9.pengendalian mikroorganisme

14,511 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
19 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
14,511
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
19
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

9.pengendalian mikroorganisme

  1. 1. PENGENDALIANMIKROORGANISME(Control of Microorganisms)  
  2. 2. DEFINISI PENGENDALIAN M.O, yaitusemua kegiatan yang bertujuan untukMenghambat/mengurangi jumlah atauaktivitas mikroorganismeMembasmi atau mematikanmikroorganisme (terutama untuk yangterinfeksi m.o)
  3. 3. ALASAN UTAMA dilakukan pengendalian mikroorganisme Mencegah penyebaran penyakit dan penyebaran infeksi Membasmi mikroorganisme pada tanaman/inang yang terinfeksi Mencegah pembusukan dan perusakan oleh mikroorganisme
  4. 4. antimikroba dapat berupa : MIKROBISIDA /Microbicidal agents (cide = kill) → membasmi/membunuh mikroba MIKROBISTATIK / Microbistatic (static = standstill) → menghambat pertumbuhan dan multiplikasi mikroba sehingga mencegah peningkatan jumlah mikroorganisme. Mikrobistatik ini tidak membunuh atau membasmi mikroba
  5. 5. GERMICIDAL adalah istilah yang umum digunakan sebagaibahan yang dapat mengurangi dan menghilangkanmikroorganismeBAKTERISIDA → bahan/senyawa yang dapat membunuhbakteriBAKTERISTATIK → bahan/senyawa yang dapat menghambatpertumbuhan bakteriSPOROSIDA → bahan/senyawa yang dapat membunuhendospora bakteri FUNGISIDA ; FUNGISTATIK → ditujukan untuk fungiVIRUSIDA ; VIRUSTATIK → ditujukan untuk virus
  6. 6. PROSES-PROSES YANG DAPATDILAKUKAN DALAM PENGENDALIAN M.O :STERILISASI →  Kegiatan untuk mengeliminasi semua bentukkehidupan yang meliputi sel vegetatif, spora dan virusDESINFEKSI → mengeliminasi/membunuh bentuk-bentuk vegetatifdari sebagian besar organisme yang berbahaya dan patogen, tetapitidak ditujukan untuk membunuh semua mikroba.SANITASI     → biasanya sanitasi ini sangat diperlukan dalampenyiapan proses di industri makanan atau alat-alat di rumah sakit.ANTISEPTIK → bertujuan untuk menghambat atau merusakmikroorganisme di permukaan suatu jaringan hidup sehingga dapatmencegah infeksi
  7. 7. - Sterilisasi- Desinfeksi- Sanitasi Dekontaminasi- AntiseptikPENGAWETAN → bertujuan untuk mencegahkerusakan suatu produkCHEMOTHERAPY → adalah suatu perlakuan padapenyakit (contoh : pemberian antibiotika)
  8. 8. HAL YANG POKOK DALAM PENGENDALIAN M.O :   Laju kematian bakteri (The rate of Death of Bacteria) Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja antimikroba Prinsip kerja bahan antimikroba
  9. 9. FAKTOR – FAKTOR YG MEMPENGARUHI AKTIVITAS ANTIMIKROBAKarakteristik mikrobaJumlah Populasi MikrobaKonsentrasi dan Dosis dari zat antimikrobaFase Perkembangan MikrobaKondisi Lingkungan
  10. 10. PRINSIP KERJA BAHAN ANTIMIKROBA1. Kerusakan dinding sel atau menghambat sintesis dinding sel2. Perubahan permeabilitas membran sitoplasma3. Perubahan molekul protein dan asam nukleat4. Penghambatan kerja enzim5. Penghambatan sintesis asam nukleat dan protein.
  11. 11. PENGENDALIAN M.O   FISIKA KIMIA BIOLOGI
  12. 12. PENGENDALIAN SECARA FISIK/PROSES FISIK1. TEMPERATUR TINGGI Panas Lembab a)    Uap dengan tekanan : Autoklaf (menggunakan tekanan uap), temperatur lebih tinggi dari mendidih. Umumnya pemanasan dengan lembab (uap) lebih efektif daripada panas kering
  13. 13. Sterilisasi Bertingkat Tyndalisasi (sterilisasi bertingkat). Dilakukan secara bertahap biasanya sebanyak 3 kali dalam 3 hari dengan masa periode inkubasi diantaranya pada temperatur 100 0 C. Periode inkubasi ini bertujuan untuk memberi kesempatan bergerminasi spora yang tidak mati pada pemanasan tahap pertama atau kedua.
