SlideShare a Scribd company logo
1 of 23
Download to read offline
 Handayani                  K11111629
 Sri Sumarni                K11111262
 Rahmatillah Razak          K11111268
 Nuris Purnamasari          K11111266
 Ismariani                  K11111126
 Nuraeni                    K11111106
 Lolah Auliya Muthmainnah   K11111618
       Haslina          K11111125
Mineral adalah bahan anorganik atau bahan kimia yang didapat
makhluk dari alam, yang asalnya ialah dari tanah. Mineral adalah suatu
zat yang terdapat dalam alam dengan komposisi kimia yang khas dan
biasanya mempunyai struktur kristal yang jelas, yang kadang-kadang
dapat menjelma dalam bentuk geometris tertentu.

     Berdasarkan dari kebutuhannya, mineral terbagi menjadi 2 kelompok
yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro dibutuhkan dengan
jumlah > 100 mg per hari sedangkan mineral mikro dibutuhkan dengan
jumlah <100 mg per hari. Mikromineral adalah mineral yang dibutuhkan
dalam jumlah sedikit. Mineral Mikro adalah salah satu zat gizi yang juga
penting bagi tubuh selain karbohidrat, protein, lemak dan Mineral Makro.
Mineral Mikro terdiri dari : Besi (Fe), Seng (Zn), Iodium (I), Selenium (Se),
Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Flour, Kobalt, Kromium (Cr), Timah, Nikel,
Vanadium, silicon.
Sumber        utama   Zeng   adalah
Sumber    baik       besi   adalah
makanan      hewani         ,seperti   daging, unggas, telur, ikan, susu,
daging,ayam dan ikan . Sumber          keju, hati, lembaga gandum, ragi,
baik       lainnya          adalah     selada,       roti    dan    kacang-
telur, serealia tumbuk, kacang         kacangan. Sumber paling baik
kacangan, sayuran hijau dan
                                       adalah sumber protein hewani,
beberapa jenis buah.
                                       terutama daging, hati, kerang,
                                       biji-bijian     (lengkap),   serelia,
                                       leguminosa dan telur.
• Sumber iodium di antaranya adalah : sayur-
             sayuran, ikan laut, dan rumput laut.
Iodium


           • Sumber Selenium : ikan laut, karang-karangan,
             daging, susu , telur,
Selenium


       • Sumber utama tembaga adalah tiram, kerang,
         hati, ginjal, kacang-kacangan, unggas, biji-bijian
Tembaga , serelia, dan cokelat.
• Sumber : Serelia utuh, kacang-kacangan,
             buah-buahan, teh.
Mangan

           • Sumber flour di antaranya adalah air,
             makanan laut, tanaman, ikan dan makanan
 Flour       hasil ternak.


           • Sumber utamanya adalah vitamin B12, B1,
             dan sayuran berdaun hijau.
Kobalt


