Archaebacteria

20,514 views

Published on

Slide presentasi yang berkenaan tentang bakteri arkebakteria, baik tentang ciri-cirinya, habitatnya, cara bereproduksinya dan klasifikasinya.

Published in: Education
0 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
20,514
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
586
Comments
0
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Archaebacteria

  1. 1. Archebacteria by : Muhammad Khalif Achmad • Archaebacteria (Yunani, Archaea = nenek moyang) adalah kelompok bakteri yang dinding selnya tidak mengandung peptidokglikan, namun membrane plasmanya mengandung lipid. Next
  2. 2. A. Ciri-ciri Archaebacteria 1. Struktur tubuh sederhana dan diduga sebagai makhluk yang pertama ada di dunia. 2. Uniseluler prokariotik, yaitu tidak memiliki membrane inti sel 3. Dinding sel tidak memiliki peptidoglikan ( polimer karbohidrat dan protein ) 4. Ukuran tubuh 0.1 – 200 mikron (μm) 5. Hidup soliter (sendiri) atau berkelompok. 6. Bentuk bervariasi (bulat, batang, spiral atau persegi panjang). 7. Hidup di lingkungan yang ekstrem. Next
  3. 3. B. Habitat Archaebacteria Kelas Archaebacteria berdasarkan habitat hidupnya dibagi mejadi tiga kelompok yaitu ; 1. Archaebacteria Metanogen, merupakan kelompok prokariotik yang mereduksi karbondioksida (CO2) menjadi metana (CH4) menggunakan hydrogen (H2). Memiliki tempat hidup di lumpur dan rawa, juga hidup di saluran pencernaan hewan dan manusia. Next
  4. 4. 2. Archaebacteria Halofil, kata halofi l berasal dari bahasa Yunani, (halo = garam, dan phylosyang =pencinta), merupakan kelompok prokariotik yang hidup di tempat yang asin, misalnya di Great Salt Lake (danau garam di Amerika) dan Laut Mati. 3. Archaebacteria Termoasidofil, kelompok organisme prokariotik yang hidup di lingkungan yang panas, optimum pada suhu 60- 80 oC. Bakteri ini terdapat pada daerah yang mengandung asam sulfat, misalnya di kawah vulkanik. Next
  5. 5. C. Reproduksi Archaebacteria Archaebacteria bereproduksi dengan cara membelah biner , pembelahan berganda, pembentukan tunas dan fragmentasi. Next
  6. 6. D. Klasifikasi Archaebacteria 1. Archaebacteria Metanogen. • Mengubah CO2, H2 dan asam organik menjadi gas metana (CH4). • Tidak membutuhkan oksigen (anaerob obligat). • Kisaran suhu : mesofilik. • Jenis metanogen Methanobacterium ruminantium hidup dalam saluran pencernaan hewan ruminansia (pemamah biak) memntu mencerna selulosa dari rumput dan menghasilkan 400 liter metana dalam sehari. Next
  7. 7. • Berperan penting dalam mengolah limbah organik pada lapisan lumpur, danau, dan sedimen di dasar laut menjadi metana. • contoh lain: Methanobacteriales, Methanococcales, Methanomicr obiales, Methanosarcinales, Methanopyrales. 2. Archaebacteria Halofil. • Dapat bertahan hidup pada kadar garam 9%. Ada yang tumbuh optimum dengan kadar garam 17-23% dan bertahan pada kadar garam 35%. • Bentuk bulat dan batang tidak beraturan. Next
  8. 8. • Jenis Gram positif dan Gram negatif. • Kisaran suhu : mesofil dan sedikit termofil. • Kebutuhan oksigen : aerob. • Memiliki flagel. • Memiliki pigmen merah/orange (bakteriodopsin) untuk memanfaatkan energi cahaya dalam mengubah CO2 menjadi bahan organik. • Hidup berkoloni dan dapat membusukkan bahan makanan yang diasinkan. • Habitat : Laut Mati, Danau Great Salt. • Contoh : Halobacterium salinarium, Halococcus, Natronobacterium.
  9. 9. 3. Archaebacteria Termoasidofil. • Organisme termofilik dapat bertahan hidup pada suhu >45oC. • Organisme hipertermofilik hidup pada suhu >80oC dengan suhu optimum 70-110oC. • Berbentuk batang, bulat atau filamen. • Jenis Gram negatif. • Kebutuhan oksigen : anaerob atau aerob fakultatif • Tempat hidup pada lingkungan asam dengan pH 1-2 (asidofilik). • Metabolisme belerang. Next
  10. 10. • Contoh : 1. Geogemma → dapat bertahan hidup selama 2 jam pada suhu 130oC. 2. Pyrodictium → diisolasi dari dasar laut. 3. Thermoproteus → hidup di perairan panas yang kaya belerang. 4. Sulfolobus → hidup di mata air panas dan kadang di tanah.
  11. 11. Sumber Rujukan Mohamad Amin. 2009. Biologi. Jakarta: Balimu. Sri Hidayati dan Slamet P. 2007. Sains Biologi. Jakarta: Bumi Aksara. Diah A. , Chirul M. dan Syalfinaf M. 2009. Biology. Jakarta: Esis. http://gurungeblog.com/2012/11/17/archaebacteria/ http://zonabawah.blogspot.com/2011/05/ciri-ciri-dan-jenis- jenis.html http://biologyfordumbs.blogspot.com/p/bab-4-eubacteria-dan- archaebacteria_02.html http://smart-dyan.blogspot.com/2012/02/archaebacteria.html http://kerwansebelas.blogspot.com/2012/02/cara-reproduksi- bakteri.html http://bagrezhumaneater.blogspot.com/2011/04/archaebacteria.html http://incostig.blogspot.com/2010/11/klasifikasi-archaebacteria.html

×