Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Kerusuhan Bernuansa Etnis/Rasial            di Prancis      Pasca Crise Pétrolière               ANNISA PUSPA CINTYA      ...
Siapakah Imigran?Berdasarkan Le Haut Conseil d’Integration:“Imigran adalah orang yang lahir di luarteritori Prancis dan ma...
Imigran di Prancis Setelah Perang Dunia II• Imigran yang datang ke Prancis setelah Perang  Dunia II masih didominasi oleh ...
Nombre d’ étrangers Résident En France                             8 % dari keseluruhan                             popula...
Latar Belakang Kedatangan Imigran di               Prancis        Adanya industrialisasi dan       perbaikan ekonomi di Pr...
Pandangan Masyarakat Prancis   terhadap Imigrasi dan ImigranPerdebatan tentang imigrasi tidaklagi terbatas pada dimension ...
Dalam menghadapi para imigran, masyarakatPrancis terbagi menjadi 2 kutubyaitu, l’extrême droite dan yang mengusulkanintegr...
PANDANGAN RAKYAT PRANCIS  TERHADAP MASALAH ETNIS/RASIAL• 88% Rakyat Prancis beranggapan bahwa rasisme  adalah fenomena yan...
• 75 % masyarakat Prancis tidak senang jika umat  muslim terlibat dalam pemilihan presiden.• 71 % masyarakat Prancis menan...
• 35% rakyat Prancis menyatakan bahwa  mereka tidak menyukai orang yang beragama  islam• 43% rakyat Prancis beranggapan ba...
ANTI-IMIGRAN    Orang – orang prancis yang tidak menyukai    imigran dan keturunannya berlandaskan    beberapa alasan, yai...
• Sejak terjadi crise pétroliere, mulai banyak  terjadi diskriminasi yang dilakukan oleh rakyat  Prancis terhadap para imi...
MAGHREBIN    Untuk mendapatkan persamaan, mereka melakukan    aksi, seperti:•   Marche des beurs•   Gerakan budaya; musik,...
Korban Kekerasan Etnis/Rasial    NORTHERN               42%    AFRICAN /     MUSLIMS  IMMIGRANTS IN            25%    GENE...
Les Émeutes• 1979 – merupakan kerusuhan pertama, terjadi  di    daerah    Grappinière,    di    Vaulx-en-  Velin, pinggira...
Les Émeutes• 1983 – Selama musim panas, terjadi bentrokan  hebat antara polisi dan pemuda. Dalam  bentrokan tersebut, Toum...
Les Émeutes• 1990 – 6 Oktober terjadi bentrokan antara pemuda  dan polisi di Vaulx-en-Velin yang dipicu oleh kematian  Tho...
Les Émeutes• 1993 - 30 Oktober di pinggiran kota Saint-  Fons, Lyon, bentrokan pecah setelah kematian  Mourad Tchier yang ...
Les Émeutes• 1994 – 4 April, di Vaulx-en-Velin, Bron dan  Rillieux-la-Pape. Dua pemuda tewas dalam  kecelakaan sebuah BMW ...
Les Émeutes• 1995 – 1 Oktober, sekitar dua ratus pemuda  bentrok dengan polisi dalam kelompok kecil, di  pinggiran kota Ly...
Les Émeutes• 1997 – 2,3 November, malam hari kerusuhan terjadi di  wilayah La Duchère, Lyon setelah kematian seorang  pemu...
Les Émeutes• 1998 – Januari, terjadi kerusuhan di pusat  perbelanjaan di Part-Dieu, 300 sampai 400  pemuda datang dari pin...
Les émeutes des Banlieues de 2005• Les émeutes des banlieues de 2005 adalah  serangkaian      kerusuhan         oleh     o...
Les émeutes des Banlieues de 2005• Ketidakpuasan imigran ini diperparah dengan tewasnya  dua remaja oleh sengatan listrik ...
Les émeutes des Banlieues de 2005• Pada tanggal 30 Oktober granat gas air  mata diluncurkan ke masjid di Cité des Bousquet...
• Pada tanggal 6 November Gereja Katolik di  Liévin, Lens, dan Sète, diserang oleh bom  Molotov• Pada tanggal 8 November P...
• Pada tanggal 6 November Gereja Katolik di  Liévin, Lens, dan Sète, diserang oleh bom  Molotov• Pada tanggal 8 November P...
KERUGIAN DARI LESÉMEUTES DE BANLIEU DE2005 10 436 Mobil     233 Kantor negara       74 Gedung swasta         7 stasiun    ...
