Makalah teori akuntansi

86,660 views

Published on

1 Comment
6 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
86,660
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
1,537
Comments
1
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah teori akuntansi

  1. 1. TEORI AKUNTANSI DISUSUN OLEH : MARSELI S. (200910315011) & ALEXANDRA J. (200910315031) LISTINA (200910315010) & ROSMALIA (200910315018) RESTI M. (200910315015) & CHRISTINE E.P. (200910315004) POLITIQUR R. (200910315014) & REZKY ULINA (200910315016) ISRA M. (200910315024) ; YURIESKE C.A. (200910315023) & FRITZ IMMANUEL (200910315007) UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA i
  2. 2. KATA PENGANTAR Alhamdulillah, dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, ataslimpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya telah memberikan petunjuk, kesehatan,kesempatan dan kekuatan kepada penulis sehingga dapat menyajikan Makalah yangberjudul “Teori Akuntansi”. Di dalam tulisan ini, disajikan pokok-pokok bahasan yangdisusun sebagai bahan penuntun atau pegangan mahasiswa dengan materi yang telahdisesuaikan khususnya mata kuliah “Teori Akuntansi”. Harapan penyusun bahwamakalah ini dapat membantu para mahasiswa dan tim pengajar dalam kegiatanperkuliahan. Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Novi Priyati, S.Pd, MMselaku dosen mata kuliah Teori Akuntansi atas bimbingan dan pengarahannya selamapenyusunan makalah ini serta pihak-pihak yang yang telah membantu dan tidak dapatdisebutkan satu per satu. Disadari bahwa dengan kekurangan dan keterbatasan yangdimiliki penyusun, walaupun telah dikerahkan segala kemampuan untuk lebih teliti, tetapimasih dirasakan banyak kekurangtepatan, Oleh karena itu penulis mengharapkan kritikdan saran yang membangun agar tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Bekasi, Januari 2012 Tim Penyusun ii
  3. 3. DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL………...……………….....…………................................ iKATA PENGANTAR……………………........................................................... iiDAFTAR ISI……………………….…………………………..………….......... iiiBAB I PENDAHULUAN ………………...…………………….................. A. Latar 1 Belakang............................................................................ 2 B. Tujuan........................................................................................ .. 3BAB II SISTEM INFORMASI AKUNTANSI............................................... 4 A. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi...................................... 4 B. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi............................................ 6 C. Sistem Informasi Akuntansi Pembelian...................................... 8 D. Sistem Informasi Akuntansi Persediaan...................................... E. Analisis Perusahaan..................................................................... 17BAB III STRUKTUR TEORI AKUNTANSI.................................................. 20 A. Hakikat Struktur Teori Akuntansi............................................... 22 B. Tujuan Laporan Keuangan.......................................................... 23 C. Postulat Akuntansi....................................................................... 24 D. Konsep Teoritis Akuntansi.......................................................... 31 E. Prinsip Dasar Akuntansi.............................................................. F. Standar Akuntansi....................................................................... 32BAB IV TEORI AKUNTANSI DAN PERUMUSANNYA............................ 36 A. Teori Akuntansi........................................................................... 39 B. Teori dan Pembuat Kebijakan Akuntansi.................................... 40 C. Sifat Teori Akuntansi.................................................................. 42 D. Periodisasi Teori Akuntansi........................................................ 44 E. Metode Perumusan (Konstruksi)................................................. 50 F. Pendekatan dalam Perumusan Teori........................................... iii