          • Sayuran hijau, biji-bijian dan serealia, hasil laut dan
            daging
Kromium
Zn Sebagai bagian dari enzim atau sebagai
                       kofaktor pads kegiatan lebih dari 200 enzim.
                       Zn berperan dalam berbagai aspek
                       metabolisme seperti reaksi yang berkaitan
                       dengan        sintesis      dan       degradasi
  Besi berperan        karbohidrat, protein, lipida, dan asam nukleat.
                       Zn      berperan       dalam     pemeliharaan
  dalam proses         keseimbangan asam basa.
respirasi sel, yaitu   Zn sebagai bagian integral enzim DNA
                       polymerase dan RNA polymerase yang
 sebagai kofaktor      diperlukan dalam sintesis DNA dan RNA.
                       Zn      berperan       dalam     pembentukan
bagi enzim–enzim       kulit, metabolisme jaringan ikat dan
   yang terlibat       penyembuhan luka.
                       Zn berperan dalam pengembangan fungsi
  didalam reaksi       reproduksi laki-laki dan pembentukan sperma.
 oksidasi reduksi.     Zn berperan dalam kekebalan yaitu, dalam
                       sel T dan pembentukan antibody oleh sel B.
Iodin (I) diperlukan tubuh         Enzim selenium
                                    peroksidase berperan
untuk            membentuk          sebagai katalisator dalam
                                    pemecahan peroksida yang
tiroksin,    suatu     hormon       terbentuk di dalam tubuh
                                    menjadi ikatan yang tidak
dalam       kelenjar    tiroid.     bersifat toksik.
Tiroksin          merupakan        Selenium berperan serta
                                    dalam sistem enzim yang
hormone       utama      yang       mencegah terjadinya
                                    radikal bebas dengan
dikeluarkan oleh kelenjar           menurunkan konsentrasi
                                    peroksida dalam sel,
tiroid.
 Tembaga       berperan      dalam
  mencegah anemia dengan cara            Mn berperan sebagai
  membantu        absorbsi      besi,     katalisator dari beberapa
  merangsang sisntesis hemoglobin
  , melepas simpanan besi dari            reaksi metabolik yang
  feritin dalam hati dan sebagai          penting pada protein,
  bagian dari enzim seruloplasmin.        karbohidrat, dan lemak.
 Tembaga berperan dalam oksidasi
  besi bentuk fero menjadi feri.
 Tembaga       berperan      dalam
  perubahan asam amino tirosin
  menjadi melanin, yaitu pigmen
  dan kulit.
 Tembaga juga berperanan dlam
  pengikatan silang kolagen yang
  diperluka      untuk     menjaga
  kekuatannya.
Kobalt merupakan vitamin B12
                               Mineralisasi tulang dan
(kobalmin). Vitamin ini        pengerasan email gigi. Pada
                               saat gigi dan tulang dibentuk,
diperlukan untuk               pertama terbentuk kristal
                               hidroksiapatit yang terdiri
mematangkan sel darah          atas kalsium dan fosfor.
                               Kemudian flour akan
merah dan menormalkan          menggantikan gugus hidroksil
                               (OH) pada kristal tersebut dan
fungsi semua sel. Kobal        membentuk fluoropatit.
                               Pembentukan fluoropatit ini
mungkin juga berperan          menjadikan gigi dan tulang
                               tahan terhadap kerusakan
dalam fungsi berbagai enzim.
Kelebihan :
                                             Kelebihan Zn hinggga 2 sampai 3 kali
 Kelebihan :                                 menurunkan absorpsi tembaga.
  Kelebihan besi jarang terjadi karena       Kelebihan sampai 10 kali mempengaruhi
                                              metabolism kolesterol, mengubah nilai
  makanan ,tetapi dapat disebabkan
                                              lipoprotein     dan      tampaknya     dapat
  oleh suplemen besi ,gejalanya adalah        mempercepat timbulnya aterosklerosis.
  rasa    nek,muntah      ,diare,denyut      Kelebihan sampai sebanyak 2 gram atau lebih
  jantung     meningkat,sakit    kepala       dapat menyebabkan muntah, diare, demam,
  ,mengigau dan pingsan.                      kelelahan, anemia, dan gangguan reproduksi.
                                                Kekurangan :
 Kekurangan :                               Akibat kekurangan seng pertumbuhan badan
  Menurunnya               kemampuan          tidak sempurna (kerdil).
  kerja, kekurangan energi pada              Gangguan dan keterlambatan pertumbuhan
                                              kematangan seksual.misalnya, pencernaan
  umumnya menyebaabkan pucat, rasa
                                              terganggu, gangguan fungsi pangkreas,
  lemah,letih pusing,kurang nafsu             gangguan pembentukan kilomikron dan
  makan          ,         menurunnya         kerusakan permukaan saluran cerna.
  kebugarankekebalan dan gangguan            Kekurangan Zn menganggu pusat system saraf
  penyembuhan        luka.kemampuan           dan ungsi otak.
                                             Kekurangan Zn menganggu metabolisme dalam
  mengatur suhu tubuh menurun.                hal kekurangan vitamin A, gangguan kelenjar
                                              tiroid,   gangguan     nafsu  makan     serta
                                              memperlambat penyembuhan luka.
 Kekurangan :                       •   Kelebihan :
                                          Dosis tinggi selenium (= 1 mg sehari)
  Gondok, kretinisme, pembesaran         menyebabkan muntah-muntah, diare,
  kelenjar tiroid, hambatan mental       rambut dan kuku rontok, serta luka-luka
  dan pertumbuhan pada anak;             pada      kulit    dan    sistem     saraf.
  gemuk padaorang dewasa.                Kecenderungan menggunakan suplemen
                                         selenium untuk mencegah kanker harus
 Kelebihan :                            dilakukan secara hati-hati, jangan sampai
  Pembesaran kelenjar tiroid yang        dosis berlebihan
  menutupi jalan pernafasan.         •   Kekurangan :
                                          Kekurangan selenium pada manusia
                                         karena makanan yang dikonsumsi belum
                                         bayak diketahui. Pada tahun 1979 para
                                         ahli dari Cina melaporkan hubungan
                                         antara status selenium tubuh dengan
                                         penyakit      kesban,   dimana      terjadi
                                         kardiomiopati atau degenerasi otot
                                         jantung yang terutama terlihat pada anak-
                                         anak dan perempuan dewasa (keshan
                                         adalah sebuah propinsi di Cina).
Kelebihan :                                  Kelebihan :
 Menyebabkan nekrosis hati atau serosis     • Keracunan karena kelebihan mangan
    hati.                                        dapat      terjadi    bila  lingkungan
 Konsumsi sebanyak 10-15 mg                     terkontaminasi oleh mangan, biasanya
    tembaga sehari dapat                         dalam jangka waktu lama, menunjukkan
    menimbulkan muntah-muntah dan                gejala-gejala kelainan otak disertai
