Konsep dasar kimia air

4,642 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,642
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
216
Actions
Shares
0
Downloads
139
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Konsep dasar kimia air

  1. 1. KONSEP DASAR KIMIA AIR Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  2. 2. Pentingnya Air• Bagian fluida yang sangat penting bagi kehidupan• Bagian dari fungsi ekosistem yang tak tergantikan• Dibutuhkan untuk domestik, pertanian dan industri• Berfungsi sebagai pembersih alami• Setiap orang membutuhkan min 2,5 m 3 air / hari.• Rumus Air (bukan Aquadest) adalah H2O + X• Apakah X itu ?????
  3. 3. Ketersediaan Air• Bumi mengandung 325 juta kubik mil air, yang meliputi 71% permukaan bumi.• 97% air di bumi berupa air asin• 2.5% berupa air tawar• 0.77% tersedia untuk pemenuhan kebutuhan manusia
  4. 4. Ketersediaan Air
  5. 5. Pemanfaatan Air
  6. 6. Sumber-sumber Air Segar• Atmosphere (sebagai hujan)• Danau dan sungai• Glaciers, bongkahan salju• Air tanah• Air bawah tanah (aquifers)
  7. 7. SIKLUS AIR
  8. 8. SIKLUS AIR• Siklus air merupakan proses dimana molekul air (H2O) bergerak dalam suatu siklus : dari permukaan bumi (lautan atau tanah ke atmosphere dan kembali lagi)• Kuantitas air di bumi tidak pernah berubah,• Siklus Air melalui perubahan wujud : Cair, Uap dan Es /Salju merupakan proses yang dapat mempertahankan kualitas air• Kualitasnya dapat mengalami perubahan.• Keberadaan Air tidak pernah murni (sebagai H2O), selalu mengandung impurities (kotoran) yang masuk ke lingkungan air  shg rumus Air H2O + X.
  9. 9. Pencemaran (Pollusi)Adanya suatu zat dalam lingkungan yang karena komposisi/jumlahnya menyebabkan terganggunya proses alami,lingkungan yang tidak diinginkan, dan dapat timbulgangguan kesehatan
  10. 10. Pencemaran Air• Perubahan Kualitas Air secara Fisik, Kimia dan Biologis yang berakibat pada kehidupan mikroorganisme (misal degradasi)• Adanya bahan-bahan pengotor di badan air (danau, sungai, aquifer, dll)• Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya (PP No.82 2001).
  11. 11. Sumber Pencemaran Air• Sumber lansung: Pencemaran yang berasal dari sumber tertentu contoh : Pabrik, Sistim buangan, sumur minyak• Sumber tak langsung : Pencemaran yang berasal dari penyebaran sumber yang tidak jelas contoh : Air dari jalan, dari kegiatan pertanian
  12. 12. Sumber Pencemaran Air
  13. 13. PENCEMARAN AIR TANAH
  14. 14. Macam-macam Pencemaran Air• Bahan Patogen (penyakit)• Bahan Kimia Organik• Bahan Kimia Anorganik• Kekurangan Oksigen/Eutrofikasi• Endapan (Sedimentasi)• Polusi Panas
  15. 15. Bahan-bahan Patogen• Bakteri, virus, parasit• Buangan Manusia & Hewan• Demam• Tiphoid/tifus,• Kolera,• Disentri
  16. 16. Bahan Kimia Organik• Pestisida• Minyak, oli, Bensin,• Detergen• Buangan Pabrik, aliran dari sawah/ ladang • Kanker • Kerusakan sistim saraf
  17. 17. Sumur Minyak Bor & Air Tanah
  18. 18. POPsPersistent Organic Pollutants (POPs) adalahbahan-bahan kimia yang tetap berada dilingkungan, bioakumulasi melalui jaring-jaringmakanan, dan berisiko menyebabkan pengaruhterhadap kesehatan manusia dan lingkungan.The "dirty dozen= 12 jenis pencemar" meliputi:PCBs, aldrin, chlordane, DDT, dieldrin, endrin,heptachlor, hexachlorbenzene, mirex,polychlorinated dibenzo-p-dioxins,polychlorinated dibenzofurans, and toxaphene.