KesimpulanRasisme dan Xenophobie di Prancis meningkat diakibatkan krisis ekonomi. Para imigran dianggap sebagai penyebab d...
Daftar Pustaka• http://staff.ui.ac.id/internal/070603003/publi  kasi/MASALAHINTEGRASIDIPRANCIS-AMX.pdf• http://fr.wikipedi...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kel 12 kerusuhan bernuansa etnis dan rasial di prancis pasca crise petroliere1

945 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kel 12 kerusuhan bernuansa etnis dan rasial di prancis pasca crise petroliere1

  1. 1. Kerusuhan Bernuansa Etnis/Rasial di Prancis Pasca Crise Pétrolière ANNISA PUSPA CINTYA HANA MAULIDA Kelompok 12
  2. 2. Siapakah Imigran?Berdasarkan Le Haut Conseil d’Integration:“Imigran adalah orang yang lahir di luarteritori Prancis dan masuk ke wilayah Prancisdengan niat untuk tinggal dan menetapdalam teritori Prancis dalam waktu yanglama.”
  3. 3. Imigran di Prancis Setelah Perang Dunia II• Imigran yang datang ke Prancis setelah Perang Dunia II masih didominasi oleh mereka yang berasal dari negara-negara tetangganya di Eropa. Namun mengalami penurunan.• Sebaliknya, imigran yang berasal dari Afrika jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun.• Negara-negara Afrika tersebut adalah Aljazair, Maroko, Tunisia (negara magribi), dan juga Afrika hitam yang sejak tahun 1999 jumlahnya meningkat hingga 45%.
  4. 4. Nombre d’ étrangers Résident En France 8 % dari keseluruhan populasi di PrancisAda sekitar 4,5 juta adalah imigran. Proporsinya pun bervariasi dan terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun.Source : Francoscopie 1991
  5. 5. Latar Belakang Kedatangan Imigran di Prancis Adanya industrialisasi dan perbaikan ekonomi di Prancis Kebutuhan akan tenaga kerja meningkat Imigran datang ke Prancis tanpa memiliki skill apapun, sehingga tenaga merekapun bisa dibayar murah.
  6. 6. Pandangan Masyarakat Prancis terhadap Imigrasi dan ImigranPerdebatan tentang imigrasi tidaklagi terbatas pada dimension conjoncturelledan masalah ekonomi saja.Imigrasi menjadi masalah yangmempengaruhi masa depan masyarakat.Banyaknya imigran di Prancis dan terjadinyakrisis ekonomi melatarbelakangi munculnyarasisme dan xenofobia di Prancis.
  7. 7. Dalam menghadapi para imigran, masyarakatPrancis terbagi menjadi 2 kutubyaitu, l’extrême droite dan yang mengusulkanintegrasi , Sos-Racisme.Banyak masyarakat Prancis yang takutkehilangan identitas mereka di dalammasyarakat multikultural.
  8. 8. PANDANGAN RAKYAT PRANCIS TERHADAP MASALAH ETNIS/RASIAL• 88% Rakyat Prancis beranggapan bahwa rasisme adalah fenomena yang biasa terjadi di Prancis• 63% Rakyat Prancis berpendapat bahwa imigran mengalami kesulitan untuk mengintegrasikan diri dengan masyarakat Prancis karena perbedaan mereka sendiri• Pada tahun 2005 satu dari tiga orang rakyat prancis mengakui bahwa dirinya sebagai orang yang rasis
  9. 9. • 75 % masyarakat Prancis tidak senang jika umat muslim terlibat dalam pemilihan presiden.• 71 % masyarakat Prancis menanggap banyak kata – kata yang bersifat fanatisme di dalam Islam.• 68 % des francais pensent que le seuil de tolerance a ete atteint en ce qui concerne l’immigration• 53 % masyarakat Prancis menganggap tidak normal jika gadis – gadis muslim menggunakan jilbab di sekolah negri.
  10. 10. • 35% rakyat Prancis menyatakan bahwa mereka tidak menyukai orang yang beragama islam• 43% rakyat Prancis beranggapan bahwa komunitas muslim adalah penyebab kerusuhan di PrancisSumber: Francoscopie, 1991
  11. 11. ANTI-IMIGRAN Orang – orang prancis yang tidak menyukai imigran dan keturunannya berlandaskan beberapa alasan, yaitu:• Orang perancis terdesak untuk berlomba mendapatkan pekerjaan• Kekerasan yang dilakukan maghrebin• Perbedaan budaya yang sangat mencolok• Isu – isu internasional yang memojokkan maghrebin (terorisme)
  12. 12. • Sejak terjadi crise pétroliere, mulai banyak terjadi diskriminasi yang dilakukan oleh rakyat Prancis terhadap para imigran.• Diskriminasi yang dilakukan oleh rakyat prancis membuat para imigran menjadi tidak nyaman• Beberapa contoh diskriminasi para imigran adalah dilarang masuk ke beberapa restoran, café, dan tempat hiburan lainnya.
