1                                    BAB I                              PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang         Bahasa meru...
2berbahasa hanya bisa didapat melalui latihan intensif sehingga dapatmengembangkan potensi yang ada pada diri seseorang.  ...
3         Pada prinsipnya tujuan pembelajaran bahasa adalah peserta didikterampil berbahasa seperti terampil menyimak, ter...
4menyimak peserta didik rendah. Karenanya, guru sebagai tenaga pendidik perlumempertimbangkan penggunaan strategi yang tep...
5              Bagaimanakah   Penerapan     Strategi    Ekspositori   (SE)    untukMeningkatkan Keterampilan Menyimak Mata...
61.4. Manfaat Penelitian         Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihakyang terkait.    Pada ...
71.5. Definisi Operasional               1.5.1. Menyimak         Akhadi-at (1992), menyatakan bahwa menyimak adalah suatu ...
8seorang guru terhadap sekelompok siswa. Peran siswa pada strategi ini adalahmenyimak untuk memahami materi pelajaran yang...
9penilaian hasil maupun instrument penilaian proses. Instrument penilaian inidisediakan untuk peserta didik secara berkelo...
10                                    BAB II                               KAJIAN PUSTAKA2.1. Teori Menyimak              ...
11         Kegiatan menyimak bunyi bahasa yang tertangkap oleh alat pendengarkemudian diidentifikasi dan dikelompokkan. Se...
12         Mengkaji definisi yang dikemukakan para pakar di atas, dapat dipahamibahwa menyimak merupakan suatu proses mend...
13mendapatkan fakta, 2) menganalisis fakta, 3) mengevaluasi fakta, 4) mendapatkaninspirasi, dan 5) mendapatkan hiburan. Be...
14diterimanya?, 2) akuratkah fakta-fakta tersebut?, dan 3) relevankah fakta-fakta itudengan pengetahuan penyimak?.2.1.2.4....
15         Menciptakan kegiatan menyimak, unsur-unsur         tersebut harus ada.Unsur-unsur menyimak yang dimaksud       ...
16pemahaman kita, dan 3) memberikan arah untuk mengingat pengalaman ataupengetahuan dan informasi yang telah diketahui seb...
17disimpulkan, dan 4) pusatkan dasar pemikiran pada gagasan yang dinyatakan olehpembicara, dan jangan dikacaukan oleh opin...
18dan penelitian mengenai keterampilan menyimakpun sangat langka (Tarigan;1987).         Suyatno      (2004)       menyebu...
19tindakaan (rangkaian tindakan) termasuk penggunaan metode dan media yangdigunakan dalam pemabelajaran. Kedua, strategi d...
20disampaikan lansung oleh guru. Strategi ekspositori juga sering disebut denganistilah strategi “chalk and talk”.        ...
21evaluasi hasil belajar yang digunakan adalah tes yang telah dibakukan atau tesbuatan guru.         Karakteristik strateg...
222.2.3.1. Berorientasi pada tujuan         Sebelum guru menerapkan Strategi Ekspositori, terlebih dahulu guruharus merumu...
23menghubungkan (correlation), 4) tahap menyimpulkan (generalation), dan 5)tahap penerapan (aplication).2.2.4.1.        Pe...
242.2.4.4.      Menyimpulkan (Generalazation)         Menyimpulkan (Generalazation), merupakan tahapan memahami inti(core)...
25         Kelemahan Strategi Ekspositori (SE); 1) Strategi Ekspositori (SE) hanyacocok digunkan pada siswa yang memiliki ...
26strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik bahan pembelajaranketerampilan menyimak adalah konsep Strategi Ek...
27                                   BAB III                      PELAKSANAAN PENELITIAN3.1. Pendekatan Penelitian        ...
283.2. Waktu dan Tempat Penelitian         Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu pada awal bulan januari tahunpelajaran...
29         Berdasarkan konsep model penelitian di atas, pokok penelitian ini terdiridari 4 (empat) langkah diantarnya; 1) ...
303.4.1.4. Refleksi           Kegiatan pada tahap ini adalah peneliti bersama kolaboratormenganalisis data hasil observasi...
31          Pada pelaksanaan rencana pembelajaran, mitra penelitian selaku timkolaborator bersama peneliti melakukan obser...
32                                PELAKSANAAN                                  PELAKSANAAN  PERENCANAAN    PERENCANAAN    ...
33pencapaian keterampilan menyimak, dan 5) instrument pedoman penilaian hasilpencapaian keterampilan menyimak.            ...
34       (preparation)        Guru menyampaikan tujuan pembelajaran                            Guru menyampaikan materi ...
35            Pedoman penilaian proses keterampilan menyimak peserta didik dapatdilhat melalui tabel berikut;     Tabel 4 ...
36Kurang Serius : sebagian anggota kelompok bersungguh-sungguh menyimak            cerita yang dibacakan dan mencatat hal-...
37         VIII         IX          X         XI              Jumlah     PerolehanSKOR      =                        x 100...
38         Penelahaan    data   diawali   dengan    mentranskripsikan   data   hasilpengamatan pelaksanaan pembelajaran. L...
39                          Tabel 7 Taraf Keberhasilan KBM  Pencapaian Tujuan                                           Ti...
40proses pembelajaran dan instrument penelitian hasil pembelajaran. Instrumentpenilaian proses terdiri dari dua jenis yait...
41       4.2.2. Pelaksanaan         Tahap pelaksanaan siklus I dilaksanakan oleh peneliti bersamakolaborator. Peran peneli...
42            Berikut kutipan tujuan yang disampaikan pendidik dalam prosespembelajaran;     “jika anak-anak rajin menyima...
43pembagian LKS II. Siswa menyelsaikan LKS I setelah mereka menyimak tekscerita dan setelah melakukan tanya jawab. Sedangk...
44pelajaran. Selain itu juga, pendidik bersama siswa menyimpulkan bahan pelajaranberdasarkan amanat-amanat yang terkandung...
45      Nilai Rata-Rata                                                     84.37             Tabel 9 menunjukkan bahwa ti...
46           4.2.3.1.3. Hasil belajar siswa         Hasil    belajar    siswa    setelah   mengikuti    pembelajaran    di...
47siswa terdapat 28 siswa atau 65.11 % dengan kategori sangat baik (berhasil),terdapat 15 siswa atau 34.88 % dengan katego...
48maksimal dalam menyimpulkan bahan pelajaran dengan sendirinya, sehinggapendidik perlu memaksimalkan kinerjanya.         ...
49         Pertama; penyusunan Rencana Pembelajaran (RP) pada siklus inidibuat untuk satu kali pertemuan dengan alokasi wa...
50pendidik dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran menggunakaninstrument yang telah sipersiapkan. Subjek penelitian...
51ini juga, pendidik menyampaikan langkah-langkah kegiatan dalam pembelajaranyang akan dilakukan oleh siswa.4.3.2.3. Memba...
52diperlukan tidak terlalu banyak dibanding dengan siklus I karena siswa tidakpindah dari tempat duduknya.         Beranja...
53mengingat informasi penting yang terdapat dalam teks cerita. Peninjauaninformasi ditekankan pendidik secara berurutan ag...
54  1   Pesiapan              Pendidik melakukan apersepsi             √      (preparation)         Pendidik      menyam...
55         Table 14 menunjukkan bahwa keberhasilan proses pembelajaran denganStrategi Ekspositori dari 43 siswa tentang me...
56         Keberhasilan siswa dalam penilaian hasil (LKS II) tentang menyimakteks cerita dengan Strategi Ekspositori pada ...
57         Refleksi pada tahap pelaksanaan sbb; 1) pada tahap persiapan, tahapkorelasi, dan tahap mengaplikasikan dalam pe...
58indikator, 5) tujuan pembelajaran, 6) materi pembelajaran, 7) metodepembelajaran, 8) langkah-langkah pembelajaran, 9) su...
59         Membahas hasil pengamatan terhadap kinerja pendidik secara lebihrinci, pada bagian apersepsi, pengkondisisn sis...
60dari 43 siswa terdapat 28 siswa atau 61.11 % dengan kategori sangat baik(berhasil), terdapat 12 siswa atau 27.9 % dengan...
50749853 skripsi
50749853 skripsi
50749853 skripsi
50749853 skripsi
50749853 skripsi
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

50749853 skripsi

6,830 views

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,830
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
239
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

50749853 skripsi

  1. 1. 1 BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Bahasa merupakan sarana komunikasi bagi manusia. Manusia sebagaimakhluk sosial dapat berhubungan secara efektif melalui bahasa. Pengungkapanperasaan, pendapat, dan bahkan dengan bahasa manusia berfikir. Komunikasiakan lancar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman apabila manusia terampilberbahasa. Karenanya, manusia perlu meningkatkan keterampilan berbahasa baiksecara lisan maupun secara tertulis. Komunikasi dikatakan berhasil apabila pesanyang disampaikan pembicara dapat dipahami oleh penyimak sesuai denganmaksud pembicara. Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial,dan emosional disetiap individu. Keterampilan berbahasa erat kaitannya denganproses berfikir yang mendasari bahasa. Penggunaan bahasa oleh seseorangmencerminkan pikirannya. Semakin cerah dan jelas pikiran seseorang, makasemakin terampil pula seseorang berbahasa. Melatih keterampilan berbahasaberarti melatih keterampilan berfikir (Dawson & Tarigan dalam Vismaia, Kartimi& Sutari;1997). Keterampilan berbahasa menuntut adanya pengetahuan dan pengalamandalam berbahasa maupun nonkebahasaan. Pengetahuan berbahasa belum dianggaplengkap apabila tidak diikuti dengan pengalaman berbahasa. Pengalaman
  2. 2. 2berbahasa hanya bisa didapat melalui latihan intensif sehingga dapatmengembangkan potensi yang ada pada diri seseorang. Lembaga pendidikan khususnya Sekolah Dasar memberikan kesempatankepada setiap individu untuk mengembangkan keterampilan berbahasa. Salah satubidang studi yang ditawarkan kurikulum yakni melalui mata pelajaran BahasaIndonesia, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan potensinaya sesuaidengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya. Pembelajaran bahasa diarahkanuntuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalamBahasa Indonesia baik secara lisan maupun secara tertulis. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasionalmenyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untukmewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapatmengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilanyang diperlukan dirinya, masyarakat, Bangsa, dan Negara. Mengkaji konsep di atas tentang kemampuan peserta didik memilikiketerampilan, maka berarti proses pendidikan berujung pada pembentukan sikap,pengembangan kecerdasan atau intelektual, dan pengembangan keterampilansesuai dengan kebutuhannya. Karenanya, ketika guru memberikan pembelajaranbahasa maka seharusnya guru berfikir bagaimana pembelajaran dapat membentuksikap, kecerdasan, dan keterampilan peserta didik sesuai dengan tujuanpendidikan.
