0
MUHAMMAD ZEN, MA“24 HOURS Of CONTEMPORARY ZAKAT: 24    Tanya jawab seputar keseharian zakat                   Logo sponsor...
PENDAHULUANAlhamdulillâhi robbil âlamîn. Puji dan syukur kehadirat Allah yang Maha Pengasih lagi Mahapenyayang. Shalawat b...
Berbagai kalangan banyak menyarankan tulisan tersebut untuk segera dibukukan agarmanfaatnya dapat lebih banyak di rasakan ...
Karena itu, menurut jumhur ulama jika seseorang sewaktu hidupnya memiliki kewajibanberzakat kemudian tidak sempat menunaik...
zakat. Harapan juga semoga di negeri yang kita cintai ini aktivitas zakat dapat memilikiperanan strategis bagi kesejehtera...
Terima kasih atas masukan yang berarti dari kawan-kawan pengurus LAZ dan Baz dalampenyempurnaan buku ini yaitu mas Ganjar ...
DAFTAR ISIPengantar Direktur Utama IMZ ............................................................................. iiiPe...
- Berapa Bulan sekali bayar zakat ........................................................................ 69          - C...
BAB I                      PERTANYAAN SEPUTAR                    PENGERTIAN ZIS DAN NIAT-   Pengertian ZIS-   Niat-   Zaka...
Pengertian ZIS1Assalâmu’alaikum Wr. Wb.Alhamdulillah setiap bulannya walaupun uangnya sedikit saya rutin mengeluarkanzakat...
Perbedaannya juga dapat dicermati antara lain yaitu; 1) Zakat itu sifatnya wajib dan adanyaketentuannya/batasan jumlah har...
b) Zakat secara bahasa (lughat) berarti: tumbuh, berkembang, dan berkah (HR. At-Tirmidzi)atau dapat pula berarti membersih...
2. Melakukan amal kebajikan semuanya agar bernilai ganjaran pahala di sisi Allah Swt.Semuanya tergantung pada niat. Rasulu...
Niat2Assalâmualaikum Wr. Wb.Saya mempunyai keponakan (anak dari kakak istri) yang sekarang tinggal di rumah saya danmenjad...
berada di dalam Jihad Tarbiyah, saat kamu menanggung bebannya, bersabar atas keletihanyang dirasakan dan berjuang melawan ...
2.TabunganMenurut Dr. Yusuf Al-Qardhawi tabungan yang dimiliki lebih nishab 85 gram emas makawajib zakat. Dahulu, Rasulull...
Zakat Langsung3Ustadz, dalam Zakat seharusnya ada ijab Qobul. Apakah sah, Jika dakat diberikan langsungkepada penerima den...
kemajuan teknologi di berbagai perbankan membuat orang mempunyai banyak pilihansehingga tak perlu bersusah payah dalam mem...
Rasulullah membentuk tim yang merupakan petugas zakat yang terdiri dari para sahabatuntuk memungut zakat, dan hal ini dite...
Bayar Zakat Tahun Lalu4Assalâmualaikum Wr. Wb,Pak Ustadz saya ingin menanyakan bagaimana caranya bayar Zakat untuk yang te...
Menurut ulama fiqih apabila sebelumnya muzakki belum mengetahui tentang zakat hartayang wajib dizakati. Maka dimaafkan ole...
Kedua; Kalau yang tidak mau membayar zakat itu sekelompok orang yang mereka memilikikekuatan tapi masih berkeyakinan akan ...
Wa’alaikum Salâm Wr. Wb.Terima kasih atas pertanyaannya Saudara DY yang baik.1. Betul yang diungkapkan oleh saudara DY. Za...
perhitungan tahun tersebut, yang penting genap satu tahun dengan tidak mempermasalahkanharus dimulai pada bulan Muharram a...
Dasar Hukum Zakat6Assalâmualaikum Wr. Wb.Pak Ustadz saya mau bertanya apa dasar hukum zakat perusahaan, dalam kajian kitab...
Berdasarkan prinsip-prinsip di atas dapat dipahami bahwa modernisasi dalam bidangmuamalah diizinkan oleh syariat Islam, se...
- Jika perusahaan tersebut bergerak dibidang industri dan perdagangan, artinya     melakukan pengolahan suatu komoditi dan...
wadah usaha di pandang sebagai syakhsiah hukmiyah (badan hukum). Para individu diperusahaannya. Segala kewajiban ditanggun...
BAB II                   PERTANYAAN SEPUTAR              OBYEK DAN SUBYEK ZAKAT MODERN-   Zakat Rumah dan Kendaraan-   Zak...
Zakat Rumah dan Kendaraan7Assalâmualaikum Wr. Wb.Selain saya punya penghasilan tetap & tabungan, saya juga punya 1 rumah y...
dimaksud dan telah genap setahun dan jumlahnya melebihi batas nisab (nilai 85 gram emas)maka wajib dikeluarkan zakatnya se...
Zakat Jual Rumah8Assalâmualaikum Wr. Wb.Yth. Bpk. Ustad!Saya ingin bertanya, apakah hasil penjualan rumah wajib dikeluarka...
nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yangKami keluarkan dari bu...
Barang Pribadi9Assalâmualaikum Wr.Wb. pak ustadz,Apakah benar semua barang yang kita miliki selama 1 tahun dan bila di-rup...
700.000,-) berarti memang betul langkah yang Ibu Arum lakukan bahwa ibu wajibmengeluarkan zakat bisa setahun sekali sebesa...
emas, jadi yang dizakati adalah 120 gram emas dikali 2,5%. Sebab sudah melebihi nishab 85gram emas (wajib zakat).Kedua jik...
Assalâmu’alaikum ada informasi yang mengatakan bahwa mobil kredit juga wajib zakat, sesuaidengan jumlah kredit yang sudah ...
mobil itu menghasilkan uang dari usaha menggunakan mobil itu. Tetapi jika mobil itu hanyadigunakan sebagai kendaraan priba...
Asuransi Pendidikan11Assalâmu’alaikum Wr. Wb.Pak Ustadz, Apakah asuransi pendidikan wajib dikeluarkan juga zakatnya. Jika ...
2,5 persen dari seluruh klaim yang diterimanya jika jumlahnya mencapai lebih atau samadengan senilai 85 gram emas atau set...
Zakat Tanah Kavling12Assalâmualaikum Wr. Wb.Pak Ustadz ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan seputar Zakat :1. Jika sa...
2. Menurut Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya “Fiqh al-Islam wa adillatuhu”hutang/pinjaman bank pada saat diterima...
Barang Gadai13Assalâmualaikum warohmatullâhi wabarokâtuh,Mohon Jawaban Ustadz untuk 2 pertanyaan berikut.1. Apakah barang ...
paling penting dalam zakat mal seperti; peternakan, uang, perdagangan, perusahaan, dansebagainya.Mengenai nishab zakat, Ra...
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Buku 24 hours of contemporary zakat karya muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

5,981 views

Published on

ada dua ilustrasi yang menggambarkan antara orang yang berzakat dengan yang tidak berzakat. Pertama; kalau orang yang berzakat diilustrasikan apabila dihidangkan sebuah jeruk, tentu sebelum jeruk tersebut dimakannya/dikonsumsinya umumnya setiap orang melakukan terlebih dahulu berusaha membuka kulit jeruk tersebut dan dibuang kulitnya, bahkan biji dan serabutnya yang ada di dalam jeruk itu pun berusaha dibuang juga. Maka boleh jadi jeruk tersebut akan menjadi jeruk yang bervitamin dan bagus untuk kesehatan tubuh. Demikian halnya dengan orang yang berzakat, sebelum dia memakan harta yang didapatinya dari berbagai macam usaha atau pekerjaan, maka terlebih dahulu dia keluarkan hak orang lain dengan berzakat dan hartanya tidak tercampur dengan harta orang lain, sehingga boleh jadi hartanya menjadi bersih dan sehat. Firman Allah Swt: “..dan keluarkanlah zakat saat memetik panen/hasil” (QS. Al-An’am: 141). “Dan pada harta-harta mereka ada hak --orang lain seperti-- orang miskin yang meminta-meninta dan dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”(QS. Adz-Dzariat: 19) “Sungguh telah beruntung orang yang telah menyucikan jiwanya (dengan bersyukur atas nikmat dan berzakat)” (QS. Asyams: 9)

Sebaliknya, kedua, orang yang tidak berzakat diilustrasikan dengan dihidangkan sebuah jeruk, tentunya tipe orang ini berbeda dengan yang pertama. Jeruk tersebut langsung dimakannya/dikonsumsinya tanpa terlebih dahulu kulit jeruk tersebut dikupas dan dibuang kulitnya, bahkan biji dan serabut yang ada di dalam jeruk itu pun tidak berusaha dibuang juga. Bukankah akhirnya ketika mengkonsumsi jeruk itu menjadi pahit, tidak bervitamin bahkan tidak bagus untuk kesehatan tubuh. Demikian halnya dengan orang yang tidak berzakat, meskipun secara kasat mata harta tersebut adalah harta kita yang mendapatkannya namun ada hak orang lain yang wajib dikeluarkan. Tipe ini ketika memakan/medapatkan harta yang diperolehnya dari berbagai macam usaha baik kerja/hasil konsultan/pengacara/dosen/guru maupun dokter dsb, maka tidak terlebih dahulu dia keluarkan hak orang lain dengan berzakat dan hartanya tercampur dengan harta orang lain, sehingga boleh jadi hartanya tidak menjadi bersih, tidak sehat bahkan dapat menimbulkan penyakit/musibah. Hal ini sesuai sabda Rasulullah Saw:”Zakat menolak bahaya/musibah/penyakit” (HR. Muslim) Allah juga mengkategorikan mereka yang enggan berzakat karena bakhil/kikir dan tidak mempercayai akan ganjaran pahala di sisi Allah baik di dunia maupun di akhirat maka mereka akan dimudahkan oleh Allah menuju kesukaran/kesulitan/musibah/penyakit. (QS. Al-Lail (92): 4-5)

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,981
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
142
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Buku 24 hours of contemporary zakat karya muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

  1. 1. 0
  2. 2. MUHAMMAD ZEN, MA“24 HOURS Of CONTEMPORARY ZAKAT: 24 Tanya jawab seputar keseharian zakat Logo sponsor 1
  3. 3. PENDAHULUANAlhamdulillâhi robbil âlamîn. Puji dan syukur kehadirat Allah yang Maha Pengasih lagi Mahapenyayang. Shalawat beserta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw.Sejalan dengan perkembangan ekonomi dalam kehidupan umat manusia, kegiatan penghasilanmelalui keahlian/profesi dan perusahaan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Bahkanmenjadi kegiatan ekonomi yang utama, seperti terjadi pada negera-negara industri sekarangini. Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayat al-Mujtahid menjelaskan zakat itu terbagi menjadi duabagian zakat nafs atau dikenal zakat al-fithri dan zakat mâl. Menurut ulama kontemporer zakatmâl dibagi menjadi dua: pertama zakat mâl bersifat tafsili (terinci) sebagaimana telahdipraktekkan Rasulullah Saw bahwa obyek zakat ada lima obyek, dan kedua zakat mâl bersifatijmali (global/umum) yang menjadi tren kajian kontemporer seperti zakat tabungan, investasi,profesi, perusahaan dan sebagainya.Kajian zakat kontemporer di dunia ini tak lekang dari kajian tersebut, yang paling fenomenaldipelopori Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam Fiqh az-Zakat. Di mana di dalam buku tersebutdijelaskan harta objek zakat (al-amwâl az-Zakawiyyah) tidak hanya mencakup lima obyek zakat(kemudian dikenal zakat mal yang bersifat tafsili/terinci): pertama; zakat emas, perak danperhiasan, kedua; zakat pertanian, ketiga; zakat peternakan, keempat zakat perdagangan, dankelima; zakat barang tambang (rikaz).Harta objek zakat juga mencakup semua harta maupun penghasilan/pendapatan yang dimilikioleh setiap muslim (kemudian dikenal zakat mal bersifat ijmali/global), yaitu seluruh bidangpekerjaan yang halal telah mencapai nishab, wajib dikeluarkan zakatnya. Termasuk didalamnya penghasilan yang didapatkan melalui keahlian tertentu secara perorangan maupunbersama-sama, atau yang sering disebut dengan zakat profesi (mihnah/ mâl al-mustafâd).Misalnya dokter, ahli hukum, arsitek, dosen/guru, penjahit, karyawan, dan lain-lain. Selain itu,termasuk pula pada obyek zakat adalah perusahaan yang dikelola seorang muslim atausekumpulan orang muslim, misalnya dalam sebuah PT. perusahaan ini disebut syakhsiyyahi’tibariyyah (pribadi/dianggap orang). Demikian juga dengan hasil kajian para pesertaMuktamar International I tentang zakat di Kuwait (29 Rajab 1404 H/30 April 1984 M) telahsepakat tentang wajibnya zakat profesi, perusahaan dan zakat yang bersifat ijmali lainnya.Adapun landasan kewajiban zakat yang bersifat ijmali tersebut menurut ulama kontemporeradalah adanya nash-nash yang bersifat umum tentang kewajiban zakat QS. Al-Baqarah (2): 267dan QS. At-Taubah (9): 103. Untuk memperkuat pendapat tersebut dalam Kitab al-Amwal karyaAbu Ubaid dijelaskan, zakat atas penghasilan/pendapatan (zakat profesi) ternyata telahdipraktekkan oleh para sahabat seperti Utsman bin Affan, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas dan jugadipraktekkan masa tabiin seperti Umar bin Abdul Aziz. Berbeda dengan Malik bin Anas dalamkitab al-Muwaththa menjelaskan orang pertama yang mengambil zakat dari pendapatan adalahMuawiyah bin Abi Sufyan.Saudaraku yang dimuliakan Allah, buku yang ada di tangan pembaca ini merupakan upayasederhana penulis yang dikumpulkan dari berbagai pertanyaan yang sudah dipublikasikanmelalui situs eramuslim.com dan majalah sharing sebanyak tiga puluh Sembilan (39) tulisan. 2
