Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Teori perdagangan internasional modern

2,608 views

Published on

Mempelajari teori perdaganngan internasional modern setelah teori perdagagan klasik

Published in: Education
  • Be the first to comment

Teori perdagangan internasional modern

  1. 1. Teori Perdagangan Internasional Modern Hecksher Ohlin Stolper – Samuelson Rybcznski Pert. Endogen Paradoks Leontief M. Porter
  2. 2. Hecksher - Ohlin “Perbedaan dalam oportunity cost suatu negara dengan negara lain karena adanya perbedaan dalam jumlah faktor produksi yang dimilikinya” Suatu negara akan melakukan perdagangan dengan negara lain karena negara tersebut memiliki keunggulan komparatif yaitu keunggulan dalam teknologi dan keunggulan dalam faktor produksi
  3. 3. Asumsi Model HO – Jumlah faktor produksi yang dimiliki dan harga barang untuk yang diproduksi dianggap relatif homogen bagi dua negara yang melakukan produksi. Faktor produksi hanya terdiri tenaga kerja dan modal yang hanya memproduksi dua jenis komoditi yaitu X dan Y. – Teknologi produksi dianggap sama atau homogen. – Constant return to scale yaitu perubahan yang proporsional dalam semua input akan menyebabkan output berubah sesuai perubahan input.
  4. 4. –Kekuatan intensitas faktor adalah barang- barang yang diproduksi lebih bersifat padat karya atau bersifat padat modal. –Free trade (perdagangan bebas) adalah perdagangan bebas tidak ada hambatan untuk masuk. –Biaya transportasi sama dengan nol. Asumsi Model HO
  5. 5. Beberapa Faktor Endowment Menurut Model H-O – Faktor tanah. Merupakan elemen dari sumber alam yang memberikan kontribusi untuk memproduksi barang dan jasa. – Faktor manusia. Terdapat dua kriteria tenaga kerja; 1. bagi negara miskin dan terbelakang memiliki tenaga kerja tanpa keahlian (unskilled labor) 2. bagi negara maju sebagian besar tenaga kerja memiliki keahlian dan banyak bekerja di sektor industri – Faktor modal. Kegiatan ekonomi akan menjadi jauh lebih produktif jika semakin banyak modal yang terdapat di suatu negara
  6. 6. FLASHBACK....... – Apakah yang dimaksud dengan kurva isocost? – Bagaimana gambar kurva isocost? – Berikan contoh dari kurva isocost! – Apakah yang dimaksud dengan kurva isoquant? – Bagaimana gambar kurva isoquant? – Berikan contoh dari kurva isoquant!
  7. 7. Contoh Kasus Negara A memiliki tenaga kerja lebih banyak dari pada negara B, sedangkan negara B memiliki kapital lebih banyak dari pada negara A sehingga pada akhirnya kan menyebabkan terjadinya pertukaran
  8. 8. Intensitas Faktor – Intensitas faktor berperan sebagai penentu sebuah negara dalam menggunakan faktor produksi yang di tersedia – Suatu negara dikatakan padat modal apabila rasio modal yang digunakan lebih besar dari pada tenaga kerja yang digunakan – Suatu negara dikatakan padat tenaga kerja apabila rasio tenaga kerja yang digunakan lebih besar dari pada modal yang digunakan.
  9. 9. Kelimpahan Faktor dan Bentuk Kurva Batas Kemungkinan Produksi – Kelimpahan faktor produksi bisa diidentifikasi dengan beberapa sebab berikut: A. Unit fisik baik itu dalam bentuk tenaga kerja ataupun modal B. Berdasarakan atas harga atas dasar relatif faktor produksi – Batas kemungkinan produksi menunjukkan berapa banyak total produksi yang dihasilkan oleh sebuah negara dengan menggunakan faktor produksi yang ada
  10. 10. Kelemahan Asumsi Teori H-O – Asumsi bahwa kedua negara menggunakan teknologi yang sama dalam memproduksi adalah tidak valid. Fakta yang ada di lapangan negara sering menggunakan teknologi yang berbeda. – Asumsi persaingan sempurna dalam perdagangan internasional baik produk dan faktor produksi lebih menjadi masalah. Hal ini karena sebagian besar perdagangan terjadi karena terdapat diferensiasi produk dan skala ekonomi yang belum bisa dijelaskan dengan model faktor endowment H-O.
  11. 11. – Asumsi tidak ada mobilitas faktor internasional. Adanya mobilitas faktor secara internasional mampu mensubstitusikan perdagangan internasional yang menghasilkan kesamaan relatif harga produk dan faktor antarnegara. – Asumsi spesialisasi penuh suatu negara dalam memproduksi suatu komoditi jika melakukan perdagangan tidak sepenuhnya berlaku karena banyak Negara yang masih memproduksi komoditi yang sebagian besar adalah dari impor. Kelemahan Asumsi Teori H-O
  12. 12. Teori Stolper - Samuelson “Peningkatan pada harga komoditas akan meningkatkan pendapatan riil faktor (input) yang dipakai secara insentif pada suatu sektor dan menurunkan pendapatan riil faktor (input) lain” – Negara yang mensuplai faktor produksi yang langka justru akan memperoleh keuntungan pendapatan riil dalam suatu nilai absolut dan merentangkan proteksi yang dapat menghambat laju impor, sehingga konsumen dirugikan dalam memenuhi preferensinya.
