Strategi memenangkan pemilu dan pemilukada dengan Analytic Network Process

7,814 views

Published on

Published in: Business, Spiritual

Strategi memenangkan pemilu dan pemilukada dengan Analytic Network Process

  1. 1. STRATEGI MEMENANGKAN PEMILU/PEMILUKADA DENGAN ANALYTIC NETWORK PROCESS PEDOMAN-PEDOMAN BAGI KADER PARTAI MAT SAHUDI1. Konsultan Pangambilan Keputusan pada QASADA RISET SOLUTION2. Kontak : HP 0857 69200 798 email : matsahudi@yahoo.com3. Web;blog : http://matsahudi1.blogspot.com http://lokalatih.blogspot.com 1
  2. 2. BEBERAPA PEDOMAN BAGIKADER POLITIK PEDOMAN 1. SYSTEM POLITIK KADER POLITIK 2. PENGAMBILAN KEPUTUSAN 3. KERJA POLITIK 2
  3. 3. PEDOMAN 1:SYSTEM POLITIK POLITIK merupakan SYSTEM KOMPLEKS Dalam system kompleks, SUBYEKTIFITAS dan KESEDERHANAAN merupakan karakter yang perlu dicermati Karena subyektifitas maka EFEKTIFITAS merupakan ukuran kinerja utama, BUKAN BENAR atau SALAHnya suatu pendekatan Karena kesederhanaan maka PERHATIKAN HAL-HAL KECIL YANG TERJADI BERULANG ULANG, karena hal itulah yang akan berdampak besar 3
  4. 4. SUBYEKTIFITASsubyektifitas menunjuk kepada pengertian kecenderunganseorang untuk membentuk teorinya sendiri, mengabstraksikansemua informasi yang masuk, dan akhirnya terlibat langsungdalam sistem yang disusunnya secara emosional maupunrasional.Contoh:Bagaimana emosi dan teori Saudara tentang data perolehanpartai di bawah ini, dan bagaimana meningkatkan perolehansuara partai saudara? 4
  5. 5. 5
  6. 6. Melihat data-data tersebut, setiap orang dapat mempunyaisikap, penjelasan yang berbeda-beda. Demikian pula strategiyang akan digunakan untuk meningkatkan suara partaisaudara.Karena faktor subyektifitas itu, maka dalam pembicaraanstrategi politik, kita hindari bicara siapa yang benar atausalah. (Semua bisa salah, dan semua bisa benar). Kita lebihproduktif bicara, strategi mana yang lebih EFEKTIF. 6
  7. 7. KESEDERHANAANDalam kompleksitas sistem politik itu, sejatinya adakesederhanaan. Karena adanya kesederhaan itu, kita disuruhmencari hal-hal kecil/biasa, yang terjadi berulang-ulang yangmampu mempunyai dampak luar biasa.Contoh :Seorang tokoh yang berpegang bahwa “diam itu emas” sertamerta akan melorot citranya, ketika masyarakat menghendakiia harus berbicara, tetapi masih saja diam.Demikian pula, seorang tokoh yang membangunpopularitasnya dengan “citra” textbook, akan langsungmelorot drastis citranya ketika ia “dipaksa” bertarung denganmengandalkan spontanitas.Demikian juga, pemerintahan akan melorot citranya, ketikamasyarakat meminta “bicara apa adanya”, namun pemerintahmalah berbicara “normatif”. 7
  8. 8. PEDOMAN 2 :PENGAMBILAN KEPUTUSAN CORE BUSINESS (bidang kerja utama) politikus sejatinya adalah PENGAMBILAN KEPUTUSAN (decisions making) Dengan memahami Pedoman 1, bahwa politik merupakan sistem yang komplek, maka kita bisa mengambil kesimpulan tentang kriteria terpenting dalam pengambilan keputusan politik, yaitu adalah AKSI TERKECIL dengan DAMPAK TERBESAR (small actions with big impact) Cakupan pengambilan keputusannya adalah dalam berinteraksi dengan INTERNAL, KONSTITUEN/MASYARAKAT, KOMPETITOR, STAKEHOLDER 8
  9. 9. AKSI TERKECIL DAMPAK TERBESARKriteria “Aksi terkecil dengan dampak terbesar” ini berbedapendekatannya dengan paradigma Manajemen Ilmiah yang berbasisinput. Dalam manajemen ilmiah diktum yang dipegang adalah “BilaSaudara telah memperbanyak/memperbaiki input, maka dianggapsecara otomatis output akan baik”.Aksi terkecil dengan dampak terbesar diperoleh melaluiPENYELARASAN (fitness) aksi-aski kita denganperilaku/pola/mekanisme alamiah. Sehingga alam lah yang telahmenyediakan energi geraknya, sebagaimana gravitasi telahmenyediakan energi gratis akan kita meluncur ke bawah. Tapi bilakita ingin meluncur ke atas, maka kita harus menyediakan energiuntuk melawan energi grafitasi ditambah energi gerak ke atas. 9
