Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN                  (L K P P) LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS S C L           ...
LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN                Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin=========...
KATA PENGANTAR       Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkanseluruh tatanan yang ada di...
Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapisampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dim...
kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan    dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknolog...
RINGKASANLANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILAMahasiswa dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancas...
Untuk itu sebagai dasar kajian ilmiah, maka sebagai suatu sistem filsafat harusdijelaskan inti isi sila – sila pancasila.P...
pengetahuan tentang refofmasi hukum tata negara      maka mahasiswa diharapkanmempelajari latar belakang amandemen serta p...
PETA KEDUDUKAN MODUL VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengem...
DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL………………………………………………………………….iHALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………...iiKATA PENGANTAR……………………………………...
RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS                    SCL   Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA                               ...
Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampaisekarang Peraturan Pemerintah yang dim...
“Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten     mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan ...
kehidupan                       3.   Memiliki kepribadian          V            V   V                            yang Mant...
KE          PEMBELAJARAN            (METODE SCL)          PEMBELAJARAN1           PENDAHULUAN                         • ME...
8-9    PANCASILA SEBAGAI       KULIAH(50%),    • DAPAT MENJELASKAN PANCA        IDEOLOGI NASIONAL       DISKUSI (25%) &   ...
Nama Mata Kuliah       : Pendidikan PancasilaKode / Nama dosen      : RHM/ Rahmatullah, S.Ip, M.SiJumlah peserta         :...
(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V)                    DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIP-              ...
PRESENT                                       ASI    EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN         (Kompetensi akhir...
(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX)                           DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA          N...
TAN      SAN      SAMA     INAN       KREATIV   ASAN     HIRAN                  IDE      URAIAN   TIM                 ITAS...
EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN          (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV)                       DAPAT ...
SWA   KETEPA   KEJELA   KERJA    KEDISIPL             KETUNT    KEMUTK               TAN      SAN      SAMA     INAN      ...
KONTRAK PEMBELAJARANNama mata kuliah     : Pendidikan PancasilaKode mata kuliah     : 071 U 002Pembelajar           : Rahm...
•   DAPAT MENGKORELASIKAN NILAI-NILAI TERSEBUT DENGAN    NILAI KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN    BERNEGARA•   DAPA...
d. ORGANISASI MATERI VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN :“MERUPAKAN SUMBER NILAI DAN PEDOMAN DALAM PENGEMB...
ADA 4 METODOLOGI PEMBELAJARAN MPK SEBAGAI BERIKUT1. PENDEKATAN : MENEMPATKAN MAHASISWA SEBAGAI SUBYEK   PENDIDIKAN, MITRA ...
PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (PPKI), SEKRETARIAT        NEGARA RI, JAKARTA; 1995.                                  7. T...
•   KETEPATAN IDE,                      PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARA•   KEJELASAN URAIAN,•   KERJASAMA TIM PRESENT...
•   SELAMA KULIAH BERLANGSUNG HAND PHONE (HP) DIMATIKAN    DAN TIDAK DIPERBOLEHKAN KELUAR MASUK RUANGAN DAN    ATAU MONDAR...
• CONTEXTUA                                                           • SIMULASI                                          ...
MODUL I     LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA                          BAB I. PENDAHULUANA. Latar Belakang         ...
C. Kaitan Modul            Modul ini penting untuk memahami modul- modul selanjutnya serta  pencapaian visi dan misi mata ...
BAB II PEMBAHASANA. Tujuan pembangunan nasional               Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasiona...
pendapatan     dan    belanja   daerah       untuk   memenuhi     kebutuhan             penyelenggaraan pendidikan nasiona...
Pasal 3Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentukwatak serta peradaban bangsa yang bermartabat da...
• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi :      1.      Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia;      2...
#Visi   -   Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam       mengantarkan      mahasiswa      me...
c.   Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara        serta pandangan hidup bangsa kita.2. As...
E. Landasan pendidikan pancasila   1. Landasan Historis   2. Landasan Kulturil   3. Landasan Yuridis   4. Landasan filosof...
Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang        mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka ...
#   Landasan Filosofis       Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia           Sebagai sistem filsafat diwujudka...
3. Tinjauan yuridis konstitusional      -   Status dan kedudukan pancasila                                                ...
BAB III PENUTUP       Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan diperguruan tinggi umum, maka di...
DAFTAR PUSTAKADepartemen Pendidikan Nasional.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata KuliahPengembangan Kepribadian.Direktora...
MODUL I     LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA                          BAB I. PENDAHULUANA. Latar Belakang         ...
C. Kaitan Modul            Modul ini penting untuk memahami modul- modul selanjutnya serta  pencapaian visi dan misi mata ...
BAB II PEMBAHASANA. Tujuan pembangunan nasional               Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasiona...
pendapatan     dan    belanja   daerah       untuk   memenuhi     kebutuhan          penyelenggaraan pendidikan nasional. ...
Pasal 3Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentukwatak serta peradaban bangsa yang bermartabat da...
• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi :      14.     Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia;      1...
#Visi   -   Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam       mengantarkan      mahasiswa      me...
c.   Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara        serta pandangan hidup bangsa kita.7. As...
E. Landasan pendidikan pancasila   5. Landasan Historis   6. Landasan Kulturil   7. Landasan Yuridis   8. Landasan filosof...
Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang        mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka ...
#   Landasan Filosofis       Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia           Sebagai sistem filsafat diwujudka...
6. Tinjauan yuridis konstitusional      -   Status dan kedudukan pancasila                                                ...
BAB III PENUTUP       Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan diperguruan tinggi umum, maka di...
DAFTAR PUSTAKADepartemen Pendidikan Nasional.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata KuliahPengembangan Kepribadian.Direktora...