  13. 13. Contoh – Anggaplah ada suatu ekonomi yang hanya menghasilkan gandum dan pakaian, dengan buruh dan tanah sebagai satu-satunya faktor produksi. Gandum adalah industri yang menggunakan tanah secara intensif, sementara pakaian menggunakan buruh secara intensif. Asumsikan pula bahwa harga setiap produk sama dengan biaya marginalnya.
  14. 14. Harga Baju = P(C) = ar + bw – dengan P(C) sebagai harga baju, r biaya sewa yang dibayarkan untuk pemilik tanah, w = gaji, a jumlah tanah yang digunakan, dan b jumlah buruh yang digunakan. Harga gandum adalah:P(W) = cr + dw – dengan P(W) sebagai harga gandum r sewa, w gaji, c jumlah tanah yang digunakan, dan d jumlah buruh yang digunakan. Contoh
  15. 15. – Jika harga baju naik, paling tidak salah satu faktornya juga menjadi lebih mahal, karena jumlah relatif buruh dan tanah tidak dipengaruhi oleh harga yang berubah. Dapat diasumsikan bahwa yang menjadi lebih mahal adalah buruh, faktor yang digunakan secara intesif untuk produksi baju. – Maka, peningkatan harga produk akan secara proporsional meningkatkan skala hasil faktor yang digunakan paling intensif, dan kejatuhan skala hasil faktor yang tidak digunakan secara intensif. Contoh
  16. 16. Teori Rybcznski – “Peningkatan dalam suatu faktor produksi pendukung (endowment factor) akan menurunkan intensitas dari faktor produksi barang yang lain. – Peningkatan endowment suatu faktor (input) yang digunakan secara insentif akan meningkatkan proporsi out put yang sangat besar pada sektor tertentu dan menurunkan output pada sektor lain
  17. 17. Paradoks Leontief – Teori ini lahir akibat dari perdagangan internasional yang dilakukan oleh Amerika Serikat. – Amerika serikat sebagian besar mengekspor barang – barang yang padat karya dan mengimpor barang – barang yang padat modal, padahal secara keunggulan absolute ataupun komparatif AS unggul dalam modal dari pada tenaga kerja (bertentangan dengan terori H-O)
  18. 18. Syarat Terjadinya Paradoks Leontif –Intensitas faktor produksi yang berkebalikan –Tariff dan non tariff barier –Perbedaan dalam skill dan human capital –Perbedaaan faktor sumber daya alam
  19. 19. Kelebihan Paradoks Leontif –Jika suatu negara memiliki banyak tenaga kerja terdidik maka ekspornya akan lebih banyak –Sebaliknya jika suatu negara kurang memiliki tenaga kerja terdidik maka ekspornya akan lebih sedikit
  20. 20. Kelemahan Teori Klasik dan Modern – Kelemahan dalam hal asumsi ; tenaga kerja merupakan faktor produksi yang dominan dan homogen, “tenaga kerja tidak homogen melainkan berbeda menurut tingkat pendidikan dan ketrampilan” – Mengesampingkan pentingnya teknologi – Keunggulan dalam perdagangan ditentukan oleh keunggulan komparatif, “perdagangan juga ditentukan oleh proteksi atau kebijakan pemerintah dan keunggulan kompetitif”
  21. 21. Theory Pertumbuhan Edogen (Romer (1986) & Lucas (1989) “Penurunan hambatan – hambatan dalam berbagai bentuk, baik tarif maupun non tarif akan mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi suatu negara dalam jangka panjang”
  22. 22. Mekanisme Perdagangan Internasional Mampu Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi – Pengurangan/penghapusan hambatan – hambatan perdagangan akan meningkatkan perdagangan yang lebih terbuka dan memperlancar arus barang dan jasa sehingga memungkinkan teknologi baru – Manfaat riset dan pengembangan akan mengalir ke negara – negara sedang berkembang.
  23. 23. – Memacu skala ekonomis yang dapat meningkatkan profit dan meningkatkan investasi – Alokasi sumber daya faktor produksi yang lebih efisien pada berbagai sektor – Meningkatkan spesialisasi sehingga meningkatkan efisiensi Mekanisme Perdagangan Internasional Mampu Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi
  24. 24. M. Porter – Competitive Advantage of Nation Firm Strategy Stucture & Rivalry Demand Conditions Related & Supporting Industries Factors Conditions
  25. 25. – Faktor Endowmnet/Condition Keadaan faktor produksi seperti tenaga kerja terlatih atau kebutuhan infrastruktur untuk bersaing dalam industri. – Demand Condition Home demand berperan dalam meningkatkan mutu competitive advantage. Competitive advantage perusahaan nasional terjadi jika konsumen domestik meraka canggih dan menuntut, sehingga memaksa perusahaan itu untuk memiliki standar yang tinggi terhadap mutu produk dan menghasilkan model yang inovatif M. Porter – Competitive Advantage of Nation
  26. 26. – Relating and supporting industries Kehadiran para penyalur secara internasional dan kompetitif membantu mencapai suatu posisi yang kompetitif dan kuat secara internasional. – firm strategy structure dan rivalry Peran pemerintah dalam perekonomian yang dianggap sangat viral adalah bagaimana membentuk kondisi pasar, perusahaan yang diciptakan, diorganisasikan, diatur serta mengetahui bagaimana kondisi persaingan domestik M. Porter – Competitive Advantage of Nation

×