Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
REFERATPenggunaan Antibiotik Yang Bijak Dan Benar                Pada Anak                   Oleh: Mahesa Suryanagara     ...
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN                              Penelitian pada Negara berkembang:          anak Vietnam  25-50% penggunaan     ...
Frekuensi penggunaan antibiotika  untuk kasus anak di Indonesia                      (Purnamawati, 2006)
Frekuensi penggunaan antibiotika         di Puskesmas          AFRICA           Sudan       Sw aziland       Cam eroon    ...
ResistensiBakteria                                                        • Resistensi obat hasil dari                   ...
Lebih hebat dari yang    diperkirakan!!                                                         Horizontal Transmission of...
Memutus “Lingkaran setan”
Prinsip                   Dasar                 Penggunaan                     AB                                FenomenaP...
Prinsip Penggunaan Antibiotik
   Berguna hanya untuk terapi infeksi bakteri...   Tidak semua demam karena infeksi   Tak semua infeksi karena bakteri ...
 Tak semua infeksi bakteri membutuhkan    antibiotik      Pertimbangkan pilihan lain :      Antiseptik      Tindakan p...
 Pada prinsipnya: pastikan..        Diagnosis klinis pasien        Beratnya kondisi pasien        Lama pasien sakit:  ...
 Tidak semua diagnosis klinis infeksi harus       didukung dengan pemeriksaan biakan dan       uji kepekaan        Pewar...
 Berpikir Etiologi sebelum       pemberian AB      Diagnosis Klinis       KlinisKS        Kemungkinan sumber infeksi ...
   Infeksi oleh > satu jenis kuman yang sensitif pada    antibiotik berbeda..       Eg: perforasi intra-abdomeninfeksi ...
World Health Organization; 1994.
 Ingat profile Farmakokinetik /  Farmakodinamik (PK/PD)   Absorpsi   Eksresi   Kadar di jaringan   Level puncak, Kose...
Parameter PK/PD ↑↑ pengetahuan PK/PD  dengan efikasi klinis  mencegah resistensi Memudahkan dokter mengatur  dosis reji...
Important PK/PDPK/PD            Parameter Parameters                                                                     8...
Important PK/PDPK/PD         Parameter Parameters                                  2                                      ...
Important PK/PDPK/PD      Parameter ParametersBerdasar afinitas terhadapReseptornya pada mikroorganisme:                  ...
•AB Tergantung kadar (concentration dependent) : harustercapai kadar obat tinggi sekali dalam darahsuntikanbolus   •Eg: a...
Pemilihan cara pemberian     Oral vs parenteral     Pandangan Tradisinal       “serius = parenteral”       Kurangnya a...
Kelebihan Pengobatan Oral    Eliminasi risiko komplikasi terkait jalur intravena    Mempersingkat lama rawat inap    Me...
Biaya Pengobatan  Bukan hanya “obatnya”  Pertimbangkan :    Biaya pemberian obat    Lab    Lama rawat inap    Level ...
   Lama pengobatan tergantung dari    jenis infeksi dan jenis antibiotik yang    dipakai.    Infeksi saluran napas atas...
   Deeskalasi     Infeksi berat (misalnya sepsis), terapi      antibiotik harus segera dimulai tanpa      menunggu hasil...
Fenomena Penggunaan Antibiotik      Pada Pasien Anak
Contoh penggunaan AB yang tidak rasional (1)    Tanggal: 21 Maret 2011       Anak perempuan, 2 thn., menderita cacar air. ...
Contoh penggunaan AB yang tidak rasional (1)Tanggal : 9 Feb. 2012   Seorang anak laki2, 3 tahun dengan diare 5 kali sehari...
Penerapan Penggunaan Antibiotik      Pada Pasien Anak
Faktor yang mempengaruhi penggunaan               obat                                            Prior                   ...
WHO, Dept. Essential Drugs and Medicines Policy   37
WHO, Dept. Essential Drugs and Medicines Policy   38
Take Home “Message”1. Jangan resepkan AB untuk demam, batuk, flu,   atau diare nonspesifik yang tidak berat dan   berbahay...
Bila kita perlu meresepkan AB untuk faringitis?Dapat digunakan The scoring system by the American College of Physician and...
Kesimpulan
   Penggunaan antibiotik sering rasional ataupun yang tidakdampak    resistensi kuman..   Pemberian antibiotik yang bi...
Pengendalian resistensi kuman (1) Infeksi pada                                  Obathewan/manusia                         ...
Pengendalian resistensi kuman (2) Infeksi pada   manusia/    hewan  Beban penyakit          Diagnostik          Perilaku p...
