Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pengantar Teori - Teori Kurs

274 views

Published on

Menjelaskan beberapa teori - teori dasar mengenai nilai tukar

Published in: Economy & Finance
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pengantar Teori - Teori Kurs

  1. 1. Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  2. 2. Penjelasan mengenai fluktuasi Kurs dengan model pendekatan tradisional didasarkan pada kajian terhadap pertukaran barang dan jasa antar Negara. Artinya sejauh mana nilai kurs antara dua mata uang dari dua Negara ditentukan berdasarkan besarnya nilai perdagangan barang dan jasa diantara dua Negara tersebut. Oleh karena itulah model ini disebut sebagai model pendekatan perdagangan (trade approach) atau pendekatan elastisitas terhadap pembentukan kurs (elasticity approach to exchange rate determination). Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  3. 3. Menurut pendekatan ini, equilibrium kurs adalah kurs yang akan menyeimbangkan nilai ekspor dan nilai impor suatu negara. Dalam pendekatan ini kurs ditentukan dari keseimbangan nilai ekspor dan nilai impor. Jika nilai ekspor lebih kecil dari pada nilai impor, maka nilai mata uang suatu Negara akan mengalami depresiasi (penurunan). Begitu sebaliknya, jika nilai ekspor lebih besar, maka nilai kurs akan mengalami apresiasi (peningkatan) terhadap nilai tukar mata uang mitra dagangnya secara internasional. Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  4. 4. Dalam sistem kurs bebas dan atau mengambang kurs yang mengalami depresiasi atau apresiasi akan mendorong terjadinya arus perubahan ekspor dan impor dari barang dan jasa suatu Negara, sehingga akan tercapai keseimbangan nilai kurs di mana nilai ekspor sama besarnya dengan nilai impor. Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  5. 5. • Pendekatan Teori Kuantitas Uang • Pendekatan Keynes Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  6. 6. Teori kuantitas uang yang dikemukakan oleh Irving Fisher yang secara matematis dapat diformulasikan sebagai berikut: MV = PT Di mana : M (money) : jumlah uang yang beredar V (velocity) : Kecepatan peredaran uang P (Price) : Tingkat harga barang T (Trade) : Jumlah barang yang diperdagangkan. Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  7. 7. Menurut Fisher harga barang tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar saja tetapi juga kecepatan peredaran uang. Semakin cepat peredaran uang maka akan berakibat pada harga barang dan jasa yang semakin mahal yang menyebabkan permintaan akan barang dan jasa dari luar negeri turun dan secara tidak langsung akan melemahkan nilai tukar uang. Sebaliknya jika kecepatan peredaran uang semakin lambat maka harga barang akan turun yang secera tidak langsung nilai uang naik. Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  8. 8. Keynes membedakan 3 motivasi memegang uang, yaitu: 1. Untuk transaksi Motivasi transaksi menunjukkan perlunya uang untuk memenuhi kebutuhan transaksi untuk memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa, baik perorangan maupun secara kelompok/ perusahaan. Permintaan uang untuk transaksi dipengaruhi oleh pendapatan. Semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi pula permintaan atas uang dengan tujuan transak 2. Untuk berjaga – jaga Berhubungan dengan kaitan perencanaan keamanan yang menyangkut transaksi yang tidak terduga. Permintaan uang untuk berjaga – jaga juga dipengaruhi oleh pendapatan. Semakin tinggi pendapatan, semikin tinggi pula permintaan atas uang dengan tujuan berjaga – jaga. Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  9. 9. 3. Untuk spekulasi Didefenisikan sebagai motif mencari keuntungan karena mengetahui kondisi pasar lebih baik. Menurut Keynes, permintaan uang untuk spekulasi ini di sebabkan karena adanya pengharapan masyarakat akan suatu jaminan kepastian untuk mendapatkan keuntungan dari tingkat suku bunga. Teori Keynes ini diaplikasikan kepada proses permintaan uang yang kemudian mempengaruhi aggregat demand akan suatu mata uang atas mata uang lainnya sedangkan, penawaran akan jumlah uang ditentukan oleh pemerintah dan otoritas moneter yang ada. Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  10. 