    diare. Berbagai tahap perdarahan             penampilan dan tingkah laku abnormal,
    intravascular dapat terjadi ,begitupun       yang menyerupai penyakit Parkinson.
    nekrosis sel-sel hati dan ginjal.        Kekurangan :
 Konsumsi dosis tinggi dapat                • Penyakit karena kekurangan mangan
    menyebabkan kematian.                        jarang terjadi. Kebutuhan mangan kecil,
Kekurangan :                                     sedangkan mangan banyak terdapat
 Kekurangan tembaga dapat menganggu             pada bahan makanan nabati kekurangan
    pertumbuhan dan metabolisme,                 mangan menyababkan steril pada hewan
    disamping itu terjadi demineralisasi         jantan dan betina. Keturunan dari induk
    tulang-tulang. Bayi gagal tumbuh             yang menderita kekurangan mangan,
    kembang edema dengan serum albumin           menunjukkan kelainan kerangka dan
    rendah. Gangguan fungsi kekebalan.           gangguan kerangka otot.
• Kelebihan :
  Kelebihan       fluor      dapat
  menyebkan keracunan. Hal ini        • Kekurangan :
  baru terjadi pada dosis sangat        Terjadi bila kekuangan
  tinggi atau setelah bertahun-
  tahun menggunakan suplemen
                                         vitamin B12. Karena faktor
  fluor sebanyak 20-80 mg sehari.        intrinsik,       sindroma
  Gejalanya    adalah     fluorosis      gangguan absorpsi dan
  (perubahan warna gigi menjadi          gastrektomi.
  kekuningan), mulas, diare, sakit
  di daerah dada, gatal, dan          • Kelebihan :
  muntah.                                Belum diketahui.
• Kekurangan :
  Kekurangan fluor      terjadi di
  daerah dimana air minum kurang
  mengandung fluor. Akibatnya
  adalah kerusakan gigi dan
  keropos tulang pada orang tua.
Kekurangan :
Kekurangan krom karena makanan jarang terjadi,
oleh karena itu AKG untuk krom belum ditentukan.
Kelebihan :
Kelebihan krom karena makanan belum pernah
ditemukan. Pekerja yang terkena limbah industri
dan cat yang mengandung krom tinggi dikaitkan
dengan kejadian penyakit hati dan kanker paru-
paru.
PENCERNAAN DAN PENYERAPAN
 Sebelum diabsorsi dalam tubuh besi dibebaskan dari ikatan organic seperti
   protein.Sebagian besar besi dalam bentuk feri direduksi menjadi bentuk fero.hal
   ini terjadi dalam suasana asam didalam lambung dengan adanya HCL dan vitamin
   C yang terdapat dalam makanan
 Absorsi terutama terjadi dalam usus halus dengan bantuan alat angkut protein
   khusus,yaitu transferin dab feritin.,Transferin mukosa mengangkut besi besi dari
   saluran cerna kedalam sel mukossa dan memindahkan ketrasferin reseptor yang
   ada dalam sel mukosa.Transferin mukosa kemudian kembali kerongga saluran
   cerna untuk mengikat besi lain ,sedangkan trasferin reseptor mengangkut besi
   melalui darah kesemua jaringan tubuh.
METABOLISME :
    Fe yang dibebaskan dari proses degradasi Hb dan porfirin dapat secara cepat
   terlihat transferin dan dalam feritin serum pada plasma.Transferin mengangkut Fe
   kembali ke sumsum tulang untuk mensintesisi Hb kembali atau dimana saja
   dibutuhkan.Feritin serum secara cepat diambil oleh hati dan mungkin oleh sel –sel
   lain.Besi feritin intrseluler juga dimobilisasi untuk diangkut kesum – sum tulang
   Untuk mobilisasi tersebut Fe yang ada dalam pusat inti feritin harus
   direduksidikilasi dan dipindahkan kedalam plasma ,dimana dioksidasi kembali
   menjadi F3+ untuk diangkut pada transferin.
Didalam pangkreas seng digunakan untuk membuat enzim pencernaan,
yng pada waktu mkan dikeluarkan ke dalam saluran cerna. Dengan
demikaian saluran cerna menerima seng dari dua sumbar, yaitu dari
makanan dan dari cairan pencernaan yang kembali ke pangkreas
dinamakn sikrulasi entropangkreatik. Bila di komsumsi seng tinggi,
didalam sel dinding saluran cerna sebagian diubah menjadi metalotionein
sebagai simpanan, sehingga absorpsi berkurang. Seperti halnya dengan
besi, bentuk simpanan ini akan dibuang bersama sel-sel dinding usus halus
yang umurny adalah 2-5 hri. Metalotionien didalam hati mengikat seng
hingga di butuhkan oleh tubuh. Metalotionien diduga mempunyai peranan
dalam mengatur kandungan seng didalam cairan intarseluler.
Pembentukan dan sekresi tiroglobulin sebagai bahan dasar hormon thyroid
dilakukan oleh sel-sel thyroid. Setiap molekul tiroglobulin mengandung 140 asam
amino tirosin, dan tirosin merupakan substrat utama yang berikatan dengan
yodium untuk membentuk hormon thyroid dimana hormon ini dibentuk dalam
molekul tiroglobulin. Oksidase ion yodida adalah langkah penting dalam
pembentukan hormon thyroid yaitu perubahan ion yodida menjadi bentuk yodium
teroksidasi yang kemudian mampu berikatan langsung dengan asam amino tirosin.
Proses oksidasi ini dipermudah oleh enzim peroksidase dan hidrogen peroksida
yang menyertainya. Pengikatan yodium dengan molekul tiroglobulin dinamai
organifikasi tiroglobulin. Yodium yang telah dioksidasi dalam bentuk molekul akan
terikat langsung tetapi perlahan-lahan dengan asam amino tirosin, tetapi bila
yodium yang btelah teroksidasi disertai dengan sistem enzim peroksidasi, maka
proses ini dapat terjadi dalam beberapa detik atau menit. Stadium akhir dari
yodinasi tirosin adalah pembentukan dua hormon thyroid yang penting yaitu
tiroksin dan triyodotironin. Tirosin mula-mula dioksidasi menjadi monoyodotironin
dan diyodotironin. Dua molekul diyodotironin bergabung membentuk tiroksin (T4),
dan satu molekul diyodotironin bergabung dengan satu molekul monoyodotironin
membentuk triyodotironin (T3).
Selenium berada dalam         Mekanisme absorpsi mangan
makanan dalam bentuk           hingga sekarang belum diketahui
                               dengan pasti. Seperti halnya
selenometionin          dan    dengan mineral mikro lainnya,
selenosistein.      Absorbsi   faktor makanan mempengaruhi
                               absorpsi mangan. Besi dan
selenium terjadi pada          kalsium menghambat absorpsi
bagian atas usus halus         mangan. Mangan diangkut oleh
                               protein transmanganin dalam
secara    aktif,   selenium    plasma. Setelah diabsorpsi,
diangkut oleh albumin dan      mangan dalam waktu singkat
                               terlihat dalam empedu dan
alfa-2 globulin. Absorbsi      dikeluarkan melalui feses. Taraf
lebih efesien, bila tubuh      mangan dalam jaringan diatur
                               oleh oleh sekresi selektif melalui
dalam keadaan kekurangan       empedu. Pada penyakit hati,
selenium. Konsumsi tinggi      mangan menumpuk dalam hati.
menyebabkan peningkatan
ekkresi melalui urin
Sebagian flour dari makanan
atau minuman diserap oleh
lambung dan sebagian lagi oleh
usus kecil. Dari 90% F diserap,      Absorbsi terjadi pada bagain atas
setengahnya dikeluarkan lagi dan     usus halus mengkuti mekanisme
setengah      bagian      lainnya    absorbsi besi. Absorbsi mningkat
digunakan      sebagai     bagian    bila konsumsi besi rendah.
integral tulang dan gigi. Dengan     Sebanyak 85% ekskresi kobal
tidak dipengaruhi oleh jumlah        dilakukan       melalui      urin,
yang dikonsumsi, kadar flour         selebihnya fses dan keringat.
dalam darah selalu konstan. Hal
ini berkat kemampuan ginjal
untuk     mengaturnya.      Selain
dalam darah, F juga terdapat
dalam jaringan (lunak), saliva,
susu dan darah janin : yang
konsentrasinya leboh rendah.
•   PENCERNAAN DAN PENYERAPAN