Pengendalian resistensi kuman (3)                                          Obat                                       Anti...
Campaign to Prevent Antimicrobial Resistance in Healthcare Settings                 Resistensi Antimikroba :              ...
Campaign to Prevent Antimicrobial Resistance in Healthcare Settings12 langkah MemutusResistensi Antimikroba               ...
Biol 1220 Synthetic Biology                    Mahesa
the basics   Used to kill or inhibit the growth of bacteria   Classified as bactericidal or bacteriostatic     Kill bact...
sites of antiobiotic action
ampicillin   Belongs to β-lactam group of antibiotics –    contain β-lactam ring   Broad-spectrum   Penicillin derivati...
ampicillin resistance   Cleavage of β-lactam ring by β-    lactamase enzyme
ampicillin resistance β-lactamase is encoded by the plasmid-  linked bla (TEM-1) gene Hydrolyzes ampicillin Ampicillin ...
use in synthetic biology   To confirm uptake of gene (eg. of    plasmids) by bacteria   Bacterial Transformation: DNA in...
Kanamycin   Targets 30s ribosomal subunit, causing a frameshift    in every translation   Bacteriostatic: bacterium is u...
kanamycinuse/resistance   Over-use of kanamycin has led to many    wild bacteria possessing resistance    plasmids   As ...
chloramphenicol Bacteriostatic: functions by halting bacterial  growth, which is done by inhibiting the enzyme  peptidyl ...
Antibiotic Classificationaccording to Goodman   Narrow Spectrum    Active against only one of the four classes     of ba...
Narrow Spectrum   Active mostly against only one of the    classes of bacteria    gram positive: glycopeptides, linezoli...
Narrow Spectrum          GPC     GNR     Fastid   AnaerVanc      ++++    -----   -----    only                            ...
Broad Spectrum   Active against more than one class   GPC (incl many MRSA) and anaerobes:    clindamycin   GPC (not MRS...
Penicillins/Carbapenems        Strep   OSSA   GNR    Fastid   AnaerPen     ++++    --     +/--   --       +/--Amp/    ++++...
Cephalosporins         GPC non GNR   FASTID ANAER         -MRSACeph 1   ++++   +      --    --Ceph 2   ++     ++     +    ...
MAHESAFARMAKOLOGI       2004
Antibiotika…. Zat yg dihasilkan organisme Bersifat baktericid dan bakteriostatik Kemoterapi : bahan kimia yang mampu  m...
nomenklatur   Pewarnaan gram : identitas bakteri    patogen dari dari tempat infeksi &    pewarnaan   Kultur : pembiakan...
Resistensi Timbulnya daya tahan kuman terhadap  obat Resistensi kuman bisa massal oleh  kuman yg resisten Epidemi nosok...
Faktor resistensi   Pengobatan yg terlambat   Dosis terlalu rendah   Kuman adaptasi d/ obat   Pemberian A.B tidak tepa...
hiperreaksi Hipersensitifitas Toksisitas Super infeksi Efek kumulasi
Klasifikasi Antibiotika Penisilin & sefalosporin Tetrasiklin & kloramfenikol Aminoglikosida Antibiotik lain : makrolid...
PENISILIN & SEFALOSPORIN PENISILIN  BAKTERI GRAM - &  GRAM  +,STREPTOKOKUS,STAFILOKOKUS,S  PIROKETA,KLOSTRIDIA,ANTRAKS,A...
PENISILIN (ß Lactam) DISTRIBUSINYAAD KE OTAK ELIMINASI VIA RENAL INDIKASI:  PNEUMONIA,MENINGITIS,OTITIS  MEDIA,FARINGIT...
PENISILIN….   PERTAMAKALI DIISOLASI DARI JAMUR    PENICILLIUM TH 1949   OVER PENISILIN RESISTENSI    (PEMBENTUKAN PENIS...
GOLONGAN PENISILIN   PENISILIN G (300.000-6 JUTA UNIT)   PROKAIN PENISILIN   BENZATIN PENISILIN   AMPISILIN   AMOKSIS...
PENISILIN…. ASAM KLAVULANAT , PROBENISID  MEMPERKUAT KERJA PENISILIN  (contoh: AUGMENTIN & TIMENTIN) REAKSI ALERGI: REAK...
SEFALOSPORIN MEKANISME SAMA D/ PENISILIN 15 % Px ALERGI PENISILIN JUGA  ALERGI SEFALOSPORIN PERTAMA KALI U/ BAKTERI GRA...