  4. 4. G. Perumusan Teori Akuntansi di Indonesia................................... 52BAB V LAPORAN LABA RUGI................................................................... A. Pengertian Laporan Laba Rugi.................................................... 52 B. Konsep Pengukuran Laba dan Bentuk-Bentuk Laporan Laba 53 Rugi............................................................................................. 55 C. Unsur-Unsur Laporan Laba Rugi................................................ 58 D. Seksi-Seksi Perhitungan Laba Rugi............................................ E. Laba Komprehensif..................................................................... 59BAB VI LAPORAN ARUS KAS................................................................... 60 A. Pengertian Laporan Arus Kas..................................................... 61 B. Tujuan dan Kegunaan.................................................................. 64 C. Bentuk dan Metode Laporan Arus Kas....................................... 65 D. Penyajian Laporan Arus Kas....................................................... E. Penyusunan Laporan Arus Kas................................................... 66BAB V NERACA DAN PENCATATAN...................................................... 66 A. Rekening (The Account).............................................................. 70 B. Rekening Neraca (Rekening Riil)............................................... 70 C. Rekening Rugi Laba (Rekening Nominal).................................. 71 D. Pembukuan Berpasangan (Double Entry Bookkeeping)............. 73 E. Daftar Rekening (Chart of Account)........................................... 74 F. Pencatatan Transaksi ke Dalam Jurnal........................................ 77 G. Neraca Percobaan (Trial Balance).............................................. H. Rincian Jurnal dan Buku Besar................................................... 79BAB VIII PENUTUP.......................................................................................... 79 A. Kesimpulan.................................................................................. 80 B. Saran............................................................................................DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... iv
  5. 5. BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG Akuntansi yang dipraktikkan dalam suatu wilayah negara merupakan suatu hasil rancangan dan pengembangan untuk mencapai suatu tujuan sosial tertentu. praktik akuntansi tersebut tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, seperti faktor sosial, ekonomi, politis, dsb. dan hal itu menyebabkan praktik akuntansi dalam suatu wilayah negara tertentu bisa tidak sama dengan praktik akuntansi di negara lainnya. Untuk melaksanakan suatu praktik akuntansi yang baik, tidak cukup hanya mempelajari akuntansi secara praktik saja. Karena dibalik praktik akuntansi terdapat berbagai gagasan, asumsi dasar, konsep, penjelasan, dan sebagainya, yang semuanya terangkum dalam teori akuntansi. Teori akuntansi sendiri merupakan suatu pengetahuan yang menjelaskan mengapa praktik akuntansi berjalan seperti yang ada sekarang. Di dalam praktik akuntansi terdapat beragam permasalahan yang harus dipecahkan. Menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut tidak cukup hanya dengan mengandalkan pengalaman semata, namun untuk mencapai praktik akuntansi yang baik dan sehat, maka dalam menyelesaikan masalah juga diperlukan landasan teori yang sehat dan baik pula. Teori akuntansi merupakan bagian penting dari praktik akuntansi. pengetahuan terhadap teori akuntansi akan mengimbangi berbagai keterbatasan pengalaman dan kemampuan praktis dalam menyelesaikan masalah. Dengan teori akuntansi orang akan dapat melihat suatu permasalahan dengan perspektif yang lebih luas dan terinci, dan tanpa teori yang melandasinya, praktik akuntansi yang baik dan sehat bisa dipastikan tidak akan tercapai. v
  6. 6. B. TUJUAN 1. Memahami pengertian dari teori akuntansi 2. Mengetahui pengklasifikasian dari teori akuntansi 3. Memahami bagaimana aspek sasaran teori dari teori akuntansi 4. Mengetahui fungsi dari teori akuntansi 5. Mengetahui apa yang menjadi tujuan teori akuntansi vi