 Absorsi sedikit terjadi didalam lambung dan sebagian besar di bagian atas usus halus secara
    aktif dan pasif.absorsi terjadi dengan alat angkut protein pengikat tembaga metalotionin yang
    juga berfungsi dalam absorbsi seng dan kadmium.Tembaga diangkut keseluruh tubuh oleh
    seruloplasminin dan transkuprein.Tembaga juga dikeluarkan dari hati ,sebagai bagian dari
    empedu.Didalam saluran cerna tembaga dapat diabsorsi kembali atau dikeluarkan dari
    tubuh bergantung kebutuhan tubuh.Pengeluaran melalui empedu meningkat bila terdapat
    kelebihan tembaga dalam tubuh.

•   METABOLISME

 Dalam plasma darah ,tembaga mula – mula diikat pada albumin dan suatu protein baru dam
    dibawa kehati dimana kan mendapat proses :

 Diinkorporasikan ke dalam seruloplasmin dan protein / enzim hati yang spesifik

 Hilang melalui empedu ,seruloplasmin disekresi kedalam plasma disamping kemungkinan
    fungsi enzimatiknya ,juga mengangkut tembaga kedalam sel seluruh tubuh
 Krom dalam bentuk Cr+++ diabsorbsi sebanyak 10%
  hingga 25%. Bentuk lain krom hnya diabsorbsi
  sebanyak 1%. Mekanisme absorbsi belum diketahui
  dengan pasti. Absorbsi dibantu oleh asam-asam amino
  yang mencegah krom mengendap dalam media alkali
  usus halus. Jumlah yang diabsorbsi tetap hingga
  konumsi sebanyak 49 ug, setelah itu ekskresi melalui
  urin meningkat. Ekskresi melalui urin meningkat oleh
  konsumsi gula sederhna yang tinggi, aktivitas fisik berat
  atau trauma fisik
 Seperti halnya besi, krom diangkut oleh transferin. Bila
  tingkat kejenuhan transferin tinggi, krom dapt diangkut
  oleh albumin.
MINERAL PENTING

More Related Content

What's hot

Vit. b kompleks dan c (Driyo S., S.R.Ratih P.)
Vit. b  kompleks dan c (Driyo S., S.R.Ratih P.)Vit. b  kompleks dan c (Driyo S., S.R.Ratih P.)
Vit. b kompleks dan c (Driyo S., S.R.Ratih P.)pure chems
 
Autoimunitas power point
Autoimunitas power pointAutoimunitas power point
Autoimunitas power pointtristyanto
 
Peningkatan mutu gizi pangan
Peningkatan mutu gizi panganPeningkatan mutu gizi pangan
Peningkatan mutu gizi panganSutyawan
 
01 patologi manusia konsep dasar patologi
01 patologi manusia   konsep dasar patologi01 patologi manusia   konsep dasar patologi
01 patologi manusia konsep dasar patologiEmmy Kardinasari
 
Zat Gizi Mineral Makro-Mikro
Zat Gizi Mineral Makro-MikroZat Gizi Mineral Makro-Mikro
Zat Gizi Mineral Makro-MikroSilmi Mufidah
 
Farmakologi interaksi obat dengan makanan
Farmakologi interaksi obat dengan makananFarmakologi interaksi obat dengan makanan
Farmakologi interaksi obat dengan makananEster Muki
 
Dasar dietetik
Dasar dietetikDasar dietetik
Dasar dietetiksis mkes
 
125450041 13-penyakit-autoimun-ppt
125450041 13-penyakit-autoimun-ppt125450041 13-penyakit-autoimun-ppt
125450041 13-penyakit-autoimun-pptHerwantoYusa
 
Biosintesis asam lemak
Biosintesis asam lemakBiosintesis asam lemak
Biosintesis asam lemakAbner D Nero
 
vitamin larut air
vitamin larut airvitamin larut air
vitamin larut airHadik27
 
Farmakologi MINERAL
Farmakologi MINERALFarmakologi MINERAL
Farmakologi MINERALSapan Nada
 
Diabetes militus
Diabetes militusDiabetes militus
Diabetes militusCahya
 
Ppt isolasi, identifikasi dan pewarnaan mikroorganisme
Ppt isolasi, identifikasi dan pewarnaan mikroorganismePpt isolasi, identifikasi dan pewarnaan mikroorganisme
Ppt isolasi, identifikasi dan pewarnaan mikroorganismeKalisthiana Yi Ku
 
Imunologi dasar bag.1
Imunologi dasar bag.1Imunologi dasar bag.1
Imunologi dasar bag.1tristyanto
 

What's hot (20)

Vit. b kompleks dan c (Driyo S., S.R.Ratih P.)
Vit. b  kompleks dan c (Driyo S., S.R.Ratih P.)Vit. b  kompleks dan c (Driyo S., S.R.Ratih P.)
Vit. b kompleks dan c (Driyo S., S.R.Ratih P.)
 
Autoimunitas power point
Autoimunitas power pointAutoimunitas power point
Autoimunitas power point
 
Peningkatan mutu gizi pangan
Peningkatan mutu gizi panganPeningkatan mutu gizi pangan
Peningkatan mutu gizi pangan
 
01 patologi manusia konsep dasar patologi
01 patologi manusia   konsep dasar patologi01 patologi manusia   konsep dasar patologi
01 patologi manusia konsep dasar patologi
 
Zat Gizi Mineral Makro-Mikro
Zat Gizi Mineral Makro-MikroZat Gizi Mineral Makro-Mikro
Zat Gizi Mineral Makro-Mikro
 
Farmakologi cara pemberian obat
Farmakologi cara pemberian obatFarmakologi cara pemberian obat
Farmakologi cara pemberian obat
 
Farmakologi interaksi obat dengan makanan
Farmakologi interaksi obat dengan makananFarmakologi interaksi obat dengan makanan
Farmakologi interaksi obat dengan makanan
 
Dasar dietetik
Dasar dietetikDasar dietetik
Dasar dietetik
 
125450041 13-penyakit-autoimun-ppt
125450041 13-penyakit-autoimun-ppt125450041 13-penyakit-autoimun-ppt
125450041 13-penyakit-autoimun-ppt
 
Makalah gizi masyarakat
Makalah gizi masyarakatMakalah gizi masyarakat
Makalah gizi masyarakat
 
Biosintesis asam lemak
Biosintesis asam lemakBiosintesis asam lemak
Biosintesis asam lemak
 
2. mekanisme adaptasi sel
2. mekanisme adaptasi sel2. mekanisme adaptasi sel
2. mekanisme adaptasi sel
 
vitamin larut air
vitamin larut airvitamin larut air
vitamin larut air
 
Farmakologi MINERAL
Farmakologi MINERALFarmakologi MINERAL
Farmakologi MINERAL
 
Diabetes militus
Diabetes militusDiabetes militus
Diabetes militus
 
Ppt isolasi, identifikasi dan pewarnaan mikroorganisme
Ppt isolasi, identifikasi dan pewarnaan mikroorganismePpt isolasi, identifikasi dan pewarnaan mikroorganisme
Ppt isolasi, identifikasi dan pewarnaan mikroorganisme
 