GOLONGAN SEFALOSPORIN GENERASI I GENERASI II GENERASI III GENERASI IV
GENERASI I   SEFALEKSIN   SEFAZOLIN   SEFALOTIN   SEFRADIN   SEFADROKSIL   SEFAPRIN
GENERASI II   SEFAKLOR   SEFUROKSIM   SEFAMANDOL   SEFOKSITIN   SEFOTETAN   SEFONICID   SEFORANID   SEFOMETAZOL
GENERASI III   SEFOTAKSIM   SEFTRIAKSON   SEFIKSIM   SEFTIZOKSIM   SEFOPERAZON   MOKSALAKTAM   SEFZIDIM
TETRASIKLIN GOL SPETRUM LUAS PADA BAKTERI GRAM + DAN GRAM - PADA  RIKETSIA,AMUBA,MIKOPLASMA, TRAKOMA PER OS BAIK, MET...
KLORAMFENIKOL SPEKTUM LUAS JUGA SPESIFIK PADA BAKTERI  SALMONELLA TYPOA, HEMOPHILIS  INFLUENZA, Boedetella Pertusis Efe...
GOLONGAN TETRASIKLIN   DOKSISIKLIN   METASILIN   KLORTETRASIKLIN   TETRASIKLIN   OKSITETRASIKLIN
Tetrasiklin   Antibiotik spektrum luas   Baik pd bakteri gram -/+   Juga pd Riketsia,amuba,trakoma   Bila dosis tidak ...
   Metabolit tetrasiklin ditimbun di tulang &gigi   Keracunan obat: mual & muntah   Bisa diare dan dehidrasi berat   K...
Aminoglikosida   Bakteriostatik thd gram –   Contoh: Streptomisin   Neomisin,   kanamisin,   Amikasin   gentamisin,...
streptomisin   Bentuk injeksi   Bakteriostatik   Obat pilihan untuk TBC,Lepra   Hati2,resistensi sangat cepat   Ekskr...
Kanamisin,Neomisin,Amikasin,Gentamisin & Tobramisin Bakterisid pd gram + dan – Penyerapan neomisin & kanamisin per  os j...
Eritromisin   Aktivitas mirip penisilin   Kekuatan lebih rendah   Sebagai preparat pengganti penisilin   Per os baik ...
Kel Polimiksin   Polimiksin A   Polimiksin Byang dipakai   Polimiksin C   Polimiksin D   Polimiksin Eyang dipakai ...
Ppt penggunaan antibiotik yang bijaksana
Ppt penggunaan antibiotik yang bijaksana
Ppt penggunaan antibiotik yang bijaksana
Ppt penggunaan antibiotik yang bijaksana
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ppt penggunaan antibiotik yang bijaksana

  • Login to see the comments

Ppt penggunaan antibiotik yang bijaksana

  1. 1. REFERATPenggunaan Antibiotik Yang Bijak Dan Benar Pada Anak Oleh: Mahesa Suryanagara Pediatric Infectious and tropical medicine division
  2. 2. PENDAHULUAN
  3. 3. PENDAHULUAN Penelitian pada Negara berkembang: anak Vietnam  25-50% penggunaan 91% infeksi akut saluran napas atas antibiotik  tidak anakterapi rasional. antibiotik. Penemuan antibiotik 1943 ↓ angkakesakitan dan kematian RESISTENSI akibat infeksi  KUMAN pengunaan berlebih!!! Masalah Global !!! Blondeau J. M. Appropiate antibiotic use
  4. 4. Frekuensi penggunaan antibiotika untuk kasus anak di Indonesia (Purnamawati, 2006)
  5. 5. Frekuensi penggunaan antibiotika di Puskesmas AFRICA Sudan Sw aziland Cam eroon Ghana Tanzania Zim babw e ASIA Indonesia Nepal Bangladesh L.AMER. & CAR. Eastern Caribean El Salvador Jam aica Guatem ala 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% % of PHC patients receiving antibiotics Source: Quick et al, 1997, Managing Drug Supply 5
  6. 6. ResistensiBakteria • Resistensi obat hasil dari paparan obat. • Dapat bersifat genetik  Mengecah akses obat k tempat kerja ○ ↓ Influx ○ ↑ Efflux  Menginaktifasi obat  Perubahan Tempat kerja obat (Change Site of Action)http://www.sciam.com/1998/0398issue/0398levybox2.html
  7. 7. Lebih hebat dari yang diperkirakan!! Horizontal Transmission of Resistance Genes among Speciesa.konjugasi:bakteri-bakterib.transduksi: bakteri via virus-bakteric.transformasi:paparan exogen DNA bakteri-bakteri Gene Transfer in the Environment. Levy & Miller, 1989 http://www.sciam.com/1998/0398issue/0398levybox3.html
  8. 8. Memutus “Lingkaran setan”
  9. 9. Prinsip Dasar Penggunaan AB FenomenaPenerapan Penggunaan PenggunaanAntibiotik Secara Bijak Antibiotik pada dan Benar Pada Anak Pasien Anak
  10. 10. Prinsip Penggunaan Antibiotik
  11. 11.  Berguna hanya untuk terapi infeksi bakteri... Tidak semua demam karena infeksi Tak semua infeksi karena bakteri  Tidak ada bukti bahwa antibiotik akan mencegah infeksi bakteri sekunder pada pasien dengan infeksi virus!! Nyquist A. C