  7. 7. BAB II SISTEM INFORMASI AKUNTANSIA. PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Elemen sistem : Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar adalah: Input, Transformasi, Output, Mekanisme Kontrol, Tujuan. Jenis Sistem : • Sistem Lingkaran Terbuka  sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan tujuan. • Sistem Lingkaran Tertutup  sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan. Sifat Sistem : • Sistem terbuka : Sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya. • Sistem Tertutup : Sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya. • Sistem Fisik : sistem yang terdiri dari sejumlah sumber daya fisik • Sistem Konseptual : sistem yang menggunakan sumberdaya konseptual (data dan informasi) untuk mewakili suatu sistem fisik. Sistem Informasi Akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya. Sistem informasi akuntansi sangat diperlukan bagi pemakai akuntansi yaitu pihak luar (ekstern) organisasi perusahaan dan pihak dalam (intern) oraganisasi perusahaan. Kebutuhan para pemakai ekstern dapat dipenuhi dengan adanya publikasi laporan laba/rugi. Sedangkan para pemakai intern dapat 1
  8. 8. memenuhi kebutuhan informasi akuntansinya untuk mencapai nilai ekonomis (laba) perusahaan semaksimal mungkin. Dalam SIA ada 2 pemakai informasi akuntansi yaitu: 1. Pihak ekstern – Para langganan – Para leveransir (supplier) – Para pemegang saham (stockholder) – Para pegawai – Para pemberi pinjaman – Instansi Pemerintah 2. Pihak Intern SIA menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan operasi-operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya.B. TUJUAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations). 2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers). 3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardshipC. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN Sistem Informasi Akuntansi Pembelian adalah kegiatan pemilihan sumber, pemesanan dan perolehan barang dan jasa sebagai salah satu aktivitas utama operasi bisnis perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi Pembelian (SIA Pembelian) merupakan sistem yang dibangun untuk mempermudah pelaksanaan pembelian dengan meng-otomatisasi-kan atau meng-komputerisasi keseluruhan 2
  9. 9. maupun beberapa bagian dari proses pembelian tersebut disertai denganpengendalian atau kontrol atas sistem komputerisasi tersebut. Proses pembelian setiap jenis perusahaan hampir serupa karenameliputi beberapa atau seluruh kegiatan berikut ini :1. Konsultasi dengan supplier yang diadakan sebelum pembelian berlangsung dengan cara menghubungi beberapa supplier untuk mendapatkan pemahaman mengenai ketersediaan kuantitas dan harga dari barang dan jasa.2. Pembuatan dokumen permintaan pengadaan barang atau jasa dengan mendapatkan Persetujuan dari supervisor. Permintaan ini kemudian digunakan oleh departemen pembelian untuk memesan barang.3. Mengadakan perjanjian dengan supplier untuk pembelian barang atau jasa dimasa yang akan datang. Perjanjian dengan supplier meliputi pesanan- pesanan pembelian (pesanan yang sebetulnya dikirim ke supplier) dan kontrak dengan supplier.4. Penerimaan barang atau jasa dari supplier dimana perusahaan harus memastikan bahwa hanya batang yang dipesan berada dalam kondisi baiklah yang akan diterima5. Pengakuan kewajiban atas barang dan jasa yang diterima dari supplier yang akan dicatat oleh departemen hutang pada saat tagihan diterima dari supplier.6. Pemilihan invoice yang akan dibayar.7. Penulisan, penandatanganan dan pengiriman cek kepada supplier. Dokumen yang terkait ke kepada siklus pembelian adalah:1. Purchase Requisition (Permintaan Pembelian)2. Purchase order (Pemesanan Pembelian)3. Receiving order (Penerimaan Pesanan)4. Supplier (Vendor) invoice5. Disbursment voucher6. Disbursment check7. Debit memorandum 3