Memahami Autoimun
Memahami AutoimunMemahami Autoimun
Memahami Autoimun
 
Imunologi dasar bag.1
Imunologi dasar bag.1Imunologi dasar bag.1
Imunologi dasar bag.1
 
Metabolisme asam amino
Metabolisme asam aminoMetabolisme asam amino
Metabolisme asam amino
 
Vitamin larut air
Vitamin larut airVitamin larut air
Vitamin larut air
 

Similar to MINERAL PENTING

Similar to MINERAL PENTING (20)

Mineral Mikro
Mineral MikroMineral Mikro
Mineral Mikro
 
Oo7 bio
Oo7 bioOo7 bio
Oo7 bio
 
Mineral
MineralMineral
Mineral
 
M i n e r a l
M i n e r a l M i n e r a l
M i n e r a l
 
PPT MINERAL MIKRO
PPT MINERAL MIKRO PPT MINERAL MIKRO
PPT MINERAL MIKRO
 
Mineral (Ilmu Gizi)
Mineral (Ilmu Gizi)Mineral (Ilmu Gizi)
Mineral (Ilmu Gizi)
 
2021 08-13 buku monograf 36-rudiana
2021 08-13 buku monograf 36-rudiana2021 08-13 buku monograf 36-rudiana
2021 08-13 buku monograf 36-rudiana
 
Mineral Mikro Biokimia
Mineral Mikro BiokimiaMineral Mikro Biokimia
Mineral Mikro Biokimia
 
Mineral
MineralMineral
Mineral
 
Mineral dan air
Mineral dan airMineral dan air
Mineral dan air
 
Materi Biokimia-Mineral Makro
Materi Biokimia-Mineral MakroMateri Biokimia-Mineral Makro
Materi Biokimia-Mineral Makro
 
MINERAL ppt.ppt
MINERAL ppt.pptMINERAL ppt.ppt
MINERAL ppt.ppt
 
mineral.pptx
mineral.pptxmineral.pptx
mineral.pptx
 
Kbm mineral klp.6
Kbm mineral klp.6Kbm mineral klp.6
Kbm mineral klp.6
 
Kimia pangan : mineral
Kimia pangan : mineralKimia pangan : mineral
Kimia pangan : mineral
 
vitamin yang larut air (B comp danC)
vitamin yang larut air (B comp danC)vitamin yang larut air (B comp danC)
vitamin yang larut air (B comp danC)
 
Bab 3 sistem pencernaan pada manusia
Bab 3 sistem pencernaan pada manusiaBab 3 sistem pencernaan pada manusia
Bab 3 sistem pencernaan pada manusia
 
Gizi vitamin
Gizi vitaminGizi vitamin
Gizi vitamin
 
Bab 3 sistem pencernaan pada manusia
Bab 3 sistem pencernaan pada manusiaBab 3 sistem pencernaan pada manusia
Bab 3 sistem pencernaan pada manusia
 
Mineral Makro Materi 150625065144-lva1-app6892-converted (1)
Mineral Makro Materi 150625065144-lva1-app6892-converted (1)Mineral Makro Materi 150625065144-lva1-app6892-converted (1)
Mineral Makro Materi 150625065144-lva1-app6892-converted (1)
 

More from Sri Sumarni

Biomedik 1_Fisiologi Reproduksi
Biomedik 1_Fisiologi ReproduksiBiomedik 1_Fisiologi Reproduksi
Biomedik 1_Fisiologi ReproduksiSri Sumarni
 
Sanitasi Makanan
Sanitasi MakananSanitasi Makanan
Sanitasi MakananSri Sumarni
 
AKL_Bakteri di udara
AKL_Bakteri di udara AKL_Bakteri di udara
AKL_Bakteri di udara Sri Sumarni
 
Obesitas pada Anak dan Remaja
Obesitas pada Anak dan RemajaObesitas pada Anak dan Remaja
Obesitas pada Anak dan RemajaSri Sumarni
 
Aterosklerosis di Benua Amerika
Aterosklerosis di Benua AmerikaAterosklerosis di Benua Amerika
Aterosklerosis di Benua AmerikaSri Sumarni
 
Konsep dasarlimbah cair
Konsep dasarlimbah cairKonsep dasarlimbah cair
Konsep dasarlimbah cairSri Sumarni
 
Fisiologi endokrin 2
Fisiologi endokrin 2Fisiologi endokrin 2
Fisiologi endokrin 2Sri Sumarni
 
Kerentanan HIV pada Perempuan
Kerentanan HIV pada PerempuanKerentanan HIV pada Perempuan
Kerentanan HIV pada PerempuanSri Sumarni
 
Penciptaan Manusia menurut Al-QUran
Penciptaan Manusia menurut Al-QUranPenciptaan Manusia menurut Al-QUran
Penciptaan Manusia menurut Al-QUranSri Sumarni
 
Konsep dasar biologi
Konsep dasar biologiKonsep dasar biologi
Konsep dasar biologiSri Sumarni
 

More from Sri Sumarni (14)

Manajemen Data
Manajemen DataManajemen Data
Manajemen Data
 
Biomedik 1_Fisiologi Reproduksi
Biomedik 1_Fisiologi ReproduksiBiomedik 1_Fisiologi Reproduksi
Biomedik 1_Fisiologi Reproduksi
 
Sanitasi Makanan
Sanitasi MakananSanitasi Makanan
Sanitasi Makanan
 
AKL_Bakteri di udara
AKL_Bakteri di udara AKL_Bakteri di udara
AKL_Bakteri di udara
 
Gizi kerja K3
Gizi kerja K3Gizi kerja K3
Gizi kerja K3
 
OMK_Monitoring
OMK_MonitoringOMK_Monitoring
OMK_Monitoring
 
Obesitas pada Anak dan Remaja
Obesitas pada Anak dan RemajaObesitas pada Anak dan Remaja
Obesitas pada Anak dan Remaja
 
Aterosklerosis di Benua Amerika
Aterosklerosis di Benua AmerikaAterosklerosis di Benua Amerika
Aterosklerosis di Benua Amerika
 
Konsep dasarlimbah cair
Konsep dasarlimbah cairKonsep dasarlimbah cair
Konsep dasarlimbah cair
 
Fisiologi endokrin 2
Fisiologi endokrin 2Fisiologi endokrin 2
Fisiologi endokrin 2
 
