Management Strategy Tugas Akhir

16,730 views

Published on

Management Strategy

Published in: Education
0 Comments
11 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
16,730
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2,963
Actions
Shares
0
Downloads
784
Comments
0
Likes
11
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Management Strategy Tugas Akhir

  1. 1. Wal-Mart’s E–BUSINESS STRATEGY Oleh : Arief Yuwono
  2. 2. Visi & Misi <ul><li>Melayani (Serve) </li></ul>
  3. 3. Latar Belakang <ul><li>Dalam surveinya di tahun 2004, Majalah Fortune menobatkan Wal-Mart Amerika’s sebagai perusahaan yang paling dikagumi untuk dua tahun berturut-turut. Wal-Mart’s saat ini telah berkembang menjadi raksasa retail terbesar di dunia, yang tidak hanya melayani pasar lokal saja, tetapi telah terjun dalam pasar global. Melalui makalah ini akan dianalisa dan dibahas, Bagaimana strategi keberhasilan Wal-Mart’s dalam mengembangkan jaringan bisnisnya secara luas ? </li></ul>
  4. 4. Analisis Internal <ul><li>Analisis internal untuk menentukan kekuatan (strengths), dan kelemahan (weakness) dalam kegiatan bisnis perusahaan dilakukan dengan menganalisa : sumber daya, kapabilitas dan kompetensi inti yang dimiliki perusahaan. </li></ul>
  5. 5. Analisis Internal – Sumber Daya <ul><li>Berikut sumber daya yang dimiliki Wal-Mart : </li></ul><ul><ul><li>Toko/Gudang yang tersebar luas. Tidak hanya di US, tetapi akan dikembangkan keseluruh belahan dunia. </li></ul></ul><ul><ul><li>Armada pengiriman sendiri, dan terbesar di Amerika </li></ul></ul><ul><ul><li>Karyawan. Karyawan sebagai “rekanan”, dengan keuntungan kompetitif, gaji dan training karyawan yang baik. </li></ul></ul><ul><ul><li>IT yang maju. Dengan kemajuan IT Wal-Mart terus berupaya mengefisienkan supply chainnya dan dengan www.walmart.com , Wal-Mart terus berupaya meningkatkan servicenya kepada pelanggan. </li></ul></ul>
  6. 6. Analisis Internal – Kapabilitas <ul><li>Kapabilitas bisa dilihat dari kegiatan perusahaan yang memberikan nilai bagi customernya, seperti pengadaan, logistik, pemasaran, penjualan, manajemen SDM, service, dan lain-lain. </li></ul><ul><ul><li>Pengadaan Barang </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Manajemen “cross docking” </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Infrastruktur murah : sistem distribusi hub-and-spoke </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kontak langsung dengan para supplier, tanpa melalui perantara </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Aliran persediaan barang diatur melalui pusat </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Logistik </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Penataan ruang yang se-fleksibel mungkin. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Memiliki armada truk sendiri </li></ul></ul></ul>
  7. 7. Analisis Internal – Kapabilitas <ul><ul><li>Pemasaran dan Penjualan (Marketing & Sales) </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Every Day Low Pricing” </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Sistem sales tracking </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Manajemen SDM </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>“ rekanan” </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Training yang baik sebelum bekerja </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Wewenang otonomi </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Layanan / Service </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Tinggi </li></ul></ul></ul>
  8. 8. Analisis Internal – Kompetensi Inti <ul><li>Kompetensi inti berasal interaksi sumber daya dengan kapabilitas, sehingga membentuk kemampuan unik, yang tidak dimiliki pesaing, namun accessible dengan pasar. </li></ul><ul><li>U ntuk menggambarkan kompetensi inti dapat digunakan value chain. Model bisnis Wal-Mart's dan keuntungan kompetitifnya dapat diuraikan dengan menggunakan value chain berikut : </li></ul>