  4. 4. Berbagai kalangan banyak menyarankan tulisan tersebut untuk segera dibukukan agarmanfaatnya dapat lebih banyak di rasakan oleh para pembaca. Sebab, di dalam buku inipembaca akan menemukan pertanyaan sehari-hari atau 24 jam seputar zakat kontemporer yangsering muncul di sekitar kita baik mengenai niatnya, saat menunaikannya,mendistribusikannya apakah langsung atau melalui lembaga, hakikat zakat mal itu sendiri darisegi obyek zakat (zakat profesi, perusahaan, tabungan, investasi dsb) maupun subyek zakat(orang yang menunaikan zakat). Semoga kesadaran menunaikan zakat semakin dapatdirasakan oleh para fakir miskin.Oleh karena itu, ada dua ilustrasi yang menggambarkan antara orang yang berzakat denganyang tidak berzakat. Pertama; kalau orang yang berzakat diilustrasikan apabila dihidangkansebuah jeruk, tentu sebelum jeruk tersebut dimakannya/dikonsumsinya umumnya setiaporang melakukan terlebih dahulu berusaha membuka kulit jeruk tersebut dan dibuangkulitnya, bahkan biji dan serabutnya yang ada di dalam jeruk itu pun berusaha dibuang juga.Maka boleh jadi jeruk tersebut akan menjadi jeruk yang bervitamin dan bagus untuk kesehatantubuh. Demikian halnya dengan orang yang berzakat, sebelum dia memakan harta yangdidapatinya dari berbagai macam usaha atau pekerjaan, maka terlebih dahulu dia keluarkanhak orang lain dengan berzakat dan hartanya tidak tercampur dengan harta orang lain,sehingga boleh jadi hartanya menjadi bersih dan sehat. Firman Allah Swt: “..dan keluarkanlahzakat saat memetik panen/hasil” (QS. Al-An’am: 141). “Dan pada harta-harta mereka ada hak --oranglain seperti-- orang miskin yang meminta-meninta dan dan orang miskin yang tidak mendapatbagian”(QS. Adz-Dzariat: 19) “Sungguh telah beruntung orang yang telah menyucikan jiwanya(dengan bersyukur atas nikmat dan berzakat)” (QS. Asyams: 9)Sebaliknya, kedua, orang yang tidak berzakat diilustrasikan dengan dihidangkan sebuah jeruk,tentunya tipe orang ini berbeda dengan yang pertama. Jeruk tersebut langsungdimakannya/dikonsumsinya tanpa terlebih dahulu kulit jeruk tersebut dikupas dan dibuangkulitnya, bahkan biji dan serabut yang ada di dalam jeruk itu pun tidak berusaha dibuang juga.Bukankah akhirnya ketika mengkonsumsi jeruk itu menjadi pahit, tidak bervitamin bahkantidak bagus untuk kesehatan tubuh. Demikian halnya dengan orang yang tidak berzakat,meskipun secara kasat mata harta tersebut adalah harta kita yang mendapatkannya namun adahak orang lain yang wajib dikeluarkan. Tipe ini ketika memakan/medapatkan harta yangdiperolehnya dari berbagai macam usaha baik kerja/hasil konsultan/pengacara/dosen/gurumaupun dokter dsb, maka tidak terlebih dahulu dia keluarkan hak orang lain dengan berzakatdan hartanya tercampur dengan harta orang lain, sehingga boleh jadi hartanya tidak menjadibersih, tidak sehat bahkan dapat menimbulkan penyakit/musibah. Hal ini sesuai sabdaRasulullah Saw:”Zakat menolak bahaya/musibah/penyakit” (HR. Muslim) Allah jugamengkategorikan mereka yang enggan berzakat karena bakhil/kikir dan tidak mempercayaiakan ganjaran pahala di sisi Allah baik di dunia maupun di akhirat maka mereka akandimudahkan oleh Allah menuju kesukaran/kesulitan/musibah/penyakit. (QS. Al-Lail (92): 4-5)Sebab mereka tidak mengeluarkan zakat, menurut ulama menjadi berdosalah mereka. Bahkangolongan ini dikategorikan Allah termasuk orang yang tidak berbahagia/beruntung melainkanorang yang merugi karena telah mengotori jiwa/hartanya dengan tidak berzakat (QS. Asy-Syams : 10) Mereka juga tidak memperoleh kebahagiaan justru mendapatkan siksa yang pedihdi sisi Allah SWT (QS. At-taubah (9): 34-35) Mereka pasti dijebloskan oleh Allah ke dalamSyaqr/neraka (QS. Al-Mudatstsir: 42-45) naûdzu billâhi min dzâlik. 3
  5. 5. Karena itu, menurut jumhur ulama jika seseorang sewaktu hidupnya memiliki kewajibanberzakat kemudian tidak sempat menunaikannya sampai meninggal dunia, meskipun adahutang dengan manusia dan hutang kepada Allah. Maka, menurut ulama wajib mendahulukanyaitu menunaikan hutang kepada Allah (yaitu zakat) baru kemudian hutang kepada manusia.Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid.Dengan demikian, betapa dahsyatnya perhatian Islam terhadap zakat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam al-Qur’ân, menurut Dr. Fuad Abdul Baqi dalam al-Mu’jam al-Mufahrats li al-FadzilQur’ân al-Karîm, kata zakat senantiasa bergandengan dengan kata shalat sebanyak dua puluhtujuh. Berarti dengan demikian zakat pun memiliki peranan strategis sama halnya denganshalat. Adanya perintah dari Allah kepada hambanya untuk wajib sholat maka diperintahkanjuga untuk zakat. “Dirikanlah sholat dan bayarkanlah zakat, dan ber ruku’lah bersama orang-orangyang ruku’”, (Q.S. Al-Baqarah (2): 43)Fungsi zakat ternyata lebih luas dibandingkan shalat. Kalau shalat memiliki fungsi secaravertikal saja di mana orang yang menunaikannya akan meningkat ketakwaannya kepada Allahdan akan tenang jiwanya. Berbeda dengan zakat, memiliki fungsi ganda selain fungsi secaravertikal juga secara horizontal. Zakat berfungsi untuk menyucikan harta dan jiwa disampinguntuk membantu meringankan beban orang-orang yang dalam hal kehidupan duniawi kurangdiuntungkan atau kelompok masyarakat miskin. Dengan kata lain, secara vertikal zakat bisamenyucikan jiwa orang yang berzakat fitrah (zakat an-Nafs/zakat al-fitri) dari sifat tamak,kikir dan bakhil dan senantiasa bersyukur atas nikmat/rizki yang telah diberikan Allah, sebabjiwa ini ternyata perlu untuk dizakati atau dibersihkan. Namun, sering orang memahami zakathanya zakat fitrah yang ditunaikan setahun sekali. Padahal masih ada harta yang wajib dizakatiyaitu dikenal zakat mâl atau harta yang wajib dikeluarkan dari harta kita agar bisamembersihkan harta kita.Adapun secara horizontal zakat memiliki peran strategis bagi masyarakat atau delapankelompok. Zakat merupakan ibadah ijtimaiyyah (kemasyarakatan), oleh karenanya paradigmabahwa zakat adalah urusan pribadi ansich menjadikan sosialisasi kesadaran berzakat perludikembangkan. Hasil survey Pusat Bahasa dan Budaya (PBB) UIN Jakarta 2004-2005menunjukkan hampir semua masyarakat muslim Indonesia pernah berderma. Kalau ditotal,ternyata rupiah yang dizakatkan-sedekahkan mencapai 19,3 triliun pertahun. Tentunya, angkatersebut menjadi isapan belaka saat tingkat kesadaran masyarakat berzakat menurun.Kesadaran mengeluarkan zakat akan meningkat saat umat Islam memahami bahwa harta yangmereka miliki ada hak orang lain untuk segera ditunaikan. Rasulullah Sawmenegaskan,”Bukanlah seorang muslim yang sebenarnya, orang yang kenyang perutnyasementara tetangganya kelaparan” (HR. Bukhori). Sebab, Islam mewajibkan zakat selainsebagai rukun agama, juga sebagai sistem distribusi kekayaan untuk menciptakankesejahteraan masyarakat.Hal tersebut tidak menjadi utopia belaka, terbukti dalam catatan sejarah, Abu Ubaid dalamKitab al-Amwal menjelaskan Khalifah Umar bin Abdul Azis –yang menjabat tidak sampai duatahun-- mampu membuat rakyatnya tidak seorangpun yang mau menerima zakat sebabkemakmuran dan kesejahteraan rakyat sangat tampak diantaranya karena adanya manfaat 4
  6. 6. zakat. Harapan juga semoga di negeri yang kita cintai ini aktivitas zakat dapat memilikiperanan strategis bagi kesejehteraan kaum mustad’afin.Sebagaimana yang diharapkan Mohammad Daud Ali saat menjelaskan tujuan zakat antara lainyaitu: pertama; mengangkat derajat fakir miskin dan membantunya keluar dari kesulitan hidupserta penderitaan, kedua; membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh paragharimin, ibnu sabil, dan mustahik, ketiga; membentangkan dan membina tali persaudaraansesama umat Islam dan manusia pada umumnya, keempat menghilangkan sifat kikir dan lobapemilik harta, kelima; Membersihkan sifat dengki dan iri dari hati orang-orang miskin, keenam;menjembatani jurang pemisah antara kaya dengan yang miskin, ketujuh; mengembangkan rasatanggung jawab sosial pada diri seseorang, terutama pada mereka yang mempunyai harta,kedelapan; mendidik manusia untuk berdisiplin menunaikan kewajiban dan menyerahkan hakorang lain yang ada padanya, dan kesembilan; sarana pemerataan pendapatan (rezeki) untukmencapai keadilan sosial.Dalam pembahasan buku ini akan terbagi ke dalam lima bagian, pertama; pertanyaan seputarpengertian zis dan niat. Bab ini akan membahas enam pertanyaan tentang pengertian zakat,infak dan sedekah, niat, zakat langsung, bayar zakat tahun lalu, syarat untuk zakat, dan dasarhukum zakat. Pada bagian kedua; pertanyaan seputar obyek dan subyek zakat modern. Bab inimembahas zakat rumah dan kendaraan, zakat jual rumah, barang pribadi, mobil kredit,asuransi pendidikan, zakat tanah kavling, barang gadai, zakat investasi bisnis, zakat investasidari hutang, zakat orang kaya dan yang tidak, zakat tabungan dan deposito dan zakat ibuhamil.Bagian ketiga; pertanyaan seputar zakat perdagangan atau perusahaan. Bab ini dibahas tentangzakat usaha, Perdagangan menggunakan Komputer, mengalami kerugian, zakat hasil usaha,zakat perusahaan dan zakat saham. Bagian keempat; pertanyaan seputar zakat profesi. Bab inimembahas tentang zakat penghasilan gaji, berapa bulan sekali bayar zakat, cara menghitungzakat dan zakat untuk yang berhutang.Pada bagian terakhir, kelima tentang pertanyaan seputar pendistribusian zakat. Dalam bab iniakan diuraikan tentang membantu biaya kuliah keponakan, miskin karena malas berhakkahzakat fitrah, zakat kepada bapak ibu, zakat diberikan kepada adik membayar hutang, zakat maldiberikan kepada kakak, zakat keluarga dekat, zakat kepada saudara jauh, zakat kepada suami,upah amil zakat, zakat dalam bentuk barang kepada anak yatim dan zakat untuk piutang.Ucapan terima kasih tak terhingga kepada Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) terutama IbuIr. Nana Mintarti, MSi (Direktur Utama), Bapak Kushardanta, MM (Direktur Eksekutif), dankawan-kawan TIM IMZ yang sudah mempercayakan penulis dalam mengasuh rubrikkonsultasi zakat dan memberikan dukungannya untuk menerbitkan buku ini. Mas ArifinPurwakananta (DD Republika) guru zakat yang tak henti-hentinya menyemangati penulisuntuk punya buku dan bergelut di dunia zakat. Tak lupa ucapan terima kasih kepada kolegakerja sama IMZ yaitu media situs internet eramuslim.com dan majalah Sharing: InspirasiEkonomi dan Bisnis Syariah yang memberikan kesempatan penulis untuk berkarya.Terimakasih juga kepada PT Indosat, Tbk atas dukungan penuh untukmendanai/mensponshori penerbitan buku ini Jazakallah Khairan Katsiraa. 5
  7. 7. Terima kasih atas masukan yang berarti dari kawan-kawan pengurus LAZ dan Baz dalampenyempurnaan buku ini yaitu mas Ganjar (LAZIS Amaliah Astra), Yudi (Direktur LAZ PTLG,Tbk), Kholil (Rumah Zakat), Ir. H. Amir (Ketua Bazda Lebak), Yuyun (Bazis DKI Jakarta)dan Lili Bariadi (Ketua Lazis FDK UIN Jakarta).Ucapan terima kasih tak lupa kepada maha guru Prof. Dr. KH Ali Mustofa Ya’qub, MApengasuh Pesantren Luhur Mahasiswa “Darus-Sunnah” High Institute for Hadith Sciencesyang memberi semangat penulis untuk terus tetap berkarya “wa lâ tamûtunna illâ wa antumkatibûn”. Ucapan terima kasih juga kepada kedua orang tua tercinta HM. Saman dan Hj.Masturoh yang tak henti-hentinya menyemangati untuk menulis buku, terima kasih jugapenulis sampaikan kepada mertua KH. Ahmad Syatibi Hanbali (Ketua MUI KabupatenLebak/Pengasuh Ponpes Qothrotul Falah Lebak-Banten) dan Ibu Hj. Amah atas diskusi danmasukkan yang berharga dalam buku ini. Nurul Huda Ma’arif, MA (Kepala Sekolah SMAPonpes Qothrotul Falah Lebak-Banten) kerap memberikan inspirasi penulis. Kepada istritercinta Hj. Dede Mardiah Syatibi, S.Hi dan putri pertama penulis Najwa Hafizah Zen terimakasih atas dukungan moril untuk segera menyelesaikan penulisan buku ini. Demikian jugaucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, menggunakan, danmensosialisasikan buku ini kepada seluruh masyarakat di Indonesia. Semoga Allah jua yangmembalas segala amal kebajikannya. Amin.Akhir kata, “tak ada gading yang tak retak” buku ini tentulah memiliki kekurangan. Karenanyakritik dan saran pembaca selalu menjadi harapan kami. Semoga buku ini bermanfaat bagimasyarakat luas terutama bagi peningkatan kesadaran umat Islam dalam mengeluarkan zakatdan dijadikan oleh Allah sebagai amalan investasi di akhirat kelak bagi penulis. Amin. Ciputat, 21 Sya’ban 1431 H 02 Agustus 2010 M Muhammad Zen 6
