Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pembangunan industri

151 views

Published on

Pembangunan industri

Published in: Education
  • Be the first to comment

Pembangunan industri

  1. 1. PEMBANGUNAN INDUSTRI
  2. 2. Peran Industri dalam Pembangunan ◦Memberikan sumbangan terhadap peningkatan PDB ◦Meningkatnya jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor Industri ◦Memberikan sumbangan komoditi industri terhadap ekspor barang dan jasa
  3. 3. Teori Perroux/ Pusat Pertumbuhan (pole of growth) ◦ Dalam proses pembangunan akan timbul industri pemimpin yang merupakan industri penggerak utama dalam pembangunan suatu daerah. ◦ Pemusatan industri pada suatu daerah aan mempercepat pertumbuhan ekonomi, karena pemusatan industri akan menciptakan pola konsumsi yang berbeda antar daerah. ◦ Perekonomian merupakan gabungan dari sistem industri yang relatif aktif (industri pemimpin) dengan industri – industri yang relatif pasif yaitu industri yang tergantung dari industri pemimpin.
  4. 4. ◦ Pada teori Perroux menyatakan bahwa pertumbuhan hanya terjadi di beberapa tempat yang disebut sebagai pusat pertumbuhan dengan intensitas yang berbeda ◦ Pembangunan ekonomi daerah tidak merata dan cenderung terjadi proses aglomerasi (pemusatan) pada pusat – pusat pertumbuhan. ◦ Selanjutnya pusat – pusat pertumbuhan akan mempengaruhi daerah – daerah yang lambat perekembangannnya. ◦ Terjadinya aglomerasi pada gilirannya memiliki keuntungan tertentu yaitu keuntungan skala ekonomis (usaha dalam jumlah yang besar) dan keuntungan penghematan biaya.
  5. 5. Keuntungan Aglomerasi dalam Skala Ekonomis Keuntungan lokalisasi Keuntungn eksteren Keuntungan internal perusahaan
  6. 6. Keuntungan Internal Perusahaan ◦ Keuntungan ini timbul karena adanya faktor – faktor produksi yang tidak dapat dibagi yang hanya diperoleh dalam jumlah tertentu. ◦ Kalau dipakai dalam jumlah yang banyak, biaya produksi per unit akan lebih rendah dibandingkan jika dipakai dalam jumlah yang lebih sedikit
  7. 7. Keuntungan Lokalisasi ◦Keuntungan ini berhubungan dengan sumber bahan baku atau fasilitas sumber. ◦Artinya dengan menumpuk industri, maka setiap industri merupakan sumber atau pasar bagi industri lainnya.
  8. 8. Keuntungan Eksteren ◦ Aglomerasi dalam beberapa industri dalam suatu daerah akan mengakibatkan banyak tenaga tersedia tanpa membutuhkan latihan khusus untuk suatu pekerjaan tertentu dan semakin mudah memperoleh tenaga – tenaga yang berbakat ◦ Mendorong didirikannya perusahaan jasa pelayanan masyarakat yang sangat diperlukan oleh industri, misalnya: listrik, air minum, perbankan dalam skala besar ◦ Ketika semuanya dibangun dalam skala besar maka biaya dapat ditekan lebih rendah
  9. 9. Kebijakan yang dilakukan pemerintah NSB untuk mengatasi aglomerasi Kebijakan Negatif Perangsang Institusional Pemberian Perangsang Fiskal
  10. 10. Kebijakan Negatif ◦ Maksudnya adalah membatasi perkembangan industri di daerah – daerah yang sudah maju, dengan tujuan disamping mengatasi kepadatan juga untuk menyebarkan pusat – pusat pertumbuhan ke daerah yang kurang berkembang. ◦ Teknik yang dapat di lakukan oleh pemerintah adalah dengan mempersulit atau membatasi pemberian ijin pendirian industri di daerah – daerah maju, di pihak lain memberikan perijinan yang mudah untuk pendirian industri di daerah kurang berkembang
  11. 11. Pemberian Perangsang Fiskal ◦ Pembebasan pajak, caranya adalah dengan pembebeasan pajak pendapatan selama beberapa tahun sejak industri didirikan, sehingga mampu mempertinggi laba yang diperoleh ◦ Pembebasan pajak dan cukai impor terhadap impor barang – barang modal, alat pengganti dan bahan mentah yang diperlukan industri. ◦ Mempercepat depresiasi atau penyusutan, yaitu dengan mempertinggi penyusutan tiap – tiap tahun, dengan maksud mempercepat kembalinya modal yang telah ditanamkan. ◦ Memberikan perangsang keuangan. Di NSB sering kali dijumpai orang – orang mempunyai jiwa wiraswasta, namun karena kemampuan, terutama kemampuan finansialnya yang tidak memadai, jiwa kewirausahaan itu sulit dimanifestasikan.
  12. 12. Cara pemerintah melakukan rangsangan keuangan kepada para wirausaha ◦Memberikan secara Cuma – Cuma sebagian modal yang dibutuhkan yang disebut sebagai hibah (grant) ◦Memberikan pinjaman dengan syarat lunak, baik dalam bentuk tingkat bunga yang rendah atau masa pelunasan yang cukup panjang
  13. 13. Kriteria Daerah untuk Mejadi Pusat Pertumbuhan Keadaan Prasarana Keadaan Pasar
