SlideShare a Scribd company logo
1 of 35
Download to read offline
BAB I

                              PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

Perusahaan merupakan suatu lembaga yang terdiri dari kumpulan orang-orang
yang mempunyai suatu tujuan di dalam organisasi. Dalam mencapai tujuannya,
perusahaan membutuhkan manajemen yang baik agar seluruh kegiatannya dapat
berjalan dengan optimal.

Ada beberapa bentuk perusahaan seperti perusahaan perseorangan, commanditer,
perseroan dan lain sebagainya. Modal suatu perusahaan berasal dari modal sendiri
dan modal asing, artinya dalam membentuk suatu perusahaan modal tersebut tidak
hanya bersumber dari pemiliknya saja akan tetapi juga dari pihak-pihak lain yang
berkepentingan di dalamnya.

Apabila perusahaan tersebut berbentuk PT dan sudah bersifat Tbk, maka ketika
perusahaan tersebut memerlukan modal yang besar dalam mengembangkan
usahanya, perusahaan tersebut dapat menerbitkan saham. Saham adalah surat
tanda ikut serta penanaman modal dalam suatu perusahaan.

Untuk dapat berkembang dan dapat dikenal oleh masyarakat luas, maka
perusahaan dapat mendirikan cabang perusahaan tersebut di daerah lain. Dalam
hal tersebut dikenal dengan istilah perusahaan induk dan perusahaan anak.
Kemudian selain itu, dikenal dengan adanya penggabungan badan usaha,
maksudnya selain mengembangkan usaha juga untuk menghindari adanya
persaingan yang dapat merugikan perusahaan. Dalam hal ini, ada berbagai macam
jenis penggabungan seperti merger, konsolidasi serta afiliasi.

Di dalam struktur perusahaan afiliasi hanya ada satu tingkatan hubungan di
antara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan, yaitu perusahaan induk dengan
perusahaan anaknya. Akan tetapi ada kemungkinan di dalam suatu kelompok
perusahaan yang bersfiliasi mempunyai hubungan bertingkat. Hal ini terjadi
apabila suatu perusahaan anak memiliki hak control terhadap perusahaan yang
lain.
1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka permasalahan yang akan dibahas pada
makalah ini mengenai :

   1. Hak kontrol yang diperoleh dengan pemilikan perusahaan secara tidak
      langsung
   2. Timbal balik atau reciprocal holdings dengan pemilikan saham perusahaan
      anak terjadi setelah perusahaan berjalan.



1.3 Tujuan Penulisan

   1.    Memenuhi tugas matakuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan II
   2.    Mempelajari tentang Neraca Konsolidasi suatu perusahaan
   3.    Membantu dalam menjelaskan materi Neraca Konsolidasi pemilikan
         tidak langsung dan saling memiliki saham.



1.4 Metodologi Penulisan

Teknik dalam metode penulisan adalah sebagai berikut:

   1.    Wawancara

        Bertanya kepada teman sejawat sehingga diperoleh secara langsung hal-
        hal yang tidak dimengerti dalam pemasalahan penulisan

   2.    Study kepustakaan

        Memahami buku referensi dan sumber lain yang dapat dijadikan
        pedoman penulisan



1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan sebagai berikut:

   1.    BAB I PENDAHULUAN

        Bab ini berisikan tentang latar belakang permasalahan, perumusan
        masalah, tujuan penulisan, metodologi penulisan dan sistematika
        penulisan agar pembaca dapat mengikuti dan mengetahui pembahasan
        penulisan makalah ini
2.   BAB II PEMBAHASAN

     Disini disajikan teori yang relevan, lengkap, mutakhir dan urut sejalan
     dengan permasalahan. Teori yang dikemukakan berasal dari sumber-
     sumber teori dan referensi yang digunakan.

3.   BAB III PENUTUP

     Bab ini berisi tentang garis besar kesimpulan yang diambil dari inti
     penulisan dan hasil penulisan berupa informasi yang akurat, tepat waktu
     dan relevan.
BAB II

                      NERACA KONSOLIDASI
                  PEMILIKAN TIDAK LANGSUNG
                  DAN SALING MEMILIKI SAHAM
                    (Indirect and Mutual Holding)



Pengertian Pemilikan Tidak Langsung dan Saling Memiliki Saham

Ada kemungkinan di dalam suatu kelompok perusahaan yang berafiliasi
mempunyai hubungan bertingkat. Hal ini terjadi apabila suatu perusahaan anak
memiliki hak kontrol (melalui pemilikan saham) terhadap perusahaan lain.

Sebagai contoh PT OPA memiliki 80% saham-saham PT PAPA, dan PT PAPA
memiliki 90% dari saham-saham PT ANA. Dengan demikian ketiga perusahaan
tersebut merupakan anggota-anggota perusahaan afiliasi. Pemilikan 80% saham-
saham PT PAPA mengakibatkan secara tidak langsung PT OPA memiliki pula
hak kontrol terhadap PT ANA. Hubungan antara PT OPA dengan PT ANA
disebut sebagai pemilikan (saham) secara tidak langsung. Dalam hal ini struktur
(perusahaan) afiliasi meliputi dua tingkatan, yang terjadi dari Perusahaan Induk
(PT OPA), sub induk (PT PAPA), dan anak (PT ANA). Secara umum hubungan
afiliasi yang dibentuk dari adanya pemilikan tidak langsung itu dapat
digambarkan sebagai berikut:

1)                     2)
     PT OPA                                    PT OPA

          80%               90%                                         80%
     PT PAPA                PT PAPA                              PT MAMA

          90%                     80%                          75%

     PT ANA                  PT ANA                                PT ANI


3)              PT OPA

  90%                             50%
     PT OPA      40%         PT OPA

Gambar : Hubungan perusahaan-perusahaan afiliasi, yang dibentuk dari adanya pemilikan
                             (saham) tidak langsung.
Catatan:

1. Perusahaan afiliasi dengan satu sub induk dan satu perusahaan anak. Hak
   kontrol PT OPA terhadap PT ANA diperoleh dari pemilikan saham tidak
   langsung.
2. Perusahaan afiliasi dengan beberapa sub induk dan beberapa perusahaan
   anak. Hak kontrol PT OPA terhadap PT ANA dan PT ANI diperoleh dari
   pemilikan saham tidak langsung.
3. Hak kontrol PT OPA terhadap PT MAMA diperoleh dari sebagian tidak
   secara langsung, yaitu melalui pemilikannya terhadap PT PAPA.

Hubungan afiliasi ini akan semakin kompleks apabila terjadi saling memiliki
saham-saham antar perusahaan induk dan perusahaan anak (mutual atau reciprocal
holding) yang dapat digambarkan :

  PT A              PT A                                PT A
          20%       90%       10%           90%                     80%

                    PT B                    PT B         10%       PT C

 90%                   80%      20%         50%                     30%
  PT B              PT C                                PT D

    (1)                 (2)                              (3)

           Gambar : Hubungan perusahaan-perusahaan afiliasi, dengan disertai
                           adanya saling memiliki saham


Hak kontrol yang diperoleh tidak secara langsung dan mutual holding secara
berturut-turut sabagai berikut :

1. Hak kontrol yang diperoleh dengan pemilikan tidak secara langsung :

   a) Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sesudah adanya hak
      kontrol oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk.
   b) Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sebelum adanya hak
      kontrol oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk.
   c) Hak kontrol yang diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi di antara
      perusahaan-perusahaan anak.

2. Mutual atau reciprocal holdings dengan pemilikan saham perusahaan anak
terjadi setelah perusahaan berjalan.
Pemilikan tidak langsung :

Pemilikan saham-saham perusahaan anak terjadi sesudah adanya hak kontrol
perusahaan induk atas perusahaan sub induk.

Struktur perusahaan afiliasi, dengan adanya hak control yng diperoleh melalui
pemilikan tidak langsung akan terdiri dari perusahaan induk, sub induk dan anak.
Apabila hal ini terjadi, maka untuk keperluan penyusunan neraca konsolidasi
harus dimulai dengan menganalisa perubahan-perubahan yang terjadi pada
rekening-rekening hak-hak para pemegang saham perusahaan anak, serta
pengaruhnya terhadapperusahaan sub induk dan perusahaan induk.

Contoh 1:

PT Opa membeli 400 lembar saham-saham PT Papa dengan harga @ Rp75.000
per lembar pada tanggal 1 Januari 1976. Satu tahun kemudian tepatnya
pada tanggal 1 Januari 1977 PT Papa membeli 450 lembar saham-saham PT Ana
denganharga @ Rp 70.000. Baik PT Opa, PT Papa maupun PT Ana masing-
masing mempunyai (modal) saham yang beredar sebanyak 500 lembar, nominal
@ Rp50.000/lembar. Berikut ini data mengenai saldo laba yang ditahan pada
tanggal 31 Desember 1975, laba (rugi) usaha serta deviden yang dibagikan dalam
dua tahun berturut-turut untuk masing-masing perusahaan.

         Keterangan              PT. Opa (Rp)      PT. Papa (Rp)       PT. Ana (Rp)

Laba yang ditahan, 31/12/1975        60.000.000         15.000.000          2.500.000

Laba (rugi) usaha, tahun 1976         7.500.000         (3.750.000)         2.500.000

Pembagian Deviden, Des 1977           2.500.000          2.500.000          1.250.000

Laba (rugi) usaha, tahun 1977        (5.000.000)         7.500.000          3.750.000



Dari data di atas, maka pengaruh perubahan hak para pemegang saham pada
perusahaan anak terhadap rekening investasi saham dan saldo Laba Yang Ditahan
pada buku-buku perusahaan induk masing-masing menurut metode harga
perolehan dan metode equity adalah sebagai berikut:
Metode Harga Perolehan                                              Metode Equity

          Keterangan                  Buku-buku PT OPA               Buku-buku PT PAPA               Buku-buku PT OPA                    Buku-buku PT PAPA
                                 Inves Saham PT   Laba yang     Inves Saham PT   Laba yang     Inves Saham PT   Laba yang       Inves Saham PT       Laba yang
                                      PAPA         Ditahan            ANA         Ditahan           PAPA         Ditahan             PAPA             Ditahan

31 Desember 1975 : Saldo               -          60.000.000          -          15.000.000          -          60.000.000               -           15.000.000
1 Januari 1976 : beli 400
lembar saham PT Papa, harga        30.000.000         -               -              -            30.000.000        -                    -               -
@ Rp 75.000 per lembar
31 Desember 1976 : Laba (rugi)
usaha
   PT OPA = Rp 7.500.000               -           7.500.000          -              -               -           7.500.000               -               -
  PT PAPA =(Rp 3.750.000)              -              -               -          (3.750.000)     (3.000.000)    (3.000.000)              -          (3.750.000)

                                   30.000.000     67.500.000          -          11.250.000       27.000.000    64.500.000               -           11.250.000
1 Januari 1977 : Beli 450
lembar saham PT Ana, harga             -              -            31.500.000        -               -              -              31.500.000            -
@ Rp 70.000 per lembar
Desember 1977 : Pembagian
deviden
   PT OPA = Rp 2.500.000               -          (2.500.000)         -              -               -          (2.500.000)              -               -
  PT PAPA= Rp 2.500.000                -           2.000.000          -          (2.500.000)     (2.000.000)        -                    -          (2.500.000)

  PT ANA = Rp 1.250.000                -              -               -           1.125.000          -              -              (1.125.000)           -

                                   30.000.000     67.000.000       31.500.000     9.875.000       25.000.000    62.000.000         30.375.000         8.750.000
31 Desember: Laba (rugi)
Usaha
1. PT ANA :       Rp 3.750.000         -              -               -              -               -              -                   3.375.000     3.375.000
2. PT PAPA
   - Laba Usaha Rp 7.500.000           -              -               -           7.500.000          -              -                    -            7.500.000
     PT Papa
   - Laba PT Ana Rp 3.375.000
                 Rp 10.875.000
3. PT OPA : Rugi Usaha
   (Rp 5.000.000)                      -          (5.000.000)         -              -               -          (5.000.000)              -               -

  80% Laba PT Papa
  Rp 10.875.000                        -              -               -              -             8.700.000     8.700.000               -               -
                                   30.000.000     62.000.000       31.500.000    17.375.000       33.700.000    65.700.000         33.750.000        19.625.000
Metode harga perolehan

Pada metode harga perolehan pengaruh perubahan hak-hak para pemegang saham
pada perusahaan anak dan sub induk terhadap hak-hak pemilikan perusahaan
induk sama sekali tidak ada. Pada metode ini segala sesuatu yang berhubungan
dengan pemilikan saham-saham oleh perusahaan induk (PT OPA) terhadap
saham-saham perusahaan sub induk (PT PAPA) dan pemilikan saham-saham oleh
perusahaan sub induk terhadap saham-saham perusahaan anak (PT ANA)
dibukukan sama seperti halnya pada hubungan antara perushaan induk dengan
perusahaan anaknya yang telah dikemukakan terdahulu.

Hubungan pemilikan tidak langsung antara PT OPA terhadap PT ANA baru
tampak nyata apabila neraca konsolidasi disusun oleh PT OPA. Di dalam neraca
konsolidasi yang disusun oleh PT OPA, harus dilaporkan harta dan utang-utang
PT ANA, karena neraca konsolidasi dari PT PAPA dengan perusahaan anaknya
PT ANA.

Oleh sebab itu pengakuan terhadap bagian atas kenaikan hak-hak para pemegang
saham PT PAPA, di dalam neraca yang dikonsolidasi tidak hanya terbatas pada
kenaikan saldo Laba Yang Ditahan yang berasal dari hasil usaha (PT PAPA)
sendiri melainkan juga termasuk kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT PAPA,
yang berasal dari kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT ANA. Akan tetapi juga
dimungkinkan penyusunan neraca konsolidasi oleh PT OPA langsung dari neraca
masing-masing perusahaan, tanpa terlebih dahulu disusun neraca konsolidasi
antara PT PAPA dengan perusahaan anaknya PT ANA.

Apabila misalnya dari contoh di atas, kemudian disusun neraca konsolidasi pada
tanggal 31 Desember 1977, maka besarnya hak-hak para pemegang saham
minoritas PT PAPA, dan bagian kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT PAPA
sejak tanggal 1 Januari 1976 sampai dengan 31 Desember 1977 dihitung sebagai
berikut :

Hak-hak para pemegang saham PT PAPA per 31 Desember 1977 terdiri dari :

-   Modal saham (500 lembar nominal @ Rp 50.000)           Rp 25.000.000
-   Laba Yang Ditahan(lihat tabel)                         Rp 17.375.000

                                                           Rp 42.375.000

Ditambah :

-   Bagian atas kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT ANA    Rp 2.250.000
    (90% x (7.500.000 – 5.000.000)

    Jumlah hak-hak pemegang saham                          Rp 44.625.000
Hak-hak pemegang saham minoritas pada tanggal 31 Desember 1977, dihitung
atas dasar jumlah hak-hak pemegang saham tersebut sebagai berikut :

Hak-hak pemegang saham minoritas PT PAPA :
- 100 lembar (modal) saham @ Rp 50.000                           Rp 5.000.000
- 20% dari saldo Laba Yang Ditahan (20% x 19.625.000)            Rp 3.925.000

    Jumlah                                                       Rp 8.925.000



Di dalam neraca yang dikonsolidasi diakui adanya kenaikan saldo Laba Yang
Ditahan oleh PT OPA atas sebagian daari kenaikan saldo Laba Yang Ditahan
PT PAPA sejak tanggal 1 Januari 1976 sampai dengan 31 Desember 1977 sebesar
Rp 3.700.000 [80% x (19.625.000 – 15.000.000)] atau dari hasil perhitungan
sebagai berikut :

Saldo Laba Yang Ditahan PT PAPA per 31 Desember 1977             Rp 17.375.000

Ditambah : Bagian atas kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT ANA   Rp 2.250.000

        Jumlah                                                   Rp 19.625.000

Dikurangi dengan :

1. Eliminasi 80% saldo Laba Yang Ditahan
   Pada tanggal 1 Januari 1976 (80% x
   15.000.000)                             Rp 12.000.000
2. Hak-hak pemegang saham minoritas
   (20% x 19.625.000)                      Rp 3.925.000
                                                                 Rp 15.925.000

Sisa kenaikan saldo Laba Yang Ditahan Untuk PT OPA               Rp 3.700.000



Adapun jurnal eliminasi untuk penyusunan neraca konsolidasi pada tanggal 31
Desember 1977, apabila metode harga perolehan dipakai adalah sebagai berikut:

(1) Eliminasi terhadap investasi saham-saham PT Ana dan hak para pemegang
saham PT Ana :

Modal saham, PT Ana                                         Rp 22.500.000        -
Laba yang ditahan, PT Ana                                   Rp 4.500.000         -
Selisih lebih harga perolehan di atas nilaibuku saham       Rp 4.500.000         -
        Investasi saham-saham, PT Ana                            -     Rp 31.500.000
(2) Eliminasi terhadap investasi saham-saham PT Papa dan hak-hak
pemegangsaham PT Papa :

Modal saham, PT Papa                            Rp 20.000.000          -

Laba yang ditahan, PT Papa                      Rp 12.000.000          -

       Investasi saham-saham, PT Papa                -          Rp 30.000.000

       Selisih lebih nilai buku di atas harga

       perubahan saham                          Rp 2.000.000           -



Adapun bentuk daftar lajur penyusunan neraca konsolidasinya adalah :
PT OPA dan Perusahaan-perusahaan Anaknya
                                                  Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi
                                                             Per 31 Desember 1977
Metode Harga Perolehan

 Rekening Rekening                                                                     Eliminasi              Neraca Konsolidasi
                                   PT OPA          PT PAPA       PT ANA
      Neraca
                                                                                   D               K           D              K
Debit :
Investasi saham-saham
PT PAPA…………….                       30.000.000         -             -             -               -            -              -
 - Elim 80% Modal
   saham……………..                        -               -             -             -          20.000.000        -              -
 - Elim 80% Laba Yang
   Ditahan
   1/1/1976…………..                      -               -             -             -          12.000.000        -              -
 Selisih lebih Nilai Buku
 di atas harga perolehan
 saham……………….                          -               -             -             -               -            -            2.000.000
 Investasi saham-saham
 PT ANA…………….                          -            31.500.000       -             -               -            -              -
 - Elim 90% Modal
    Saham……………                         -               -             -             -          22.500.000        -              -
 - Elim 90% Laba Yang
    Ditahan
    1/1/1977………….                      -               -             -             -           4.500.000        -              -
 Selisih lebih Harga
 Perolehan di atas Nilai
 Buku Saham…………                        -               -             -             -               -          4.500.000        -
 Aktiva lain-lain……....            120.000.000      43.500.000    50.000.000       -               -        213.500.000        -
                                   150.000.000      75.000.000    50.000.000

Kredit :
Macam-macam Utang…                  63.000.000      32.625.000    17.500.000       -               -            -          113.125.000
Modal saham PT OPA..                25.000.000         -             -             -               -            -           25.000.000
Laba Yang Ditahan PT
OPA……………………                         62.000.000         -             -              -              -            -           62.000.000
Modal saham PT PAPA.                   -            25.000.000       -              -              -            -               -
- Elim 80%..................           -               -             -          20.000.000         -            -               -
Hak pembelian saham
minoritas 20%...............           -               -             -             -               -            -            5.000.000
Laba Yang Ditahan PT
PAPA…………………                            -            17.375.000       -              -          2.250.000        -              -
- Elim 80%..................           -               -             -          12.000.000       -              -              -
Hak pemegang saham
minoritas 20% dari Rp
19.625.000………                          -               -             -             -               -            -            3.925.000
Kenaikan saldo Laba
yang Ditahan untuk PT
OPA……………..                             -               -             -             -               -            -            3.700.000
Modal saham PT
ANA………………..                            -               -          25.000.000        -              -            -              -
- Elim 90%...............              -               -             -          22.500.000         -            -              -
Hak pemegang saham
10%............................        -               -             -             -               -            -            2.500.000
Laba yang Ditahan PT
ANA………………..                            -               -           7.500.000        -              -            -              -
- Elim 90%...............              -               -             -           4.500.000         -            -              -
Hak pemegang saham
minoritas 10% dari Rp
7.500.000………..                         -               -             -             -               -            -             750.000
Kenaikan saldo Laba
Yang Ditahan PT
PAPA………………..                           -               -             -           2.250.000         -            -              -
                                  150.000.000      75.000.000    50.000.000    61.250.000    61.250.000    218.000.000    218.000.000
Metode Equity

Selama hak kontrol terhadap perusahaan anak diperoleh sesudah adanya
hak kontrol oleh perusahaan induk terhadap perusahaan sub induk, maka tidak ada
masalah khusus pada metode equity. Oleh karena hak kontrol oleh PT Opa
terhadap PT Ana diperoleh dari pemilikan tidak langsung, maka pembagian
deviden oleh PT Ana tidak mempengaruhi jumlah pemilikan PT Opa terhadap PT
Ana.

