Konseling remaja malang2

3,557 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,557
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
92
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Konseling remaja malang2

  1. 1. PROBLEMATIKADAN KONSELING REMAJA ANDIK MATULESSY
  2. 2. PERIODE PERKEMBANGAN MANUSIA-BAYI
  3. 3. PERIODE PERKEMBANGAN MANUSIA-BALITA
  4. 4. PERIODE PERKEMBANGAN MANUSIA-ANAK
  5. 5. PERIODE PERKEMBANGANMANUSIA-PUBER / REMAJA
  6. 6. PERIODE PERKEMBANGAN MANUSIA-DEWASA
  7. 7. PERIODE PERKEMBANGAN MANUSIA-TUA
  8. 8. REMAJA & PERMASALAHANNYA
  9. 9. TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA MENJALIN HUB BARU YG LEBIH MATANG DENGAN TEMAN SEBAYA MENCAPAI PERAN SOSIAL MENERIMA KEADAAN TUBUH & MENGGUNAKAN SECARA EFEKTIF MENGHARAPKAN DAN MENCAPAI PERILAKU SOSIAL YG BERTANGGUNG JAWAB MENCAPAI KEMANDIRIAN EMOSIONAL DR ORTU DAN ORG DEWASA LAIN MEMPERSIAPKAN KARIER EKONOMI MEMPERSIAPKAN DAN KELUARGA MEMPEROLEH PERANGKAT NILAI DAN ETIKA SEBAGAI PEGANGAN UNTUK BERPERILAKU ATAU MENGEMBANGAN IDEOLOGI TERTENTU
  10. 10. PROBLEMPERUBUHAN FISIK YANG BEGITU CEPAT YANG TIDAK DIDUKUNG OLEH KESIAPAN PSIKIS DAN SOSIAL YANG BAGUSSECARA SEKSUAL MULAI MATANG TAPI PENGETAHUAN SEKSUAL YANG KURANG. INFORMASI BANYAK DIDAPATKAN DARI PEER-GROUP, YANG BELUM TENTU BENARUNGKAPAN CINTA DIMUNCULKAN DALAM SEKSKEINGINTAHUAN AKAN MASALAH SEKSUAL YANG BESAR SEHINGGA SELALU INGIN MENGEKSPLORASI INFORMASI – INTERNET, VCD PORNO
  11. 11. PROBLEMBANYAK KONFLIK DENGAN FIGUR ORANG DEWASA (ORTU, GURU, SAUDARA,DSB)BANYAK MASALAH PRIBADI DENGAN TEMAN SEBAYA (CINTA, PATAH HATI)MENCARI SOLUSI MASALAH PADA CARA-CARA YANG SALAH --- ROKOK KEMUDIAN NARKOBA
  12. 12. PROBLEMEMOSI TIDAK STABIL, SEHINGGA MUDAH DIPENGARUHI.MENJADI SASARAN EMPUK PENGEDAR NARKOBAMENJADI PENGGUNA NARKOBA, MULAI DARI YANG PALING SEDERHANA.KETERGANTUNGAN PADA NARKOBAMENGGUNAKAN SEGALA CARA UNTUK MENDAPATKAN -- KRIMINAL
  13. 13. PROBLEMMENGGUNAKAN PROBLEM SOLVING MENURUT CARA YG DIYAKINIMENYELESAIKAN MASALAH TANPA PEMIKIRAN PANJANGPENGGUNA NARKOBA DAN MELAKUKAN SEKS BEBASNARKOBA SUNTIK DAN BERGANTI-GANTI PASANGAN RENTAN UNTUK TERKENA HIV/AIDS
  14. 14. PROBLEMARUS GLOBALISASI, LIBERALISASI DAN WESTERNISASIHIBURAN DAN MEDIA YANG BURUKPOLA HIDUP KONSUMTIF, HEDONIS, INSTANT DAN TIDAK BERTANGGUNG JAWABINGIN MENDAPATKAN SEGALA HAL DENGAN SEGALA CARA (HP,PAKAIAN, ASESORIS,DSB)SEKS DAN NARKOBA
  15. 15. DAMPAKSEKS BEBAS – PENYAKIT KELAMIN, INFERTILITAS, HARGA DIRI RENDAH, HIV/AIDSNARKOBA – KETERGANTUNGAN, MENURUNNYA KEMAMPUAN KOGNITIF, EMOSI LABIL, RUSAKNYA SYARAF, HUKUMAN PENJARAHIV/AIDS – RENDAHNYA HARAPAN HIDUP, HILANGNYA MASA DEPAN
  16. 16. SOLUSIMENCARI TEMAN YANG BAIK, KARENA PENYEBAB UTAMA PROBLEM REMAJA ADALAH PEER GROUPKOMUNIKASI INTENS DENGAN ORANG TUA/ GURU—FIGUR YG BISA MEMBERI CONTOHTIDAK MENCOBA-COBA SESUATU YANG NEGATIF, SEKECIL APAPUN. HARUS MENCARI PENGALAMAN YANG POSITIF. SEKALI BELAJAR SESUATU SULIT UNTUK BERUBAH