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Pancasila
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pancasila

5,120 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Pancasila

  1. 1. LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P) LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS S C L PENDIDIKAN PANCASILA OLEH : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/pm.05/2008 Tanggal 4 Januari 2008 BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008 i
  2. 2. LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin============================================================= HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008Judul : Pendidikan PancasilaNama Lengkap : Rahmatullah, S.Ip,M.SiNIP : 132 303 723Pangkat/Golongan : Penata Muda/ IIIaJurusan : Bidang Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian dan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MPK,MBB)Fakultas/Universitas : Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU)/ Universitas HasanuddinJangka Waktu Kegiatan : 1 (satu) Bulan Mulai 04 Januari 2008 s/d 04 Februari 2008Biaya : Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin sesuai dengan surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/PM.05/2008, tanggal 04 Januari 2008 Makassar , 04 Februari 2008Mengetahuai :UPT MKUUniversitas HasanuddinKepala, Pembuat Modul,Prof.DR.Hanapi Usman, M.S Rahmatullah,S.Ip,M.SiNIP. 131 690 166 NIP. 132 303 723 ii
  3. 3. KATA PENGANTAR Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkanseluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang barubelum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakinikebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilanganotoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkanberbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekalidi bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusiadiberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untukmerespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju padakeadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintahdalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebihefektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnyapendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulumpengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilai-nilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UUNO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasionalmenyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa iii
  4. 4. Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapisampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secarakhusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan matakuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah inimasih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikannasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggidan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum intipendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwapendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraanmerupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasukdalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsisebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang perananuntuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yangberkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dankebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebutadalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga NegaraIndonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yangtinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telahdicanangkan untuk 2003-2010. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaankelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi :• VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”.• MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa iv
  5. 5. kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”.• ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit.Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”. v
  6. 6. RINGKASANLANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILAMahasiswa dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila,dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara,dengan cara mendiskusikannya diantara mereka.Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan PendidikanNasional, Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliahPendidikan Pancasila.PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSAINDONESIAMahasiwa mengetahui kronologis sejarah perjuangan bangsa Indonesia, yangmeliputi kejayaan zaman Sriwijaya Majapahit dan kerajaan lainnya. Menghayatiperjuangan bangsa melawan penjajah sebelum abad XX, serta perjuangan nasional.Mengerti dan memahami kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia sertaperjuangan mempertahankan kaemerdekaan yang meliputi masa 1945 – 1949, 1949 –1950, 1950 – 1959, 1959 – 1965, 1966 – 1998. Memahami proses perumusan danpengesahan Pancasila dasar Negara Indonesia yang meliputi, kronologis perumusanPancasila dan UUD 1945, kronologi pengesahan Pancasila dan UUD 1945.Memahami dinamika aktualisasi pancasila sebagai dasar negara, serta dinamikapelaksdanaan UUD 1945.PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFATMemberikan dasar – dasar ilmiah Pancasila sebagai suatu kesatuan sistematis danlogis. Untuk memahami kesatuan tersebut perlu didasari oleh pengertian teori sistem.Tahap berikutnya mendasari pengetahuan mahasiswa dengan pengetahuan sistemfilsafat, untuk mengantarkan kepada pengertian Pancasila sebagai sistem filsafat.Untuk memperluas cakrawala pengetahuan mahasiswa maka perlu diarahkan untukmelakukan studi komparatif dengan sistem filsafat lainnya di dunia. vi
  7. 7. Untuk itu sebagai dasar kajian ilmiah, maka sebagai suatu sistem filsafat harusdijelaskan inti isi sila – sila pancasila.PANCASILA SEBAGAI ETIKA BANGSADalam proses pembelajaran mahasiswa diharapkan untuk memahami dan menghayatipengertian etika sebagai salah satu cabang filsafat praktis. Berdasarkan etika itulahdikembangakan Pancasila sebagai sistem etika. Berikutnya menjelaskan pengertianetika politik, dan berdasarkan rincian nilai – nilai etika yang terkandung dalamPancasila kemudian secara praktis diterapkan dalam kehidupan politik,danberdasarkan itulah mahasiswa diharapkan memiliki kemapuan untuk menerapkannorma – norma etika yang terkandung dalam panacasila dalam kehidupan kekaryaan,kemasyrakatan, kenegaraan.PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONALMahasiswa dapat menjelaskan pengertian idiologi secara umum, menjelaskan maknaidiologi bagi bangsa dan negara. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologiyang meliputi idiologi terbuka, ideologi tertutup, ideologi komprehensif dan ideologipartikular.Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara sertamemahami Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia yang memilikiciri terbuka, komprehensif, reformatif, dan dinamis kemudian membandikan idiologiPancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme, komunisme,sekulerrisme, dan idiologi keagamaan.PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN INDONESIAMahasiswa mampu menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yangrealisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. Mahasiswajuga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk menjelaskan isi pembukaan UUD1945, pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ , menjelaskan hubungan UUD1945 denga Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa harus memiliki vii