  12. 12.  Tak semua infeksi bakteri membutuhkan antibiotik  Pertimbangkan pilihan lain :  Antiseptik  Tindakan pembedahanNyquist A. C
  13. 13.  Pada prinsipnya: pastikan..  Diagnosis klinis pasien  Beratnya kondisi pasien  Lama pasien sakit:  Contoh penggunaan yg salah: dokter di Indonesia amoksisilin untuk anak dengan infeksi virus ISPA (influenza) ↑↑ resistensi S. pneumonia terhadap gol. betalaktamNyquist A. C
  14. 14.  Tidak semua diagnosis klinis infeksi harus didukung dengan pemeriksaan biakan dan uji kepekaan  Pewarnaan Gram Informasi pentingKS  Pengambilan spesimen sebelum pemberian AB
  15. 15.  Berpikir Etiologi sebelum pemberian AB  Diagnosis Klinis KlinisKS Kemungkinan sumber infeksi Patogen yang paling mungkin Terapi empiris Data universal Data lokal
  16. 16.  Infeksi oleh > satu jenis kuman yang sensitif pada antibiotik berbeda..  Eg: perforasi intra-abdomeninfeksi Gram negative, positif & anaerobkombinasi Infeksi mikroba diketahui tidak boleh diobati dengan anti- mikroba tunggal. Eg:TBC Terapi awal pada infeksi berat. Eg:sepsis. Terbukti antibiotik tunggal tidak cukup: endkokarditis bakterialis oleh Sterptococcus viridians.
  17. 17. World Health Organization; 1994.
  18. 18.  Ingat profile Farmakokinetik / Farmakodinamik (PK/PD)  Absorpsi  Eksresi  Kadar di jaringan  Level puncak, Kosentrasi inhibisi minimum Toksisistas dan “adverse effects” Interaksi obat ke obat Biaya
  19. 19. Parameter PK/PD ↑↑ pengetahuan PK/PD dengan efikasi klinis mencegah resistensi Memudahkan dokter mengatur dosis rejimen.
  20. 20. Important PK/PDPK/PD Parameter Parameters 8 Antibiotic concentration (ug/ml)-Waktu diatas MIC (T above MIC): waktu yg 6 Drug A dibutuhkan suatu obat untuk Drug A bisa mempertahankan Drug B 4 kosentrasi diatas MIC Drug B (kosentrasi hambat minimal).Makin singkat intervalnya, 2 makin sering pengulangan B B dosisnya (kurva B) 0 A Time Time above MIC
  21. 21. Important PK/PDPK/PD Parameter Parameters 2 B B 0-MIC: minimum inhibitory concentration: kosentrasi min.u/berefek pd mikroba-Time>MIC: wkt yg dibutuhkan untuk berada tetap di reseptor dgn kosentrasi obat diatas kosentrasi MIC
  22. 22. Important PK/PDPK/PD Parameter ParametersBerdasar afinitas terhadapReseptornya pada mikroorganisme: 2 B B 0
  23. 23. •AB Tergantung kadar (concentration dependent) : harustercapai kadar obat tinggi sekali dalam darahsuntikanbolus •Eg: aminoglikosida tidak lagi dosis kecil tiap 8 jam dosis besar (5- 7 mg/kg BB) sekali per hari. (gambar kurva PK/PD A)•AB tergantung waktu (time dependent): kadar tidak perlutinggi sekali infus kontinu selama beberapa jam. (gambarkurva B)
  24. 24. Pemilihan cara pemberian  Oral vs parenteral  Pandangan Tradisinal  “serius = parenteral”  Kurangnya antibitik “broad spectrum” dengan bioavailabilitas terpercaya  Obat Oral Terkini  Kadar serum > tinggi dan konstan  u/ infeksi tertentu  Sebaiknya parenteral
  25. 25. Kelebihan Pengobatan Oral  Eliminasi risiko komplikasi terkait jalur intravena  Mempersingkat lama rawat inap  Menghemat kerja dan waktu perawat  Menghemat pengeluaran
  26. 26. Biaya Pengobatan  Bukan hanya “obatnya”  Pertimbangkan :  Biaya pemberian obat  Lab  Lama rawat inap  Level monitoring  Kepatuhan pasien
  27. 27.  Lama pengobatan tergantung dari jenis infeksi dan jenis antibiotik yang dipakai. Infeksi saluran napas atas oleh S. Pyogenes penisilin V atau roksitromisin selama 10 hari.  Communitiy-acquired pneumonia terapi benzyl penisilin atau klaritromisin selama 7 hari.  Osteomielitis akut pada anakminimum 4 minggu.12
  28. 28.  Deeskalasi  Infeksi berat (misalnya sepsis), terapi antibiotik harus segera dimulai tanpa menunggu hasil biakan Kondisi pasien membaik pengurangan jenis antibiotik sesuai dengan hasil biakan.
