Presentasi PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA

55,150 views

Published on

Published in: Education
20 Comments
31 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
55,150
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6,582
Actions
Shares
0
Downloads
3,017
Comments
20
Likes
31
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentasi PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA

  1. 1. PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA BALITBANG KEMENDIKNAS Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas PEDOMAN UNTUK SEKOLAH Disajikan Oleh : N.A. Suprawoto
  2. 2. <ul><li>Apa yang terbayang dalam benak/pikiran Anda tentang Pendidikan Karakter? (3 menit saja) </li></ul>Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  3. 3. Skenario PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas INTERVENSI HABITUASI Perilaku Berkarakter MASYA-RAKAT PROSES PEMBUDAYAAN DAN PEMBERDAYAAN Agama, Pancasila, UUD 1945, UU No. 20/2003 ttg Sisdiknas T eori Pendidikan, Psikologi, Nilai, Sosial Budaya Pengalaman terbaik (best practices)dan praktik nyata Nilai-nilai Luhur PERANGKAT PENDUKUNG Kebijakan, Pedoman, Sumber Daya, Lingkungan, Sarana dan Prasarana, Kebersamaan, Komitmen pemangku kepentingan. KELUARGA SATUAN PENDIDIKAN
  4. 4. Sumber: www.themegallery.com Olah Hati Olah Pikir Olah Rasa dan Karsa Olah Raga Nilai-nilai Luhur dan Perilaku Berkarakter Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  5. 5. <ul><li>BUDAYA DIARTIKAN SEBAGAI KESELURUHAN SISTEM BERPIKIR, NILAI, MORAL, NORMA DAN KEYAKINAN (BELIEFE) MANUSIA YANG DIHASILKAN / MERUPAKAN PRODUK MASYARAKAT. </li></ul><ul><li>KARAKTER ADALAH WATAK, TABIAT, AKHLAK, ATAU KEPRIBADIAN SESEORANG YANG TERBENTUK DARI HASIL INTERNALISASI BERBAGAI KEBAJIKAN (VIRTUES) YANG DIYAKININYA DAN DIGUNAKANNYA SEBAGAI LANDASAN UNTUK CARA PANDANG, BERPIKIR, BERSIKAP, DAN BERTINDAK. </li></ul>Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  6. 6. <ul><li>PENDIDIKAN ADALAH SUATU USAHA YANG SADAR DAN SISTEMATIS DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI PESERTA DIDIK. </li></ul><ul><li>PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA ADALAH USAHA BERSAMA SEKOLAH. OLEH KARENA ITU HARUS DILAKUKAN SECARA BERSAMA OLEH SEMUA GURU DAN PIMPINAN SEKOLAH, MELALUI SEMUA MATA PELAJARAN, DAN MENJADI BAGIAN YANG TAK TERPISAHKAN DARI BUDAYA SEKOLAH. </li></ul>Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  7. 7. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa <ul><li>Pengembangan : pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi perilaku yang baik bagi peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan budaya dan karakter bangsa </li></ul><ul><li>Perbaikan : memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggungjawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat </li></ul><ul><li>Penyaring : untuk menyaring budaya-budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. </li></ul>Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  8. 8. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa <ul><li>M engembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangs a </li></ul><ul><li>M engembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius </li></ul><ul><li>M enanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggungjawab peserta didik sebagai generasi penerus bangs a </li></ul><ul><li>M engembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan </li></ul><ul><li>M engembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan ( dignity) . </li></ul>Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  9. 9. SUMBER NILAI-NILAI <ul><li>Agama : nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama. </li></ul><ul><li>Pancasila : P endidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik, yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara. </li></ul><ul><li>Budaya : tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat tersebut. Nilai-nilai budaya tersebut dijadikan dasar dalam memberi makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota masyarakat tersebut. </li></ul><ul><li>Tujuan Pendidikan Nasional ; tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa dibandingkan ketiga sumber yang disebutkan di atas. </li></ul>Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  10. 10. Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa <ul><li>Religius </li></ul><ul><li>Jujur </li></ul><ul><li>Toleransi </li></ul><ul><li>Disiplin </li></ul><ul><li>Kerja Keras </li></ul><ul><li>Kreatif </li></ul><ul><li>Mandiri </li></ul><ul><li>Demokratis </li></ul><ul><li>Rasa Ingin Tahu </li></ul><ul><li>10. Semangat Kebangsaan </li></ul><ul><li>11. Cinta Tanah Air </li></ul><ul><li>12. Menghargai Prestasi </li></ul><ul><li>13. Bersahabat/Komuniktif </li></ul><ul><li>14. Cinta Damai </li></ul><ul><li>15. Gemar Membaca </li></ul><ul><li>16. Peduli Lingkungan </li></ul><ul><li>17. Peduli Sosial </li></ul><ul><li>18. Tanggung-jawab </li></ul>Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  11. 11. Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas Sistimatika Penanaman 18 Pilar Karakter dalam Model Pendidikan Holistik Knowing the good Feeling loving the good Acting the good
  12. 12. P rinsip-prinsip pengembangan <ul><li>Berkelanjutan mengandung makna bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan. </li></ul><ul><li>Melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah </li></ul><ul><li>Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan mengandung makna bahwa materi nilai-nilai budaya dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar untuk pembelajaran biasa. </li></ul><ul><li>Proses pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan . </li></ul>Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  13. 13. Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  14. 14. STRATEGI MIKRO DI SEKOLAH KEGIATAN KESEHARIAN DI RUMAH I ntegrasi ke dalam kegiatan Ektrakurikuler P ramuka , O lahraga , K arya Tulis, Dsb. I ntegrasi ke dalam KBM pada setiap Mapel P embiasaan dalam kehidupan keseharian di satuan pendidikan Penerapan pembiasaan kehidupan keseharian di rumah yang sama dengan di satuan pendidikan BUDAYA SEKOLAH: (K EGIATAN /KEHIDUPAN KESEHARIAN DI SATUAN PENDIDIKAN) Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  15. 15. Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  16. 16. IMPLEMENTASI DALAM KTSP <ul><li>Visi </li></ul><ul><li>Misi </li></ul><ul><li>Tujuan Sekolah </li></ul><ul><li>Struktur Kurikulum </li></ul><ul><li>Kalender Akademik </li></ul><ul><li>Kegiatan Ekstra Kurikuler </li></ul><ul><li>Kegiatan Bimbingan Konseling </li></ul><ul><li>Kegiatan Terprogram </li></ul><ul><li>Kegiatan Rutin </li></ul><ul><li>Kegiatan Spontan </li></ul><ul><li>Kegiatan Teladan </li></ul><ul><li>Integrasi dalam mata pelajaran </li></ul><ul><li>Muatan Lokal </li></ul>Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  17. 17. 3. Perubahan pada Penilaian Kelas 4.Pelaksanaan Remediasi dan Pengayaan Secara efektif 1. Pengelolaan Kurilulum Berbasis Sekolah 2. Perubahan pada Kegiatan Belajar Mengajar Perubahan-Perubahan yang harus terjadi Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  18. 18. <ul><li>PENILAIAN PENCAPAIAN NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER DIDASARKAN PADA INDIKATOR </li></ul><ul><li>PENILAIAN DILAKUKAN SECARA TERUS MENERUS </li></ul><ul><li>PENGAMATAN, ANECDOTAL RECORD , MEMBERIKAN TUGAS , LAPORAN </li></ul>Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  19. 19. BT MK MB MT = MEMBUDAYA/MENJADI KARAKTER (APABILA PESERTA DIDIK TERUS MENERUS MEMPERLIHATKAN PERILAKU YANG DINYATAKAN DALAM INDIKATOR SECARA KONSISTEN) MULAI BERKEMBANG (APABILA PESERTA DIDIK SUDAH MEMPERLIHATKAN BERBAGAI TANDA PERILAKU YANG DINYATAKAN DALAM INDIKATOR DAN MULAI KONSISTEN) MULAI TERLIHAT (APABILA PESERTA DIDIK SUDAH MULAI MEMPERLIHATKAN ADANYA TANDA-TANDA AWAL PERILAKU YANG DINYATAKAN DALAM INDIKATOR TETAPI BELUM KONSISTEN) BELUM TERLIHAT (APABILA PESERTA DIDIK BELUM MEMPERLIHATKAN TANDA- TANDA AWAL PERILAKU YANG DINYATAKAN DALAM INDIKATOR). Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas
  20. 20. KESIMPULAN <ul><li>Perubahan implementasi pembelajaran harus dilakukan dengan lebih memberikan penekanan pada nilai-nilai. </li></ul><ul><li>Pengembangan budaya s ekolah merupaka n langkah yang efektif menuju terwujudnya masyarakat sekolah yang berkarakter. </li></ul><ul><li>Perubahan dilakukan dengan melaksanakan penguatan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam KTSP masing-masing sekolah . </li></ul>Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas

×