  17. 17. SOLUSIMEMBANGUN KOMUNIKASI DENGAN TEMAN SEBAYA UNTUK MEMBENTENGI PENGARUH NARKOBA—PEERGROUP EDUCATIONPENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSIPENYELESAIAN PROBLEM PADA ORANG YANG TEPAT-KONSELOR/PSIKOLOG--KONSELING
  18. 18. PENGERTIAN KONSELINGPROSES INTERAKSI ANTARA PENOLONG YANGPROFESIONAL DENGAN ORANG TERTOLONGYANG BERUSAHA BERSAMA-SAMA MELAKUKANPERUBAHAN KOGNITIF, AFEKTIF DAN PERILAKUYANG DIHARAPKAN
  19. 19. KEBERAGAMAN SISWA 19 BAHASA SES BUDAYA GAYA BELAJAR GENDER INTELIGENSINono Psikologi Unair
  20. 20. INDIVIDUAL DIFFERENCES GAYA BELAJAR JENIS KELAMIN DAN LAIN-LAIN INTELIGENSI BUDAYA BAHASA SES CULTURE: THE CUSTOME, VALUES AND TRADITION INHERENT IN ONE’S ENVIRONMENTNono Psikologi Unair 20
  21. 21. INDIVIDUAL DIFFERENCES 21 GAYA BELAJAR JENIS KELAMIN DAN LAIN-LAIN INTELIGENSI BUDAYA BAHASA SES LINGUISTIC: WAY IN WHICH STUDENTS MAY DIFFER RELATIVE TO THEIR LANGUAGE USAGENono Psikologi Unair
  22. 22. INDIVIDUAL DIFFERENCES GAYA BELAJAR JENIS KELAMIN DAN LAIN-LAIN INTELIGENSI BUDAYA BAHASA SES LEARNING STYLE IS THE MODALITY INDIVIDUAL TO PROCESS INFORMATIONNono Psikologi Unair 22
  23. 23. GAYA BELAJAR 23  Psychological/affective style gaya belajar dimana kepribadian para siswa mempengaruhi cara belajar yang dipilih  Physiological stylepara siswa lbh memilih gaya bljr yg menggunakan indera dan stimulus dari lingkungan  Cognitive stylemrpkn cara yg plng konsekuen & bijaksana serta menyenangkan u/ m’proses informasiNono Psikologi Unair
  24. 24. INDIVIDUAL DIFFERENCES GAYA BELAJAR JENIS KELAMIN DAN LAIN-LAIN INTELIGENSI BUDAYA BAHASA SES GENDER STEREOTYPES: BELIEF ABOUT THE CHARACTERISTIC ASSOCIATED WITH MALES AND FEMALESNono Psikologi Unair 24
  25. 25. GENDER 25 PHYSICAL DIFFERENCES VERBAL ABILITY FEMALE > MALE COMPUTATION FEMALE > MALE PROBLEM SOLVING FEMALE < MALE MATH ABILITY FEMALE < MALE SOCIAL FEMALE > MALE SUGGESTIBLE FEMALE > MALE SELF ESTEEM FEMALE < MALE MEMORY FEMALE > MALE AGRESSIVITY FEMALE < MALE ……………Nono Psikologi Unair
  26. 26. INDIVIDUAL DIFFERENCES GAYA BELAJAR JENIS KELAMIN DAN LAIN-LAIN INTELIGENSI BUDAYA BAHASA SES SOCIO ECONOMIC STATUS: STUDENT’S RELATIVELY POSITION IN SOCIETY RELATIVE TO THEIR FAMILY INCOME, POLITICAL POWER, EDUCATIONAL BACKGROUND & OCCUPATIONAL PRESTIGENono Psikologi Unair 26
  27. 27. INDIVIDUAL DIFFERENCES GAYA BELAJAR JENIS KELAMIN DAN LAIN-LAIN INTELIGENSI BUDAYA BAHASA SES INTELLIGENCE IS THE ABILITY TO LEARN FROM EXPERIENCE AND TO ADAPT TO THE SURROUNDING ENVIRONMENTNono Psikologi Unair 27
  28. 28. INDIVIDUAL DIFFERENCES GAYA BELAJAR JENIS KELAMIN DAN LAIN-LAIN INTELIGENSI BUDAYA BAHASA SES MINAT, MOTIVASI BELAJAR, KREATIVITAS DAN LAIN-LAINNono Psikologi Unair 28