  9. 9. Wal-Mart Value Chain
  10. 10. Analisis Eksternal <ul><li>Analisis Eksternal digunakan untuk menentukan peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dalam suatu persaingan bisnis, dimana analisis tersebut dapat dilakukan di dalam lingkungan industri (demografi, ekonomi, sosial budaya) dan lingkungan kompetitor (politik/legal, teknologi dan global). </li></ul>
  11. 11. Analisis Eksternal – Lingk Industri <ul><li>Industri Retail dikuasai oleh sedikit raksasa retail, Wal-Mart merupakan salah satu raksasa retail yang bersaing dalam beberapa kategori retail. Wal-Mart bersaing dengan Kmart dan Target dalam retail merchandise umum, Wal-Mart bersaing dengan Costco dalam segmen produk rumah tangga, dan bersaing dengan Kroger, Albertson’s and Safeway dalam supermarket retail. Kompetisi diantara pengecer/retailers berpusat pada harga, lokasi toko, luas toko, suasana berbelanja, dan gambaran orang dalam berbelanja. Analisa lebih lanjut yang disajikan oleh figur (Five Forces Model of Competition) berikut mendiagnosa lingkungan yang kompetitif dalam insdustri retail. </li></ul>
  12. 12. Five Forces Model of Competition
  13. 13. Analisis Eksternal – Lingk Industri <ul><li>Demografi </li></ul><ul><li>Wal-Mart tumbuh dan berkembang di lingkungan indutri yang keras dengan sistem pendistribusian yang terpusat, dimana Wal-Mart mendirikan toko/gudangnya di sekitar toko/gudang pusat distribusinya. Dalam hal ini Wal-Mart terus berkembang dengan sistem terpusatnya hingga ke pasar global. </li></ul><ul><li>Ekonomi </li></ul><ul><li>Wal-Mart terus berkembang dari tahun ke tahun hingga menjadi salah satu retailers raksasa dunia. Dengan adanya Wal-Mart, maka akan memberikan sumbangan yang besar bagi perekonomian negara tempatnya beroperasi. </li></ul><ul><li>Sosial Budaya </li></ul><ul><li>Manajemen SDM pada Wal-Mart berpusat pada karyawannya. Wal-Mart memiliki budaya perusahaan yang terus dipertahankan dalam memperlakukan karyawannya dengan penuh rasa hormat sebagai “rekanan” kerja dalam kegiatan bisnis mereka. </li></ul>
  14. 14. Analisis Eksternal – Lingk Kompetitor <ul><li>Politik/Legal </li></ul><ul><li>Hampir 40% dari 500 perusahaan yang untung dan sepertiga dari semua industri tidak mempunyai wakil Political Action Committee (PAC). Dan tentunya dibutuhkan sumbangan untuk dapat bekerjasama dengan PACs, rata-rata jumlah yang diberikan adalah $1.700 di tahun 2000 (Ansolabehere, Stephen and James M. Snyder Jr. 2003. Why Is There So Little Money in U.S Politics? Journal of Economic Perspectives 17: 105-130). Sebagai contohnya, Presiden Bush menaikkan anggarannya untuk pemilihannya kembali di tahun 2004 sebesar $193.088.650 dengan mengundang sejumlah sumber (perusahaan, individu dan kelompok lain) dimana setara dengan jumlah uang yang disumbangkan Wal-Mart’s sendiri untuk amal di pertengahan tahun 2005 sebesar $188.000.000. </li></ul><ul><li>Kesimpulan : Uang mungkin berpengaruh pada politik di US, tetapi hubungan antara kontribusi kampanye dan hasil legislatif jauh dari bukti yang meyakinkan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa menjadi global retailer berarti tidak terlindung dari permasalahan politik di negara-negara tempat kita beroperasi. </li></ul>
  15. 15. Analisis Eksternal – Lingk Kompetitor <ul><li>Teknologi </li></ul><ul><li>Wal-Mart juga selalu memimpin dalam teknologi informasinya. Wal-Mart telah menggunakan kemajuan TI sejak awal dan diintegrasikan secara keseluruhan supply chainnya. Bahkan, pada awal tahun 2005 Wal-Mart mempelopori penggunaan RFID yang memungkinkan mengidentifikasi dan melacak barang di sepanjang supply chain secara otomatis dan mensyaratkan keseratus pemasoknya untuk menerapkan RFID tag pada seluruh pallet dan dus yang mereka kirim ke pusat-pusat distribusi dan toko-toko Wal-Mart. </li></ul><ul><li>Faktanya : Wal-Mart di US dan Metro di Jerman memelopori penerapan RFID. Kini tak hanya pemasok peritel, industri lainnya pun ikut ambil ancang-ancang. </li></ul>