  10. 10. Karena itu, untuk memenangkan pemilu, kita harus mampumengidentifikasi pola-pola perilaku dasar/sederhana yangterjadi berulang-ulang dari diri kita, konstituen, pesaing, danstakeholder.A. DIRI SENDIRI/INTERNAL.Dalam sytem politik yang kompleks itu, terdapat duapenghalang mendasar dari para caleg, yaitu TERLALU percayadiri (PD) dan tidak percaya diri (TPD). Mereka yang terlalu PDbiasanya seperti menggunakan kaca mata kuda=melihatlurus, sehingga mudah di salip di tikungan. Mereka yang TPDbiasanya bergerak melingkar-lingkar, sehingga mudahditinggalkan lawan.Penghalang-penghalang ini biasanya berkaitan dengan polapikir PUKUL RATA/GENERALISASI 10
  11. 11. B. KONSTITUENPara caleg dalam mengambil keputusan berkaitan denganinteraksinya dengan konstituen sering belum tepat menyelaraskandengan hal-hal sederhana yang berkaitan dengan fenomena soalMOMENT, DANA dan CITRA.•MOMENT.(a) Politikus perlu melakukan silaturahmi ke konstituen. Bila kitaakan silaturahmi ke konstituen pada hari-hari biasa, makakemungkinan bisa ketemunya kecil, butuh waktu lama. Kenapatidak memanfaatkan waku hari raya idul fitri untuk bersilaturahmi.(b) Dalam tujuh belasan agustus, biasanya masyarakat mengadakanacara acara tersendiri dengan minta sumbangan ke para caleg danpara caleg susah menolaknya. Kenapa para caleg tidak mendisainacaranya sendiri yang murah meriah yang melibatkan seluruh wargadi dapilnya, misalnya lomba bermain domino. (c) Caleg biasanyasenang mengumpulkan warganya untuk mengkapanyekan dirinya.Kenapa para caleg itu tidak benar-benar minta didoakan secaratulus, berdoa bersama-sama agar dirinya di tolong dan dirindloi Allahmenjadi anggota legislatif 11
  12. 12. *DANA.Para caleg umumnya mengatakan bahwa dana merupakan faktorterpenting dalam pemenangan pemilu.Bagi caleg yang mempunyai dana, hal ini mungkin tepat. Tetapiyang terpenting prinsipnya adalah “Gunakan/berikan apa yangSaudara punyai”. Bila Saudara punya dana, gunakan dana itu, bilapunya jaringan/keluarga maka gunakan jaringan/keluarga itu. BilaSaudara punya kegantengan/kecantikan maka gunakankegantengan/kecantikan itu. Bila Saudara hanya punya air mata,maka gunakanlah air mata itu. Demikian pula, bila Saudara punyakemiskinan maka gunakanlah kemiskinan itu.*CITRAPara caleg umumnya ingin citra dirinya di mata konstituen dinilaisebagai seperti “Orang Pejabat ”. Padahal yang masyarakat inginkansejatinya adalah orang “yang citranya agamis (langit kepribadiannyatinggi) yang mampu mengelola kekuasaan”. 12
  13. 13. C. PESAINGSiapakah pesaing Saudara? …………………Pesaing Saudara sejatinya adalah semua orang yangberkompetisi meraih perhatian/agenda setting konstituen.Saudara dapat bayangkan kalau 44 partai ini semua ada 5calon DPR Propinsi, dan juga 5 calon anggota DPRD Kab/Kota,juga 5 calon anggota DPR RI mendatangi konstituen yangsama. Kita dapat membayangkan bagaimana bingungnyakonstituen itu.Dalam bersaing ada dua komponen yang patut kitaperhatikan, yaitu KOMPETISI dan SEGREGASI-LINKED 13
  14. 14. KOMPETISIPrinsip dasar untuk memenangkan kompetisi dilakukan melalui(1) Berkompetisi tanpa bersaing: Dilakukan dengan mendahului lawan, dan persiapan lebih matang. Ibarat perlombaan lari, maka Saudara harus mengambil start duluan sebelum lawan bergerak. Bila diibaratkan dalam sepakbola, maka Saudara harus berlatih terlebih dahulu sebelum bertanding. Dalam kasus konstituen yang didatangi oleh ratusan caleg tadi, siapakah kira-kira yang akan dipilih konstituen bila kualitasnya sama?(2) Berkompetisi dengan bersaing: Dilakukan dengan meningkatkan nilai ke-fitnessan (cocok, unggul) di banding pesaing, sekaligus dengan menciptakan hambatan bagi pesaing. (Kita harus menjadi petarung). 14
