Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Agenda dalam sistem ekonomi indonesia

491 views

Published on

Agenda dalam sistem ekonomi indonesia

Published in: Economy & Finance
  • Be the first to comment

Agenda dalam sistem ekonomi indonesia

  1. 1. Agenda Dalam Sistem Ekonomi Indonesia
  2. 2. Sistem Ekonomi Indonesia dalam Perspektif Sejarah Orde Lama (Sosialisme Indonesia) Pengertian, Dasar dan Tujuan Unsur Pokok Sosialisme Indonesia Sendi Pokok sosialisme Indonesia Asas Gotong Royong dan Kekeluargaan Alat Untuk Mewujudkan
  3. 3. Sistem Ekonomi Orde Lama : Sosialime Indonesia Pengertian, Dasar dan Tujuan Sosialisme Indonesia adalah suatu ajaran dan gerakan tentang tata cara masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila. Sosialisme Indonesia bertujuan mengakhiri dan melenyapkan segala penderitaan rakyat lahir batin, dan memberikan nikmat rohaniyah dan badaniyah. Ciri pokok sosialisme Indonesia adalah perpaduan antara unsur sosialisme, yaitu keadailan sosial dan kesejahteraan serta unsur kepribadian bangsa Indonesia yaitu kekeluargaan dan gotong royong.
  4. 4. Unsur Pokok Sosialisme Ekonomi Indonesia Segala kegiatan produksi, baik negara ataupun swasta ditujukan untuk kepentingan rakyat. Seluruh kegiatan distribusi diatur sedemikian rupa sehingga barang – barang keperluan sehari – hari dapat sampai dengan cepat, merata, murah di tangan rakyat. Segala kegiatan pertanian dan industri yang diekspor merupakan produksi barang – barang jadi. Kegiatan impor ditujukan untuk menambah produksi dalam negeri. Negara dituntut untuk segera mungkin membangun kegiatan industri dengan tujuan mencukupi keperluan sendiri.
  5. 5. Alasan Pembagian Peran antara Pemerintah dan Swasta pada Orde Lama Negera menguasai lapangan perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak. Produksi, pengangkutan dan distribusi bahan penting diselenggarakan oleh negara dan dikuasai negara. Pemerintah dianjurkan bergerak dalam produksi, pegangkutan dan distribusi. Koperasi dianjurkan bergerak di segala lapangan terutama distribusi. Pihak swasta diberi tempat yang layak dalam sektor produksi dan pengangkutan
  6. 6. Sendi Pokok Sosialisme Indonesia Keadilan Kerakyatan Kesejahteraan Kebangsaan Kemanusiaan Ketuhanan
  7. 7. Keadilan dalam Sosialisme Indonesia Hubungan antarmanusia, hubungan orang dengan sesamanya, keadilan yang dimaksud adalah memberikan hak yang seharusnya diterima dan mengerjakan segala tanggung jawab, sehingga nantinya muncul keadilan tukar menukar. Hubungan antara manusia dan masyarakat, keadilan difungsikan untuk senantiasa memberi dan melaksanakan segala sesuatu yang berhubungan dengan kesejahteraan bersama sebagai tujuan kesejahteraan masyarakat hingga nanti muncullah keadilan sosial Hubungan antara masyarakat dengan warga, keadilan diartikan sebagai pembagian beban dan kenikmatan secara merata hingga nanti disebut sebagi keadilan membagi
  8. 8. Kerakyatan dalam Sosialisme Indonesia Tata kerakyatan yang terdapat di Indonesia adalah demokrasi terpimpin. Demokrasi terpimpin meliputi seluruh lapangan hidup manusia baik dalam bidang kenegaraan masyarakat & kerohanian, politik, ekonomi, sosial maupun kebudayaan. Pelaksanaan demokrasi terpimpin bersandar kepada pengakuan akan kepribadian manusia sebagai perwujudan akan persamaan antara semua manusia menurut hakikatnya.
  9. 9. Kesejahteraan Unsur pokok kesejahteraan adalah keselamatan, ketentraman dan kemakmuran lahir batin dalam tata kehidupan dan penghidupan manusia, baik dalam kehidupan orang seorang maupun dalam kehidupan bersama.
  10. 10. Kebangsaan Kebangsaan adalah suatu persatuan manusia dalam hidup bersama untuk membangun dan membentuk suatu kesatuan kesadaran, pandangan, tata cara hidup dan kebudayaan yang dimiliki bersama hingga dalam kesatuan manusia tersebut merasa dalam satu rumah sebagai tempat tinggalnya.
  11. 11. Kemanusiaan • Merupakan sikap dan perbuatan untuk membangun dan membentuk kesatuan diantara manusia sesamanya yang tidak hanya manusia yang terdekat saja melainkan meliputi seluruh umat manusia.
  12. 12. Ketuhanan • Dalam membentuk suatu sistem manusia menyadari dan mengerti bahwa ada yang mutlak yang disebut dengan Tuhan dan daripadanya lahir unsur ketuhanan dalam hati dan karya manusia.
  13. 13. Asas Gotong Royong dan Kekeluargaan dalam Sistem Indonesia Yang dimaksud dengan asas gotong royong adalah kesadaran dan semangat untuk mengerjakan dan menanggung akibat dari suatu secara bersama – sama, tanpa memikirkan dan mengutamakan keuntungan bagi dirinya sendiri. Yang dimaksud dengan kekeluargaan adalah keinsyafan serta kesadaran manusia untuk mengerjakan segala sesuatu oleh semua dan untuk semua, di bawah piminan seorangan ketua atas dasar pancasila.