  29. 29. Fenomena Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak
  30. 30. Contoh penggunaan AB yang tidak rasional (1) Tanggal: 21 Maret 2011 Anak perempuan, 2 thn., menderita cacar air. Ia mendapat resep:  Cefspan (cefixime) sir. 2 x 2.5 mL/hari  Zovirax (acyclovir) 3 x 150 mg/hari Pertanyaan:  Apa alasan untuk meresepkan AB untuk suatu infeksi viral?  Dan andaikan pun ada indikasi untuk memberikan AB, mengapa dipilih sefiksim?
  31. 31. Contoh penggunaan AB yang tidak rasional (1)Tanggal : 9 Feb. 2012 Seorang anak laki2, 3 tahun dengan diare 5 kali sehari selama 2 hari, tanpa tanda2 dehidrasi, keadaan umum baik. Ia mendapat resep:  Bactrim (cotrimoxazole) sir: 1 sendok teh tiap 12 jam  L-bio (probiotik): 1 sachet tiap 8 jam  Zincare (zinc sulphate): 1 tab tiap 24 jamPertanyaan:  Apakah rasional meresepkan AB untuk anak ini?  Apakah rasional mengombinasikan Bactrim dgn. L-bio?
  32. 32. Penerapan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak
  33. 33. Faktor yang mempengaruhi penggunaan obat Prior Intrinsic Scientific KnowledgeInformation Habits Information Influence Social & of Drug Cultural Factors Industry Treatment Societal Workload & Choices Economic & Staffing Legal Factors Workplace Infra- Authority & structure Relationships Supervision With Peers Workgroup WHO, Dept. Essential Drugs and Medicines Policy 36
  34. 34. WHO, Dept. Essential Drugs and Medicines Policy 37
  35. 35. WHO, Dept. Essential Drugs and Medicines Policy 38
  36. 36. Take Home “Message”1. Jangan resepkan AB untuk demam, batuk, flu, atau diare nonspesifik yang tidak berat dan berbahaya. Tunggu dan amati pasien2. Jangan resepkan antibiotik untuk sakit tenggorok bila tidak disebabkan oleh streptokokus grup A3. Hindarkan penggunaan AB berspektrum luas bila tidak ada indikasi kuat
  37. 37. Bila kita perlu meresepkan AB untuk faringitis?Dapat digunakan The scoring system by the American College of Physician and CDC (Ebell MH, Am Fam Physician 2003; 68:938): ○ Demam +1 ○ Tidak ada batuk +1 ○ Limfadenopati servikal +1 ○ Eksudat di tonsil +1 ○ Umur: < 15 tahun +1 Jumlah skor: ….Bila jumlah skor: 0 → tidak perlu AB atau pemeriksaan lanjutan 1-3 → rapid antigen testing (RAT) 4-5 → Terapi empiris + RAT
  38. 38. Kesimpulan
  39. 39.  Penggunaan antibiotik sering rasional ataupun yang tidakdampak resistensi kuman.. Pemberian antibiotik yang bijak dan benar pada anak:  Awali dengan pemilihan antibiotik secara rasional  Perhatikan pola bakteri setempat (sensitifitas)  farmakokinetik/farmakodinamik  harga. Pengetahuan dokter : farmakokinetik dan farmakodiinamik antibiotik, pola dan agen penyakit setempat, indikasi terapi antibiotik, ketajaman klinis, serta edukasi atasi masalah resistensi antibiotik
  40. 40. Pengendalian resistensi kuman (1) Infeksi pada Obathewan/manusia Antibiotika Berbagai faktor Berbagai faktor Human/animal Rational drug Monitor infections use Monitoringpenggunaan suplai obat obat Monitor Pengendalian resistensi kuman resistensi Adapted from Simonsen et al, 2004
  41. 41. Pengendalian resistensi kuman (2) Infeksi pada manusia/ hewan Beban penyakit Diagnostik Perilaku peresepHarapan pasien dan kepatuhannya Penggunaan obat rasional Adaptasi dari Simonsen et al, 2004
