Metode-metode Pelatihan

3,489 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,489
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
175
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Metode-metode Pelatihan

  1. 1. Metode-metode PelatihanBy: AZH
  2. 2. Information Presentation Techniques Metode SimulasiMETODE OFF-SITE
  3. 3. INFORMATION PRESENTATIONTECHNIQUES
  4. 4. Lecture (As’ad, 2008) Teknik lecture atau kuliah: ceramah yang disampaikan secara lisan untuk tujuan-tujuan pendidikan. Dapat digunakan untuk kelompok besar, sehingga biaya per peserta relatif rendah. Bahan pengetahuan yg banyak dapat diberikan dalam waktu relatif singkat. Kelemahan: - peserta tidak aktif - penekanan cenderung pada faktor ingatan saja - kurang efektif dari metode lainnya (Carrol dalam As’ad, 2008)
  5. 5. Television and Films (As’ad, 2008) Merupakan metode penyampaian untuk suatu program latihan yg memiliki kelebihan dibandingkan dengan metode kuliah. Kelebihan: - bisa ditampilkan contoh-contoh yg riel - TV bisa melukiskan kejadian yg tidak bisa digambarkan melalui metode kuliah - Jika penyelenggaraan pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok & waktunya serentak, file rekaman atau film bisa dikirimkan ke semua kelompok.
  6. 6. Conference (As’ad, 2008) Conference: pertemuan formal dimana terjadi diskusi atau konsultasi mengenai hal penting (Munandar dalam As’ad, 2008). Sangat bergantung pada keterampilan, pendidikan, dan kepribadian pemimpin diskusi. Konferensi menekankan adanya: - diskusi kelompok kecil - bahan yg terorganisir - keterlibatan peserta secara aktif
  7. 7. lanjutan Conference (As’ad, 2008) Tujuan (McCormick & Tiffin dalam As’ad, 2008): - mengembangkan keterampilan personil dalam decision making & problem solving - menyampaikan informasi-informasi yg relatif baru - secara langsung bisa mengubah sikap-sikap dari peserta, seperti yg diinginkan Kelemahan: - peserta terbatas pada kelompok yg relatif kecil, biaya relatif lebih besar - proses pembelajaran berlangsung lambat
  8. 8. Program Instruction (As’ad, 2008) Program Instruction: bimbingan berencana atau isntruksi bertahap.• Ciri-ciri: - bahan latihan dibagi menjadi bagian-bagian kecil - bagian-bagian disusu menurut urutan tertentu - pada akhir urutan, peserta diminta untuk memberi respon untuk menilai pengetahuannya - peserta segera diberitahu jawaban yg benar atau yg salah
  9. 9. lanjutan.. Program Instruction(As’ad, 2008)• Keuntungan: - peserta dapat belajar sesuai dengan tempo belajarnya sendiri - bahan mudah diserap & diingat - ada umpan balik secara langsung - ada partisipasi aktif - perbedaan indiviu sangat diperhatikan - bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja
  10. 10. Computer-Assisted Instruction (As’ad, 2008) Computer-assisted instruction: metode dimana individu berinteraksi secara langsung dengan sebuah komputer pada mesin-mesin ketik elektronik (Goldstein dalam As’ad, 2008) Komputer mampu mengevaluasi kemajuan belajar dari orang yg dilatih
  11. 11. Program Instruction (As’ad, 2008) Program Instruction: bimbingan berencana atau isntruksi bertahap.• Ciri-ciri: - bahan latihan dibagi menjadi bagian-bagian kecil - bagian-bagian disusu menurut urutan tertentu - pada akhir urutan, peserta diminta untuk memberi respon untuk menilai pengetahuannya - peserta segera diberitahu jawaban yg benar atau yg salah
  12. 12. T.Group or Sensitivity Training (As’ad, 2008) T.Group biasa pula disebut dengan pendidikan laboratori. Tujuan: menyediakan pengalaman intensif mengenai bagaimana mereka saling mempengaruhi satu sama lain dan bagaimana kelompok terbentuk dan bagaimana mengatasi berbagai masalah yg umu terjadi dalam suatu organisasi (Lynton & Pareek, 1990). Kelompok pelatihan terdiri dari 12-15 orang.
  13. 13. Lanjutan..T.Group or Sensitivity Training (As’ad, 2008) Tujuan sistematis (Campbell, dkk. dalam As’ad, 2008): - memberikan pengertian kepada peserta mengenai bagaimana dan mengapa ia betindak terhadap orang lain dan mengnai cara ia mempengaruhi perilaku mereka. - memperoleh pengertian mengapa orang lain bertindak menurut cara mereka - mengajarkan pada peserta untuk menjadi pendengar yg baik - memperoleh pengertian mengenai bagaimana kemauan dari kelompok untuk bertingkah laku dalam kondisi tertentu - mempercepat perkembangan rasa toleransi - menciptakan situasi di mana peserta dapat menggunakan cara berinteraksi yg baru dengan orang lain
  14. 14. SIMULATION METHOD
  15. 15. Studi Kasus (As’ad, 2008) Studi kasus: uraian tertulis atau lisan mengenai suatu masalah dalam perusahaan atau keadaan perusahaan dalam jangka waktu tertentu yg nyata atau hipotesis yg didasarkan pada kenyataan. Peserta diminta mengidentifikasi masalah & merekomendasikan jawaban (Munandar dalam As’ad, 2008) Merupakan metode belajar melalui perbuatan dan bermaksud meningkatkan pemikiran analitis & kecakapan memecahkan masalah- masalah.
  16. 16. Role Playing (As’ad, 2008) Peserta diberitahu tentang suatu keadaan & peran mereka yg harus mereka mainkan tanpa skenario. Utamanya digunakan untuk memberi kesempatan kepada peserta untuk mempelajari keterampilan hubungan antarmanusia melalui praktik & untuk mengembangkan pemahaman akan pengaruh kelakuan mereka sendiri pada orang lain
  17. 17. Lanjutan.. Role Playing (As’ad, 2008) Kelebihan: Memungkinkan belajar melalu perbuatan Menekankan kepekaan manusia dan interaksi manusia Memberitahu langsung hasilnya Menimbulkan minat dan keterlibatan yg tinggi
  18. 18. On the Job TrainingJob RotationMETODE SITE (ON-SITE)
  19. 19. On the Job Training (As’ad, 2008) Personil lama mengajarkan pengetahuan dan keterampilan pada personil baru. Personil baru diharapkan dapat meniru atau mengadopsi dari personil lama. Teknik yg ekonomis karen belajar sambil bekerja. Sebaiknya dilengkapi dengan metode: ceramah, film, dst. Masalah yg biasa dihadapi adalah masalah kemampuan dan kemauan orang yg melatih (trainer)
  20. 20. Job Rotation (As’ad, 2008) Peserta ditempatkan pada pekerjaan atau bagian yg berbeda dalam suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu Peserta dapat memperoleh perspektif secara kompherensif tentang organisasi & bisa memahami hubungan antarbagian dalam organisasi. Umumnya digunakan untuk mengembangkan para pemimpin perusahaan yg menduduki posisi eksekutif.
  21. 21. Sumber referensi:• As’ad, M. (2008). Seri ilmu sumber daya manusia: Psikologi industri. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta• Lynton & Pareek. (2008). Training for development (Ed. ke-2). New Delhi: Kumarian Press, Inc.

×