Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Kelompok 4
Pengertian pra 
sejarah/pra 
aksara 
Kebudayaan 
zaman pra 
aksara awal 
Zaman batu 
Zaman batu tua 
(Paleolithikum) 
Zama...
Pengertian zaman praaksara 
Zaman praaksara sering juga disebut zaman prasejarah, yaitu bisa diartikan 
sebagai zaman di m...
Masa berlangsungnya zaman praaksara atau prasejarah 
untuk tiap-tiap bangsa tidak sama. Adapun bangsa 
Indonesia meninggal...
Hasil hasil kebudayaan masa pra-aksara 
awal 
1. KEBUDAYAAN BATU TUA (PALAEOLITHIKUM) 
a. Kapak Perimbas 
Kapak ini terbua...
b. Kapak Genggam 
Kapak genggam memiliki bentuk hampir sama dengan jenis 
kapak penetak dan perimbas, namun bentuknya jauh...
c. Alat-alat Serpih (Flakes) 
Alat-alat serpih terbuat dari pecahan-pecahan batu kecil, digunakan sebagai alat 
penusuk, p...
d. Perkakas dari Tulang dan Tanduk 
Perkakas tulang dan tanduk hewan banyak ditemukan di daerah 
Ngandong, dekat Ngawi, Ja...
2. KEBUDAYAAN BATU MADYA (MESOLITHIKUM) 
Kebudayaan batu madya ditandai oleh adanya usaha untuk lebih 
menghaluskan perkak...
a. Kapak Sumatra (Pebble) 
Bentuk kapak ini bulat, terbuat dari batu kali yang dibelah 
dua. Kapak genggam jenis ini banya...
b. Kapak Pendek (Hache courte) 
Kapak Pendek sejenis kapak genggam bentuknya setengah 
lingkaran. Kapak ini ditemukan di s...
c. Kjokkenmoddinger 
Kjokkenmoddinger berasal dari bahasa Denmark, Kjokken berarti 
dapur dan modding artinya sampah. Jadi...
d. Abris sous roche 
Abris sous roche adalah gua-gua batu karang atau 
ceruk yang digunakan sebagai tempat tinggal 
manusi...
e. Lukisan di Dinding Gua 
Lukisan di dinding gua terdapat di dalam abris sous roche. 
Lukisan menggambarkan hewan buruan ...
3. Kebudayaan batu muda (Neolithikum) 
merupakan hasil kebudayaan jaman batu baru, 
dengan pembuatan yang lebih sempurna, ...
Kapak lonjong dan Kapak persegi 
Kapak Lonjong
4.Kebudayaan batu besar (Megalithikum) 
ditandai dengan munculnya bangunan-bangunan yang 
dianggap suci dengan menggunakan...
a.Menhir, merupakan tiang atau tugu batu yang digunakan untuk 
pemujaan dan peringatan akan roh nenek moyang.
b. Dolmen merupakan bangunan seperti meja yang terbuat dari 
batu yang digunakan untuk meletakan sesaji dan pemujaan arwah...
c. Sarkofagus dan Kubur batu 
merupakan keranda yang terbuat dari batu, dan kubur batu 
yang terbuat dari lempengan batu.
d. Punden berundak merupakan bangunan untuk 
pemujaan dan tersusun secara bertingkat.
B. Kebudayaan Logam 
disebut juga hasil kebudayaan dari masa perundagian. Disebut 
sebagai masa perundagian karena manusia...
2. Gerabah, yakni peralatan yang terbuat dari tanah liat 
3. Pakaian, merupakan pakaian yang terbuat dari kulit kayu,
4. Perhiasan, berupa gelang dan kalung, baik yang terbuat dari 
batu dan kerang, maupun yang terbuat dari perunggu, 
5. Ka...
6. Nekara, merupakan tambur yang berbentuk seperti 
dandang terbalik, digunakan dalam upacara pemujaan, 
sehingga alat ini...