10. • Absolute Purchasing Power Parity • Relative Purchasing Power Parity Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  11. 11.  Teori Purchasing Power Parity dirumuskan berdasarkan asumsi implisit bahwa dalam konteks perdagangan dan hubungan keuangan internasional tidak ada biaya transportasi, tarif atau kendala lainnya yang dapat menghalangi laju perdagangan barang dan jasa secara bebas. Juga diasumsikan bahwa semua jenis komoditas dapat diperdagangkan secara bebas dan tidak terjadi gangguan struktural di setiap Negara.  Penjelasan teori Purchasing Power Parity didasarkan pada hukum satu harga, the Law of One Price yang menyatakan bahwa harga komoditas yang sama di dua Negara yang berbeda akan sama jika dinilai dengan mata uang yang sama Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  12. 12.  Dengan menggunakan konsep hukum satu harga, maka dapat dihitung seluruh harga dari sekumpulan komoditas dan jasa yang sama untuk dua Negara yang berbeda, misal untuk di Amerika maupun Jepang dapat ditulis sebagai berikut:  𝑃𝐽𝑃𝑌 = 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 𝑋 𝑃 𝑈𝑆𝐷  𝑃𝐽𝑃𝑌 merupakan harga sekumpulan komoditas dan jasa yang sama di Jepang  𝑃 𝑈𝑆𝐷 merupakan sekumpulan komoditas dan jasa yang sama di Amerika  Sedangkan 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 nilai tukar Dollar Amerika terhadap Yen Jepang Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  13. 13. Jika harga satu bungkus roti di Amerika adalah 1 dollar dan di Jepang adalah 80,0 Yen, maka nilai tukar Dollar terhadap Yen adalah:  𝑃𝐽𝑃𝑌 = ¥ 80,0  𝑃 𝑈𝑆𝐷= $ 1,0  Ada beberapa cara penulisan, antara lain adalah sebagai berikut:  𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 = ¥ 80,0 𝑈𝑆𝐷 1,0  𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 = 𝐽𝑃𝑌80,0 𝑈𝑆𝐷 1,0 delapan puluh Yen per satu Dollar  𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 = ¥80,0 𝑈𝑆𝐷 Kurs ini biasanya ditulis menjadi ;  𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 = 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌80,0 Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  14. 14. Teori PPP absolut sering kali dipandang tidak realistis karena tidak mempertimbangkan biaya – biaya yang timbul untuk suatu produk seperti biaya transportasi, biaya transaksi, tariff dan kuota. Oleh karena itu dikembangkan teori PPP relative yang menyatakan bahwa komoditas yang sama akan berbeda karena ketidaksempurnaan pasar yang disebabkan oleh banyak factor, seperti biaya transportasi, biaya transaksi, tariff atau pajak, kuota dan lainnya Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  15. 15. Kurs valuta asing akan berubah untuk mempertahankan daya belinya. Kurs akan selalu berubah dengan perubahan tingkat inflasi yang terjadi di dalam suatu Negara. Harga mengalami perubahan selama periode tertentu, bisa satu bulan, satu tahun, atau lebih lama Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  16. 16. Pada awal kesetimbangan harga makanan ringan di Jepang adalah ¥ 100,00 dan di Amerika Serikat adalah satu dollar. Inflasi di Amerika adalah 5 % dan di Jepang 10 %, maka akibat perubahan inflasi ini, harga makanan ringan di dua Negara tersebut berubah dan nilai tukar mata uang kedua Negara berubah. Sebelum inflasi harga makanan ringan di Jepang adalah ¥100,00 Yen dan di Amerika adalah $ 1,0, sehingga kurs awal keseimbangan sebelum dipeingaruhi oleh inflasi adalah 𝑼𝑺𝑫 𝑱𝑷𝒀 = ¥ 𝟏𝟎𝟎,𝟎 $ 𝟏,𝟎 kurs ini bisa ditulis dengan 𝑼𝑺𝑫 𝑱𝑷𝒀 𝟏𝟎𝟎, 𝟎 Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  17. 17. 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 = ¥ 100,0 $ 1,0 kurs ini bisa ditulis dengan 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 100,0 Harga makanan ringan di Amerika Serikat setelah inflasi $1 X (1 + 5%) = $1,05 Harga makanan ringan di Jepang setelah inflasi ¥100,0 X (1+10%) = ¥110,00 Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  18. 