Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Mekanisme penyesuaian dalam neraca pembayaran fix

337 views

Published on

Mekanisme penyesuaian dalam neraca pembayaran fix

Published in: Economy & Finance
  • Be the first to comment

Mekanisme penyesuaian dalam neraca pembayaran fix

  1. 1. MEKANISME PENYESUAIAN DALAM NERACA PEMBAYARAN
  2. 2. Mekanisme Harga ■ Penyesuaian neraca pembayaran yang terjadi akibat perubahan harga yang terjadi dalam suatu negara. ■ Perubahan harga yang terjadi di suatu negara akibat banyak sedikitnya cadangan emas dan stok uang yang mengakibatkan perubahan ekspor impor.
  3. 3. Hal – hal yang Mempengaruhi Penyesuaian Neraca Pembayaran ■ Keadaan perekonomian dalam arti luas meliputi sistem moneter internasional dan suasana perekonomian dunia. ■ Sistem devisa yang dipakai oleh negara yang bersangkutan. ■ Kebijakan serta sikap pemerintah negara bersangkutan.
  4. 4. Bentuk Ketidakseimbangan ■ Keadaan surplus dalam NPI terlihat dari cash inflow lebih besar dari pada cash outflow-nya. ■ Dan sebaliknya, kondisi defisit terjadi ketika cash outflow lebih besar dari pada cash inflow.
  5. 5. Simulasi ■ Karena suatu hal, ekspor tiba-tiba meningkat sehingga terjadi surplus neraca pembayaran. ■ Emas akan mengalir dalam negeri, stok uang dalam negeri meningkat, dan selanjutnya tingkat harga di dalam negeri menjadi lebih tinggi daripada harga diluar negeri. ■ Akibat selanjutnya adalah impor cenderung naik dan ekspor turun. Jadi, baik impor maupun ekspor bereaksi atau menyesuaikan diri terhadap perubahan tingkat
  6. 6. Cara melakukan penyeimbangan melalui pada neraca pemabayaran Melalui perubahan tingkat pendapatan nasional Melalui perubahan tingkat harga Melalui perubahan kurs valuta asing Malalui perubahan tingkat bunga Melalui sektor moneter neraca pembayaran
  7. 7. PENYEIMBANGAN KEMBALI NERACA PEMBAYARAN MELALUI PERUBAHAN PENDAPATAN NASIONAL
  8. 8. MEKANISME PENDAPATAN ■ Ketika ekspor Negara kita meningkat (∆X +), maka kenaikan penerimaan ekspor ini akan menimbulkan kenaikan pendapatan agregat (AY) melalui proses multiplier. ∆Y = ((1)/(1-b)) ∆X ■ Dimana b adalah marginal propensity to consume, dimana semakin tinggi pendapatan semakin besar pula jumlah yang diimpor. ■ Kenaikan pendapatan agregat sebesar ∆Y diatas akan diikuti dengan kenaikan impor
  9. 9. PENYEIMBANGAN KEMBALI NERACA PEMBAYARAN MELALUI PERUBAHAN TINGKAT HARGA
  10. 10. Versi Teori Kuantitas Uang ■ Versi ini mengatakan bahwa perubahan jumlah uang yang beredar akan mengakibatkan berubahnya tingkat harga yang searah dan proporsional dengan perubahan jumlah uang yang beredar. ■ Surplus neraca pembayaran akan mengakibatkan bertambahnya jumlah uang yang beredar sehingga mengakibatkan timbulnya kenaikan tingkat harga di negara yang NPI-nya surplus kemudian diakhiri dengan inflasi. ■ Berkurangnya jumlah uang yang beredar mengakibatkan menurunnya tingkat harga yang disebut dengan deflasi. ■ Deflasi bertendensi mengakibatkan bertambah kuatnya kemampuan produsen sehingga mengakibatkan meningkatnya ekspor dan menurunnya impor
  11. 11. Versi Pendapatan – pengeluaran Keynes Surplus neraca pembayaran. Stok uang naik Tingkat bunga turun Pengeluaran investasi naik Pendapatan nasional naik Impor naik
  12. 12. PENYEIMBANGAN KEMBALI NERACA PEMBAYARAN MELALUI PERUBAHAN KURS VALUTA ASING
  13. 13. Teori fleming-mundell & IS-LM ■ Kelebihan dari model mundell-fleming adalah model ini telah digunakan secara luas untuk menyatakan bahwa perekonomian tidak dapat secara bersama dalam : 1). Mempertahankan tingkat bunga tetap, 2) Pergerakan modal bebas dan kebijakan moneter independen. ■ Prinsip ini sering disebut mundell-fleming “trilemma”
  14. 14. Fixed exchange rate system + open CA Fixed exchange rate system + CA restriction Low stable inflation Abundant of international reserve Hongkong china Low stable inflation Abundant of international reserve Low external debt Open capital account (free capital mobility) Monetary policy independent Free float exchange rate systdm + open CA US, Japan, new Zealand, S.Korea,etc Development financial market External transaction are hedget Stabilitas Nilai Tukar/ Mundell – Fleming Trilemma
  15. 15. Free capital mobility Independent monetary policy Fixed exchange rate system example Capital controls No yes yes China before july 2005 reform Monetary union Yes No yes Hongkong, EU Floating exchange rate system yes yes no Japan, australia
  16. 16. PENYEIMBANGAN KEMBALI NERACA PEMBAYARAN MELALUI PERUBAHAN TINGKAT BUNGA
  17. 17. ■ Aliran modal masuk mempunyai hubungan positif dengan tingkat suku bunga dan modal keluar memiliki hubungan negatif dengan tingkat bunga. ■ Menurunnya tingkat suku bunga akan mengakibatkan menurunnya aliran modal masuk atau meningkatkan aliran modal keluar ■ Pada akhirnya neraca pembayaran yang semula surplus akan mengalami mengalami surplus yang semakin berkurang
  18. 18. PENYEIMBANGAN KEMBALI NERACA PEMBAYARAN MELALUI SEKTOR MONETER NERACA PEMBAYARAN
  19. 19. MEKANISME MONETER ■ Apabila terjadi surplus neraca pembayaran, maka uang akan mengalir masuk ke dalam negeri, sehingga stok uang di dalam negeri bertambah. ■ Apabila defisit neraca pembayaran maka uang akan mengalir ke luar negeri., sehingga stok uang dalam negeri menurun.
  20. 20. Keynes Surplus neraca pembayaran. Stok uang naik Tingkat bunga turun Pengeluaran investasi naik Pendapatan nasional naik Impor naik Monetaris Surplus neraca pembayaran. Stok uang naik Real balance naik, bila harga tidak naik Pengeluaran masyarakat naik Impor naik Real balance tetap, bila harga naik sebanding Pengeluaran masyarakat tetap Impor tetap
  21. 21. Perbandingan antara Mekanisme Keynes dan Monetaris ■ Mekanisme Keynes didasarkan atas adanya pasar uang yang cukup berkembang, sehingga kenaikan stok uang tidak secara langsung mempengaruhi pengeluaran masyarakat, tetapi lebih dulu melewati pasar uang. ■ Sebaliknya mekanisme moneteris nampaknya lebih mencerminkan keadaan Negara yang belum mempunyai pasar uang yang telah cukup berkembang. ■ Dalam keadaan ini, bila ada stok kenaikan uang masyarakat tidak terlalu mempertimbangkan apakah tambahan uang tersebut akan dipegang dalam bentuk uang tunai atau obligasi. ■ Hal ini karena surat berharga memang belum banyak tersedia atau digunakan dalam Negara berkembang.

×