Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pengertian bank lengkap dari jenis dan fungsinya hingga undang undang perbankan

”Bank merupakan lembaga keuangan yang memberikan jasa keuangan yang paling lengkap, disamping menyalurkan dana atau memberikan pinjaman (kredit) juga melakukan usaha menghimpun dana dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan, serta memberikan jasa-jasa keuangan lainnya yang mendukung dan memperlancar kegiatan memberi pinjaman dengan kegiatan menghimpun dana”..

  • Login to see the comments

Pengertian bank lengkap dari jenis dan fungsinya hingga undang undang perbankan

  1. 1. Umumnya, masyarakat yang ingin mengamankan uangnya, memulai usaha, bahkan untuk bertransaksi cenderung mempercayai bank untuk memenuhi kebutuhannya. Pengertian bank pada awalnya dikenal sebagai meja tempat menukar uang, lalu pengertian berkembang tempat penyimpanan uang. Namun semakin modernya perkembangan dunia perbankan maka pengertian bank pun berubah. Bank dapat dikatakan sebagai ikon sistem perekonomian, karena bagaimanapun ketergantungan masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonominya sebagian besar melibatkan bank. Menurut Kasmir, mendefinisikan bank sebagai berikut: ”Bank merupakan lembaga keuangan yang memberikan jasa keuangan yang paling lengkap, disamping menyalurkan dana atau memberikan pinjaman (kredit) juga melakukan usaha menghimpun dana dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan, serta memberikan jasa-jasa keuangan lainnya yang mendukung dan memperlancar kegiatan memberi pinjaman dengan kegiatan menghimpun dana”.. Pendapat Kasmir diatas diperjelas oleh UU No. 10 Tahun 1998 mengenai pengertian bank, “bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk – bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.” Berdasarkan dua definisi menunjukan bank merupakan suatu bentuk badan usaha yang bergerak di bidang finansial yang berfungsi sebagai intermediasi keuangan dengan menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat. Disamping itu bank juga mempunyai fungsi lainnya yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi yang melibatkan uang. Jenis-Jenis Bank Adapun pengertian Bank menurut UU No.7 tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No.10 tahun 1998. 1. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan tarap hidup rakyat banyak. 2. Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 3. Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvesional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kenyataannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
  2. 2. Jenis Pengertian Bank Menurut Fungsinya Menurut fungsinya bank dapat dibedakan menjadi 4, fungsi bank yang ada meliputi Bank Central, Bank umum, bank tabungan, dan Bank pembangunan. Dijabarkan sebagai berikut : Bank Sentral yaitu Bank Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945 dan diatur dengan UU No.13 tahun 1968. Bank indonesia memiliki tugas pokok membantu pemerintah dalam hal : 1. Mengatur, menjaga dan memelihara stabilitas nilai rupiah 2. Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja; guna meningkatkan taraf hidup rakyat. Menurut UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia menggantikan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1968 tentang Bank Sentral yang telah berlaku sejak 31 tahun lalu, berdampak terjadinya perubahan pada sistem moneter, keuangan dan perbankan Indonesia. Pengertian Bank Indonesia Bank Indonesia sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 adalah bank sentral Republik Indonesia yang merupakan lembaga negara yang independen, bebas dari campur tangan Pemerintah dan atau pihak-paihak lainnya, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang yang mengaturnya. Bank Indonesia adalah badan hukum berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 dengan modal sekurang-kurangnya Rp 2 triliun. Dalam UU ini, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan yaitu mencapai dan memeliharakestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah dan nilai tukar yang wajar merupakan sebagian persyaratan bagi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang yang berkesinambungan. Kegagalan dalam memelihara kestabilan nilai rupiah seperti tercermin pada kenaikan harga-harga dapat merugikan, karena berakibat menurunkan pendapatan riil masyarakat dan melemahkan daya saing perekonomian nasional dalam kancah perekonomian dunia. Untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah sebagai tujuan Bank Indonesia perlu ditopang dengan tiga pilar utama yaitu : 1. Kebijakan moneter dengan prinsip kehati-hatian. 2. Sistem pembayaran yang cepat dan tepat
  3. 3. 3. Sistem perbankan dan keuangan yang sehat Dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, Bank Indonesia berwenang menetapkan sasaran-sasaran moneter dan melakukan pengendalian moneter sebagai berikut : 1. Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang ditetapkan 2. Mengelola cadangan devisa untuk memenuhi kewajiban luar negeri 3. Memelihara keseimbangan neraca pembayaran 4. Menerima pinjaman luar negeri Menurut UU No. 23 Tahun 1999 tentang pengertian Bank Indonesia, kedudukan Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang independen berada diluar pemerintahan. Independen ini membawa konsekuensi yuridis logis bahwa Bank Indonesia juga mempunyai kewenangan. Berbeda dengan peran Bank Indonesia sebelumnya, sebagaimana diatur dalam UU No. 13 Tahun 1968 dimana Bank Indonesia merupakan lembaga yang tugasnya membantu pemerintah dan dalam tugasnya tersebut berada dibawah koordinasi dewan Moneter sebagai otoritas moneter tertinggi dalam pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan pengaturan moneter dan perbankan. Dengan dikeluarkannya UU No. 23 Tahun 1999, maka Bank Indonesia menjadi lembaga independen yang berada diluar pemerintah, dan hubunganya dengan pemerintah Bank Indonesia bertindak hanya sebagai pemegang kas pemerintah. Bank Umum Bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito dan dalam usahanya terutama memberikan kredit jangka pendek. Contoh: BCA, Bank Danamon, Bank Lippo, Bank Mandiri dan lain-lain. Bank Tabungan Bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk tabungan, dan dalam usahanya terutama memperbungakan dananya dalam kertas berharga. Contoh: Bank Tabungan Pensiun Nasional. Bank Pembangunan Bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk deposito dan atau mengeluarkan kertas berharga jangka menengah dan panjang, dalam usahanya terutama memberikan kredit jangka menengah dan panjang. Contoh: BPD Jenis Bank dari sudut kepemiliknnya
  4. 4. Dari sudut kepemilikannya, terdapat Bank milik Negara, milik swasta nasional dan asing, hingga campuran yang kepemilikannya 2, pihak asing dan swasta nasional. Dijelaskan sebagai berikut : Bank Pemerintah (negara) Bank Pemerintahan / Bank Negara, yaitu Bank yang seluruh sahamnya dimiliki pemerintahan/negara. Contoh: BRI (Bank Rakyat Indonesia), BNI’46,dan lain- Masing-masing bank pemerintah ini didirikan dengan Undang-undang tersendiri dan mengemban misi tertentu. Bank Swasta Nasional Bank Swasta Nasional, yaitu Bank yang seluruh sahamnya dimiliki pihak swasta. Bank swasta nasional ini dapat dibagi menjadi dua golongan lagi berdasarkan kemampuannya melakukan transaksi internasional dan transaksi valas, yaitu: 1. Bank Devisa yaitu bank yang dapat melakukan transaksi internasional seperti ekspor-impor, jual beli valas dan lain-lain. Contoh: BCA, Bank Permata ,Lippo dan lain-lain. 2. Bank Non-devisa yaitu bank yang tidak dapat mengadakan transaksi internasional. Contoh: Bank Artos Indonesia. Bank Non devisa dapat ditingkatkan statusnya sebagai devisa setelah syarat-syarat untuk itu dipenuhi. Bank Asing Bank asing yaitu bank yang sahamnya dimiliki pihak asing. Untuk jenis ini, mereka hanya membuka cabang di Indonesia, kantor pusatnya terdapat di luar negeri. Contoh: City Bank, Chase Manhattan, Standard Cartered dan lain-lain. Semenjak pakto 27 tahun 1988, bank asing ini boleh membuka cabang pembantunya di 7 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Senarang, Surabaya, Dempasar dan Ujung Pandang. Setiap cabang tersebut, selambat-lambatnya setelah 12 bulan dibuka, posisi kredit ekspor dari cabang pembantu tersebut harus mencapai minimal 50% dari kredit yang diberikannya. Bank Campuran Bank Campuran yaitu Bank yang sebagian sahamnya dimiliki oleh pihak asing dan sebagian lagi oleh pihak swasta nasional. Contoh: Sanwa Indonesia Bank. Dalam pakto 27 ditentukan bahwa penyertaan modal pihak nasional adalah sebesar 15% dari modal sendiri (equity)bank. Sama seperti pihak asing, dalam jangka waktu 12 bulan sejak izin usaha diterbitkan, posisi kredit ekspornya harus mencapai minimal 50% dari total kredit yang diberikan. Bank Campuran ini dapat memberikan satu kantor cabang dimasing-masing kota Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Denpasar, dan Ujung Padang. Jenis-Jenis Produk Bank
  5. 5. Dalam praktek sehari-hari terdapat berbagai jenis jasa bank yang ditawarkan kepada masyarakat. Kelengkapan jenis produk bank yang ditawarkan tergantung dari kemampuan bank dan jenis bank itu sendiri. Semakin lengkap produk yang ditawarkan makan akan semakin baik, sehingga untuk memperoleh produk bank nasabah cukup mendatangi satu bank saja. Menurut Kasmir produk bank tersebut meliputi: Menghimpun dana (Funding) 1. Rekening Giro 2. Rekening Tabungan 3. Rekening Deposito Menyalurkan Dana (Lending) 1. Kredit Investasi 2. Kredit Modal Kerja 3. Kredit Perdagangan 4. Kredit konsumtif 5. Kredit Produktif Memberikan jasa-jasa bank lainnya (Service) 1. Transfer 2. Inkaso 3. Kliring 4. Safe Deposit Box 5. Bank Card 6. Bank Note (Valas) 7. Bank Garansi 8. Referensi Bank 9. Bank Darft 10. Leter of credit (L/C) 11. Cek Wisata 12. Jual beli surat berharga (obligasi) Menerima setoran-setoran lain 1. Pembayaran pajak 2. Pembayaran listrik 3. Pembanayaran telepon 4. Pembayaran uang kuliah 5. Pembayaran Air Melayani pembayaran-pembayaran 1. Gaji / pensiun 2. Pembayaran Deviden 3. Pembayaran Bonus
  6. 6. Berperan dalam pasar modal 1. Penjamin emisi (Under write) 2. Penanggung (guarantor) 3. Wali amanat (trustee) 4. Perantara perdagangan efek (broker) 5. Pedagang efek (dealer) 6. Perusahaan pengelolah dana (Investment company). Pemasaran Bank Online Mengikuti perkembangan teknologi serta trend perdagangan yang berubah, transaksi online mulai menggeser transaksi tradisional terdahulu. Nasabah cenderung mencari kemudahan, bahkan untuk hanya sekedar transaksi menggunakan atm menjadi kurang praktis. Semua Bank baik itu bank negara maupun swasta berlomba-lomba mengeluarkan produk penunjang transaksi online sebagai bentuk usaha pemasaran untuk memenangkan persaingan, juga sumber pemasukan. Semua transaksi yang melibatkan bank saat ini sudah bisa diakses menggunakan perangkat milik nasabah. Namun dengan berbagai fasilitas kemudahan seperti itu menimbulkan banyak permasalahan yang tentu saja menjadi pekerjaan rumah (PR) industri perbankan untuk memberikan pelayanan terbaik, sempurna, serta menjamin nasabahnya.

×