Pada metode equity pengaruh dari hak kontrol yang diperoleh dengan pemilikan
secara tidak langsung tersebut, hanyalah dalam pengakuan terhadap bagian
ataslaba perusahaan anak.

Oleh karena pada metode equity perubahan-perubahan yang terjadi pada hak-
hak para pemegang saham perusahaan anak selalu diikuti/diikhtisarkan dalam
rekening investasi sahamnya, maka dalam neraca konsolidasi eliminasi terhadap
rekening investasi saham dengan hak-hak para pemegang saham perusahaan
anak didasarkan posisi rekening yang bersangkutan pada tanggal neraca.

Jika oleh PT OPA disusun neraca konsolidasi langsung dari neraca masing-
masing perusahaan pada tanggal 31 Desember 1977, maka jurnal eliminasi
menurut metode equity adalah:

1. Eliminasi terhadap investasi saham-saham PT ANA dan hak-hak para
   pemegang saham PT ANA

    Modal Saham PT ANA                            Rp 22.500.000
    Laba Yang Ditahan PT ANA                      Rp 6.750.000
    Selisih lebih Buku Perolehan di atas Nilai
    Buku Saham                                    Rp 4.500.000
        Investasi Saham-saham PT ANA                                Rp 33.750.000

2. Eliminasi terhadap investasi saham-saham PT PAPA dan hak-hak pemegang
   saham PT PAPA
    Modal saham PT PAPA                             Rp 20.000.000
    Laba Yang Ditahan Pt PAPA                       Rp 15.700.000
       Investasi Saham-saham PT PAPA                                Rp 33.700.000
       Selisih lebih Nilai Buku di atas Harga Perolehan saham       Rp 2.000.000




Adapun bentuk daftar lajur penyusunan neraca konsolidasi pada tanggal 31
Desember 1977 pada metode equity adalah:
PT OPA dan Perusahaan-perusahaan Anaknya
                                                  Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi
                                                             Per 31 Desember 1977
Metode Equity

 Rekening Rekening                                                                      Eliminasi              Neraca Konsolidasi
                                   PT OPA          PT PAPA        PT ANA
      Neraca
                                                                                    D               K           D              K
Debit :
Investasi saham-saham
PT PAPA…………….                       33.700.000          -            -              -               -            -              -
 - Elim 80% Modal
   saham……………..                        -                -             -             -          20.000.000        -              -
 - Elim 80% Laba Yang
   Ditahan
   1/1/1976…………..                      -                -            -              -          15.700.000        -              -
 Selisih lebih Nilai Buku
 di atas harga perolehan
 saham……………….                          -                -            -              -               -            -            2.000.000
 Investasi saham-saham
 PT ANA…………….                          -             33.700.000      -              -               -            -              -
 - Elim 90% Modal
    Saham……………                         -                -            -              -          22.500.000        -              -
 - Elim 90% Laba Yang
    Ditahan
    1/1/1977………….                      -                -            -              -           6.750.000        -              -
 Selisih lebih Harga
 Perolehan di atas Nilai
 Buku Saham…………                        -                -            -              -               -          4.500.000        -
 Aktiva lain-lain……....            120.000.000       43.500.000   50.000.000        -               -        213.500.000        -
                                   153.700.000       77.250.000   50.000.000

Kredit :
Macam-macam Utang…                  63.000.000       32.625.000   17.500.000        -               -            -          113.125.000
Modal saham PT OPA..                25.000.000          -            -              -               -            -           25.000.000
Laba Yang Ditahan PT
OPA……………………                         65.700.000          -            -               -              -            -           65.700.000
Modal saham PT PAPA.                   -             25.000.000      -               -              -            -               -
- Elim 80%..................           -                -            -           20.000.000         -            -               -
Hak pembelian saham
minoritas 20%...............           -                -            -              -               -            -            5.000.000
Laba Yang Ditahan PT
PAPA…………………                            -             19.625.000      -               -              -            -              -
- Elim 80%..................           -                -            -           15.700.000         -            -              -
Hak pemegang saham
minoritas 20% ………                      -                -            -              -               -            -            3.925.000
Modal saham PT
ANA………………..                            -                -         25.000.000         -              -            -              -
- Elim 90%...............              -                -            -           22.500.000         -            -              -
Hak pemegang saham
10%............................        -                -            -              -               -            -            2.500.000
Laba yang Ditahan PT
ANA………………..                            -                -           7.500.000        -              -            -              -
- Elim 90%...............              -                -             -           6.750.000         -            -              -
Hak pemegang saham
minoritas 10% ………..                    -                -            -              -               -            -             750.000

                                  153.700.000       77.250.000    50.000.000    64.950.000    64.950.000    218.000.000    218.000.000
Pemilikan tidak langsung :

Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sebelum adanya hak kontrol
oleh perusahaan induk terhadap perusahaan sub induk.

Hak kontrol PT Opa dan PTAna semata-mata timbul sebagai akibat adanya
pemilikan sebagian besar saham PT Papa yang terjadi lebih dulu dan oleh
karenanya disebut sebagai hak kontrol melalui pemilikan tidak langsung. Hak
kontrol semacam itu biasa didapat bersamaan dengan diperolehnya hak kontrol
melalui pemilikan sebagian besar saham-saham PT Papa. Ini terjadi apabila
sebelum PT Opa membeli sebagian besar saham-saham PT Papa, PT Papa telah
lebih dahulu memiliki hal kontrol terhadap PT Ana.

Contoh 2 :

PT Papa membeli 400 lembar saham-saham PT Ana dengan harga @ Rp60.000
per lembar pada tanggal 1 Januari 1976. Satu tahun kemudian yaitu pada tanggal 1
Januari 1977, PT Opa membeli 450 lembar saham-saham PT Papa dari para
pemegang saham sebelumnya, dengan harga @ Rp 80.000 per lembar.

Baik PT Opa, PT Papa maupun PT Ana masing-masing mempunyai modal saham
yang beredar sebanyak 500 lembar dengan nilai nominal @ Rp 50.000 per lembar.

Di bawah ini data mengenai saldo laba yang ditahan pada tanggal 31 Desember
1975beserta perubahan-perubahan yang terjadi selama dua tahun berturut-turut
untuk masing-masing perusahaan :

                                       PT. Opa       PT. Papa        PT. Ana
             Keterangan
                                        (Rp)           (Rp)           (Rp)

Laba yang ditahan, (defisit)          100.000.000    20.000.000      (5.000.000)
31/12/1975

Laba (rugi) usaha, tahun 1976           5.000.000      2.500.000     (2.000.000)

Pembagian Deviden, Des 1977             2.500.000      2.000.000         -

Laba (rugi) usaha, tahun 1977           7.500.000      5.000.000      5.000.000



Pengaruh perubahan saldo Laba Yang Ditahan (hak-hak para pemegang saham)
PT Ana dan atau PT Papa terhadap rekening investasi dan saldo Laba Yang
Ditahan pada buku-buku PT Opa masing-masing apabila metode harga perolehan
dan equity dipakai adalah sebagai berikut:
Metode Harga Perolehan                                               Metode Equity

           Keterangan                   Buku-buku PT OPA               Buku-buku PT PAPA                Buku-buku PT OPA                   Buku-buku PT PAPA
                                   Inves Saham PT   Laba yang     Inves Saham PT   Laba yang      Inves Saham PT   Laba yang       Inves Saham PT      Laba yang
                                        PAPA         Ditahan            ANA         Ditahan            PAPA         Ditahan             PAPA            Ditahan
31 Desember 1975 : Saldo                 -          100.000.000         -           10.000.000          -          100.000.000              -           10.000.000
1 Januari 1976 : beli 400 lembar
saham PT ANA, harga @ Rp                 -              -             24.000.000       -                -              -               24.000.000          -
60.000 per lembar

                                         -          100.000.000       24.000.000    10.000.000          -          100.000.000         24.000.000       10.000.000
31 Desember 1976 : Laba (rugi)
usaha
  PT ANA =( Rp 2.000.000)                -              -               -              -                -              -               (1.600.000)      (1.600.000)
  PT PAPA = Rp 2.500.000                 -              -               -            2.500.000          -              -                    -            2.500.000

  PT OPA = Rp 5.000.000                  -            5.000.000         -              -                -            5.000.000              -              -

                                         -          105.000.000       24.000.000    12.500.000          -          105.000.000         22.400.000       10.900.000
1 Januari 1977 : Beli 450 lembar
saham PT PAPA, harga @ Rp             36.000.000        -               -              -              36.000.000       -                    -              -
80.000 per lembar

                                      36.000.000    105.000.000       24.000.000    12.500.000        36.000.000   105.000.000         22.400.000       10.900.000
Desember 1977 : Pembagian
deviden
  PT OPA = Rp 2.000.000                  -            1.800.000         -           (2.000.000)      (1.800.000)       -                    -           (2.000.000)
  PT PAPA= Rp 2.500.000                  -          (2.500.000)         -              -                -           (2.500.000)             -              -

                                      36.000.000    104.300.000       24.000.000    10.500.000        34.200.000   102.500.000         22.400.000        8.900.000
31 Desember: Laba (rugi) Usaha
1. PT ANA :      Rp 5.000.000            -              -               -              -                -              -                   4.000.000     4.000.000
2. PT PAPA
   - Laba Usaha Rp 5.000.000             -              -               -            5.000.000          -              -                    -            5.000.000
   - Laba PT Ana Rp 4.000.000
                 Rp 9.000.000
3. PT OPA : Rugi Usaha
   Rp 7.500.000                          -            7.500.000         -              -                -            7.500.000              -              -

  90% Laba PT Papa
  Rp 9.000.000                           -              -               -              -               8.100.000     8.100.000              -              -
Saldo per 31 Desember 1977            36.000.000    111.800.000       24.000.000    15.500.000        42.300.000   118.100.000         26.400.000       17.900.000
Metode Harga Perolehan

Apabila pada tanggal 31 Desember 1977, disusun neraca konsolidasi langsung
dari neraca individual ketiga perusahaan anggota afiliasi tersebut, maka
diperlukan analisa terdapat perubahan hak-hak para pemegang saham. Analisa ini
dimulai dari PT Ana, sehingga dapat ditentukan pengaruh perubahan pada PT Ana
terhadap hak-hak pemegang saham PT Papa yang pada akhirnya akan
mempengaruhi hak-hak pemilikan PT Opa atas PT Papa.

Eliminasi terhadap hak-hak pemilikan perusahaan sub induk pada perusahaan
anak, dan hak-hak pemilikan perusahaan induk pada perusahaan sub
induk didasarkan dari posisi hak-hak pemegang saham pada saat terjadinya
pemilikan saham. Hak-hak pemegang saham perusahaan sub induk pada metode
harga perolehan tidak seperti tercantum dalam buku-bukunya, melainkan juga
penyesuaian terhadap hak-hak pemilikannya pada perusahaan anak sampai dengan
tanggal tersebut.

Pada contoh ini hak-hak pemegang saham PT Papa (perusahaan sub induk) pada
tanggal 1 Januari 1977 terdiri dari :

Jumlah menurut buku-buku PT Papa :

        Modal Saham                                                  Rp 25.000.000
        Laba Yang Ditahan                            Rp 12.500.000
Dikurangi:

       Rugi perusahaan anak (PT Ana)
       (80% x Rp 2.000.000)                          (Rp 1.600.000) Rp 10.900.000
               Jumlah                                               Rp 35.900.000




Dengan demikian jurnal eliminasi, hak-hak pemegang saham minoritas dan
kenaikan saldo laba yang ditahan untuk perusahaan induk apabila metode harga
perolehan dipakai akan tampak sebagai berikut :

1) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa atas PT Ana, sebesar 80% dari saldo
   hak-hak pemegang saham pada tanggal 1 Januari 1976 sebagai berikut:
       Modal Saham PT Ana                            Rp 20.000.000
       Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai
       Buku saham                                    Rp 8.000.000
                 Investasi Saham PT Ana                              Rp 24.000.000
                 Defisit PT Ana                                      Rp 4.000.000
Hak-hak pemegang saham minoritas pada PT Ana dihitung dengan bertitik
   tolak dari posisi rekening-rekening hak-hak pemegang saham pada tanggal 31
   Desember 1977 sebagai berikut:

   Hak-hak pemegang saham PT Ana per 31 Desember 1977 :
      Modal Saham (500 lembar)                                     Rp 25.000.000
      Laba Yang Ditahan (defisit)                                 (Rp 2.000.000)
              Jumlah                                               Rp 23.000.000


   Hak-hak pemegang saham minoritas 20% x Rp 23.000.000 = Rp 4.600.000
   dengan perincian sebagai berikut:
      Modal Saham (100 lembar)                                      Rp 5.000.000
      Defisit (20% x Rp 2.000.000)                                 (Rp 400.000)
                Jumlah                                              Rp 4.600.000


   Kenaikan hak-hak pemegang saham PT Ana dari Rp 20.000.000 pada tanggal
   31 Desember 1975 menjadi Rp 23.000.000 pada tanggal 31 Desember 1977,
   mengakibatkan kenaikan hak pemilikan PT Papa (melalui kenaikan saldo
   Laba Yang Ditahan) dalam neraca yang dikonsolidasi sebesar : 80% x Rp
   3.000.000 = Rp 2.400.000.

2) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Opa atas PT Papa sebesar 90% dari saldo
   hak-hak pemegang saham pada tanggal 1 Januari 1977 sebesar Rp
   35.900.000 sebagai berikut:
   Modal Saham PT Papa                                    Rp 22.500.000
   Laba Yang Ditahan PT Papa                              Rp 9.810.000
   Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai
   Buku Saham                                             Rp 3.690.000
       Investasi Saham-saham PT Papa                                      Rp 36.000.000


   Sedang hak-hak pemegang saham minoritas PT Papa dihitung dengan bertitik
   tolak dari saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 31 Desember 1977
   sebagai berikut :

   Hak-hak pemegang saham PT Papa per 31 Desember 1977 :

   Modal saham (500 lembar)                                               Rp 25.000.000
   Laba Yang Ditahan (menurut buku)                       Rp 15.500.000
   Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan, sebagai akibat
   Penurunan defisit PT Ana sejak 1 Januari 1976 sampai
   Dengan 31 Desember 1977                                Rp 2.400.000
                                                                          Rp 17.900.000
            Jumlah                                                        Rp 42.900.000


   Hak-hak pemegang saham minoritas PT Papa adalah 10% dari Rp 42.900.000
   atau Rp 4.290.000.
Eliminasi terhadap saldo Laba Yang Ditahan sebesar Rp 9.810.000 dari hak-
    hak pemegang saham minoritas sebesar Rp 1.790.000 (10% x Rp 17.900.000)
    mengakibatkan adanya kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT Opa di
    dalam neraca yang dikonsolidasi sebesar Rp 6.300.000 dari hasil perhitungan
    yang berikut :

       -   Saldo Laba Yang Ditahan PT Papa per 31 Desember 1977
           (termasuk kenaikan Laba Yang Ditahan PT Ana)           Rp 17.900.000

       Dikurangi:

       -   Saldo Laba Yang Ditahan PT Papa per 1 Januari 1977
           (termasuk pengakuan atas rugi usaha PT Ana)            Rp 10.900.000
       -   Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan sejak 1 Januari –
           31 Desember 1977                                       Rp 7.000.000
       -   Hak pemilikan PT Opa                                        90%
              Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT Opa
              (perusahaan induk)                                  Rp 6.300.000

Adapun bentuk daftar lajur penyusunan neraca konsolidasi pada tanggal 31
Desember 1977, menurut metode harga perolehan adalah sebagai berikut :
PT OPA dan Perusahaan-perusahaan Anaknya
                                                  Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi
                                                             Per 31 Desember 1977
Metode Harga Perolehan

 Rekening Rekening                                                                      Eliminasi              Neraca Konsolidasi
                                   PT OPA          PT PAPA       PT ANA
      Neraca
                                                                                    D               K           D              K
Debit :
Investasi saham-saham
PT PAPA…………….                       36.000.000         -             -              -               -            -              -
 - Elim 90% Modal
   saham……………..                        -               -             -              -          22.500.000        -              -
 - Elim 90% Laba Yang
   Ditahan 1/1/1977
   Rp 10.900.000……..                   -               -             -              -           9.810.000        -              -
 Selisih lebih Nilai Buku
 di atas harga perolehan
 saham……………….                          -               -             -              -               -          3.690.000        -
 Investasi saham-saham
 PT ANA…………….                          -            24.000.000       -              -               -            -              -
 - Elim 80% Modal
    Saham……………                         -               -             -              -          20.000.000        -              -
 - Elim 80% Defisit
    1/1/1976
    (Rp 5.000.000)…                    -               -             -            4.000.000         -            -              -
 Selisih lebih Harga
 Perolehan di atas Nilai
 Buku Saham…………                        -               -             -              -               -          8.000.000        -
 Aktiva lain-lain……....            114.000.000      51.000.000    50.000.000        -               -        215.000.000        -
                                   150.000.000      75.000.000    50.000.000

Kredit :
Macam-macam Utang…                  13.200.000      34.500.000    27.000.000        -               -            -           74.700.000
Modal saham PT OPA..                25.000.000         -             -              -               -            -           25.000.000
Laba Yang Ditahan PT               111.800.000         -             -              -               -            -          111.800.000
OPA……………………                            -            25.000.000       -              -               -            -               -
Modal saham PT PAPA.
- Elim 90%..................           -               -             -          22.500.000          -            -              -
Hak pemegeng saham
minoritas 10%...............           -               -             -              -               -            -            2.500.000
Laba Yang Ditahan PT
PAPA…………………                            -            15.500.000       -               -          2.400.000        -              -
- Elim 90%..................           -               -             -            9.810.000       -              -              -
Hak pemegang saham
minoritas 10% dari
Rp 17.900.000………                       -               -             -              -               -            -            1.790000
Kenaikan saldo Laba
yang Ditahan untuk PT
OPA……………..                             -               -             -              -               -            -            6.300.000
Modal saham PT
ANA………………..                            -               -          25.000.000        -               -            -              -
- Elim 80%...............              -               -             -          20.800.000          -            -              -
Hak pemegang saham
20%............................        -               -             -              -               -            -            5.000.000
Defisit
 PT ANA…………                            -               -          (2.000.000)       -             -              -              -
- Elim 80%...............              -               -              -             -           4.000.000        -              -
Hak pemegang saham
minoritas 20% dari Rp
(2.000.000)………..                       -               -             -              -               -           400.000         -
Kenaikan saldo Laba
Yang Ditahan PT
PAPA………………..                           -               -             -            2.400.000         -            -              -
                                  150.000.000      75.000.000    50.000.000     58.710.000    58.710.000    227.090.000    227.090.000
Metode Equity

Pada metode equity, penyusunan neraca konsolidasi oleh PT Opa tidak perlu
melakukan analisa lebih dulu terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada
hak-hak pemegang saham baik PT Ana maupun PT Papa. Penyusunan neraca
konsolidasi pada tanggal 31 Desember 1977 langsung dari neraca individual,
dilakukan dengan mengeliminasi hak-hak pemilikan perusahaan induk atas
perusahaan anaknya sesuai dengan posisi hak-hak pemegang saham perusahaan
anak pada tanggal neraca. Demikian pula hak-hak pemegang saham minoritas
pada perusahaan anak ditentukan dengan bertitik tolak dari posisi terakhir.

