Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
DISUSUN
OLEH
Muhamad Tsani Farhan
(154517)
MAN 7
JAKARTA
Kerajaan
Mataram Kuno
Mataram Kuno
A. Definisi Kerajaan Mataram Kuno
B. Sumber Sejarah
C. Kehidupan Politik dan Pemerintahan
D. Karya Seni Bangu...
A. Definisi Kerajaan Mataram Kuno
• Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada abad ke-8 M
• Wilayah kerajaan ini meliputi dae...
B. Sumber Sejarah
Sejarah berdirinya Kerajaan Mataram Kuno di
Jawa Tengah adalah Prasasti Canggal yang ditemukan di
Desa C...
Prasasti Canggal (juga disebut Prasasti Gunung Wukir atau
Prasasti Sanjaya) adalah prasasti dalam bentuk candra sengkala
b...
Isinya :
 Bait 1 : Pembangunan lingga oleh Raja Sanjaya di atas gunung
 Bait 2-6 : Pujaan terhadap Dewa Siwa, Dewa Brahm...
C. Kehidupan Politik dan Pemerintahan
Kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan
agraris yang mengutamakan pengamanan tata p...
1. Raja Sanjaya
Prasasti Canggal menyebutkan tentang pendirian sebuah
lingga di Bukit Sthirangga, daerah Kunjarakunja, pad...
Kompleks di Gedong Songo Kompleks di Dieng
2. Syailendra
Pada pertengahan abad ke-8, di Jawa Tengah terdapat beberapa prasasti
yang berasal dari Dinasti (Wangsa) Sya...
Prasasti Sojomerto
Prasasti Sojomerto merupakan peninggalan Wangsa Sailendra yang ditemukan
di Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Bat...
3. Pemindahan Kekuasaan ke Jawa Timur
Pemindahan kekuasaan ke Jawa Timur didasarkan pada pertimbangan
ekonomi sebagai beri...
Sungai Brantas Sungai Bengawan Solo
D.
Karya Seni Bangun
pada masa
Dinasti Syailendra
Candi Borobudur
Candi Kalasan
Candi Mendut
Candi Pawon
Candi Sari
Candi Sambisari
Candi Sewu
E. Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat
Sumber dari berbagai prasasti menyebutkan adanya stratifikasi atau
pelapisan sosial ...
F. Kehidupan Ekonomi
Masalah perekonomian mendapat
perhatian besar pada zaman Balitung yang tertera
pada Prasasti Purworej...
Prasasti Purworejo Prasasti Wonogiri
Kerajaan Mataram Kuno (Sejarah kelas 10 Kurikulum 13)
Kerajaan Mataram Kuno (Sejarah kelas 10 Kurikulum 13)
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kerajaan Mataram Kuno (Sejarah kelas 10 Kurikulum 13)

1,991 views

Published on

by Muhamad Tsani Farhan, Madrasah Aliyah Negeri 7 Jakarta

Published in: Education
  • Be the first to comment

Kerajaan Mataram Kuno (Sejarah kelas 10 Kurikulum 13)