  15. 15. SEGREGASI – LINKEDSegregasi (pemisahan) dan Linked (Keterpautan) dilakukan dalamberinteraksi dengan konstituen dan pesaing.Mari kita buat simulasi pengambilan keputusannya:Saya calon anggota DPRRI dari dapil yang terdiri dari 10kabupaten/kota. BPP untuk dapil tersebut 250.000 suara.Padapemilu 2004, PARTAI memperoleh 1 kursi DPR RI dari dapil tersebut.Saya tinggal di salah satu kabupaten tersebut, dan ada 1 orang daripartai lain yang berasal dari daerah tersebut yang mencalonkanmenjadi anggota DPR RI. Padahal di daerah saya pada pemilu 2004,PARTAI hanya memperoleh 5.000 suara dari 90.000 suara.Bagaimana strategi yang harus saya lakukan, dalam kaitannyasegmnetasi daerah, bertandem dengan caleg DPRD dari PARTAI danmengalahkan calon anggota DPR RI dari partai lain itu di tempatsaya tinggal? 15
  16. 16. D. STAKEHOLDERStekeholder yang utama dalam politik adalah penyelenggarapemilu (KPU, BAWASLU), lembaga konstitusi, dan mediamassa. Pada intinya, kita harus memahami aturan main yangbenar dan praktik-praktik yang tidak benar untukdimanfaatkan bagi kepentingan politik. 16
  17. 17. PEDOMAN 3:KERJA-KERJA POLITIK KERJA POLITIK berkaitan dengan dua proses utama, yakni BERINTERAKSI dan TARIK-DORONG KOMUNIKASI POLITIK mengacu kepada PIRAMIDA PESAN dan MEDIA. PIRAMIDA PESAN komposisinya: 1% (terlibat langsung politik), 11% (mereka yang terlibat secara tidak langsung), 15% (publik yang memiliki informasi), 73% (masyarakat umum). MEDIA komunikasi ada yang PANAS (tatap muka langsung), DINGIN (media perantara: TV, Radio, Brosur, dll). Komunikasi semakin PERSONAL dan DRAMATIS semakin efektif. KONTEN POLITIK (TEMA) berkaitan dengan tiga problem besar utama yaitu CERDAS, WARAS, MAKMUR 17
  18. 18. A. BERINTERAKSI DAN TARIK DORONG Pola pikir kerja politik berbeda dengan pola pikir di dunia kampus dan hukum. Dalam dunia akademik, pola pikirnya ditekankan pada “Berfikir untuk mengetahui”, sementara dalam dunia hukum, pola pikirnya ditekankan pada “Berfikir untuk argumentatif.” Dalam kerja politik, pola pikir yang dituntut lebih ditekankan pada “Berfikir untuk melaksanakan/bertindak.” BERINTERAKSI mengandung makna bahwa para caleg perlu berinteraksi dengan:  diri, untuk mengetahui dan mendisain kerja Kapasitas diri (potensi-potensi dan hambatan-hambatan dengan diri) untuk kepentingan politik. 18
  19. 19. Pesaing, untuk mengetahui peta lawan, selanjutnyamembuat aksi mengalahkan lawan. Konstituen, untuk mengetahui karakternya, selanjutnyamelakukan aksi yang fitness/cocok dengan karakternyaStakeholder, untuk mengetahui aturan-aturan main danpraktik-praktik yang dilakukan, selanjutnya melakukanaksi yang sesuai.TARIK DORONG mengandung pengertian bahwa kerjapolitik itu sesungguhnya hanya dua hal: tarik-dorong.Kaiannya dengan masing-masing komponen dapatdigambarkan sbb:Targetkan (tarik) suara yang harus Saudara peroleh,lalu dorong aksi-aksi Saudara untuk memperoleh itu.Tarik keluar (hilangkan) karakter-karakter Saudara yang 19
  20. 20. Tidak cocok dengan tuntutan konstituen, lalu dorong/kedepankan karakter-karakter yang sesuaiPesaing, tarik lawan ke medan yang kita maui (jalanlicin), lalu dorong lawan agar terpeleset. Konstituen, bilang ke konstituen bahwa Saudarameminta masyarakat mendorong Saudara menjadianggota DPRD (=memilih), lalu setelah Saudara jadianggota DPRD, maka menjadi kewajiban Saudaralahuntuk menarik/mengangkat masyarakat ke kehidupanyang lebih baik.Stakeholder, tarik-doronglah agar stakeholdermenjalankan aturan main yang ….. 20
  21. 21.  TARIK DORONG 21
  22. 22. PIRAMIDA PESANMereka yang terlibat 1% secara langsung Mereka yang terlibat 11% secara tidak langsung 15% Publik yang memiliki informasi 73% Masyarakat umum 22
  23. 23. KONTEN KOMUNIKASI POLITIKKonten (tema/isi) komunikasi politik bergantung pada isu-isuyang yang berkembang di konstituen.Namun bila diringkas, isu-isu itu umumnya bermuara kepadatiga kebutuhan mendasar manusia, yaitu kemakmuran,pendidikan, dan kesehatan. 23

×