  8. 8. DAFTAR ISIPengantar Direktur Utama IMZ ............................................................................. iiiPengantar Direktur PT Indosat, Tbk ...................................................................... vPENDAHULUAN ................................................................................................. viiDAFTAR ISI .........................................................................................................xiiBAB I: PERTANYAAN SEPUTAR PENGERTIAN ZIS DAN NIAT ........................ 1 - Pengertian ZIS ...................................................................................................... 2 - Niat ....................................................................................................................... 6 - Zakat Langsung ................................................................................................... 9 - Bayar Zakat Tahun Lalu ..................................................................................... 12 - Syarat untuk Zakat .............................................................................................. 14 - Dasar Hukum Zakat ............................................................................................ 17BAB II: PERTANYAAN SEPUTAR OBYEK DAN SUBYEK ZAKAT MODERN ................................................................................... 21 - Zakat Rumah dan Kendaraan ............................................................................. 22 - Zakat Jual Rumah ............................................................................................... 24 - Barang Pribadi .................................................................................................... 26 - Mobil Kredit ......................................................................................................... 29 - Asuransi Pendidikan ........................................................................................... 31 - Zakat Tanah Kavling ........................................................................................... 33 - Barang Gadai ...................................................................................................... 35 - Zakat Investasi Bisnis ......................................................................................... 37 - Zakat Investasi dari Hutang ................................................................................ 40 - Zakat Orang kaya dan yang Tidak ...................................................................... 42 - Zakat Tabungan dan Deposito ........................................................................... 46 - Zakat Ibu Hamil .................................................................................................. 49BAB III: PERTANYAAN SEPUTAR ZAKAT PERDAGANGAN ATAU PERUSAHAAN ........................................................................... 51 - Zakat Usaha ......................................................................................................... 52 - Perdagangan menggunakan Komputer ............................................................... 55 - Mengalami Kerugian ............................................................................................ 58 - Zakat Hasil Usaha ................................................................................................ 60 - Zakat Perusahaan ................................................................................................ 62 - Zakat Saham ........................................................................................................ 64BAB IV: PERTANYAAN SEPUTAR ZAKAT PROFESI ...................................... 66 - Zakat Penghasilan Gaji ...................................................................................... 67 7
  9. 9. - Berapa Bulan sekali bayar zakat ........................................................................ 69 - Cara Menghitung Zakat ....................................................................................... 71 - Zakat Untuk yang Berhutang .............................................................................. 73BAB V: PERTANYAAN SEPUTAR PENDISTRIBUSIAN ZAKAT ...................... 75 - Membantu Biaya Kuliah Keponakan .................................................................... 76 - Miskin Karena Malas Berhakkah Zakat Fitrah ..................................................... 80 - Pembagian Zakat Bapak Ibu ................................................................................ 82 - Zakat diberikan kepada Adik Membayar Hutang ................................................. 85 - Zakat Mal diberikan kepada Kakak ...................................................................... 88 - Zakat Keluarga Dekat .......................................................................................... 90 - Zakat kepada Saudara Jauh ................................................................................ 93 - Zakat kepada Suami ............................................................................................ 95 - Upah Amil Zakat ................................................................................................... 98 - Zakat Dalam Bentuk Barang kepada Anak Yatim ............................................. 100 - Zakat Untuk Piutang ........................................................................................... 103PENUTUP.......................................................................................................... 106DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 107INDEKS ............................................................................................................ 109BIODATA PENULIS .......................................................................................... 111 8
  10. 10. BAB I PERTANYAAN SEPUTAR PENGERTIAN ZIS DAN NIAT- Pengertian ZIS- Niat- Zakat Langsung- Bayar Zakat Tahun Lalu- Syarat untuk Zakat- Dasar Hukum Zakat 9
  11. 11. Pengertian ZIS1Assalâmu’alaikum Wr. Wb.Alhamdulillah setiap bulannya walaupun uangnya sedikit saya rutin mengeluarkanzakat/infaq 2,5% dari gaji saya. Yang kemudian zakat/infaq tersebut saya bagi-bagikankepada: keponakan (yang kebetulan ponakan saya adalah anak yatim) dan kepada saudara-saudara saya yg kurang mampu.Yang jadi pertanyaan saya adalah 1. Apa arti dan perbedaan sedekah, zakat dan infaq? 2. Salahkah saya? Kalau selama ini ketika saya memberikan uang tersebut saya niatkan membayar sedekah dan infaq? 3. Apakah saya menyalahi aturan kalau zakat/infaq tsb saya berikan kepada saudara- saudara saya yang kurang mampu seperti keponakan, kakak atau adik saya sendiri?Atas segala perhatiannya saya ucapkan terima kasihWassallâmu alaikum Wr. Wb.IshendarJawabanWa’alaikum salam Wr. Wb.Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Ishendar yang budiman.1. Zakat, infaq, dan shodaqoh merupakan kebuktian iman kita kepada Allah SWT dansesama muslim yang membutuhkannya. Kalau kita melihat dari penggunaan ayat-ayat Al-Quran istilah shadaqah, zakat, dan infaq sebetulnya menunjuk kepada satu pengertian yaitusesuatu yang dikeluarkan. Zakat, infaq dan shadaqah memiliki persamaan dalam peranannyamemberikan kontribusi yang signifikan dalam pengentasan kemiskinan.Adapun perbedaannya yaitu zakat hukumnya wajib sedangkan infaq dan sedekah hukumnyasunnah. Atau zakat yang dimaksudkan adalah sesuatu yang wajib dikeluarkan, sementarainfaq dan shadaqah adalah istilah yang digunakan untuk sesuatu yang tidak wajib dikeluarkan.Jadi pengeluaran yang sifatnya sukarela itu yang disebut infaq dan shadaqah. zakat ditentukannishab-nya sedangkan infaq dan sedekah tidak memiliki batas, zakat ditentukan siapa saja yangberhak menerimanya sedangkan infaq boleh diberikan kepada siapa saja.1 Jumat, 04/12/2009 10:26 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/infaq-dan-zakat.htm 10
  12. 12. Perbedaannya juga dapat dicermati antara lain yaitu; 1) Zakat itu sifatnya wajib dan adanyaketentuannya/batasan jumlah harta yang harus zakat dan siapa yang boleh menerima. 2.Infaq: sumbangan sukarela atau seikhlasnya (materi). 3.Sedekah: lebih luas dari infaq, karenayang disedekahkan tidak terbatas pada materi saja.Sedangkan pengertian sedekah, zakat dan infaq yaitu sebagai berikut;a) Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalahorang yang benar pengakuan imannya. Adapun secara terminologi syariat shadaqah maknaasalnya adalah tahqiqu syaiin bisyaii, atau menetapkan/menerapkan sesuatu pada sesuatu.Sikapnya sukarela dan tidak terikat pada syarat-syarat tertentu dalam pengeluarannya baikmengenai jumlah, waktu dan kadarnya. Atau pemberian sukarela yang dilakukan olehseseorang kepada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin setiap kesempatan terbukayang tidak di tentukan baik jenis, jumlah maupun waktunya, sedekah tidak terbatas padapemberian yang bersifat material saja tetapi juga dapat berupa jasa yang bermanfaat bagiorang lain. Bahkan senyum yang dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang laintermasuk kategori sedekah. Shadaqoh mempunyai cakupan yang sangat luas dan digunakanAl-quran untuk mencakup segala jenis sumbangan.Sedekah juga berarti memberi derma, termasuk memberikan derma untuk mematuhi hukumdimana kata zakat digunakan didalam Al-quran dan sunnah. Zakat telah disebut pulasedekah karena zakat merupakan sejenis derma yang diwajibkan sementara sedekah adalahsukarela. Zakat dikumpulkan oleh pemerintah sebagai suatu pengutan wajib, sedangkansedekah lainnya dibayarkan secara sukarela. Jumlah dan nishab zakat di tentukan, sedangkanjumlah sedekah yang lainnya sepenuhnya tergantung keinginan yang menyumbang.Pengertian sedekah sama dengan pengertian infaq, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Hanya saja shadaqah mempunyai makna yang lebih luas lagi dibanding infaq.Jika infaq berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas, menyangkut juga halyang bersifat non-materiil. Shadaqah ialah segala bentuk nilai kebajikan yang tidak terikatoleh jumlah, waktu dan juga yang tidak terbatas pada materi tetapi juga dapat dalam bentuknon-materi, misalnya menyingkirkan rintangan di jalan, menuntun orang yang buta,memberikan senyuman dan wajah yang manis kepada saudaranya, menyalurkan syahwatnyapada istri dan sebagainya. Dan shadaqoh adalah ungkapan kejujuran (shiddiq) iman seseorang.Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah menyatakan bahwa jika tidakmampu bersedekah dengan harta, maka membaca tasbih, takbir, tahmid, tahlil, berhubungansuami-istri, atau melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar adakah sedekah.Dalam hadist Rasulullah memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburuterhadap orang kaya yang banyak bershadaqah dengan hartanya, beliau bersabda: "Setiaptasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap amar maruf adalahshadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya kepada istri shadaqah". (HR. Muslim) 11
  13. 13. b) Zakat secara bahasa (lughat) berarti: tumbuh, berkembang, dan berkah (HR. At-Tirmidzi)atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 10). Seorang yangmembayar zakat karena keimanannya nicaya akan memperoleh kebaikan yang banyak. AllahSWT berfirman : "Pungutlah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan zakat itu kamumembersihkan dan mensucikan mereka.". (QS : At-Taubah : 103). Sedangkan menurutterminologi syariah zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah hartatertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.Zakat juga berarti derma yang telah ditetapkan jenis, jumlah, dan waktu suatu kekayaan atauharta yang wajib diserahkan; dan pendayagunaannya pun ditentukan pula, yaitu dari umatIslam untuk umat Islam. Atau zakat adalah nama dari sejumlah harta tertentu yang telahmencapai syarat tertentu (nishab) yang diwajibkan Allah SWT untuk dikeluarkan dandiberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula (QS. 9:103 danQS. 30:39).Ulama Hanafiyyah mendefinisikan zakat dengan menjadikan hak milik bagian harta tertentudan harta tertentu untuk orang tertentu yang telah ditentukan oleh Syari karena Allah.Demikian halnya menurut mazhab Imam SyafiI, zakat adalah sebuah ungkapan keluarnyaharta atau tubuh sesuai dengan secara khusus. Sedangkan menurut mazhab Imam Hambali,zakat ialah hak yang wajib dikeluarkan dari harta yang khusus untuk kelompok yang khususpula, yaitu kelompok yang disyaratkan dalam Al-Quran. Zakat mempunyai fungsi yang jelasuntuk menyucikan atau membersihkan harta dan jiwa pemberinya.c) Infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingansesuatu. Menurut terminologi syariat, infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta ataupendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan Islam. Jika zakat adanishabnya, infaq tidak mengenal nishab.Infaq dikeluarkan setiap orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupunrendah, apakah ia di saat lapang maupun sempit (QS. 3:134). Jika zakat harus diberikan padamustahik tertentu (8 asnaf), maka infaq boleh diberikan kepada siapapun. Misalnya, untukkedua orang tua, anak-yatim, dan sebagainya (QS. 2:215).Infaq adalah pengeluaran sukarela yang di lakukan seseorang, setiap kali ia memperoleh rizki,sebanyak yang ia kehendakinya. Allah SWT memberi kebebasan kepada pemiliknya untukmenentukan jenis harta, berapa jumlah yang yang sebaiknya diserahkan.Terkait dengan infak ini Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Bukharidan Muslim ada malaikat yang senantiasa berdoa setiap pagi dan sore : "Ya Allah SWT berilahorang yang berinfak, gantinya. Dan berkata yang lain : "Ya Allah jadikanlah orang yang menahan infak,kehancuran". (HR. Bukhori) 12