18. Kurs Dollar Amerika terhadap Yen Jepang akibat perubahan inflasi adalah 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 = ¥ 110,0 $ 1,05 𝑎𝑡𝑎𝑢 ¥ 104,76 $ 1,0 Jadi kurs 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 adalah 104,76 Yen per satu Dollar, dan bisa ditulis 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 104,76 Akibat inflasi ini terjadi perubahan dari 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 100 menjadi 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 104,76. artinya Yen Jepang mengaami depresiasi atau pelemahan terhadap Dollar Amerika, sebaliknya $ Amerika mengalami apresiasi atau penguatan terhadap ¥ Jepang Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  19. 19. Pada awal kesetimbangan harga Pakain di Jepang adalah ¥ 375,00 dan di Amerika Serikat adalah $1. Inflasi di Amerika adalah 2,3 % dan di Jepang 7,7 %, maka akibat perubahan inflasi ini, harga pakaian di dua Negara tersebut berubah dan nilai tukar mata uang kedua Negara berubah menjadi? Pada awal kesetimbangan harga Televisi di Jepang adalah ¥ 325,00 dan di Amerika Serikat adalah $1. Inflasi di Amerika adalah 7,3 % dan di Jepang 11,7 %, maka akibat perubahan inflasi ini, harga televisi di dua Negara tersebut berubah dan nilai tukar mata uang kedua Negara berubah menjadi? Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  20. 20. Pada awal kesetimbangan harga furniture di Jepang adalah ¥ 412,00 dan di Amerika Serikat adalah $1. Inflasi di Amerika adalah 2,3 % dan di Jepang 7,7 %, maka akibat perubahan inflasi ini, harga furniture di dua Negara tersebut berubah dan nilai tukar mata uang kedua Negara berubah menjadi? Pada awal kesetimbangan harga elektronik di Jepang adalah ¥ 175,00 dan di Amerika Serikat adalah satu dollar. Inflasi di Amerika adalah 3,3 % dan di Jepang 13,7 %, maka akibat perubahan inflasi ini, harga malanan ringan di dua Negara tersebut berubah dan nilai tukar mata uang kedua Negara berubah menjadi? Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  21. 21. Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  22. 22. Teori international Fisher Effect (IFE Theory) menjelaskan hubungan antara tingkat bunga dengan perubahan kurs mata uang asing. Teori ini menggabungkan teori PPP dengan teori Efek Fisher yang ditemukan oleh ekonom yang bernama Irfing Fisher. Menurut teori IFE terjadinya perbedaan tingkat bunga antara dua Negara disebabkan adanya perbedaan ekpektasi terhadap tingkat inflasi Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  23. 23. IFE = 𝟏+ 𝒊 𝒅 𝟏+ 𝒊 𝒇 = 𝟏+ 𝒓 𝒅 𝟏+ 𝒓 𝒇 Keterangan  𝑟𝑑 = tingkat bunga domestik  𝑟𝑓 = tingkat bunga Negara asing  𝑖 𝑑 = tingkat inflasi domestik  𝑖 𝑓 = tingkat inflasi Negara asing Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  24. 24. Bank X memberikan pengumuman sebagai berikut terhadap kurs pasangan 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 seperti berikut: a. Kurs 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 100,00 b. Tingkat bunga di Bank Amerika = 6% per tahun c. Tingkat bunga di Jepang = 1% per tahun Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  25. 25. Nasabah dapat memperkirakan nilai kurs 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 yang diharapkan untuk satu tahun kedepan dengan memperhitungkan tingkat bunga dari kedua Negara tersebut. Perhitungannya adalah: IFE = 1+ 𝑟 𝐽𝑃𝑌 1+ 𝑟 𝑈𝑆𝐷 = 1+1% 1+6% = 0,9528 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 = 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 (100,00) X 0,9528 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 = 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 95,28 Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  26. 26. Bank X memberikan pengumuman sebagai berikut terhadap kurs pasangan 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 seperti berikut: a. Kurs 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 137,58 b. Tingkat bunga di Bank Amerika = 6,3% per tahun c. Tingkat bunga di Jepang = 1,7% per tahun Bank Y memberikan pengumuman sebagai berikut terhadap kurs pasangan 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 seperti berikut: a. Kurs 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 123,58 b. Tingkat bunga di Bank Amerika = 3,3% per tahun c. Tingkat bunga di Jepang = 7,7% per tahun Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  27. 27. Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  28. 