Corak Kehidupan Masyarakat Prasejarah 
(Praaksara) 
Masa prasejarah atau praaksara merupakan masa 
kehidupan manusia sebel...
Berdasarkan penemuan-penemuan hasil kebudayaannya yang 
memiliki karakteristik yang berbeda antara satu masa dengan yang 
...
2. Masa bercocok tanam, pada masa ini ditemukan peralatan-peralatan 
yang digunakan sebagai alat bercocok tanam (pertanian...
3. Masa perundagian, pada masa ini ditemukan 
peralatan-peralatan yang telah menggunakan bahan 
dasar logam.
Kebudayaan zaman pra-aksara
Kebudayaan zaman pra-aksara
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kebudayaan zaman pra-aksara

28,046 views

Published on

Kebudayaan zama pra-aksara

Published in: Education
  • Sex in your area is here: ♥♥♥ http://bit.ly/2F7hN3u ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating for everyone is here: ❤❤❤ http://bit.ly/2F7hN3u ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Kebudayaan zaman pra-aksara

  1. 1. Kelompok 4
  2. 2. Pengertian pra sejarah/pra aksara Kebudayaan zaman pra aksara awal Zaman batu Zaman batu tua (Paleolithikum) Zama batu madya (Mesolithikum) Zaman batu muda (Neolithikum) Zaman batu besar (Megalithikum) Zaman logam Corak kehidupan Masa berburu dan meramu Masa bercocok tanam Masa perundagian
  3. 3. Pengertian zaman praaksara Zaman praaksara sering juga disebut zaman prasejarah, yaitu bisa diartikan sebagai zaman di mana manusia belum mengenal tulisan. Praaksara atau prasejarah disebut juga nirleka, yaitu zaman tidak ada tulisan. Zaman praaksara dimulai sejak adanya manusia sampai manusia mengenal tulisan. Jadi, jika manusia sudah mengenal tulisan, berarti manusia mulai menginggalkan zaman praaksara, dan memasuki zaman sejarah. Sumber sejarah yang bisa digunakan untuk mengetahui kehidupan zaman praaksara atau prasejarah di antaranya fosil dan artefak. Ada dua cara untuk mempelajari peninggalan zaman purba, yaitu secara stratigrafi dan tipologi. Cara stratigrafi, yaitu cara mempelajari peninggalan purba berdasarkan letaknya di dalam lapisan tanah. Cara tipologi, yaitu cara mempelajari peninggalan purba dengan mengelompokkan benda-benda purbakala ke dalam kelompok yang sejenis.
  4. 4. Masa berlangsungnya zaman praaksara atau prasejarah untuk tiap-tiap bangsa tidak sama. Adapun bangsa Indonesia meninggalkan zaman prasejarah dan memasuki zaman sejarah, yaitu pada tahun 400 Masehi. Hal itu dapat diketahui dari tugu batu tertulis (yupa) yang terdapat di Muarakaman, Kalimantan Timur. Yupa adalah prasasti yang berbentuk seperti menhir (batu peringatan hasil peninggalan megalitikum) sedangkan prasasti adalah catatan peristiwa yang dianggap penting dan dipahatkan pada bahan yang tidak mudah pecah, biasanya berupa batu atau logam, juga disebut batu tertulis. Menurut penelitian para ahli, prasasti yang tertua ditemukan di Indonesia bertuliskan huruf pallawa dan bahasa sanskerta.
  5. 5. Hasil hasil kebudayaan masa pra-aksara awal 1. KEBUDAYAAN BATU TUA (PALAEOLITHIKUM) a. Kapak Perimbas Kapak ini terbuat dari batu, tidak memiliki tangkai, digunakan dengan cara menggengam. Dipakai untuk menguliti binatang, memotong kayu, dan memecahkan tulang binatang buruan. Kapak perimbas banyak ditemukan di daerah-daerah di Indonesia, termasuk dalam Kebudayaan Pacitan. Kapak perimbas dan kapak genggam dibuat dan digunakan oleh jenis manusia purba Pithecantropus.