Kerentanan HIV pada Perempuan
Kerentanan HIV pada PerempuanKerentanan HIV pada Perempuan
Kerentanan HIV pada Perempuan
 
Penciptaan Manusia menurut Al-QUran
Penciptaan Manusia menurut Al-QUranPenciptaan Manusia menurut Al-QUran
Penciptaan Manusia menurut Al-QUran
 
Konsep dasar biologi
Konsep dasar biologiKonsep dasar biologi
Konsep dasar biologi
 
Actuating
ActuatingActuating
Actuating
 

MINERAL PENTING

  • 1.
  • 2.  Handayani K11111629  Sri Sumarni K11111262  Rahmatillah Razak K11111268  Nuris Purnamasari K11111266  Ismariani K11111126  Nuraeni K11111106  Lolah Auliya Muthmainnah K11111618  Haslina K11111125
  • 3. Mineral adalah bahan anorganik atau bahan kimia yang didapat makhluk dari alam, yang asalnya ialah dari tanah. Mineral adalah suatu zat yang terdapat dalam alam dengan komposisi kimia yang khas dan biasanya mempunyai struktur kristal yang jelas, yang kadang-kadang dapat menjelma dalam bentuk geometris tertentu. Berdasarkan dari kebutuhannya, mineral terbagi menjadi 2 kelompok yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro dibutuhkan dengan jumlah > 100 mg per hari sedangkan mineral mikro dibutuhkan dengan jumlah <100 mg per hari. Mikromineral adalah mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Mineral Mikro adalah salah satu zat gizi yang juga penting bagi tubuh selain karbohidrat, protein, lemak dan Mineral Makro. Mineral Mikro terdiri dari : Besi (Fe), Seng (Zn), Iodium (I), Selenium (Se), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Flour, Kobalt, Kromium (Cr), Timah, Nikel, Vanadium, silicon.
  • 4. Sumber utama Zeng adalah Sumber baik besi adalah makanan hewani ,seperti daging, unggas, telur, ikan, susu, daging,ayam dan ikan . Sumber keju, hati, lembaga gandum, ragi, baik lainnya adalah selada, roti dan kacang- telur, serealia tumbuk, kacang kacangan. Sumber paling baik kacangan, sayuran hijau dan adalah sumber protein hewani, beberapa jenis buah. terutama daging, hati, kerang, biji-bijian (lengkap), serelia, leguminosa dan telur.
  • 5. • Sumber iodium di antaranya adalah : sayur- sayuran, ikan laut, dan rumput laut. Iodium • Sumber Selenium : ikan laut, karang-karangan, daging, susu , telur, Selenium • Sumber utama tembaga adalah tiram, kerang, hati, ginjal, kacang-kacangan, unggas, biji-bijian Tembaga , serelia, dan cokelat.
  • 6. • Sumber : Serelia utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, teh. Mangan • Sumber flour di antaranya adalah air, makanan laut, tanaman, ikan dan makanan Flour hasil ternak. • Sumber utamanya adalah vitamin B12, B1, dan sayuran berdaun hijau. Kobalt • Sayuran hijau, biji-bijian dan serealia, hasil laut dan daging Kromium
  • 7. Zn Sebagai bagian dari enzim atau sebagai kofaktor pads kegiatan lebih dari 200 enzim. Zn berperan dalam berbagai aspek metabolisme seperti reaksi yang berkaitan dengan sintesis dan degradasi Besi berperan karbohidrat, protein, lipida, dan asam nukleat. Zn berperan dalam pemeliharaan dalam proses keseimbangan asam basa. respirasi sel, yaitu Zn sebagai bagian integral enzim DNA polymerase dan RNA polymerase yang sebagai kofaktor diperlukan dalam sintesis DNA dan RNA. Zn berperan dalam pembentukan bagi enzim–enzim kulit, metabolisme jaringan ikat dan yang terlibat penyembuhan luka. Zn berperan dalam pengembangan fungsi didalam reaksi reproduksi laki-laki dan pembentukan sperma. oksidasi reduksi. Zn berperan dalam kekebalan yaitu, dalam sel T dan pembentukan antibody oleh sel B.
  • 8. Iodin (I) diperlukan tubuh  Enzim selenium peroksidase berperan untuk membentuk sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida yang tiroksin, suatu hormon terbentuk di dalam tubuh menjadi ikatan yang tidak dalam kelenjar tiroid. bersifat toksik. Tiroksin merupakan  Selenium berperan serta dalam sistem enzim yang hormone utama yang mencegah terjadinya radikal bebas dengan dikeluarkan oleh kelenjar menurunkan konsentrasi peroksida dalam sel, tiroid.
  • 9.  Tembaga berperan dalam mencegah anemia dengan cara  Mn berperan sebagai membantu absorbsi besi, katalisator dari beberapa merangsang sisntesis hemoglobin , melepas simpanan besi dari reaksi metabolik yang feritin dalam hati dan sebagai penting pada protein, bagian dari enzim seruloplasmin. karbohidrat, dan lemak.  Tembaga berperan dalam oksidasi besi bentuk fero menjadi feri.  Tembaga berperan dalam perubahan asam amino tirosin menjadi melanin, yaitu pigmen dan kulit.  Tembaga juga berperanan dlam pengikatan silang kolagen yang diperluka untuk menjaga kekuatannya.
  • 10. Kobalt merupakan vitamin B12 Mineralisasi tulang dan (kobalmin). Vitamin ini pengerasan email gigi. Pada saat gigi dan tulang dibentuk, diperlukan untuk pertama terbentuk kristal hidroksiapatit yang terdiri mematangkan sel darah atas kalsium dan fosfor. Kemudian flour akan merah dan menormalkan menggantikan gugus hidroksil (OH) pada kristal tersebut dan fungsi semua sel. Kobal membentuk fluoropatit. Pembentukan fluoropatit ini mungkin juga berperan menjadikan gigi dan tulang tahan terhadap kerusakan dalam fungsi berbagai enzim.
