Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Motivator Indonesia Asia , Motivator Indonesia Muda , Motivator Indonesia Terbaik

64 views

Published on

Motivator Indonesia Asia , Motivator Indonesia Muda , Motivator Indonesia Terbaik , Motivator Indonesia Terkenal Motivator Indonesia Asia

Published in: Education
  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Motivator Indonesia Asia , Motivator Indonesia Muda , Motivator Indonesia Terbaik

  1. 1. Motivator Indonesia Asia , Motivator Indonesia Muda , Motivator Indonesia Terbaik Topik seru nih. Networking atau silaturahim, sering saya singgung dalam seminar- seminar motivasi. Saya pikir, motivator Indonesia manapun, pasti sering menyinggungnya. motivator-indonesia-motivator-dunia-nick-vujicic-motivator-termuda Networking bersama motivator-motivator dunia, Philip Kotler, Richard Branson, Robert Allen, dan Nick Vujicic Maka catatlah: - Petuah Bapak Pemasaran, salah satu inspirator dunia, Philip Kotler, “Bisnis di Asia akan lebih mudah dijalankan, apabila didukung dengan network.” - Petuah Bapak Kekayaan, salah satu motivator dunia, Robert Kiyosaki, “Orang- orang terkaya di dunia mencari dan membangun network, sedangkan orang lain mencari pekerjaan.” motivator-indonesia-motivator-dunia-nick-vujicic-motivator-termuda motivator-indonesia-motivator-dunia-nick-vujicic-motivator-termuda - Berdasar penelitian University of Queensland terhadap lebih dari 11.000 orang, setiap satu jam yang Anda habiskan di depan TV mengurangi harapan hidup Anda 22 menit. Mungkin karena terpancarnya radiasi dan berkurangnya peluang untuk networking. Berdasar penelitian Wayne State University terhadap lebih dari 10.000 orang, mereka dengan nama berinisial D memiliki umur lebih pendek, sementara A memiliki umur lebih panjang. Mungkin karena A itu identik dengan nilai A dan kata access (network). Sekian dari saya, Ippho Santosa. Membawakan seminar motivasi pekerja atau seminar motivasi karyawan memerlukan pendekatan tersendiri. Ada pula yang menyebutnya seminar motivasi kerja. Biasanya, yang dibahas lebih pada produktivitas kerja dan etos kerja, lalu dikemas dalam bentuk in-house seminar atau in-house training. Bagi organisasi, ini bagian dari pelatihan dan pengembangan SDM. Seminar motivasi bisnis atau seminar motivasi wirausaha, tentu saja memerlukan pendekatan yang berbeda. Mengelola produksi dan penjualan dalam skala UKM, biasanya itulah yang sering dibahas, dikemas dalam bentuk public seminar. Dari segi skala, kadang berupa seminar nasional, kadang berupa seminar internasional.
  2. 2. Sekali lagi, kedua-duanya berbeda walaupun sama-sama seminar motivasi diri atau seminar motivasi sukses. Perlu digarisbawahi, isinya bukan sekadar seruan-seruan semangat, melainkan juga inspirasi demi inspirasi dan hal-hal teknis dalam mencapai sesuatu. Maka muncullah berbagai tema lainnya, seperti seminar perubahan, seminar penjualan, seminar otak kanan, seminar pencapaian target, dan lain-lain. motivator-indonesia-terbaik Menjadi pembicara seminar atau motivator Indonesia, sudah menjadi passion bagi Ippho Santosa, bukan sekadar profesi. Ia berusaha menjadi salah satu motivator terbaik atau pembicara terbaik di negeri ini. Dengan izin Yang Maha Kuasa, sekitar satu juta alumni seminar sudah membuktikan itu, bahkan seminarnya telah menembus belasan negara di empat benua. Buku-bukunya telah terjual satu juta eksemplar dan hanya dua motivator di Indonesia yang telah melampaui angka itu, yakni Ippho Santosa dan Ary Ginanjar. Sebagai motivator Indonesia, izinkan kali ini saya membahas soal terbang. Seru nih. Di seminar motivasi dan training motivasi, saya tidak pernah menyampaikan soal ini. Di film Spiderman yang terbaru (Homecoming, rilis 2017), sepertinya Spiderman akan ditemani oleh Iron Man, meskipun durasinya tak lama. Mungkin ini kompensasi atas kemunculan Spiderman di film Civil War yang melagakan Captain America dan Iron Man. Motivator-Indonesia-Motivator-Raker-Motivator-Terbaik Terlihat di film-film bagaimana Iron Man alias Tony Stark bisa terbang dengan baju besinya yang teramat canggih. Manusia terbang, mungkinkah itu terjadi dalam dunia nyata? Mungkin saja. Buktinya? Adalah Franky Zapata dengan Hoverboard-nya mampu terbang bagai Iron Man, meskipun Hoverboard masih kalah canggih. Di Bali saya pernah mencoba alat semacam ini, namanya flyboard atau waterboard. Bedanya, yang saya coba itu masih ada kabel besar yang terhubung ke speedboad. Itu pun saya cuma bisa melayang-layang di atas air doang. Nggak bisa di darat. ippho-seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-Motivator-Indonesia- Motivator-Raker Terlepas dari itu, guru saya pernah berwasiat, "Hiasi hari-hari kita dengan prestasi, niscaya hidup kita akan lebih berisi dan lebih bergengsi." Nah, Abbas Ibn Firnas
  3. 3. adalah salah satu sosok yang berhasil menghiasi hari-harinya dengan prestasi. Hm, Anda pernah mendengar namanya? Abbas Ibn Firnas, seorang fisikawan dan ahli penerbangan dari abad ke-9, tercatat sebagai MANUSIA PERTAMA yang mengembangkan alat penerbangan dan berhasil terbang (sumber: National Geographic). Karena ini sangat penting, ada baiknya kalau tulisan ini Anda share. Ya, Abbas Ibn Firnas-lah yang pertama, bukan Wright bersaudara seperti persepsi khalayak dan publikasi media selama ini. Abbas Ibn Firnas, yang dikenal juga sebagai Armen Firman, wafat pada tahun 888, karena cedera punggung akibat uji coba pesawat buatannya. Hebatnya lagi, Abbas bukan hanya penemu pesawat terbang pertama. Ia juga ilmuwan serba bisa. Salah satunya, ia menemukan jam air yang disebut Al-Maqata. Dan masih banyak lagi. Atas berbagai kontribusinya terhadap dunia, beberapa negara menyematkan penghormatan khusus kepadanya. Misal, Libya mengeluarkan perangko bergambar dirinya. Irak mengabadikan namanya sebagai nama bandara di utara Baghdad. Namanya juga dipakai sebagai nama jembatan di kota asalnya, Cordoba. Nama Armen Firman sendiri menjadi nama salah satu kawah di bulan. Ya, ia berhasil menghiasi hari-harinya dengan prestasi. Sekarang, giliran kita. Tak harus seperti Tony Stark, Franky Zapata, dan Abbas Ibn Firnas. Berprestasilah di bidang kita masing-masing. Bukan untuk dikenang manusia atau dikagumi manusia, melainkan untuk menebar manfaat kepada seluas-luasnya manusia. Ingatlah, emas dinilai dari karat. Manusia? Dinilai dari manfaat. Tak perlu kita berdebat, saya yakin Anda 100 persen sepakat. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya.

×