AKHLAK ANAK TERHADAP ORANG TUA DAN MURID TERHADAP GURU

36,191 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
36,191
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
338
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

AKHLAK ANAK TERHADAP ORANG TUA DAN MURID TERHADAP GURU

  1. 1. AKHLAK ANAK TERHADAP ORANGTUA DAN MURID TERHADAP GURU Oleh : Drs. H. MOH. HOLILI, M.Pd.I GPAI UPT SDN BUGUL LOR - Kota Pasuruan Staf Pengajar di MMU Tingkat Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri Mantan Kepala UPT SDN Blandongan – Kota Pasuruan Akhlak berasal dari bahasa arab yaitu alkhulq, al-khuluq mempunyai arti watak, tabiat. Secara istilahakhlak menurut Ibnu Maskawih adalah sesuatu keadaan bagi jiwa yang mendorong ia melakukan tindakan-tindakan dari keadaan itu tanpa melalui pikiran dan pertimbangan. Keadaan ini terbagi dua, ada yang berasal daritabiat aslinya, ada pula yang diperoleh dari kebiasaan yang berulang-ulang. Boleh jadi, pada mulanya tindakan itumelalui pikiran dan pertimbangan, kemudian dilakukan terus menerus, maka jadilah suatu bakat dan akhlak.A. AKHLAK TERHADAP ORANG TUA Orang tua adalah perantara perwujudan kita. Kalaulah mereka itu tidak ada, kitapun tidak akan pernah ada.Kita tahu bahwa perwujudan itu disertai dengan kebaikan dan kenikmatan yang tak terhingga banyaknya., berbagairizki yang kita peroleh dan kedudukan yang kita raih. Orang tua sering kali mengerahkan segenap jerih payamereka untuk menghindarkan bahaya dari diri kita. Mereka bersedia kurang tidur agar kita bisa beristirahat.Mereka memberikan kesenangan-kesenangan kepada kita yang tidak bisa kita raih sendiri. Mereka memikulberbagai penderitaan dan mesti berkorban dalam bentuk yang sulit kita bayangkan. Dengan demikian, menghardik kedua orang tua dan berbuat buruk kepada mereka tidak mungkin terjadikecuali dari jiwa yang bengis dan kotor, berkurang dosa, dan tidak bisa diharap menjadi baik. Sebab, seandainyaoseseorang tahu bahwa kebaikan dan petunjuk Alloh SWT mempunyai peranan yang sangat besar, tentunya siapatahu pula bagaimana harus berbuat baik kepada orang yang semestinya diperlakukan dengan baik., bersikap muliaterhadap orang yang telah membimbing, berterima kasih kepada orang yang telah memberikan kenikmatansebelum dia sendiri bisa mendapatkannya, dan yang telah melimpahinya dengan berbagai kebaikan yang takmungkin bisa di balas. Orang tua adalah orang-orang yang bersedia berkorban demi anaknya, tanpamemperdulikan apa balasan yang akan diterimanya.1. Kewajiban kepada ibu Kalau ibu merawat jasmani dan rohaninya sejak kecil secara langsung, maka bapak pun merawatnya,mencari nafkahnya, membesarkannya, mendidiknya dan menyekolahkannya, disanping usaha ibu. Kalau mulaimengandung sampai masa muhariq (masa dapat membedakan mana yang baik dan buruk), seorang ibu sangatberperan, maka setelah mulai memasuki masa belajar, ayah lebih tampak kewajibannya, mendidiknya danmempertumbuhkannya menjadi dewasa, namun apabila dibandingkan antara berat tugas ibu dengan ayah, mulaimengandung sampai dewasa dan sebagaimana perasaan ibu dan ayah terhadap putranya, maka secaraperbandingan, tidaklah keliru apabila dikatakan lebih berat tugas ibu dari pada tugas ayah. Coba bandingkan,banyak sekali yang tidak bisa dilakukan oleh seorang ayah terhadap anaknya, yang hanya seorang ibu saja yangdapat mengatasinya tetapi sebaliknya banyak tugas ayah yang bisa dikerjakan oleh seorang ibu. Barangkali karena
  2. 2. demikian inilah maka penghargaan kepada ibunya. Walaupun bukan berarti ayahnya tidak dimuliakan, melainkanhendaknya mendahulukan ibu daripada mendahulukan ayahnya dalam cara memuliakan orang tua.2. Berbuat baik kepada ibu dan ayah, walaupun keduanya lalim Seorang anak menusut ajaran Islam diwajibkan berbuat baik kepada ibu dan ayahnya, dalam keadaanbagaimanapun. Artinya jangan sampai si anak menyinggung perasaan orang tuanya, walaupun seandainya orangtua berbuat lalim kepada anaknya, dengan melakukan yang tidak semestinya, maka jangan sekali-kali si anakberbuat tidak baik, atau membalas, mengimbangi