  14. 14. 2. Melakukan amal kebajikan semuanya agar bernilai ganjaran pahala di sisi Allah Swt.Semuanya tergantung pada niat. Rasulullah bersabda: ”Sesungguhnya sahya perbuatan itu hanyalahdengan niat”. (HR. Muslim). Jika Bapak mengeluarkan harta diniatkan sedekah maka akanbernilai ibadah sedekah yang besar ganjarannya dari Allah SWT. Pun demikian jika diniatkanberinfak akan bernilai pahala infak. Tentunya hendaknya terlebih dahulu dimantapkan niatbapak yang manakah amal karitatif (sedekah atau infak) yang bapak pilih dan ditunaikan.3. Zakat/infaq diberikan kepada saudara-saudara yang kurang mampu seperti keponakan,kakak/adik sendiri menurut ulama diperbolehkan atau tidak berdosa untuk memberikepadanya zakat. Sebab, mereka bukan menjadi tanggung jawab bapak Ishendar dan dengancatatan bahwa mereka adalah mustahik zakat yaitu apakah mereka masuk kriteria fakir ataumiskin. Meskipun demikian, alangkah lebih arifnya jika bapak mengeluarkan harta tersebutsebagai sedekah yang juga tidak kalah besar amalan pahalanya. Dan mengeluarkan zakatmaal-nya pada lembaga amil zakat baik BAZ maupun LAZ yang amanah agar zakat dapatlebih merata tersalurkannya dan dapat terberdayakan mustahiknya.Berdasarkan penjelasan tersebut jelas bahwa sedekah, infak dan zakat memiliki sisi perbedaanbaik penghimpunannya maupun penyalurannya. Dengan mengeluarkan sedekah/infak/zakatsebetulnya untuk bekal investasi nanti di akhirat bahkan akan dijauhkan dari musibah.Rasulpun menjelaskan orang yang mengeluarkan sedekah/zakat akan terhindar darimarabahaya/musibah. Bahkan zakat dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa,memurnikan jiwa (menumbuhkan akhlak mulia, menjadi murah hati, peka terhadap rasakemanusiaan) dan mengikis sifat bakhil (kikir) serta serakah. Dengan begitu, akhirnya terciptasuasana ketenangan batin yang terbebas dari tuntutan Allah SWT dan kewajibankemasyarakatan, yang selalu melingkupi hati.Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam. 13
  15. 15. Niat2Assalâmualaikum Wr. Wb.Saya mempunyai keponakan (anak dari kakak istri) yang sekarang tinggal di rumah saya danmenjadi tanggungan saya termasuk pendidikannya. Keponakan saya itu anak yatim, ibunyabekerja sebagai buruh tani di kampung. Sejak masih di kampung sampai keponakan saya itutinggal di rumah saya, saya selalu membantu dalam masalah keuangan yang jumlahnya InsyaAllah 2,5 % dari penghasilan saya sebulan, malah kadang lebih. Tetapi selama ini saya tidakpernah mengatakan bahwa itu zakat kepada yang bersangkutan, saya hanya pernahmengatakan kepada istri saya bahwa bantuan yang saya berikan itu untuk membersihkanharta atau zakat. Pertanyaan saya, apakah yang saya berikan itu benar zakat harta, jika salahapa istilah bantuan saya itu dan apakah saya masih diwajibkan membayar zakat? Sebagaitambahan, saya juga memiliki tabungan.WassalâmMickey MouseJawabanWa’alaikum Salam Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Mickey Mouse yang baik.1. Zakat adalah rukun Islam yang ketiga. Secara harfiah Zakat berarti "Tumbuh","Berkembang" , "Menyucikan" atau "Membersihkan". Zakat artinya memberikan sebagiankekayaan untuk orang yang berhak menerimanya (mustahiq) jika sudah mencapai nisab(jumlah kekayaan minimal) dan haul (batas waktu) zakat.Zakat juga adalah harta yang kita keluarkan dengan ketentuan-ketentuan yang telahdigariskan oleh agama dan disalurkan kepada orang-orang tertentu pula sebagaimana yangdijelaskan dalam al-Qur’an. Ada ketentuan lain dari zakat yaitu bahwa zakat tidak bolehdisalurkan kepada orang-orang yang menjadi tanggungan kita. Misalnya istri dan anak, karenamereka semua adalah tanggung jawab kita untuk memberikan nafkah kepada mereka, dalamartian, mereka adalah tanggungan kita.Adapun menurut ulama, pemberian zakat kepada keponakan termasuk pendidikannya makaboleh menyalurkan zakat kepada mereka. Bagi yang menjadi tulang punggung keluarga.Hendaknya bergembira karena dijanjikan surga oleh Rasulullah SAW, yakni selama kamu2 Selasa, 17/11/2009 22:41 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/menganggap-zakat-tapi-tidak-pernah-mengatakan-zakat.htm 14
  16. 16. berada di dalam Jihad Tarbiyah, saat kamu menanggung bebannya, bersabar atas keletihanyang dirasakan dan berjuang melawan kesulitan-kesulitannya. Berikanlah harta kepadakeluarga yang terdekat (kerabat) terlebih dulu: “Mereka bertanya tentang apa yang merekanafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak,kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." ...[QS. Al Baqarah (2):215] Terhadap orang yang berzakat kepada keluarganya Nabi sawbersabda, "Dia mendapatkan dua pahala, yaitu pahala menyambung kekerabatan dan pahala sedekah."[HR Bukhari]Menurut ulama fiqih bahwa orang yang membayarkan zakatnya harus dengan niat, baikdiucapkan maupun tidak diucapkan secara langsung. Adapun pelaksanaan niat itu ialah padawaktu melaksanakan zakat.. Niat itu dengan ikhlas lillahi taala, artinya zakat itu dilaksanakankarena diperintahkan diwajibkan oleh Allah, berharap semoga zakatnya diterima oleh Allahyang dengan sendirinya ia akan mendapat pahala balasan dan penuh keyakinan. Kesemuanyaitu berdasar atas Al Quran surat Al Bayyinah (98:5): ”Mereka tidak disuruh kecuali supayamenyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus”.Bahkan saat berzakat tidak diperkenankan untuk menyebut/menyakiti mustahik “Hai orangorang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut~yebutnya danmenyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepadamanusia”. (QS. Al Baqarah (2) : 264). Jika zakat yang dikeluarkan diniatkan zakat makamenjadi ibadah zakat, tetapi kalau tidak diniatkan untuk zakat maka tidak menjadi zakat.Oleh karena itu, maka berarti Bapak wajib zakat lagi. Demikian halnya jika diniatkansedekah/nafkah maka menjadi amalan sedekah/nafkah.Dari Abu Hurairah Radliyallaahu anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallambersabda: "Bersedekahlah. " Lalu seorang laki-laki berkata: Wahai Rasulullah, aku mempunyai satudinar? Beliau bersabda: "Bersedekahlah pada dirimu sendiri." Orang itu berkata: Aku mempunyai yanglain. Beliau bersabda: "Sedekahkan untuk anakmu." Orang itu berkata: Aku masih mempunyai yanglain. Beliau bersabda: "Sedekahkan untuk istrimu." Orang itu berkata: Aku masih punya yang lain.Beliau bersabda: "Sedekahkan untuk pembantumu." Orang itu berkata lagi: Aku masih mempunyai yanglain. Beliau bersabda: "Kamu lebih mengetahui penggunaannya. " Riwayat Abu Dawud dan NasaiAlhasil, keponakan tidak termasuk dalam tanggungan Bapak Mickey Mouse secara langsungsebagai mana telah disebutkan yaitu istri dan anak. Maka, sebagai saudara bapak memilkiperan tanggung jawab langsung yang diberikan kepada keponakan bapak. Sehingga bolehmemberikan zakat kepada keponakan. Pada dasarnya menyalurkan zakat secara langsungtanpa melalui pengelola zakat adalah sah, karena tidak ada dalil yang melarangnya. Namunmeskipun begitu, penyaluran zakat sangat dianjurkan melalui sebuah pengelola ataupunlembaga yang khusus menangani zakat, karena hal ini sudah dipraktekkan sejak zamanRasulullah. Dahulu, dalam menangani zakat Rasulullah membentuk tim yang merupakanpetugas zakat yang terdiri dari para sahabat untuk memungut zakat, dan hal ini diteruskanoleh generasi sahabat sesudahnya yang memiliki manfaat yang lebih besar dan lebih merata. 15
  17. 17. 2.TabunganMenurut Dr. Yusuf Al-Qardhawi tabungan yang dimiliki lebih nishab 85 gram emas makawajib zakat. Dahulu, Rasulullah telah mewajibkan zakat emas dan perak, padahal Rasulullahpun tahu bahwa emas dan perak yang mereka miliki adalah dari hasil usaha mereka sepertiperdagangan. Jika kita berfikiran bahwa kita tidak wajib mengeluarkan zakat emas denganalasan bahwa kita sudah mengeluarkan zakat penghasilan kita, tentu Rasulullah pun tidakakan mewajibkan zakat emas dan perak, karena tentu zakat emas dan perak sendiri berasaldari hasil usaha mereka yang hasil usaha merekapun Rasulullah memerintahkan untukdikeluarkan zakatnya. Contoh lain yang semisal dengannya adalah seseorang yangmempunyai tabungan yang sudah dikeluarkan zakatnya, apabila dari tabungan tersebut tahunberikutnya cukup nishab maka wajib atasnya berzakat 2,5%.Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam. 16
  18. 18. Zakat Langsung3Ustadz, dalam Zakat seharusnya ada ijab Qobul. Apakah sah, Jika dakat diberikan langsungkepada penerima dengan perantara pihak ke-3 (Bukan Panitia Zakat)?Heni NurbainiJAWABANWa’alaikum Salâm Wr.Wb. Terima kasih bu Heni Nurbaini atas pertanyaannya yang baik.Ada ulama yang menjelaskan bahwa ijab qabul zakat hendaknya disebutkan secara jelas yaitudengan menyatakan: “Aajaraka Allahu fi maa athaita wa baraka fi maa abqaita” (mudah-mudahan Allah memberikan pahala pada harta yang telah engkau berikan dan mudah-mudahan pula Allah memberikan keberkahan pada harta anda yang lainnya). Demikianhalnya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan dalam bukunya ”Al-Fiqh al-Islam waadillatuhu” menyerahkan zakat kepada mustahik atau kepada wakilnya yaitu imam ataupetugas zakat (BAZ/LAZ) merupakan rukun zakat.Ada juga ulama yang menjelaskan bahwa ijab kabul di dalam penyerahan harta zakatsesungguhnya bukan hal yang mutlak menjadi syarat. Sehingga, bila tidak ada ijab kabuldalam zakat, maka zakat itu menjadi sah. Banyak pakar dan penggeliat zakat menjelaskanbahwa pembayaran zakat di masa datang, tak akan dikenali lagi ijab kobul. Jadi, orang tak lagimembaca doa pemberi zakat dan si penerima zakat tak perlu lagi mengucapkan doa penerimazakat sambil bersalaman seperti banyak terjadi di tempat penerima zakat yang dikenal selamaini.Menurut hemat kami, mungkin masa kini dan beberapa tahun mendatang orang lebih banyakmembayar zakat tanpa ijab kabul, sebab adanya kemudahan transaksi keuangan dan ditopang3 Selasa, 20/10/2009 10:09 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-langsung.htm 17