  3. 3. 3 Pada prinsipnya tujuan pembelajaran bahasa adalah peserta didikterampil berbahasa seperti terampil menyimak, terampil menulis, terampilmembaca, dan terampil berbicara. Keempat keterampilan tersebut tidak bisadipisahkan satu sama lain. Pada pelaksanaan di dalam proses pembalajaran, semuaketerampilan tersebut bekerja bersama-sama. Dengan kata lain, lebih banyakasfek keterampilan berbahasa yang terlibat maka akan lebih baik hasil suatupembelajaran. Keterampilan menyimak merupakan salah satu kegiatan berbahasa yangperanannya sangat primer di Dunia Pendidikan. Bagi peserta didik yang kurangmampu menyimak akan mendapat hambatan dalam menerima materi yangdisampaikan. Kemampuan menyimak yang efektif, efisien, dan kritis sangatesensial bagi keberhasilan peserta didik. Beberapa permasalahan yang menjadi hambatan dalam prosespembelajaran khususnya di SDN 16 Mataram siswa kelas V (Lima) diantaranya;1) jumlah peserta didik terlalu banyak yakni 45 siswa, sehingga suasana kelasdalam proses pembelajaran ribut dan tidak terkendali, 2) peserta didik tidakmemiliki kesiapan menyimak ketika mengikuti pembelajaran, khususnyamenyimak teks cerita, 3) alat bantu belum merata untuk setiap bahanpembelajaran, 4) buku pembelajaran tentang menyimak masih langka, dan 5) guruberasumsi bahwa pembelajaran menyimak tidak perlu direncanakan karenaketerampilan menyimak akan dikuasai peserta didik dengan sendirinya. Berdasarkan rincian permasalahan di atas dapat disimpulkan bahwapelaksanaan pembelajaran tidak terlaksana secara optimal sehingga kemampuan
  4. 4. 4menyimak peserta didik rendah. Karenanya, guru sebagai tenaga pendidik perlumempertimbangkan penggunaan strategi yang tepat untuk menyempurnakan danmengoptimalkan pembelajaran. Salah satu alternative yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkanketerampilan menyimak peserta didik dalam pembelajaran adalah menggunakanStrategi Ekspositori (SE). Strategi Ekspositori (SE) merupakan strategipembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verballisan dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswadapat mnguasai pelajaran secara optimal. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan pembelajaran yang telahdipaparkan, peneliti tertarik membahas tentang peningkatan keterampilanmenyimak dengan Strategi Ekspositori (SE). Beranjak dari ketertarikan penelititerhadap kenyataan dan permasalahan tersebut, maka peneliti menyusun judulpenelitian sbb; Peningkatan Keterampilan Menyimak Mata Pelajaran BahasaIndonesia Dengan Strategi Ekspositori (SE) Pada Siswa SDN 16 Mataram TahunAjaran 2009/2010. Permasalahan lain yang mengahadirkan pokok bahasan penelitian iniadalah kurangnya ditemukan penelitian sebelumnya yang terkait denganpermasalahan keterampilan menyimak peserta didik dalam proses pembelajaran.Karenanya, pokok bahasan ini penting untuk dikaji lebih lanjut.1.2. Rumusan Masalah
  5. 5. 5 Bagaimanakah Penerapan Strategi Ekspositori (SE) untukMeningkatkan Keterampilan Menyimak Mata Pelajaran Bahasa Indonesia PadaSiswa Kelas V (Lima) Sekolah Dasar Negeri 16 Mataram Tahun Pelajaran2009/2010?.1.3. Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui Penerapan Strategi Ekspositori (SE) dalammeningkatkan Keterampilan Menyimak Mata Pelajaran Bahasa Indonesia PadaSiswa Kelas V (Lima) Sekolah Dasar Negeri 16 Mataram Tahun Pelajaran2009/2010. Tujuan penelitian ini dijabarkan menjadi lebih khusus yakni sbb; 1.3.1. Mengetahui kinerja guru dalam pembelajaran keterampilan menyimak mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan penerapan Strategi Ekspositori (SE). 1.3.2. Mengetahui proses belajar siswa kelas V (Lima) SDN 16 Mataram dalam pembelajaran keterampilan menyimak mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan penerapan Strategi Ekspositori (SE). 1.3.3. Mengetahui hasil belajar siswa kelas V (Lima) SDN 16 Mataram dalam pembelajaran keterampilan menyimak mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan penerapan Strategi Ekspositori (SE).
  6. 6. 61.4. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihakyang terkait. Pada lembaga pendidikan khususnya Sekolah Dasar, manfaatpenelitian ini diutamakan bagi siswa, bagi guru dan bagi sekolah. Manfaatpenelitian ini dirincikan sbb; 1.4.1. Bagi siswa Manfaat penelitian bagi siswa adalah; 1) peserta didik memperolehmodel pembelajaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan keterampilanmenyimak, 2) proses pembelajaran yang dilakukan peserta didik menjadi lebihbermakna, dan 3) mempermudah peserta didik menerima materi pelajarankhususnya asfek menyimak mata pelajaran Bahasa Indonesia. 1.4.2. Bagi guru Manfaat penelitian bagi guru adalah; 1) menyediakan strategipembelajaran keterampilan menyimak sebagai pertimbangan untuk diterapkandalam proses pembelajaran, 2) membekali guru tentang konsep StrategiEkspositori (SE) sehingga dapat menambah pengetahuan, dan 3) sebagai salahsatu pilihan bagi guru untuk mengatasi permasalahan pembelajaran BahasaIndonesia, khususnya pada asfek menyimak. 1.4.3. Bagi sekolah Manfaat penelitian bagi sekolah adalah; 1) tercapainya standar kelulusanyang ditetapkan sekolah, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia, dan 2)meningkatkan mutu pembelajaran dengan memperkaya strategi pembelajaranuntuk diterapkan oleh staf pendidik.
  7. 7. 71.5. Definisi Operasional 1.5.1. Menyimak Akhadi-at (1992), menyatakan bahwa menyimak adalah suatu prosesyang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi,mengintepretasikan, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya. Menyimak adalah suatu proses mendengarkan dan menangkap maknapesan dengan penuh perhatian, pemahaman, interpretasi lambang-lambang lisan,dan apresiasi untuk mendapatkan fakta, makna isi, serta mereaksi (merespon) atasmakna yang terkandung di dalamnya. 1.5.2. Strategi Pembelajaran Kemp (dalam Sanjaya; 2008) menjelaskan bahwa strategi pembelajaranadalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agartujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Strategi pembelajaran adalah perencanaan kegiatan tentang prosedurpembelajaran sebagai jambatan untuk menyampaikan materi pelajaran sehinggaguru mudah menyampaikan dan peserta didik mudah memahaminya. 1.5.3. Strategi Ekspositori (SE) Sanjaya (2008) Strategi Ekspositori (SE) adalah strategi pembelajaranyang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal lisan dari gurukepada sekelompok peserta didik dengan maksud agar peserta didik dapatmenguasai materi pelajaran secara optimal. Strategi Ekspositori (SE) adalah perencanaan rangkaian kegiatanpembelajaran yang menekankan penyampaian informasi secara verbal lisan dari
  8. 8. 8seorang guru terhadap sekelompok siswa. Peran siswa pada strategi ini adalahmenyimak untuk memahami materi pelajaran yang disampaikan.1.6. Keterbatasan Penelitian Bahasan kajian pada penelitian ini dirincikan sbb; 1) variabel harapanpenelitian ini membahas tentang peningkatan keterampilan menyimak pesertadidik, dan 2) variabel tindakan penelitian ini adalah penerapan StrategiEkspositori (SE) pada pembelajaran keterampilan menyimak.1.7. Kerangka Pemecahan Masalah Pada bagian latar belakang telah disebutkan bahwa penggunaan StrartegiEkspositori (SE) terdiri dari 5 (lima) tahapan, yaitu; 1) persiapan (preparation),penyajian (presentation), 3) menghubungkan (corelation), 4) menyimpulkan(generalation), dan 5) penerapan (aplication). Pelaksanaan tahapan-tahapan Strategi Ekspositori (SE) dalampembelajaran keterampilan menyimak, memerlukan persiapan dan pelaksanaanyang maksimal untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Pada penelitian ini,untuk mengetahui keberhasilan pelaksnaan Strategi Ekspositori (SE) penelitimempersiapkan instruiment penilaian. Pelaksanaan tahapan Strategi Ekspositori (SE) pada penelitian inimerupakan langkah pemecahan permasalahan peserta didik dalam prosespembelajaran. Pelaksanaan tahapan-tahapan Strategi Elspositori (SE),keterampilan menyimak peserta didik dapat diukur menggunakan instrument
  9. 9. 9penilaian hasil maupun instrument penilaian proses. Instrument penilaian inidisediakan untuk peserta didik secara berkelompok. Pelaksana/pengambilan datauntuk penilaian keterampilan menyimak dilakukan oleh peneliti bersama rekansejawat dan guru kelas selaku kolaborator.
  10. 10. 10 BAB II KAJIAN PUSTAKA2.1. Teori Menyimak 2.1.1. Definisi Menyimak Menyimak sangat dekat maknanya dengan mendengar danmendengarkan. Akan tetapi, jika kita mengkajinya lebih jauh ketiganya memilikiperbedaan pengertian. Beranjak dari asumsi tersebut banyak orang yang kurangmemperhatikan perbedaannya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mendengar mempunyai maknadapat menangkap bunyi dengan telinga (dalam Vismaia, Kartimi & Sutari; 1997).Mengkaji makna mendengar menurut kamus besar tersebut dapat dipahami bahwaseseorang mendengar suara itu, tanpa ada unsur kesengajaan. Mendengarkanmemiliki arti mendengar akan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Hal ini berartibahwa ada unsur kesengajaan dalam perbuatannya itu. Menyimak memiliki makna mendengarkan atau memperhatikan baik-baik apa yang diucapkan orang lain. Hal tersebut berarti bahwa faktor kesengajaandalam kegiatan menyimak sangat besar. Unsur kesengajaan dalam kegiatanmenyimak lebih besar daripada kegiatan mendengarkan, karena dalam kegiatanmenyimak ada usaha memahami apa yang disimaknya, sedangkan mendengarkantingkatan pemahaman belum ditingkatkan.
  11. 11. 11 Kegiatan menyimak bunyi bahasa yang tertangkap oleh alat pendengarkemudian diidentifikasi dan dikelompokkan. Secara sederhana dapat dikatakanbahwa menyimak merupakan suatu peristiwa penerimaan pesan, gagasan, pikiranatau perasaan seseorang. Penerima pesan dapat memberi respon atau tanggapanterhadap pembicaraan itu. Hal ini berarti telah terjadi peristiwa komunikasiberbahasa antara pembicara dengan penyimak. Anderson (dalam Vismaia, Kartimi & Sutari; 1997), keterampilanmenyimak merupakan kemampuan menangkap dan memainkan makna pesan baikyang tersirat maupun tersurat yang terkandung dalam bunyi, unsur kemampuanmengingat pesan juga merupakan persyaratan yang harus dipenuhi olehpengertian menyimak. Maka dengan menyimak dapat dibatasi sebagai prosesbesar mendengarkan dan mengintepretasikan lambang-lambang lisan. Tarigan (dalam Vismaia, Kartimi & Sutari; 1997), menyimak adalahsuatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuhperhatian, pemahaman, apresiasi, serta intepretasi untuk memperoleh informasi,menangkap isi, serta memaknai makna komunikasi yang tidak disampaikan olehsi pembicara melalui ujian atau bahasa lisan. Akhadi-at (1992), menyatakan bahwa menyimak adalah suatu prosesyang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi,mengintepretasikan, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya.Menyimak diartikan sebagai proses apresiasi penuh kesungguhan disertaipenelahaan untuk direspon.