  19. 19. Pollutan-pollutan Organikcontoh = Dioxin, PCB, DDT (Chlorinated)Dioxin: stabil; lambat didegradasi Penyebab: kanker lemahnya sistem pertahanan tubuh
  20. 20. Pollutan-pollutan Organik - PCBsPCB = tidak mudah terbakar, tidak larut dalam air, bertitikdidih rendah, memiliki konduksi listrik rendah  sehinggadigunakan sebagai transformers dan kapasitors.• Terakumulasi dalam lemak hewan  biomagnifikasi• penyebab: • kanker • pemecahan hormonal dan reproduksi • menurunkan kemampuan cognitif (dopamine)
  21. 21. Pollutan -pollutan Organik - DDTDDT adalah insektisida, stabil dan lambat didegradasi.Paul Muller memenangkan penghargaan Nobel di tahun 1948 untuk pengembangan DDT.Keuntungan = mengontrol penyebaran malaria; melindungi hasil pertanian
  22. 22. Pollutan-pollutan Organik - DDT
  23. 23. Pollutan-pollutan Organik - DDT Permasalahan dengan DDT: DDT tidak dapat dimetabolisme dengan cepat oleh hewan, sehingga akan terdeposit dan tersimpan dalam jaringan lemak hewan  biomagnifikasiKesehatan Manusia•penurunan fungsi mental•infertilitas bagi perempuan•kanker
  24. 24. Bahan Kimia AnOrganik• Asam, Basa, garam• logam berat (mercuri, timbal, cadmium, selenium &arsen)• Effluent industrial, buangan perternakan, pembangkit listrik• Kanker, merusak sistem saraf
  25. 25. Pollutan-pollutan Anorganik• Timbal dari pembakaran, pipa-pipa, solder , bensin Menyebabkan: - miscarriages - kehilangan kemampuan mendengar - kehilangan kemampuan belajar• Arsen dari penambangan atau pengeringan tanah gurun Menyebabkan : - anemia - kanker - kematian• Natrium Klorida : Salinasi• Asam-asam: Senyawa-senyawa sulfur dan nitrogen dari batubara. penyebab: - perubahan pH yang berefek terhadap species - leaches aluminum
  26. 26. Pollutan Mercuri• Berbagai sumber• Pertambangan Emas• Pembakaran batubara-pembangkit listrik• Udara  Air• BiomagnifikasiKeracunan Mercuri :• merusak sistem saraf• keterbelakangan mental• perkembangan yang lambat• kerusakan ginjal/gagal ginjal
  27. 27. Pollutan-pollutan Inorganik Mother and Son Minamata Bay, Japan
  28. 28. Oksigen dalam air• Faktor yang mempengaruhi jumlah O2 dalam air (terlarut) : – Suhu – Kecepatan Aliran – Kekasaran permukaan yang dilintasi aliran air• Oxigen terlarut (dissolved oxygen = DO) dalam air akan berkurang selama proses dekomposisi zat/ limbah organik [air segar dapat mengandung hingga10 ppm (bagian per sejuta) dibandingkan 200.000 ppm pada udara]
  29. 29. Kebutuhan Oksigen dalam LimbahDO (Dissoved Oxygen): Oksigen terlarut dalam air sebagai indikatorkualitas air, kadar 6 ppm O2 atau lebih mendukung kehidupan dalam air.BOD (Biochemical Oxygen Demand) : Jumlah oksigen terlarut yangdibutuhkan oleh mikroorganisme dalam air untuk dekomposisi zat organik.Air limbah domestik, Pulp & Kertas, limbah makanan dapat menyebabkanpenurunan kadar oksigen (Oxygen sag), dimana hanya sedikit makhlukhidup dalam air yang bertahan.
  30. 30. EutrophikasiEutrophikasi adalah proses alam dimana air (danau, sungai,dll) menjadi terlampau kaya akan nutrien, umumnya nitrogendan phospor. Ini merupakan salah satu cara dimana badanair (danau, sungai, dan laut) berubah bentuk dari kondisikekurangan nutrien (oligotrophik), melalui fase yang sedikitkaya nutrien (mesotrophik) hingga menjadi kondisi yang kayanutrien (eutrophik).Aktivitas manusia kadangkala memperbesar laju perubahan,karena aktivitas seperti perternakan, perhutanan, pembuatanjalan, industri dan pengolahan limbah dapat menyebabkannutrien masuk ke dalam sumber-sumber air. Peningkatannutrien dengan cara tersebut seringkali menyebabkanpeledakan populasi alga dan tanaman air lainnya.
  31. 31. Pengaruh Ecosistem: Eutrophikasi• Penyebab: Nitrat, phosphat, & ammonia• Berasal dari: limbah perternakan, perkotaan, pertanian (pupuk)• Menyebabkan: Kekurangan oksigen, shg membunuh ikan
  32. 32. EutrophikasiBOD dan Eutrophikasi – perubahan cepat yang terjadi pada badanair karena adanya peningkatan produktifitas biologi. (Danau dansungai oligotrophik memiliki air yang jernih dan produktifitas biologiyang rendah).