  13. 13. MAGHREBIN Untuk mendapatkan persamaan, mereka melakukan aksi, seperti:• Marche des beurs• Gerakan budaya; musik, sastra, dan film• Gerakan pers; sans frontiere, radios communautaires• Organisasi; SOS Racisme• Mogok makan, aksi – aksi kekerasan;pemboman, pembakaran mobil dsb.
  14. 14. Korban Kekerasan Etnis/Rasial NORTHERN 42% AFRICAN / MUSLIMS IMMIGRANTS IN 25% GENERAL AFRICAN/BLACK 16% http://img146.imageshack.us/img146/9597/cpe281en.jpg PEOPLE JEWS 6%High comitee of national polling 2005
  15. 15. Les Émeutes• 1979 – merupakan kerusuhan pertama, terjadi di daerah Grappinière, di Vaulx-en- Velin, pinggiran kota Lyon. Terjadi bentrokan antara pemuda dan aparat keamanan serta adanya pembakaran mobil – mobil.• 1981 – terjadi kerusuhan di Minguettes, Vénissieux, pinggiran kota Lyon.
  16. 16. Les Émeutes• 1983 – Selama musim panas, terjadi bentrokan hebat antara polisi dan pemuda. Dalam bentrokan tersebut, Toumi Djaïda, presiden muda SOS Avenir Minguettes, terluka oleh polisi. Kebakaran mobil dan degradasi perkotaan secara luas diberitakan oleh media masa.• 1987 – Tanggal 8 Juni setelah kematian seorang pemuda bernama Aziz Bouguessa bentrokan kembali terjadi di pinggiran kota Lyon.
  17. 17. Les Émeutes• 1990 – 6 Oktober terjadi bentrokan antara pemuda dan polisi di Vaulx-en-Velin yang dipicu oleh kematian Thomas Claudio, pengendara motor yang jatuh karena dihalang – halangi polisi. Adanya kebakaran – kebakaran dan dirampoknya pusat – pusat perbelanjaan.• 1992 – Oktober, di Vaulx-en-Velin, Mohamed Bahri dibunuh oleh polisi ketika ia mencoba melarikan diri dengan sebuah BMW curian. Tiga malam bentrokan, penembakan di sebuah kantor polisi dan tiga puluh tiga kendaraan rusak dan dibakar.
  18. 18. Les Émeutes• 1993 - 30 Oktober di pinggiran kota Saint- Fons, Lyon, bentrokan pecah setelah kematian Mourad Tchier yang dibunuh oleh polisi karena mengendarai sebuah mobil curian.• 1994 - 27 Januari, kerusuhan pecah karena kematian Ibrahim Sy yang ditembak oleh polisi saat ia berada di mobil dengan dua pemuda lainnya. Mereka diduga sedang mempersiapkan perampokan di tempat parkir sebuah hotel di Val-de-Reuil.
  19. 19. Les Émeutes• 1994 – 4 April, di Vaulx-en-Velin, Bron dan Rillieux-la-Pape. Dua pemuda tewas dalam kecelakaan sebuah BMW curian. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kerusuhan selama seminggu. Dua gym terbakar, adanya usaha pembakaran sebuah perguruan tinggi, kantor polisi Bron diserang. Sebuah apotek juga diserang dengan bom molotov.• 1994 – 18 April, di Bron Rhône, di pinggiran kota Lyon, Al-Khafif Amamra, dikejar polisi karena mencuri dan akhirnya tewas dibunuh.
  20. 20. Les Émeutes• 1995 – 1 Oktober, sekitar dua ratus pemuda bentrok dengan polisi dalam kelompok kecil, di pinggiran kota Lyon setelah kematian Khaled Kelkal. Bentrokan dimulai dari Vaulx-en- Velin, kemudian meluas ke seluruh Lyon pinggiran, Givors, Venice, Saint-Priest, Meyzieu. 36 kendaraan dibakar dan 19 orang ditahan untuk dimintai keterangan.