Adapun jurnal eliminasi yang diperlukan pada tanggal 31 Desember 1977 adalah
sebagai berikut :

   1) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa atas PT Ana 80% dari hak-hak
      pemegang saham per 31 Desember 1977:
       Modal Saham PT Ana                                 Rp 20.000.000
       Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku   Rp 8.000.000
                 Investasi saham-saham PT Ana                             Rp 26.400.000
                 Defisit PT Ana                                           Rp 1.600.000

   2) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Opa atas PT Papa, 90% dari hak-hak
      pemegang saham per 31 Desember 1977:
       Modal saham PT Ana                                 Rp 22.500.000
       Laba Yang Ditahan PT Papa                          Rp 16.110.000
       Selisih lebih harga perolehan di atas nilai buku   Rp 3.690.000
                 Investasi saham PT Papa                                  Rp 42.300.000



Sedang bentuk daftar lajur penyusunan neraca konsolidasi, menurut metode equity
akan tampak sebagai berikut :
PT OPA dan Perusahaan-perusahaan Anaknya
                                                  Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi
                                                             Per 31 Desember 1977
Metode Equity

 Rekening Rekening                                                                      Eliminasi              Neraca Konsolidasi
                                   PT OPA          PT PAPA       PT ANA
      Neraca
                                                                                    D               K           D              K
Debit :
Investasi saham-saham
PT PAPA…………….                       42.300.000         -             -              -               -            -              -
 - Elim 90% Modal
   saham……………..                        -               -             -              -          22.500.000        -              -
 - Elim 90% Laba Yang
   Ditahan …………..                      -               -             -              -          16.110.000        -              -
 Selisih lebih harga
 perolehan di atas Nilai
 Buku saham…………                        -               -             -              -               -          3.690.000        -
 Investasi saham-saham
 PT ANA…………….                          -            26.400.000       -              -               -            -              -
 - Elim 80% Modal
    Saham……………                         -               -             -               -         20.000.000        -              -
 - Elim 80% Defisit….                  -               -             -            1.600.000       -              -              -
 Selisih lebih Harga
 Perolehan di atas Nilai
 Buku Saham…………                        -               -             -              -               -          8.000.000        -
 Aktiva lain-lain……....            114.000.000      51.000.000    50.000.000        -               -        215.000.000        -
                                   156.300.000      77.400.000    50.000.000

Kredit :
Macam-macam Utang…                  13.200.000      34.500.000    27.000.000        -               -            -           74.700.000
Modal saham PT OPA..                25.000.000         -             -              -               -            -           25.000.000
Laba Yang Ditahan PT
OPA……………………                        118.000.000         -             -               -              -            -          118.100.000
Modal saham PT PAPA.                   -            25.000.000       -               -              -            -               -
- Elim 90%..................           -               -             -           22.500.000         -            -               -
Hak pembelian saham
minoritas 10%...............           -               -             -              -               -            -            2.500.000
Laba Yang Ditahan PT
PAPA…………………                            -            17.900.000       -               -              -            -              -
- Elim 90%..................           -               -             -           16.110.000         -            -              -
Hak pemegang saham
minoritas 10% ………                      -               -             -              -               -            -            1.790.000
Modal saham PT
ANA………………..                            -               -          25.000.000         -              -            -              -
- Elim 80%...............              -               -             -           20.000.000         -            -              -
Hak pemegang saham
20%............................        -               -              -             -             -              -            5.000.000
Defisit PT ANA……..                     -               -          (2.000.000)       -             -              -               -
- Elim 80%...............              -               -              -             -           1.600.000        -               -
Hak pemegang saham
minoritas 20% ………                      -               -             -              -               -           400.000         -

                                  156.300.000      77.400.000    50.000.000     60.210.000    60.210.000    227.090.000    227.090.000
Pemilikan tidak langsung:

Hak kontrol diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi di antara perusahaan-
perusahaan anak.

Hak kontrol oleh suatu perusahaan terhadap perusahaan lain yang diperoleh
melalui cara ini dilakukan/terjadi dengan memiliki secara langsung sebagian
saham perusahaan lain tersebut dan sebagian lagi pemilikan saham melalui
perusahaan afiliasinya.

Contoh 3 :

PT Dany membeli 125 lembar saham-saham PT Essy dengan harga @Rp 60.000
per lembar pada tanggal 1 Januari 1976. Setahun kemudian PT Papa membeli 400
lembar saham-saham PT Dany dengan harga @Rp 75.000 per lembar dan 250
lembar saham-saham PT Essy dengan harga @Rp 70.000 per lembar.

Baik PT Papa, PT Dany maupun PT Essy masing-masing memiliki 500 lembar
saham yang beredar dengan nilai nominal @Rp 50.000 per lembar.

Berikut ini data mengenai saldo laba yang ditahan dan laba(rugi) usaha serta
pembagian deviden ketiga perusahaan :

         Keterangan              PT. Papa (Rp)      PT. Dany (Rp)      PT. Essy (Rp)

Laba yang ditahan, 31/12/1977         45.000.000          5.000.000            2.500.000

Laba (rugi) usaha, tahun 1976         10.000.000          4.375.000            2.500.000

Pembagian Deviden, Des 1977            5.000.000          2.000.000            2.000.000

Laba (rugi) usaha, tahun 1977          7.500.000          5.000.000            3.000.000



Tabel di bawah ini mengikhtisarkan pengaruh perubahan hak-hak pemegang
saham (saldo Laba Yang Ditahan) terhadap saldo rekening investasi saham dan
laba yang ditahan pada PT Papa dan PT Dany untuk tahun 1976 dan tahun 1977
menurut masing-masing metode pencatatan investasi saham (pada perusahaan
anak).
Metode Harga Perolehan                                                              Metode Equity

                Keterangan                              Buku-buku PT PAPA                     Buku-buku PT DANY                       Buku-buku PT PAPA                     Buku-buku PT DANY
                                              Inves Saham   Inves Saham     Laba yang     Inves Saham     Laba yang     Inves Saham      Inves Saham    Laba yang        Inves Saham    Laba yang
                                               PT DANY        PT ESSY        Ditahan        PT ESSY        Ditahan       PT DANY           PT ESSY       Ditahan           PT ESSY       Ditahan
31 Desember 1975 :
                                                   -             -          45.000.000          -          5.000.000         -                -            45.000.000         -          5.000.000
   Saldo
1 Januari 1976 :
   PT Dany membeli 125 lembar saham PT             -             -               -            7.500.000       -              -                -                -           7.500.000        -
   Essy
                                                   -             -          45.000.000        7.500.000    5.000.000         -                -            45.000.000      7.500.000     5.000.000
31 Desember 1976 : Laba (rugi) usaha
                                                   -             -               -              -             -              -                -                               -             -
  PT Essy = Rp 2.500.000                                                                                                                                       -
  PT Dany = Rp 4.375.000                           -             -               -              -          4.375.000         -                -                -              -         4.375.000

  PT Papa = Rp 10.000.000                          -             -          10.000.000          -             -              -                -            10.000.000         -             -
                                                   -             -          55.000.000        7.500.000    9.375.000         -                -            55.000.000      7.500.000     9.375.000
1 Juni 1977 :
                                               30.000.000        -               -              -             -          30.000.000           -                -              -             -
   PT Papa beli 400 lembar saham PT Dany
  PT Papa beli 200 lembar saham PT Essy            -         17.500.000          -              -             -              -             17.500.000          -              -             -
 Pengakuan bagian laba : PT Essy tahun 1976
 oleh PT Dany, sejak diperolehnya hak
                                                   -             -               -              -             -              -                -                -             625.000       625.000
 kontrol oleh PT Papa dan PT Dany
 (25% x 2.500.000)
                                               30.000.000    17.500.000     55.000.000        7.500.000    9.375.000     30.000.000        17.500.000      55.000.000      8.125.000    10.000.000
Desember 1977 :
  Pembagian deviden                                -             -           1.000.000          -            500.000         -             (1.000.000)         -            (500.000)       -
  PT Essy = Rp 2.000.000
  PT Dany = Rp 2.000.000                           -             -           1.600.000          -         (2.000.000)    (1.600.000)          -                -              -         (2.000.000)

  PT Papa = Rp 5.000.000                           -             -          (5.000.000)         -             -              -                -            (5.000.000)        -             -
                                              30.000.000    17.500.000      52.600.000        7.500.000    7.875.000     28.400.000        16.500.000      50.000.000      7.625.000     8.000.000
31 Desember: Laba (rugi) Usaha
                                                   -             -               -              -             -              -              1.500.000        1.500.000        -             -
  PT Essy :             Rp 3.000.000
  PT Dany
  - Laba Usaha          Rp 5.000.000               -             -               -              -          5.000.000         -                -                -             -           5.000.000
  - 25% Laba PT Essy Rp 750.000                    -             -               -              -             -              -                -                -             750.000       750.000
  Jumlah               Rp 5.750.000
  PT Papa
   - Laba Usaha            Rp 7.500.000            -             -           7.500.000          -             -             -                 -              7.500.000        -             -
   - 80% Laba PT Dany Rp 4.600.000                 -             -              -               -             -           4.600.000           -              4.600.000        -             -

                  Jumlah                       30.000.000    17.500.000     60.100.000        7.500.000   12.875.000     33.000.000        18.000.000      63.600.000      8.375.000    13.750.000
Metode Harga Perolehan

Apabila metode harga perolehan dipakai dan neraca konsolidasi disusun langsung
dari individual perusahaan-perusahaan anggota afiliasi, ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan yaitu :

1) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Dany terhadap PT Essy
   Eliminasi hak-hak pemilikan PT Dany terhadap PT Essy dilakukan sebesar
   25% dari saldo hak-hak pemegang saham pada saat terjadinya pemilikan
   saham (1 Januari 1976) yang terdiri dari:
    - Modal Saham (500 lembar)                         Rp 25.000.000
    - Laba yang Ditahan                                Rp 2.500.000

                Jumlah                                 Rp 27.500.000

    Sehingga jurnal eliminasinya akan tampak sebagai berikut :
    Modal Saham PT Essy                                Rp 6.250.000
    Laba Yang Ditahan PT Essy                          Rp   625.000
    Selisih Lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku   Rp   625.000
        Investasi Saham-saham PT Essy                                   Rp 7.500.000

    Dalam neraca konsolidasiharus diakui adanya kenaikan saldo Laba Yang
    Ditahan oleh PT Dany atas bagian laba yang belum dibagikan PT Essy sejak
    1 Januari 1976 sampai dengan 31 Desember 1977 sebesar Rp 875.000 dengan
    perhitungan sebagai berikut :

    - Saldo Laba Yang Ditahan per 31/12/1977           Rp 6.000.000
    - Saldo Laba Yang Ditahan per 1/1/1976             (Rp 2.500.000)
                Kenaikan                               Rp 3.500.000
           Hak Pemilikan PT Dany                                25%
    Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan Untuk PT Dany     Rp   875.000

2) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa terhadap PT Essy

    Hal ini dilakukan sebesar 50% dari saldo hak-hak pemegang saham PT Essy
    pada tanggal 1 Januari 1977 yang terdiri dari :
    Modal Saham (500 lembar)                           Rp 25.000.000
    Laba Yang Ditahan (2.500.000 + 2.500.000)          Rp 5.000.000
               Jumlah                                  Rp 30.000.000


    Dengan demikian jurnak eliminasinya akan tampak sebagai berikut :

    Modal Saham PT Essy                                Rp 12.500.000
    Laba Yang Ditahan PT Essy                          Rp 2.500.000
    Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku   Rp 2.500.000
        Investasi Saham-saham PT Essy                                   Rp 17.500.000
Pada metode harga perolehan, di dalam neraca individual belum diakui
    adanya bagian laba pada perusahaan afiliasi yang belum dibagi sebagai
    deviden. Akan tetapi di dalam neraca yang dikonsolidasi bagian laba tersebut
    harus diakui dan dilaporkan sebagai bagian saldo Laba Yang Ditahan
    perusahaan induk. Oleh sebab itu PT Papa harus mengakui adanya kenaikan
    Saldo Laba Yang Ditahan atas bagian laba yang diperoleh PT Essy sejak 1
    Januari sampai dengan 31 Desember 1977 sebesar Rp 500.000 dari hasil
    perhitungan berikut :

    Saldo Laba Yang Ditahan per 31/12/1977                 Rp 6.000.000
    Saldo Laba Yang Ditahan per 1/1/1997                  (Rp 5.000.000)
                Jumlah kenaikan                            Rp 1.000.000
            Hak Pemilikan PT Papa                                   50%
    Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT Papa         Rp   500.000

3) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa terhadap PT Dany
   Eliminasi ini dilakukan sebesar 80% dari saldo hak-hak pemegang saham PT
   Dany pada tanggal 1 Januari 1977 yang meliputi :

    Modal Saham (500 lembar)                              Rp 25.000.000
    Laba Yang Ditahan(menurut buku)        Rp 9.375.000
    Bagian laba atas laba PT Essy tahun
    1976 (25% x 2.500.000)                 Rp   625.000
                                                          Rp 10.000.000
                Jumlah                                    Rp 35.000.000

    Sehingga ayat jurnal eliminasinya adalah :
    Modal Saham PT Dany                                   Rp 20.000.000
    Laba Yang Ditahan PT Dany                             Rp 8.000.000
    Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku      Rp 2.000.000
        Investasi saham-saham PT Dany                                      Rp 30.000.000

    Dalam neraca konsolidasi kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT Papa
    dihitung sebagai berikut :
    - Saldo Laba Yang Ditahan PT Dany per 31/12/1977:
       - Per buku (neraca)                            Rp 12.875.000
       - Bagian laba atas pemilikan saham pada
         PT Essy (lihat perhitungan sebelumnya)       Rp    875.000
                                                                           Rp 13.750.000
    - Saldo Laba Yang Ditahan PT Dany per 1/1/1977
      (lihat perhitungan di atas)                                          Rp 10.000.000
                Jumlah Kenaikan                                            Rp 23.750.000
             Hak Pemilikan PT Papa                                                   80%
    Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT Papa                         Rp 3.000.000

Menurut metode harga perolehan bentuk daftar lajur konsolidasi yang disusun
oleh PT Papa pada tanggal 31 Desember 1977 sebagai berikut :
PT PAPA dan Perusahaan-perusahaan Anaknya
                                                        Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi
                                                                   Per 31 Desember 1977
Metode Harga Perolehan

     Rekening Rekening                                                                          Eliminasi                 Neraca Konsolidasi
                                             PT PAPA        PT DANY       PT ESSY
          Neraca
                                                                                            D                K             D              K
Debit :
Investasi saham-saham PT
Dany…………….                                     30.000.000       -            -              -                -              -              -
 - Elim 80% Modal
   saham……………..                                   -             -            -              -          20.000.000           -              -
 - Elim 80% LYD 1/1/1977                          -             -            -              -           8.000.000           -              -
Selisih lebih harga perolehan
di atas Nilai Buku
saham…………                                         -             -            -              -                -            2.000.000        -
 Investasi saham-saham PT
 Essy…………….                                    17.500.000       -            -              -                -              -              -
 - Elim 50% Modal
    Saham……………                                    -             -            -              -          12.500.000           -              -
 - Elim 50% LYD 1/1/1977                          -             -            -              -           2.500.000           -              -
 Selisih lebih Harga
 Perolehan di atas Nilai Buku
 Saham…………                                        -             -            -              -             -               2.500.000        -
 Investasi Saham PT Essy….                        -           7.500.000      -              -             -                  -             -
 - Elim 25% Modal Saham..                         -             -            -              -           6.250.000            -             -
 - Elim 25% LYD 1/1/1976                          -             -            -              -             625.000            -             -
 Selisih lebih Harga
 Perolehan di atas Nilai Buku
 Saham…………………….                                   -             -            -              -                -              625.000        -
 Aktiva lain-lain……....                        77.500.000    67.500.000   50.000.000        -                -          195.000.000        -
                                              125.000.000    75.000.000   50.000.000

Kredit :
Macam-macam Utang…                             39.900.000    37.125.000   19.000.000         -               -              -           96.025.000
Modal saham PT Papa..                          25.000.000       -            -               -               -              -           25.000.000
Laba Yang Ditahan PT Papa.                     60.100.000       -            -               -               -              -           60.100.000
Modal saham PT Dany…….                            -          25.000.000      -               -               -              -               -
- Elim 80%..................                      -             -            -           20.000.000          -              -               -
Hak pembelian saham
minoritas 20%...............                      -             -            -               -                -             -            5.000.000
Laba Yang Ditahan PT Dany                         -          12.875.000      -               -              *875.000        -               -
- Elim 80%..................                      -             -            -            8.000.000           -             -               -
Hak pemegang saham
minoritas 20% x 13.750.000                        -             -            -              -                -              -            2.750.000
Kenaikan saldo LYD PT
Papa……………………….                                    -             -            -               -               -              -            3.000.000
Modal saham PT Essy……                             -             -         25.000.000         -               -              -               -
- Elim 50%........................                -             -            -           12.500.000          -              -               -
- Elim 25%.........................               -             -            -            6.250.000          -              -               -
Hak pemegang saham
25%.......................................        -             -             -              -               -              -            6.250.000
LYD PT Essy………………                                 -             -           6.000.000        -               -              -               -
- Elim 50%.........................               -             -             -           2.500.000          -              -               -
- Elim 25%........................                -             -             -             625.000          -              -               -
Hak pemegang saham
minoritas 25% x 6.000.000..                       -             -            -              -                -              -            1.500.000
Kenaikan LYD PT Dany….                            -             -            -            *875.000           -              -               -
Kenaikan saldo LYD PT
Papa………………………..                                   -             -            -              -                -              -             500.000
                                             125.000.000    75.000.000    50.000.000    50.750.000    50.750.000       200.750.000    200.750.000
Metode Equity