28. Teori ini menjelaskan hubungan antara dua pasar, yaitu pasar keuangan internasional, atau international money market dengan pasar valuta asing atau forex market. Teori paritas tingkat bunga, IRP menjelaskan bahwa perbedaan tingkat bunga pada internasional money market akan cenderung sama dengan kurs forward premium atau kursus forward diskon pada pasar valuta asing Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  29. 29. Berdasarkan pada teori ini, dapat ditentukan atau diharapkan berapa perubahan kurs forward di banding dengan kurs spot bila terdapat perbedaan tingkat bunga antara dua Negara. Seorang pemilik dana dapat menentukan pada mata uang Negara mana dananya harus disimpan atau diinvestasikan. Keputusan yang diambil pemilik dana di dasarkan pada selisih tingkat bunga antara dua Negara melalui perbedaan antara kurs forward dan kurs spot yang ditentukan berdasarkan forward rate premium atau forward rate discount Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  30. 30. Data pada pasar valas menunjukkan kurs spot Dollar terhadap ¥ adalah 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 100,00 dan kurs forward Dollar terhadap ¥ untuk 1 tahun adalah 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 98,00. Sedangkan pasar keuangan memberikan tingkat bunga satu tahun untuk $ Amerika 6 % dan untuk ¥ Jepang adalah 1 %. Dengan menggunakan persamaan IRP maka diketahui bahwa rasio perubahan tingkat bunga dan rasio perubahan kurs adalah: Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  31. 31. IRP = 𝟏+ 𝒓 𝑱𝑷𝒀 𝟏+ 𝒓 𝑼𝑺𝑫 = 𝟏+𝟏% 𝟏+𝟔% = 0,9528 Rasio kurs forward terhadap kurs spot 𝑼𝑺𝑫 𝑱𝑷𝒀 (𝑭) 𝑼𝑺𝑫 𝑱𝑷𝒀 (𝑺) = 𝑼𝑺𝑫 𝑱𝑷𝒀 𝟗𝟖,𝟎𝟎(𝑭) 𝑼𝑺𝑫 𝑱𝑷𝒀 𝟏𝟎𝟎,𝟎𝟎(𝑺) = 0,98 Jika nasabah berniat menyimpan uangnya dalam dollar, maka uang 100 Yen, dikonversikan terlebih dahulu dengan kurs spot dan kemudian didepositokan dalam Dollar Amerika dengan tingkat bunga 6%, kemudian setelah satu tahun dikonversikan lagi ke Yen Jepang. Maka nilai Yen setelah satu tahun adalah: Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  32. 32. ¥100,00 X 𝑈𝑆𝐷 100,00 = $ 1,00,kemudian di depositokan dengan tingkat 6 %, maka nilai Dollar setelah satu tahun $ 1,06 X (1+0,06) = $1,06 Total Yen setelah satu tahun denga kurs forward 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 98,00 adalah $1,06 X ¥98,00 $1,0 = ¥ 103,88 Nasabah mengalami keuntungan sebesar: ¥103,88 - ¥100,00 = ¥3,88, artinya nasabah mengalami keuntungan ¥3,88 Yen untuk tiap 100 Yen yang di depositokan dalam mata uang Dollar Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  33. 33. Data pada pasar valas menunjukkan kurs spot Dollar terhadap Yen adalah 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 150,00 dan kurs forward Dollar terhadap Yen untuk satu tahun adalah 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 77,00. sedangkan pasar keuangan memberikan tingkat bunga satu tahun untuk Dollar Amerika 3,3 % dan untuk Yen Jepang adalah 1 persen. Dengan menggunakan persamaan IRP maka diketahui bahwa rasio perubahan tingkat bunga dan rasio perubahan kurs adalah: Jika nasabah berniat menyimpan uangnya dalam dollar, maka uang 133 Yen, dikonversikan terlebih dahulu dengan kurs spot dan kemudian didepositokan dalam Dollar Amerika dengan tingkat bunga 3,3%, kemudian setelah satu tahun dikonversikan lagi ke Yen Jepang. Maka nilai Yen setelah satu tahun adalah? Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik
  34. 34. Data pada pasar valas menunjukkan kurs spot Dollar terhadap Yen adalah 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 170,00 dan kurs forward Dollar terhadap Yen untuk satu tahun adalah 𝑈𝑆𝐷 𝐽𝑃𝑌 98,00. sedangkan pasar keuangan memberikan tingkat bunga satu tahun untuk Dollar Amerika 7,7% dan untuk Yen Jepang adalah 1 persen. Dengan menggunakan persamaan IRP maka diketahui bahwa rasio perubahan tingkat bunga dan rasio perubahan kurs adalah: Jika nasabah berniat menyimpan uangnya dalam dollar, maka uang 200 Yen, dikonversikan terlebih dahulu dengan kurs spot dan kemudian didepositokan dalam Dollar Amerika dengan tingkat bunga 7,7%, kemudian setelah satu tahun dikonversikan lagi ke Yen Jepang. Maka nilai Yen setelah satu tahun adalah: Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik

×