  42. 42. Pengendalian resistensi kuman (3) Obat Antimikroba Regulatory framework Drug procurement lists Drug quality Management of drug supplyPenggunaanobat rasional Adapted from Simonsen et al, 2004
  43. 43. Campaign to Prevent Antimicrobial Resistance in Healthcare Settings Resistensi Antimikroba : Strategi pencegahan Patogen yang dituju Antimicrobial-Resistant Pathogen Pathogen Cegah Cegah Transmisi Infeksi Infeksi Resistensi Antimikroba DiagnosisPenggunaan & Terapi Optimal Efektif Penggunaan Antimikroba
  44. 44. Campaign to Prevent Antimicrobial Resistance in Healthcare Settings12 langkah MemutusResistensi Antimikroba 12 Break the chain 11 Isolate the pathogen Prevent Transmission 10 Stop treatment when cured 9 Know when to say “no” to vanco 8 Treat infection, not colonization Use Antimicrobials Wisely 7 Treat infection, not contamination 6 Use local data 5 Practice antimicrobial control 4 Access the experts Diagnose & Treat Effectively 3 Target the pathogen 2 Get the catheters out1 Vaccinate Prevent Infections
  45. 45. Biol 1220 Synthetic Biology Mahesa
  46. 46. the basics Used to kill or inhibit the growth of bacteria Classified as bactericidal or bacteriostatic Kill bacteria directly Prevent cell division Classified by target specificity:Narrow-spectrum vs Broad range Most modified chemically from original compounds found in nature, some isolated and produced from living organisms
  47. 47. sites of antiobiotic action
  48. 48. ampicillin Belongs to β-lactam group of antibiotics – contain β-lactam ring Broad-spectrum Penicillin derivative that inhibits bacterial cell wall synthesis (peptidoglycan cross-linking) Inactivates transpeptidases on the inner surface of the bacterial cell membrane Bactericidal only to growing E. Coli Widespread use leads to bacterial resistance. HOW?
  49. 49. ampicillin resistance Cleavage of β-lactam ring by β- lactamase enzyme
  50. 50. ampicillin resistance β-lactamase is encoded by the plasmid- linked bla (TEM-1) gene Hydrolyzes ampicillin Ampicillin levels in culture continually depleted
  51. 51. use in synthetic biology To confirm uptake of gene (eg. of plasmids) by bacteria Bacterial Transformation: DNA integrates into bacteria’s chromosome and made chemically competent Exogenous DNA tagged with an antibiotic resistance gene eg. β-lactamase Grown in medium containing ampicillin Ampicillin resistance indicates successful bacterial transformation
  52. 52. Kanamycin Targets 30s ribosomal subunit, causing a frameshift in every translation Bacteriostatic: bacterium is unable to produce any proteins correctly, leading to a halt in growth and eventually cell death
  53. 53. kanamycinuse/resistance Over-use of kanamycin has led to many wild bacteria possessing resistance plasmids As a result of this (as well as a lot of side effects in humans), kanamycin is widely used for genetic purposes rather than medicinal purposes, especially in transgenic plants Resistance is often to a family of related antibiotics, and can include antibiotic- degrading enzymes or proteins protecting the 30s subunit