  29. 29. TUJUAN KONSELING Memperkuat motivasi untuk melakukan hal yang benar, utamanya melalui persuasi Mengurangi tekanan emosi melalui kesempatan untuk mengekspresikan perasan yang mendalam, yang diistilahkan sebagai katarsis Membantu klien mengembangkan potensinya ke arah yang lebih positif, tidak hanya terpaku oleh fiksasi yang terjadi pada dirinya Mengubah kebiasaan buruk dengan menyiapkan situasi belajar yang baru Mengubah struktur kognitif yang disesuaikan dengan realita yang dihadapi Meningkatkan pengetahuan dan kapasitas untuk mengambil keputusan yang tepat, dengan cara mendapatkan informasi tentang kemampuan, ketrampilan yang dimiliki dengan minat
  30. 30. TUJUAN KONSELING Meningkatkan pengetahuan diri atau insight, lebih mengerti apa yang dirasakan, dipikirkan dan yang dilakukan agar lebih rasional dalam menentukan langkah selanjutnya Mengubah lingkungan social, anak yang bermasalah biasanya hidup dalam lingkungan yang tidak sehat, kriminal, penuh kekerasan dan memberi contoh yang negatif Mengubah proses somatic agar bisa mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kesadaran tubuh, misalnya relaksasi Mengubah status kesadaran untuk mengembangkan kesadaran, kontrol dan kreativitas diri, misalnya denganmeditasi
  31. 31. Kondisi yang Mendukung KonselingAdanya penerimaan yang tulus terhdp klienMenghargai klienBersikap empati, sehingga klien dapat mengekspresikan hal yang tersembunyiAdanya kesungguhan, sehingga ada suasana pertolonganAdanya kejujuran, sehingga menumbuhkan saling pengertian dan penghargaan
  32. 32. TAHAP KONSELING Wawancara awal Proses Konseling Pengertian Tindakan Mengakhiri proses Memiliki kemampuan intervensi dasar
  33. 33. INTERVENSI KONSELINGBertanyaPenjelasanEksklamasiKonfrontasiInterpretasi
  34. 34. KEMAMPUAN KONSELORKemampuan berkomunikasiKonselor harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang masalah dari klien dari berbagai latar belakangPerforma konselor harus bisa menunjukkan kapabilitas dan kompetensiEmpati, kemampuan merasakan apa yang dialami klien, tidak berpura-pura atau tidak sesnsitif terhadap persoalan klienPengetahuan tentang tehnik dasar dalam proses konseling dari awal hingga cara mengakhiri konseling
  35. 35. BEBERAPA PENDEKATAN KONSELING/PSIKOTERAPIPSIKOANALISISPERILAKUPERSON CENTEREDGESTALTRASIOANAL - EMOTIFREALITASDLL.
  36. 36. KASUS : TINDAKAN AGRESIF ANAK 1.Rasa frustasi karena adanya hambatan untuk mendapatkan sesuatu yang dibutuhkan. 2.Pengasuhan orang tua yang selalu memenuhi tuntutan anak,selalu memberi kebebasan, serta submisif. Kondisi orang tua yang seperti ini membuat anak berperilaku sulit dikontrol, kurang bertanggung jawab dan menjadi pemberontak. 3.Pengaruh tayangan TV yang bertemakan kekerasan 4.Orang tua yang sering bertengkar akan memunculkan imitasi atau keinginan untuk meniru dan menurunkan sensitivitas emosi. 5.Hukuman fisik dari orang tua yang dimaksudkan mendisiplinkan anak bisa menjadi contoh untuk berperilaku agresif. 6.Lingkungan yang tidak menerima perilaku agresif dari anak-anak, akan memunculkan konsep diri negatif karena anak dikucilkan dari lingkungannya 7.Tidak adanya penyaluran energi untuk melakukan kegiatan fisik atau kegiatan kreatif lainnya.
  37. 37. SAME SEX MARRIAGE

×