  1. 1. DISUSUN OLEH Muhamad Tsani Farhan (154517) MAN 7 JAKARTA
  2. 2. Kerajaan Mataram Kuno
  3. 3. Mataram Kuno A. Definisi Kerajaan Mataram Kuno B. Sumber Sejarah C. Kehidupan Politik dan Pemerintahan D. Karya Seni Bangun pada Masa Dinasti Sailendra E. Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat F. Kehidupan Ekonomi
  4. 4. A. Definisi Kerajaan Mataram Kuno • Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada abad ke-8 M • Wilayah kerajaan ini meliputi daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur • adalah salah satu kerajaan yang bercorak Hindu dan Buddha • Pusat kekuasaannya berada di wilayah Jawa Tengah dengan banyaknya peninggalan-peninggalan sejarah di wilayah tersebut
  5. 5. B. Sumber Sejarah Sejarah berdirinya Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah adalah Prasasti Canggal yang ditemukan di Desa Canggal, di halaman sebuah candi yang sudah runtuh di lereng Gunung Wukir (dekat Muntilan, sebelah barat Magelang). Prasasti ini mempunyai keistimewaan, yaitu memakai angka tahun Candrasangkala yang berbunyi Crutiindriya Rasa, yang artinya sama dengan tahun 654 Saka atau tahun 732 M.
  6. 6. Prasasti Canggal (juga disebut Prasasti Gunung Wukir atau Prasasti Sanjaya) adalah prasasti dalam bentuk candra sengkala berangka tahun 654 Saka atau 732 Masehi yang ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir di desa Kadiluwih, kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Prasasti yang ditulis pada stela batu ini menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta. Prasasti ini dipandang sebagai pernyataan diri Raja Sanjaya pada tahun 732 sebagai seorang penguasa universal dari Kerajaan Mataram Kuno.
  7. 7. Isinya :  Bait 1 : Pembangunan lingga oleh Raja Sanjaya di atas gunung  Bait 2-6 : Pujaan terhadap Dewa Siwa, Dewa Brahma, dan Dewa Wisnu  Bait 7 : Pulau Jawa yang sangat makmur, kaya akan tambang emas dan banyak menghasilkan padi. Di pulau itu didirikan candi Siwa demi kebahagiaan penduduk dengan bantuan dari penduduk Kunjarakunjadesa  Bait 8-9 : Pulau Jawa yang dahulu diperintah oleh raja Sanna, yang sangat bijaksana, adil dalam tindakannya, perwira dalam peperangan, bermurah hati kepada rakyatnya. Ketika wafat Negara berkabung, sedih kehilangan pelindung  Bait 10-1 : Pengganti raja Sanna yaitu putranya bernama Sanjaya yang diibaratkan dengan matahari. Kekuasaan tidak langsung diserahkan kepadanya oleh raja Sanna tetapi melalui kakak perempuannya (Sannaha)  Bait 12 : Kesejahteraan, keamanan, dan ketentraman Negara. Rakyat dapat tidur di tengah jalan, tidak usah takut akan pencuri dan penyamun atau akan terjadinya kejahatan lainnya. Rakyat hidup serba senang.
  8. 8. C. Kehidupan Politik dan Pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan agraris yang mengutamakan pengamanan tata pemerintahan dalam negeri. Dalam struktur pemerintahan penguasa tertinggi berada di tangan raja. Sesuai dengan landasan kosmogonis, yaitu kepercayaan harus adanya keserasian antara dunia manusia (mikrokosmos) dan alam semesta (makrokosmos), raja adalah penjelmaan dari para dewa di dunia. Kehidupan politik dan pemerintahan pada masa kerajaan Mataram Kuno dapat dilihat pada masa kekuasaan raja-raja berikut.
  9. 9. 1. Raja Sanjaya Prasasti Canggal menyebutkan tentang pendirian sebuah lingga di Bukit Sthirangga, daerah Kunjarakunja, pada tahun 654 C oleh Raja. Sanjaya adalah anak dari saudara perempuan Raja Sanna yang bernama Sannaha. Sanjaya berhasil menaklukan daerah sekitarnya dan mampu mewujudkan kemakmuran bagi rakyatnya. Pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, muncul Dinasti Sailendra yang beragama Buddha. Dinasti Syailendra berhasil menggeser kekuasaan kerajaan Mataram Kuno dari Dinasti Sanjaya ke Dinasti Syailendra. Perkiraan pergeseran pemerintahan Dinasti Sanjaya itu diperkuat dengan adanya peninggalan berupa kompleks Candi Hindu di Gedong Songo (Ungaran) dan di Dieng.