  14. 14. Ajaran tentang Asas Kekeluargaan Kepentingan dan kesejahteraan bersamalah yang harus diutaman, dan bukan kepentingan atau kesejahteraan orang – seorang. Antara ketua sebagai pimpinannya dan para anggota masyarakat yang dipimpin, ada persatuan dan kesatuan dalam rasa dan karya untuk melakukan segala sesuatu oleh semua dan untuk semua. Dalam semua usaha dan karya, kasih sayang dan kewajibanlah yang menjadi pendorong dan penggeraknya dan bukan hak serta nafsu tuntutan yang berkuasa.
  15. 15. Sistem Ekonomi Masa Orde Baru : GBHN GBHN adalah haluan negara dalam garis – garis besar yang hakikatnya adalah pola umum pembangunan nasional yang ditetapkan oleh MPR sesuai dengan tujuan nasional seperti yang dimaksud dalam pembukaan UUD 1945
  16. 16. Tiga Tingkatan Pembangunan yang Saling Terkait Pola dasar pembangunan Nasional, menguraikan pokok – pokok konsepsi dasar pembangunan nasional. Pola umum pembangunan jangka panjang, menguraikan pokok – pokok konsepsi pembangunan jangka panjang (25 – 30 Tahun) Pola umum pembangunan lima tahun, meguraikan pokok – pokok konsepsi pembangunan lima tahunan.
  17. 17. Pola Umum Pembangunan Nasional Pola umum pembangunan nasional menerapkan kelima sila yang terdapat pada pancasila. Sila I, mencakup semua pemeluk agama untuk secara terus menerus dan bersama – sama meletakkan landasan spriritual, moral dan etik yang kokoh bagi pembangunan nasional. Sila II, mencangkup peningkatan martabat serta hak dan kewajiban asasi warga negara serta penghapusan penjajahan, kesengsaran dan ketidakadilan dari muka bumi Sila III, mencangkup peningkatan pembinaan bangsa dimana semua bidang kehidupan manusia, bangsa dan negara sehingga rasa kesetiakawanan semakin kuat dalam rangka memperkukuh persatuan dan kesatauan bangsa
  18. 18. Sila IV, mencangkup upaya makin menumbuhkan dan mengembangkan sistem politik Demokrasi Pancasila. Sila V, mengembangkan pertumbuhan ekonomi yang dikaitkan dengan pemerataan pembangunan dan hasil – hasilnya menuju terciptanya kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam sistem ekonomi yang disusun sebagai usaha atas asas kekeluargaan
  19. 19. Asas Pembangunan Nasional 1. Asas keimanan dan ketakwaan terhdap Tuhan YME. Segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional dijiwai, digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan sebagai nilai luhur yang menjadi landasan spritual, moral dan etik 2. Asas manfaat Segala usaha kegiatan pembangunan nasional memberikan manfaat bagi kemanusiaan, peningkatan kesejahteraan dan pengembangan pribadi warga negara serta mengutamakan kelestarian nilai – nilai luhur budaya bangsa dan kelestarian lingkungan 3. Asas demokrasi pancasila untuk mencapai tujuan pembangunan nasional yang meliputi seluruh aspek kehidupan dilakukan dengan semangat kekeluaragaan yang bercirikan kebersamaan, gotong royong, persatuan dan kesatuan melalui musyawarah mufakat
  20. 20. 4. Asas adil dan merata Untuk mencapi tujuan pembangunan yang diselenggarakan sebagai usaha bersama harus merata di semua lapisan masyarakat dan seluruh wilayah tanah air dimana setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan berperan dan menikmati hasil – hasilnya secara asil sesuai dengan nilai – nilai kemanusiaan dan darma bakti yang diberikan kepada bangsa dan negara 5. Asas keseimbangan, keserasian dan keselasan dalam perikehidupan. Pembangunan nasional harus ada keseimbangan dan keselarasan antara kepentingan dunia dan akhirat, materiil dan sprituil, jiwa raga, individu, masyarakat dan negara, pusat dan daerah serta antar daerah, serta kepentingan nasional dan internasional
  21. 21. 6. Asas hukum Setiap warga negara dan penyelenggara negara harus taat kepada hukum yang berintikan keadilan dan kebenaran, serta negara berkewajiban untuk menengakkan dan menjamin kepastian hukum 7. Asas kemandirian Pembangunan nasional berlandaskan pada kepercayaan terhadap kemampuan dan kekuatan sendiri, serta bersendikan kepada kepribadian bangsa.
  22. 22. Trilogi Pembangunan Pemerataan pembangunan dan hasil - hasilnya Pertumbuhan Ekonomi yang Tinggi Stabilitas Nasional yang Sehat dan Dinamis
  23. 23. Tujuan Kebijakan Pertumbuhan Ekonomi Agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan, perumbuhan ekonomi harus dipacu atas pertumbuhan penduduk. Usaha mewujudkan pertumbuhan harus diintegrasikan dengan usaha untuk mewujudkan pemerataan. Diyakini bahwa pemerataan pembangunan hanya akan dilaksanakan apabila ada pertumbuhan yang cukup tinggi. Kebijakan pertumbuhan harus tetap memperhatikan pembangunan bidang – bidang lainnya karena apabila tidak diwaspadai akan memberikan dampak negatif bagi pembangunan
  24. 24. Stabilitas Nasional yang Sehat dan Dinamis Stabilitas adalah suatu kondisi kehidupan masyarakat, bebangsa dan bernegara yang mantap, aman, tentram dan tertib. Sehat yang dimaksudkan adalah bahwa kondisi tersebut harus tercipta atas dasar berlakunya aturan yang disepakati secara nasional dan timbul secara wajar dari kesadaran sehingga mendorong dinamika. Dinamis diartikan bahwa dalam kondisi tersebut tetap berkembang kreatifitas masyarakat yang memungkinkan peningkatan produktivitas nasional

×