  12. 12. 12 Mengkaji definisi yang dikemukakan para pakar di atas, dapat dipahamibahwa menyimak merupakan suatu proses mendengarkan dan menangkap maknapesan dengan penuh perhatian, pemahaman, interpretasi lambang-lambang lisan,dan apresiasi untuk mendapatkan fakta, makna isi, serta mereaksi (merespon) atasmakna yang terkandung di dalamnya. 2.1.2. Tujuan Menyimak Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan bahwa menyimak merupakanperistiwa penerimaan pesan, gagasan, atau pikiran seseorang. Pesan itu harusdipahami dengan jelas oleh penyimak sebagai bukti ia memahami pesan itu, iaharus bereaksi memberi tanggapan atau respon. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa menyimakmerupakan kegiatan yang disengaja, direncanakan, untuk mencapai proses tujuan.Seseorang tidak akan menyimak apabila ia tidak mempunyai maksud untuk apa iamenyimak. Sebaliknya sesorang pembicarapun melakukan kegiatan karena adatujuan yang diharapkan dari penyimaknya. Aktivitas menyimak yang tidak tepat akan menimbulkan tujuanmenyimak yang tidak tercapai. Pada kegiatan menyimak ada dua asfek tujuanyang perlu diperhatikan, yaitu; 1) adanya pemahaman dan tanggapan penyimakterhadap pesan pembicara, 2) pemahaman dan tanggapan penyimak terhadappesan itu sesuai dengan kehendak pembicara ( Vismaia, Kartimi & Sutari; 1997). Berdasarkan dua asfek tujuan menyimak tersebut, ( Vismaia, Kartimi &Sutari; 1997) mengemukakan beberapa tujuan menyimak diantaranya; 1)
  13. 13. 13mendapatkan fakta, 2) menganalisis fakta, 3) mengevaluasi fakta, 4) mendapatkaninspirasi, dan 5) mendapatkan hiburan. Berikut uraian masing-masing tujuanmenyimak tersebut.2.1.2.1. Mendapatkan fakta Mendapatkan fakta dapat dilakukan melalui berbagai cara, bisa melaluiketerampilan membaca, bisa pula melalui keterampilan menyimak. Pemerolehaninformasi melalui membaca di Negara-Negara maju sudah sangat membudayabaik melalui majalah, koran, maupun buku-buku lainnya. Akan tetapi, di Negaraberkembang khususnya Indonesia, pemerolehan informasi melalui membacabelum populer dikalangan masyarakat. Sebagian besar seseorang lebih cendrungmendapatkan informasi melalui kegiatan menyimak, baik melalui radio, televisi,ceramah, dan sebagainya.2.1.2.2. Menganalisis fakta Menganalisis fakta merupakan proses menaksir informasi sampai padatingkat unsur-unsurnya, menaksir sebab akibat yang terkandung dalam fakta-faktaitu. Tujuan ini muncul biasanya karena fakta yang diterima ingin dipahamimaknanya secara lebih mendalam. Proses menganalisis harus berlangsung secaraajeg, artinya bahan simakan harus dipahami betul-betul maknanya.2.1.2.3. Mengevaluasi fakta Mengevaluasi fakta atau gagasan merupakan tujuan menyimak.Penyimak yang kritis akan mengajukan pertanyaan sehubungan hasil analisisnya,pertanyaan tersebut diantaranya; 1) cukup bernilaikah fakta-fakta yang
  14. 14. 14diterimanya?, 2) akuratkah fakta-fakta tersebut?, dan 3) relevankah fakta-fakta itudengan pengetahuan penyimak?.2.1.2.4. Mendapatkan inspirasi Seseorang penyimak tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan fakta,akan tetapi selain itu tujuan menyimak adalah untuk mendapatkan inspirasi.Seseorang mendengarkan ceramah atau diskusi ilmiah semata-mata untukmendapatkan inspirasi atau ilham. Cara-cara mendapatkan inspirasi disini dapatdiberikan contoh seperti seseorang yang menghadiri pertemuan, seminar, debatdan sebagainya dengan tujuan untuk membangkitkan semangatnya.2.1.2.5. Mendapatkan hiburan Pada dasarnya manusia hidup memerlukan hiburan. Hiburan dapatdiperoleh melalui bermacam kegiatan termasuk kegiatan menyimak. Tentunyabahan yang disimak dapat menyegarkan pikiran, menyenangkan hati, dan dapatmenghibur diri. 2.1.3. Unsur-Unsur Dasar Menyimak Menyimak merupakan kegiatan yang cukup kompleks, karena sangattergantung pada berbagai unsur yang mendasarinya. Unsur-unsur menyimakmerupakan unsur yang fundamental mewujudkan adanya suatu peristiwa ataukegiatan menyimak.
  15. 15. 15 Menciptakan kegiatan menyimak, unsur-unsur tersebut harus ada.Unsur-unsur menyimak yang dimaksud diantaranya; 1) pembicara sebagaisumber pesan, 2) penyimak sebagai penerima pesan, 3) bahan pembicaraansebagai unsur konsep, dan 4) bahasa lisan sebagai media (Vismaia, Kartimi &Sutari; 1997). 2.1.4. Menyimak Komprehensif Vismaia, Kartimi & Sutari (1997), salah satu tujuan menyimak ialahmenerima ransang untuk memahami suatu pesan tertentu. Mendengar untukmemahami disebut menyimak komprehensif. Seseorang dapat dikatakanpenyimak komprehensif yang baik apabila mampu menerima, memperhatikan danmemberikan makna dari pesan yang sedekat mungkin sama dengan pesan yangdisampaikan pembicara. Beberapa tujuan menyimak yang telah diuraikan sebelumnya, dapatdiketahui bahwa menyimak komprehensiflah yang mendapat perhatian lebihkhusus, dengan alasan bahwa menyimak pemahaman bersifat testable (dapatdiuji). Berikut beberapa factor yang dapat mempengaruhi kemampuan menyimakkomprehensif yaitu ingatan, konsentrasi, dan kosakata.2.1.4.1. Memori (Ingatan) Berdasarkan teori skematis, seseorang tidak dapat memproses informasitanpa melibatkan ingatan. Menelaah konsep teori ini, dengan memori manusiadapat menghubungkan konsep yang satu dengan konsep lainnya. Adapun memoridalam diri kita memiliki tiga fungsi penting yaitu; 1) menyusun arah tentang apayang akan kita lakukan dalam aktivitas, 2) memberikan struktur baku terhadap
  16. 16. 16pemahaman kita, dan 3) memberikan arah untuk mengingat pengalaman ataupengetahuan dan informasi yang telah diketahui sebelumnya.2.1.4.2. Konsentrasi Variabel signifikan yang berpengaruh terhadap menyimak komprehensifadalah kemampuan pendengar untuk berkonsentrasi atau menaruh item-item yangakan diingat. Berkonsentrasi pada pesan yang dikirimkan oleh pembicaramerupakan tantangan utama yang dihadapi oleh penyimak.2.1.4.3. Perbendaharaan kata Kosakata yang dimiliki seseorang merupakan factor yang dapatmempengaruhi kemampuan komprehensif penyimak. Berasumsi bahwa ukurankosakata merupakan variabel penting dalam pemahaman penyimak. Hal tersebutdisebabkan karena makna merupakan bagian integral dari proses menyiamak,maka perlu memiliki kosakata yang cukup sehingga dapat mengembangkansystem kategori dan menekan sekecil mungkin kesalahan kategoris yangdikembangkan dalam proses menyimak. Kemampuan lain yang perlu dimiliki penyimak komprehensif adalahkemampuan untuk menarik kesimpulan (implikasi). Kesimpulan adalah data yangtidak disampaikan dalam pembicaraan melainkan disimpulkan saja. Seorangpenyimak yang baik harus dapat menyimak gagasan utama dan rinciannya. Menghindari terjadinya kekeliruan dalam menyimak, berikut disajikanlangkah-langkah menarik kesimpukan diantaranya; 1) pahami gagasan-gagasansecara keseluruahan, 2) berikan alasan gagasan yang telah disimpulkan, 3) aturlahsedemikian rupa sehingga diperoleh kecocokan antar gagasan-gagasan yang
  17. 17. 17disimpulkan, dan 4) pusatkan dasar pemikiran pada gagasan yang dinyatakan olehpembicara, dan jangan dikacaukan oleh opini serta perasaan pribadi. 2.1.5. Menyimak Dalam Pembelajaran Perkembangan kemampuan menyimak bahasa lisan merupakan prosespanjang dan berkesinambungan. Kemampuan tidak akan diperoleh secaraotomatis, akan tetapi guru harus kontinu. Karenanya, tugas guru yang pentingadalah memperbanyak variasi kegiatan menyimak yang jelas tujuannya, terarah,dan lengkap. Peserta didik harus sadar akan pentingnya latihan menyimak secaraterus-menerus. Apabila guru menuntut kepada peserta didik untuk menanggapi setiappenuturan atau pembicaraan, maka dengan sendirinya peserta didik akan berusahamenyimak dengan sebaik-baiknya. Berkaitan dengan hal tersebut, guru harusmemberikan kesempatan kepada peserta didik agar berani berbicara ataumerespon lebih banyak dari apa yang disimaknya. Pada sebuah lembaga pendidikan, menyimak sudah menjadi bagian daripembelajaran bahasa. Akan tetapi, kebanyakan guru, para ahli berasumsi bahwapembelajaran keterampilan menyimak tidak perlu direncanakan tersendiri. Bahkanada anggapan bahwa keterampilan menyimak akan dikuasai dengan sendirinyaapabila pembelajaran lainnya telah berjalan dengan baik. Pengkajian, penelahaan,
  18. 18. 18dan penelitian mengenai keterampilan menyimakpun sangat langka (Tarigan;1987). Suyatno (2004) menyebutkan langkah-langkah pelaksanaanpembelajaran keterampilan menyimak diantaranya; 1) guru memberikanpengantar singkat tentang pelaksanaan pembelajaran, 2) bacakan teks cerita yangtelah dipersiapkan, 3) siswa menyimak teks cerita, 4) siswa secara berkelompokmengidentifikasi teks cerita, 5) siswa mendiskusikan hasil identifikasi hasildiskusi, 6) siswa melaporkan hasil diskusi di depan kelas, dan 7) siswamenyimpulkan pembelajaran hari itu. Berdasarkan uraian langkah-langkah yang diuraikan Suyatno diatas,dapat dipahami bahwa pembelajaran keterampilan menyimak perlu mendapatkanperhatian lebih besar oleh staf pengajar agar hasil pembelajaran tercapai secaramaksimal.2.2. Teori Strategi Ekspositori (SE) 2.2.1. Definisi Strategi Penggunaan strategi pada dasarnya adalah untuk memperolehkesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. Mengkaji konsep strategiberkaitan dengan Dunia Pendidikan, David (dalam Sanjaya; 2008) menyatakanbahwa strategi merupakan perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatanyang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menelaah konsep strategi yang diungkapkan di atas, ada dua hal yangperlu dipahami yaitu; pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana
  19. 19. 19tindakaan (rangkaian tindakan) termasuk penggunaan metode dan media yangdigunakan dalam pemabelajaran. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuantertentu, artinya arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah untukpencapaian tujuan. Kemp (dalam Sanjaya; 2008) menjelaskan bahwa strategi pembelajaranadalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agartujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Senada denganpendapat tersebut, Dik & Cary (dalam Sanjaya; 2008) menyebutkan bahwastrategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yangdigunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar siswa. Berdasarkan definisi para ahli di atas dapat dipahami bahwa strategipembelajaran adalah perencanaan kegiatan yang disusun oleh guru yang berisitentang prosedur pembelajaran sebagai jambatan untuk menyampaikan materipelajaran sehingga guru mudah menyampaikan dan peserta didik mudahmemahaminya. 2.2.2. Definisi Strategi Ekspositori (SE) Sanjaya (2008) Strategi Ekspositori (SE) adalah strategi pembelajaranyang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal lisan dari gurukepada sekelompok peserta didik dengan maksud agar peserta didik dapatmenguasai materi pelajaran secara optimal. Roy Killen (dalam Sanjaya; 2008)menamakan strategi ekspositori ini dengan istilah strategi pembelajaran lansung(direct intruction). Mengapa demikian? Karena dalam strategi ini materi pelajaran
  20. 20. 20disampaikan lansung oleh guru. Strategi ekspositori juga sering disebut denganistilah strategi “chalk and talk”. David (dalam Pentatito Gunowibowo; 1998) menyatakan bahwa StrategiEkspositori (SE) merupakan cara mengajar yang paling efektif dan efisien dalammenanamkan belajar bermakna. Dimyati dan Mudjiono (1999) mengatakan bahwaStrategi Ekspositori (SE) adalah memindahkan pengetahuan, keterampilan, dannilai-nilai kepada siswa. Peranan guru yang penting adalah 1) menyusun programpembelajaran, 2) memberi informasi yang benar, 3) pemberi fasilitas yang baik, 4)pembimbing siswa dalam perolehan informasi yang benar, dan 5) penilai prolehaninformasi. Sedangkan peranan siswa adalah 1) pencari informasi yang benar, 2)pemakai media dan sumber yang benar, dan 3) menyelesaikan tugas denganpenilaian guru. Mengakaji definisi Strategi Ekspositori (SE) yang diungkapkan para ahlidiatas dapat disimpulkan bahwa Strategi Ekspositori (SE) adalah perencanaanpembelajaran yang menekankan pada penyampaian materi secara verbal lisan olehguru terhadap sekelompok siswa. Materi yang disampaikan guru dalam bentukjadi sehingga peserta didik hanya dituntut untuk menguasainya. Berdasarkan pendapat di atas, Strategi Ekspositori (SE) yang digunakandalam penelitian ini adalah mengombinasikan metode ceramah, tanya jawab danpemberian tugas. Pemberian tugas diberikan guru berupa soal-soal yangdikerjakan secara kelompok. Hasil belajar yang dievaluasi adalah luas dan jumlahpengetahuan, keterampilan, dan nilai yang dikuasai siswa. Pada umumnya alat
  21. 21. 21evaluasi hasil belajar yang digunakan adalah tes yang telah dibakukan atau tesbuatan guru. Karakteristik strategi ekspositori (SE) adalah sbb; 1) Strategi Ekspositori(SE) dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran secara verbal ataupenuturan, 2) biasanya materi yang disampaikan adalah materi yang sudah jadi,seperti data, fakta, dan konsep-konsep tertentu yang harus dipahami oleh siswa,dan 3) tujuan utamanya adalah penguasaan materi pelajaran itu sendiri. Artinya,setelah proses pembelajaran berakhir siswa diharapkan dapat memahaminyadengan benar dengan cara mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan(Sanjaya; 2008). Sanjaya (2008) Strategi Ekspositori (SE) akan efektif manakala; 1) guruakan menyampaikan bahan-bahan baru serta kaitannya dengan yang akandipelajari siswa, 2) apabila guru menginginkan agar siswa mempunyai gayamodel intelektual tertentu, misalnya materi yang bersifat ingatan sehingga pesertadidik dapat mengungkapkannya kembali, 3) jika ingin membangkitkankeingintahuan peserta didik, 4) apabila peserta didik memiliki tingkat kesulitanyang sama, dan 5) jika lingkungan tidak mendukung menggunakan strategi yangberpusat pada siswa. 2.2.3. Prinsip-Prinsip Penggunaan Strategi Ekspositori (SE) Penggunaan Strategi Ekspositori (SE) terdapat beberapa prinsip yangharus diperhatikan oleh setiap guru. Prinsip tersebut diantaranya; 1) berorientasipada tujuan, 2) prinsip komunikasi, dan 3) prinsip kesiapan (sanjaya; 2008).