  • 11. Kelebihan :  Kelebihan Zn hinggga 2 sampai 3 kali  Kelebihan : menurunkan absorpsi tembaga. Kelebihan besi jarang terjadi karena  Kelebihan sampai 10 kali mempengaruhi metabolism kolesterol, mengubah nilai makanan ,tetapi dapat disebabkan lipoprotein dan tampaknya dapat oleh suplemen besi ,gejalanya adalah mempercepat timbulnya aterosklerosis. rasa nek,muntah ,diare,denyut  Kelebihan sampai sebanyak 2 gram atau lebih jantung meningkat,sakit kepala dapat menyebabkan muntah, diare, demam, ,mengigau dan pingsan. kelelahan, anemia, dan gangguan reproduksi. Kekurangan :  Kekurangan :  Akibat kekurangan seng pertumbuhan badan Menurunnya kemampuan tidak sempurna (kerdil). kerja, kekurangan energi pada  Gangguan dan keterlambatan pertumbuhan kematangan seksual.misalnya, pencernaan umumnya menyebaabkan pucat, rasa terganggu, gangguan fungsi pangkreas, lemah,letih pusing,kurang nafsu gangguan pembentukan kilomikron dan makan , menurunnya kerusakan permukaan saluran cerna. kebugarankekebalan dan gangguan  Kekurangan Zn menganggu pusat system saraf penyembuhan luka.kemampuan dan ungsi otak.  Kekurangan Zn menganggu metabolisme dalam mengatur suhu tubuh menurun. hal kekurangan vitamin A, gangguan kelenjar tiroid, gangguan nafsu makan serta memperlambat penyembuhan luka.
  • 12.  Kekurangan : • Kelebihan : Dosis tinggi selenium (= 1 mg sehari) Gondok, kretinisme, pembesaran menyebabkan muntah-muntah, diare, kelenjar tiroid, hambatan mental rambut dan kuku rontok, serta luka-luka dan pertumbuhan pada anak; pada kulit dan sistem saraf. gemuk padaorang dewasa. Kecenderungan menggunakan suplemen selenium untuk mencegah kanker harus  Kelebihan : dilakukan secara hati-hati, jangan sampai Pembesaran kelenjar tiroid yang dosis berlebihan menutupi jalan pernafasan. • Kekurangan : Kekurangan selenium pada manusia karena makanan yang dikonsumsi belum bayak diketahui. Pada tahun 1979 para ahli dari Cina melaporkan hubungan antara status selenium tubuh dengan penyakit kesban, dimana terjadi kardiomiopati atau degenerasi otot jantung yang terutama terlihat pada anak- anak dan perempuan dewasa (keshan adalah sebuah propinsi di Cina).
  • 13. Kelebihan : Kelebihan :  Menyebabkan nekrosis hati atau serosis • Keracunan karena kelebihan mangan hati. dapat terjadi bila lingkungan  Konsumsi sebanyak 10-15 mg terkontaminasi oleh mangan, biasanya tembaga sehari dapat dalam jangka waktu lama, menunjukkan menimbulkan muntah-muntah dan gejala-gejala kelainan otak disertai diare. Berbagai tahap perdarahan penampilan dan tingkah laku abnormal, intravascular dapat terjadi ,begitupun yang menyerupai penyakit Parkinson. nekrosis sel-sel hati dan ginjal. Kekurangan :  Konsumsi dosis tinggi dapat • Penyakit karena kekurangan mangan menyebabkan kematian. jarang terjadi. Kebutuhan mangan kecil, Kekurangan : sedangkan mangan banyak terdapat  Kekurangan tembaga dapat menganggu pada bahan makanan nabati kekurangan pertumbuhan dan metabolisme, mangan menyababkan steril pada hewan disamping itu terjadi demineralisasi jantan dan betina. Keturunan dari induk tulang-tulang. Bayi gagal tumbuh yang menderita kekurangan mangan, kembang edema dengan serum albumin menunjukkan kelainan kerangka dan rendah. Gangguan fungsi kekebalan. gangguan kerangka otot.
  • 14. • Kelebihan : Kelebihan fluor dapat menyebkan keracunan. Hal ini • Kekurangan : baru terjadi pada dosis sangat Terjadi bila kekuangan tinggi atau setelah bertahun- tahun menggunakan suplemen vitamin B12. Karena faktor fluor sebanyak 20-80 mg sehari. intrinsik, sindroma Gejalanya adalah fluorosis gangguan absorpsi dan (perubahan warna gigi menjadi gastrektomi. kekuningan), mulas, diare, sakit di daerah dada, gatal, dan • Kelebihan : muntah. Belum diketahui. • Kekurangan : Kekurangan fluor terjadi di daerah dimana air minum kurang mengandung fluor. Akibatnya adalah kerusakan gigi dan keropos tulang pada orang tua.
  • 15. Kekurangan : Kekurangan krom karena makanan jarang terjadi, oleh karena itu AKG untuk krom belum ditentukan. Kelebihan : Kelebihan krom karena makanan belum pernah ditemukan. Pekerja yang terkena limbah industri dan cat yang mengandung krom tinggi dikaitkan dengan kejadian penyakit hati dan kanker paru- paru.
  • 16. PENCERNAAN DAN PENYERAPAN  Sebelum diabsorsi dalam tubuh besi dibebaskan dari ikatan organic seperti protein.Sebagian besar besi dalam bentuk feri direduksi menjadi bentuk fero.hal ini terjadi dalam suasana asam didalam lambung dengan adanya HCL dan vitamin C yang terdapat dalam makanan  Absorsi terutama terjadi dalam usus halus dengan bantuan alat angkut protein khusus,yaitu transferin dab feritin.,Transferin mukosa mengangkut besi besi dari saluran cerna kedalam sel mukossa dan memindahkan ketrasferin reseptor yang ada dalam sel mukosa.Transferin mukosa kemudian kembali kerongga saluran cerna untuk mengikat besi lain ,sedangkan trasferin reseptor mengangkut besi melalui darah kesemua jaringan tubuh. METABOLISME : Fe yang dibebaskan dari proses degradasi Hb dan porfirin dapat secara cepat terlihat transferin dan dalam feritin serum pada plasma.Transferin mengangkut Fe kembali ke sumsum tulang untuk mensintesisi Hb kembali atau dimana saja dibutuhkan.Feritin serum secara cepat diambil oleh hati dan mungkin oleh sel –sel lain.Besi feritin intrseluler juga dimobilisasi untuk diangkut kesum – sum tulang Untuk mobilisasi tersebut Fe yang ada dalam pusat inti feritin harus direduksidikilasi dan dipindahkan kedalam plasma ,dimana dioksidasi kembali menjadi F3+ untuk diangkut pada transferin.