  33. 33. Proseseutrophikasi
  34. 34. SedimentasiDefinisi: pemenuhan badan air oleh partikel- partikel tanah, umumnya pasir dan kerikil.• Pengaruh-pengaruh sedimentasi: Hilangnya tempat bersembunyi-tinggal bagi ikan-ikan kecil Organisme-organisme air yang melekat terlepas dari bebatuan dan pasir. Berkurangnya cahaya masuk Kondisi anaerobik
  35. 35. ak tasi p n m e a imD d se
  36. 36. Sedimen dari proses erosi dan terbawa aliran hujan:•mengisi danau•menghalangi jalur kapal•menyumbat turbin hydroelektrik•mempermahal proses purifikasi
  37. 37. Polusi Panas (thermal pollution) Polusi Thermal = meningkatkan suhu • menyebabkan – thermal shock – parasit dan penyakit – berpeluang menjadi pollutan beracun – Perubahan ecology
  38. 38. Dampak pencemaran air• Dampak terhadap kehidupan biota air.• Dampak terhadap kualitas air tanah.• Dampak terhadap kesehatan.• Dampak terhadap estetika lingkungan.
  39. 39. a. Dampak terhadap kehidupan biota air• Dengan banyaknya zat pencemar yang ada di dalam air limbah, maka akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen yang terlarut di dalam air limbah tersebut.  – menyebabkan kehidupan terganggu (kematian, kurang perkembangannya) – kerusakan pada tanaman/tumbuhan air.• Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah juga terhambat.  air limbah menjadi sulit teruraikan.• Panas dari limbah industri juga membawa dampak pada kematian organisme, apabila air limbah tersebut tidak didinginkan terlebih dahulu.
  40. 40. b. Dampak terhadap kualitas air tanah • Kualitas air tanah menurun (logam berat, bau, dll) • Suatu survei sumur dangkal di Jakarta menunjukkan bahwa pencemaran air tanah oleh tinja telah terjadi dalam skala yang luas.
  41. 41. c. Dampak terhadap kesehatanPengaruh langsung terhadap kesehatan, umpamanya,tergantung sekali pada kualitas air mengingat air yangterkontaminasi dalam hal ini berfungsi sebagai mediapenyalur ataupun penyebar penyakit.Peran air sebagai pembawa penyakit menular bermacam-macam, antara lain:•air sebagai media untuk hidup mikroba patogen  waterborne disease;•air sebagai sarang insekta penyebar penyakit  insectarelated water borne disease;•jumlah air bersih yg tersedia tak cukup, shg manusiabersangkutan tak dapat membersihkan dirinya  waterwashes disease;•air sebagai media untuk hidup vektor penyebar penyakit.
  42. 42. Beberapa penyakit Bawaan Air dan Agennya Agen PenyakitVirus: •Diare pada anak•Rotavirus •Hepatitis A•Virus Hepatitis A •Polio (myelitis anterior acuta)•Virus PoliomyelitisBakteri: •Cholera Diare/Dysenterie•Vibrio cholerae Escherichia coli •Typhus abdominalis•Enteropatogenik Salmonella typhi •Paratyphus•Salmonella paratyphi •Dysenterie•Shigella dysenteriaeProtozoa: •Dysentrie amoeba•Entamuba histolytica •Balantidiasis•Balantidia coli •Giardiasis•Giarda lambliaMetazoa: •Ascariasis•Ascaris lumbricoides •Clonorchiasis•Clonorchis sinensis •Diphylobothriasis•Diphyllobothrium latum •Taeniasis•Taenia saginata/solium •Schistosomiasis•Schistosoma
  43. 43. d. Dampak terhadap estetika lingkungan • Dengan semakin banyaknya zat organik yang dibuang oleh perusahaan yang memproduksi bahan organik seperti tapioka, maka setiap hari akan dihasilkan air limbah yang berupa bahan-bahan organik yang semakin besar  proses pembusukan zat organik yang berada di dalamnya  bau menyengat. • Tumpukan limbah yang memerlukan tempat yang luas.
  44. 44. d. Dampak terhadap estetika lingkungan
  45. 45. Peraturan Pemerintah No.: 82 Tahun 2001• Pengelolaan kualitas air adalah upaya pemeliharaan air sehingga tercapai kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya untuk menjamin agar kualitas air tetap dalam kondisi alamiahnya;• Pengendalian pencemaran air adalah upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran air serta pemulihan kualitas air untuk menjamin kualitas sesuai dengan baku mutu air;
  46. 46. KLASIFIKASI AIR BAKU (PP No.:82 Thn 2001)Air Kelas Satu: air yang peruntukkannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukkan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.Air Kelas Dua: air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana / sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.Air Kelas Tiga: air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.Air Kelas Empat: air yang peruntukannya dapat digunakan untuk peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
  47. 47. Konsep Pengendalian Pencemaran Air Mengurangi atau menghilangkan sumber-sumber pollusi  contoh: pengurangan jumlah penggunaan pupuk Me-recycle buangan Mencari bahan-bahan pengganti yang ramah lingkungan  contoh: penggantian phosphat pada deterjen laundry Mengembalikan secara alami, fungsi air sebagai pembersih, • contoh, menghidupkan kembali wetlands• Meniru fungsi air sebagai pembersih alami dalam cara mengontrol:  Plant saluran pengolahan buangan  Septik tank

×