  19. 19. kemajuan teknologi di berbagai perbankan membuat orang mempunyai banyak pilihansehingga tak perlu bersusah payah dalam membayar zakat. Sebab perkembangan teknologiera kini boleh jadi orang berzakat sudah sangat mudah baik bisa via sms, kartu kredit,transfer maupun via internet dan sebagainya. Bahkan dalam jual beli yang sangatmemperhatikan masalah ijab kabul, tetap bisa dilakukan secara online atau by-phone tanpa ijabqabul. Apalagi dalam masalah setoran uang zakat, tentu lebih mudah lagi.Tentunya, sekali lagi dalam kajian agama sah dilakukan. Mayoritas mazhab fuqahaberpendapat, bahwa niat itu merupakan syarat dalam mengeluarkan zakat, karena zakat ituadalah ibadah, sedang ibadah tidak sah kecuali dengan niat. Allah berfirman QS. Al-bayyinah(98):5 dan Rasulullah bersabda: ”Sesungguhnya sahya perbuatan itu hanyalah dengan niat”. (HR.Muslim)Hal ini dimaksud bahwa urgensi niat bagi muzakki yaitu meyakini bahwa zakat yangdikeluarkan itu adalah zakat hartanya. Dr. Yusuf Al-Qardhawi menjelaskan niat bolehdilaksanakan cukuplah bagi muzakki berniat secara umum saja pada waktu mengeluarkanzakat, sehingga tidak perlu lagi bagi dia meniatkan setiap kali dia memberikan kepada setiapmustahik yang menerima zakatnya.Meskipun demikian, ijab dan qabul intinya dalam hati yang menunjukkan keridhaan dankeikhlasan saat niat menyerahkan zakat. Para pakar hukum sepakat bahwa mewakilkan oranglain untuk membagikan zakat itu dibolehkan, dengan ketentuan ada niat dari orang yangmewakilkan atau orang yang menyerahkan zakat. Kalau muzakki sudah berniat membayarkanzakat atau menyerahkan kepada wakil, menurut mazhab hanafi dan syafiie, atau berniat sesaatsebelum penyerahan zakat menurut mazhab hanbali, atau berniat sewaktu melepaskannyamenurut mazhab Maliki, hanbali dan Syafiie, lalu diserahkan oleh wakil kepada orang fakirtanpa niat maka diperbolehkan.Jika seseorang berzakat diberikan langsung ke penerima dengan perantara ke-3 (bukanpanitia), sesungguhnya dia telah memiliki niat untuk berzakat bahkan yakin kalau zakattersebut sampai kepada mustahiknya. Karena itu, sah-sah saja berzakat melalui orang yangamanah meskipun ijab qabulnya tidak disertai dengan bersalaman antara muzakki denganamil.Maka, pada dasarnya menyalurkan zakat secara langsung tanpa melalui pengelola zakat adalahsah, karena tidak ada dalil yang melarangnya. Namun meskipun begitu, penyaluran zakatsangat dianjurkan melalui sebuah pengelola ataupun lembaga yang khusus menangani zakat,karena hal ini sudah dipraktekkan sejak zaman Rasulullah. Dahulu, dalam menangani zakat 18
  20. 20. Rasulullah membentuk tim yang merupakan petugas zakat yang terdiri dari para sahabatuntuk memungut zakat, dan hal ini diteruskan oleh generasi sahabat sesudahnya.Untuk itulah mengapa dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa salah satu orang yang berhakmenerima zakat adalah petugas zakat, karena memang zakat itu sendiri harus ada petugasyang mengelola, baik pemungutan maupun penyaluran, sebagaimana yang telah dipraktekkansemenjak zaman Rasulullah. Disamping itu, Allah telah berfirman QS. At-Taubah (9): 103:“Ambillah zakat dari harta mereka...” ayat ini menegaskan bahwa zakat harus ada yangmemungut dan yang memungut zakat adalah petugas zakat. Jadi, menyalurkan zakat kepadapengelola zakat adalah lebih utama dan lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah.Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam. 19
  21. 21. Bayar Zakat Tahun Lalu4Assalâmualaikum Wr. Wb,Pak Ustadz saya ingin menanyakan bagaimana caranya bayar Zakat untuk yang telah lalu.Karena saya merasa saya sering lupa bayar zakat di masa lampau dan saya inginmemperbaikinya. mohon petunjuk .Waalaikumsalâm Wr.WbwiwinJawabanWa’alaikum salam Wr. Wb.Terima kasih atas pertanyaannya Ibu Wiwin yang baik.Yang diwajibkan berzakat ialah orang Islam yang memiliki kekayaan yang cukup nisab.Apabila ada keinginan yang baik dari Ibu Wiwin untuk membayar zakat maka hendaknyabersegeralah ditunaikan zakatnya, apabila memungkinkan masih ada rizkinya (harta yangingin dikeluarkan tahun lalu).Sebab, apabila muzakki berlaku lalai bahkan enggan mengeluarkannya maka Allah Swt akanmenyiksa mereka dan dimasukkan ke dalam neraka (QS. Al-Humazah (104):2-9)Namun, Allah sangat mencintai orang-orang yang melakukan amal kebajikan termasukberzakat, bahkan akan memasukkan mereka kedalam surga firdaus (QS. Al-Mu’minun : 1-11)dan mereka dipredikatkan sebagai orang yang memperoleh keberuntungan (QS. Al-‘ashr : 1-3)4 Kamis, 05/11/2009 14:13 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/bayar-zakat-yang-telah-lampu.htm 20
  22. 22. Menurut ulama fiqih apabila sebelumnya muzakki belum mengetahui tentang zakat hartayang wajib dizakati. Maka dimaafkan oleh Allah SWT, sebab Allah Maha Pemaaf dan tidakmemberatkan umat-Nya. Oleh karena itu, jika Ibu Wiwin ingin memperbaikinya hendaknyabersegeralah mengeluarkan zakat pada tahun ini yang masih mudah untuk dihitung danditunaikan baik dikeluarkan secara langsung setahun sekali atau boleh juga dengan diangsurmelalui pengeluarannya perbulan. Selagi masih diberikan peluang atau kesempatan usiapanjang kepada kita, sehingga Allah masih memperkenankan kita untuk menunaikan hakorang lain dengan berzakat. Namun apabila tidak ada uangnya dan lupa sama sekali bukanlupa yang dibuat-buat, dalam hal ini cukup dikeluarkan zakat tahun ini saja.Sebab pada harta kita tersebut ada hak orang lain. Allah Swt berfirman: “Dan pada hartamereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.”(Adz-Dzariyat : 19)Ibnu Qudamah menjelaskan: “Barang siapa yang mengingkari (tidak berzakat) karena jahil (tidaktahu) atau dia termasuk orang yang tidak tahu karena baru masuk Islam atau dia tinggal di daerahterpencil yang jauh dari daerah yang mengetahui akan wajibnya maka tidak dikafirkan. Adapun kalaudia seorang muslim yang tinggal di negeri Islam di tengah-tengah ahli ilmu maka hukumnya murtad.”(Mughni 4:6-7)Banyak dalil-dalil baik itu dari Al-Kitab ataupun As-Sunnah tentang ancaman keras bagiorang yang bakhil dengan zakat dan enggan untuk mengeluarkannya. Firman Allah Swt :“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah makaberitahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih". (At Taubah (9): 34)“Sekali-sekali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka darikaruniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalahburuk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di harikiamat.” (Ali Imron : 180)Dengan demikian harta yang tidak ditunaikan zakatnya maka pemiliknya akan disiksadengannya pada hari kiamat. Menurut Ulama Fiqih, mengenai hukum Bagi yang Tidak MauMembayar Zakat ada beberapa pendapat:Pertama; Seorang yang tidak mau membayar zakat tapi masih meyakini akan wajibnya.Para ulama memberikan hukuman bahwa pelakunya berdosa dan tidak mengeluarkannya darike-Islam-annya. Kepada penguasa (hakim) agar memaksa pelakunya supaya mau membayarzakat serta memberikan hukuman pelajaran kepadanya.Adapun Ibnu Taimiyah menghukumi orang yang seperti itu adalah kafir dalam batinnya,walaupun secara dzahir tidak dikafirkan, akan tetapi disikapi seperti sikapnya orang-orangmurtad yang diberi kesempatan bertaubat tiga kali, kalau tidak mau bertaubat makahukumnya dibunuh. (Lihat Fatawa 7:611, mausu’ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2:877) 21
  23. 23. Kedua; Kalau yang tidak mau membayar zakat itu sekelompok orang yang mereka memilikikekuatan tapi masih berkeyakinan akan wajibnya. Para ulama menghukumi agar diperangisampai mereka mau membayar zakat sebagaimana kisahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dalammemerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. (HR. Jama’ah dari Abu Hurairah)Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam. Syarat untuk Zakat5Assalâmualaikum Wr. WbPa Ustadz, saya memiliki dua pertanyaan dengan kasus yang agak mirip.Sepengetahuan saya, salah satu syarat harta untuk dizakatkan (zakat mal) adalah telahmencapai al haul (berlaku satu tahun).1. Pada Ramadhan tahun lalu, tabungan saya belum mencapai nisab untuk zakat. Kemudianbertambah secara periodik setiap bulannya hingga melebihi nisabnya pada ramadhan tahunini. Apakah ini sudah mencukupi syarat al haul tersebut ?2. Apabila saya memiliki harta yang telah melebihi nisab untuk zakat, kemudian enam bulankemudian mengalami penyusutan hingga di bawah nisab, dan enam bulan selanjutnyaberkembang kembali hingga memenuhi nisab zakat, apakah itu juga dapat dihitung telahberlalu satu tahun?Mohon pencerahannya. Sebelumnya saya sampaikan terima kasih.Jazâkumullâh khairan katshîrâ.Wassalâmualaikum Wr. Wb.DYJAWABAN5 Sabtu, 19/09/2009 11:35 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/syarat-untuk-zakat-mal.htm 22
  24. 24. Wa’alaikum Salâm Wr. Wb.Terima kasih atas pertanyaannya Saudara DY yang baik.1. Betul yang diungkapkan oleh saudara DY. Zakat tabungan adalah zakat harta yangdiperoleh dari hasil harta simpanan/tabungan. Allah SWT mengecam orang yang engganberzakat dengan firman-Nya: “…dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak (termasuktabungan/deposito) dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka,(bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS. At-Taubah (9): 34) Bahkan Rasulullahbersabda: “Tiadalah bagi pemilik simpanan yang tidak menunaikan zakatnya, kecuali dibakardiatasnya di neraka jahanam” (HR. Bukhori) lihat subussalam II, hal.129.Berdasarkan penjelasan tersebut maka seluruh harta harta simpanan/tabungan yang sudahdimiliki selama satu tahun (haul) dan cukup nishabnya setara dengan emas 85 gram makawajib zakat. Jadi, zakat tabungan diwajibkan jika sudah cukup nishab dan sudah haul. Nisabadalah jumlah minimal harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Tetapi, kalau belum cukupnishab tidak wajib zakat.Adapun haul adalah waktu wajib mengeluarkan zakat yang telah memenuhi nisabnya. Hauljuga adalah syarat yang paling penting dalam zakat harta yang berjalan atau bergerak seperti;peternakan, uang, perdagangan, perusahaan, tabungan dan sebagainya. SebagaimanaRasulullah saw bersabda : “Tidak ada kewajiban zakat atas harta sehingga telah berlalu atasnya satutahun” (Abu Daud).2. Zakat harta/tabungan menurut Yusuf Al-Qardhawi adalah bahwa zakat kekayaandiwajibkan satu kali dalam setahun jika cukup nishab. Hitungan berlalu Setahun, maksudnyabahwa pemilikan yang berada di tangan si pemilik sudah berlalu masanya dua belas bulanQomariyah.Menurut mazhab Hanafi, Maliki dan mayoritas ulama bahwa kesempurnaan nisab dilihatpada awal dan akhir haul, kekurangan dan kelebihan di antara awal dan akhir haul tidakmempengaruhi nisab. Harta zakat beserta penghasilannya digabungkan di akhir haul cukupatau tidak nishabnya. Misalnya, tahun lalu mengeluarkan zakat di bulan Ramadhan, tinggaldihitung pada tahun ini yaitu bulan ramadhan jika cukup nishab maka wajib zakat. Namun,jika tidak cukup nishab maka tidak wajib zakat dan sangat dianjurkan mengeluarkanShadaqah.Mengenai kapan dimulainya perhitungan haul, Ustman ibnu Affan r.a. pernah menyerukankepada kaum muslimin ketika bulan Muharram tiba “Bulan ini adalah bulan kalian membayarzakat kalian, siapa yang memiliki hutang hendaklah dibayarnya sehingga kalian daapat menunaikankewajiban zakat harta kalian”. Tapi sebagian ulama memberikan kebebasan untuk menentukan 23
  25. 25. perhitungan tahun tersebut, yang penting genap satu tahun dengan tidak mempermasalahkanharus dimulai pada bulan Muharram atau bulan yang cukup nishab satu tahun.Menurut Yusuf Al-Qardhawi, persyaratan setahun ini hanyalah buat barang yang dapatdimasukkan ke dalam istilah "zakat modal" seperti: ternak, uang (termasuk tabungan), hartabenda dagang, dll. Adapun hasil pertanian, buah-buahan, madu, logam mulia (barangtambang), harta karun, dll yang sejenis semuanya termasuk ke dalam istilah "zakatpendapatan" dan tidak dipersyaratkan satu tahun (maksudnya harus dikeluarkan ketikadiperoleh).Al-hasil, zakat tabungan adalah termasuk dari zakat simpanan/mal/harta. Maka yangbersangkutan hendaknya wajib mengeluarkan zakatnya jika sudah cukup nishab dan haulnya.Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam. 24
  26. 26. Dasar Hukum Zakat6Assalâmualaikum Wr. Wb.Pak Ustadz saya mau bertanya apa dasar hukum zakat perusahaan, dalam kajian kitab klasikkami tidak menemukan?Waalaikum Salâm Wr. Wb.Deden, Tasik MalayaJawabanWa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih Pak Deden atas pertanyaannya yang super."Zakat perusahaan" (Corporate Zakat) adalah sebuah fenomena baru, sehingga hampirdipastikan tidak ditemukan dalam kitab fiqih klasik. Ulama kontemporer melakukan dasarhukum zakat perusahaan melalui upaya qiyas, yaitu zakat perusahaan kepada zakatperdagangan.Zakat perusahaan hampir sama dengan zakat perdagangan dan investasi. Bedanya zakatperusahaan bersifat kolektif. Gejala ini dimulai dengan prakarsa para pengusaha dan manajermuslim modern untuk mengeluarkan zakat perusahaan. Kaum cendekiawan muslim ikutmengembangkan sistem ini, dan akhirnya BAZ (Badan Amil Zakat) dan LAZ (LembagaAmil Zakat) juga ikut memperkokoh pelaksanaannya.Para ulama peserta muktamar internasional menganalogikan zakat perusahaan kepada zakatperdagangan, karena dipandang dan aspek legal dan ekonomi kegiatan sebuah perusahaanintinya adalah berpijak pada kegiatan trading atau perdagangan. Oleh karena itu, nishabnyaadalah sama dengan nishab zakat perdagangan yaitu 85 gram emas.6 Jumat, 26/06/2009 18:39 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/dasar-hukum-zakat-perusahaan.htm 25