  14. 14. Keadaan Prasarana ◦Keadaan prasarana menentukan efisiensi industri ◦Selama belum tersedia prasarana yang memadai dalam suatu daerah, sangat sulit diharapkan berkembangnya industri di daerah yang bersangkutan
  15. 15. Keadaan Pasar Industri yang dekat dengan bahan baku Industri yang dekat dengan pasar produksi Industri yang letaknya netral terhadap pasar maupun bahan mentah
  16. 16. Industri yang dekat dengan bahan baku/ resorces oriented industry ◦Biasanya merupakan industri yang memproses bahan pertanian dan bahan makanan. ◦Dalam hal ini menarik tidaknya suatu daerah ditentukan oleh tersedianya bahan mentah yang dibutuhkan industri di daerah tersebut.
  17. 17. Industri yang dekat dengan pasar produksi (market oriented industry) ◦Biasanya terdiri dari industri bahan makanan yang tidak tahan lama dan industri jasa –jasa. ◦Jenis industri yang biasanya banyak bersinggungan langsung dengan para konsumen/ pembelinya
  18. 18. Industri yang letaknya netral terhadap pasar maupun bahan mentah (foot – loose industry) Umumnya terdiri dari industri pengolahan dimana efisiensinya tidak tergantung pada berbagai fasilitas yang terdapat di daerah tersebut seperti kebebasan bergerak dan sebagainya.
  19. 19. Perangsang Institutional ◦ Permasalahan NSB dalam mengolah industri adalah lemahnya administrasi yang ada. Administrasi pemerintahan NSB dianggap kurang efisien seperti prosedur yang berbelit – belit, proses kerja yang lambat yang akhirnya sangat mempengaruhi industriaan dalam menanamkan modal di daerah yang bersangkutan. ◦ Cara pemerintah untuk mengalokasikan dananya untuk pembangunan biasanya dilakukan dengan memusatkan dana – dana yang dimiliki ke daerah – daerah yang potensial maupun riil mempunyai kemungkinan untuk berkembang lebih cepat
  20. 20. Keuntungan pemerintah memusatkan dana di daerah tertentu ◦Menghemat pengeluaran pemerintah dalam membangun prasarana – prasarana yang dibutuhkan oleh industri serta mempertinggi efisiensi penggunaan prasarana yang disediadakan pemerintah, sebab biaya pemeliharannnya kalau dipusatkan akan lebih rendah. ◦ Memungkinkan terjadinya eksternalistas ekonomi bagi industri
  21. 21. Eksternalitas Ekonomi bagi Industri ◦ Kawasan industri mempererat hubungan antar industri, sehingga mempermudah memperoleh bahan mentah yang diperlukan serta tersedianya pasar untuk hasil produksinya. ◦ Tersedianya tenaga yang dibutuhkan dengan kemampuan yang lebih baik yang datang dari daerah – daerah lain. ◦ Tidak perlu mendirikan atau mengusahakan kegiatan – kegiatan tertentu yang walaupun ada kaitannya dengan kestabilan usaha, seperti usaha perbengkelan, rumah sakit, tempat rekreasi dsb
  22. 22. Teori Export Base ◦ Teori ini mengatakan bahwa sektor ekspor berperan penting dalam pembangunan daerah, karena sektor tersebut dapat memberikan kontribusi yang penting kepada perekonomian daerah, yaitu: a. Ekspor akan secara langsung meningkatkan pendapatan faktor – faktor produksi dan pendapatan daerah. b. Perkembangan ekspor akan menciptakan permintaan terhadap produksi industri lokal (residentiary industries) yaitu industri yang produknya dipakai untuk melayani pasar di daerah.
  23. 23. Teori Resorces Base ◦ Data yang dipakai dalam teori resorces base jauh lebih lengkap dibanding dengan data yang digunakan dalam teori esport base ◦ Teori resorces base, analisisnya lebih mendalam serta memberikan penekanan pada: a. Pentingnya peranan kekayaan alam suatu daerah dalam pembangunan daerah yang bersangkutan. b. Faktor – faktor yang mempengaruhi efek pengganda dari sektor ekspor kepada seluruh perekonomian daerah.
  24. 24. Strategi Industrialisasi Industri Promosi Ekspor (Outward Looking) Industri Pengganti Impor (Inward Looking)
  25. 25. Industri Pengganti Impor (Inward Looking) ◦ Berorientasi kepada pasar dalam negeri ◦ Mengutamakan barang - barang olahan untuk pasar dalam negeri ◦ Impor dibatasi (dilarang) ◦ Industri dalam negeri dilindungi dengan kebijakan proteksi ◦ Barang yang diimpor sejauh mungkin diusahakan tidak diimpor lagi, tetapi dipenuhi dengan produksi di dalam negeri.
  26. 26. Industri Promosi Ekspor (Outward Looking) ◦ Berorientasi ke pasar internasional dalam usaha pengembangan industri ◦ Ekspor komoditi primer secara berangsur-angsur diganti dengan ekspor komoditi yang sudah diolah di dalam negeri ◦ Sambil memenuhi kebutuhan dalam negeri dilakukan pula ekspor hasil industri pengolahan dalam negeri ◦ Dikembangkan industri² yang selama ini belum ada tetapi mempunyai 2 fungsi: ◦ Dapat memenuhi kebutuhan di dalam negeri ◦ Mempunyai keunggulan komparatif untuk dijual ke pasar internasional.

×