  16. 16. Analisis SWOT pada Wal-Mart <ul><li>Kekuatan (Strengths) : </li></ul><ul><ul><li>Wal-Mart adalah merk retail yang kuat. Wal-Mart mempunyai reputasi untuk nilai pendapatan, kenyamanan dan cakupan produk yang luas dalam sebuah toko. </li></ul></ul><ul><ul><li>Wal-Mart telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir, dan telah berpengalaman dalam global expansion. </li></ul></ul><ul><ul><li>Perusahaan ini mempunyai suatu kompetensi inti yang melibatkan IT untuk mendukung international logistics system. Sebagai contoh, itu dapat dilihat dari bagaimana produk individu ditampilkan di seluruh negeri, store-by-store dalam sekejap mata. IT juga mendukung pengadaan Wal-Mart's secara lebih efisien. </li></ul></ul><ul><ul><li>Suatu strategi terfokus pada manajemen sumber daya manusia dan pengembangan. Rakyat merupakan kunci untuk bisnis Wal-Mart's dan itu membutuhkan investasi waktu dan uang dalam mentraining orang-orang tersebut, dan tetap bertahan untuk mengembangkannya. </li></ul></ul>
  17. 17. Analisis SWOT pada Wal-Mart <ul><li>Kelemahan (Weaknesses) : </li></ul><ul><ul><li>Wal-Mart adalah grosir retail terbesar di dunia dan mengendalikan kerajaannya. Disamping keuntungan IT-nya, Wal-Mart meninggalkan kelemahan dalam pengawasan beberapa area tertentu. </li></ul></ul><ul><ul><li>Sejak Wal-Mart menjual berbagai produk yang melalui banyak sektor (seperti: pakaian, makanan, atau perlengkapan kantor), mungkin tidak mempunyai flexibilitas dalam bersaing dengan kompetitor lain yang lebih terfokus. </li></ul></ul><ul><ul><li>Wal-Mart adalah perusahaan global, tetapi kehadirannya relatif sedikit di negara-negara di seluruh dunia. </li></ul></ul>
  18. 18. Analisis SWOT pada Wal-Mart <ul><li>Ancaman (Threats) : </li></ul><ul><ul><li>Menjadi nomor satu berarti menjadi target dari kompetisi, baik lokal maupun global. </li></ul></ul><ul><ul><li>Menjadi global retailer berarti tidak terlindung dari permasalahan politik di negara-negara tempat kita beroperasi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya produksi berbagai produk konsumen cenderung jatuh karena biaya pabrikasi rendah. Biaya pabrikasi akan jatuh selama outsourcing ke low-cost regions. Hal ini telah mendorong kearah kompetisi harga, menghasilkan deflasi harga dalam beberapa cakupan. Kompetisi Harga yang kuat adalah suatu ancaman . </li></ul></ul>
  19. 19. Analisis SWOT pada Wal-Mart <ul><li>Peluang (Opportunities) : </li></ul><ul><ul><li>Untuk mengambil alih, dengan bergabung/merge, atau membentuk sekutu/aliansi strategis dengan global retailers yang lain, dengan memusatkan pada pasar yang lebih spesifik seperti Eropa atau semakin besar China. </li></ul></ul><ul><ul><li>Toko ini sekarang hanya berdagang di sejumlah kecil negara di dunia, Oleh karena itu ada peluang yang luar biasa untuk bisnis di masa depan dalam mengembangkan pasar, seperti di Negeri China dan India. </li></ul></ul><ul><ul><li>Lokasi baru dan tipe/jenis toko menawarkan Wal-Mart peluang untuk memanfaatkan pengembangan pasar. Mereka membuat variasi dari large super center, ke lokasi lokal dan berbasis mall. </li></ul></ul><ul><ul><li>Peluang ada untuk Wal-Mart, untuk melanjutkan strategi besar saat ini, super centers. </li></ul></ul>
  20. 20. Critical Success Factor <ul><ul><li>Pemanfatan keunggulan IT dengan semaksimal mungkin dalam rantai supply chainnya, agar kegiatan berlangsung seefisien mungkin. </li></ul></ul><ul><ul><li>Selalu menjual dengan harga yang murah setiap harinya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Rasa hormat terhadap “rekanan” dalam kegiatan bisnisnya. </li></ul></ul>