ketidakbaikan orang tua kepada anaknya, Alloh SWT tidakmeridhainya sehingga orang tua itu meridhainya.Menurut ukuran secara umum, si orang tua tidak sampai akan menganiaya kepada ananya. Kalaulah itu terjadipenaniayaan orang tua kepada anaknya adalah disebakan perbuatan si anak itu sendiri yang menyebabkan marahdan penganiayaan orang tua kepada anaknya. Didalam kasus demikian seandainya si orang tua marh kepadaanaknya dan berbuat aniaya sehingga ia tiada ridha kepada anaknya, Alloh SWT pun tidak meridhai si anaktersebut lantaran orang tua.3. Berkata halus dan mulia kepada ibu dan ayah Segala sikap orang tua terutama ibu memberikan refleksi yang kuat terhadap sikap si anak. Dalam halberkata pun demikian. Apabila si ibu sering menggunakan kata-kata halus kepada anaknya, si anak pun akanberkata halus. Kalau si ibu atau ayah sering mempergunakan kata-kata yang kasar, si anakpun akanmempergunakan kata-kata kasar, sesuai yang digunakan oleh ibu dan ayahnya. Sebab si anak mempunyai instingmenir yang lebih mudah ditiru adalah orang yang terdekat dengannya, yaitu orang tua, terutama ibunya. Agar anakberlaku lemah lembut dan sopan kepada orang tuanya, harus dididik dan diberi contoh sehari-hari oleh orangtuanya bagaimana sianak berbuat, bersikap, dan berbicara. Kewajiban anak kepada orang tuanya menurut ajaranislam harus berbicara sopan, lemah-lembut dan mempergunakan kata-kata mulia.4. Berbuat baik kepada ibu dan ayah yang sudah meninggal dunia Bagaimana berbuat baik seorang anak kepada ibu dan ayahnya yang sudah tiada. Dalam hal ini menuruttuntunan ajaran Islam sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Abu Usaid yangartinya::”Kami pernah berada pada suatu majelis bersama Nabi, seorang bertanya kepada Rasulullah SAW: WahaiRasulullah, apakah ada sisa kebajikan setelah keduanya meninggal dunia yang aku untuk berbuat sesuatukebaikan kepada kedua orang tuaku. “Rasulullah SAW bersabda: ”Ya, ada empat hal :”mendoakan danmemintakan ampun untuk keduanya, menempati / melaksanakan janji keduanya, memuliakan teman-temankedua orang tua, dan bersilaturrahim yang engkau tiada mendapatkan kasih sayang kecuali karena keduaorang tua”.Hadist ini menunjukkan cara kita berbuat baik kepada ibu dan ayah kita, apabila beliau-beliau itu sudah tiada yaitu: 1. Mendoakan ayah ibu yang telah tiada itu dan meminta ampun kepada Alloh SWT dari segala dosa orang tua kita.
  3. 3. 2. Menepati janji kedua ibu bapak. Kalau sewaktu hidup orang tua mempunyai janji kepada seseorang, maka anaknya harus berusaha menunaikan menepati janji tersebut. Umpamanya beliau akan naik haj, yang belum sampai melaksanakannya, maka kewajiban anaknya menunaikan haji orang tua tersebut. 3. Memuliakan teman-teman kedua orang tua. Diwaktu hidupnya ibu atau ayah mempunyai teman akrab, ibu atau ayah saling tolong-menolong dengan temannya dalam bermasyarakat. Maka untuk berbuat kebajikan kepada kedua orang tua kita yang telah tiada, selain tersebut di atas, kita harus memuliakan teman ayah dan ibu semasa ia masih hidup. 4. Bersilalaturrahmi kepada orang yang kita mempunyai hubungan karena kedua orang tua. Maka terhadap orang yang dipertemukan oleh ayah atau ibu sewaktu masih hidup, maka hal itu termasuk berbuat baik kepada ibu dan bapak kita yang sudah meninggal dunia.Tetapi bagaimana jika kita ingin berbuat baik kepada ibu dan ayah serta patuh terhadapnya, terkadang perintahyang di berikannya tidak sesuai dengan ketentuan Islam. Adapun cara menghadapi perintah kedua orang tua yangbertentanga dengan ajaran Islam: 1. Jika suatu saat kamu disuruh berbohong oleh ibu atau ayah, sebaiknya katakan kepada keduanya bahwasanya Alloh SWT melihat kita. 2. Jangan sekali-kali membantah perintah orang tua dengan nada kesal dan ngotot, sebab tidak akan mambuahkan hasil. Akan tetapi hadapi dengan tenang dan penuh keyakinan dan percaya diri. 3. Ayah dan ibu itu manusia biasa yang tak luput dari kesalaha dan kekurangan. Jangan posisikan kedua orang tua seperti Nabi yang tak pernah berbuat salah. Maafkan mereka, bila kita anggap cara dan perintah