  10. 10. 8. New supplier (vendor) form 9. Request for proposal (or quotation) Pengendalian internal pada siklus pembelian meliputi: 1. Pemisahan tugas. Individu-individu yangmengotorisasi, melaksanakan pembelian, dan mencatat transaksi adalah individu yang berbeda untuk menghindari terjadinya kecurangan. 2. Menggunakan informasi dari kejadian lampau untuk mengontrol aktivitas pembelian 3. Mengamati dari dekat semua kegiatan pembelian 4. Dokumen-dokumen yang berurutan dan bernomor urut tercetak. 5. Mencatat semua pihak yang bertanggung jawab atas proses yang terjadi 6. Membatasi akses ke aset dan informasi perusahaan. 7. Merekonsilidasi semua catatan dengan bukti fisik dari aset yang ada.D. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN Persediaan adalah aktiva perusahaan yang meliputi barang jadi yang tersedia untuk dijual kembali, barang dalam penyelesaian yang sedang diproduksi dan bahan serta perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi. Persediaan yang terdapat dalam perusahaan dapat dibedakan menurut beberapa cara, dilihat dari fungsinya, dan dilihat dari jenis dan posisi barang dalam urutan pengerjaan produk. 1. Dilihat dari fungsinya a. Batch stock atau lot inventory b. Fluctuation stock c. Anticipation stock 2. Dilihat dari jenis dan posisi produk dalam urutan pengerjaan produk : a. Persediaan bahan baku (raw material stock) 4
  11. 11. b. Persediaan bagian produk atau parts yang dibeli (purchase parts/component stock)c. Persediaan bahan-bahan pembantu atau barang-barang perlengkapan (supplier stock)d. Persediaan barang setengah jadi atau barang dalam proses (work in process/progress stock)e. Persediaan barang jadi (finished goods stock) Pada dasarnya terdapat lima catatan yang paling penting atau utamadalam sistem persediaan :1. Permintaan untuk dibeli (purchase requisition)2. Laporan penerimaan (receiving report)3. Catatan persediaan (balances of stores record)4. Daftar permintaan bahan (material requisition form)5. Perkiraan pengawasan (control accounting) Sistem pencatatan persediaan yaitu:1. Periodic System, yaitu pada setiap akhir periodedilakukan perhitungan secara fisik dalam menentukan jumlah persediaan akhir.2. Perpetual System atau juga disebut Book Inventories, yaitu setiap mutasi dari persediaan sebagai akibat dari pembelian ataupun penjualan dicatat atau dilihat dalam kartu administrasi persediaannya. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menilai suatupersediaan, diantaranya dengan :a. first-in, first out (FIFO)b. rata-rata tertimbang (weighted average)c. last in, first-out (LIFO) Elemen yang harus ada untuk mendukung pengendalian internal yangbaik atas persediaan adalah:1. Pemilihan karyawan, pelatihan dan disiplin yang baik.2. Pengendalian yang ketat atas barang yang datang melalui sistem barcode. 5
  12. 12. Pengendalian yang efektif atas semua barang yang keluar dari fasilitas. Pengendalian persediaan mencakup tindakan mempertahankan jumlah persediaan yang optimum, dimana jumlah persediaan sesuai dengan kebutuhan operasi perusahaan. Jumlah persediaan yang terlalu banyak akan menambah biaya dan modal kerja membeku di persediaan, sedangkan jumlah persediaan yang terlalu sedikit akan menghambat kelancaran produksi maupun distribusi dan mengakibatkan opportunity lost. Oleh karena tersebut terdapat sebuah metode untuk mempermudah pengendalian jumlah persediaan yang disebut Economic Order Quantity (EOQ).E. ANALISIS PERUSAHAAN 1. Sekilas tentang PT JawaComm’ PT. JawaComm’ Indonesia adalah satu-satunya cabang waralaba pusat JawaComm’ Corporation di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2003. PT. JawaComm’ Indonesia bergerak di bidang jasa pengisian ulang tinta printer sekaligus menjual berbagai macam perlengkapan printer. Menurut perusahaan, permintaan dan penjualan dari tahun 2004 hingga tahun 2005 mengalami peningkatan sebesar 40 %. Pemilik perusahaan memutuskan untuk membuka outlet cabang di berbagai daerah Jakarta dan memberikan izin waralaba ke berbagai kota besar maupun kecil di Indonesia. Pada Maret 2005 perusahaan telah memiliki lebih dari.7 outlet dan 9 perusahaan yang membeli izin waralaba. PT JawaComm’ Indonesia memiliki supplier dari berbagai negara dan berperan sebagai supplier bahan baku bagi setiap outlet dan waralaba-nya untuk menjaga kualitas produk. PT. JawaComm’ Indonesia pada saat ini memiliki jumlah karyawan lebih dari 50 orang dan akan terus bertambah seiring dengan perkembangan perusahaan. 2. Bidang Usaha Perusahaan PT JawaComm’ Indonesia telah menjalani 3 bidang usaha sebagai berikut: 6