  22. 22. 222.2.3.1. Berorientasi pada tujuan Sebelum guru menerapkan Strategi Ekspositori, terlebih dahulu guruharus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Seperti ceritapada umumnya, tujuan pembelajaran harus dirumuskan dalam bentuk tingkah lakuyang dapat diukur. Hal ini sangat penting untuk dipahami, karena tujuan yangspesifik memungkinkan guru mengontrol efektifitas penggunaan strategipembelajaran.2.2.3.2. Prinsip komunikasi Pada prinsip ini guru berfungsi sebagai sumber pesan dan siswa sebagaipenerima pesan. Sebagai suatu strategi pembelajaran yang menekanakan padaproses penyampaian, maka prinsip komunikasi merupakan prinsip yang sangatpenting untuk diperhatikan. Artinya, bagaimana upaya yang bisa dilakukan agarsetiap guru dapat menghilangkan setiap gangguan yang bisa mengganggu proseskomunikasi.2.2.3.3. Prinsip kesiapan Kesiapan merupakan hukum belajar. Setiap individu akan merespondengan cepat setiap stimulus apabila sudah memiliki kesiapan. Karenanya,sebelum guru menyampaikan informasi, perlu diyakinkan bahwa otak pesertadidik telah tersedia file yang akan disampaikan atau belum. 2.2.4. Tahapan Penerapan Strategi Ekspositori (SE) Sanjaya (2008) tahapan penerapan Strategi Ekspositori adalah sbb; 1)tahap persiapan (preparation), 2) tahap penyajian (presentation), 3) tahap
  23. 23. 23menghubungkan (correlation), 4) tahap menyimpulkan (generalation), dan 5)tahap penerapan (aplication).2.2.4.1. Persiapan (Preparation) Persiapan (Preparation) merupakan langkah mempersiapkan siswauntuk menerima pelajaran. Keberhasilan pelaksanaan kegiatannya bergantungpada tahap persiapan. Adapun tujuan yang ingin dicapai pada tahap persiapan iniadalah sbb; 1) mengajak siswa keluar dari kondisi mental yang pasif, 2)membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa, 3) meransang dan menggugahrasa ingin tahu siswa, dan 4) menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yangterbuka.2.2.4.2. Penyajian (Presentation) Penyajian (Presentation), merupakan langkah penyajian materi pelajaransesuai dengan persiapan yanag telah dilakukan. Hal yang harus dipikirkan gurupada tahap penyajian ini adalah bagaimana agar materi pelajaran agar dapatdengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa.2.2.4.3. Korelasi (Corelation) Korelasi (Corelation), merupakan langkah menghubungkan materipelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkansiswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telahdimilikinya. Langkah korelasi bertujuan untuk memberikan makna terhadapmateri pelajaran, baik makna untuk memperbaiki struktur pengetahuan yang telahdimilikinya maupun makna untuk meningkatkan kualitas kemampuan berfikir dankemampuan motorik siswa.
  24. 24. 242.2.4.4. Menyimpulkan (Generalazation) Menyimpulkan (Generalazation), merupakan tahapan memahami inti(core) dari materi pelajaran yang telah disajikan. Tahap menyimpulkanmerupakan langkah yang sangat penting pada Strategi Ekspositiri, sebab siswaakan dapat mengambil intisari dari proses penyajian materi pelajaran.2.2.4.5. Mengaplikasikan (Aplication) Mengaplikasikan (Aplication), merupakan langkah unjuk kemampuansiswa setelah mereka menyimak penjelasan guru. Melalui langkah ini guru dapatmengumpulkan informasi tentang penguasaan dan pemahaman materi pelajaranoleh siswa. Teknik yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah; 1) membuattugas yang relevan dengan materi yang telah disajikan, dan 2) memberikan tesyang sesuai dengan dengan materi pelajaran yang telah disajikan. 2.2.5. Keunggulan & Kelemahan Strategi Ekspositori (SE) Keunggulan Strategi Ekspositori (SE) sbb; 1) guru bisa mengontrolurutan dan keluasan materi pembelajaran, sehingga mengetahui sampai sejauhmana siswa menguasai pelajaran, 2) Strategi Ekspositori (SE) dianggap sangatefektif apabila materi yang harus dikuasai siswa cukup luas, sementara alokasiwaktu yang tersedia sedikit, 3) Strategi Ekspositori (SE) bisa digunakan untukjumlah siswa dan ukuran kelas yang besar, dan 4) peserta didik dapat melihat danmengobservasi melalui pelaksanaan demonstrasi (Sanjaya; 2008).
  25. 25. 25 Kelemahan Strategi Ekspositori (SE); 1) Strategi Ekspositori (SE) hanyacocok digunkan pada siswa yang memiliki kemampuan mendengar secara baik, 2)Strategi Ekspositori (SE) tidak dapat melayani perbedaan individu, 3) sulitmengembangkan kemampuan peserta didik dalam hal kemampuan sosialisasi,interpersonal, dan berfikir kritis, dan 4) keberhasilan Strategi Ekspositori (SE)tergantung kemampuan guru (Sanjaya; 2008).2.3. Kerangka Berfikir Permasalahan pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesiakhususnya keterampilan menyimak tidak terlepas dari lemahnya penggunaanstrategi pembelajaran yang diterapkan pendidik. Minimnya literature tentangmenyimak merupakan salah satu kendala yang dirasakan pendidik dalam upayamengatasi permasalahan pembelajaran keterampilan menyimak. Karenanya,strategi pembelajaran keterampilan menyimak perlu dikaji secara mendalam danilmiah dalam upaya mengatasi rendahnya mutu pembelajaran. Salah satu upaya untuk mengatasi rendahnya mutu pembelajaran adalahpendidik mempertimbangkan berbagai strategi pembelajaran yang sesuai denganbahan pembelajaran menyimak. Pertimbangan berbagai strategi pembelajaranmerupakan tugas dan kewajiban pokok yang harus dilakukan guru sebagaipemerhati pendidikan. Berdasarkan paparan diatas, upaya peningkatan pembelajaranketerampilan menyimak mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat diwujudkandengan berbagai pertimbangan penggunaan strategi pembelajaran. Salah satu
  26. 26. 26strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik bahan pembelajaranketerampilan menyimak adalah konsep Strategi Ekspositori (SE). konsep StrategiEkspositori memiliki kesesuaian dengan bahan mata pelajaran Bahasa Indonesiakhususnya asfek menyimak. Kesesuaian antara Strategi Ekspositori (SE) dengan bahan pelajaranketerampilan menyimak mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat diketahui melaluikarakteristik Strategi Ekspositori. Seperti yang telah dirincikan pada bagiansebelumnya, karakteristik Strategi Ekspositori (SE) adalah sbb; 1) StrategiEkspositori dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran secara verbalatau penuturan, 2) biasanya materi yang disampaikan adalah materi yang sudahjadi, seperti data, fakta, dan konsep-konsep tertentu yang harus dipahami olehsiswa, dan 3) tujuan utamanya adalah penguasaan materi pelajaran itu sendiri.Artinya, setelah proses pembelajaran berakhir siswa diharapkan dapatmemahaminya dengan benar dengan cara mengungkapkan kembali materi yangtelah diuraikan (Sanjaya; 2008). Berdaasarkan paparan karakteristik SE di atas, dapat dipahami bahwahasil belajar siswa ditekankan pada proses keterampila menyimak. Melalui bahanpelajaran yang secara utuh dan penerapan langkah-langkah SE secara maksimal,siswa diharapkan dapat memahami informasi, fakta, dan konsep-konsep yangterkandung di dalamnya. Selain itu juga siswa diharapkan dapat mengungkapkankemabali tentang apa saja yang telah dipahaminya.
  27. 27. 27 BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN3.1. Pendekatan Penelitian Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang telah dipaparakan,penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan rancanganpenelitian tindakan kelas. Penggunaan rancangan ini didasarkan pada kesesuaianantara karakteristik penelitian tindakan kelas dengan tujuan penelitian yaitupeningkatan keterampilan menyimak menggunakan Strategi Ekspositori (SE)mata pelajaran Bahasa Indonesia selama proses pembelajaran di kelas. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan jenis penelitian tindakanyang pelaksanaannya di kelas. Maksud dan tujuannya adalah untuk memperbaikikualitas pembelajaran. Dikatakan jenis PTK karena penelitian melakukantindakan peningkatan keterampilan menyimak mata pelajaran Bahasa Indonesiadengan Strategi Ekspositori (SE) pada siswa kelas V (lima) SDN 16 Mataramtahun ajaran 2009/2010.
  28. 28. 283.2. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu pada awal bulan januari tahunpelajaran 2010. Tempat penelitian ini adalah di SDN 16 Mataram. Tempatpenenelitian dipilih karena beberapa pertimbangan yakni; 1) factor efektif danefisiensi bagi peneliti karena sekolah dekat dengan tempat tinggal peneliti, 2)pelaksanaan penelitian dapat dilaksanakan setiap saat (sesuai jadwal), dan 3)memudahkan peneliti terkait dengan segala sesuatu yang berhubungan dengankegiatan penelitian.3.3. Subyek dan Observer Penelitian Subyek penelitian adalah kelas V (lima) SDN 16 Mataram. Siswa kelasV (lima) terdiri dari satu kelas yang berjumlah 45 siswa. Jumalah peserta didiklaki sebanyak 24 siswa, sedangkan jumlah peserta didik putri sebanyak 21 siswi.Pada penelitian ini semua peserta didik terlibat dalam penelitian. Observer pada penelitian ini adalah rekan sejawat dan guru kelas V(lima). Pilihan terhadap observer pada penelitian ini berdasarkan atas 1)kedekatan peneliti dengan teman sejawat dan 2) bimbingan guru kelas yaitu siswakelas V (lima) agar dapat mempermudah proses penelitian.3.4. Prosedur Penelitian Kurt Lwin (Ghony 2008), Konsep pokok penelitian terdiri dari 4 (empat)komponen, yaitu; 1) perencanaan (planning), 2) tindakan (acting), 3) pengamatan(observing), dan 4) refleksi (reflectimg).
  29. 29. 29 Berdasarkan konsep model penelitian di atas, pokok penelitian ini terdiridari 4 (empat) langkah diantarnya; 1) perencanaan, 2) pelaksanaan 3) observasi,dan 4) refleksi. Keempat langkah tersebut, peneliti melaksanakannya dalam 2(dua) tahap siklus. Berikut adalah uraian dari kedua siklus tersebut. 3.4.1. SIKLUS-I3.4.1.1. Perencanaan Kegiatan pada tahap ini peneliti mempersiapkan perlengkapanpembelajaran seperti rencana pembelajaran, materi yaitu teks cerita, Lembar KerjaSiswa (LKS), dan instrument penelitian. Pada tahap ini peneliti jugamempersiapkan tempat catatan-catatan khusus tentang tingkah laku siswa yangtidak terduga sewaktu mengikuti pembelajaran.3.4.1.2. Pelaksanaan Kegiatan pada tahap ini adalah pelaksanaan Rencana Pembelajaran(RP) yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti. Pelaksanaan Rencanapembelajaran sesuai dengan tindakan yang diberikan yaitu menggunakan StrategiEkspositori (SE).3.4.1.3. Observasi Pada pelaksanaan rencana pembelajaran, mitra penelitian selaku timkolaborator bersama peneliti melakukan observasi yaitu dengan mengisiinstrument penelitan yang telah dipersiapkan. Pada kegiatan ini semua kegiatansiswa dicatat selama mengikuti proses pembelajaran.