  21. 21. Formulasi – Strategi Inti <ul><li>Keistimewaan strategi inti Wal-Mart’s adalah menggunakan kepemimpinan yang murah (low-cost leadership), dengan timbal balik berupa : menyediakan berbagai barang kebutuhan umum dengan harga termurah untuk menarik minat pelanggan. Dalam hal itu Wal-Mart mencapai suatu keuntungan dari pembiayaan dengan mengendalikan arah pembiayaan operasional dan memeras biaya lebih efisien pada supply chain. </li></ul>
  22. 22. Formulasi – Strategi Pelengkap (1) <ul><li>Untuk memperkuat daya saingnya, Wal-Mart bekerjasama dengan supplier yang memiliki merk dagang kuat, yang mendominasi di kategorinya, yang sepenuhnya mempunyai lini produk, dan yang dapat memunculkan terobosan baru dan produk yang lebih baik untuk penjualan dalam rak-rak Wal-Mart. Personel pengadaan Wal-Mart menghabiskan banyak waktunya untuk pertemuan dengan vendors (para penjual), memahami struktur pembiayaan mereka, dan belajar bagaimana suatu vendor dapat mengurangi biaya-biaya nya dalam rangka menangkap hubungan saling menguntungkan untuk kedua belah pihak. </li></ul>
  23. 23. Formulasi – Strategi Pelengkap (2) <ul><li>Untuk memperluas lingkup pemerataan geografis, strategi domestik yang dilakukan Wal-Mart's adalah &quot; backward expansion” (perluasan kebelakang). Perusahaan membuka toko di kota kecil di sekeliling kota metropolitan yang menjadi target dan memenuhi area masing-masing sebelum pindah ke wilayah baru. International expansion melibatkan suatu kombinasi dari penerimaan dan konstruksi toko baru. Sebab ketika Wal-Mart masuk pasar asing, Wal-Mart bermaksud beroperasi secara lokal (&quot;remain lokal&quot;) dengan hanya melakukan customize pada panawaran untuk menyesuaikan dengan pilihan dan rasa para pembeli lokal, melalui manajemen asli di negara asing tersebut. </li></ul>
  24. 24. Formulasi – Strategi Pelengkap (3) <ul><li>Wal-Mart juga memiliki inisiatif berupa serangan bersama dari banyak sisi dengan sama-sama bekerja dengan penduduk lokal. Experiments tata ruang toko, display barang dagangan, perencanaan warna untuk toko, dan promosi dilakukan sambil berjalan. Wal-Mart juga memakai serangan pendahuluan terutama ketika masuk pasar baru, dengan mengamankan posisi dominannya dari pengecer kecil lain yang memaksanya untuk keluar. </li></ul>
  25. 25. Formulasi – Strategi Pendukung <ul><li>Pemasaran dan Penjualan : Wal-Mart memenuhi kebutuhan pelanggan dengan empat konsep retail yang berbeda: Dicount stores, Supercenters, Sam's Club dan Neighborhood Market. </li></ul><ul><li>Teknologi : Wal-Mart adalah pelopor dalam meningkatkan kualitas dan kemampuan teknologi nya. Wal-Mart menggunakan komputer, satelit, dan sistem informasi dalam berkomunikasi dengan vendors, yang secara elektronik dapat melakukan pembayaran order, tracking sales dan inventaris, mengidentifikasi barang yang lama lakunya dan menekan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh supply chain. </li></ul><ul><li>Operasi Pusat Distribusi : Beberapa tugas telah diotomatisasikan dan dibuat sistem yang dapat mengefisienkan biaya, barcoding dan penanganan komputer telah digunakan agar terus-menerus mengefektifkan operasi distribusi. </li></ul>
  26. 26. Proses Pelaksanaan Strategi Wal-Mart’s WAL-MART Penggunaan cutting-edge teknologi yang dapat memangkas/mengurangi biaya pengadaan, distribusi, dan pengendalian persediaan barang. Menyediakan customer service yang superior dan mengejar kemajuan yang berkelanjutan. Menerapkan budaya perusahaan yang memperlakukan individu dengan rasa hormat dan bermartabat. Susunan kepegawaian Wal-Mart dengan team manajemen yang kuat dan karyawan dengan sumber daya pelatihan khusus yang baik.