  13. 13. 1. Cartridges dan Toner Refill2. Clonink (Infusion Technology)3. Product Supply/Selling 3. Analisis Sistem Berjalan Rich PictureRich Picture menggambarkan system berjalan yang ada saat ini. Gambar 11. Rich Picture sistem pembelian dan persediaan PT.JawaComm’ Indonesia 4. Sistem Yang DiusulkanRich Picture berdasarkan prosedur yang diusulkan adalah: 7
  14. 14. 8
  15. 15. Dokumen-dokumen pendukung dari luar dalam sistem pembelian danpersediaan terkomputerisasi terdiri dari:1. Faktur Pemasok2. Bukti Pengiriman Pemasok (Surat Jalan)3. Bukti pengeluaran kas (Bukti Transfer, Cek dsb) Laporan-laporan yang diusulkan untuk dibuat berdasarkan kebutuhaninformasi dari pihak yang bertanggung jawab terdiri dari:1. Laporan Pembelian (LBM)2. Laporan Pengeluaran Barang (LBK)3. Laporan Retur Barang (LRP)4. Laporan Hutang (LH)5. Laporan Pembayaran (LP)6. Laporan Persediaan (LB)7. Laporan Prestasi Pemasok (LPP) Laporan Catatan akuntansi yang diusulkan untuk digunakan terdiri dari :1. Jurnal Pembelian (JP)2. Jurnal Pengeluaran Kas (JPK)3. Jurnal Retur Pembelian (JRP) 6. Problem Domain Dengan class diagram bisa dijelaskan hubungan antara object/class yangterkait. Dan dari masingmasing class yang saling berasosiasi akan mempunyaievent, behavior. Sehingga dapat dijelaskan proses apa yang ada dari masing-masing class yang ditunjukkan dalam gambar 12. 9
  16. 16. Gambar 12. Class DiagramGambar 13. Usecase Diagram 10
  17. 17. 7. Application Domain Dalam application domain ini dijelaskan proses yang terkait denganactor (user) dan sistemnya, yang merupakan interaksi antara actor dan system.Interaksi tersebut dapat digambarkan dengan usecase diagram. Dalam prosesnyaakan dijelaskan rincian dari setiap usecase yang ada seperti yang ditunjukkandalam gambar 13. Proses berikutnya adalah membuat sequence diagram yang menjelaskanurutan proses yang dilakukan oleh actor yang berinteraksi dengan system. Salahsatu contohnya adalah seperti yang ditunjukkan dalam gambar 14. Gambar 14. Sequence Diagram mendaftar karyawan Proses design selanjutnya adalah membuat daftar function dan membuatnavigation diagram seperti ditunjukkan dalam table 4 dan gambar 15. Dalamdaftar fungsi dijelaskan deskripsi dari fungsi, jenis fungsinya (active, passive) danjenisnya (Update, Read, Signal, Compute). Menentukan arsitektur design(component & Deployment), dan menghubungkan komponen yang ada sepertiditunjukkan dalam gambar 16 dan gambar 17. 11
  18. 18. Tabel 4 Function Specification Membuat LBK Operation buatLBK()Category _ Active Update X X Read Passive X Compute signalPurpose Menyajikan informasi pengeluaran barangInput data No_BBKConditions Klasifikasi per tanggal ataupun per No_BBK yang ditentukan oleh aktor akan memicu pengaksesan ke dalam class BBK yang mengakses class SPPBEffect Mengetahui kuantitas dan harga barang yang keluar dari persediaan di gudangAlgorithm Input startDate Input endDate Show Crystal Report Viewer Control Open BBK Read BBM Between startDate And endDate and Group by Kd_BBK, Tgl_Keluar Set value Close BBK, SPPB Display Value Print ManuallyData No_BBK:StringStructures Tgl_Keluar:Date Kd_Barang:String Jenis_Barang:String Kuantitas_Keluar:int Satuan_Barang:String Harga_Perunit:Long SubTotal_Keluar:Long Total_Keluar:LongPlacement -Involved BBK 12
  19. 19. ObjectTriggering -events Gambar 16 Component Diagram 13
  20. 20. Gambar 17 Deployment Diagram Proses akhir adalah menentukan object yang akan diimplementasikan kedalam bentuk database dari setiap object/class hasil analisis. 14
  21. 21. BAB III STRUKTUR TEORI AKUNTANSIA. HAKIKAT STRUKTUR TEORI AKUNTANSI Pendekatan dan metodologi apapun yang digunakan dalam penyusunan teori akuntansi, kerangka acuan yang dihasilkan didasarkan pada serangkaian elemen dan hubungan yang mengatur pengembangan teknik akuntansi. Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa elemen sebagai berikut : 1) Suatu pernyataan mengenai tujuan dari laporan keuangan. 2) Suatu pernyataan dari postulat dan konsep teoritis dari akuntansi yang terkait dengan asumsi-asumsi lingkungan dan hakikat unit akuntansi. Postulat dan konsep teoritis ini diturunkan dari pernyataan tujuan. 3) Suatu pernyataan mengenai prinsip-prinsip akuntansi dasar berdasarkan postulat maupun konsep teoritis. 4) Sekelompok teknik akuntansi yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi. Dalam pengembangan teori akuntansi selain pertimbangan kemampuan untuk menjelaskan atau meramalkan, juga harus dipertimbangkan kesanggupan teori tersebut untuk mengukur risiko, atau probabilitas prediksi untuk berfungsi sebagai pernyataan yang tepat atas kejadian di masa depan. Teori akuntansi dapat dikelompokkan dalam tiga tingkat utama, yaitu: 15