  27. 27. Berdasarkan prinsip-prinsip di atas dapat dipahami bahwa modernisasi dalam bidangmuamalah diizinkan oleh syariat Islam, selama tidak bertentangan dengan prinsip dan jiwasyariat Islam itu sendiri. Menyadari bahwa kehidupan dan kebutuhan manusia selaluberkembang dan berubah, maka syariat Islam dalam bidang muamalah, pada umumnyahanya mengatur dan menetapkan dasar-dasar hukum secara umum. Sedangkan perinciannyadiserahkan kepada umat Islam, dimana pun mereka berada. Tentu perincian itu tidakmenyimpang apalagi bertentangan dengan prinsip dan jiwa syariat Islam. Dalam konteksinilah perusahaan ditempatkan sebagai muzakki/wajib zakat.Perusahaan wajib mengeluarkan zakat, karena keberadaan perusahaan adalah sebagai badanhukum (recht person) atau yang dianggap orang. Oleh karena itu diantara individu itu kemudiantimbul transaksi meminjam, menjual, berhubungan dengan pihak luar, dan juga menjalinkerjasama. Segala kewajiban dan hasil akhirnya pun dinikmati secara bersama-sama, termasukdi dalamnya kewajiban kepada Allah SWT dalam bentuk zakat.Demikian halnya juga, para ulama sepakat bahwa hukum menginvestasikan harta melaluipembelian/pemilikan saham adalah sah secara syar’i dan keuntungannya wajib dizakatkan.Pemegang saham merupakan bagian dari pemilik perusahaan yang mewakilkanoperasionalnya kepada pihak manajemen untuk menjalankan operasional perusahaan dimanakeutungan dan kerugian perusahaan ditanggung bersama oleh pemegang saham. Keuntungandan kerugian perusahaan dapat diketahui pada waktu Rapat Umum Pemegang Saham(RUPS) dan pada saat itulah zakat di wajibkan. Namun para ulama berbeda tentangkewajiban pengeluaran zakatnya.Pendapat pertama yang dikemukakan oleh Syeikh Abdurrahman isa dalam kitabnya “al-Mu’âmalah al-Hadîtsah Wa Ahkâmuha ”, mengatakan bahwa yang harus diperhatikan sebelumpengeluaran zakat adalah status perusahaannya, untuk lebih jelasnya sebagai berikut: - Jika perusahaan tersebut adalah perusahaan yang bergerak dibidang layanan jasa semata, misalnya biro perjalanan, biro iklan, perusahaan jasa angkutan (darat, laut, udara), perusahaan hotel, maka sahamnya tidak wajib dizakati. Hal ini dikarenakan saham–saham itu terletak pada alat–alat, perlengkapan, gedung–gedung, sarana dan prasarana lainnya. Namun keuntungan yang diperoleh dimasukkan ke dalam harta para pemilik saham tersebut, lalu zakatnya dikeluarkan bersama harta lainnya jika telah mencapai nisab dan haul. - Jika perusahaan tersebut adalah perusahaan dagang murni yang melakukan transaksi jual beli barang tanpa melakukan proses pengolahan, seperti perusahaan yang menjual hasil–hasil industri, perusahaan dagang Internasional, perusahaan ekspor-impor, dan lain lain, maka saham–saham perusahaan tersebut wajib dikeluarkan zakatnya disamping zakat dari keuntungan yang diperoleh. Caranya adalah dengan menghitung kembali jumlah keseluruhan saham kemudian dikurangi harga alat-alat, barang-barang ataupun inventaris lainnya, baru kemudian dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 %. Hal ini dapat dilakukan setiap akhir tahun. 26
  28. 28. - Jika perusahaan tersebut bergerak dibidang industri dan perdagangan, artinya melakukan pengolahan suatu komoditi dan kemudian menjual kembali hasil produksinya, seperti perusahaan Minyak dan Gas (MIGAS), perusahaan pengolahan mebel, marmer dan sebagainya, maka sahamnya wajib dizakatkan. Cara penghitungan dan pengeluaran zakatnya adalah sama dengan cara penghitungan zakat perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan.Pendapat kedua yaitu pendapat Abû Zahrah yang mengatakan bahwa saham adalah hartayang beredar dan dapat diperjual–belikan, dan pemiliknya mendapatkan keuntungan darihasil penjualan tersebut, karena itu wajib dizakati. Ini termasuk dalam kategori barangdagangan dan besarnya suku zakat adalah 2,5%. Caranya adalah setiap akhir tahun,perusahaan melakukan penghitungan harga saham sesuai dengan harga yang beredardipasaran, kemudian menggabungkannya dengan keuntungan yang diperoleh. Jika besarnyaharga saham dan keuntungannya mencapai nisab maka wajib dizakatkan.Sedikit berbeda, Yûsuf Al-Qardhâwi mengatakan jika saham perusahaan berupa barang ataualat seperti mesin produksi, gedung, alat transportasi dan lain-lain, maka saham perusahaantersebut tersebut tidak dikenai zakat. Zakat hanya dikenakan pada hasil bersih ataukeuntungan yang diperoleh sebesar 10%. Hukum ini juga berlaku untuk aset perusahaanyang dimiliki oleh individu/perorangan. Lain halnya kalau saham perusahaan berupakomoditi yang diperdagangkan. Zakat dapat dikenakan pada saham dan keuntungannyasekaligus karena dianalogikan dengan urûd tijârah. Besarnya suku zakat adalah 2,5 %. Hal inijuga berlaku untuk aset serupa yang dimiliki oleh perorangan.Alhasil, dalam konteks Indonesia, mengenai zakat perusahaaan, belum lama ini telahmencuat Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui sidang ijtima yang diadakan padaJanuari lalu telah mewajibkan zakat perusahaan. Menurut Agustianto dasar hukum kewajibanzakat perusahaan ialah dalil yang bersifat umum sebagaimana terdapat dalam (Q.S. 2:267 danQ.S. 9:103). “Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah (zakatkanlah) sebagian dari hasil usaha-usahamu yang baik-baik...”.Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu, kamu membersihkan danmensucikan mereka...Kewajiban zakat perusahaan juga didukung sebuah hadist riwayat Bukhari dari Anas binMalik, bahwasanya Abu Bakar menulis surat kepadanya yang berisikan pesan tentang zakatbinatang ternak yang didalamnya ada unsur syirkah. Sebagian isi surat itu antara lain:“...Jangan dipisahkan sesuatu yang telah tergabung (berserikat), karena takut mengeluarkanzakat. Dan apa-apa yang telah digabungkan dari dua orang yang telah berserikat (berkongsi),maka keduanya harus dikembalikan (diperjuangkan) secara sama”Teks hadist tersebut sebenarnya, berkaitan dengan perkongsian zakat binatang ternak, akantetapi ulama menerapkannya sebagai dasar qiyas (analog) untuk perkongsian yang lain, sepertiperkongsian dalam perusahaan. Dengan dasar ini, maka keberadaan perusahaan sebagai 27
  29. 29. wadah usaha di pandang sebagai syakhsiah hukmiyah (badan hukum). Para individu diperusahaannya. Segala kewajiban ditanggung bersama dan hasil akhirpun dinikmati bersama,termasuk di dalamnya kewajiban kepada Allah, yakni zakat harta.Namun harus diakui bahwa, kewajiban zakat bagi perusahaan yang dipandang sebagaisyakhsiah hukmiah, masih mengandung sedikit khilafiayah di kalangan ulama kontemporer.Perbedaan pendapat ini disebabkan karena memang lembaga badan hukum sepertiperusahaan itu memang belum ada secara formal dalam wacara fiqih klasik.Meskipun ada semacam khilafiyah, tetapi umumnya ulama kontemporer yang mendalamimasalah zakat, mengategorikan lembaga badan hukum itu sebagai menerima hukum taklifdari segi kekayaan yang dimilikinya, karena pada hakekatnya badan hukum tersebutmerupakan gabungan dari para pemegang saham yang masing-masing terkena taklif. Justruitu, maka tidak sah lagi ia dapat dinyatakan sebagai syakhsyiyah hukmiyah yang bertanggungjawab dalam pengelolaan perusahaan.Dr. Wahbah Az-Zuhaily dalam karya monumentalnya “Al-fiqh Al-Islâmi wa Adillatuhû”menuliskan: Fiqih Islam mengakui apa yang disebut dalam hukum positif sebagai syakhsyiyahhukmiyah atau syakhsyiyah I’tibariyah/ma’nawiyah atau mujarradoh (badan hukum) denganmengakui keberadaannya sebagai lembaga-lembaga umum, seperti yayasan, perhimpunan danperusahaan, sebagai syakhsiyah (badan) yang menyerupai syakhsyiyah manusia pada segikecakapan memiliki, mempunyai hak-hak, menjalankan kewajiban-kewajiban, memikultanggung jawab yang berdiri sendiri secara umum”.Sejalan dengan Wahbah, Dr.Mustafa Ahmad Zarga dalam kitab “Madkhal Al-Fiqh al’Âm”mengatakan, “Fiqih Islam mengakui adanya syakhsyiyah hukmiyah atau I’tibariyah (badanhukum). (Volume III, halaman 256).Dengan demikian, zakat perusahaan, analogi dari zakat perdagangan, maka perhitungan,nishab dan syarat-syarat lainnya, juga mengacu pada zakat perdagangan. Dasar perhitunganzakat perdagangan adalah mengacu pada riwayat yang diterangkan oleh Abu ‘Ubaid dalamkitab al-Amwal dari Maimun bin Mihram. “Apabila telah sampai batas waktu untuk membayarzakat, perhatikanlah apa yang engkau miliki baik uang (kas) atau pun barang yang siap diperdagangkan(persediaan), kemudian nilailah dengan nilai uang. Demikian pula piutang. Kemudian hitunglah hutang-hutangmu dan kurangkanlah atas apa yang engkau miliki”.Lebih mendetail lagi, Agustianto menjelaskan berdasarkan kaedah di atas, maka mayoritasulama berpendapat bahwa pola perhitungan zakat perusahaan sekarang ini, adalah didasarkan pada neraca (balance sheet), yaitu aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar (metodeasset netto). Metode ini biasa disebut oleh ulama dengan metode syari’ah. Waallâhu A’lam. 28
  30. 30. BAB II PERTANYAAN SEPUTAR OBYEK DAN SUBYEK ZAKAT MODERN- Zakat Rumah dan Kendaraan- Zakat Jual Rumah- Barang Pribadi- Mobil Kredit- Asuransi Pendidikan- Zakat Tanah Kavling- Barang Gadai- Zakat Investasi Bisnis- Zakat Investasi dari Hutang- Zakat Orang kaya dan yang Tidak- Zakat Tabungan dan Deposito- Zakat Ibu Hamil 29
  31. 31. Zakat Rumah dan Kendaraan7Assalâmualaikum Wr. Wb.Selain saya punya penghasilan tetap & tabungan, saya juga punya 1 rumah yang saya tempati& kendaraan bermotor yang saya gunakan. Apakah rumah & kendaraan tersebut wajibdizakatkan setiap tahun ?Terimakasih & saya tunggu JawabannyaWassalâmu’alaikum Wr. Wb.Abu HanifJawabanWa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Abu Hanif yang baik.Syeikh Yusuf Qardhawi menjelaskan untuk penghasilan tetap dan tabungan jika dihitungsetahun sudah memenuhi nishab 85 gram emas maka wajib zakat 2,5%.Syaikh Ibnu Baz dalam, Fatawa Az-Zakah, menjelaskan jika kendaraan tersebut digunakanuntuk sehari-hari, tidak disewakan dan rumah hanya dijadikan tempat tinggal maka tidak adakewajiban zakat atasnya. Namun jika dipergunakan untuk diperjualbelikan atau disewakanyang menghasilkan uang, maka nilai barang tersebut wajib dikeluarkan zakatnya setiap kaligenap satu haul.Sebaliknya, jika uang itu digunakan untuk kebutuhan rumah tangga atau kebutuhan lainnya,sebelum genap satu tahun, maka tidak ada kewajiban zakat atas anda. Berdasarkan dalil-dalilumum dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang berkenaan dengan masalah ini. Dan berdasarkanhadits riwayat Abu Dawud dengan sanad yang hasan dari Rasulullah SAW bahwa beliaumemerintahkan supaya mengeluarkan zakat atas barang yang dipersiapkan untukdidagangkan."Sayyidina Ali telah meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: Apabila kamu mempunyai (uangsimpanan) 200 dirham dan telah cukup haul (genap setahun) diwajbkan zakatnya 5 dirham, dan tidakdiwajibkan mengeluarkan zakat (emas) kecuali kamu mempunyai 20 dinar dan telah cukup haulnyadiwajibkan zakatnya setengah dinar. Demikian juga kadarnya jika nilainya bertambah dan tidakdiwajibkan zakat dalam sesuatu harta kecuali genap setahun". (HR Abu Daud)Berdasarkan penjelasan tersebut jelas bahwa jika rumah dan kendaraan tersebut tidakmenghasilkan uang tidak disewakan dan hanya dipakai sendiri, ulama menjelaskan tidak wajibzakat. Namun dianjurkan untuk bersedekah/ berinfak agar lebih berkah. Namun, jika rumahdan kendaraan tersebut disewakan/dijual atau mendapatkan keuntungan melalui usaha yang7 Selasa, 25/08/2009 23:12 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/apakah-rumah-kendaraan-juga-di-zakatkan.htm 30