  8. 8. pengetahuan tentang refofmasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkanmempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen.PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAMMASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARAMahasiswa mampu menjelaskan pengertian paradigma secara umum. Kemudianmenjelaskan pengertian paradigma sebagai paradigma dalam pembangunan politik,ekonomi, sosial budaya, hukum, kehidupan antar umat beragama, IPTEKS,reformasi, dan kehidupan lingkungan kampus. Dalam proses pembelajaran teori dankonsep paradigma, serta berbagai contoh peran paradigma diberbagai negara. viii
  9. 9. PETA KEDUDUKAN MODUL VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. ↑ MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN :“Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampumewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cintatanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. ↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA ix
  10. 10. DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL………………………………………………………………….iHALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………...iiKATA PENGANTAR………………………………………………………………..iiiRINGKASAN………………………………………………………………………...ivPETA KEDUUKAN MODUL……………………………………………………….ixDAFTAR ISI………………………………………………………………………….xMODUL I…………………………………………………………………………….MODUL II……………………………………………………………………………MODUL III…………………………………………………………………………..MODUL IV…………………………………………………………………………..MODUL V……………………………………………………………………………MODUL VI…………………………………………………………………………..MODUL VII………………………………………………………………………….MODUL VIII…………………………………………………………………………MODUL IX…………………………………………………………………………..LAMPIRAN : RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA x
  11. 11. RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA Oleh : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR PENDIDIKAN PANCASILA DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGIPasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasionalmenyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 4. Pendidikan agama 5. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 6. Bahasa xi
  12. 12. Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampaisekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khususUniversitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliahpendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masihberdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008.Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasionalNo.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi danpenilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum intipendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwapendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraanmerupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasukdalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsisebagai dasar pembentukan kompetensi program studi.Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untukmengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yangberkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dankebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebutadalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga NegaraIndonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yangtinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telahdicanangkan untuk 2003-2010.Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaankelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi :• VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”.• MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : xii
  13. 13. “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”.• ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran mpk dan mbb dikelola oleh universitas dalam satu unit.Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”. KOMPETENSI MATA KULIAH BERDASARKAN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS RI NOMOR : 43/ DIKTI/KEP/2006 MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN UPT MKU UNIVERSITAS HASANUDDIN KELOMPOK NO RUMUSAN ELEMEN KOMPETENSI KOMPETENSI KOMPETENSI a b c d e STANDAR 1. Memiliki pengetahuan V V V KOMPETENSI tentang nilai-nilai Agama, MATA KULIAH Budaya dan PENGEMBANGAN Kewarganegaraan KEPRIBADIAN 2. Kemampuan menerapkan V V V nilai- nilai Agama, Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam xiii
  14. 14. kehidupan 3. Memiliki kepribadian V V V yang Mantap 4. Kemampuan berpikir V V V kritis 5. Kemampuan bersikap V V V Rasional, Etis, Estetis dan Dinamis 6. Memiliki pandangan Luas V V V 7. Kemampuan bersikap V V demokratis yang berkeadaban 8. Kemampuan untuk V V V mengambil sikap yang bertanggunga jawab 9. Kemampuan mengenali V V V V masalah hidup dan cara pemecahannya. 10. Kemampuan mengenali V V V V KOMPETENSI perubahan dan DASAR perkembangan IPTEKS MATA KULIAH 11. Kemampuan memaknai V V PENDIDIKAN peristiwa sejarah dan PANCASILA nilai-nilai budaya bangsa 12. Kemampuan V V V berpartisipasi aktif mengembangkan kedamaian dalam menggalang persatuan bangsaELEMEN KOMPETENSI : a. Landasan kepribadian b. Penguasan ilmu dan keterampilan c. Kemampuan Berkarya d. Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai e. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya RENCANA PEMBELAJARAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILAMINGGU MATERI BENTUK KOMPETENSI AKHIR SES PEMBELAJARAN xiv
  15. 15. KE PEMBELAJARAN (METODE SCL) PEMBELAJARAN1 PENDAHULUAN • MENGERTI DAN MEMAHAMI KULIAH (50%) & DISKUSI/ UMPAN IDENTITAS MATA KULIAH (VISI • PENJELASAN MATA BALIK (50%) MISI DAN KOMPETENSI. KULIAH • MENGERTI ISI KONTRAK • KONTRAK PERKULIAHAN PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN • DAPAT MERANGKUM DAN PENDIDIKAN PANCASILA MENJELASKAN KEMBALI DASA DAN TUJUAN PEND.PANCASILA PT2-3 PANCASILA DALAM KULIAH(40%), • DAPAT MENJELASKAN KONSEP KONTEKS DISKUSI(30%) & DASAR KETATANEGARAAN STUDI SECARA KONSTITUSIONAL KETATANEGARAAN RI KASUS(30%) • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • KONSTITUSI • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG • SISTEM PEMERINTAHAN INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • COLLABORATIVE NEGARA. • HAM DAN DEMOKRASI LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI, HAKEKAT DEMOKRASI, PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. • DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI4-5 PANCASILA SEBAGAI SISTEM KULIAH (50%), • DAPAT MENGURAIKAN FILSAFAT DISKUSI (25%) & PENGERTIAN SISTEM, FILSAFAT DIALOG (25%) NILAI, DAN NORMA KEHIDUPAN • DAPAT MENJELASKAN NILAI-N SMALL GROUP TIAP SILA PANCASILA DISCUSSION & • DAPAT MENGKORELASIKAN NI COLLABORATIVE NILAI TERSEBUT DENGAN NILA LEARNING KEHIDUPAN BERMASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA6-7 PANCASILA SEBAGAI SISTEM KULIAH (20%), • DAPAT MENYIMPULKAN ETIKA DISKUSI (50%) & MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRI STUDI KASUS DAN KONSEP- KONSEP N (30%) NORMA DAN MORAL • DAPAT MENGEMBANGKAN • CONTEXTUAL DENGAN MAKNA PENERA INSTRUCTION ETIKA POLITIK DALAM KEHIDU • SIMULASI BERNEGARA • COLLABORATIVE LEARNING xv