Menurut metode equity apabila PT Papa pada contoh 3 di muka menyusun neraca
konsolidasi pada tanggal 31 Desember 1977, jurnal eliminasinya adalah :

1. Eliminasi hak-hak pemilikan PT Dany terhadap PT Essy dilakukan sebesar
   25% dari saldo hak-hak pemegang saham PT Essy pada tanggal 31
   Desember 1977 sebagai berikut :
    Modal Saham PT Essy                                Rp 6.250.000
    Laba Yang Ditahan PT Essy                          Rp 1.500.000
    Selisih Lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku   Rp 625.000
        Investasi saham-saham PT Essy                                  Rp 8.375.000

2. Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa terhadap PT Essy dilakukan sebesar
   50% dari saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 31 Desember 1977
   sebagai berikut :
    Modal Saham PT Essy                                Rp 12.500.000
    LYD PT Essy                                        Rp 3.000.000
    Selisih Lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku   Rp 2.500.000
        Investasi saham-saham PT Essy                                  Rp 18.000.000

3. Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa terhadap PT Dany dilakukan sebesar
   80% dari saldo hak-hak pemegang saham PT Dany pada tanggal 31
   Desember 1977 sebagai berikut :
    Modal Saham PT Dany                                Rp 20.000.000
    LYD PT Dany                                        Rp 11.000.000
    Selisih Lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku   Rp 2.000.000
        Investasi saham-saham PT Dany                                  Rp 33.000.000




Atas dasar jurnal-jurnal eliminasi tersebut di atas, maka bentuk daftar lajur
penyusunan neraca konsolidasi menurut metode equity adalah sebagai berikut :
PT PAPA dan Perusahaan-perusahaan Anaknya
                                                        Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi
                                                                   Per 31 Desember 1977
Metode Equity

     Rekening Rekening                                                                          Eliminasi              Neraca Konsolidasi
                                             PT PAPA        PT DANY       PT ESSY
          Neraca
                                                                                            D               K           D              K
Debit :
Investasi saham-saham PT
Dany…………….                                     33.000.000       -            -              -               -            -              -
 - Elim 80% Modal
   saham……………..                                   -             -            -              -          20.000.000        -              -
 - Elim 80% LYD ……….                              -             -            -              -          11.000.000        -              -
Selisih lebih harga perolehan
di atas Nilai Buku
saham…………                                         -             -            -              -               -          2.000.000        -
Investasi saham-saham PT
Essy…………….                                     18.000.000       -            -              -          12.500.000        -              -
 - Elim 50% LYD                                   -             -            -              -           3.000.000        -              -
 Selisih lebih Harga                                                                                                                    -
 Perolehan di atas Nilai Buku
 Saham…………                                        -             -            -              -             -            2.500.000        -
 Investasi Saham PT Essy….                        -           8.375.000      -              -             -               -             -
 - Elim 25% Modal Saham..                         -             -            -              -           6.250.000      6.250.000        -
 - Elim 25% LYD …………                              -             -            -              -           1.500.000         -             -
 Selisih lebih Harga
 Perolehan di atas Nilai Buku
 Saham…………………….                                   -             -            -              -               -            625.000        -
 Aktiva lain-lain……....                        77.500.000    67.500.000   50.000.000        -               -        195.000.000        -
                                              128.500.000    75.875.000   50.000.000

Kredit :
Macam-macam Utang…                             39.900.000    37.125.000   19.000.000         -              -            -           96.025.000
Modal saham PT Papa..                          25.000.000       -            -               -              -            -           25.000.000
Laba Yang Ditahan PT Papa.                     63.600.000       -            -               -              -            -           63.600.000
Modal saham PT Dany…….                            -          25.000.000      -               -              -            -               -
- Elim 80%..................                      -             -            -           20.000.000         -            -               -
Hak pemegang saham
minoritas 20%...............                      -             -            -               -              -            -            5.000.000
Laba Yang Ditahan PT Dany                         -          13.750.000      -               -              -            -               -
- Elim 80%..................                      -             -            -           11.000.000         -            -               -
Hak pemegang saham
minoritas 20% x 13.750.000                        -             -            -               -              -            -            2.750.000
Modal saham PT Essy……                             -             -         25.000.000         -              -            -               -
- Elim 50%........................                -             -            -           12.500.000         -            -               -
- Elim 25%.........................               -             -            -            6.250.000         -            -               -
Hak pemegang saham
25%.......................................        -             -             -              -              -            -            6.250.000
LYD PT Essy………………                                 -             -           6.000.000        -              -            -               -
- Elim 50%.........................               -             -             -           3.000.000         -            -               -
- Elim 25%........................                -             -             -           1.500.000         -            -               -
Hak pemegang saham
minoritas 25% x 6.000.000..                       -             -            -              -               -            -            1.500.000

                                             128.500.000    75.875.000    50.000.000    54.250.000    54.250.000    200.125.000    200.125.000
Saling Memiliki saham:

Pemilikan saham pada perusahaan anak, terjadi pada saat perusahaan anak
didirikan.

Perusahaan induk di satu pihak memiliki saham-saham perusahaan anak, dan di
pihak lain perusahaan anak juga memiliki sebagian saham-saham perusahaan
induk. Apabila hal ini terjadi maka laba(rugi) dan atau kenaikan(penurunan) saldo
Laba Yang Ditahan selama terjadinya saling pemilikan dari perusahaan afiliasi
akan saling mempengaruhi satu sama lain.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah, terhapad saham-saham perusahaan induk
yang dimiliki oleh perusahaan anak tidak boleh diperlakukan sebagai modal
saham yang beredar di dalam neraca konsolidasi.

Di dalam neraca konsolidasi hak-hak pemilikan saham oleh perusahaan anak atas
perusahaan induk harus dieliminasi. Hal tersebut juga sama terhadap pemilikan
perusahaan induk atas perusahaan anak.

Contoh 4 :

PT Wijaya memiliki 750 lembar saham-saham PT Ekawati yang dibeli pada
tanggal 1 Januari 1976, yaitu pada saat perusahaanPT Ekawati didirikan dengan
harga @ Rp 100.000 per lembar. Satu tahun berikutnya yaitu tanggal 1 Januari
1977 PT Ekawati membeli 100 lembar saham PT Wijaya dengan harga @ Rp
150.000 per lembar. PT Wijaya dan PT Ekawati memiliki 1000 lembar saham
yang beredar dengan nominal @ Rp 100.000 per lembar. Di bawah ini data
mengenai saldo Laba Yang Ditahan pada tanggal 31 Desember 1975 danLaba
(rugi) usaha, serta deviden yang dibagikan masing-masing perusahaan.

             Keterangan              PT. Wijaya (Rp)       PT. Ekawati (Rp)

   Laba yang ditahan, 31/12/1975            15.000.000                        -

   Laba (rugi) usaha, tahun 1976            10.000.000               5.000.000

   Pembagian Deviden, Des 1977               5.000.000               2.000.000

   Laba (rugi) usaha, tahun 1977             7.375.000               2.500.000



Berikut adalah ikhtisar perubahan yang terjadi pada rekening Investasi Saham dan
Laba Yang Ditahan jika metode harga perolehan dan metode equity yang dipakai
pada kedua perusahaan tersebut:
Metode Harga Perolehan                                                 Metode Equity

           Keterangan                  Buku-buku PT Wijaya            Buku-buku PT Ekawati             Buku-buku PT Wijaya               Buku-buku PT Ekawati
                                   Inves Saham PT   Laba yang     Inves Saham PT    Laba yang     Inves Saham PT    Laba yang        Inves Saham PT      Laba yang
                                       Ekawati       Ditahan          Wijaya         Ditahan          Ekawati        Ditahan             Wijaya           Ditahan
31 Desember 1975 : Saldo                 -          15.000.000          -               -               -            15.000.000               -              -
1 Januari 1976 : beli 750 lembar
                                      75.000.000        -               -               -             75.000.000        -                     -              -
saham PT Ekawati

                                      75.000.000    15.000.000          -               -             75.000.000     15.000.000               -              -
31 Desember 1976 : Laba (rugi)
usaha
  PT Ekawati = Rp 15.000.000             -              -               -             5.000.000        3.750.000      3.750.000               -            5.000.000
  PT Wijaya    = Rp 10.000.000           -          10.000.000          -               -               -            10.000.000               -              -

                                      75.000.000    25.000.000          -             5.000.000       78.750.000     28.750.000               -            5.000.000
1 Januari 1977 : Beli 100 lembar
                                         -              -            15.0000.000        -               -               -                15.000.000          -
saham PT Wijaya
                                      75.000.000    25.000.000        15.000.000      5.000.000       78.750.000     28.750.000          15.000.000        5.000.000
Desember 1977 : Pembagian
deviden
  PT Ekawati = Rp 2.000.000              -           1.500.000          -           (2.000.000)      (1.500.000)        -                     -          (2.000.000)
  PT Wijaya = Rp 5.000.000               -          (5.000.000)         -              500.000          -            (5.000.000)             (500.000)       -

                                      75.000.000    21.500.000        15.000.000      3.500.000       77.250.000     23.750.000          14.500.000        3.000.000
31 Desember: Laba (rugi) Usaha
1. PT Ekawati = Rp 2.500.000             -              -               -             2.500.000        2.625.000      2.625.000               -            2.500.000
2. PT Wijaya = Rp 7.375.000
                                         -           7.375.000          -               -               -             7.375.000              1.000.000     1.000.000

Saldo per 31 Desember 1977            75.000.000    28.875.000        15.000.000      6.000.000       79.875.000     33.750.000          15.500.000        6.500.000
Metode Harga Perolehan

Apabila metode ini dipakai maka pengakuan periodik terhadap bagian laba (rugi)
yang didapat anggota perusahaan afiliasi tidak diperlukan baik pada buku-buku
perusahaan induk (PT Wijaya) maupun pada buku-buku perusahaan anak
(PT Ekawati). Akan tetapi di dalam neraca konsolidasi, khususnya dalam rangka
menentukan hak-hak para pemegang saham minoritas (PT Ekawati), maka
pengakuan atas bagian laba yang belum dibagi sebagai deviden oleh PT Wijaya
harus dilakukan. Oleh sebab itu pada metode harga perolehan bukan laba(rugi)
periodik yang dipakai sebagai titik tolaknya, melainkan saldo Laba Yang Ditahan
pada tangal neraca.

Dengan demikian saldo Laba Yang Ditahan masing-masing perusahaan di dalam
neraca yang dikonsolidasi dihitung sebagai berikut:

Jika   X, adalah saldo Laba Yang Ditahan PT Wijaya, per 31 Desember 1977

       Y, adalah saldo Laba Yang Ditahan PT Ekawati, per 31 Desember 1977

Maka X = Rp 28.875.000 + 0,75 Y
     Y = Rp 6.000.000 + 0,10 [ X – ( 25.000.000 +
       = 0,75 x 5.000.000)]

Sehingga saldo Laba Yang Ditahan PT Ekawati dapat dihitung sebagai berikut :

      Y = Rp 6.000.000 + 0,10 (X – 28.750.000)
        = Rp 6.000.000 + 0,10 (28.875.000 + 0,75Y – 28.750.000)
        = Rp 6.000.000 + 2.887.500 + 0,075Y – 2.875.000
 0,925Y = Rp 6.012.500
        = Rp 6.500.000


Sedang saldo Laba Yang Ditahan PT Wijaya dapat dihitung sebagai berikut :

       X = 28.875.000 + 0,75Y
       X = 28.875.000 + 0,75 x 6.500.000
       X = Rp 33.750.000


Hak pemegang saham minoritas pada PT Ekawati terhadap saldo Laba Yang
Ditahan selanjutnya dihitung sebesar 25% dari jumlah Rp 6.500.000 sedang
selebihnya merupakan bagian (saldo Laba Yang Ditahan) untuk PT Wijaya.
Oleh sebab itu jurnal eliminasinya untuk penyusunan neraca konsolidasi pada
tanggal 31 Desember 1977, menurut metode harga perolehan sebagai berikut :

1) Eliminasi hak pemilikan PT Wijaya terhadap PT Ekawati dilakukan atas
   dasar posisi hak pemegang sahamnya pada tanggal 1 Januari 1976 :
      Modal Saham PT Ekawati                  Rp 75.000.000
        Inves Saham PT Ekawati                                Rp 75.000.000

2) Eliminasi hak penyertaan PT Ekawati pada PT Wijaya dilakukan dengan
   bertitik tolak pada saldo hak-hak pemegang sahamnya pada tanggal 1
   Januari 1977 sebagai berikut :
      Modal Saham PT Wijaya                   Rp 10.000.000
      Laba Yang Ditahan PT Wijaya             Rp 2.875.000
      Selisih lebih Harga Perolehan di atas
      Nilai Buku Saham                        Rp 2.125.000
         Inves Saham PT Wijaya                                Rp 15.000.000


Metode Equity

Pada metode equity pengakuan periodik terhadap laba (rugi) usaha yang diperoleh
perusahaan afiliasi diperlukan pada buku-buku perusahaan yang mempunyai
penyertaan modal. Pengakuan bagian atas laba usaha PT Ekawati sebanyak 75%
dalam satu tahun buku 1976 oleh PT Wijaya dengan mudah dapat ditentukan yaitu
75% x Rp 5.000.000 = Rp 3.750.000.

Untuk menentukan besarnya laba masing-masing perusahaan itu dapat dilakukan
sebagai berikut :

Apabila misalnya        X adalah besarnya laba PT Wijayadalam tahun1977
                        Y adalah besarnya laba PT Ekawati dalam 1977;

maka diperoleh persamaan:

(1)      X = 7.375.000 + 0,75Y
(2)      Y = 2.500.000 + 0,10X

Kemudian X dihitung sebagai berikut :

       X = 7.375.000 + 0,75(2.500.000 + 0,10X)
       X = 7.375.000 + 1.875.000 + 0,075X
 0,925 X = 9.250.000
       X = 10.000.000
Sedang Y dihitung sebagai berikut :

       Y = 2.500.000 + 0,10X
       Y = 2.500.000 + 0,10 + 10.000.000
       Y = 3.500.000


Pengakuan atas bagian laba dari pemilikan saham oleh masing-masing perusahaan
dihitung atas dasar jumlah-jumlah tersebut di atas.

1) Pengakuan bagian atas laba PT Ekawati oleh PT Wijaya untuk tahun buku
   1977 adalah 75% x Rp 3.500.000 = Rp 2.625.000
    Investasi saham PT Ekawati                            Rp 2.625.000
       Laba (rugi) PT Ekawati – (Laba Yang Ditahan)                        Rp 2.625.000

2) Pengakuan bagian atas laba PT Wijaya oleh PT Ekawati dalam tahun 1977
   sebesar Rp 1.000.000 (10% x Rp 10.000.000)
    Investasi saham PT Wijaya                             Rp 1.000.000
       Laba (rugi) PT Wijaya – (Laba Yang Ditahan)                         Rp 1.000.000

Dengan adanya pengakuan terhadap bagian laba (rugi) periodik ini pada metode
equity, neraca individual telah menunjukkan hak-hak pemilikan atas penyertaan
modal masing-masing perusahaan sesuai dengan nilai buku hak pemegang
sahamnya. Oleh karena itu apabila kemudian disusun neraca konsolidasi, maka
eliminasi terhadap hak-hak pemilikan masing-masing perusahaan didasarkan pada
posisi investasi saham dan hak-hak pemegang saham pada tanggal neraca sebagai
berikut :

1) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Wijaya atas PT Ekawati dilakukan 75% dari
   saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 31 Desember 1977.
    Modal saham PT Ekawati                                Rp 75.000.000
    Laba Yang Ditahan PT Ekawati                          Rp 4.875.000
       Investasi saham PT Ekawati                                          Rp 79.875.000

2) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Ekawati atas PT Wijaya sebesar 10% dari
   saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 31 Desember 1977.
    Modal saham PT Wijaya                                  Rp 10.000.000
    Laba Yang Ditahan PT Wijaya                            Rp 3.375.000
    Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Saham Rp 2.125.000
        Investasi saham PT Wijaya                                          Rp 15.500.000
BAB III

                                  PENUTUP



1.     Kesimpulan

Hak kontrol yang diperoleh dengan pemilikan tidak secara langsung dan
mutual holding secara berturut-turut sebagai berikut:

     a. Hak control yang diperoleh dengan pemilikan tidak secara langsung :
        1) Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sesudah adanya hak
           kontrol oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk.
        2) Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sebelum adanya
           kontrol oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk.
        3) Hak kontrol yang diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi di antara
           perusahaan-perusahaan (anak).

     b. Mutual atau reciprocal holdings dengan pemilikan saham perusahaan anak
        terjadi setelah perusahaan berjalan.
         1) Pemilikan tidak langsung :
              Pemilikan saham-saham perusahaan anak terjadi sesudah adanya
                  hak kontrol perusahaan induk atas perusahaan sub induk.
              Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sebelum adanya
                  hak control oleh perusahaan induk terhadap perusahaan sub
                  induk.
              Hak control diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi di antara
                  perusahaan-perusahaan anak

         2) Saling memiliki saham
              Pemilikan saham pada perusahaan anak, terjadi pada saat
                 perusahaan (anak) didirikan.
              Pemilikan saham-saham perusahaan anak terjadi setelah
                 perusahaan anak berjalan.
DAFTAR PUSTAKA



Drs. Hadori Yunus dan Drs. Harnanto. Akuntansi Keuangan Lanjutan Edisi
Pertama. Yogyakarata: Penerbit BPFE, 2000.