  30. 30. 303.4.1.4. Refleksi Kegiatan pada tahap ini adalah peneliti bersama kolaboratormenganalisis data hasil observasi yang telah dilakukan. Branjak dari analisis datadilanjutkan dengan melakukan refleksi yaitu pengkajian kembali tindakan yangtelah dilakukan selama pelaksanaan Strategi Ekspositori (SE). 3.4.2. SIKLUS-II3.4.2.1. Perencanaan Kegiatan pada tahap ini peneliti melakukan pembenahan kekuranganpelaksanaan siklus pertama berdasarkan hasil refleksi. Pada tahap ini, kegiatannyasama seperti siklus pertama yaitu mempersiapkan perlengkapan pembelajaranseperti rencana pembelajaran, materi, Lembar Kerja Siswa (LKS) besertainstrument yang telah dipersiapkan.3.4.2.2. Pelaksanaan Kegiatan pada tahap ini adalah pelaksanaan Rencana Pembelajaran(RP). Bahan pelajaran/materi yang disampaiakan pada siklus II berbeda dengansiklus pertama. Pelaksanaan Rencana pembelajaran sesuai dengan tindakan yangdiberikan yaitu menggunakan Strategi Ekspositori (SE).3.4.2.3. Observasi
  31. 31. 31 Pada pelaksanaan rencana pembelajaran, mitra penelitian selaku timkolaborator bersama peneliti melakukan observasi yaitu dengan mengisiinstrument penelitan yang telah dipersiapkan. Pada kegiatan ini semua kegiatansiswa dicatat selama mengikuti proses pembelajaran.3.4.2.4. Refleksi Kegiatan pada tahap ini adalah peneliti menganalisis data hasilobservasi yang telah dilakukan. Branjak dari analisis data kemudian dilanjutkandengan melakukan refleksi yaitu pengkajian kembali tindakan yang telahdilakukan selama pelaksanaan Strategi Ekspositori (SE), sehingga diperoleh databaru. Secara skematis pelaksanaan pokok langkah penelitian Siklus-I danSiklius-II dapat digambarkan sbb; PELAKSANAAN PELAKSANAAN PERENCANAAN PERENCANAAN SIKLUS-I SIKLUS-I OBSERVASI OBSERVASI REFLEKSI REFLEKSI
  32. 32. 32 PELAKSANAAN PELAKSANAAN PERENCANAAN PERENCANAAN SIKLUS-II SIKLUS-II OBSERVASI OBSERVASI REFLEKSI REFLEKSI3.5. Indikator Kinerja Keberhasilan Penggunaan Strategi Ekspositori (SE) oleh penelitidiantaranya; 1) mempersiapkan peserta didik menerima pelajaran, 2)menyampaikan materi pelajaran, 3) menghubungkan materi pelajaran denganpengalaman peserta didik, dan 4) unjuk kemampuan siswa setelah menyimakmateri pelajaran, dan 5) menyimpulkan pokok bahan pelajaran melalui pemberiantugas. Pencapaian peningkatan keterampilan menyimak diantaranya; 1) kondisimental peserta didik siap mengikuti pembelajaran, 2) motivasi peserta didikmeningkat, 3) keaktifan peserta didik tinggi, 4) konsentrasi dan keseriusan pesertadidik optimal, 5) kemampuan peserta didik menangkap bahan simakan, 6)kemampuan peserta didik menyampaikan hasil simakan, dan 7) kemampuanpeserta didik menyimpulkan pokok bahan pelajaran.3.6. Instrument Penelitian Pada bagian ini disajikan tentang; 1) kisi-kisi instrument penilaianpenggunaan Strategi Ekspositori (SE), 2) instrument pedoman penilaianpenggunaan Strategi Ekspositori (SE), 3) kisi-kisi instrument penilaianpencapaian keterampilan menyimak, 4) instrument pedoman penilaian proses
  33. 33. 33pencapaian keterampilan menyimak, dan 5) instrument pedoman penilaian hasilpencapaian keterampilan menyimak. 3.6.1. Kisi-kisi instrument penilaian penggunaan Strategi ekspositori (SE) Berikut disajikan kisi-kisi penilaian penggunaan Strategi Ekspositori(SE). Kisi-kisi instrument penilaian penggunaan Strategi Ekspositori (SE) dapatdilihat melalui tabel berikut; Tabel 1 Kisi-Kisi Instrument Penilaian Penggunaan Strategi Ekspositori (SE) No Asfek Pernyataan Jumlah Item 1 Pesiapan Mempersiapkan peserta didik menerima 3 item (preparation) pelajaran 2 Penyajian Penyampaian materi pelajaran 2 item (presentation) 3 Korelasi Menghubungkan materi pelajaran dengan 1item (correlation) pengalaman peserta didik 4 Mengaplikasikan Unjuk kemampuan siswa setelah menyimak 1 item (application) materi pelajaran 5 Menyimpulkan Menyimpulkan bahan pelajaran 1 Item (generalation) 3.6.2. Instrument pedoman penilaian penggunaan SE Pada bagian ini disajikan instrument pedoman pengamatan tentang halapa saja yang perlu diamati dalam penggunaan Srategi Ekspositiri (SE). Pedomanpenelitian penggunaan Strategi Ekspositori (SE) dapat dilhat melalui tabelberikut; Tabel 2 Instrument Pedoman Penilaian Penggunaan Strategi Ekspositori (SE) Skala No Tahap Pernyataan 4 3 2 1 1 Pesiapan  Guru melakukan apersepsi
  34. 34. 34 (preparation)  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran  Guru menyampaikan materi pokok 2 Penyajian  Guru mengkondisikan siswa agar siap (presentation) menyimak  Guru menyampaikan materi pelajaran (memaca teks cerita) yang telah dipersiapkan 3 Korelasi  Guru bersama peserta didik melakukan (correlation) tanya jawab 4 Mengaplikasikan  Guru membimbing siwa menyelesaikan (application) tugas 5 Menyimpulkan  Guru bersama siswa Menyimpulkan (generalation) bahan pelajaran Jumlah PerolehanSKOR = x 100 Jumlah Maximum 3.6.3. Kisi-kisi instrument penilaian pencapaian keterampilan menyimak Kisi-kisi instrument penilaian pencapaian keterampilan menyimak dapatdilihat melalui tabel berikut; Tabel 3 Kisi-Kisi Instrumen Penilaian Pencapaian Keterampilan Menyimak Jumlah Tahap Pernyataan No Item 1 Pesiapan  Kesiapan peserta didik ketika akan menyimak 1 item (preparation) informasi atau/cerita (penilaian proses) 2 Penyajian  Keseriusan peserta didik menyimak 1 item (presentation) informasi/cerita (penilaian proses) 3 Mengaplikasikan  Keaktifan peserta didik memberikan pendapat 1 item (application) dalam satu kelompok sewaktu menyelsaikan tugas kelompok (penilaian proses)  Kesesuaian & kelengkapan ringkasan (penilaian 1 item hasil)  Penggunaan bahasa ringkasan (penilaian hasil) 1 item  Ketepatan urutan cerita ringkasan (penilaian 1 item hasil) 3.6.4. Instrument pedoman penilaian proses pencapaian keterampilan menyimak
  35. 35. 35 Pedoman penilaian proses keterampilan menyimak peserta didik dapatdilhat melalui tabel berikut; Tabel 4 Istrument Pedoman Penilaian Proses Pencapaian Keterampilan Menyimak ASFEK PENGAMATAN DAN SKOR Kesiapan Keseriusan Keaktifan Kelompok kurang tidak kurang tidak kurang tidak Nilai siap serius aktif siap siap serius serius aktif aktif 3 2 1 3 2 1 3 2 1 I II III IV V VI VII VIII IX X XI Jumlah PerolehanSKOR = x 100 Jumlah MaximumDESKRIPTORSiap : seluruh anggota kelompok mempersiapkan diri untuk menyimak.Kurang Siap : sebagian anggota kelompok mempersiapkan diri untuk menyimakTidak Siap : semua anggota kelompok kelihatan tidak mempersiapkan diri untuk menyimakSerius : semua anggota kelompok bersungguh-sungguh menyimak cerita yang dibacakan dan mencatat hal-hal penting.
  36. 36. 36Kurang Serius : sebagian anggota kelompok bersungguh-sungguh menyimak cerita yang dibacakan dan mencatat hal-hal penting.Tidak Serius : semua anggota kelompok kelihatan tidak bersungguh-sungguh menyimak cerita yang dibacakan dan mencatat hal-hal pentingAktif : semua anggota kelompok ikut serta memberikan pendapat dalam mengerjakan tugas.Kurang Aktif : sebagian anggota kelompok memberikan pendapat dalam pengerjaan tugas.Tidak Aktif : semua anggota kelompok kelihatan tidak diam dan tidak membahas tugas yang diberikan. 3.6.5. Instrument pedoman penilaian hasil pencapaian keterampilan menyimak Pada bagian ini disajikan instrument pedoman pengamatan penilaianhasil dan deskripsinya. Pedoman penilaian hasil keterampilan menyimak pesertadidik dapat dilhat melalui tabel berikut; Tabel 5 Instrumen Pedoman Penilaian Hasil Pencapaian Keterampilan Menyimak ASPEK PENILAIAN Total Nilai .KELOMPOK Kesesuaian Isi Penggunaan Ketepatan urutan bahasa cerita I II III IV V VI VII
  37. 37. 37 VIII IX X XI Jumlah PerolehanSKOR = x 100 Jumlah MaximumDESKRIPTOR Tabel 6 Deskripsi Penilaian Hasil Pencapaian Keterampilan Menyimak Asfek Yang kualifikasi Deskriptor Dan Skor NO Dinilai 3 2 1 1 Kesesuaian isi  Semua ringkasan kalimat menunjukkan isi cerita teks (3)  Beberapa ringkasan kalimat menunjukkan isi cerita teks (2)  Tidak ada ringkasan kalimat yang menunjukkan isi cerita teks (1) 2 Penggunaan  Kalimat yang digunakan mudah dipahami (3) bahasa  Sebagian kalimat ringkasan rancu (2)  Semua kalimat ringkasan rancu (1) 3 Ketepatan  Urutan cerita pada kalimat ringkasan tepat dengan teks cerita (3)  Ada bagian urutan ringkasan cerita teks bertukaran (2)  Semua urutan cerita pada ringkasan tidak tepat dengan urutan teks crita (1)3.7. Analisis Data Penelitian ini menggunakan analisis dan interaktif yang dikembangkanoleh Miles & Huberman dalam proposal penelitian (Mansyur, Y., ). Analisistersebut menyatakan sejumlah langkah, yaitu; 1) menelaah data, 2) mereduksidata, 3) menyajikan data, dan 4) menyimpulkan. Pada pelaksanaannya, analisisdata merupakan proses siklus sehingga langkah-langkah analisis saling terkait.Hal ini dilakukan selama proses pengumpulan data dalam penelitian. 3.7.1. Telaah data
  38. 38. 38 Penelahaan data diawali dengan mentranskripsikan data hasilpengamatan pelaksanaan pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah hasiltranskripsi data dianalisis diikuti dengan penyimpulan. 3.7.2. Reduksi data Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah mengidentifikasi hasilpengamatan penelitian baik hasil pemberian tindakan maupun hasil tugas pesertadidik. Kegiatan yang dilakukan adalah pengategorian data dan pengklasifikasiandata. Data tersebut perlu disederhanakan untuk memudahkan membuatkesimpulan. 3.7.3. Penyajian data Hasil reduksi data merupakan bahan penyajian data. Penyajian datadilakukan dengan menampilkan satuan-satuan informasi secara sistematissehingga memungkinkan peneliti sampai kepada gambaran untuk melakukanpenyimpulan. Data yang disajikan berupa hasil instrument penggunaan StrategiEkspositori (SE), pencapaian keterampilan proses dan hasil peserta didik. 3.7.4. Penyimpulan Penyimpulan merupakan kegiatan interpretasi sebelum dihasilkan suatutemuan. Pada kegiatan ini peneliti menafsirkan data yang telah terkumpul diikutidengan mengecek keabsahan hasil analisis data dengan cara melakukan tukarpendapat dengan rekan sejawat dan guru kelas selaku kolaborator. Taraf keberhasilan pemberian tindakan dan rambu-rambu analisis hasilbelajar siswa dalam KBM keterampilan menyimak mata pelajaran BahasaIndonesia dengan Strategi Ekspositori (SE).
