gender

640 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
640
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

gender

  1. 1. Gender dan Stratifikasi Macionis (1996:245-246) :“the unequal distribution of welth, power, and privilege between the two sexes”
  2. 2. Adanya stratifikasi gender telah mendorong lahirnya gerakan sosial dikalangan kaum perempuan, yang bertujuan membela dan memperluas hak-hak kaum perempuan. Gerakan ini dinamakan feminisme, yang menurut Giddens (1989:181) telah bermula di Perancis padaabad 18 dan kemudian menyebar ke negara-negara lain dibenua Eropa, Amerika, Afrika dan Asia.
  3. 3. Rumahtangga PendidikanPekerjaan Politik Ketimpangan
  4. 4. Gender dan Pendidikanadat kebiasaan yang tidak mendukung
  5. 5. Gender dan Pekerjaan• Moore dan Sinclair mengidentifikasikan dua macam segregasi jenis kelamin dalam angkatan kerja : Segresi vertikal mengacu pada terkonsentrasinya pekerja perempuan pada jenjang rendah dalam organisasi, seperti halnya jabatan pramuniaga, pramusaji, tenaga kebersihan, pramugari, sekretaris, pengasuh anak, guru taman kanak-kanak, perawat, kasir dan sebagainya. segregasi horizontal, mengacu pada kenyataan bahwa pekerja perempuan sering terkonsentrasi dijenis pekerjaan yang berbeda dengan jenis pekerjaan yang dilakukan lelaki. Adanya segregasi vertikal memberikan kesan bahwa dalam tangga jembatan seakan-akan ada suatu “langit-langit kaca”(glass ceiling) yang menghalangi mobilitas kaum perempuan kejenjang yang lebih tinggi. Adanya segregasi horizontal pun memberi kesan seakan-akan dalam pasar kerja ada jenis pekerjaan tertentu yang relatif tertutup bagi perempuan, seperti misalnya dibidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi.
  6. 6. Gender dan PenghasilanKesenjangan apa yang dijumpai pekerja perempuan dalam bidang penghasilan? Dalam banyak masyarakat seorang pekerja, apa pun jenis kelaminnya, menerima upah yang sama untuk pekerjaan yang sama (equal pay for equalwork) . namun diberbagai masyarakat lain pekerja laki-laki memperoleh upah lebih tinggi dari pada upah pekerja perempuan walaupun pekerjaan yang dilakukan sama.Gejala ini dinamakan diskriminasi upah berdasarkan jenis kelamin (sex based wage discrimination).
  7. 7. Gender dan Politik
  8. 8. Gender dan KeluargaDalam banyak rumah tangga kita menemukanketimpangan antara kekuasaan suami dan istri, halini tidak mengherankan, karena dalam berbagaimasyarakat masih banyak dianut pandangan lamabahwa tempat seorang perempuan adalah di rumahdan di belakang suaminya. Kajiannya terhadappembagian kekuasaan antara suami dan istri telahmelahirkan konsep keluarga simetris dan keluargaasimetris (symmetrical family, asymmetrical family)dari Willmot dan Young, yang dimana konseppertama mengacu pada kekuasaan seimbang dankonsep kedua kekuasaan tidak seimbang.

×