More Related Content

What's hot

Akuntansi keunagan lanjutan perubahan kepemilikan persekutuan
Akuntansi keunagan lanjutan perubahan kepemilikan persekutuanAkuntansi keunagan lanjutan perubahan kepemilikan persekutuan
Akuntansi keunagan lanjutan perubahan kepemilikan persekutuanEllysa Putri
 
Bab 1 Materi Persekutuan (Akuntansi Keuangan Lanjutan)
Bab 1 Materi Persekutuan (Akuntansi Keuangan Lanjutan)Bab 1 Materi Persekutuan (Akuntansi Keuangan Lanjutan)
Bab 1 Materi Persekutuan (Akuntansi Keuangan Lanjutan)Fajar Sandy
 
Ppt akl 2 kel 8 ( konsolidasi perubahan kepemilikan ) fix
Ppt akl 2 kel 8 ( konsolidasi perubahan kepemilikan ) fixPpt akl 2 kel 8 ( konsolidasi perubahan kepemilikan ) fix
Ppt akl 2 kel 8 ( konsolidasi perubahan kepemilikan ) fixPerum Perumnas
 
Akuntansi Keuangan 2 - Ekuitas
Akuntansi Keuangan 2 - EkuitasAkuntansi Keuangan 2 - Ekuitas
Akuntansi Keuangan 2 - EkuitasLusi Mei
 
Akuntansi keuangan lanjutan 2 (metode harga perolehan)
Akuntansi keuangan lanjutan 2 (metode harga perolehan)Akuntansi keuangan lanjutan 2 (metode harga perolehan)
Akuntansi keuangan lanjutan 2 (metode harga perolehan)Tika Evitasuhri
 
Akuntansi untuk operasi cabang
Akuntansi untuk operasi cabangAkuntansi untuk operasi cabang
Akuntansi untuk operasi cabangcikaaarisandi
 
Standar akuntansi keuangan sektor publik
Standar akuntansi keuangan sektor publikStandar akuntansi keuangan sektor publik
Standar akuntansi keuangan sektor publikJunianto Junianto
 
Kelompok 2 Akuntansi Keuangan Menengah 2, BAB 12 "Liabilitas Jangka Panjang"
Kelompok 2 Akuntansi Keuangan Menengah 2, BAB 12 "Liabilitas Jangka Panjang"Kelompok 2 Akuntansi Keuangan Menengah 2, BAB 12 "Liabilitas Jangka Panjang"
Kelompok 2 Akuntansi Keuangan Menengah 2, BAB 12 "Liabilitas Jangka Panjang"risangaji febriyanto
 
Perencanaan Audit dan Prosedur Analitis
Perencanaan Audit dan Prosedur AnalitisPerencanaan Audit dan Prosedur Analitis
Perencanaan Audit dan Prosedur AnalitisDwi Wahyu
 
Hubungan struktur pengendalian intern dengan ruang lingkup pemeriksaan
Hubungan struktur pengendalian intern dengan ruang lingkup pemeriksaanHubungan struktur pengendalian intern dengan ruang lingkup pemeriksaan
Hubungan struktur pengendalian intern dengan ruang lingkup pemeriksaanandiirwan777
 
Akuntansi persekutuan
Akuntansi persekutuanAkuntansi persekutuan
Akuntansi persekutuandewantar
 
Bab 18 PEMERIKSAAN EKUITAS
Bab 18 PEMERIKSAAN EKUITASBab 18 PEMERIKSAAN EKUITAS
Bab 18 PEMERIKSAAN EKUITASAndiErwinGhozali
 
Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi & kesalahan
Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi & kesalahanKebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi & kesalahan
Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi & kesalahanGendro Budi Purnomo
 
Akuntansi positif dan akuntansi normatif
Akuntansi positif dan akuntansi normatifAkuntansi positif dan akuntansi normatif
Akuntansi positif dan akuntansi normatifneeaem
 

What's hot (20)

Akuntansi keunagan lanjutan perubahan kepemilikan persekutuan
Akuntansi keunagan lanjutan perubahan kepemilikan persekutuanAkuntansi keunagan lanjutan perubahan kepemilikan persekutuan
Akuntansi keunagan lanjutan perubahan kepemilikan persekutuan
 
Perubahan dalam kepemilikan
Perubahan dalam kepemilikanPerubahan dalam kepemilikan
Perubahan dalam kepemilikan
 
Bab 1 Materi Persekutuan (Akuntansi Keuangan Lanjutan)
Bab 1 Materi Persekutuan (Akuntansi Keuangan Lanjutan)Bab 1 Materi Persekutuan (Akuntansi Keuangan Lanjutan)
Bab 1 Materi Persekutuan (Akuntansi Keuangan Lanjutan)
 
Pusat investasi
Pusat investasiPusat investasi
Pusat investasi
 
Subsequent events
Subsequent eventsSubsequent events
Subsequent events
 
Ppt akl 2 kel 8 ( konsolidasi perubahan kepemilikan ) fix
Ppt akl 2 kel 8 ( konsolidasi perubahan kepemilikan ) fixPpt akl 2 kel 8 ( konsolidasi perubahan kepemilikan ) fix
Ppt akl 2 kel 8 ( konsolidasi perubahan kepemilikan ) fix
 
Akuntansi Keuangan 2 - Ekuitas
Akuntansi Keuangan 2 - EkuitasAkuntansi Keuangan 2 - Ekuitas
Akuntansi Keuangan 2 - Ekuitas
 
Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan Keuangan KonsolidasiLaporan Keuangan Konsolidasi
Laporan Keuangan Konsolidasi
 
Akuntansi keuangan lanjutan 2 (metode harga perolehan)
Akuntansi keuangan lanjutan 2 (metode harga perolehan)Akuntansi keuangan lanjutan 2 (metode harga perolehan)
Akuntansi keuangan lanjutan 2 (metode harga perolehan)
 
Akuntansi untuk operasi cabang
Akuntansi untuk operasi cabangAkuntansi untuk operasi cabang
Akuntansi untuk operasi cabang
 
Standar akuntansi keuangan sektor publik
Standar akuntansi keuangan sektor publikStandar akuntansi keuangan sektor publik
Standar akuntansi keuangan sektor publik
 
Kelompok 2 Akuntansi Keuangan Menengah 2, BAB 12 "Liabilitas Jangka Panjang"
Kelompok 2 Akuntansi Keuangan Menengah 2, BAB 12 "Liabilitas Jangka Panjang"Kelompok 2 Akuntansi Keuangan Menengah 2, BAB 12 "Liabilitas Jangka Panjang"
Kelompok 2 Akuntansi Keuangan Menengah 2, BAB 12 "Liabilitas Jangka Panjang"
 
Perencanaan Audit dan Prosedur Analitis
Perencanaan Audit dan Prosedur AnalitisPerencanaan Audit dan Prosedur Analitis
Perencanaan Audit dan Prosedur Analitis
 
Hubungan struktur pengendalian intern dengan ruang lingkup pemeriksaan
Hubungan struktur pengendalian intern dengan ruang lingkup pemeriksaanHubungan struktur pengendalian intern dengan ruang lingkup pemeriksaan
Hubungan struktur pengendalian intern dengan ruang lingkup pemeriksaan
 
Akuntansi persekutuan
Akuntansi persekutuanAkuntansi persekutuan
Akuntansi persekutuan
 
Kerangka konseptual akuntansi sektor publik
Kerangka konseptual akuntansi sektor publikKerangka konseptual akuntansi sektor publik
Kerangka konseptual akuntansi sektor publik
 
Bab 18 PEMERIKSAAN EKUITAS
Bab 18 PEMERIKSAAN EKUITASBab 18 PEMERIKSAAN EKUITAS
Bab 18 PEMERIKSAAN EKUITAS
 
Auditing 1
Auditing 1Auditing 1
Auditing 1
 
Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi & kesalahan
Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi & kesalahanKebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi & kesalahan
Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi & kesalahan
 
Akuntansi positif dan akuntansi normatif
Akuntansi positif dan akuntansi normatifAkuntansi positif dan akuntansi normatif
Akuntansi positif dan akuntansi normatif
 

More from Adi Jauhari

Managemen strategi
Managemen strategiManagemen strategi
Managemen strategiAdi Jauhari
 
Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntans...
Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntans...Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntans...
Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntans...Adi Jauhari
 
Akuntansi investasi
Akuntansi investasiAkuntansi investasi
Akuntansi investasiAdi Jauhari
 
Akuntansi kewajiban
Akuntansi kewajibanAkuntansi kewajiban
Akuntansi kewajibanAdi Jauhari
 
Akuntansi aset tetap
Akuntansi aset tetapAkuntansi aset tetap
Akuntansi aset tetapAdi Jauhari
 
Laporan arus kas
Laporan arus kasLaporan arus kas
Laporan arus kasAdi Jauhari
 
Catatan atas laporan keuangan
Catatan atas laporan keuanganCatatan atas laporan keuangan
Catatan atas laporan keuanganAdi Jauhari
 
Akuntansi persediaan
Akuntansi persediaanAkuntansi persediaan
Akuntansi persediaanAdi Jauhari
 
Akuntansi investasi
Akuntansi investasiAkuntansi investasi
Akuntansi investasiAdi Jauhari
 
Sistem Biaya Taksirn
Sistem Biaya TaksirnSistem Biaya Taksirn
Sistem Biaya TaksirnAdi Jauhari
 

More from Adi Jauhari (12)

Managemen strategi
Managemen strategiManagemen strategi
Managemen strategi
 
Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntans...
Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntans...Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntans...
Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntans...
 
Akuntansi investasi
Akuntansi investasiAkuntansi investasi
Akuntansi investasi
 
Akuntansi kewajiban
Akuntansi kewajibanAkuntansi kewajiban
Akuntansi kewajiban
 
Akuntansi aset tetap
Akuntansi aset tetapAkuntansi aset tetap
Akuntansi aset tetap
 
Perpajakan
PerpajakanPerpajakan
Perpajakan
 
Laporan arus kas
Laporan arus kasLaporan arus kas
Laporan arus kas
 
Catatan atas laporan keuangan
Catatan atas laporan keuanganCatatan atas laporan keuangan
Catatan atas laporan keuangan
 
Akuntansi persediaan
Akuntansi persediaanAkuntansi persediaan
Akuntansi persediaan
 
Daftar isi
Daftar isiDaftar isi
Daftar isi
 
Akuntansi investasi
Akuntansi investasiAkuntansi investasi
Akuntansi investasi
 
Sistem Biaya Taksirn
Sistem Biaya TaksirnSistem Biaya Taksirn
Sistem Biaya Taksirn
 