  39. 39. 39 Tabel 7 Taraf Keberhasilan KBM Pencapaian Tujuan Tingkat Keberhasilan Skor/Nilai Kualifikasi Pembelajaran Pembelajaran 85-100 4 Sangat baik Berhasil 75-84 3 Baik Berhasil 65-74 2 Cukup Baik Berhasil 55-64 1 Kurang Baik Belum Berhasil Tabel 8 Rambu–Rambu Analisis Hasil Belajar Siswa Pencapaian Tujuan Tingkat Keberhasilan Kualifikasi Pembelajaran Pembelajaran 85-100 Sangat baik Berhasil 75-84 Baik Berhasil 65-74 Cukup Baik Berhasil 55-64 Kurang Baik Belum Berhasil BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN4.1. Deskripsi Data Bab ini memaparkan hasil penelitian dan pembahasan berdasarkan padatindakan siklus-siklus penelitian. Paparan data hasil penelitian disesuaikan denganpermasalahan dan pemberian tindakan mencakup; 1) data perencanaan, 2) datapelaksanaan pembelajaran, 3) data observasi, dan 3) data hasil refleksi. Uraian data hasil penelitian ini berdasarkan pada data yang dikumpulkanpeneliti bersama kolaborator. Data hasil penelitian ini diambil melaluipengamatan peneliti bersama kolaborator menggunakan instrument penelitian
  40. 40. 40proses pembelajaran dan instrument penelitian hasil pembelajaran. Instrumentpenilaian proses terdiri dari dua jenis yaitu di peruntukkan untuk pendidik dansiswa. Sedangkan untuk memperoleh data hasil pembelajaran siswa disediakandua buah LKS. Berikut diuraikan data hasil penelitian pada masing-masing setiapsiklus beserta pembahasan.4.2. Deskripsi Hasil penelitian siklus I 4.2.1. Perencanaan Pada tahap perencanaan siklus I, hal-hal yang dilakukan peneliti adalah1) mempersiapkan Rencana Pembelajaran (RP), 2) mempersiapkan materipembelajaran, 3) mempersiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS), dan 4)mempersiapkan instrument penelitian. Pada tahap ini juga peneliti menentukankelompok siswa bersama anggota kelompoknya secara acak. Berikut uraian darikeempat komponen perencanaan tersebut. Pertama; penyusunan Rencana Pembelajaran (RP) pada siklus inidibuat untuk satu kali pertemuan dengan alokasi waktu 3 kali 35 menit (3 jampelajaran). Ke-dua; materi pembelajaran pada penelitian ini berupa teks ceritayang dikutip dari “Dongeng Anak Sedunia” (oleh Bambang Subagya). Persiapanmateri pembelajaran disediakan untuk setiap kelompok mendapatkan satu tekscerita. Ke-tiga; pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada siklus ini didasarkandengan mengkaji tujuan pembelajaran. Persiapan jumlah LKS disediakanberdasarkan jumlalah kelompok. Ke-empat; instrument penelitian yangdipersiapkan pada penelitian ini adalah instrument untuk penerapan strategi SEdan instrument proses serta hasil pembelajaran untuk siswa.
  41. 41. 41 4.2.2. Pelaksanaan Tahap pelaksanaan siklus I dilaksanakan oleh peneliti bersamakolaborator. Peran peneliti disini adalah sebagai pendidik yaitu menerapkanRencana Pembelajaran (RP) dengan Stratergi Ekspositori (SE). Pada waktu prosespembelajaran rekan sejawat bersama guru kelas selaku kolaborator berperansebagai pengamat terhadap kinerja guru dan aktivitas siswa. Subjek penelitianpada siklus I diikuti 43 peserta didik dari 45 peserta didik yang telah ditetapkan.Dua siswa yang tidak mengikuti penelitian mempunyai izin tidak dapat mengikutipelajaran karena alasan tertentu. Langkah-langkah pelaksanaan siklus Idipaparkan Sbb;4.2.2.1. Apersepsi (tahap persiapan) Kegiatan pada tahap ini pendidik mengajukan pertanyaan terhadap siswatentang dongeng yang pernah didengar siswa. Tujuan dari kegiatan ini adalahmempersiapkan siswa agar siap menerima bahan pelajaran yang akan diberikan.Dengan kegiatan apersepsi ini, siswa diharapkan memiliki dasar pemahamanuntuk mengikuti pelajaran.4.2.2.2. Memotivasi (tahap persiapan) Memotivasi siswa dalam proses pembelajaran penting dilakukan.Pemberian motivasi oleh pendidik dapat menciptakan dan meningkatkansemangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Kegiatan pada tahap ini pendidikmenyampaikan tujuan pembelajaran dan menyampaikan materi pokok yang akandipelajari. Tujuan penyampaian tujuan pembelajaran yang disampaikan pendidikberdasarkan tujuan yang telah dirumuskan dalam RP.
  42. 42. 42 Berikut kutipan tujuan yang disampaikan pendidik dalam prosespembelajaran; “jika anak-anak rajin menyimak dongeng, maka kalian nanti bisamembuat dongeng baru atau membuat cerita lain lalu”. Selanjutnya pendidikmenjelaskan tujuan sesuai dengan pembelajaran yang akan disampaikan secarasingakat.4.2.2.3. Membacakan teks cerita (tahap peyajian) Penyajian bahan pembelajaran dilakukan pendidik dengan membacakanteks cerita. Pada kesempatan ini, pendidik membacakan teks cerita untuk siswauntuk dipahamiya. Jika siswa kelihatan masih belum memahami teks cerita,pendidk perlu membacakannya kembali sehangga siswa betul-betul kelihatanpaham. Pada tahap ini kolaborator menggunakan instrument proses untukmengamati aktivitas siswa.4.2.2.4. Tanya jawab (tahap korelasi) Pada tahap ini pendidik dengan siswa, dan siswa dengan siswaberinteraksi untuk menghubungkan pengetahuan siswa yang dimiliki dengancerita yang telah disimaknya. Proses interaksi dilakukan dengan tanya jawabbekaitan dengan isi teks cerita dan pengalaman siswa. Hal lain yang perludiperhatikan pendidik setelah proses tanya jawab siswa diharapkan mempunyaipemahaman yang mendalam tentang teks cerita.4.2.2.5. Pemberian tugas dan penyampaian (tahap aplikasi) Kegiatan pada tahap ini pendidik membagikan masing-masing kelompokLKS I dan LKS II yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pembagian LKSdilakukan secara berurutan yaitu dimulai dari LKS I kemudian dilanjutkan dengan
  43. 43. 43pembagian LKS II. Siswa menyelsaikan LKS I setelah mereka menyimak tekscerita dan setelah melakukan tanya jawab. Sedangkan penyelsaian LKS IIdilkukan setelah siswa mencermati kembali teks cerita yang dibagikan pendidik.Siswa mencermati teks cerita membacanya dalam satu kelompok. Peran pendidik disini adalah mengaawasi dan membimbing siswa dalampenyelsaian tugas. Sedangkan mitra peneliti perannya disini disampingmengamati kinerja pendidik, kegiatannya adalah mengamati jalannya penyelsaiantugas oleh siswa menggunakan lembar observasi yaitu instrument penilaian prosesuntuk siswa dalam kelompok. Pada tahap ini juga, siswa melaporkan hasil tugas yang telah dikerjakanbersama anggota kelompok. Cara pelaporan hasil tugas dilakukan masing-masingkelompok melalui perwakilan yang dituentukannya. Ketika salah satu kelompokmelaporkan hasil tugasnya, kelompok lain menyimaknya. Kegiatan tersebutdilakukan secara bergantian. Peran pendidik disini adalah memberikan penguatantanggapan atas hasil laporan yang telah disampaikan masing-masing siswa.4.2.2.6. Refleksi dan penyimpulan bahan pelajaran (tahap penyimpulan) Refleksi dilakukan pendidik bersama siswa dengan meninjau kemabalibahan pembelajaran yang telah dilakukan. Pendidik disini menuntun siswa untukmengingat informasi penting yang terdapat dalam teks cerita. Peninjauaninformasi ditekankan pendidik secara berurutan agar siswa betul-betulmemahaminya. Penyimpulan bahan pelajaran dilakukan secara lisan setelah melakukanrefleksi. Penyimpulan bahan pelajaran ditekan dengan melihat inti bahan
  44. 44. 44pelajaran. Selain itu juga, pendidik bersama siswa menyimpulkan bahan pelajaranberdasarkan amanat-amanat yang terkandung didalam teks cerita. 4.2.3. Observasi Observasi dilakukan untuk mendapatkan data pengamatan pendidik dansiswa sebagai bahan acuan evaluasi proses pembelajaran. Seperti yang telahdiuraikan sebelumnya pengamatan dilakukan terhadap; 1) kinerja pendidik selamamelaksanakan proses pembelajaran, 2) pengamatan terhadap kegiatan siswaselama mengikuti pembelajaran , 3) penilaian hasil belajar siswa. 4.2.3.1.1. Pengamatan terhadap kinerja pendidik saat KBM Pada waktu kegiatan belajar mengajar berlangsung, guru kelas selakukolaborator mengamati aktivitas pendidik. Hasil kinerja pendidik sewaktumenerapkan RP dalam pembelajaran dapat dilihat melalui tabel berikut. Table 9 Hasil Observasi Kegiatan Penedidik Saat KBM Skala No Tahap Pernyataan 4 3 2 1 1 Pesiapan  Pendidik melakukan apersepsi √ (preparation)  Pendidik menyampaikan tujuan √ pembelajaran  Pendidik menyampaikan materi pokok √ 2 Penyajian  Pendidik mengkndisikan agar siap (presentation) √ menyimak  Pendidik menyampaikan materi pelajaran √ (membaca teks cerita) yang telah dipersiapkan 3 Korelasi  Pendidik bersama peserta didik (correlation) √ melakukan tanya jawab 4 Mengaplikasikan  Pendidik membimbing siwa (application) √ menyelesaikan tugas 5 Menyimpulkan  Pendidik bersama siswa Menyimpulkan (generalation) √ bahan pelajaran Jumlah Perolehan 27 Jumlah Maksimum 32
  45. 45. 45 Nilai Rata-Rata 84.37 Tabel 9 menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pendidik sewaktuproses pembelajaran dengan Strategi Ekspositori memiliki nilai rata-rata 84.37dengan kategori baik. Mengkaji bagian-bagian hasil kinerja pendidik yangdisajikan pada tabel di atas, diketahui bahwa selama proses pembelajaranberlangsung, skala atau poin pendidik yang paling rendah adalah pada saatmenyimpulkan yang berkategori cukup baik. Berdasarkan hasil tersebutdisimpulkan bahwa peneliti bersama kolaborator perlu meninjau kembali prosespembelajaran khususnya kegiatan menyimpulkan. 4.2.3.1.2. Pengamatan terhadap kegiatan siswa Pada waktu yang bersamaan dengan pengamatan terhadap kinerjapendidik, rekan sejawat selaku mitra peneliti melakukan pengamatan terhadapaktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Hasil analisis pengamatanterhadap aktivitas siswa dapat dilihat melalui tabel berikut; Tabel 10 Keberhasilan Penilaian Proses Kategori Keberhasilan Penilaian Proses Siswa Dalam Pembelajaran Sangat Baik Baik Cukup Kurang 85-100 75-84 65-74 55-64 Berhasil Berhasil Berhasil Belum Berhasil 28 siswa 12 siswa 3 siswa - Tabel 10 menunjukkan bahwa keberhasilan proses pembelajaran denganStrategi Ekspositori dari 43 siswa tentang menyimak cerita terdapat 28 siswa atau65.11 % dengan kategori sangat baik (berhasil), terdapat 12 siswa atau 27.90 %dengan kategori baik (berhasil), terdapat 3 siswa atau 6.5 % dengan kategoricukup baik (berhasil), dan tidak terdapat siswa dengan kategori kurang (belumberhasil).