  32. 32. dimaksud dan telah genap setahun dan jumlahnya melebihi batas nisab (nilai 85 gram emas)maka wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak 2.5 % dari jumlah pendapatan tersebut.Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam kitabnya, “Al-Fiqh al-Islam waadillatuhu” menjelaskantentang rumah dan kendaraan yang dipaikai sendiri dan tidak menghasilkan pendapatansemua tidak wajib dizakati, kecuali benda tersebut menghasilkan pendapatan/keuntunganyang diperoleh maka wajib dizakati. Umpamanya mobil tersebut disewakan/direntalkan.Maka keuntungan yang didapatilah yang dizakati. Kalau keuntungannya/pendapatannyacukup nishab 85 gram emas (umpama satu gram emas Rp. 300.000 x 85 (gram) =25.500.000) maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%.Allah berfirman yang artinya:“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik...” (QS. Al-Baqarah(2): 267)Alhasil, jika rumah dan kendaraan itu dipakai untuk kebutuhan sehari-hari yang tidakmenghasilkan uang, maka tidak wajib zakat. Namun, jika rumah dan kendaraan yangdigunakan untuk usaha wajib zakat. Misalnya untuk disewakan/ dijual, taksi, rent a car,angkutan penumpang, barang dan sejenisnya. Intinya rumah dan kendaran tersebut jikamenghasilkan uang dari usaha itu, maka penghasilan dari hasil usaha itulah yang adapenghitungan zakatnya. Tetapi jika rumah dan kendaraan itu hanya digunakan sebagaikendaraan pribadi, tanpa memberikan pemasukan usaha, para ulama umumnya tidakmemasukkan adanya kewajiban pengeluaran zakat dari rumah dan kendaraan tersebut.Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam. 31
  33. 33. Zakat Jual Rumah8Assalâmualaikum Wr. Wb.Yth. Bpk. Ustad!Saya ingin bertanya, apakah hasil penjualan rumah wajib dikeluarkan zakatnya? Kalau iyaberapa perhitungannya. Karena hasil jual rumah itu juga akan saya gunakan untuk membelirumah lagi.Demikian pertanyaan saya atas perhatian Bapak saya ucapakan terima kasih.AferinoJawabanWa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan Bapak Aferino yang baik."Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap merekadan tidak (pula) mereka bersedih hati " (QS. Al Baqarah (2): 274)Menurut ulama Fiqih mengenai harta rumah, tanah, perabotan dan kendaraan apabila dipakaisendiri tidak disewakan dan rumah hanya dijadikan tempat tinggal sendiri maka tidak adazakat. Sebab, barang tersebut tidak bergerak dan tidak menghasilkan keuntungan. Kecualijika harta tersebut disewakan/direntalkan atau dijual yang menghasilkan uang, apabila cukupnishab maka wajib zakat. Ulama fiqih menjelaskan jika barang tersebut bergerak atau rumahitu menghasilkan uang dengan disewakan atau dijual, maka wajib zakat.Syeikh Yusuf Qardhawi menjelaskan untuk penjualan rumah beliau meng-qiyas-kan denganzakat pertanian yaitu dikeluarkan zakatnya saat menghasilkan uang/keuntungan ketikamenjualnya dengan prosentase 5 % atau 10 % dari total penjualan rumah. Demikian jugaProf. Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya, “Al-Fiqh al-Islam waadillatuhu” menjelaskan tentangrumah apabila menghasilkan pendapatan/keuntungan yang diperoleh baik dengandisewakan/dijual maka wajib dizakati. Senada juga Syaikh Ibnu Baz dalam, "Fatawa Az-Zakah" menjelaskan jika rumah dipergunakan untuk diperjual belikan atau atau disewakanyang menghasilkan uang, maka nilai barang tersebut wajib dikeluarkan zakatnya.Hal ini sesuai dengan dalil-dalil umum dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang berkenaandengan masalah ini. Sebagaimana Allah Swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman,8 Senin, 23/11/2009 07:16 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-jual-rumah.htm 32
  34. 34. nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yangKami keluarkan dari bumi untuk kamu.“ (QS, Al-Baqarah (2): 267) Dan berdasarkan haditsriwayat Abu Dawud dengan sanad yang hasan dari Rasulullah Saw. bahwa beliaumemerintahkan supaya mengeluarkan zakat atas barang yang dipersiapkan untukdidagangkan.Salah satu bentuk harta yang harus dikeluarkan zakatnya adalah harta kekayaan dagang.Namun bagaimana dengan orang yang menjual sesuatu misalnya rumah atau kendaraan tapibukan dengan niat berdagang. Menurut para ulama, bahwa salah satu syarat orang yangberdagang adalah mereka menjual sesuatu dengan niat berdagang. Adapun orang yangmenjual sesuatu tanpa niat berdagang dan ia hanya menjual barang pada waktu itu saja, iatetap harus membayar zakat dari harta yang telah ia dapatkan dengan syarat memenuhinishab.Dari berbagai sumber yang kami dapati umumnya ulama fikih menjelaskan ada zakat padaharta kekayaan apabila menjual rumah. Hal inilah yang pernah dibahas pada muktamar ulamaIslam kedua di Kairo, bahwa ada kewajiban zakat pada keuntungan atau hasil pendapatanpenjualan rumah kalau sudah mencapai nishab dan ditunaikan saat menjual rumah. Meskipuningin beli rumah lagi, hendaknya ditunaikan terlebih dahulu zakatnya agar hartanya dapatbersih dan menjadi berkah hidup di dunia dan di akhirat.Alhasil, berdasarkan penjelasan tersebut jelas bahwa jika rumah tersebut disewakan/dijualatau mendapatkan keuntungan melalui usaha yang dimaksud melebihi batas nisab (520 Kgberas @4000/Kg = Rp. 2.080.000,-) maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 5% (denganasumsi rumah tersebut ada biaya perawatannya/renovasi) atau 10 % (dengan asumsi rumahtersebut tidak ada biaya perawatan/renovasi) dari jumlah pendapatan tersebut. Contohnya:rumah pak Aferino dijual Rp. 500.000.000,- x 5% (ada biaya perawatan/renovasi) = Rp.25.000.000,-Demikian semoga dapat dipahami. Amin. Waallâhu A’lam. 33
  35. 35. Barang Pribadi9Assalâmualaikum Wr.Wb. pak ustadz,Apakah benar semua barang yang kita miliki selama 1 tahun dan bila di-rupiah-kan telahmemenuhi nisab harus di-zakati? barang apa sajakah itu? Apakah termasuk rumah, tanah,perabotan, kendaraan, perhiasan, pakaian meskipun dibeli dari hasil gaji yang telahdikeluarkan zakatnya?Apakah juga setahun sekali zakatnya atau cukup sekali seumur hidup? Lalu bagaimanadengan barang-barang pemberian orang lain, berapa zakat yang harus dibayarkan? Lalumisalkan saya terkena wajib zakat Rp. 700.000/tahun ( zakat gaji ) lalu saya bagikan sendiridengan niat zakat kepada anak yatim Rp. 350.000 dan orang miskin 350.000 di sekitar rumahsaya, apakah boleh? sekian pertanyaan saya, mohon maaf bila terlalu panjang.Terimakasih atas penjelasannya. Jazâkumullâh khoiron katsiroArum IsdwijanartiJawabanWa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Ibu Arum Isdwijanarti yang luarbiasa cukup banyak pertanyaannya. Mudah-mudahan kita diberikan dan diperkaya oleh Allahdengan nur/cahaya ilmu-Nya yang bermanfaat selalu. AminKita akan mengawali terlebih dahulu melalui simulasi contoh perhitungan zakat Ibu ArumIsdwijanarti :A. PemasukanPemasukan/pendapatan setahun diasumsikan Rp. 28.000.000,-B. NishabNishab senilai emas 85 gram (harga emas sekarang @se-gram Rp. 300.000) = Rp.25.500.000,-C. Zakatkah?Berdasarkan simulasi data di atas, betul ibu Arum jika kita memiliki barang perhiasan/uangselama 1 tahun dan bila di-rupiah-kan telah memenuhi nisab harus di-zakati. Pemasukan IbuArum Isdwijanarti berdasarkan data tersebut (sebesar Rp. 28.000.000,- x 2,5% = Rp.9 Jumat, 31/07/2009 09:26 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/apkh-barang-barang-pribadi-juga-harus-di-zakati.htm 34
  36. 36. 700.000,-) berarti memang betul langkah yang Ibu Arum lakukan bahwa ibu wajibmengeluarkan zakat bisa setahun sekali sebesar Rp. 700.000,- atau bisa juga mengeluarkanzakatnya perbulan besar Rp. 58.334,-, sebab sudah melewati nishab zakat (85 gram emas =Rp. 25.500.000,-).Adapun pendistribusian zakat secara langsung kepada mustahik, ulama kebanyakanmemperbolehkan. Namun akan lebih afdhal bila pendistribusiannya dilakukan melaluilembaga pengelola zakat BAZ/LAZ (UPZ) yang terpercaya/ amanah agar pendistribusianzakat tidak menumpuk hanya kepada orang tertentu dan lebih adil dan merata. Allahberfirman: "Sesungguhnya zakat diperuntukan itu, hanya kepada orang fakir, orang miskin, penguruszakat, para muallaf untuk (memerdekakan budak), orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orangyang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah ; dan Allah mahamengetahui lagi maha bijaksana" (QS At-Taubah (9):60)Berdasarkan ayat tersebut tindakan yang dilakukan Ibu dengan membagikan zakatnya sendirisebesar Rp.700.000/tahun dengan niat zakat kepada anak yatim 350.000 dan orang miskin350.000 di sekitar rumah ibu diperbolehkan oleh ulama dan sudah sesuai dengan petunjukfirman Allah (QS At-Taubah (9):60). Yaitu ibu telah menyalurkannya melalui dua mustahik(orang yang berhak mendapatkan zakat); pertama, fuqara (orang-orang fakir) dan kedua,masakin (orang-orang miskin). Anak yatim dikategorikan juga oleh ulama mufassirin sebagaikategori fuqara. Hal inilah yang telah dijelaskan oleh Prof. Dr. Amin Suma, bahwa anak yatimberdasarkan ayat tersebut dikategorikan sebagai golongan fakir (yang tidak punyapenghasilan).Untuk menjawab pertanyaan barang apa sajakah yang wajib dizakati,menurut Abdurrahman al-Jaziri dalam kitabnya “Kitabu al-Fiqhi `ala al-Madhhibi al-Arbaah”,para ulama mazhab yang empat setuju mengatakan bahwa jenis harta yang wajib dizakatkanada lima macam. Yaitu : Pertama; Binatang Ternak (unta, sapi, kerbau, kambing/domba),kedua; Emas dan perak, ketiga; Perdagangan, keempat; Pertambangan dan harta temuan. dankelima; Pertanian (gandum, korma, anggur).Selanjutnya, ulama kontemporer Yusuf al-Qardhawi mengemukakan bahwa jenis-jenis hartayang wajib dizakati, adalah : Pertama; Binatang ternak, kedua; Emas dan perak, ketiga; HasilPerdagangan, keempat; Hasil Pertanian, kelima; Hasil sewa tanah, keenam; Madu dan produksihewan lainnya, ketujuh; Barang tambang dan hasil laut, kedelapan; Hasil investasi, pabrik dangudang, kesembilan; Hasil Pencaharian dan profesi, kesepuluh; Hasil saham dan obligasi.Memperhatikan pendapat di atas, maka jenis harta yang wajib dizakati ini mengalamiperubahan dan perkembangan. Artinya jenis-jenis harta sebagaimana disebut di atas, masihdapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yangberdampak pada perkembangan dan kemajuan ekonomi dan dunia usaha.Apakah termasuk rumah, tanah, perabotan, kendaraan, perhiasan, pakaian dikenakan zakat?Ulama fiqih menjelaskan ada dua penjelasan; pertama, jika barang tersebut tidak bergerak dantidak menghasilkan keuntungan maka tidak berzakat. Sebab, barang tersebut hanya dipakaiuntuk kebutuhan sehari-hari. Kecuali jika perhiasan tidak dipakai dan melebihi nishab 85gram emas wajib zakat. Berbeda jika perhiasan yang dipakai sewajarnya maka tidak wajibzakat. Umpama punya emas sebanyak 160 gram yang sewajarnya dipakai adalah 40 gram 35
  37. 37. emas, jadi yang dizakati adalah 120 gram emas dikali 2,5%. Sebab sudah melebihi nishab 85gram emas (wajib zakat).Kedua jika barang tersebut bergerak dan dapat menghasilkan keuntungan, maka wajib zakatsetahun sekali (haul) tidal seumur hidup sekali, dengan catatan cukup nishab atau lebih.Demikian halnya dengan barang-barang pemberian orang lain jika sudah dimiliki sendiriselama setahun, jika cukup nishab wajib juga dizakati 2,5%. Atau harta-harta kekayaansebagaimana disebutkan di atas, wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah memenuhiketentuan wajib zakat (mencapai nisab, kadar dan waktu/haul). Allah Swt berfirman: “Haiorang-orang yang beriman, nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baikdan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.“ (QS, Al-Baqarah (2): 267)Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam. Mobil Kredit1010 Sabtu, 15/08/2009 17:38 WIB , http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/mobil-kredit-apakah-wajb-dzakat.htm 36
  38. 38. Assalâmu’alaikum ada informasi yang mengatakan bahwa mobil kredit juga wajib zakat, sesuaidengan jumlah kredit yang sudah dibayar. Mohon penjelesannya ? Syukron.CandraJawabanWa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Candra yang baik.Ulama fiqih menjelaskan berdasarkan pentunjuk Al-quran dan hadits Rasul memberi syaratadanya wajib zakat adalah kepemilikan penuh (milk at-tam). Mobil kredit berarti kita belummemilikinya secara penuh kecuali kalau sudah lunas. Jelas kalau begitu hukumnya tidak adazakat untuk mobil kredit.Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam kitabnya, “Al-Fiqh al-Islam waadillatuhu” menjelaskantentang harta yang wajib zakat dan yang tidak wajib zakat. Beliau menjelaskan pendirianbangunan, pabrik-pabrik, sarana transportasi udara, laut dan darat (termasuk mobil kredit)semua tidak wajib dizakati, kecuali benda tersebut menghasilkan pendapatan/keuntunganyang diperoleh maka wajib dizakati. Umpamanya mobil tersebut setelah lunasdisewakan/direntalkan. Maka keuntungan yang didapatilah yang dizakati. Kalaukeuntungannya/pendapatannya cukup nishab 85 gram emas (umpama @se-gram emas Rp.300.000 x 85 (gram) = 25.500.000) maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%.Jadi dari berbagai sumber yang kami dapati umumnya ulama fikih menjelaskan tidak adazakat bagi pada harta kekayaan tersebut termasuk mobil kredit. Kecuali, kalau adanya unsurekonomis dari benda tersebut yaitu adanya pertumbuhan/pendapatan/keuntungan daribenda yang kita miliki maka wajib zakat jika cukup nishab.Hal inilah yang pernah dibahas pada muktamar ulama Islam kedua di Kairo, tidak wajibdizakati harta kekayaan berupa bangunan produktif, pabrik, kapal-kapal, pesawat terbang,kendaraan. Namun keuntungan bersihnya (hasil keuntungan pelayanan jasanya sepertigedung disewakan, mobil disewakan, mobil diomprengi, pabrik memproduksi sesuatu untukdijual) wajib dizakati kalau sudah mencapai nishab dan kepemilikan waktu satu tahun.Allah berfirman yang artinya:“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik...” (Al-Baqarah: 267)Jadi, jika mobil kredit itu sudah lunas dan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari yang tidakmenghasilkan uang, maka tidak wajib zakat. Kalau pun ada pendapat yang menyatakanadanya zakat mobil, umumnya mereka mensyaratkan harus mobil yang digunakan untukusaha. Misalnya untuk taksi, rent a car, angkutan penumpang, barang dan sejenisnya. Intinya 37