  14. 14. Air mendidih Menghilangkan semua sel vegetatif mikroba. Metode ini tidak dapat digunakan untuk sterilisasi di laboratoriumPasteurisasi Bertujuan untuk membunuh hanya jenis mikroba tertentu, tetapi tidak membunuh semua mikroba
  15. 15. Kepekaan mikroba terhadap panas lembab dapatdigambarkan oleh hubungan antara waktu dantemperatur. Dua istilah yang banyak digunakan olehahli mikrobologi adalah :   THERMAL DEATH TIME → adalah waktu yang diperlukan untuk membunuh mikroorganisme DECIMAL REDUCTION TIME → adalah waktu yang diperlukan untuk mengurangi populasi mikroba sebanyak 90 % (menit).
  16. 16.    Panas Kering : a)  Oven Lamanya pemanasan kering ini tergantung pada besarnya temperatur yang digunakan. Temperatur yang tinggi membutuhkan waktu pemanasan yang lebih singkat/cepat sedangkan temperatur yang lebih rendah membutuhkan waktu yang lebih lama. b)   Pembakaran Membunuh mikroba dengan teknik pembakaran merupakan pekerjaan yang rutin dilakukan di laboratorium (misalnya : membakar ose)
  17. 17. TEMPERATUR RENDAHTEKANAN OSMOTIKRADIASIFILTRASIPENCUCIAN
  18. 18. PENGENDALIAN MIKROORGANISME DENGAN BAHAN KIMIA   Karakteristik bahan kimia antimikroba yang IDEAL :Aktivitas AntimikrobaKelarutan.StabilitasToksisitasHomogenitasTidak bergabung dengan bahan organikAktivitas pada suhu kamar atau suhu tubuhKemampuan penetrasiKeamanan materialKemampuan menghilangkan bau yang kurang sedapBerkemampuan sebagai detergenKetersediaan dan harga yang rendah
  19. 19. Pemilihan bahan antimikrobial kimiawiSifat bahan yang akan diberi perlakuanTipe mikroorganismeKeadaan lingkungan (suhu, pH, waktu,konstransi, adanya bahan organik lain)
  20. 20. KELOMPOK UTAMA BAHAN ANTIMIKROBIAL KIMIAWI    Fenol dan persenyawaan fenolik Merusak sel mikroba melalui perubahan permeabilitas membran sitoplasma sehingga menyebabkan bocornya substansi intraseluler. Mendenaturasi dan menginaktifkan protein seperti enzim. Bakteriostatik atau Bakterisida tergantung konsentrasi yang digunakan
  21. 21. AlkoholHalogen (Iodine, Chlorine → hypoclorit ;Chloramines)Logam berat dan persenyawaannyaDetergenAldehidKemosterilisator gas
  22. 22. EVALUASI EFEKTIVITAS BAHAN KIMIA ANTIMIKROBATube-Dilution and Agar-Plate TechniquesZat kimia yang akan diuji dicampurkan kedalam media atau kaldu, diinokulasi denganm.o. uji, → diinkubasikan → diamati : penurunan jumlah pertumbuhanMenghitung Koefisien Fenol Definisi koefisien fenol adalah : kekuatan mematikan dari desinfektan dibandingkan dengan fenol
  23. 23. ANTIBIOTIK DAN CHEMOTHERAPEUTIC AGENT Perlakuan terhadap penyakit dengan substansi kimiawi disebut Chemotherapy (kemoterapi) , sedangkan substansi kimianya disebut Chemoteurapeutic agent (zat kemoterapeutik). Antibiotik adalah zat kimia yang diproduksi oleh mikroba dimana pada konsentrasi yang rendah dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroba lain secara selektif
  24. 24. Zat kemoterapeutik ini dalam kegunaanya harus memiliki syarat :1. Membunuh atau menghambat pertumbuhan parasit tanpa merusak sel inang2. Kemampuan kontak dengan parasit melalui penetrasi sel dan jaringan inang dalam konsentrasi yang efektif3. Mencegah timbulnya mekanisme pencegahan secara alami dari inang seperti pagositosis dan produksi antibodi
  25. 25. Pemilihan Zat Kemoterapeutik yang Terbaik1.  Toksisitas yang selektif2.   Kepekaan patogen3.   Aktivitas spektrum4.   Kemunginan adanya reaksi yang merugikan5.   Tempat infeksi dan distribusi obat dalam inang6.    Metabolisme obat antimikroba7.    Lamanya waktu pengobatan8.    Interaksi obat antimikroba
  26. 26. Mekanisme kerja Zat antimikroba (antibiotik) :1.      Menghambat sintesis dinding sel2. Merusak membran sitoplasma3. Menghambat sintesis asam nukleat dan protein4. Menghambat sistem kerja enzim spesifik
  27. 27. WassalamSelamat Belajar dan Sampai Jumpa di Ujian

×