  54. 54. chloramphenicol Bacteriostatic: functions by halting bacterial growth, which is done by inhibiting the enzyme peptidyl transferase, a protein that assists in the binding of tRNA to the 50s ribosomal subunit Three methods of resistance: reduced membrane permeability, mutation of the 50s subunit, and an enzyme called chloramphenicol acetyltransferase, which inactivates chloramphenicol by covaltly linking groups Easy/cheap to manufacture, but unused in western countries because of possible aplastic anemia as a side effect
  55. 55. Antibiotic Classificationaccording to Goodman Narrow Spectrum Active against only one of the four classes of bacteria Broad Spectrum Active against more than one of the classes Boutique Highly specialized use Restricted to ID physicians
  56. 56. Narrow Spectrum Active mostly against only one of the classes of bacteria gram positive: glycopeptides, linezolid, daptomycin, telavancin aerobic gram negative: aminoglycosides, aztreonam anaerobes: metronidazole
  57. 57. Narrow Spectrum GPC GNR Fastid AnaerVanc ++++ ----- ----- only clostridiaLinezolid ++++ ----- ----- Only gram posDapto/Te ++++ ----- ----- -----lavancinAG ----- ++++ ++ -----Aztreon ----- +++ + -----Metro ----- ----- ----- ++++
  58. 58. Broad Spectrum Active against more than one class GPC (incl many MRSA) and anaerobes: clindamycin GPC (not MRSA*) and GNR: cephalosporins, penicillins, sulfonamides, TMP/Sulfa (*include MRSA), FQ GPC (not MRSA*), GNR and anaerobes: ureidopenicillins + BLI, carbapenems, tigecycline (*MRSA), tetracyclines (*MRSA), moxiflox GPC and fastidious: macrolides
  59. 59. Penicillins/Carbapenems Strep OSSA GNR Fastid AnaerPen ++++ -- +/-- -- +/--Amp/ ++++ -- + +/-- +/--amoxTicar ++ -- ++ +/-- +Ureid +++ -- +++ +++ ++U+BLI +++ ++++ ++++ +++ ++++Carba ++++ ++++ ++++ ++++ ++++
  60. 60. Cephalosporins GPC non GNR FASTID ANAER -MRSACeph 1 ++++ + -- --Ceph 2 ++ ++ + --cefoxitin ++ ++ + +++cefotetanCeph 3 +++ +++ +++ --Ceph 4 +++ ++++ +++ --
  61. 61. MAHESAFARMAKOLOGI 2004
  62. 62. Antibiotika…. Zat yg dihasilkan organisme Bersifat baktericid dan bakteriostatik Kemoterapi : bahan kimia yang mampu menghambat kehidupan kuman di dalam tubuh Perang peneliti,klinisi versus bakteri
  63. 63. nomenklatur Pewarnaan gram : identitas bakteri patogen dari dari tempat infeksi & pewarnaan Kultur : pembiakan dan identifukasi mikroba Kultur positip palsu : bila kultur terkontaminasi Kultur negatip palsu : sampel terinfeksi & media kultur & teknik tidak sesuai KHM : Konsentrasi HAmbat Minimal adalah konsentrasi antibiotik yg d/ mencegah pertumbuhan kultur
  64. 64. Resistensi Timbulnya daya tahan kuman terhadap obat Resistensi kuman bisa massal oleh kuman yg resisten Epidemi nosokomial di RS
  65. 65. Faktor resistensi Pengobatan yg terlambat Dosis terlalu rendah Kuman adaptasi d/ obat Pemberian A.B tidak tepat sasaran Keadaan fisik penderita t/ mendukung terbentuknya kuman d/ cepat
  66. 66. hiperreaksi Hipersensitifitas Toksisitas Super infeksi Efek kumulasi
  67. 67. Klasifikasi Antibiotika Penisilin & sefalosporin Tetrasiklin & kloramfenikol Aminoglikosida Antibiotik lain : makrolida, eritromisin
  68. 68. PENISILIN & SEFALOSPORIN PENISILIN  BAKTERI GRAM - & GRAM +,STREPTOKOKUS,STAFILOKOKUS,S PIROKETA,KLOSTRIDIA,ANTRAKS,AK TINIMISETES PENISILIN PER OS BAIK,BEBERAPA TIDAK,RUSAK KRN ENSIM & HCl
  69. 69. PENISILIN (ß Lactam) DISTRIBUSINYAAD KE OTAK ELIMINASI VIA RENAL INDIKASI: PNEUMONIA,MENINGITIS,OTITIS MEDIA,FARINGITIS,DEMAM REUMATIK,ENDOKARDITIS,GONORE, ANTRAKS,KLOSTRIDIA GAS GANGREN & TETANUS,OSTEOMILITIS,DIPHTERI