  46. 46. 46 4.2.3.1.3. Hasil belajar siswa Hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran diambilmenggunakan instrument penilaian hasil. Analisis terhadap hasil belajar siswadilakukan peneliti setelah proses pembelajaran berakhir. Hasil analisis terhadaphasil belajar siswa dapat diketahui melalui tabel penilaian hasil LKS I dan tabelpenilaian hasil LKS II berikut ini; Tabel 11 Penilaian Hasil LKS I Kategori Keberhasilan Penilaian Hasil (LKS I) Siswa Dalam Pembelajaran Sangat Baik Baik Cukup Kurang 85-100 75-84 65-74 55-64 Berhasil Berhasil Berhasil Belum Berhasil 39 siswa - - 4 siswa Table 11 menunjukkan bahwa keberhasilan hasil pembelajaran (LKS I)tentang menyimak cerita dengan Strategi Ekspositori dari 43 siswa terdapat 39siswa atau 90.69 % dengan kategori sangat baik (berhasil), tidak terdapat siswadengan kategori baik maupun siswa dengan kategori cukup baik, dan terdapat 4siswa atau 9.30 % dengan kategori kurang (belum berhasil). Table 12 Penilaian Hasil (LKS II) Kategori Keberhasilan Penilaian Hasil (LKS II) Siswa Dalam Pembelajaran Sangat Baik Baik Cukup Kurang 85-100 75-84 65-74 55-64 Berhasil Berhasil Berhasil Belum Berhasil 28 siswa 15 siswa - - Keberhasilan siswa dalam penilaian hasil (LKS II) tentang menyimakteks cerita dengan Strategi Ekspositori pada tabel 12 menunjukkan bahwa dari 43
  47. 47. 47siswa terdapat 28 siswa atau 65.11 % dengan kategori sangat baik (berhasil),terdapat 15 siswa atau 34.88 % dengan kategori baik (berhasil), dan tidak terdapatsiswa dengan kategori cukup (berhasil) maupun kurang (belum berhasil). 4.2.4. Refleksi Refleksi pembelajaran siklus I difokuskan pada tiga kategori yakni; 1)refleksi pada tahap perencanaan pembelajaran, 2) refleksi pada tahap pelaksanaanpembelajaran, 3) refleksi pada tahap observasi. Berikut uraian hasil refleksi dariketiga kategori tersebut. 4.2.4.1.1. Refleksi pada tahap perencanaan Refleksi pada tahap perencanaan sbb; 1) perencanaan pembelajaranberupa Rencana Pembelajaran (RP) tetap dipertahankan pada siklus berikutnya, 2)sekenario pembelajaran yang dituangkan dalam langkah-langkah RencanaPembelajaran perlu ditinjau kembali. Hal ini perlu dilakukan karena pada saatsiswa mencari tampat duduk bersama satu kelompok membutuhkan waktu yangbanyak, dan 3) format LKS serta instrument penelitian tetap dipertahankan. 4.2.4.1.2. Refleksi pada tahap pelaksanaan Refleksi pada tahap pelaksanaan sbb; 1) pada tahap persiapan, tahapkorelasi, dan tahap mengaplikan dalam penerapan langkah-langkah SE olehpendidik perlu dimaksimalkan, 2) pada tahap penyajian bahan pelajaran pendidiktetap mempertahankannya, dan 3) pada tahap menyimpulkan yang tertuang dalamRP perlu ditinjau kembali. Hal trsebut disebabkan karena siswa masih belum
  48. 48. 48maksimal dalam menyimpulkan bahan pelajaran dengan sendirinya, sehinggapendidik perlu memaksimalkan kinerjanya. 4.2.4.1.3. Refleksi pada tahap observasi Refleksi pada tahap ini yaitu pengamatan terhadap kinerja pendidiksewaktu proses pembelajaran oleh kolaborator tetap dipertahankan. Karenanya,penggunaan instrument penelitian pada penelitian berikutnya menggunakanformat pada siklus I. Penerapan Strategi Ekspositori dalam pembelajaran keterampilanmenyimak pada siklus I dinyatakan berhasil. Hal tersebut dapat dilihat melaluinilai rata-rata hasil transkrip (terlampir) nilai siswa dengan rata-rata total nilai88.54 %. Beranjak dari hasil analisis data dan refleksi siklus I, untukmemaksimalkan/memperbaiki kekurangan siklus I, maka pemberian tindakanpada penelitian ini dilanjutkan dengan siklus II.4.3. Hasil penelitian siklus II 4.3.1. Perencanaan Berdasarkan hasil refleksi siklus I, pada tahap perencanaan siklus IIpeneliti melakukan hal-hal sbb; 1) mempersiapkan Rencana Pembelajaran (RP),2) mempersiapkan materi pembelajaran, 3) mempersiapkan Lembar Kerja Siswa(LKS), dan 4) mempersiapkan instrument penelitian. Pada tahap ini peneliti tidakmenentukan anggota kelompok siswa secara acak. Berikut uraian dari komponen-komponen perencanaan tersebut.
  49. 49. 49 Pertama; penyusunan Rencana Pembelajaran (RP) pada siklus inidibuat untuk satu kali pertemuan dengan alokasi waktu 3 kali 35 menit (3 jampelajaran). Ke-dua; materi pembelajaran pada penelitian ini berupa teks ceritayang berjudul “Ikan Bujuk Tupai” (oleh Supryadi). Persiapan materipembelajaran disediakan untuk setiap kelompok mendapatkan satu teks cerita.Ke-tiga; pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada siklus ini didasarkandengan mengkaji tujuan pembelajaran yang tercantum dalam RencanaPembelajaran. Persiapan jumlah LKS disediakan berdasarkan jumlalah kelompok.Ke-empat; instrument penelitian yang dipersiapkan pada penelitian ini adalahinstrument untuk penerapan strategi SE untuk pendidik dan instrument prosesserta hasil pembelajaran untuk siswa. Perencanaan pembentukan kelompok pada siklus tidak di persiapkansewaktu tahap perencanaan. Penentuan/pembentukan kelompok siswa pada siklusII direncanakn akan dilakukan secara spontan pada tahap pelaksanaanpembelajaran berlansung. Teknik pembentukan kelompok diatur pendidikbersama kolaborator yaitu siswa yang duduk di sap paling depan menghadap kebelakang. 4.3.2. Pelaksanaan Tahap pelaksanaan siklus II dilaksanakan oleh peneliti bersamakolaborator. Peran peneliti pada tahap ini sama dengan siklus I sebagai pendidikyaitu menerapkan Rencana Pembelajaran (RP) dengan Stratergi Ekspositori (SE).Pada saat yang sama kolaborator melakukan pengamatan terhadap kinerja
  50. 50. 50pendidik dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran menggunakaninstrument yang telah sipersiapkan. Subjek penelitian pada siklus II diikuti 43peserta didik dari 45 peserta didik yang telah ditetapkan. Dua siswa yang tidakmengikuti penelitian mempunyai izin tidak dapat mengikuti pelajaran karenaalasan tertentu. Berdasarkan hasil refleksi siklus I, langkah-langkah pelaksanaansiklus II dipaparkan Sbb;4.3.2.1. Apersepsi (tahap persiapan) Kegiatan pada tahap ini pendidik mengajukan pertanyaan terhadap siswatentang pembelajaran yang telah dipelajari pada siklus I. Tujuan dari kegiatan iniadalah mengajak siswa mengingat kembali pembelajaran yang telah dilakukansebelumnya. Selain itu juga tujuannya adalah mempersiapkan siswa agar siapmenerima bahan pelajaran yang akan diberikan.4.3.2.2. Memotivasi (tahap persiapan) Kegiatan pada tahap ini guru memberikan motivasi terhadap siswa.Pemberian motivasi oleh pendidik dapat menciptakan dan meningkatkansemangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Kegiatan pada tahap ini pendidikmenyampaikan tujuan pembelajaran dan menyampaikan materi pokok yang akandipelajari. Tujuan penyampaian tujuan pembelajaran yang disampaikan pendidikberdasarkan tujuan yang telah dirumuskan dalam RP. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, pemberian motivasi olehpendidik pada siklus II ini lebih dimaksimalkan sehingga peserta didik betul-betulkelihatan bersemangat untuk menyimak dan mengikuti pembelajaran. Pada tahap
  51. 51. 51ini juga, pendidik menyampaikan langkah-langkah kegiatan dalam pembelajaranyang akan dilakukan oleh siswa.4.3.2.3. Membacakan teks cerita (tahap peyajian) Penyajian bahan pembelajaran dilakukan pendidik dengan membacakanteks cerita. Pada kesempatan ini, pendidik membacakan teks cerita untuk siswauntuk dipahamiya. Jika siswa kelihatan masih belum memahami teks cerita,pendidk perlu membacakannya kembali sehangga siswa betul-betul kelihatanpaham.4.3.2.4. Tanya jawab (tahap korelasi) Pada tahap ini pendidik dengan siswa, dan siswa dengan siswaberinteraksi untuk menghubungkan pengetahuan siswa yang dimiliki dengancerita yang telah disimaknya. Proses interaksi dilakukan dengan tanya jawabbekaitan dengan isi teks cerita dan pengalaman siswa. Hal lain yang perludiperhatikan pendidik setelah proses tanya jawab siswa diharapkan mempunyaipemahaman yang mendalam tentang teks cerita. Berdasarkan refleksi pada siklus I, untuk mengoptimalkan proses tanyajawab pendididik lebih menekanakan pertanyaan pada hal-hal yang berkaitandengan pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam LKS I. Pemberian alokasipada proses tanya jawab pada siklus II lebih banyak daripada siklus I.4.3.2.5. Pemberian tugas dan penyampaian (tahap aplikasi) Berdasarkan hasil refleksi siklus I, sebelum siswa mengerjakan LKS Idan LKS II, pembentukan kelompok dilakukan dengan teknik yang telahdipersiapkan. Pembentukan kelompok pada siklus II ini, alokasi waktu yang
  52. 52. 52diperlukan tidak terlalu banyak dibanding dengan siklus I karena siswa tidakpindah dari tempat duduknya. Beranjak dari pembentukan kelompok, kegiatan pada tahap ini pendidikdibantu kolaborator membagikan masing-masing kelompok LKS I dan LKS IIyang telah dipersiapkan sebelumnya. Pembagian LKS dilakukan secara berurutanyaitu dimulai dari LKS I kemudian dilanjutkan dengan pembagian LKS II. Siswamenyelsaikan LKS I setelah mereka menyimak teks cerita dan setelah melakukantanya jawab. Sedangkan penyelsaian LKS II dilkukan setelah siswa mencermatikembali teks cerita yang dibagikan pendidik. Siswa mencermati teks ceritamembacanya dalam satu kelompok. Peran pendidik disini adalah mengaawasi dan membimbing siswa dalampenyelsaian tugas. Sedangkan mitra peneliti perannya disini adalah mengamatijalannya penyelsaian tugas oleh siswa menggunakan lembar observasi yaituinstrument penilaian proses untuk siswa dalam kelompok. Pada tahap ini juga, siswa melaporkan hasil tugas yang telah dikerjakanbersama anggota kelompok. Cara pelaporan hasil tugas dilakukan masing-masingkelompok melalui perwakilan yang dituentukannya. Ketika salah satu kelompokmelaporkan hasil tugasnya, kelompok lain menyimaknya. Hal tersebut dilakukansecara bergantian. Peran pendidik disini adalah memberikan penguatan tanggapanatas hasil laporan yang telah disampaikan masing-masing siswa.4.3.2.6. Refleksi dan penyimpulan bahan pelajaran (tahap penyimpulan) Refleksi dilakukan pendidik bersama siswa dengan meninjau kemabalibahan pembalajaran yang telah dilakukan. Pendidik disini menuntun siswa untuk
  53. 53. 53mengingat informasi penting yang terdapat dalam teks cerita. Peninjauaninformasi ditekankan pendidik secara berurutan agar siswa betul-betulmemahaminya. Penyimpulan bahan pelajaran dilakukan secara lisan setelah melakukanrefleksi. Penyimpulan bahan pelajaran ditekankan dengan melihat inti bahanpelajaran. Selain itu juga, pendidik bersama siswa menyimpulkan bahan pelajaranberdasarkan amanat-amanat yang terkandung didalam teks cerita. 4.3.3. Observasi Pengamatan pada siklus II ini tetap di pertahankan seperti pada siklus Iyaitu pengamatan terhadap kinerja pendidik dan siswa sebagai bahan acuanevaluasi proses pembelajaran. Seperti yang telah diuraikan sebelumnyapengamatan dilakukan terhadap; 1) kinerja pendidik selama melaksanakan prosespembelajaran, 2) pengamatan terhadap kegiatan siswa selama mengikutipembelajaran , 3) penilaian hasil belajar siswa.4.3.3.1. Pengamatan terhadap kinerja pendidik saat KBM Pada waktu kegiatan belajar mengajar berlangsung, guru kelas selakukolaborator mengamati aktivitas pendidik. Hasil kinerja pendidik sewaktumenerapkan RP dalam pembelajaran dapat dilihat melalui table berikut. Tabel 13 Hasil Observasi Kegiatan Penedidik Saat KBM Skala No Tahap Pernyataan 4 3 2 1
