnya sumber makanan dan tempat tinggal dan menurunnya keanekaragaman spesies pada habitat tersebut.
  13. 13. Fragmentasi dan Degradasi Habitat
  14. 14. 2. Terganggunya Aliran Energi di Dalam Ekosistem Ekosistem alami yang dirusak dan diubah menjadi ekosistem buatan dapat menyebabkan terjadinya perubahan aliran energi dalam ekosistem tersebut. Contohnya, ketika proses penebangan atau pembakaran hutan selesai, maka kawasan hutan kemudian ditanami dengan satu jenis tumbuhan (sistem monokultur). Hal tersebut menyebabkan aliran energi yang semula bersifat kompleks, yaitu antara berbagai jenis produsen (pohon-pohon besar dan kecil), konsumen (berbagai macam hewan), detritivora (jamur, bakteri, dan sebagainya), menjadi aliran energi yang lebih sederhana, yaitu satu jenis produsen (contohnya padi), beberapa konsumen, dan detrititivor
  15. 15. 3. Resistensi Beberapa Spesies Merugikan Penggunaan pestisida dan antibiotik secara berlebihan untuk membunuh populasi organisme yang merugikan (hama atau patogen) dapat menyebabkan munculnya populasi organisme yang kebal terhadap pestisida dan antibiotik tersebut. Pada akhirnya, populasi hama yang bertahan hidup dan mampu berkembang biak merupakan hama yang kebal (resisten) terhadap pestisida jenis tersebut.
  16. 16. 4. Hilangnya Spesies Penting di Dalam Ekosistem Setiap organisme memiliki peran penting di dalam suatu ekosistem. Hilangnya satu organisme dapat memberikan dampak yang cukup besar di dalam ekosistem. Contohnya, di dalam ekosistem sawah, hilangnya keberadaan predator seperti burung, ular, dan sebagainya dapat meningkatkan populasi organisme lain, misalnya tikus yang memakan padi. Akibatnya, populasi padi akan menurun dan hasil panen akan berkurang
  17. 17. 5. Introduksi Spesies Asing Introduksi atau masuknya spesies dari satu ekosistem ke dalam ekosistem lainnya biasanya bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan manusia. Contohnya,introduksi tanaman gandum, singkong, dan beberapa tanaman pertanian lainnya. Namun, introduksi spesies asing juga dapat merugikan, karena terkadang di dalam ekosistem yang baru, spesies tersebut tidak memiliki predator alami. Meledaknya populasi tanaman eceng gondok yang menjadi gulma bagi perairan di sekitar kita, merupakan contoh introduksi spesies yang merugikan akibat tidak adanya predator alami. Serangga Neochetine eichhorniae yang merupakan predator tanaman eceng gondok dan dapat mengendalikan populasi eceng gondok di perairan tidak hidup di Indonesia
  18. 18. 6. Berkurangnya Sumber Daya Alam Terbaharui Semua sumber daya alam yang dapat diperbaharui seperti kayu, tanduk, dan gading jika digunakan dan dieksploitasi secara berlebihan akan menurunkan jumlah dan kualitas sumber daya alam tersebut.
  19. 19. 7. Terganggunya Daur Materi di Dalam Ekosistem Meningkatnya aktivitas manusia di dunia berpengaruh terhadap daur biogeokimia. Contohnya daur karbon yang terganggu akibat semakin banyaknya penggunaan bahan bakar. Melimpahnya CO2 yang dihasilkan dari proses pembakarandapat memberikan efek buruk, salah satunya adalah pemanasan global.
  20. 20. C. EKSPLOITASI BERLEBIHAN PADA EKOSISTEM DARAT DAN AKUATIK 1. Ekosistem Darat Ekosistem darat mencakup seluruh bioma yang terdapat di daratan, meliputi hutan, padang rumput, gurun, dan sebagainya. Eksploitasi berlebihan pada ekosistem darat sebagian besar terjadi pada ekosistem hutan. Semakin banyaknya manfaat yang dihasilkan dari ekosistem hutan, maka semakin banyak pula manusia yang menggunakan sumber daya hutan untuk kesejahteraan hidupnya secara berlebihan tanpa memperhatikan keseimbangan ekonomi. Hutan, terutama hutan hujan tropis, merupakan pengkonsumsi karbon dioksida terbesar karna vegetasinya memerlukan CO2 untuk fotosintesis. Namun, adanya CO2 yang berlebih yang menyebabkan pemanasan global. Salah satu efek pemanasan global adalah mencairnya es di kutub. Bila es mencair, maka permukaan air laut akan naik yang dapat mempengaruhi keseimbangan ekologis di seluruh bumi. Kebakaran hutan dan penebangan pohon dalam jumlah besar juga menyebabkan hilangnya habitat makhluk hidup yang tinggal di dalamnya.
  21. 21. 2. Ekosistem Akuatik Ekosistem akuatik yang meliputi laut, sungai, danau, dan perairan lainnya dapat mengalami eksploitasi pula. Eksploitasi sumber daya akuatik dapat berupa penangkapan organisme laut secara berlebihan. Rusaknya atau pengambilan terumbu karang dapat menyebabkan hilangnya tempat tinggal bagi organisme yang ada pada ekosistem terumbu karang. Ancaman lain yang dapat mengganggu ekosistem perairan adalah penggunaan ekosistem perairan sebagai daerah wisata. Penetapan daerah wisata perairan dapat dikatakan sebagai eksploitasi apabila daerah wisata tersebut tidak dikelola dengan baik. Misalnya pantai yang telah tercemar oleh sampah yang dibuang pengunjung tempat wisata tersebut. Hal itu akan mengganggu keberadaan organisme yang ada di ekosistem tersebut
  22. 22. D. UPAYA MENJAGA KESEIMBANGAN LINGKUNGAN  Mengurangi penggunaan kertas dan mendaur ulangnya  Mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia dalam rumah tangga karena dapat mencemari lingkungan  Tidak boros dalam penggunaan air dan membangun daerah resapan air di halaman rumah  Mengurangi produksi sampah, memisahkan sampah, dan mendaur ulangnya  Menghemat penggunaan bahan bakar  Menghentikan jual-beli berbagai spesies hewan langka  Tidak membakar hutan untuk membuka lahan  Menerapkan sistem bercocok tanam yang memperhatikan lingkungan, yaitu dengan mengendalikan hama secara alami dengan metode biological control (menggunakan musuh alami dari hama). Upaya ini untuk mencegah munculnya populasi hama yang resisten terhadap pestisida.  Pengawasan ketat oleh pemerintah terhadap berbagai produk impor. Upaya ini untuk mencegah masuknya spesies asing ke dalam negeri  Reboisasi hutan

×