  27. 27. Implementasi <ul><ul><li>Menerapkan penggunaan RFID dalam supply chainnya, termasuk pada pemasoknya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dengan melakukan perbaikan service pada walmart.com dalam rangka meraih pasar global yang diharapkan akan menambah nilai Wal-Mart, di mata pelanggannya, dan menciptakan service pelanggan yang lebih baik, karena pembeli dari seluruh belahan dunia dapat langsung melakukan pemesanan secara online dan dapat memantau kegiatan pengiriman barang tersebut ke tempat tujuan secara langsung. </li></ul></ul><ul><ul><li>Wal-Mart akan terus memegang budaya perusahaan dengan bekerja bersama “rekanan” bisnis dengan baik. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dengan pengalaman pada tingkat top manajemen diharapkan dapat memberikan “rekanan” program training yang lebih baik lagi dan dapat memperluas otonomi “rekanan” untuk memperoleh keuntungan kompetitif, dan fasilitas gaji yang lebih baik. </li></ul></ul>
  28. 28. Evaluasi <ul><li>Pada evaluasi akan dibahas: Hasil yang diharapkan akan diperoleh dari penerapan strategi E-Business diatas. Evaluasi yang dilakukan meliputi: evaluasi teknologi, evaluasi keuangan, evaluasi sumber daya manusia dan evaluasi website. </li></ul>
  29. 29. Evaluasi Teknologi <ul><li>Teknologi yang digunakan Wal-Mart’s sudah sangat maju, dan itu terbukti bahwa Wal-Mart terus memimpin dalam pemanfaatan IT untuk industri retail. Kemajuan IT-nya telah diintegrasikan dengan baik dalam keseluruhan supply chain, baik dalam pengawasan stok dan distribusi. Bahkan CIO Wal-Mart Stores Inc., Linda Dillman, mengumumkan bahwa pada Januari 2005 keseratus pemasoknya disyaratkan menerapkan tag radio frequency identification (RFID) pada seluruh pallet dan dus yang mereka kirim ke pusat-pusat distribusi dan toko-toko Wal-Mart. Hal ini membuktikan bahwa kemajuan IT dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Wal-Mart, karena RFID dengan teknologi nirkabel ini memungkinkan mengidentifikasi dan melacak barang di sepanjang supply chain secara otomatis. </li></ul>
  30. 30. Evaluasi Keuangan <ul><li>Apa yang diharapkan Wal-Mart dari RFID? </li></ul><ul><li>Menurut Sanford C. Bernstein & Co., sebuah investment research house, yang berkantor di New York mengestimasikan bahwa Wal-Mart bisa menghemat hampir 8,4 miliar dolar AS setahunnya ketika RFID digelar penuh di seluruh rantai pasok dan toko-tokonya. </li></ul><ul><li>Rinciannya: </li></ul><ul><ul><li>USD 6,7 miliar: Berkurangnya orang untuk memindai barcode di palet dan dus dalam rantai pasok dan toko mengurangi biaya tenaga kerja sampai 15 persen. </li></ul></ul><ul><ul><li>USD 600 juta: Meski rantai pasoknya paling efisien di dunia, Wal-Mart tetap menderita out-of-stocks. Untuk mendongkrak bottom-line digunakan rak pintar atau smart shelves guna memantau ketersediaan barang di rak pajang. </li></ul></ul>