  6. 6. b. Kapak Genggam Kapak genggam memiliki bentuk hampir sama dengan jenis kapak penetak dan perimbas, namun bentuknya jauh lebih kecil. Fungsinya untuk membelah kayu, menggali umbi-umbian, memotong daging hewan buruan, dan keperluan lainnya. Pada tahun 1935, peneliti Ralph von Koenigswald berhasil menemukan sejumlah kapak genggam di Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Karena ditemukan di Pacitan maka disebut Kebudayaan Pacitan.
  7. 7. c. Alat-alat Serpih (Flakes) Alat-alat serpih terbuat dari pecahan-pecahan batu kecil, digunakan sebagai alat penusuk, pemotong daging, dan pisau. Alatalat serpih banyak ditemukan di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, masih termasuk Kebudayaan Ngandong.
  8. 8. d. Perkakas dari Tulang dan Tanduk Perkakas tulang dan tanduk hewan banyak ditemukan di daerah Ngandong, dekat Ngawi, Jawa Timur. Alat-alat itu berfungsi sebagai alat penusuk, pengorek, dan mata tombak. Oleh peneliti arkeologis perkakas dari tulang disebut sebagai Kebudayaan Ngandong. Alat-alat serpih dan alat-alat dari tulang dan tanduk ini dibuat dan digunakan oleh jenis manusia purba Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.
  9. 9. 2. KEBUDAYAAN BATU MADYA (MESOLITHIKUM) Kebudayaan batu madya ditandai oleh adanya usaha untuk lebih menghaluskan perkakas yang dibuat. Dari penelitian arkeologis kebudayaan batu madya di Indonesia memiliki persamaan kebudayaan dengan yang ada di daerah Tonkin, Indochina (Vietnam). Diperkirakan bahwa kebudayaan batu madya di Indonesia berasal dari kebudayaan di dua daerah yaitu Bascon dan Hoabind. Oleh karena itu pula kebudayaan dinamakan Kebudayaan Bascon Hoabind. Hasil-hasil kebudayaan Bascon Hoabind, antara lain berikut ini.
  10. 10. a. Kapak Sumatra (Pebble) Bentuk kapak ini bulat, terbuat dari batu kali yang dibelah dua. Kapak genggam jenis ini banyak ditemukan di Sepanjang Pantai Timur Pulau Sumatera, antara Langsa (Aceh) dan Medan.
  11. 11. b. Kapak Pendek (Hache courte) Kapak Pendek sejenis kapak genggam bentuknya setengah lingkaran. Kapak ini ditemukan di sepanjang Pantai Timur Pulau Sumatera.
  12. 12. c. Kjokkenmoddinger Kjokkenmoddinger berasal dari bahasa Denmark, Kjokken berarti dapur dan modding artinya sampah. Jadi, kjokkenmoddinger adalah sampah dapur berupa kulit-kulit siput dan kerang yang telah bertumpuk selama beribu-ribu tahun sehingga membentuk sebuah bukit kecil yang beberapa meter tingginya. Fosil dapur sampah ini banyak ditemukan di sepanjang Pantai Timur Pulau Sumatera.
  13. 13. d. Abris sous roche Abris sous roche adalah gua-gua batu karang atau ceruk yang digunakan sebagai tempat tinggal manusia purba. Berfungsi sebagai tempat tinggal.
  14. 14. e. Lukisan di Dinding Gua Lukisan di dinding gua terdapat di dalam abris sous roche. Lukisan menggambarkan hewan buruan dan cap tangan berwarna merah. Lukisan di dinding gua ditemukan di Leang leang, Sulawesi Selatan, di Gua Raha, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, di Danau Sentani, Papua
  15. 15. 3. Kebudayaan batu muda (Neolithikum) merupakan hasil kebudayaan jaman batu baru, dengan pembuatan yang lebih sempurna, serta lebih halus dan disesuaian dengan fungsinya. Alat pada masa ini digunakan untuk pertanian dan perkebunan. Alat yang terkenal dari masa ini adalah kapak persegi dan belinug persegi. Kapak persegi mirip dengan cangkul, digunakan untuk kegiatan persawahan dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kapak lonjong adalah alat dari batu yang diasah dan berbentuk lonjong seperti bulat telur. Daerah penemuannya di Indonesia timur, seperti Minahasa dan Papua.