  16. 16. 8-9 PANCASILA SEBAGAI KULIAH(50%), • DAPAT MENJELASKAN PANCA IDEOLOGI NASIONAL DISKUSI (25%) & SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL DIALOG(25%) • DAPAT MENGURAIKAN MEMBANDINGKAN IDEO • COOPERATIVE NASIONAL DENGAN IDEOLOG LEARNING DUNIA • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING MENARIK KESIMPU PANCASILA SEBAGAI IDEO NASIONAL YANG MEMPUN SIFAT TERBUKA.10-13 PANCASILA DALAM KULIAH(40%), • DAPAT MENJELASKAN KONSEP KONTEKS DISKUSI(30%) & DASAR KETATANEGARAAN STUDI SECARA KONSTITUSIONAL KETATANEGARAAN RI KASUS(30%) • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • KONSTITUSI • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG • SISTEM PEMERINTAHAN INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • COLLABORATIVE NEGARA. • HAM DAN DEMOKRASI LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI, HAKEKAT DEMOKRASI, PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. • DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI 14 PANCASILA SEBAGAI KULIAH(20%), • DAPAT MENJELASKAN PARADIGMA KEHIDUPAN DISKUSI(40%), & PENGERTIAN PARADIGMA STUDI • DAPAT MENJELASKAN BERBANGSA DAN KASUS(40%) PENGERTIAN PANCASILA SEBA BERNEGARA PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK, EKONOMI, SOSIAL, • CONTEXTUAL BUDAYA, HUKUM, KEHIDUPAN INSTRUCTION ANTAR UMAT BERAGAMA, DAN • SIMULASI IPTEK. • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA REFORMASI. • DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA KEHIDUPAN KAMP15-16 UJI KOMPETENSI DAN • STUDI KASUS MENYUSUN DRAF LANGKAH- REMEDIAL • PROBLEM BASED LANGKAH PEMECAHAN KASUS Y LEARNING AKAN DIGUNAKAN DISERTAI ALASAN xvi
  17. 17. Nama Mata Kuliah : Pendidikan PancasilaKode / Nama dosen : RHM/ Rahmatullah, S.Ip, M.SiJumlah peserta :Jurusan : EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran I) MENGERTI DAN MEMAHAMI MENGERTI ISI KONTRA IDENTITAS MATA KULIAH (VISI, PERKULIAHAN NAMANO NIM MISI DAN KOMPETENSI) MAHASISWA KETEPATAN SIKAP KETEPATAN SIKA SARAN PERSETUJUAN SARAN PERSETU EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran II & III) DAPAT MENGURAIKAN DAPAT MENJELASKAN N PENGERTIAN SISTEM, FILSAFAT, NILAI TIAP SILA PANCAN NAMA NILAI, DAN NORMA KEHIDUPAN NIMO MAHASISWA KETEPATAN KEJELASAN DINAMIKA KETEPATAN KEJELASAN DIN IDE URAIAN KELOMPOK IDE URAIAN KE EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xvii
  18. 18. (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIP- PRINSIP DAN KONSEP- KONSEP NILAI, NORMA DAN MORAL NAMAN NI KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK MAHASIO M TAN SAN SAMA INAN KREATIV ASAN HIRAN SWA IDE URAIAN TIM ITAS PEMECA BAHAN PRESEN HAN PUSTAKA TASI KASUS, EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA NAMAN NI KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK MAHASIO M TAN SAN SAMA INAN KREATIV ASAN HIRAN SWA IDE URAIAN TIM ITAS PEMECA BAHAN PRESEN HAN PUSTAKA TASI KASUS, EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL NAMAN NI MAHASIS KETEPAT KEJELAS KERJA KEDISIPLI KEMUTKHIO M AN IDE AN SAMA NAN KREATIVI RAN BAHAN WA URAIAN TIM TAS PUSTAKA PRESENT ASI EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN NAMA IDEOLOGI DI DUNIAN NI MAHASISO M WA KETEPAT KEJELAS KERJA KEDISIPLI KEMUTKHI AN IDE AN SAMA NAN KREATIVI RAN BAHAN URAIAN TIM TAS PUSTAKA xviii
  19. 19. PRESENT ASI EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA. NAMAN NI MAHASISO M KETEPAT KEJELAS KERJA KEDISIPLI KEMUTKHI WA AN IDE AN SAMA NAN KREATIVI RAN BAHAN URAIAN TIM TAS PUSTAKA PRESENT ASI EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA NAMAN NI MAHASISO M KETEPAT KEJELAS KERJA KEDISIPLI KEMUTKHI WA AN IDE AN SAMA NAN KREATIVI RAN BAHAN URAIAN TIM TAS PUSTAKA PRESENT ASI EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA NAMAN NI MAHASISO M KETEPAT KEJELAS KERJA KEDISIPLI KEMUTKHI WA AN IDE AN SAMA NAN KREATIVI RAN BAHAN URAIAN TIM TAS PUSTAKA PRESENT ASI EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xix
  20. 20. (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA NAMA KETEPAT KEJELAS KERJA KEDISIPLI KEMUTKHIN NI AN IDE AN SAMA NAN KREATIVI RAN BAHAN MAHASISO M URAIAN TIM TAS PUSTAKA WA PRESENT ASI EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL NAMAN NI KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK MAHASIO M TAN SAN SAMA INAN KREATIV ASAN HIRAN SWA IDE URAIAN TIM ITAS PEMECA BAHAN PRESEN HAN PUSTAKA TASI KASUS, EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 NAMA KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTKN NI MAHASI TAN SAN SAMA INAN KREATIV ASAN HIRANO M IDE URAIAN TIM ITAS PEMECA BAHAN SWA PRESEN HAN PUSTAKA TASI KASUS, EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) NAMA DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGA-N NI LEMBAGA NEGARA. MAHASIO M SWA KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK xx
  21. 21. TAN SAN SAMA INAN KREATIV ASAN HIRAN IDE URAIAN TIM ITAS PEMECA BAHAN PRESEN HAN PUSTAKA TASI KASUS, EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI, HAKEKAT DEMOKRASI, PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. NAMAN NI MAHASI KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTKO M TAN SAN SAMA INAN KREATIV ASAN HIRAN SWA IDE URAIAN TIM ITAS PEMECA BAHAN PRESEN HAN PUSTAKA TASI KASUS, EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM, SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. NAMAN NI KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK MAHASIO M TAN SAN SAMA INAN KREATIV ASAN HIRAN SWA IDE URAIAN TIM ITAS PEMECA BAHAN PRESEN HAN PUSTAKA TASI KASUS, EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi PembelajaranX-XIII) DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK NAMAN NI TAN SAN SAMA INAN KREATIV ASAN HIRAN MAHASI IDE URAIAN TIM ITAS PEMECA BAHANO M PRESEN HAN PUSTAKA SWA TASI KASUS, xxi
  22. 22. EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA NAMA KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTKN NI MAHASI TAN SAN SAMA INAN KREATIV ASAN HIRANO M IDE URAIAN TIM ITAS PEMECA BAHAN SWA PRESEN HAN PUSTAKA TASI KASUS, EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK, EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA, HUKUM, KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA, DAN IPTEK. NAMAN NI MAHASI KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTKO M TAN SAN SAMA INAN KREATIV ASAN HIRAN SWA IDE URAIAN TIM ITAS PEMECA BAHAN PRESEN HAN PUSTAKA TASI KASUS, EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI. NAMAN NI KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK MAHASIO M TAN SAN SAMA INAN KREATIV ASAN HIRAN SWA IDE URAIAN TIM ITAS PEMECA BAHAN PRESEN HAN PUSTAKA TASI KASUS, EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMAN NI NAMA KEHIDUPAN KAMPUS.O M MAHASI xxii
  23. 23. SWA KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK TAN SAN SAMA INAN KREATIV ASAN HIRAN IDE URAIAN TIM ITAS PEMECA BAHAN PRESEN HAN PUSTAKA TASI KASUS, EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XV & XVI) UJI KOMPENSI DAN REMEDIAL KEJELASA KEJELAS KETEPAT KETUNTAS KEMUTKHIR NAMA N AN AN AN AN BAHANN NI PEMECAH PUSTAKA MAHASIS LANGKAH ALASAN LANGKAO M AN KASUS, WA PEMECAH H DAN AN KASUS ALASAN xxiii