  70. 70. PENISILIN…. PERTAMAKALI DIISOLASI DARI JAMUR PENICILLIUM TH 1949 OVER PENISILIN RESISTENSI (PEMBENTUKAN PENISILINASE) SIFAT KIMIA : PENISILIN,SEFALOSPORIN,MONOLAKT AM (AZTREONAM) DAN KARBAPENEM (IMIPENEM) CINCIN ß LAKTAM DI PUSAT->PECAH BY ß-LAKTAMASE
  71. 71. GOLONGAN PENISILIN PENISILIN G (300.000-6 JUTA UNIT) PROKAIN PENISILIN BENZATIN PENISILIN AMPISILIN AMOKSISILIN OKSASILIN & KLOKSASILIN SEFALOSPORIN
  72. 72. PENISILIN…. ASAM KLAVULANAT , PROBENISID MEMPERKUAT KERJA PENISILIN (contoh: AUGMENTIN & TIMENTIN) REAKSI ALERGI: REAKSI PENISILIN BERKISAR DARI RUAM KULIT SAMPAI SYOK ANAFILAKTIK & POTENSIAL MENGANCAM JIWA
  73. 73. SEFALOSPORIN MEKANISME SAMA D/ PENISILIN 15 % Px ALERGI PENISILIN JUGA ALERGI SEFALOSPORIN PERTAMA KALI U/ BAKTERI GRAM POSITIP
  74. 74. GOLONGAN SEFALOSPORIN GENERASI I GENERASI II GENERASI III GENERASI IV
  75. 75. GENERASI I SEFALEKSIN SEFAZOLIN SEFALOTIN SEFRADIN SEFADROKSIL SEFAPRIN
  76. 76. GENERASI II SEFAKLOR SEFUROKSIM SEFAMANDOL SEFOKSITIN SEFOTETAN SEFONICID SEFORANID SEFOMETAZOL
  77. 77. GENERASI III SEFOTAKSIM SEFTRIAKSON SEFIKSIM SEFTIZOKSIM SEFOPERAZON MOKSALAKTAM SEFZIDIM
  78. 78. TETRASIKLIN GOL SPETRUM LUAS PADA BAKTERI GRAM + DAN GRAM - PADA RIKETSIA,AMUBA,MIKOPLASMA, TRAKOMA PER OS BAIK, METABOLIT PADA GIGI & TULANG
  79. 79. KLORAMFENIKOL SPEKTUM LUAS JUGA SPESIFIK PADA BAKTERI SALMONELLA TYPOA, HEMOPHILIS INFLUENZA, Boedetella Pertusis Efek SAMPING : KEBUTAAN & ALERGI LARANGAN IBU MENYUSUI
  80. 80. GOLONGAN TETRASIKLIN DOKSISIKLIN METASILIN KLORTETRASIKLIN TETRASIKLIN OKSITETRASIKLIN
  81. 81. Tetrasiklin Antibiotik spektrum luas Baik pd bakteri gram -/+ Juga pd Riketsia,amuba,trakoma Bila dosis tidak tepat menyebabkan resistensi/kebal Penggunaanya per os Dipengaruhi makanan,logam semacam Al,Mg,Ca dan Fe
  82. 82.  Metabolit tetrasiklin ditimbun di tulang &gigi Keracunan obat: mual & muntah Bisa diare dan dehidrasi berat Keracunan gawat pada hati & ginjal Merupakan obat pilihan kolera Juga dapat pada infeksi pernapasan,gonore,akne Dosis 1-2 gram per oral
  83. 83. Aminoglikosida Bakteriostatik thd gram – Contoh: Streptomisin Neomisin, kanamisin, Amikasin gentamisin, tobramisin, sisomisin,
  84. 84. streptomisin Bentuk injeksi Bakteriostatik Obat pilihan untuk TBC,Lepra Hati2,resistensi sangat cepat Ekskresi melalui ginjal & empedu Keracunan: reaksi alergi sampai syok anafilaksi berat
  85. 85. Kanamisin,Neomisin,Amikasin,Gentamisin & Tobramisin Bakterisid pd gram + dan – Penyerapan neomisin & kanamisin per os jelek sdgkan gentamisin & tobramisin baik Sediaan salep Gentamisin banyak diberikan pd luka bakar & luka pd kulit
  86. 86. Eritromisin Aktivitas mirip penisilin Kekuatan lebih rendah Sebagai preparat pengganti penisilin Per os baik Keracunan: mual,muntah,superinfeksi dan alergi Spiramisin mirip eritromisin(Ex Spiradan tab & syrup) Azitromicin tab,syrup (Zitromax tab,syrup)
  87. 87. Kel Polimiksin Polimiksin A Polimiksin Byang dipakai Polimiksin C Polimiksin D Polimiksin Eyang dipakai Keduanya aktif untuk bakteri gram – Indikasi : infeksi pseudomonas,shigela,disentri & enterobakter Banyak dipakai untuk topikal (salep) saja,sal napas

×