  31. 31. Evaluasi Keuangan <ul><ul><li>USD 575 juta: Berkurangnya orang yang mengutil barang dari gudang karena keeradaannya terus terpantau. Pemindaian produk secara otomatis juga mengurangi kesalahan administratif dan kecurangan vendor. </li></ul></ul><ul><ul><li>USD 300 juta: Kemampuan melacak lebih dari 1 miliar pallet dan dus yang bergerak melalui pusat distribusi setiap tahunnya juga sangat menghemat biaya. </li></ul></ul><ul><ul><li>USD 180 juta: Kemudahan memantau produk-produk apa yang ada di rantai pasoknya – apakah itu di pusat distribusi miliknya atau di gudang pemasoknya – memungkinkan Wal-Mart mengurangi inventori dan menghemat biaya tahunan pengelolaannya. </li></ul></ul><ul><li>Total penghematan 8,35 miliar (sebelum pajak) yang dihasilkan ini saja sudah melebihi masing-masing pendapatan total lebih dari setengah perusahaan Fortune 500. </li></ul>
  32. 32. Evaluasi Sumber Daya Manusia <ul><li>Sumber Daya Manusia pada Wal-Mart’s memegang peranan penting, Wal-Mart’s memberi mereka wewenang sebagai “rekanan (associates)” dan memberikan feedback yang sebanding (equal), dengan keuntungan kompetitif, gaji dan program training yang baik. </li></ul>
  33. 33. Evaluasi Website (www.walmart.com) <ul><li>Website pada wal-mart digunakan untuk menjual informasi seluruh aktivitas dalam kegiatan bisnis Wal-Mart, seperti : </li></ul><ul><ul><li>Informasi mengenai toko. Berupa: Store Finder, Wal-Mart Stores Info, Working Families for Wal-Mart, Wal-Mart Facs, Wal-Mart Substainability, Wal-Mart Credit Cards, Wal-Mart Associates, Careers at Wal-Mart. </li></ul></ul><ul><ul><li>Informasi mengenai WALMART.COM. Berupa: About Walmart.Com, Site Directory, Sign Up for Email, Join Our Affilate Program, Security & Privacy, Terms of Use, International Customers, Careers at Wal-Mart.com </li></ul></ul><ul><ul><li>Special Offers (Penawaran khusus), seperti: Site to Store, Clearance, Rollbacks, 97-Cent Shipping </li></ul></ul>
  34. 34. Evaluasi Website (www.walmart.com) <ul><ul><li>Shop. Berisi informasi produk dalam beberapa kategori : Apparel, Baby, Books, Elektronics, Garden and Patio, Gifts and Flowers, Home, Jewelry, Movies, Music, Pets, Sports, Toys, Video Games. </li></ul></ul><ul><ul><li>Service, memberikan informasi dan layanan credit cards, gift cards, gift registry, internet access, pharmacy, photo, tires, travel and vacations, vision center, dan wish list. </li></ul></ul><ul><ul><li>Help, berisi informasi : Online Customer Service, Track Your Order, Questions About Your Order, Shipping Cost & Times, Our Return Policy, Return an Item, Product Recall Info, MSDS. </li></ul></ul><ul><li>Dengan ditunjang fasilitas “online shopping” dan “track your order” wal-mart dapat memberikan layanan yang lebih baik pada konsumen globalnya. </li></ul>
  35. 35. Referensi <ul><li>eBizzAsia Volume II No 15 – Maret 2004, Radio Frequency Identification (RFID): Menanti Efek ‘Bola Salju’. </li></ul><ul><li>Draft Wal-Mart in the NAFTA market by Subramanian. </li></ul><ul><li>Wal-Mart Case Study; by: Proffessor: Dr. Mary Rannery, Teaching Assistant: Jia-Yuh-Chen; ECON 136 – Business Strategy; Februari 27,2006. </li></ul><ul><li>Wal-Mart Strategy Analysis by Peter De Boeck, Alejandra Duran, Ilan Hadass, June Tan, Christian Zapf </li></ul><ul><li>The Porter Value Chain; by Karen Talla; Vanderbilt University; 2004 </li></ul><ul><li>Wal-Marts Supply Chain Management Practices, OPER 020; by P Mohan Chandran, under the direction of Vivek Gupta, ICFAI Center for Management Research (ICMR); 2003 </li></ul><ul><li>The Insider: Lesson From Wal-Mart; Volume 6 Issue 1; First Quarter 2007 </li></ul><ul><li>www.walmart.com </li></ul>

×