  16. 16. Kapak lonjong dan Kapak persegi Kapak Lonjong
  17. 17. 4.Kebudayaan batu besar (Megalithikum) ditandai dengan munculnya bangunan-bangunan yang dianggap suci dengan menggunakan batu-batu yang berukuran besar. Kebudayaan megalitik banyak berhubungan dengan kegiatan keagamaan terutama dalam kegiatan pemujaan roh nenek moyang. Hasil kebudayaan megalitikum antara lain:
  18. 18. a.Menhir, merupakan tiang atau tugu batu yang digunakan untuk pemujaan dan peringatan akan roh nenek moyang.
  19. 19. b. Dolmen merupakan bangunan seperti meja yang terbuat dari batu yang digunakan untuk meletakan sesaji dan pemujaan arwah nenek moyang
  20. 20. c. Sarkofagus dan Kubur batu merupakan keranda yang terbuat dari batu, dan kubur batu yang terbuat dari lempengan batu.
  21. 21. d. Punden berundak merupakan bangunan untuk pemujaan dan tersusun secara bertingkat.
  22. 22. B. Kebudayaan Logam disebut juga hasil kebudayaan dari masa perundagian. Disebut sebagai masa perundagian karena manusia sudah mulai mengenal dan menguasai teknologi tahap awal, dengan mulai mengembangkan ketrampilan pertukangan untuk membuat peralatan yang sesuai kebutuhan hidup.Pada masa itu sudah dikenal peralatan yang terbuat dari perunggu dan besi. Berikut ini merupakan peninggalan dari masa perundagian: 1. peralatan dari besi,yang berupa beliung, cangkul, mata pisau, mata tombak dan sabit
  23. 23. 2. Gerabah, yakni peralatan yang terbuat dari tanah liat 3. Pakaian, merupakan pakaian yang terbuat dari kulit kayu,
  24. 24. 4. Perhiasan, berupa gelang dan kalung, baik yang terbuat dari batu dan kerang, maupun yang terbuat dari perunggu, 5. Kapak perunggu atau juga disebut kapak corong atau kapak sepatu.
  25. 25. 6. Nekara, merupakan tambur yang berbentuk seperti dandang terbalik, digunakan dalam upacara pemujaan, sehingga alat ini di anggap suci. Banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, Sumbawa, Pulau Selayar, Pulau Roti.
  26. 26. Corak Kehidupan Masyarakat Prasejarah (Praaksara) Masa prasejarah atau praaksara merupakan masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Pada masa ini, kehidupan manusia masih sangat primitif. Namun, manusia pada masa ini tetaplah makhluk hidup. Mereka hidup, bergerak, dinamis, berpikir, bahkan memiliki berbagai kebutuhan seperti halnya kita. Perbedaannya, mereka masih sangat primitif sehingga dengan segala keterbatasannya mereka melakukan segala aktivitas dengan sangat sederhana.
  27. 27. Berdasarkan penemuan-penemuan hasil kebudayaannya yang memiliki karakteristik yang berbeda antara satu masa dengan yang lainnya, maka corak kehidupan masyarakat praaksara (prasejarah) menurut para ahli sejarah dapat dibagi menjadi tiga masa, yaitu : 1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan, pada masa ini ditemukan peralatan-peralatan yang berhubungan dengan kegiatan berburu dan terbuat dari batu.
  28. 28. 2. Masa bercocok tanam, pada masa ini ditemukan peralatan-peralatan yang digunakan sebagai alat bercocok tanam (pertanian) yang sederhana (masih terbuat dari batu).
  29. 29. 3. Masa perundagian, pada masa ini ditemukan peralatan-peralatan yang telah menggunakan bahan dasar logam.

×