  54. 54. 54 1 Pesiapan  Pendidik melakukan apersepsi √ (preparation)  Pendidik menyampaikan tujuan √ pembelajaran  Pendidik menyampaikan materi pokok √ 2 Penyajian  Pendidik mengkndisikan agar siap (presentation) √ menyimak  Pendidik menyampaikan materi pelajaran √ (membaca teks cerita) yang telah dipersiapkan 3 Korelasi  Pendidik bersama peserta didik (correlation) melakukan tanya jawab √ 4 Mengaplikasikan  Pendidik membimbing siwa (application) √ menyelesaikan tugas 5 Menyimpulkan  Pendidik bersama siswa Menyimpulkan (generalation) √ bahan pelajaran Jumlah Perolehan 30 Jumlah Maksimum 32 Nilai Rata-Rata 93.75 Tabel 13 menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pendidik sewaktuproses pembelajaran dengan Strategi Ekspositori memiliki nilai rata-rata 93.75dengan kategori sangat baik. Mengkaji bagian-bagian hasil kinerja pendidik padasiklus II ini, baik secara rata-rata maupun secara bagian-bagian disimpulkanbahwa kinerja pendidik senantiasa meningkat.4.3.3.2. Pengamatan terhadap kegiatan siswa Pada waktu yang bersamaan dengan pengamatan terhadap kinerjapendidik, rekan sejawat selaku mitra peneliti melakukan pengamatan terhadapaktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Hasil anlaisis terhadapaktivitas siswa dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 14 Keberhasilan Penilaian Proses Kategori Keberhasilan Penilaian Proses Siswa Dalam Pembelajaran Sangat Baik Baik Cukup Kurang 85-100 75-84 65-74 55-64 Berhasil Berhasil Berhasil Belum Berhasil 35 siswa 8 siswa - -
  55. 55. 55 Table 14 menunjukkan bahwa keberhasilan proses pembelajaran denganStrategi Ekspositori dari 43 siswa tentang menyimak cerita terdapat 35 siswa atau81.39 % dengan kategori sangat baik (berhasil), terdapat 8 siswa atau 18.6 %dengan kategori baik (berhasil), dan tidak terdapat siswa dengan kategori cukupbaik (berhasil) maupun siswa dengan kategori kurang (belum berhasil).4.3.3.3. Hasil belajar siswa Hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran diambilmenggunakan instrument penilaian hasil. Analisis terhadap hasil belajar siswadilakukan peneliti setelah proses pembelajaran berakhir. Hasil analisis terhadaphasil belajar siswa dapat diketahui melalui tabel penilaian hasil LKS I dan tabelpenilaian hasil LKS II berikut ini; Tabel 15 Penilaian Hasil LKS I Kategori Keberhasilan Penilaian Hasil (LKS I) Siswa Dalam Pembelajaran Sangat Baik Baik Cukup Kurang 85-100 75-84 65-74 55-64 Berhasil Berhasil Berhasil Belum Berhasil 40 siswa 3 siswa - - Tabel 15 menunjukkan bahwa keberhasilan hasil pembelajaran (LKS I)tentang menyimak cerita dengan Strategi Ekspositori dari 43 siswa terdapat 40siswa atau 93.02 % dengan kategori sangat baik (berhasil), terdapat 3 siswa atau6.97 % dengan kategori baik (berhasil), dan tidak terdapat siswa dengan kategoricukup (berhasil) maupun siswa dengan kategori kurang (belum berhasil). Table 16 Penilaian Hasil (LKS II) Kategori Keberhasilan Penilaian Hasil (LKS II) Siswa Dalam Pembelajaran Sangat Baik Baik Cukup Kurang 85-100 75-84 65-74 55-64 Berhasil Berhasil Berhasil Belum Berhasil 40 siswa 3 siswa - -
  56. 56. 56 Keberhasilan siswa dalam penilaian hasil (LKS II) tentang menyimakteks cerita dengan Strategi Ekspositori pada tabel 16 menunjukkan bahwa dari 43siswa terdapat 40 siswa atau 93.02 % dengan kategori sangat baik (berhasil),terdapat 3 siswa atau 6.97 % dengan kategori baik (berhasil), dan tidak terdapatsiswa dengan kategori cukup (berhasil) maupun siswa dengan kategori kurang(belum berhasil). 4.3.4. Refleksi Berdasarkan hasil data pada siklus II, Refleksi disini difokuskan padadua kategori yakni; 1) refleksi pada tahap perencanaan pembelajaran, dan 2)refleksi pada tahap pelaksanaan pembelajaran. Berikut uraian hasil refleksi dariketiga kategori tersebut.4.3.4.1. Refleksi pada tahap perencanaan Refleksi pada tahap perencanaan pembelajaran Bahasa Indonesiaketerampilan menyimak dengan SE sbb; 1) perencanaan pembelajaran beruparencana pembelajaran (RP) tetap dipertahankan, 2) sekenario pembelajaran yangdituangkan dalam langkah-langkah Rencana Pembelajaran telah terbukti nilainyameningkat dan memuaskan. dan 3) format LKS untuk siswa serta instrumentpenelitian baik untuk pendidik maupun untuk siswa tetap dipertahankan.4.3.4.2. Refleksi pada tahap pelaksanaan
  57. 57. 57 Refleksi pada tahap pelaksanaan sbb; 1) pada tahap persiapan, tahapkorelasi, dan tahap mengaplikasikan dalam penerapan langkah-langkah SE olehpendidik dalam siklus II sudah sangat baik karena terbukti nilainya sangatmemuaskan, 2) pada tahap penyajian bahan pelajaran oleh pendidik tetapdipertahankan, dan 3) pada tahap menyimpulkan yang tertuang dalam RP sudahbaik dan memuaskan.4.4. Pembahasan Pemabahasan hasil penelitian ini difokuskan pada hasil yang telahdideskripsikan dan dikaitkan dengan teori-tori yang menjadi acuan. Berdasarkanvariable harapan pada penelitian ini tantang peningkatan keterampilan menyimakpada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan variable tindakan yaitu penerapanStrategi Ekspositori, maka yang menjadi objek pembahasan dianataranya; 1)pembelajaran pada tahap perencanaan, 2) hasil observasi terhadap kinerjapendidik, dan 3) hasil pengamatan terhadap aktivitas/proses belajar siswa, dan 4)hasil pengamatan terhadap hasil belajara siswa. 4.4.1. Pembahasan pada tahap perecanaan Komponen Rencana Pembelajaran pada penelitian ini baik pada siklus Imaupun Siklus II berisikan 1) identitas yaitu nama sekolah, mata pelajaran,kelas/semester, dan alokasi waktu, 2) standar kompetensi, 3) kompetensi dasar, 4)
  58. 58. 58indikator, 5) tujuan pembelajaran, 6) materi pembelajaran, 7) metodepembelajaran, 8) langkah-langkah pembelajaran, 9) sumber belajar, 10) penilaian,dan 11) instrument pembelajaran. Mengkaji salah satu komponen Rencana Pembelajaran tersebut yaitutentang langkah-langkah pembelajaran pada bagian ke-delapan, dijelaskan bahwadi bagian inilah tempat seknario pembelajaran. Isi dari seknario pembelajaranmerupakan tempat diterapkannya langkah-langkah penerapan Strategi Ekspositorimeliputi; 1) tahap persiapan (preparation), 2) tahap penyajian (prensentation), 3)tahap menghubungkan (corelation), 4) tahap penerapan (aplikation), dan 5) tahapmenyimpulkan (generalation). 4.4.2. Pembahasan terhadap hasil kinerja pendidik Pada tahap ini dibahas tentang kegiatan apersepsi, pemberian motivasi,pengkondisisn siswa, penyajian materi, proses tanya jawab, pembimbinganpendidik terhadap siswa, dan kegiatan menyimpulkan dalam prosespembelajaran. Berdasaarkan hasil analisis pengamatan terhadap kinerja pendidik padasiklus I, menunjukkan jumlah perolehan dari 32 poin jumlah maksimumdiperoleh 27 poin, sehingga nilai rata-rata berjumlah 84.37 % dengan kategoribaik (berhasil). Sedangkan hasil analisis kinerja pendidik pada siklus IImenunjukkan bahwa jumlah perolehan dari 32 poin jumlah maksimum diperoleh30 poin, sehingga total nilai rata-rata 93.75 % dengan kategori sangat baik(berhasil). Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja pendidik selamaproses pembelajaran terjadi peningkatan yang berarti.
  59. 59. 59 Membahas hasil pengamatan terhadap kinerja pendidik secara lebihrinci, pada bagian apersepsi, pengkondisisn siswa, penyajian materi, danpembimbingan siswa dalaam pembelajaran menunjukkan bahwa poin yangdiperoleh berkategori sangat baik (berhasil) yaitu pada siklus I maupun siklus II,sehingga di pertahankan. Pada awal pembelajaran, pemberian motivasi kepada siswa sangatpenting. Hal ini terjadi pada pembelajaran Bahasa Indonesia keterampilanmenyimak dengan Strategi Ekspositori. Motivasi di awal pembelajaransebagaimana yang dinyatakan Depoter (Dalam Aqib, Z., Kawentar, Maftuh, M.,Sujak; 2008) bahwa setiap anak akan bersemangat belajarnya dika ada motivasidari luar. Karenanya, pendidik dalam pembelajaran selalu memberikan motivasikepada para siswa baik secara individu maupun secara kelompok. Hasil penelitian tentang pendidik memberikan motivasi terhadap siswapada siklus I dengan kategori baik. Untuk memaksimalkan pemberian motivasi,pada bagian refleksi siklus I ditinjau kembali oleh peneliti bersama kolaborator.Pemberian motivasi pada siklus II berdasarkan hasil pengamatan memberikanhasil yang memuaskan (terjadi peningkatan) dengan kategori sangat baik.Sedangkan hasil proses tanya jawab menunjukkan bahwa pendidik memperolehhasil berkategori baik pada siklus I dan siklus II. 4.4.3. Pembahasan terhadap hasil aktivitas siswa Pada bagian ini dibahas tentang penyajian hasil pengamatan aktivitassiswa berdasarkan instrument penilaian proses. Berdasarkan hasil penelitiandengan instrument pengamatan aktivitas siswa, ditemukan bahwa pada siklus I
  60. 60. 60dari 43 siswa terdapat 28 siswa atau 61.11 % dengan kategori sangat baik(berhasil), terdapat 12 siswa atau 27.9 % dengan kategori baik (berhasil), danterdapat 3 siswa atau 6.97 % dengan kategori cukup (berhasil). Sedangkan setelahmelakukan refleksi pada siklus I didapatkan hasil pengamatan pada siklus II dari43 siswa terdapat 35 siswa atau 81.39 % dengan kategori sangat baik (berhasil)dan terdapat 8 siswa atau 18.6 dengan kategori baik (berhasil). Mengkaji uraian di atas tentang pengamatan aktivitas siswa dalampemberian tindakan penelitian keterampilan menyimak mata pelajaran BahasaIndonesia dengan Strategi Ekspositori, dapat disimpulkan bahwa terjadipeningkatan keterampilan menyimak pada siswa. 4.4.4. Pembahasan terhadap hasil belajar siswa Pebahasan pada tahap ini difokuskan pada unjuk kemampuan siswa.Kegiatan siswa pada tahap ini adalah siswa mengerjakan tugas dalam satukelompok diikuti pelaporan hasil yang disampaikan dari perwakilan masing-masing kelompok. Pada bagian ini dibahas tentang hasil belajar siswa berdasarkanLKS I dan LKS II Berdasarkan analisis pada siklus I terhadap penilaian hasil (LKS I)diketahui bahwa dari 43 siswa terdapat 39 siswa atau 90.69 % dengan kategorisangat baik (berhasil), dan terdapat 4 atau 9.3 % dengan kategori kurang (belumberhasil). Sedangkan hasil analisis pada siklus II terhadap penilaian hasil (LKS I)didapat bahwa dari 43 siswa terdapat 40 siswa ataau 93.02 % dengan kategorisangat baik (berhasil) dan 3 siswa atau 6.97 % dengan kategori baik (berhasil).

×