  24. 24. KONTRAK PEMBELAJARANNama mata kuliah : Pendidikan PancasilaKode mata kuliah : 071 U 002Pembelajar : Rahmatullah, S.Ip, M.SiHari Pertemuan : …………..Tempat Pertemuan : ………….. a. MANFAAT MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MENJADI SUMBER NILAI DAN PEDOMAN MENYELENGGARAKAN PROGRAM STUDI YANG MENGANTARKAN MAHASISWA SEBAGAI GENERASI MUDA BANGSAINDONESIA DAPAT MENGIDENTIFIKASI FILOSOFI DAN DASAR NEGARADALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM MENGISI MAKSUD DAN TUJUAN BERNEGARA DINEGARA KESATUAN RI. b. DESKRIPSI MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA ADALAH MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN YANG MENJELASKAN TENTANGLANDASAN DAN TUJUAN, SEJARAH PAHAM KEBANGSAAN INDONESIA, PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT, PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK, PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BANGSA DAN NEGARA INDONESIA, PANCASILA DALAM KONTEKS KENEGARAAN RI DAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA. c. TUJUAN PEMBELAJARAN • MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI, MISI DAN KOMPETENSI. • MENGERTI ISI KONTRAK PERKULIAHAN • DAPAT MERANGKUM DAN MENJELASKAN KEMBALI DASAR DAN TUJUAN PEND.PANCASILA DI PT • DAPAT MENGURAIKAN PENGERTIAN SISTEM, FILSAFAT, NILAI, DAN NORMA KEHIDUPAN • DAPAT MENJELASKAN NILAI-NILAI TIAP SILA PANCASILA xxiv
  25. 25. • DAPAT MENGKORELASIKAN NILAI-NILAI TERSEBUT DENGAN NILAI KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA• DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRINSIP DAN KONSEP- KONSEP NILAI, NORMA DAN MORAL• DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA• DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL• DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN IDEOLOGI DI DUNIA• DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA• DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA• DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA• DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA• DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL• DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945• DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGA- LEMBAGA NEGARA.• MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI, HAKEKAT DEMOKRASI, PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA.• MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM, SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA.• DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI• DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA• DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK, EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA, HUKUM, KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA, DAN IPTEK.• DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI.• DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN KAMPUS.• MENYUSUN DRAF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN KASUS YANG AKAN DIGUNAKAN DISERTAI ALASAN xxv
  26. 26. d. ORGANISASI MATERI VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN :“MERUPAKAN SUMBER NILAI DAN PEDOMAN DALAM PENGEMBANGAN DAN PROGRAM STUDI GUNA MENGANTARKAN MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIAANNYA SEBAGAI MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA”. ↑MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN :“MEMBANTU MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIANNYA AGAR SECARA KONSISTEN MAMPU MEWUJUDKAN NILAI-NILAI DASAR KEAGAMAAN DAN KEBUDAYAAN, RASA KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR SEPANJANG HAYAT DALAM MENGUASAI, MENERAPKANDAN MENGEMBANGKAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN SENI YANG DIMILIKINYA DENGAN RASA TANGGUNG JAWAB”. ↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA e. STRATEGI PEMBELAJARAN xxvi
  27. 27. ADA 4 METODOLOGI PEMBELAJARAN MPK SEBAGAI BERIKUT1. PENDEKATAN : MENEMPATKAN MAHASISWA SEBAGAI SUBYEK PENDIDIKAN, MITRA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN SEBAGAI UMMAT, ANGGOTA KELUARGA, MASYARAKAT DAN WARGA NEGARA.2. METODE PROSES PEMBELAJARAN : PEMBAHASAN SECARA PRAKTIS ANALITIS, INDUKTIF, DEDUKTIF DAN REFLEKTIF MELALUI DIALOG KREATIF YANG BERSIFAT PARTISIPATORIS UNTUK MEYAKINI KEBENARAN SUBSTANSI DASAR KAJIAN.3. BENTUK AKTIFITAS PROSES PEMBELAJARAN : KULIAH TATAP MUKA SECARA BERVARIASI,CERAMAH, DIALOG KREATIF(DISKUSI) INTERAKTIF, METODE INQUIRY, STUDY KASUS, PENUGASAN MANDIRI, SEMINAR KECIL DAN BERBAGAI KEGIATAN AKADEMIK LAINNYA YANG LEBIH MENEKANKAN KEPADA PENGALAMAN BELAJAR PESERTA DIDIK SECARA BERMAKNA.4. MOTIVASI : MENUMBUHKAN KESADARAN BAHWA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MERUPAKAN KEBUTUHAN HIDUP. f. MATERI/ BAHAN BACAAN• NOTONAGORO, PEMBUKAAN UUD 1945 (POKOK KAIDAH FUNDAMENTAL NEGARA INDONESIA), YOGYAKARTA; UGM; 1959• …………..., PANCASILA DASAR FALSAFAH NEGARA, PANTJURAN TUDJUH; JAKARTA 1974• …………..., BEBERAPA HAL MENGENAI FAJSAFAH PANCASILA PANTJURAN TUDJUH; JAKARTA 1980• DARJI DARMODIHARJO, PANCASILA SUATU ORIENTASI SINGKAT, PN.BALAI PUSTAKA, JAKARTA• SUSENO FRANS MAGNIS, ETIKA POLITIK, GRAMEDIA; JAKARTA 1987• …………………….., ETIKA UMUM (MASALAH-MASALAH POKOK FILSAFAT MORAL);KANISIUS;YOGYAKARTA;1975• SOEJANTO POESPOWARDOJO, GFILSAFAT PANCASILA, SEBUAH PENDEKATAN SOSIO BUDAYA, PT GRAMEDIA; JAKARTA : 1991• PRANAKA, A.M.W.,PEDOMAN POKOK-POKOK DAN MATERI PERKULIAHAN PANCASILA PADA PERGURUAN TINGGI, AKADEMIKA PRESSINDO; JAKARTA; 1984• KAELAN; PANCASILA, YURIDIS KENEGARAAN; PENERBIT PARADIGMA; YOGYAKARTA; 1999• RISALAH SIDANG BADAN PENYELIDIK USAHA-USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (BPUPKI) PANITIA xxvii
  28. 28. PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (PPKI), SEKRETARIAT NEGARA RI, JAKARTA; 1995. 7. TUGAS 1. BUKU BACAAN MATERI KULIAH TELAH DIBACA OLEH MAHASISWA SEBELUM MENGIKUTI PERKULIAHAN 2. MAHASISWA TELAH MENYELESAIKAN TUGAS-TUGAS ( TUGAS INDIVIDU DAN TUGAS KELOMPOK) YANG DIBERIKAN DAN DIKUMPUL SESUAI DENGAN WAKTU YANG TELAH DISEPAKATI 3. MAHASISWA HARUS BERPERAN AKTIF DALAM DISKUSI DAN PRESENTASI 8. KRITERIA PENILAIANKRITERIA YANG DINILAI PADA MATA KULIAH INI SEBAGAI BERIKUT :• KETEPATAN SARAN PENDAHULUAN• SIKAP PERSETUJUAN YANG DITUNJUKKAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANC• KETEPATAN IDE, PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUA• KEJELASAN URAIAN, INDONESIA• KERJASAMA TIM PRESENTASI,• KEDISIPLINAN,• KREATIVITAS,• KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA• KETEPATAN IDE, PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT• KEJELASAN URAIAN,• DINAMIKA KELOMPOK• KETEPATAN IDE, PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK• KEJELASAN URAIAN,• KERJASAMA TIM PRESENTASI,• KEDISIPLINAN,• KREATIVITAS,• KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS,• KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA• KETEPATAN IDE, PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL• KEJELASAN URAIAN,• KERJASAMA TIM PRESENTASI,• KEDISIPLINAN,• KREATIVITAS,• KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA xxviii
  29. 29. • KETEPATAN IDE, PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARA• KEJELASAN URAIAN,• KERJASAMA TIM PRESENTASI, • KONSTITUSI• KEDISIPLINAN,• KREATIVITAS, • SISTEM PEMERINTAHAN• KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS, • HAM DAN DEMOKRASI• KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA• KETEPATAN IDE, PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN• KEJELASAN URAIAN, BERNEGARA• KERJASAMA TIM PRESENTASI,• KEDISIPLINAN,• KREATIVITAS,• KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS,• KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA• KEJELASAN LANGKAH PEMECAHAN KASUS UJI KOMPETENSI DAN REMEDIAL• KEJELASAN ALASAN• KETEPATAN LANGKAH DAN ALASAN• KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS• KEMUTAKHIRAN BAHAN PUSTAKAPENENTUAN AKHIR NILAI (A, B, C, D, DAN E) BERDASARKAN PAPDENGAN ACUAN PATOKAN SEBAGAI BERIKUT : NILAI NUMERIK NILAI HURUF NILAI < 40 E 40<= NILAI <55 D 55<= NILAI <70 C 70<= NILAI <85 B 85<=NILAI A 9. NORMA PERKULIAHAN• HADIR DI RUANGAN KULIAH/PRAKTIKUM TEPAT PADA WAKTUNYA SESUAI JADWAL YANG ADA.• KEHADIRAN MAHASISWA DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN MINIMAL 80% BARU DAPAT DIEVALUASI.• KEGIATAN EXTRA KURIKULER (SEPERTI BINA AKRAB, DLL) TIDAK BOLEH MENGGANGGU JADWAL PERKULIAHAN UPT. MKU.• BERPAKAIAN BERSIH, RAPI DAN BERSEPATU. TIDAK DIPERBOLEHKAN MEMAKAI SANDAL, BAJU KAOS OBLONG DAN CELANA COMPANG-CAMPING DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN DAN ATAU PRAKTIKUM.• RAMBUT DISISIR RAPI DAN TIDAK ACAK-ACAKAN. xxix