HUBUNGAN PERUSAHAAN AFILIASI

  • 1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan merupakan suatu lembaga yang terdiri dari kumpulan orang-orang yang mempunyai suatu tujuan di dalam organisasi. Dalam mencapai tujuannya, perusahaan membutuhkan manajemen yang baik agar seluruh kegiatannya dapat berjalan dengan optimal. Ada beberapa bentuk perusahaan seperti perusahaan perseorangan, commanditer, perseroan dan lain sebagainya. Modal suatu perusahaan berasal dari modal sendiri dan modal asing, artinya dalam membentuk suatu perusahaan modal tersebut tidak hanya bersumber dari pemiliknya saja akan tetapi juga dari pihak-pihak lain yang berkepentingan di dalamnya. Apabila perusahaan tersebut berbentuk PT dan sudah bersifat Tbk, maka ketika perusahaan tersebut memerlukan modal yang besar dalam mengembangkan usahanya, perusahaan tersebut dapat menerbitkan saham. Saham adalah surat tanda ikut serta penanaman modal dalam suatu perusahaan. Untuk dapat berkembang dan dapat dikenal oleh masyarakat luas, maka perusahaan dapat mendirikan cabang perusahaan tersebut di daerah lain. Dalam hal tersebut dikenal dengan istilah perusahaan induk dan perusahaan anak. Kemudian selain itu, dikenal dengan adanya penggabungan badan usaha, maksudnya selain mengembangkan usaha juga untuk menghindari adanya persaingan yang dapat merugikan perusahaan. Dalam hal ini, ada berbagai macam jenis penggabungan seperti merger, konsolidasi serta afiliasi. Di dalam struktur perusahaan afiliasi hanya ada satu tingkatan hubungan di antara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan, yaitu perusahaan induk dengan perusahaan anaknya. Akan tetapi ada kemungkinan di dalam suatu kelompok perusahaan yang bersfiliasi mempunyai hubungan bertingkat. Hal ini terjadi apabila suatu perusahaan anak memiliki hak control terhadap perusahaan yang lain.
  • 2. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan hal tersebut diatas, maka permasalahan yang akan dibahas pada makalah ini mengenai : 1. Hak kontrol yang diperoleh dengan pemilikan perusahaan secara tidak langsung 2. Timbal balik atau reciprocal holdings dengan pemilikan saham perusahaan anak terjadi setelah perusahaan berjalan. 1.3 Tujuan Penulisan 1. Memenuhi tugas matakuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan II 2. Mempelajari tentang Neraca Konsolidasi suatu perusahaan 3. Membantu dalam menjelaskan materi Neraca Konsolidasi pemilikan tidak langsung dan saling memiliki saham. 1.4 Metodologi Penulisan Teknik dalam metode penulisan adalah sebagai berikut: 1. Wawancara Bertanya kepada teman sejawat sehingga diperoleh secara langsung hal- hal yang tidak dimengerti dalam pemasalahan penulisan 2. Study kepustakaan Memahami buku referensi dan sumber lain yang dapat dijadikan pedoman penulisan 1.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan sebagai berikut: 1. BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan tentang latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan penulisan, metodologi penulisan dan sistematika penulisan agar pembaca dapat mengikuti dan mengetahui pembahasan penulisan makalah ini
  • 3. 2. BAB II PEMBAHASAN Disini disajikan teori yang relevan, lengkap, mutakhir dan urut sejalan dengan permasalahan. Teori yang dikemukakan berasal dari sumber- sumber teori dan referensi yang digunakan. 3. BAB III PENUTUP Bab ini berisi tentang garis besar kesimpulan yang diambil dari inti penulisan dan hasil penulisan berupa informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan.
  • 4. BAB II NERACA KONSOLIDASI PEMILIKAN TIDAK LANGSUNG DAN SALING MEMILIKI SAHAM (Indirect and Mutual Holding) Pengertian Pemilikan Tidak Langsung dan Saling Memiliki Saham Ada kemungkinan di dalam suatu kelompok perusahaan yang berafiliasi mempunyai hubungan bertingkat. Hal ini terjadi apabila suatu perusahaan anak memiliki hak kontrol (melalui pemilikan saham) terhadap perusahaan lain. Sebagai contoh PT OPA memiliki 80% saham-saham PT PAPA, dan PT PAPA memiliki 90% dari saham-saham PT ANA. Dengan demikian ketiga perusahaan tersebut merupakan anggota-anggota perusahaan afiliasi. Pemilikan 80% saham- saham PT PAPA mengakibatkan secara tidak langsung PT OPA memiliki pula hak kontrol terhadap PT ANA. Hubungan antara PT OPA dengan PT ANA disebut sebagai pemilikan (saham) secara tidak langsung. Dalam hal ini struktur (perusahaan) afiliasi meliputi dua tingkatan, yang terjadi dari Perusahaan Induk (PT OPA), sub induk (PT PAPA), dan anak (PT ANA). Secara umum hubungan afiliasi yang dibentuk dari adanya pemilikan tidak langsung itu dapat digambarkan sebagai berikut: 1) 2) PT OPA PT OPA 80% 90% 80% PT PAPA PT PAPA PT MAMA 90% 80% 75% PT ANA PT ANA PT ANI 3) PT OPA 90% 50% PT OPA 40% PT OPA Gambar : Hubungan perusahaan-perusahaan afiliasi, yang dibentuk dari adanya pemilikan (saham) tidak langsung.
  • 5. Catatan: 1. Perusahaan afiliasi dengan satu sub induk dan satu perusahaan anak. Hak kontrol PT OPA terhadap PT ANA diperoleh dari pemilikan saham tidak langsung. 2. Perusahaan afiliasi dengan beberapa sub induk dan beberapa perusahaan anak. Hak kontrol PT OPA terhadap PT ANA dan PT ANI diperoleh dari pemilikan saham tidak langsung. 3. Hak kontrol PT OPA terhadap PT MAMA diperoleh dari sebagian tidak secara langsung, yaitu melalui pemilikannya terhadap PT PAPA. Hubungan afiliasi ini akan semakin kompleks apabila terjadi saling memiliki saham-saham antar perusahaan induk dan perusahaan anak (mutual atau reciprocal holding) yang dapat digambarkan : PT A PT A PT A 20% 90% 10% 90% 80% PT B PT B 10% PT C 90% 80% 20% 50% 30% PT B PT C PT D (1) (2) (3) Gambar : Hubungan perusahaan-perusahaan afiliasi, dengan disertai adanya saling memiliki saham Hak kontrol yang diperoleh tidak secara langsung dan mutual holding secara berturut-turut sabagai berikut : 1. Hak kontrol yang diperoleh dengan pemilikan tidak secara langsung : a) Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sesudah adanya hak kontrol oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk. b) Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sebelum adanya hak kontrol oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk. c) Hak kontrol yang diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi di antara perusahaan-perusahaan anak. 2. Mutual atau reciprocal holdings dengan pemilikan saham perusahaan anak terjadi setelah perusahaan berjalan.
  • 6. Pemilikan tidak langsung : Pemilikan saham-saham perusahaan anak terjadi sesudah adanya hak kontrol perusahaan induk atas perusahaan sub induk. Struktur perusahaan afiliasi, dengan adanya hak control yng diperoleh melalui pemilikan tidak langsung akan terdiri dari perusahaan induk, sub induk dan anak. Apabila hal ini terjadi, maka untuk keperluan penyusunan neraca konsolidasi harus dimulai dengan menganalisa perubahan-perubahan yang terjadi pada rekening-rekening hak-hak para pemegang saham perusahaan anak, serta pengaruhnya terhadapperusahaan sub induk dan perusahaan induk. Contoh 1: PT Opa membeli 400 lembar saham-saham PT Papa dengan harga @ Rp75.000 per lembar pada tanggal 1 Januari 1976. Satu tahun kemudian tepatnya pada tanggal 1 Januari 1977 PT Papa membeli 450 lembar saham-saham PT Ana denganharga @ Rp 70.000. Baik PT Opa, PT Papa maupun PT Ana masing- masing mempunyai (modal) saham yang beredar sebanyak 500 lembar, nominal @ Rp50.000/lembar. Berikut ini data mengenai saldo laba yang ditahan pada tanggal 31 Desember 1975, laba (rugi) usaha serta deviden yang dibagikan dalam dua tahun berturut-turut untuk masing-masing perusahaan. Keterangan PT. Opa (Rp) PT. Papa (Rp) PT. Ana (Rp) Laba yang ditahan, 31/12/1975 60.000.000 15.000.000 2.500.000 Laba (rugi) usaha, tahun 1976 7.500.000 (3.750.000) 2.500.000 Pembagian Deviden, Des 1977 2.500.000 2.500.000 1.250.000 Laba (rugi) usaha, tahun 1977 (5.000.000) 7.500.000 3.750.000 Dari data di atas, maka pengaruh perubahan hak para pemegang saham pada perusahaan anak terhadap rekening investasi saham dan saldo Laba Yang Ditahan pada buku-buku perusahaan induk masing-masing menurut metode harga perolehan dan metode equity adalah sebagai berikut:
  • 7. Metode Harga Perolehan Metode Equity Keterangan Buku-buku PT OPA Buku-buku PT PAPA Buku-buku PT OPA Buku-buku PT PAPA Inves Saham PT Laba yang Inves Saham PT Laba yang Inves Saham PT Laba yang Inves Saham PT Laba yang PAPA Ditahan ANA Ditahan PAPA Ditahan PAPA Ditahan 31 Desember 1975 : Saldo - 60.000.000 - 15.000.000 - 60.000.000 - 15.000.000 1 Januari 1976 : beli 400 lembar saham PT Papa, harga 30.000.000 - - - 30.000.000 - - - @ Rp 75.000 per lembar 31 Desember 1976 : Laba (rugi) usaha PT OPA = Rp 7.500.000 - 7.500.000 - - - 7.500.000 - - PT PAPA =(Rp 3.750.000) - - - (3.750.000) (3.000.000) (3.000.000) - (3.750.000) 30.000.000 67.500.000 - 11.250.000 27.000.000 64.500.000 - 11.250.000 1 Januari 1977 : Beli 450 lembar saham PT Ana, harga - - 31.500.000 - - - 31.500.000 - @ Rp 70.000 per lembar Desember 1977 : Pembagian deviden PT OPA = Rp 2.500.000 - (2.500.000) - - - (2.500.000) - - PT PAPA= Rp 2.500.000 - 2.000.000 - (2.500.000) (2.000.000) - - (2.500.000) PT ANA = Rp 1.250.000 - - - 1.125.000 - - (1.125.000) - 30.000.000 67.000.000 31.500.000 9.875.000 25.000.000 62.000.000 30.375.000 8.750.000 31 Desember: Laba (rugi) Usaha 1. PT ANA : Rp 3.750.000 - - - - - - 3.375.000 3.375.000 2. PT PAPA - Laba Usaha Rp 7.500.000 - - - 7.500.000 - - - 7.500.000 PT Papa - Laba PT Ana Rp 3.375.000 Rp 10.875.000 3. PT OPA : Rugi Usaha (Rp 5.000.000) - (5.000.000) - - - (5.000.000) - - 80% Laba PT Papa Rp 10.875.000 - - - - 8.700.000 8.700.000 - - 30.000.000 62.000.000 31.500.000 17.375.000 33.700.000 65.700.000 33.750.000 19.625.000
  • 8. Metode harga perolehan Pada metode harga perolehan pengaruh perubahan hak-hak para pemegang saham pada perusahaan anak dan sub induk terhadap hak-hak pemilikan perusahaan induk sama sekali tidak ada. Pada metode ini segala sesuatu yang berhubungan dengan pemilikan saham-saham oleh perusahaan induk (PT OPA) terhadap saham-saham perusahaan sub induk (PT PAPA) dan pemilikan saham-saham oleh perusahaan sub induk terhadap saham-saham perusahaan anak (PT ANA) dibukukan sama seperti halnya pada hubungan antara perushaan induk dengan perusahaan anaknya yang telah dikemukakan terdahulu. Hubungan pemilikan tidak langsung antara PT OPA terhadap PT ANA baru tampak nyata apabila neraca konsolidasi disusun oleh PT OPA. Di dalam neraca konsolidasi yang disusun oleh PT OPA, harus dilaporkan harta dan utang-utang PT ANA, karena neraca konsolidasi dari PT PAPA dengan perusahaan anaknya PT ANA. Oleh sebab itu pengakuan terhadap bagian atas kenaikan hak-hak para pemegang saham PT PAPA, di dalam neraca yang dikonsolidasi tidak hanya terbatas pada kenaikan saldo Laba Yang Ditahan yang berasal dari hasil usaha (PT PAPA) sendiri melainkan juga termasuk kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT PAPA, yang berasal dari kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT ANA. Akan tetapi juga dimungkinkan penyusunan neraca konsolidasi oleh PT OPA langsung dari neraca masing-masing perusahaan, tanpa terlebih dahulu disusun neraca konsolidasi antara PT PAPA dengan perusahaan anaknya PT ANA. Apabila misalnya dari contoh di atas, kemudian disusun neraca konsolidasi pada tanggal 31 Desember 1977, maka besarnya hak-hak para pemegang saham minoritas PT PAPA, dan bagian kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT PAPA sejak tanggal 1 Januari 1976 sampai dengan 31 Desember 1977 dihitung sebagai berikut : Hak-hak para pemegang saham PT PAPA per 31 Desember 1977 terdiri dari : - Modal saham (500 lembar nominal @ Rp 50.000) Rp 25.000.000 - Laba Yang Ditahan(lihat tabel) Rp 17.375.000 Rp 42.375.000 Ditambah : - Bagian atas kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT ANA Rp 2.250.000 (90% x (7.500.000 – 5.000.000) Jumlah hak-hak pemegang saham Rp 44.625.000
  • 9. Hak-hak pemegang saham minoritas pada tanggal 31 Desember 1977, dihitung atas dasar jumlah hak-hak pemegang saham tersebut sebagai berikut : Hak-hak pemegang saham minoritas PT PAPA : - 100 lembar (modal) saham @ Rp 50.000 Rp 5.000.000 - 20% dari saldo Laba Yang Ditahan (20% x 19.625.000) Rp 3.925.000 Jumlah Rp 8.925.000 Di dalam neraca yang dikonsolidasi diakui adanya kenaikan saldo Laba Yang Ditahan oleh PT OPA atas sebagian daari kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT PAPA sejak tanggal 1 Januari 1976 sampai dengan 31 Desember 1977 sebesar Rp 3.700.000 [80% x (19.625.000 – 15.000.000)] atau dari hasil perhitungan sebagai berikut : Saldo Laba Yang Ditahan PT PAPA per 31 Desember 1977 Rp 17.375.000 Ditambah : Bagian atas kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT ANA Rp 2.250.000 Jumlah Rp 19.625.000 Dikurangi dengan : 1. Eliminasi 80% saldo Laba Yang Ditahan Pada tanggal 1 Januari 1976 (80% x 15.000.000) Rp 12.000.000 2. Hak-hak pemegang saham minoritas (20% x 19.625.000) Rp 3.925.000 Rp 15.925.000 Sisa kenaikan saldo Laba Yang Ditahan Untuk PT OPA Rp 3.700.000 Adapun jurnal eliminasi untuk penyusunan neraca konsolidasi pada tanggal 31 Desember 1977, apabila metode harga perolehan dipakai adalah sebagai berikut: (1) Eliminasi terhadap investasi saham-saham PT Ana dan hak para pemegang saham PT Ana : Modal saham, PT Ana Rp 22.500.000 - Laba yang ditahan, PT Ana Rp 4.500.000 - Selisih lebih harga perolehan di atas nilaibuku saham Rp 4.500.000 - Investasi saham-saham, PT Ana - Rp 31.500.000
  • 10. (2) Eliminasi terhadap investasi saham-saham PT Papa dan hak-hak pemegangsaham PT Papa : Modal saham, PT Papa Rp 20.000.000 - Laba yang ditahan, PT Papa Rp 12.000.000 - Investasi saham-saham, PT Papa - Rp 30.000.000 Selisih lebih nilai buku di atas harga perubahan saham Rp 2.000.000 - Adapun bentuk daftar lajur penyusunan neraca konsolidasinya adalah :
  • 11. PT OPA dan Perusahaan-perusahaan Anaknya Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi Per 31 Desember 1977 Metode Harga Perolehan Rekening Rekening Eliminasi Neraca Konsolidasi PT OPA PT PAPA PT ANA Neraca D K D K Debit : Investasi saham-saham PT PAPA……………. 30.000.000 - - - - - - - Elim 80% Modal saham…………….. - - - - 20.000.000 - - - Elim 80% Laba Yang Ditahan 1/1/1976………….. - - - - 12.000.000 - - Selisih lebih Nilai Buku di atas harga perolehan saham………………. - - - - - - 2.000.000 Investasi saham-saham PT ANA……………. - 31.500.000 - - - - - - Elim 90% Modal Saham…………… - - - - 22.500.000 - - - Elim 90% Laba Yang Ditahan 1/1/1977…………. - - - - 4.500.000 - - Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Saham………… - - - - - 4.500.000 - Aktiva lain-lain…….... 120.000.000 43.500.000 50.000.000 - - 213.500.000 - 150.000.000 75.000.000 50.000.000 Kredit : Macam-macam Utang… 63.000.000 32.625.000 17.500.000 - - - 113.125.000 Modal saham PT OPA.. 25.000.000 - - - - - 25.000.000 Laba Yang Ditahan PT OPA…………………… 62.000.000 - - - - - 62.000.000 Modal saham PT PAPA. - 25.000.000 - - - - - - Elim 80%.................. - - - 20.000.000 - - - Hak pembelian saham minoritas 20%............... - - - - - - 5.000.000 Laba Yang Ditahan PT PAPA………………… - 17.375.000 - - 2.250.000 - - - Elim 80%.................. - - - 12.000.000 - - - Hak pemegang saham minoritas 20% dari Rp 19.625.000……… - - - - - - 3.925.000 Kenaikan saldo Laba yang Ditahan untuk PT OPA…………….. - - - - - - 3.700.000 Modal saham PT ANA……………….. - - 25.000.000 - - - - - Elim 90%............... - - - 22.500.000 - - - Hak pemegang saham 10%............................ - - - - - - 2.500.000 Laba yang Ditahan PT ANA……………….. - - 7.500.000 - - - - - Elim 90%............... - - - 4.500.000 - - - Hak pemegang saham minoritas 10% dari Rp 7.500.000……….. - - - - - - 750.000 Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT PAPA……………….. - - - 2.250.000 - - - 150.000.000 75.000.000 50.000.000 61.250.000 61.250.000 218.000.000 218.000.000
  • 12. Metode Equity Selama hak kontrol terhadap perusahaan anak diperoleh sesudah adanya hak kontrol oleh perusahaan induk terhadap perusahaan sub induk, maka tidak ada masalah khusus pada metode equity. Oleh karena hak kontrol oleh PT Opa terhadap PT Ana diperoleh dari pemilikan tidak langsung, maka pembagian deviden oleh PT Ana tidak mempengaruhi jumlah pemilikan PT Opa terhadap PT Ana. Pada metode equity pengaruh dari hak kontrol yang diperoleh dengan pemilikan secara tidak langsung tersebut, hanyalah dalam pengakuan terhadap bagian ataslaba perusahaan anak. Oleh karena pada metode equity perubahan-perubahan yang terjadi pada hak- hak para pemegang saham perusahaan anak selalu diikuti/diikhtisarkan dalam rekening investasi sahamnya, maka dalam neraca konsolidasi eliminasi terhadap rekening investasi saham dengan hak-hak para pemegang saham perusahaan anak didasarkan posisi rekening yang bersangkutan pada tanggal neraca. Jika oleh PT OPA disusun neraca konsolidasi langsung dari neraca masing- masing perusahaan pada tanggal 31 Desember 1977, maka jurnal eliminasi menurut metode equity adalah: 1. Eliminasi terhadap investasi saham-saham PT ANA dan hak-hak para pemegang saham PT ANA Modal Saham PT ANA Rp 22.500.000 Laba Yang Ditahan PT ANA Rp 6.750.000 Selisih lebih Buku Perolehan di atas Nilai Buku Saham Rp 4.500.000 Investasi Saham-saham PT ANA Rp 33.750.000 2. Eliminasi terhadap investasi saham-saham PT PAPA dan hak-hak pemegang saham PT PAPA Modal saham PT PAPA Rp 20.000.000 Laba Yang Ditahan Pt PAPA Rp 15.700.000 Investasi Saham-saham PT PAPA Rp 33.700.000 Selisih lebih Nilai Buku di atas Harga Perolehan saham Rp 2.000.000 Adapun bentuk daftar lajur penyusunan neraca konsolidasi pada tanggal 31 Desember 1977 pada metode equity adalah:
  • 13. PT OPA dan Perusahaan-perusahaan Anaknya Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi Per 31 Desember 1977 Metode Equity Rekening Rekening Eliminasi Neraca Konsolidasi PT OPA PT PAPA PT ANA Neraca D K D K Debit : Investasi saham-saham PT PAPA……………. 33.700.000 - - - - - - - Elim 80% Modal saham…………….. - - - - 20.000.000 - - - Elim 80% Laba Yang Ditahan 1/1/1976………….. - - - - 15.700.000 - - Selisih lebih Nilai Buku di atas harga perolehan saham………………. - - - - - - 2.000.000 Investasi saham-saham PT ANA……………. - 33.700.000 - - - - - - Elim 90% Modal Saham…………… - - - - 22.500.000 - - - Elim 90% Laba Yang Ditahan 1/1/1977…………. - - - - 6.750.000 - - Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Saham………… - - - - - 4.500.000 - Aktiva lain-lain…….... 120.000.000 43.500.000 50.000.000 - - 213.500.000 - 153.700.000 77.250.000 50.000.000 Kredit : Macam-macam Utang… 63.000.000 32.625.000 17.500.000 - - - 113.125.000 Modal saham PT OPA.. 25.000.000 - - - - - 25.000.000 Laba Yang Ditahan PT OPA…………………… 65.700.000 - - - - - 65.700.000 Modal saham PT PAPA. - 25.000.000 - - - - - - Elim 80%.................. - - - 20.000.000 - - - Hak pembelian saham minoritas 20%............... - - - - - - 5.000.000 Laba Yang Ditahan PT PAPA………………… - 19.625.000 - - - - - - Elim 80%.................. - - - 15.700.000 - - - Hak pemegang saham minoritas 20% ……… - - - - - - 3.925.000 Modal saham PT ANA……………….. - - 25.000.000 - - - - - Elim 90%............... - - - 22.500.000 - - - Hak pemegang saham 10%............................ - - - - - - 2.500.000 Laba yang Ditahan PT ANA……………….. - - 7.500.000 - - - - - Elim 90%............... - - - 6.750.000 - - - Hak pemegang saham minoritas 10% ……….. - - - - - - 750.000 153.700.000 77.250.000 50.000.000 64.950.000 64.950.000 218.000.000 218.000.000
