Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pembelajaran CTL

9,994 views

Published on

Published in: Education, Business

Pembelajaran CTL

  1. 1. 1<br />KEMENTRIANPENDIDIKAN NASIONAL<br />PEMBELAJARAN BERBASISKONTEKSTUAL <br />Disajikan Oleh : N.A. Suprawoto<br />
  2. 2. 2<br />LATAR BELAKANG MIKRO(Kondisi empiris) <br />Berbicara mengenai PBM di sekolah seringkali membuat kita kecewa, apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar.<br />Mengapa ?<br />
  3. 3. 3<br />Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hapalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya, tetapi pada kenyataan-nya mereka tidak memahaminya.<br />Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan. <br />
  4. 4. 4<br />Siswamemilikikesulitanuntukmemahamikonsepakademiksebagaimanamerekabiasadiajarkanyaitudenganmenggunakansesuatu yang abstrakdanmetodeceramah.<br />Padahalmerekasangatbutuhuntukdapatmemahamikonsep-konsep yang berhubungandengantempatkerjadanmasyarakatpadaumumnyadimanamerekaakanhidupdanbekerja.<br />
  5. 5. 5<br />PERMASALAHANNYA<br />Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu, sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?.<br />
  6. 6. 6<br />Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai.<br />Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep, dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas.<br />
  7. 7. 7<br />Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative)<br />Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai, karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual.<br />
  8. 8. 8<br />PENGAYAANCTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING)<br />PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL<br />
  9. 9. 9<br />SUATU KONSEPSI<br />Membantu guru mengaitkankontenmatapelajarandengansituasidunia<br />Memotivasisiswamembuathubunganantarapengetahuandanpenerapannyadalamkehidupanmerekasehari-hari.<br />
  10. 10. 10<br />TUJUH KOMPONEN CTL<br />Konstruktivisme<br />Inquiry<br />Questioning<br />Learning Community<br />Modeling<br />Reflection<br />Authentic Assessment<br />
  11. 11. 11<br />1. KONSTRUKTIVISME<br />Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal<br />Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan <br />
  12. 12. 12<br />2. INQUIRY (MENEMUKAN)<br />Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman<br />Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis<br />
  13. 13. 13<br />3. QUESTIONING (BERTANYA)<br />Kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa<br />Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry<br />
  14. 14. 14<br />4. LEARNING COMMUNITY (MASYARAKAT BELAJAR)<br />Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar<br />Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri<br />Tukar pengalaman<br />Berbagi ide<br />
  15. 15. 15<br />5. MODELING (PEMODELAN)<br />Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar<br />Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya<br />
  16. 16. 16<br />6. AUTHENTIC ASSESSMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA)<br />Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa<br />Penilaian produk (kinerja)<br />Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual<br />
  17. 17. 17<br />7. Reflection (refleksi)<br />Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari<br />Mencatat apa yang telah dipelajari<br />Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok<br />
  18. 18. 18<br />KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL<br />Kerjasama<br />Saling menunjang<br />Menyenangkan<br />Tidak membosankan<br />Belajar dengan bergairah<br />Pembelajaran terintegrasi<br />Menggunakan berbagai sumber<br />Siswa aktif<br />
  19. 19. 19<br />LANJUTAN …KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL<br />Sharing dengan teman<br />Siswa kritis, guru kreatif<br />Dinding kelas dan lorong-lorong penuh dengan hasil karya siswa, peta-peta, gambar, artikel, humor dll<br />Laporan kepada orang tua bukan hanya raport, tetapi hasil karya siswa, laporan hasil praktikum, karangan siswa dll. <br />
  20. 20. 20<br />MODEL PEMBELAJARAN<br />DI (DIRECT INSTRUCTION)<br />CL (COOPERATIVE LEARNING)<br />PBI (PROBLEM BASE INSTRUCTION)<br />GABUNGAN<br />
  21. 21. 21<br />MODEL PEMBELAJARAN<br />Cooperative Learning<br /> (CL)<br />Problem Based <br />Instruction (PBI)<br />Direct Instruction<br /> (DI)<br />Empat Ciri Khusus<br />Lingkungan<br />Belajar dan<br />Sistem Pengelolaan<br />Landasan<br />Teoritik<br />Tujuan<br />Hasil<br />Belajar Siswa<br />Tingkah Laku Mengajar<br />(Sintaks)<br />
  22. 22. 22<br />PEMBELAJARAN LANGSUNG (DI)<br />Landasan<br /> Teoritik<br />Teori Belajar Sosial<br />Pemodelan <br />Tingkah Laku<br />Modeling<br />Albert Bandura<br />CTL<br />Pengetahuan Prosedural<br />Hasil Belajar<br />Siswa<br />Pengetahuan Deklaratif sederhana<br />Strategi – strategi<br />belajar<br />Mengembangkan<br />Keterampilan belajar<br />Sintaks<br />Lima fase<br />utama<br />Lihat tabel 1<br />Berpusat pada guru<br />Perlu perencanaan<br />dan pelaksanaan dari guru<br />Lingkungan belajar dan <br />Sistem Pengelolaan<br />
  23. 23. 23<br />Tabel : 1 “ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG”<br />
  24. 24. 24<br />PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL)<br />Landasan<br /> Teoritik<br />Teori Belajar<br />Konstruktivis<br />Hakekat <br />Sosiokultural<br />Learning<br />Community<br />Vygotsky<br />CTL<br />Konsep – konsep<br />sulit<br />Hasil belajar<br />Akademik<br />Hasil Belajar<br />Siswa<br />Keterampilan<br />Kooperatif<br />Keterampilan<br />Sosial<br />Sintaks<br />Enam fase<br />utama<br />Lihat tabel 2<br />Berpusat pada siswa<br />Proses demokrasi dan <br />Peran aktif siswa<br />Lingkungan belajar dan <br />Sistem Pengelolaan<br />Siswa bel dlm klp. Kecil<br />Dg tkt mampu beda<br />
  25. 25. 25<br />Tabel : 2“ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL)”<br />
  26. 26. 26<br />PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBI)<br />Landasan<br /> Teoritik<br />Teori Belajar <br />Konstruktivis<br />Belajar penemuan<br />Inquiry<br />Bruner<br />CTL<br />Menjadi pembelajar<br />Yang otonom,mandiri<br />Hasil Belajar<br />Siswa<br />Pemecahan masalah (autentik)<br />Lima fase<br />utama<br />Sintaks<br />Lihat tabel 3<br />Norma inquiry terbuka <br />Bebas kemukakan dpt<br />Terbuka, proses demokrasi,<br /> peran aktif siswa<br />Lingkungan belajar dan <br />Sistem Pengelolaan<br />
  27. 27. 27<br />Tabel : 3 “SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN PBI“<br />
  28. 28. 28<br />TERIMAKASIH<br />

×