Tajwid 3

3,259 views

Published on

Published in: Education, Travel, Spiritual
  • Be the first to comment

Tajwid 3

  1. 1. TAJWID 3QALQALAH DAN WAQAF Disampaikan dalam Pra Penataran Muballigh Tahun 1430 H/2009 M.Oleh:MUSBAHAERI, S.Pd.IKamad MA As’adiyah No. 1 Atapange.
  2. 2. QALQALAHArti: Goncangan atau pantulansuara dengan tiba-tiba sehinggaterdengar getaran.Huruf Qalqalah:  -  -  - -  (   )
  3. 3. Pembagian Qalqalah   : Bila salah satu huruf qalqalah itu berharakat sukun asli dalam kata-kata bahasa Arab. Bacaannya: berguncang dan berbunyi membalik Contoh: surah al-Ashr, al-fil, al-tin, al- nashr, al-lail, dll.
  4. 4. Sambungan   : bila salah satu huruf qalqalah berharakat sukun karena wakaf (tanda berhenti). Bacaannya: lebih jelas dan lebih berkumandang. Contoh: al-Falaq, al-Ikhlas, al-lahab.
  5. 5. WAQAFWaqaf adalah berhenti sejenakatau putus bunyi suara danberganti nafas. Tempatnya diakhir kata.Ada 6 (enam) keadaan hurufakhir kata ketika hendakdiwakafkan.
  6. 6. Keadaan 1Yang Berakhiran huruf sukun Cara membaca: harus dibunyikan mati dengan terang menurut bacaan yg semestinya, apakah qalqalah atau bukan Contoh:    al-kautsar, 
  7. 7. Keadaan 2 Yang berakhiran huruf berharakat fathah, dammah, dammatain, kasrah dan kasratain. Membacanya: harus disukunkan lebih dahulu kemudian dibaca mati yg terang menurut bacaan masing-masing huruf. Contoh:     .      .
  8. 8. Keadaan 3 Yg berakhiran Ta marbutah Dibaca seperti ha Contoh:            
  9. 9. Keadaan 4 Yg berakhiran dengan huruf yg didahului huruf mati dan setelah mematikan huruf akhir maka terdapatlah dua huruf mati Membacanya: dibunyikan sepenuhnya dengan menyuarakan setengah huruf yg terakhir dengan suara pendek.          
  10. 10. Keadaan 5 Yg berakhiran huruf yg didahulukan huruf mad atau mad lein. Membacanya: mematikan huru terakhir dan dibaca panjang seperti mad aridl lissukun.         
  11. 11. Keadaan 6 Yang berakhiran huru berharakat fathatain Membacanya dengan membunyikan menjadi fathah yg dibaca panjang 2 harakat dan berubah menjadi mad iwad            
  12. 12. Tanda-tanda waqaf  : lazim, harus berhenti  : mutlak, lebih baik berhenti  : jaiz, boleh berhenti boleh tidak  : mujauwaz, lebih baik disambung  : murakhas, kebebasan berhenti krn panjangnya ayat  : mustakhab, sebaiknya berhenti  : washal, larangan, kecuali di akhir kalimat.
  13. 13.  : mustakhabwaslah, baikdisambung.’. . ‘. : mu’anaqam, boleh berhentipada salah satu tanda : sima’i, tempat waqaf nabi : tanda u/ menerangkan hukumwakafnya, seperti hukum wakafsebelumnya.
  14. 14.  : berhenti sejenak tanpa nafas : ruku’, pembagian berhenti setiap haribagi penghafal (2 tahun tamat)

×