orang tua bertentangan dari hati nurani atau nilai-nilai yang kamu yakini kebenarannya.B. AKHLAK MURID TERHADAP GURU Guru merupakan orang yang bejasa terhadap sang murid atau dengan kata lain guru merupakan orang yangmendidik dan memberikan ilmu pengetahuan kepada murid diluar bimbingan orang tua dirumah, sehingga akhlakulkarimah terhadap guru perlu di terapkan sebagaimana akhlak kita terhadap kedua orang tua. Adapun kode etikterhadap guru meliputi :Ibn jama’ah menyusun kode etik yaitu: 1. Murid harus mengikuti guru yang dikenal baik akhlak, tinggi ilmu dan keahlian, berwibawa, santun dan penyayang. Ia tidak mengikuti guru yang tinggi ilmunya tetapi tidak saleh, tidak waras, atau tercela akhlaknya. 2. Murid harus mengikuti dan mematuhi guru. Menurut ibn jama’ah rasa hina dan kecil di depan guru merupakan pangkal keberhasilan dan kemuliaan. Ia memberikan contoh lain, yaitu penuntut ilmu ibarat orang lari dari kebodohan seperti lari dari singa ganas. Ia percaya kepada orang penunjuk jalan lari. 3. Murid harus mengagungkan guru dan meyakini kesempurnaan ilmunya. Orang yang berhasil hingga menjadi ilmuwan besar, sama sekali tidak boleh berhenti menghormati guru. 4. Murid harus mengingat hak guru atas dirinya sepanjang hayat dan setelah wafat. Ia menghormati sepanjang hidup guru, meski sudah wafat. Murid tetap mengamalkan dan mengembangkan ajaran guru. 5. Murid bersikap sabar terhadap perlakuan kasar atau akhlak buruk guru. Hendaknya berusaha untuk memaafkan segala kehilafannya, dan turut memohonkan ampun kepada Alloh SWT untuk gurunya.
  4. 4. 6. Murid harus menunjukkan rasa berterima kasih terhadap ajaran guru. Melalui itulah ia mengetahui apa yang harus dilakukan dan dihindari. Ia memperoleh keselamatan dunia dan akhirat. Meskipun guru menyampaikan informasi yang sudah di ketahui murid, ia harus menunjukan rasa ingin tahu tinggi terhadap sebuah informasi. 7. Murid tidak menghadap guru tanpa izin lebih dahulu, baik guru sedang sendiri maupun bersama orang lain. Jika telah meminta izin dan tidak memperoleh. Ia tidak boleh mengulangi minta izin. Jika ragu apakah guru mendengar suaranya, ia bisa mengulanginya paling banyak tiga kali. 8. Harus duduk sopan didepan guru. Misalnya, duduk bersila dengan tawadu’, tenang, diam, posisi duduk sedapat mungkin berhadapan dengan guru, atentif terhadap perkataan guru sehingga tidak membuat guru mengulangi perkataan. Tidak di benarkan berpaling atau menoleh tanpa keperluan jelas, terutama saat guru berbicara kepadanya. 9. Bekomunikasi dengan guru secara santun dan lemah- lembut. Ketika guru keliru baik khilaf atau karena tidak tahu, sementara murid mengetahui, ia harus menjaga perasaan agar tidak terlihat perubahan wajahnya. Hendaknya menunggu sampai guru menyadari kekeliruan. Bila setelah menunggu tidak ada indikasi guru menyadari kekeliruan, murid mengingatkan secara halus. 10. Jika guru mengungkapkan satu soal, atau kisah atau sepenggal sair yang sudah dihafal murid, ia harus tetap mendengarkan dengan antusias, seolah-olah belum pernah mendengar. 11. Murid tidak boleh menjawab pertanyaan guru meskipun mengetahui, kecuali guru memberi isyarat memberi jawaban. 12. Murid harus mengamalkan tayamun (mengutamakan yang kanan). Ketika memberi sesuatu kepada guru. Harus menjaga sikap wajar, tidak terlalu dekat hingga jaraknya terkesan mengganggu guru. Tidak pula terlalu jauh hingga harus merentangkan tangan secara berlebihan yang mengesankan kurang serius.Demikian tulisan dengan judul AKHLAK ANAK TERHADAP ORANG TUA DAN MURID TERHADAPGURU, semoga aga guna dan manfaatnya bagi segenap pembaca, khususnya bagi rekan-rekan guru yang budiman. %%%%%Penulias adalah Guru Pendidikan Islam pada UPT SDN Bugul Lor - Kota Pasuruan, Staf Pengajar Madrasah Miftahul UlumTingkat Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri Kabupaten Pasuruan dan Mantan Kepala UPT SDN Blandongan Kota Pasuruan. Tinggaldi Jl. Anjasmoro Gg. X / 34 Kelurahan Bugul Lor Kota Pasuruan 67122. HP. 08123321181. No. Rekening Bank Mandiri : 144-00-1122959-5 A/N Drs. MOH. HOLILI, S.Pd.I

×