  39. 39. mobil itu menghasilkan uang dari usaha menggunakan mobil itu. Tetapi jika mobil itu hanyadigunakan sebagai kendaraan pribadi, tanpa memberikan pemasukan usaha, para ulamaumumnya tidak memasukkan adanya kewajiban pengeluaran zakat dari mobil tersebut.Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam. 38
  40. 40. Asuransi Pendidikan11Assalâmu’alaikum Wr. Wb.Pak Ustadz, Apakah asuransi pendidikan wajib dikeluarkan juga zakatnya. Jika iya, bagaimanaperhitungannya. Terima kasih atas penjelasannya.Wassalâm,Meiza IdriansyahJawabanWa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan Ibu Meiza Idriansyah yang luarbiasa.Allah Swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian darihasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.“(QS, Al-Baqarah (2): 267) Rasul bersabda: "Bila engkau memiliki 20 dinar emas dan sudahmencapai satu tahun maka zakatnya setengah dinar (2,5%)". (HR Ahmad)Secara bahasa, zakat memiliki arti antara lain, yaitu al-Barakatu (keberkahan), al-Namaa(petumbuhan dan perkembangan), al-Thaharatu (kesucian) dan al-Shalahu (keberesan). (MajmaLughah al-Arabiyah,1972: 396). Berarti, dengan berzakat yakinlah bahwa harta kita akansemakin bertambah, suci dan berkah, karena Allah pasti memuliakan orang-orang yangmenjaga dan mengutamakan memelihara kebersihan harta dengan mengeluarkan zakatdarinya. Dalam asuransi syariah ada prinsip bagi hasil dan komponen Tabarru (amalkebajikan).Ikut program asuransi adalah bentuk suatu komitmen jangka panjang antara peserta denganpihak asuransi. Bisa 6 tahun, 15 tahun juga bisa 20 tahun. Mengenai asuransi ulamakontemporer mengharamkan transaksi asuransi pendidikan konvensional. Oleh karena itumeskipun harta klaimnya melebihi nishab maka tidak ada zakat baginya. Sebab, Allah tidakakan menerima amal kebajikan termasuk berzakat jika digapai dengan cara yang tidak halaldan tidak toyyib. Rasul bersabda: “Allah tidak akan menerima sedekah (zakat) dari kekayaan hasilghulul (tidak syah cara memperolehnya dengan berlaku curang atau khianat—termasuk praktek denganbunga/riba)” (HR. Muslim)Lain halnya, apabila seluruh peserta atau nasabah asuransi syariah pendidikan yangmendapatkan klaim asuransi pada saat menerimanya wajib mengeluarkan zakatnya sebesar11 Jumat, 06/11/2009 09:15 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/wajib-zakatkah-asuransi-pendidikan.htm 39
  41. 41. 2,5 persen dari seluruh klaim yang diterimanya jika jumlahnya mencapai lebih atau samadengan senilai 85 gram emas atau setara dengan Rp. 25.500.000,- (@se-gram Rp. 300.000 x85 (gram) = Rp. 25.500.000,-) Jika kurang dari nishab maka tidak wajib zakat.Adapun contoh Simulasi perhitungan Zakat asuransi pendidikan yaitu:A. PemasukanPemasukan/pendapatan klaim asuransi pendidikan Ibu Meiza diasumsikan Rp. 30.000.000,-B. NishabNishab senilai emas 85 gram (harga emas sekarang @se-gram Rp. 300.000) = Rp.25.500.000,-C. Zakatkah?Berdasarkan simulasi data di atas, berarti ibu Meiza mendapatkan klaim asuransi pendidikanmelebihi nishab (Rp. 25.500.000,-). Maka, berarti ibu wajib berzakat 2,5% (Rp. 30.000.000,- x2,5% = Rp. 750.000,-). JIka khawatir memberatkan boleh diangsur perbulan menjadi Rp.62.500.Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam. 40
  42. 42. Zakat Tanah Kavling12Assalâmualaikum Wr. Wb.Pak Ustadz ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan seputar Zakat :1. Jika saya mempunyai tanah kavling/kosong yang belum digunakan atau rumah kosongyang tidak ditempati/dikontrakan apakah wajib Zakat ? Jika ya berapa besarnya dari hargabeli atau harga pasar yang berlaku dan apakah setiap tahun harus dibayar zakatnya ?2. Apakah hutang/pinjaman bank pada saat diterima wajib dibayarkan zakatnya?3. Jika saya mempunyai saudara kandung yang kurang mampu, bolehkah seluruh zakat sayaberikan pada saudara saya tersebut?Terima kasih atas pencerahanya.Wassalâmualaikum Wr. Wb.Yuni TjahyonoJawabanWa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Ibu Yuni Tjahyono yang baik.1. Ulama fiqih umumnya menjelaskan kekayaan,tanah kavling atau rumah kosong yang tidakditempati atau tidak dikontrakan maka tidak terkena zakat. Termasuk juga jika tanah kavlingatau rumah tersebut digunakan untuk tempat tinggal maka tidak ada kewajiban zakat atasnya.Tetapi, menurut Dr. Yusuf Al-Qardhawi jika kekayaan (termasuk tanah atau rumah tersebut)mengalami pertumbuhan dengan disewakan atau dijual maka wajib dizakatkan dengan duamodel zakat. Pertama kekayaan dengan besar zakat 2.5% dihitung dari modal ditambahkeuntungan, jika tanah atau rumah tersebut diniatkan dijual dan sudah laku terjual. Ulamameng-qiyas-kan model ini kepada zakat perdagangan. Kedua kekayaan dengan besar zakat5% dan 10% dihitung dari hasil keuntungan saja didapatkan (seperti disewakan). Model inidiqiyaskan dengan zakat pertanian dikeluarkan saat mendapatkan hasil panen/keuntungan/uang sewa.Hal tersebut berdasarkan dalil-dalil umum dari Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah (2): (267) dan As-Sunnah yang berkenaan dengan masalah ini. Diantaranya berdasarkan hadits riwayat AbuDawud dengan sanad yang hasan dari Rasulullah Saw bahwa beliau "memerintahkan supayamengeluarkan zakat atas barang yang dipersiapkan untuk didagangkan".12 Jumat, 18/09/2009 14:31 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-atas-tanah-kavling.htm 41
  43. 43. 2. Menurut Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya “Fiqh al-Islam wa adillatuhu”hutang/pinjaman bank pada saat diterima yang sudah mencapai nishab dan m emasuki haulwajib dibayarkan zakatnya. Sebab, sudah menjadi hak milik penuh atas harta tersebut.Namun, jika hutang tersebut belum mencapai nishab dan memasuki haul maka tidak wajibzakat atasnya. Hal ini pula dijelaskan Madzhab Hanafi, Maliki, Hanbali dan Syafii bahwahutang yang sudah mencapai haul wajib zakat. Sebagai mana Sabda Nabi Saw: “Tidak adazakat dalam satu harta (termasuk berasal dari hutang) sehingga mencapai setahun umur kepemilikannya.”(HR. Abu Dawud)3. “ Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat-zakat) itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orangmiskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang di bujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak.Orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagaisuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. al-Taubah/9:60).Dari penjelasan ayat di atas, jelaslah bahwa zakat hanya boleh didistribusikan kepada delapanasnâf (kelompok), yaitu : Kelompok fakir, Kelompok miskin, Kelompok Amil, Kelompokmuallafatu qulûbuhum, Kelompok fi ar-riqâb, Kelompok al-ghârimin, Kelompok fi sabilillah,dan Kelompok ibnu sabil.Berdasarkan dalil tersebut zakat ternyata memiliki pos-pos penerimaan khusus yang telahditentukan Allah, yaitu yang disebut sebagai mustahik (orang-orang yang berhak menerimazakat).. Selain daripada itu, mereka bukanlah termasuk mustahik.Dr. Yusuf Al-Qardhawi menjelaskan orang yang bukan menjadi tanggung jawab langsungkita – seperti saudara kandung yang kurang mampu—maka zakat boleh diberikan kepadamereka atas dasar kefakiran/kemiskinan. Firman Allah SWT, “Sesungguhnya Allah menyuruh(kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dariperbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapatmengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl [16]: 90)Namun, tidak diperkenankan memberikan zakat seluruhnya. Sebab, yang perlu diingat masihbanyak mustahik/orang yang berhak mendapatkan dana dari zakat tersebut. Umumnyaulama menyarankan lebih utama kita menyalurkan zakat kepada lembaga yang amanah agarlebih adil dan tidak menumpuk pada satu orang/mustahik. Justru dengan penyaluran melaluilembaga tersebut akan banyak lagi masyarakat miskin (para mustahik) yang dapatterberdayakan.Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam. 42
  44. 44. Barang Gadai13Assalâmualaikum warohmatullâhi wabarokâtuh,Mohon Jawaban Ustadz untuk 2 pertanyaan berikut.1. Apakah barang kita yang sedang digadaikan harus dikeluarkan zakatnya ? Umpama, emas100 gram digadaikan selama 1 tahun, sehingga terpenuhi syarat haul dan nishabnya.2. Misal kita rutin mengeluarkan zakat mal setiap bulan muharam. Pada tahun ini bulan rajabdan ramadhan, harta simpanan saya di bawah nishab, namun bulan-bulan selanjutnya di atasnishab. Apakah kita tetap mengeluarkan zakat mal pada bulan muharam tahun depan ataupada bulan syawwal tahun depan (setahun setelah harta simpanan diatas nishab lagi)Jazâkumullâhi khoiron katsîron.Wassalâmualaikum warohmatullahi wabarokatuh.spJawabanWa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya saudara sp yang baik.1. Kepemimilikan setahun jika cukup nishab memang betul wajib zakat. Menurut jumhurulama harta/barang yang sedang digadaikan umpama emas sebesar 100 gram jika saudarayakin barang yang digadaikan itu bisa dalam penguasaan dan dapat ditebus maka wajibmenunaikan zakat 2.5 % x 100 gram yaitu sebesar 2,5 gram emas. Tetapi jika saudara belumyakin untuk menguasainya/memilikinya kembali maka tidak wajib zakat menunggukeyakinan untuk menebusnya.2. Mengenai kapan waktu mengeluarkan zakat, Ustman ibnu Affan r.a. pernah menyerukankepada kaum muslimin ketika bulan Muharram tiba “Bulan ini adalah bulan kalian membayarzakat kalian, siapa yang memiliki hutang hendaklah dibayarnya sehingga kalian dapat menunaikankewajiban zakat harta kalian”. Tapi sebagian ulama memberikan kebebasan untuk menentukanperhitungan tahun tersebut, yang penting genap satu tahun dengan tidak mempermasalahkanharus dimulai pada bulan Muharram tergantung kebiasaan. Rasulullah saw bersabda : “Tidakada kewajiban zakat atas harta sehingga telah berlalu atasnya satu tahun” (HR. Abu Daud). Hauladalah perputaran harta satu nisab dalam 12 bulan kamariah. Haul juga adalah syarat yang13 Senin, 14/09/2009 08:42 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-barang-gadai-dan-harta-yang-tidak-selalu-diatas-nishab.htm 43
  45. 45. paling penting dalam zakat mal seperti; peternakan, uang, perdagangan, perusahaan, dansebagainya.Mengenai nishab zakat, Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada zakat kecuali bagi orang yang benar-benar kaya”. (HR. Bukhori) Dari Jabir, dari Rasulullah SAW “… Tidak wajib bayar zakat padakurma yang kurang dari 5 awsuq” (HR Muslim).Dari hadist tersebut jelas kalau harta yang kita miliki belum cukup nishab tidak wajib zakat.Namun sangat dianjurkan untuk bersedekah.Jadi, zakat mal yang mencapai nisab dan haul wajib diambil zakatnya, sebagaimana yangdikatakan Zuhri dan Auzai. Demikian Makhul menjelaskan bahwa kekayaan yang sudahsampai bulan pengeluaran zakat harus dikeluarkan zakatnya pada waktu tertentu. Jika tahunini sebagaimana seperti biasanya pengeluaran zakat pada bulan muharrom maka tahunberikutnya bulan muharrom. Apabila tidak cukup nishab maka tidak wajib menunaikan zakatsampai mencapai nisab bersama dengan kekayaan lain yang harus dikeluarkan zakatnya padawaktu itu dan masa sampainya dimulai dari saat tersebut. Sebab, jumhur ulama mensyaratkanadanya haul dan nishab (yaitu sampainya nilai harta pada kadar tertentu yang telahditentukan, dan apabila harta tersebut belum mencapai batas tadi maka tidak ada kewajibanzakat baginya).Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam. 44

×