  10. 10. Kompleks di Gedong Songo Kompleks di Dieng
  11. 11. 2. Syailendra Pada pertengahan abad ke-8, di Jawa Tengah terdapat beberapa prasasti yang berasal dari Dinasti (Wangsa) Syailendra. Salah satunya adalah prasasti Sojomerto yang ditemukan di daerah Sojomerto, Pekalongan. Isi prasasti menyebutkan tentang nama seorang pejabat tinggi yang bernama Dapunta Syailendra. Susunan raja-raja dari Dinasti Syailendra yang memerintah di Jawa Tengah, yaitu sebagai berikut. a. Raja Bhanu (± 752 – 775 M) b. Raja Wisnu (± 775 – 782 M) c. Raja Indra (± 782 – 812 M) d. Raja Samaratungga (± 812 – 833 M) e. Raja Balaputradewa (± 833 – 856 M)
  12. 12. Prasasti Sojomerto
  13. 13. Prasasti Sojomerto merupakan peninggalan Wangsa Sailendra yang ditemukan di Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuna. Prasasti ini tidak menyebutkan angka tahun, berdasarkan taksiran analisis paleografi diperkirakan berasal dari kurun akhir abad ke-7 atau awal abad ke-8 masehi. Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya, Dapunta Selendra, yaitu ayahnya bernama Santanu, ibunya bernama Bhadrawati, sedangkan istrinya bernama Sampula. Prof. Drs. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu. Bahan prasasti ini adalah batu andesit dengan panjang 43 cm, tebal 7 cm, dan tinggi 78 cm. Tulisannya terdiri dari 11 baris yang sebagian barisnya rusak terkikis usia.
  14. 14. 3. Pemindahan Kekuasaan ke Jawa Timur Pemindahan kekuasaan ke Jawa Timur didasarkan pada pertimbangan ekonomi sebagai berikut. a) Adanya sungai-sungai besar, antara lain Sungai Brantas dan Bengawan Solo yang sangat memudahkan bagi lalu lintas perdagangan b) Adanya dataran rendah yang luas sehingga memungkinkan penanaman padi secara besar-besaran c) Lokasi Jawa Timur berdekatan dengan jalan perdagangan utama waktu itu, yaitu jalur perdagangan rempah-rempah dari Maluku ke Malaka
  15. 15. Sungai Brantas Sungai Bengawan Solo
  16. 16. D. Karya Seni Bangun pada masa Dinasti Syailendra
  17. 17. Candi Borobudur
  18. 18. Candi Kalasan
  19. 19. Candi Mendut
  20. 20. Candi Pawon
  21. 21. Candi Sari
  22. 22. Candi Sambisari
  23. 23. Candi Sewu
  24. 24. E. Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Sumber dari berbagai prasasti menyebutkan adanya stratifikasi atau pelapisan sosial berdasarkan pembagian kasta dan kedudukan seseorang di dalam masyarakat, baik kedudukan di dalam struktur birokrasi maupun kedudukan sosial atas dasar kekayaan materil. Tetapi, dalam kenyataannya stratifikasi sosial masyarakat zaman Mataram bersifat kompleks dan tumpang tindih. Nama-nama penduduk desa di dalam berbagai prasasti, tampak bahwa sebagian besar di antara mereka itu memakai nama-nama Indonesia asli, seperti si Gorotong, si Kloteng, si Guwar, si Wadag, si Keni, dan si Kasih. Dan sebagian kecil saja penduduk desa yang memakai nama yang diambil dari bahasa Sanskerta, seperti si Brahma, si Ramya, dan si Ananta.
  25. 25. F. Kehidupan Ekonomi Masalah perekonomian mendapat perhatian besar pada zaman Balitung yang tertera pada Prasasti Purworejo dan Prasasti Wonogiri. Misalnya dalam Prasasti Purworejo menyebutkan tentang pendirian suatu pusat perdagangan. Pada Prasasti Wonogiri menyebutkan tentang pajak bagi desa-desa yang berada di kanan dan kiri Sungai Bengawan Solo. Tujuannya adalah agar penduduk desa setempat dapat menjamin kelancaran hubungan lalu lintas untuk menyebrangi Sungai Bengawan Solo. Berdasarkan kenyataan itulah yang menyebabkan masa pemerintahan Raja Balitung disebut sebagai masa stabilitas di bidang ekonomi.
  26. 26. Prasasti Purworejo Prasasti Wonogiri

×