  30. 30. • SELAMA KULIAH BERLANGSUNG HAND PHONE (HP) DIMATIKAN DAN TIDAK DIPERBOLEHKAN KELUAR MASUK RUANGAN DAN ATAU MONDAR-MANDIR DALAM RUANGAN.• TIDAK MEMBUANG SAMPAH DALAM RUANGAN, TIDAK MENCORET- CORET DINDING KURSI ATAU MEJA KULIAH.• DOSEN PENGAJAR DAPAT MENGAMBIL TINDAKAN PENERTIBAN APABILA MAHASISWA MELAKUKAN KEGIATAN-KEGIATAN YANG SIFATNYA DAPAT MENGGANGGU JALANNYA PERKULIAHAN DI DALAM KELAS, TERMASUK APABILA KETENTUAN-KETENTUAN DI ATAS TIDAK DIINDAHKAN OLEH MAHASISWA. a. JADWAL PEMBELAJARANMINGGU TOPIK BAHASAN M I. PENDAHULUAN KULIAH (50% (50%) • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA II. PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN KULIAH(50% BANGSA INDONESIA • COLLABORA III. PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN KULIAH(50% BANGSA INDONESIA • COLLABORA IV. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT KULIAH (50% (25%) SMALL GRO COLLABORA V. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT KULIAH (50% (25%) SMALL GRO COLLABORA VI. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK KULIAH (20% KASUS (30%) • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORA VII. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK KULIAH (20% KASUS (30%) xxx
  31. 31. • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORAVIII. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL KULIAH(50% DIALOG(25% • COOPERATI • COLLABORAIX. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL KULIAH(50% DIALOG(25% • COOPERATI • COLLABORA X. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI KULIAH(40% KASUS(30%) • KONSTITUSI • CONTEXTUA • SISTEM PEMERINTAHAN • COLLABORA • HAM DAN DEMOKRASIXI. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI KULIAH(40% KASUS(30%) • KONSTITUSI • CONTEXTUA • SISTEM PEMERINTAHAN • COLLABORA • HAM DAN DEMOKRASIXII. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI KULIAH(40% KASUS(30%) • KONSTITUSI • CONTEXTUA • SISTEM PEMERINTAHAN • COLLABORA • HAM DAN DEMOKRASIXIII. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI KULIAH(40% KASUS(30%) • KONSTITUSI • CONTEXTUA • SISTEM PEMERINTAHAN • COLLABORA • HAM DAN DEMOKRASIXIV. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA KULIAH(20% DAN BERNEGARA KASUS(40%) • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORAXV. UJI KOMPETENSI & REMEDIAL • STUDI KASU • PROBLEM BXVI. UJI KOMPETENSI & REMEDIAL • STUDI KASU • PROBLEM B xxxi
  32. 32. MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I. PENDAHULUANA. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif- ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI, Pandangan hidup bangsa Indonesia, Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila, dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara, dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional, Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila.B. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 1. Tujuan pembangunan nasional 2. Dasar,fungsi dan tujuan pendidikan nasional 3. Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 4. Visi,misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 5. Landasan pendidikan pancasila 6. Tinjauan pendidikan pancasila xxxii
  33. 33. C. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul- modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul.D. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila b. Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila c. Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila d. Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila e. Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia f. Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional g. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila h. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xxxiii
  34. 34. BAB II PEMBAHASANA. Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xxxiv
  35. 35. pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Dalam ketentuan umum UU RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 2. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. 3. Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.B. Dasar, fungsi dan tujuan pendidikan nasional DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. xxxv
  36. 36. Pasal 3Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentukwatak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskankehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agarmenjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab.VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 1. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; 2. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; 3. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 4. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan 5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI. xxxvi
  37. 37. • Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 1. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia; 2. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi; 3. Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis; 4. Evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan; 5. Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan; 6. Penyediaan sarana belajar yang mendidik; 7. Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan; 8. Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata; 9. Pelaksanaan wajib belajar; 10. Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan; 11. Pemberdayaan peran masyarakat; 12. Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat; dan 13. Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional.C. Tujuan pendidikan pancasila 1. Mengembangkan kehidupan pribadi 2. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 3. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi, misi, dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran, ketepatan dan keberhasilan bertindak Tanggung jawab kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK, etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya xxxvii
  38. 38. #Visi - Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. #Misi - Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa, bernegara, dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. #Komptensi - Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki, bersikap rasinal dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a. Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b. Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. c. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia.D. Tujuan perkuliahan pancasila 1. Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara b. Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita xxxviii