  • 14. Pemilikan tidak langsung : Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sebelum adanya hak kontrol oleh perusahaan induk terhadap perusahaan sub induk. Hak kontrol PT Opa dan PTAna semata-mata timbul sebagai akibat adanya pemilikan sebagian besar saham PT Papa yang terjadi lebih dulu dan oleh karenanya disebut sebagai hak kontrol melalui pemilikan tidak langsung. Hak kontrol semacam itu biasa didapat bersamaan dengan diperolehnya hak kontrol melalui pemilikan sebagian besar saham-saham PT Papa. Ini terjadi apabila sebelum PT Opa membeli sebagian besar saham-saham PT Papa, PT Papa telah lebih dahulu memiliki hal kontrol terhadap PT Ana. Contoh 2 : PT Papa membeli 400 lembar saham-saham PT Ana dengan harga @ Rp60.000 per lembar pada tanggal 1 Januari 1976. Satu tahun kemudian yaitu pada tanggal 1 Januari 1977, PT Opa membeli 450 lembar saham-saham PT Papa dari para pemegang saham sebelumnya, dengan harga @ Rp 80.000 per lembar. Baik PT Opa, PT Papa maupun PT Ana masing-masing mempunyai modal saham yang beredar sebanyak 500 lembar dengan nilai nominal @ Rp 50.000 per lembar. Di bawah ini data mengenai saldo laba yang ditahan pada tanggal 31 Desember 1975beserta perubahan-perubahan yang terjadi selama dua tahun berturut-turut untuk masing-masing perusahaan : PT. Opa PT. Papa PT. Ana Keterangan (Rp) (Rp) (Rp) Laba yang ditahan, (defisit) 100.000.000 20.000.000 (5.000.000) 31/12/1975 Laba (rugi) usaha, tahun 1976 5.000.000 2.500.000 (2.000.000) Pembagian Deviden, Des 1977 2.500.000 2.000.000 - Laba (rugi) usaha, tahun 1977 7.500.000 5.000.000 5.000.000 Pengaruh perubahan saldo Laba Yang Ditahan (hak-hak para pemegang saham) PT Ana dan atau PT Papa terhadap rekening investasi dan saldo Laba Yang Ditahan pada buku-buku PT Opa masing-masing apabila metode harga perolehan dan equity dipakai adalah sebagai berikut:
  • 15. Metode Harga Perolehan Metode Equity Keterangan Buku-buku PT OPA Buku-buku PT PAPA Buku-buku PT OPA Buku-buku PT PAPA Inves Saham PT Laba yang Inves Saham PT Laba yang Inves Saham PT Laba yang Inves Saham PT Laba yang PAPA Ditahan ANA Ditahan PAPA Ditahan PAPA Ditahan 31 Desember 1975 : Saldo - 100.000.000 - 10.000.000 - 100.000.000 - 10.000.000 1 Januari 1976 : beli 400 lembar saham PT ANA, harga @ Rp - - 24.000.000 - - - 24.000.000 - 60.000 per lembar - 100.000.000 24.000.000 10.000.000 - 100.000.000 24.000.000 10.000.000 31 Desember 1976 : Laba (rugi) usaha PT ANA =( Rp 2.000.000) - - - - - - (1.600.000) (1.600.000) PT PAPA = Rp 2.500.000 - - - 2.500.000 - - - 2.500.000 PT OPA = Rp 5.000.000 - 5.000.000 - - - 5.000.000 - - - 105.000.000 24.000.000 12.500.000 - 105.000.000 22.400.000 10.900.000 1 Januari 1977 : Beli 450 lembar saham PT PAPA, harga @ Rp 36.000.000 - - - 36.000.000 - - - 80.000 per lembar 36.000.000 105.000.000 24.000.000 12.500.000 36.000.000 105.000.000 22.400.000 10.900.000 Desember 1977 : Pembagian deviden PT OPA = Rp 2.000.000 - 1.800.000 - (2.000.000) (1.800.000) - - (2.000.000) PT PAPA= Rp 2.500.000 - (2.500.000) - - - (2.500.000) - - 36.000.000 104.300.000 24.000.000 10.500.000 34.200.000 102.500.000 22.400.000 8.900.000 31 Desember: Laba (rugi) Usaha 1. PT ANA : Rp 5.000.000 - - - - - - 4.000.000 4.000.000 2. PT PAPA - Laba Usaha Rp 5.000.000 - - - 5.000.000 - - - 5.000.000 - Laba PT Ana Rp 4.000.000 Rp 9.000.000 3. PT OPA : Rugi Usaha Rp 7.500.000 - 7.500.000 - - - 7.500.000 - - 90% Laba PT Papa Rp 9.000.000 - - - - 8.100.000 8.100.000 - - Saldo per 31 Desember 1977 36.000.000 111.800.000 24.000.000 15.500.000 42.300.000 118.100.000 26.400.000 17.900.000
  • 16. Metode Harga Perolehan Apabila pada tanggal 31 Desember 1977, disusun neraca konsolidasi langsung dari neraca individual ketiga perusahaan anggota afiliasi tersebut, maka diperlukan analisa terdapat perubahan hak-hak para pemegang saham. Analisa ini dimulai dari PT Ana, sehingga dapat ditentukan pengaruh perubahan pada PT Ana terhadap hak-hak pemegang saham PT Papa yang pada akhirnya akan mempengaruhi hak-hak pemilikan PT Opa atas PT Papa. Eliminasi terhadap hak-hak pemilikan perusahaan sub induk pada perusahaan anak, dan hak-hak pemilikan perusahaan induk pada perusahaan sub induk didasarkan dari posisi hak-hak pemegang saham pada saat terjadinya pemilikan saham. Hak-hak pemegang saham perusahaan sub induk pada metode harga perolehan tidak seperti tercantum dalam buku-bukunya, melainkan juga penyesuaian terhadap hak-hak pemilikannya pada perusahaan anak sampai dengan tanggal tersebut. Pada contoh ini hak-hak pemegang saham PT Papa (perusahaan sub induk) pada tanggal 1 Januari 1977 terdiri dari : Jumlah menurut buku-buku PT Papa : Modal Saham Rp 25.000.000 Laba Yang Ditahan Rp 12.500.000 Dikurangi: Rugi perusahaan anak (PT Ana) (80% x Rp 2.000.000) (Rp 1.600.000) Rp 10.900.000 Jumlah Rp 35.900.000 Dengan demikian jurnal eliminasi, hak-hak pemegang saham minoritas dan kenaikan saldo laba yang ditahan untuk perusahaan induk apabila metode harga perolehan dipakai akan tampak sebagai berikut : 1) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa atas PT Ana, sebesar 80% dari saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 1 Januari 1976 sebagai berikut: Modal Saham PT Ana Rp 20.000.000 Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku saham Rp 8.000.000 Investasi Saham PT Ana Rp 24.000.000 Defisit PT Ana Rp 4.000.000
  • 17. Hak-hak pemegang saham minoritas pada PT Ana dihitung dengan bertitik tolak dari posisi rekening-rekening hak-hak pemegang saham pada tanggal 31 Desember 1977 sebagai berikut: Hak-hak pemegang saham PT Ana per 31 Desember 1977 : Modal Saham (500 lembar) Rp 25.000.000 Laba Yang Ditahan (defisit) (Rp 2.000.000) Jumlah Rp 23.000.000 Hak-hak pemegang saham minoritas 20% x Rp 23.000.000 = Rp 4.600.000 dengan perincian sebagai berikut: Modal Saham (100 lembar) Rp 5.000.000 Defisit (20% x Rp 2.000.000) (Rp 400.000) Jumlah Rp 4.600.000 Kenaikan hak-hak pemegang saham PT Ana dari Rp 20.000.000 pada tanggal 31 Desember 1975 menjadi Rp 23.000.000 pada tanggal 31 Desember 1977, mengakibatkan kenaikan hak pemilikan PT Papa (melalui kenaikan saldo Laba Yang Ditahan) dalam neraca yang dikonsolidasi sebesar : 80% x Rp 3.000.000 = Rp 2.400.000. 2) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Opa atas PT Papa sebesar 90% dari saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 1 Januari 1977 sebesar Rp 35.900.000 sebagai berikut: Modal Saham PT Papa Rp 22.500.000 Laba Yang Ditahan PT Papa Rp 9.810.000 Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Saham Rp 3.690.000 Investasi Saham-saham PT Papa Rp 36.000.000 Sedang hak-hak pemegang saham minoritas PT Papa dihitung dengan bertitik tolak dari saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 31 Desember 1977 sebagai berikut : Hak-hak pemegang saham PT Papa per 31 Desember 1977 : Modal saham (500 lembar) Rp 25.000.000 Laba Yang Ditahan (menurut buku) Rp 15.500.000 Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan, sebagai akibat Penurunan defisit PT Ana sejak 1 Januari 1976 sampai Dengan 31 Desember 1977 Rp 2.400.000 Rp 17.900.000 Jumlah Rp 42.900.000 Hak-hak pemegang saham minoritas PT Papa adalah 10% dari Rp 42.900.000 atau Rp 4.290.000.
  • 18. Eliminasi terhadap saldo Laba Yang Ditahan sebesar Rp 9.810.000 dari hak- hak pemegang saham minoritas sebesar Rp 1.790.000 (10% x Rp 17.900.000) mengakibatkan adanya kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT Opa di dalam neraca yang dikonsolidasi sebesar Rp 6.300.000 dari hasil perhitungan yang berikut : - Saldo Laba Yang Ditahan PT Papa per 31 Desember 1977 (termasuk kenaikan Laba Yang Ditahan PT Ana) Rp 17.900.000 Dikurangi: - Saldo Laba Yang Ditahan PT Papa per 1 Januari 1977 (termasuk pengakuan atas rugi usaha PT Ana) Rp 10.900.000 - Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan sejak 1 Januari – 31 Desember 1977 Rp 7.000.000 - Hak pemilikan PT Opa 90% Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT Opa (perusahaan induk) Rp 6.300.000 Adapun bentuk daftar lajur penyusunan neraca konsolidasi pada tanggal 31 Desember 1977, menurut metode harga perolehan adalah sebagai berikut :
  • 19. PT OPA dan Perusahaan-perusahaan Anaknya Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi Per 31 Desember 1977 Metode Harga Perolehan Rekening Rekening Eliminasi Neraca Konsolidasi PT OPA PT PAPA PT ANA Neraca D K D K Debit : Investasi saham-saham PT PAPA……………. 36.000.000 - - - - - - - Elim 90% Modal saham…………….. - - - - 22.500.000 - - - Elim 90% Laba Yang Ditahan 1/1/1977 Rp 10.900.000…….. - - - - 9.810.000 - - Selisih lebih Nilai Buku di atas harga perolehan saham………………. - - - - - 3.690.000 - Investasi saham-saham PT ANA……………. - 24.000.000 - - - - - - Elim 80% Modal Saham…………… - - - - 20.000.000 - - - Elim 80% Defisit 1/1/1976 (Rp 5.000.000)… - - - 4.000.000 - - - Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Saham………… - - - - - 8.000.000 - Aktiva lain-lain…….... 114.000.000 51.000.000 50.000.000 - - 215.000.000 - 150.000.000 75.000.000 50.000.000 Kredit : Macam-macam Utang… 13.200.000 34.500.000 27.000.000 - - - 74.700.000 Modal saham PT OPA.. 25.000.000 - - - - - 25.000.000 Laba Yang Ditahan PT 111.800.000 - - - - - 111.800.000 OPA…………………… - 25.000.000 - - - - - Modal saham PT PAPA. - Elim 90%.................. - - - 22.500.000 - - - Hak pemegeng saham minoritas 10%............... - - - - - - 2.500.000 Laba Yang Ditahan PT PAPA………………… - 15.500.000 - - 2.400.000 - - - Elim 90%.................. - - - 9.810.000 - - - Hak pemegang saham minoritas 10% dari Rp 17.900.000……… - - - - - - 1.790000 Kenaikan saldo Laba yang Ditahan untuk PT OPA…………….. - - - - - - 6.300.000 Modal saham PT ANA……………….. - - 25.000.000 - - - - - Elim 80%............... - - - 20.800.000 - - - Hak pemegang saham 20%............................ - - - - - - 5.000.000 Defisit PT ANA………… - - (2.000.000) - - - - - Elim 80%............... - - - - 4.000.000 - - Hak pemegang saham minoritas 20% dari Rp (2.000.000)……….. - - - - - 400.000 - Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan PT PAPA……………….. - - - 2.400.000 - - - 150.000.000 75.000.000 50.000.000 58.710.000 58.710.000 227.090.000 227.090.000
  • 20. Metode Equity Pada metode equity, penyusunan neraca konsolidasi oleh PT Opa tidak perlu melakukan analisa lebih dulu terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada hak-hak pemegang saham baik PT Ana maupun PT Papa. Penyusunan neraca konsolidasi pada tanggal 31 Desember 1977 langsung dari neraca individual, dilakukan dengan mengeliminasi hak-hak pemilikan perusahaan induk atas perusahaan anaknya sesuai dengan posisi hak-hak pemegang saham perusahaan anak pada tanggal neraca. Demikian pula hak-hak pemegang saham minoritas pada perusahaan anak ditentukan dengan bertitik tolak dari posisi terakhir. Adapun jurnal eliminasi yang diperlukan pada tanggal 31 Desember 1977 adalah sebagai berikut : 1) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa atas PT Ana 80% dari hak-hak pemegang saham per 31 Desember 1977: Modal Saham PT Ana Rp 20.000.000 Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Rp 8.000.000 Investasi saham-saham PT Ana Rp 26.400.000 Defisit PT Ana Rp 1.600.000 2) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Opa atas PT Papa, 90% dari hak-hak pemegang saham per 31 Desember 1977: Modal saham PT Ana Rp 22.500.000 Laba Yang Ditahan PT Papa Rp 16.110.000 Selisih lebih harga perolehan di atas nilai buku Rp 3.690.000 Investasi saham PT Papa Rp 42.300.000 Sedang bentuk daftar lajur penyusunan neraca konsolidasi, menurut metode equity akan tampak sebagai berikut :
  • 21. PT OPA dan Perusahaan-perusahaan Anaknya Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi Per 31 Desember 1977 Metode Equity Rekening Rekening Eliminasi Neraca Konsolidasi PT OPA PT PAPA PT ANA Neraca D K D K Debit : Investasi saham-saham PT PAPA……………. 42.300.000 - - - - - - - Elim 90% Modal saham…………….. - - - - 22.500.000 - - - Elim 90% Laba Yang Ditahan ………….. - - - - 16.110.000 - - Selisih lebih harga perolehan di atas Nilai Buku saham………… - - - - - 3.690.000 - Investasi saham-saham PT ANA……………. - 26.400.000 - - - - - - Elim 80% Modal Saham…………… - - - - 20.000.000 - - - Elim 80% Defisit…. - - - 1.600.000 - - - Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Saham………… - - - - - 8.000.000 - Aktiva lain-lain…….... 114.000.000 51.000.000 50.000.000 - - 215.000.000 - 156.300.000 77.400.000 50.000.000 Kredit : Macam-macam Utang… 13.200.000 34.500.000 27.000.000 - - - 74.700.000 Modal saham PT OPA.. 25.000.000 - - - - - 25.000.000 Laba Yang Ditahan PT OPA…………………… 118.000.000 - - - - - 118.100.000 Modal saham PT PAPA. - 25.000.000 - - - - - - Elim 90%.................. - - - 22.500.000 - - - Hak pembelian saham minoritas 10%............... - - - - - - 2.500.000 Laba Yang Ditahan PT PAPA………………… - 17.900.000 - - - - - - Elim 90%.................. - - - 16.110.000 - - - Hak pemegang saham minoritas 10% ……… - - - - - - 1.790.000 Modal saham PT ANA……………….. - - 25.000.000 - - - - - Elim 80%............... - - - 20.000.000 - - - Hak pemegang saham 20%............................ - - - - - - 5.000.000 Defisit PT ANA…….. - - (2.000.000) - - - - - Elim 80%............... - - - - 1.600.000 - - Hak pemegang saham minoritas 20% ……… - - - - - 400.000 - 156.300.000 77.400.000 50.000.000 60.210.000 60.210.000 227.090.000 227.090.000
  • 22. Pemilikan tidak langsung: Hak kontrol diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi di antara perusahaan- perusahaan anak. Hak kontrol oleh suatu perusahaan terhadap perusahaan lain yang diperoleh melalui cara ini dilakukan/terjadi dengan memiliki secara langsung sebagian saham perusahaan lain tersebut dan sebagian lagi pemilikan saham melalui perusahaan afiliasinya. Contoh 3 : PT Dany membeli 125 lembar saham-saham PT Essy dengan harga @Rp 60.000 per lembar pada tanggal 1 Januari 1976. Setahun kemudian PT Papa membeli 400 lembar saham-saham PT Dany dengan harga @Rp 75.000 per lembar dan 250 lembar saham-saham PT Essy dengan harga @Rp 70.000 per lembar. Baik PT Papa, PT Dany maupun PT Essy masing-masing memiliki 500 lembar saham yang beredar dengan nilai nominal @Rp 50.000 per lembar. Berikut ini data mengenai saldo laba yang ditahan dan laba(rugi) usaha serta pembagian deviden ketiga perusahaan : Keterangan PT. Papa (Rp) PT. Dany (Rp) PT. Essy (Rp) Laba yang ditahan, 31/12/1977 45.000.000 5.000.000 2.500.000 Laba (rugi) usaha, tahun 1976 10.000.000 4.375.000 2.500.000 Pembagian Deviden, Des 1977 5.000.000 2.000.000 2.000.000 Laba (rugi) usaha, tahun 1977 7.500.000 5.000.000 3.000.000 Tabel di bawah ini mengikhtisarkan pengaruh perubahan hak-hak pemegang saham (saldo Laba Yang Ditahan) terhadap saldo rekening investasi saham dan laba yang ditahan pada PT Papa dan PT Dany untuk tahun 1976 dan tahun 1977 menurut masing-masing metode pencatatan investasi saham (pada perusahaan anak).
  • 23. Metode Harga Perolehan Metode Equity Keterangan Buku-buku PT PAPA Buku-buku PT DANY Buku-buku PT PAPA Buku-buku PT DANY Inves Saham Inves Saham Laba yang Inves Saham Laba yang Inves Saham Inves Saham Laba yang Inves Saham Laba yang PT DANY PT ESSY Ditahan PT ESSY Ditahan PT DANY PT ESSY Ditahan PT ESSY Ditahan 31 Desember 1975 : - - 45.000.000 - 5.000.000 - - 45.000.000 - 5.000.000 Saldo 1 Januari 1976 : PT Dany membeli 125 lembar saham PT - - - 7.500.000 - - - - 7.500.000 - Essy - - 45.000.000 7.500.000 5.000.000 - - 45.000.000 7.500.000 5.000.000 31 Desember 1976 : Laba (rugi) usaha - - - - - - - - - PT Essy = Rp 2.500.000 - PT Dany = Rp 4.375.000 - - - - 4.375.000 - - - - 4.375.000 PT Papa = Rp 10.000.000 - - 10.000.000 - - - - 10.000.000 - - - - 55.000.000 7.500.000 9.375.000 - - 55.000.000 7.500.000 9.375.000 1 Juni 1977 : 30.000.000 - - - - 30.000.000 - - - - PT Papa beli 400 lembar saham PT Dany PT Papa beli 200 lembar saham PT Essy - 17.500.000 - - - - 17.500.000 - - - Pengakuan bagian laba : PT Essy tahun 1976 oleh PT Dany, sejak diperolehnya hak - - - - - - - - 625.000 625.000 kontrol oleh PT Papa dan PT Dany (25% x 2.500.000) 30.000.000 17.500.000 55.000.000 7.500.000 9.375.000 30.000.000 17.500.000 55.000.000 8.125.000 10.000.000 Desember 1977 : Pembagian deviden - - 1.000.000 - 500.000 - (1.000.000) - (500.000) - PT Essy = Rp 2.000.000 PT Dany = Rp 2.000.000 - - 1.600.000 - (2.000.000) (1.600.000) - - - (2.000.000) PT Papa = Rp 5.000.000 - - (5.000.000) - - - - (5.000.000) - - 30.000.000 17.500.000 52.600.000 7.500.000 7.875.000 28.400.000 16.500.000 50.000.000 7.625.000 8.000.000 31 Desember: Laba (rugi) Usaha - - - - - - 1.500.000 1.500.000 - - PT Essy : Rp 3.000.000 PT Dany - Laba Usaha Rp 5.000.000 - - - - 5.000.000 - - - - 5.000.000 - 25% Laba PT Essy Rp 750.000 - - - - - - - - 750.000 750.000 Jumlah Rp 5.750.000 PT Papa - Laba Usaha Rp 7.500.000 - - 7.500.000 - - - - 7.500.000 - - - 80% Laba PT Dany Rp 4.600.000 - - - - - 4.600.000 - 4.600.000 - - Jumlah 30.000.000 17.500.000 60.100.000 7.500.000 12.875.000 33.000.000 18.000.000 63.600.000 8.375.000 13.750.000