  • 17. Didalam pangkreas seng digunakan untuk membuat enzim pencernaan, yng pada waktu mkan dikeluarkan ke dalam saluran cerna. Dengan demikaian saluran cerna menerima seng dari dua sumbar, yaitu dari makanan dan dari cairan pencernaan yang kembali ke pangkreas dinamakn sikrulasi entropangkreatik. Bila di komsumsi seng tinggi, didalam sel dinding saluran cerna sebagian diubah menjadi metalotionein sebagai simpanan, sehingga absorpsi berkurang. Seperti halnya dengan besi, bentuk simpanan ini akan dibuang bersama sel-sel dinding usus halus yang umurny adalah 2-5 hri. Metalotionien didalam hati mengikat seng hingga di butuhkan oleh tubuh. Metalotionien diduga mempunyai peranan dalam mengatur kandungan seng didalam cairan intarseluler.
  • 18. Pembentukan dan sekresi tiroglobulin sebagai bahan dasar hormon thyroid dilakukan oleh sel-sel thyroid. Setiap molekul tiroglobulin mengandung 140 asam amino tirosin, dan tirosin merupakan substrat utama yang berikatan dengan yodium untuk membentuk hormon thyroid dimana hormon ini dibentuk dalam molekul tiroglobulin. Oksidase ion yodida adalah langkah penting dalam pembentukan hormon thyroid yaitu perubahan ion yodida menjadi bentuk yodium teroksidasi yang kemudian mampu berikatan langsung dengan asam amino tirosin. Proses oksidasi ini dipermudah oleh enzim peroksidase dan hidrogen peroksida yang menyertainya. Pengikatan yodium dengan molekul tiroglobulin dinamai organifikasi tiroglobulin. Yodium yang telah dioksidasi dalam bentuk molekul akan terikat langsung tetapi perlahan-lahan dengan asam amino tirosin, tetapi bila yodium yang btelah teroksidasi disertai dengan sistem enzim peroksidasi, maka proses ini dapat terjadi dalam beberapa detik atau menit. Stadium akhir dari yodinasi tirosin adalah pembentukan dua hormon thyroid yang penting yaitu tiroksin dan triyodotironin. Tirosin mula-mula dioksidasi menjadi monoyodotironin dan diyodotironin. Dua molekul diyodotironin bergabung membentuk tiroksin (T4), dan satu molekul diyodotironin bergabung dengan satu molekul monoyodotironin membentuk triyodotironin (T3).
  • 19. Selenium berada dalam Mekanisme absorpsi mangan makanan dalam bentuk hingga sekarang belum diketahui dengan pasti. Seperti halnya selenometionin dan dengan mineral mikro lainnya, selenosistein. Absorbsi faktor makanan mempengaruhi absorpsi mangan. Besi dan selenium terjadi pada kalsium menghambat absorpsi bagian atas usus halus mangan. Mangan diangkut oleh protein transmanganin dalam secara aktif, selenium plasma. Setelah diabsorpsi, diangkut oleh albumin dan mangan dalam waktu singkat terlihat dalam empedu dan alfa-2 globulin. Absorbsi dikeluarkan melalui feses. Taraf lebih efesien, bila tubuh mangan dalam jaringan diatur oleh oleh sekresi selektif melalui dalam keadaan kekurangan empedu. Pada penyakit hati, selenium. Konsumsi tinggi mangan menumpuk dalam hati. menyebabkan peningkatan ekkresi melalui urin
  • 20. Sebagian flour dari makanan atau minuman diserap oleh lambung dan sebagian lagi oleh usus kecil. Dari 90% F diserap, Absorbsi terjadi pada bagain atas setengahnya dikeluarkan lagi dan usus halus mengkuti mekanisme setengah bagian lainnya absorbsi besi. Absorbsi mningkat digunakan sebagai bagian bila konsumsi besi rendah. integral tulang dan gigi. Dengan Sebanyak 85% ekskresi kobal tidak dipengaruhi oleh jumlah dilakukan melalui urin, yang dikonsumsi, kadar flour selebihnya fses dan keringat. dalam darah selalu konstan. Hal ini berkat kemampuan ginjal untuk mengaturnya. Selain dalam darah, F juga terdapat dalam jaringan (lunak), saliva, susu dan darah janin : yang konsentrasinya leboh rendah.
  • 21. PENCERNAAN DAN PENYERAPAN  Absorsi sedikit terjadi didalam lambung dan sebagian besar di bagian atas usus halus secara aktif dan pasif.absorsi terjadi dengan alat angkut protein pengikat tembaga metalotionin yang juga berfungsi dalam absorbsi seng dan kadmium.Tembaga diangkut keseluruh tubuh oleh seruloplasminin dan transkuprein.Tembaga juga dikeluarkan dari hati ,sebagai bagian dari empedu.Didalam saluran cerna tembaga dapat diabsorsi kembali atau dikeluarkan dari tubuh bergantung kebutuhan tubuh.Pengeluaran melalui empedu meningkat bila terdapat kelebihan tembaga dalam tubuh. • METABOLISME  Dalam plasma darah ,tembaga mula – mula diikat pada albumin dan suatu protein baru dam dibawa kehati dimana kan mendapat proses :  Diinkorporasikan ke dalam seruloplasmin dan protein / enzim hati yang spesifik  Hilang melalui empedu ,seruloplasmin disekresi kedalam plasma disamping kemungkinan fungsi enzimatiknya ,juga mengangkut tembaga kedalam sel seluruh tubuh
  • 22.  Krom dalam bentuk Cr+++ diabsorbsi sebanyak 10% hingga 25%. Bentuk lain krom hnya diabsorbsi sebanyak 1%. Mekanisme absorbsi belum diketahui dengan pasti. Absorbsi dibantu oleh asam-asam amino yang mencegah krom mengendap dalam media alkali usus halus. Jumlah yang diabsorbsi tetap hingga konumsi sebanyak 49 ug, setelah itu ekskresi melalui urin meningkat. Ekskresi melalui urin meningkat oleh konsumsi gula sederhna yang tinggi, aktivitas fisik berat atau trauma fisik  Seperti halnya besi, krom diangkut oleh transferin. Bila tingkat kejenuhan transferin tinggi, krom dapt diangkut oleh albumin.