  39. 39. c. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita.2. Aspek Keterampilan Dengan pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah, kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut, diharapkan agar para mahasiswa trampil : a. Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila b. Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya, dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila3. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut, diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa b. menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat; c. mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman d. menghargai pelbagai pendapat yang beda, dan musyawarah untuk mufakat; e. adil, demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya4. Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya5. Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup xxxix
  40. 40. E. Landasan pendidikan pancasila 1. Landasan Historis 2. Landasan Kulturil 3. Landasan Yuridis 4. Landasan filosofis # Landasan Historis • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri • Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 Agustus 1945. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • - Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) - Masa imprealisme • Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak, sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir, tumbuh dan berkembang dari adat istiadat, tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Sebagai nilai sosial budaya, pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan, adat-istiadat, tradisi, dan keagamaan bangsa Indonesia. • Jiwa bangsa Indonesia xl
  41. 41. Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. - Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda - Negara komunistik, liberalistik, persemakmuran, federal, serikat. - Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. M. Yamin, Prof. Soepomo, Bung Karno# Landasan Yuridis• Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945• Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. UU No. 2 tahun 1989 UU No. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian”• Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.• Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.• Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. xli
  42. 42. # Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3). Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 1. Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 2. Adanya pemerintah 3. Adanya wilayahF. Kajian pancasila secara holistic, melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1.Tinjauan Filosofis - Sistem filsafat - Ideologi hidup bangsa - Pandangan hidup bangsa Apa itu pancasila? - Etika bangsa - Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain 2. Tinjauan Historis - Masa kejayaan nasional Dari mana pancasila itu ? - Sejarah perkembangan pancasila (etimologi, terminology, kronologis) - Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik xlii
  43. 43. 3. Tinjauan yuridis konstitusional - Status dan kedudukan pancasila Di mana posisi pancasila dan dalam tata kehidupan bangsa UUD 1945 - Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia - Sistem pemerintahan - Hubungan lembaga-lembaga negara - Demokrasi pancasila 4. Tinjauan aktual atau etis Bagaimana aktualisasi - Aktualisasi pancasila pancasila - Pancasila sebagai paradigma - Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAMG. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan xliii
  44. 44. BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan diperguruan tinggi umum, maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikanpancasila dapat dipertanggung jawabkan. Jal ini dengan alas an bahwa melaluipendidikan pancasila, paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik denganpengembangan civic intelegen, civic participation and civic responsibility dari civiceducation merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapatmenghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadabankhas pancasila. Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara. Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakatwarga yang berkeadaban. Berdasarkan itu semua, perguruan tinggi umum harusmampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual, anggun secara moral,berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta memilikikomitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut. xliv
  45. 45. DAFTAR PUSTAKADepartemen Pendidikan Nasional.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata KuliahPengembangan Kepribadian.Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan,Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi.Jakarta .Hasan, M.Iqbal,MM. pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila.PT Raja GrahaPersada.Jakarta,2002.Kaelan,Drs.MS.Pendidikan Pancasila, Yuridis Kenegaraan. paradigma.Yogyakarta.1998---------------Pendidikan Pancasila.Paradigma.Yogyakarta,2003.Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. UniversitasHasanuddin,Makassar,2003Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .STIMIKDIPANEGARA ,Makassar,2004 xlv
  46. 46. MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I. PENDAHULUANA. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif- ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI, Pandangan hidup bangsa Indonesia, Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila, dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara, dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional, Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila.B. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 7. Tujuan pembangunan nasional 8. Dasar,fungsi dan tujuan pendidikan nasional 9. Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 10. Visi,misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 11. Landasan pendidikan pancasila 12. Tinjauan pendidikan pancasila xlvi
  47. 47. C. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul- modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul.D. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : i. Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila j. Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila k. Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila l. Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila m. Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia n. Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional o. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila p. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xlvii
  48. 48. BAB II PEMBAHASANA. Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (6) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** (7) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya (8) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang. (9) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xlviii
  49. 49. pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. (10) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Dalam ketentuan umum UU RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 2. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. 3. Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.B. Dasar, fungsi dan tujuan pendidikan nasional DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. xlix