  21. 21. Les Émeutes• 1997 – 2,3 November, malam hari kerusuhan terjadi di wilayah La Duchère, Lyon setelah kematian seorang pemuda, Fabrice Fernandez, yang terbunuh oleh sebuah peluru yang ditembakkan ke kepalanya dari jarak dekat saat dia diinterogasi. Di Dammarie-lès-Lys seorang lelaki dibunuh oleh polisi dengan peluru yang tepat kena kepala untuk melawan serangan yang dilakukan oleh temannya. Hal ini diikuti dengan kerusuhan selama seminggu di Dammarie-lès-Lys.
  22. 22. Les Émeutes• 1998 – Januari, terjadi kerusuhan di pusat perbelanjaan di Part-Dieu, 300 sampai 400 pemuda datang dari pinggiran kota Lyon. Tujuh orang luka ringan terkena lemparan batu, empat polisi dan seorang pria tua cedera. Toko – toko, kaca pintu akses ke mal dan sebuah menara kantor hancur.
  23. 23. Les émeutes des Banlieues de 2005• Les émeutes des banlieues de 2005 adalah serangkaian kerusuhan oleh orang Arab, Afrika Utara, Aljazair, Tunisia, dan Maroko di Paris dan kota-kota lainnya dari tanggal 27 Oktober 2005 – 18 November 2005.• Kerusuhan ini disebabkan karena tidak puasnya rakyat imigran Prancis dengan ketidakadilan dan diskriminasi di Prancis
  24. 24. Les émeutes des Banlieues de 2005• Ketidakpuasan imigran ini diperparah dengan tewasnya dua remaja oleh sengatan listrik ketika bersembunyi dari kejaran oleh polisi.• Pada tanggal 29 Oktober, sekitar 500 orang ambil bagian dalam pawai melalui Clichy-sous Bois, untuk mengenang remaja yang tewas Pengunjuk rasa memakai t-shirt dicetak dengan pesan mort pour rien yang berarti "mati secara sia-sia.”
  25. 25. Les émeutes des Banlieues de 2005• Pada tanggal 30 Oktober granat gas air mata diluncurkan ke masjid di Cité des Bousquets pada bulan Ramadhan• Polisi dicurigai sebagai oknum yang melempar granat tersebut, karena granat yang diluncurkan adalah jenis granat yang digunakan oleh polisi anti huru-hara Prancis• Pada tanggal 3 November kerusuhan menyebar keluar Paris, yaitu ke Bouches-du-Rone di selatan dan Rouen di utara
  26. 26. • Pada tanggal 6 November Gereja Katolik di Liévin, Lens, dan Sète, diserang oleh bom Molotov• Pada tanggal 8 November Presiden Jacques Chirac menyatakan bahwa negara dalam keadaan darurat dan mengaktifkan jam malam• Setelah diberlakukannya jam malam di 38 kota. Seperti Paris, Lyon, dan Marseille. Insiden pembakaran mobil di malam hari berkurang drastis
  27. 27. • Pada tanggal 6 November Gereja Katolik di Liévin, Lens, dan Sète, diserang oleh bom Molotov• Pada tanggal 8 November Presiden Jacques Chirac menyatakan bahwa negara dalam keadaan darurat dan mengaktifkan jam malam• Setelah diberlakukannya jam malam di 38 kota. Seperti Paris, Lyon, dan Marseille. Insiden pembakaran mobil di malam hari berkurang drastis
  28. 28. KERUGIAN DARI LESÉMEUTES DE BANLIEU DE2005 10 436 Mobil 233 Kantor negara 74 Gedung swasta 7 stasiun 22 kereta 18 gereja http://emeutes-urbain.skyblog.com/13.html
  29. 29. KesimpulanRasisme dan Xenophobie di Prancis meningkat diakibatkan krisis ekonomi. Para imigran dianggap sebagai penyebab dari terjadinya krisis ekonomi maupun ketidakamanan yang terjadi di Prancis. Diskriminasi yang dilakukan masyarakat Prancis membuat para imigran merasa didzalimi dan menuntut keadilan. Padahal mereka sudah menjadi orang Prancis dan sudah generasi ketiga.
  30. 30. Daftar Pustaka• http://staff.ui.ac.id/internal/070603003/publi kasi/MASALAHINTEGRASIDIPRANCIS-AMX.pdf• http://fr.wikipedia.org/wiki/Émeutes_urbaine s_françaises• Francoscopie 1991• Materi PDF Les Violences Urbaines

×