  • 24. Metode Harga Perolehan Apabila metode harga perolehan dipakai dan neraca konsolidasi disusun langsung dari individual perusahaan-perusahaan anggota afiliasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu : 1) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Dany terhadap PT Essy Eliminasi hak-hak pemilikan PT Dany terhadap PT Essy dilakukan sebesar 25% dari saldo hak-hak pemegang saham pada saat terjadinya pemilikan saham (1 Januari 1976) yang terdiri dari: - Modal Saham (500 lembar) Rp 25.000.000 - Laba yang Ditahan Rp 2.500.000 Jumlah Rp 27.500.000 Sehingga jurnal eliminasinya akan tampak sebagai berikut : Modal Saham PT Essy Rp 6.250.000 Laba Yang Ditahan PT Essy Rp 625.000 Selisih Lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Rp 625.000 Investasi Saham-saham PT Essy Rp 7.500.000 Dalam neraca konsolidasiharus diakui adanya kenaikan saldo Laba Yang Ditahan oleh PT Dany atas bagian laba yang belum dibagikan PT Essy sejak 1 Januari 1976 sampai dengan 31 Desember 1977 sebesar Rp 875.000 dengan perhitungan sebagai berikut : - Saldo Laba Yang Ditahan per 31/12/1977 Rp 6.000.000 - Saldo Laba Yang Ditahan per 1/1/1976 (Rp 2.500.000) Kenaikan Rp 3.500.000 Hak Pemilikan PT Dany 25% Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan Untuk PT Dany Rp 875.000 2) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa terhadap PT Essy Hal ini dilakukan sebesar 50% dari saldo hak-hak pemegang saham PT Essy pada tanggal 1 Januari 1977 yang terdiri dari : Modal Saham (500 lembar) Rp 25.000.000 Laba Yang Ditahan (2.500.000 + 2.500.000) Rp 5.000.000 Jumlah Rp 30.000.000 Dengan demikian jurnak eliminasinya akan tampak sebagai berikut : Modal Saham PT Essy Rp 12.500.000 Laba Yang Ditahan PT Essy Rp 2.500.000 Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Rp 2.500.000 Investasi Saham-saham PT Essy Rp 17.500.000
  • 25. Pada metode harga perolehan, di dalam neraca individual belum diakui adanya bagian laba pada perusahaan afiliasi yang belum dibagi sebagai deviden. Akan tetapi di dalam neraca yang dikonsolidasi bagian laba tersebut harus diakui dan dilaporkan sebagai bagian saldo Laba Yang Ditahan perusahaan induk. Oleh sebab itu PT Papa harus mengakui adanya kenaikan Saldo Laba Yang Ditahan atas bagian laba yang diperoleh PT Essy sejak 1 Januari sampai dengan 31 Desember 1977 sebesar Rp 500.000 dari hasil perhitungan berikut : Saldo Laba Yang Ditahan per 31/12/1977 Rp 6.000.000 Saldo Laba Yang Ditahan per 1/1/1997 (Rp 5.000.000) Jumlah kenaikan Rp 1.000.000 Hak Pemilikan PT Papa 50% Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT Papa Rp 500.000 3) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa terhadap PT Dany Eliminasi ini dilakukan sebesar 80% dari saldo hak-hak pemegang saham PT Dany pada tanggal 1 Januari 1977 yang meliputi : Modal Saham (500 lembar) Rp 25.000.000 Laba Yang Ditahan(menurut buku) Rp 9.375.000 Bagian laba atas laba PT Essy tahun 1976 (25% x 2.500.000) Rp 625.000 Rp 10.000.000 Jumlah Rp 35.000.000 Sehingga ayat jurnal eliminasinya adalah : Modal Saham PT Dany Rp 20.000.000 Laba Yang Ditahan PT Dany Rp 8.000.000 Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Rp 2.000.000 Investasi saham-saham PT Dany Rp 30.000.000 Dalam neraca konsolidasi kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT Papa dihitung sebagai berikut : - Saldo Laba Yang Ditahan PT Dany per 31/12/1977: - Per buku (neraca) Rp 12.875.000 - Bagian laba atas pemilikan saham pada PT Essy (lihat perhitungan sebelumnya) Rp 875.000 Rp 13.750.000 - Saldo Laba Yang Ditahan PT Dany per 1/1/1977 (lihat perhitungan di atas) Rp 10.000.000 Jumlah Kenaikan Rp 23.750.000 Hak Pemilikan PT Papa 80% Kenaikan saldo Laba Yang Ditahan untuk PT Papa Rp 3.000.000 Menurut metode harga perolehan bentuk daftar lajur konsolidasi yang disusun oleh PT Papa pada tanggal 31 Desember 1977 sebagai berikut :
  • 26. PT PAPA dan Perusahaan-perusahaan Anaknya Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi Per 31 Desember 1977 Metode Harga Perolehan Rekening Rekening Eliminasi Neraca Konsolidasi PT PAPA PT DANY PT ESSY Neraca D K D K Debit : Investasi saham-saham PT Dany……………. 30.000.000 - - - - - - - Elim 80% Modal saham…………….. - - - - 20.000.000 - - - Elim 80% LYD 1/1/1977 - - - - 8.000.000 - - Selisih lebih harga perolehan di atas Nilai Buku saham………… - - - - - 2.000.000 - Investasi saham-saham PT Essy……………. 17.500.000 - - - - - - - Elim 50% Modal Saham…………… - - - - 12.500.000 - - - Elim 50% LYD 1/1/1977 - - - - 2.500.000 - - Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Saham………… - - - - - 2.500.000 - Investasi Saham PT Essy…. - 7.500.000 - - - - - - Elim 25% Modal Saham.. - - - - 6.250.000 - - - Elim 25% LYD 1/1/1976 - - - - 625.000 - - Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Saham……………………. - - - - - 625.000 - Aktiva lain-lain…….... 77.500.000 67.500.000 50.000.000 - - 195.000.000 - 125.000.000 75.000.000 50.000.000 Kredit : Macam-macam Utang… 39.900.000 37.125.000 19.000.000 - - - 96.025.000 Modal saham PT Papa.. 25.000.000 - - - - - 25.000.000 Laba Yang Ditahan PT Papa. 60.100.000 - - - - - 60.100.000 Modal saham PT Dany……. - 25.000.000 - - - - - - Elim 80%.................. - - - 20.000.000 - - - Hak pembelian saham minoritas 20%............... - - - - - - 5.000.000 Laba Yang Ditahan PT Dany - 12.875.000 - - *875.000 - - - Elim 80%.................. - - - 8.000.000 - - - Hak pemegang saham minoritas 20% x 13.750.000 - - - - - - 2.750.000 Kenaikan saldo LYD PT Papa………………………. - - - - - - 3.000.000 Modal saham PT Essy…… - - 25.000.000 - - - - - Elim 50%........................ - - - 12.500.000 - - - - Elim 25%......................... - - - 6.250.000 - - - Hak pemegang saham 25%....................................... - - - - - - 6.250.000 LYD PT Essy……………… - - 6.000.000 - - - - - Elim 50%......................... - - - 2.500.000 - - - - Elim 25%........................ - - - 625.000 - - - Hak pemegang saham minoritas 25% x 6.000.000.. - - - - - - 1.500.000 Kenaikan LYD PT Dany…. - - - *875.000 - - - Kenaikan saldo LYD PT Papa……………………….. - - - - - - 500.000 125.000.000 75.000.000 50.000.000 50.750.000 50.750.000 200.750.000 200.750.000
  • 27. Metode Equity Menurut metode equity apabila PT Papa pada contoh 3 di muka menyusun neraca konsolidasi pada tanggal 31 Desember 1977, jurnal eliminasinya adalah : 1. Eliminasi hak-hak pemilikan PT Dany terhadap PT Essy dilakukan sebesar 25% dari saldo hak-hak pemegang saham PT Essy pada tanggal 31 Desember 1977 sebagai berikut : Modal Saham PT Essy Rp 6.250.000 Laba Yang Ditahan PT Essy Rp 1.500.000 Selisih Lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Rp 625.000 Investasi saham-saham PT Essy Rp 8.375.000 2. Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa terhadap PT Essy dilakukan sebesar 50% dari saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 31 Desember 1977 sebagai berikut : Modal Saham PT Essy Rp 12.500.000 LYD PT Essy Rp 3.000.000 Selisih Lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Rp 2.500.000 Investasi saham-saham PT Essy Rp 18.000.000 3. Eliminasi hak-hak pemilikan PT Papa terhadap PT Dany dilakukan sebesar 80% dari saldo hak-hak pemegang saham PT Dany pada tanggal 31 Desember 1977 sebagai berikut : Modal Saham PT Dany Rp 20.000.000 LYD PT Dany Rp 11.000.000 Selisih Lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Rp 2.000.000 Investasi saham-saham PT Dany Rp 33.000.000 Atas dasar jurnal-jurnal eliminasi tersebut di atas, maka bentuk daftar lajur penyusunan neraca konsolidasi menurut metode equity adalah sebagai berikut :
  • 28. PT PAPA dan Perusahaan-perusahaan Anaknya Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi Per 31 Desember 1977 Metode Equity Rekening Rekening Eliminasi Neraca Konsolidasi PT PAPA PT DANY PT ESSY Neraca D K D K Debit : Investasi saham-saham PT Dany……………. 33.000.000 - - - - - - - Elim 80% Modal saham…………….. - - - - 20.000.000 - - - Elim 80% LYD ………. - - - - 11.000.000 - - Selisih lebih harga perolehan di atas Nilai Buku saham………… - - - - - 2.000.000 - Investasi saham-saham PT Essy……………. 18.000.000 - - - 12.500.000 - - - Elim 50% LYD - - - - 3.000.000 - - Selisih lebih Harga - Perolehan di atas Nilai Buku Saham………… - - - - - 2.500.000 - Investasi Saham PT Essy…. - 8.375.000 - - - - - - Elim 25% Modal Saham.. - - - - 6.250.000 6.250.000 - - Elim 25% LYD ………… - - - - 1.500.000 - - Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Saham……………………. - - - - - 625.000 - Aktiva lain-lain…….... 77.500.000 67.500.000 50.000.000 - - 195.000.000 - 128.500.000 75.875.000 50.000.000 Kredit : Macam-macam Utang… 39.900.000 37.125.000 19.000.000 - - - 96.025.000 Modal saham PT Papa.. 25.000.000 - - - - - 25.000.000 Laba Yang Ditahan PT Papa. 63.600.000 - - - - - 63.600.000 Modal saham PT Dany……. - 25.000.000 - - - - - - Elim 80%.................. - - - 20.000.000 - - - Hak pemegang saham minoritas 20%............... - - - - - - 5.000.000 Laba Yang Ditahan PT Dany - 13.750.000 - - - - - - Elim 80%.................. - - - 11.000.000 - - - Hak pemegang saham minoritas 20% x 13.750.000 - - - - - - 2.750.000 Modal saham PT Essy…… - - 25.000.000 - - - - - Elim 50%........................ - - - 12.500.000 - - - - Elim 25%......................... - - - 6.250.000 - - - Hak pemegang saham 25%....................................... - - - - - - 6.250.000 LYD PT Essy……………… - - 6.000.000 - - - - - Elim 50%......................... - - - 3.000.000 - - - - Elim 25%........................ - - - 1.500.000 - - - Hak pemegang saham minoritas 25% x 6.000.000.. - - - - - - 1.500.000 128.500.000 75.875.000 50.000.000 54.250.000 54.250.000 200.125.000 200.125.000
  • 29. Saling Memiliki saham: Pemilikan saham pada perusahaan anak, terjadi pada saat perusahaan anak didirikan. Perusahaan induk di satu pihak memiliki saham-saham perusahaan anak, dan di pihak lain perusahaan anak juga memiliki sebagian saham-saham perusahaan induk. Apabila hal ini terjadi maka laba(rugi) dan atau kenaikan(penurunan) saldo Laba Yang Ditahan selama terjadinya saling pemilikan dari perusahaan afiliasi akan saling mempengaruhi satu sama lain. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah, terhapad saham-saham perusahaan induk yang dimiliki oleh perusahaan anak tidak boleh diperlakukan sebagai modal saham yang beredar di dalam neraca konsolidasi. Di dalam neraca konsolidasi hak-hak pemilikan saham oleh perusahaan anak atas perusahaan induk harus dieliminasi. Hal tersebut juga sama terhadap pemilikan perusahaan induk atas perusahaan anak. Contoh 4 : PT Wijaya memiliki 750 lembar saham-saham PT Ekawati yang dibeli pada tanggal 1 Januari 1976, yaitu pada saat perusahaanPT Ekawati didirikan dengan harga @ Rp 100.000 per lembar. Satu tahun berikutnya yaitu tanggal 1 Januari 1977 PT Ekawati membeli 100 lembar saham PT Wijaya dengan harga @ Rp 150.000 per lembar. PT Wijaya dan PT Ekawati memiliki 1000 lembar saham yang beredar dengan nominal @ Rp 100.000 per lembar. Di bawah ini data mengenai saldo Laba Yang Ditahan pada tanggal 31 Desember 1975 danLaba (rugi) usaha, serta deviden yang dibagikan masing-masing perusahaan. Keterangan PT. Wijaya (Rp) PT. Ekawati (Rp) Laba yang ditahan, 31/12/1975 15.000.000 - Laba (rugi) usaha, tahun 1976 10.000.000 5.000.000 Pembagian Deviden, Des 1977 5.000.000 2.000.000 Laba (rugi) usaha, tahun 1977 7.375.000 2.500.000 Berikut adalah ikhtisar perubahan yang terjadi pada rekening Investasi Saham dan Laba Yang Ditahan jika metode harga perolehan dan metode equity yang dipakai pada kedua perusahaan tersebut:
  • 30. Metode Harga Perolehan Metode Equity Keterangan Buku-buku PT Wijaya Buku-buku PT Ekawati Buku-buku PT Wijaya Buku-buku PT Ekawati Inves Saham PT Laba yang Inves Saham PT Laba yang Inves Saham PT Laba yang Inves Saham PT Laba yang Ekawati Ditahan Wijaya Ditahan Ekawati Ditahan Wijaya Ditahan 31 Desember 1975 : Saldo - 15.000.000 - - - 15.000.000 - - 1 Januari 1976 : beli 750 lembar 75.000.000 - - - 75.000.000 - - - saham PT Ekawati 75.000.000 15.000.000 - - 75.000.000 15.000.000 - - 31 Desember 1976 : Laba (rugi) usaha PT Ekawati = Rp 15.000.000 - - - 5.000.000 3.750.000 3.750.000 - 5.000.000 PT Wijaya = Rp 10.000.000 - 10.000.000 - - - 10.000.000 - - 75.000.000 25.000.000 - 5.000.000 78.750.000 28.750.000 - 5.000.000 1 Januari 1977 : Beli 100 lembar - - 15.0000.000 - - - 15.000.000 - saham PT Wijaya 75.000.000 25.000.000 15.000.000 5.000.000 78.750.000 28.750.000 15.000.000 5.000.000 Desember 1977 : Pembagian deviden PT Ekawati = Rp 2.000.000 - 1.500.000 - (2.000.000) (1.500.000) - - (2.000.000) PT Wijaya = Rp 5.000.000 - (5.000.000) - 500.000 - (5.000.000) (500.000) - 75.000.000 21.500.000 15.000.000 3.500.000 77.250.000 23.750.000 14.500.000 3.000.000 31 Desember: Laba (rugi) Usaha 1. PT Ekawati = Rp 2.500.000 - - - 2.500.000 2.625.000 2.625.000 - 2.500.000 2. PT Wijaya = Rp 7.375.000 - 7.375.000 - - - 7.375.000 1.000.000 1.000.000 Saldo per 31 Desember 1977 75.000.000 28.875.000 15.000.000 6.000.000 79.875.000 33.750.000 15.500.000 6.500.000
  • 31. Metode Harga Perolehan Apabila metode ini dipakai maka pengakuan periodik terhadap bagian laba (rugi) yang didapat anggota perusahaan afiliasi tidak diperlukan baik pada buku-buku perusahaan induk (PT Wijaya) maupun pada buku-buku perusahaan anak (PT Ekawati). Akan tetapi di dalam neraca konsolidasi, khususnya dalam rangka menentukan hak-hak para pemegang saham minoritas (PT Ekawati), maka pengakuan atas bagian laba yang belum dibagi sebagai deviden oleh PT Wijaya harus dilakukan. Oleh sebab itu pada metode harga perolehan bukan laba(rugi) periodik yang dipakai sebagai titik tolaknya, melainkan saldo Laba Yang Ditahan pada tangal neraca. Dengan demikian saldo Laba Yang Ditahan masing-masing perusahaan di dalam neraca yang dikonsolidasi dihitung sebagai berikut: Jika X, adalah saldo Laba Yang Ditahan PT Wijaya, per 31 Desember 1977 Y, adalah saldo Laba Yang Ditahan PT Ekawati, per 31 Desember 1977 Maka X = Rp 28.875.000 + 0,75 Y Y = Rp 6.000.000 + 0,10 [ X – ( 25.000.000 + = 0,75 x 5.000.000)] Sehingga saldo Laba Yang Ditahan PT Ekawati dapat dihitung sebagai berikut : Y = Rp 6.000.000 + 0,10 (X – 28.750.000) = Rp 6.000.000 + 0,10 (28.875.000 + 0,75Y – 28.750.000) = Rp 6.000.000 + 2.887.500 + 0,075Y – 2.875.000 0,925Y = Rp 6.012.500 = Rp 6.500.000 Sedang saldo Laba Yang Ditahan PT Wijaya dapat dihitung sebagai berikut : X = 28.875.000 + 0,75Y X = 28.875.000 + 0,75 x 6.500.000 X = Rp 33.750.000 Hak pemegang saham minoritas pada PT Ekawati terhadap saldo Laba Yang Ditahan selanjutnya dihitung sebesar 25% dari jumlah Rp 6.500.000 sedang selebihnya merupakan bagian (saldo Laba Yang Ditahan) untuk PT Wijaya.
  • 32. Oleh sebab itu jurnal eliminasinya untuk penyusunan neraca konsolidasi pada tanggal 31 Desember 1977, menurut metode harga perolehan sebagai berikut : 1) Eliminasi hak pemilikan PT Wijaya terhadap PT Ekawati dilakukan atas dasar posisi hak pemegang sahamnya pada tanggal 1 Januari 1976 : Modal Saham PT Ekawati Rp 75.000.000 Inves Saham PT Ekawati Rp 75.000.000 2) Eliminasi hak penyertaan PT Ekawati pada PT Wijaya dilakukan dengan bertitik tolak pada saldo hak-hak pemegang sahamnya pada tanggal 1 Januari 1977 sebagai berikut : Modal Saham PT Wijaya Rp 10.000.000 Laba Yang Ditahan PT Wijaya Rp 2.875.000 Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Saham Rp 2.125.000 Inves Saham PT Wijaya Rp 15.000.000 Metode Equity Pada metode equity pengakuan periodik terhadap laba (rugi) usaha yang diperoleh perusahaan afiliasi diperlukan pada buku-buku perusahaan yang mempunyai penyertaan modal. Pengakuan bagian atas laba usaha PT Ekawati sebanyak 75% dalam satu tahun buku 1976 oleh PT Wijaya dengan mudah dapat ditentukan yaitu 75% x Rp 5.000.000 = Rp 3.750.000. Untuk menentukan besarnya laba masing-masing perusahaan itu dapat dilakukan sebagai berikut : Apabila misalnya X adalah besarnya laba PT Wijayadalam tahun1977 Y adalah besarnya laba PT Ekawati dalam 1977; maka diperoleh persamaan: (1) X = 7.375.000 + 0,75Y (2) Y = 2.500.000 + 0,10X Kemudian X dihitung sebagai berikut : X = 7.375.000 + 0,75(2.500.000 + 0,10X) X = 7.375.000 + 1.875.000 + 0,075X 0,925 X = 9.250.000 X = 10.000.000
  • 33. Sedang Y dihitung sebagai berikut : Y = 2.500.000 + 0,10X Y = 2.500.000 + 0,10 + 10.000.000 Y = 3.500.000 Pengakuan atas bagian laba dari pemilikan saham oleh masing-masing perusahaan dihitung atas dasar jumlah-jumlah tersebut di atas. 1) Pengakuan bagian atas laba PT Ekawati oleh PT Wijaya untuk tahun buku 1977 adalah 75% x Rp 3.500.000 = Rp 2.625.000 Investasi saham PT Ekawati Rp 2.625.000 Laba (rugi) PT Ekawati – (Laba Yang Ditahan) Rp 2.625.000 2) Pengakuan bagian atas laba PT Wijaya oleh PT Ekawati dalam tahun 1977 sebesar Rp 1.000.000 (10% x Rp 10.000.000) Investasi saham PT Wijaya Rp 1.000.000 Laba (rugi) PT Wijaya – (Laba Yang Ditahan) Rp 1.000.000 Dengan adanya pengakuan terhadap bagian laba (rugi) periodik ini pada metode equity, neraca individual telah menunjukkan hak-hak pemilikan atas penyertaan modal masing-masing perusahaan sesuai dengan nilai buku hak pemegang sahamnya. Oleh karena itu apabila kemudian disusun neraca konsolidasi, maka eliminasi terhadap hak-hak pemilikan masing-masing perusahaan didasarkan pada posisi investasi saham dan hak-hak pemegang saham pada tanggal neraca sebagai berikut : 1) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Wijaya atas PT Ekawati dilakukan 75% dari saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 31 Desember 1977. Modal saham PT Ekawati Rp 75.000.000 Laba Yang Ditahan PT Ekawati Rp 4.875.000 Investasi saham PT Ekawati Rp 79.875.000 2) Eliminasi hak-hak pemilikan PT Ekawati atas PT Wijaya sebesar 10% dari saldo hak-hak pemegang saham pada tanggal 31 Desember 1977. Modal saham PT Wijaya Rp 10.000.000 Laba Yang Ditahan PT Wijaya Rp 3.375.000 Selisih lebih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Saham Rp 2.125.000 Investasi saham PT Wijaya Rp 15.500.000
  • 34. BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Hak kontrol yang diperoleh dengan pemilikan tidak secara langsung dan mutual holding secara berturut-turut sebagai berikut: a. Hak control yang diperoleh dengan pemilikan tidak secara langsung : 1) Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sesudah adanya hak kontrol oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk. 2) Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sebelum adanya kontrol oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk. 3) Hak kontrol yang diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi di antara perusahaan-perusahaan (anak). b. Mutual atau reciprocal holdings dengan pemilikan saham perusahaan anak terjadi setelah perusahaan berjalan. 1) Pemilikan tidak langsung :  Pemilikan saham-saham perusahaan anak terjadi sesudah adanya hak kontrol perusahaan induk atas perusahaan sub induk.  Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sebelum adanya hak control oleh perusahaan induk terhadap perusahaan sub induk.  Hak control diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi di antara perusahaan-perusahaan anak 2) Saling memiliki saham  Pemilikan saham pada perusahaan anak, terjadi pada saat perusahaan (anak) didirikan.  Pemilikan saham-saham perusahaan anak terjadi setelah perusahaan anak berjalan.
  • 35. DAFTAR PUSTAKA Drs. Hadori Yunus dan Drs. Harnanto. Akuntansi Keuangan Lanjutan Edisi Pertama. Yogyakarata: Penerbit BPFE, 2000.