  50. 50. Pasal 3Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentukwatak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskankehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agarmenjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab.VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 6. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; 7. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; 8. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 9. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan 10. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI. l
  51. 51. • Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 14. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia; 15. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi; 16. Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis; 17. Evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan; 18. Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan; 19. Penyediaan sarana belajar yang mendidik; 20. Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan; 21. Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata; 22. Pelaksanaan wajib belajar; 23. Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan; 24. Pemberdayaan peran masyarakat; 25. Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat; dan 26. Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional.C. Tujuan pendidikan pancasila 4. Mengembangkan kehidupan pribadi 5. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 6. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi, misi, dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran, ketepatan dan keberhasilan bertindak Tanggung jawab kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK, etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya li
  52. 52. #Visi - Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. #Misi - Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa, bernegara, dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. #Komptensi - Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki, bersikap rasinal dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a. Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b. Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. c. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia.D. Tujuan perkuliahan pancasila 6. Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara b. Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita lii
  53. 53. c. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita.7. Aspek Keterampilan Dengan pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah, kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut, diharapkan agar para mahasiswa trampil : a. Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila b. Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya, dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila8. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut, diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa b. menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat; c. mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman d. menghargai pelbagai pendapat yang beda, dan musyawarah untuk mufakat; e. adil, demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya9. Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya10. Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup liii
  54. 54. E. Landasan pendidikan pancasila 5. Landasan Historis 6. Landasan Kulturil 7. Landasan Yuridis 8. Landasan filosofis # Landasan Historis • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri • Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 Agustus 1945. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • - Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) - Masa imprealisme • Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak, sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir, tumbuh dan berkembang dari adat istiadat, tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Sebagai nilai sosial budaya, pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan, adat-istiadat, tradisi, dan keagamaan bangsa Indonesia. • Jiwa bangsa Indonesia liv
  55. 55. Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. - Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda - Negara komunistik, liberalistik, persemakmuran, federal, serikat. - Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. M. Yamin, Prof. Soepomo, Bung Karno# Landasan Yuridis• Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945• Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. UU No. 2 tahun 1989 UU No. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian”• Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.• Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.• Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. lv
  56. 56. # Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3). Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 4. Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 5. Adanya pemerintah 6. Adanya wilayahF. Kajian pancasila secara holistic, melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1.Tinjauan Filosofis - Sistem filsafat - Ideologi hidup bangsa - Pandangan hidup bangsa Apa itu pancasila? - Etika bangsa - Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain 5. Tinjauan Historis - Masa kejayaan nasional Dari mana pancasila itu ? - Sejarah perkembangan pancasila (etimologi, terminology, kronologis) - Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik lvi
  57. 57. 6. Tinjauan yuridis konstitusional - Status dan kedudukan pancasila Di mana posisi pancasila dan dalam tata kehidupan bangsa UUD 1945 - Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia - Sistem pemerintahan - Hubungan lembaga-lembaga negara - Demokrasi pancasila 7. Tinjauan aktual atau etis Bagaimana aktualisasi - Aktualisasi pancasila pancasila - Pancasila sebagai paradigma - Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAMG. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan lvii
  58. 58. BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan diperguruan tinggi umum, maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikanpancasila dapat dipertanggung jawabkan. Jal ini dengan alas an bahwa melaluipendidikan pancasila, paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik denganpengembangan civic intelegen, civic participation and civic responsibility dari civiceducation merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapatmenghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadabankhas pancasila. Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara. Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakatwarga yang berkeadaban. Berdasarkan itu semua, perguruan tinggi umum harusmampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual, anggun secara moral,berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta memilikikomitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut. lviii
  59. 59. DAFTAR PUSTAKADepartemen Pendidikan Nasional.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata KuliahPengembangan Kepribadian.Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan,Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi.Jakarta .Hasan, M.Iqbal,MM. pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila.PT Raja GrahaPersada.Jakarta,2002.Kaelan,Drs.MS.Pendidikan Pancasila, Yuridis Kenegaraan. paradigma.Yogyakarta.1998---------------Pendidikan Pancasila.Paradigma.Yogyakarta,2003.Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. UniversitasHasanuddin,Makassar,2003Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .STIMIKDIPANEGARA ,Makassar,2004 lix

×