  22. 22. 1. Teori Sintaksis2. Teori Interpretasional3. Teori perilaku (pragmatis) 1. Teori Sintaksis Teori ini berhubungan dengan struktur proses pengumpulan data danpelaporan keuangan. Teori sintaksis mencoba menerapkan praktek akuntansi yangsedang berjalan dan meramalkan bagaimana para akuntan harus bereaksi terhadapsituasi tertentu atau bagaimana mereka akan melaporkan kejadian-kejadiantertentu. Teori-teori yang berhubungan dengan struktur akuntansi antara lain teoripraktek akuntansi tradisional (oleh Ijiri dan Sterling) yang disebut model Ijiri,model ini menerangkan praktek akuntansi tradisional yang ditekankan pada sistembiaya historis/ harga perolehan (historical cost system). Diperlukan untukmemperoleh pandangan yang lebih luas tentang praktek yang sedang berlangsung.Teori ini memungkinkan untuk dievaluasi secara lebih tepat, juga memungkinkanpengevaluasian terhadap praktek-praktek yang ada, yang tidak sesuai dengan teoritradisional. Teori yang berhubungan dengan struktur akuntansi dapat diuji untukmelihat konsistensi logis dalam teori itu, atau untuk melihat apakah teori-teori itubener-bener dapat meramalkan apa yang dikerjakan akuntan. Pengujian lainmenunjukkan bahwa meskipun teori tradisional tidak lengkap, namun sudahmenunjukkan variabel-variabel yang relevan. 2. Teori Interpretasional (semantis) Teori ini berkonsentrasi pada hubungan antara gejala (obyek ataukejadian) dan istilah atau simbol yang menunjukkannya. Teori-teori yang berhubungan dengan interpretasi (semantik) diperlukanuntuk memberikan pengertian dalil-dalil akuntansi yang bertujuan meyakinkanbahwa penafsiran konsep oleh para akuntan sama dengan penafsiran para pemakailaporan akuntansi. 16
  23. 23. Pada umumnya, konsep akuntansi tidak dapat diinterpretasikan dan tidakmempunyai arti selain sebagai hasil prosedur akuntansi tertentu. Misalnya, labaakuntansi merupakan konsep buatan yang mencerminkan kelebihan pendapatanatas beban sesudah menerapkan aturan tertentu untuk mengukur pendapatan danbeban. Teori interpretasi memberikan interpretasi yang berguna terhadap konsepbuatan dan menilai prosedur akuntansi alternatif berdasarkan interpretasi. Namun,konsep-konsep umum sering tidak dapat diinterpretasikan dan diberi pengertianyang berbeda oleh para peneliti yang berbeda. Misalnya, nilai tidak memilikiinterpretasi khusus. Current value (nilai saat ini/nilai berlaku) akan mempunyaipengertian yang sama, sebelum menginterpretasikan kita harus melihatsubkonsepnya dahulu sehingga terdapat kesepakatan yang jelas mengenaiinterpretasinya. Konsep nilai sekarang dari jasa yang akan datang, arus kas yangdidiskontokan (discounted cash flows), harga pasar berlaku (current marketprices), dan nilai bersih yang dapat direalisasikan (net realizable value) semuanyamerupakan subkonsep dari nilai berlaku (current value) dan masing-masing dapatdiberi aturan interpretasi khusus. Contoh penerapan teori interpretif adalah sebagai berikut: pengukurannilai persediaan pada saat ini, langkah pertama adalah menunjukkan sub konsepuntuk menerapkan aturan interpretasi khusus. Jika harga beli berlaku yang dipilihmaka current value dapat didefinisikan sebagai harga tukar untuk suatu barang dipasar pembelian pada tanggal neraca. Jika harga pasar tidak ada dapat dianggapharga pasar tidak layak pakai, maka alternatifnya adalah menilai prosedurakuntansi lain yang tersedia dalam kondisi interpretasi ini. Pembuktian teori ini dapat diperoleh dari riset yang dilakukan untukmenentukan apakah pemakai informasi akuntansi memahami makna yangdimaksudkan oleh pembuat informasi, apakah telah konsisten dengan teori yangada. 3. Teori Perilaku (pragmatik) Teori ini menekankan pada pengaruh laporan serta ikhtisar akuntansiterhadap perilaku atau keputusan. Penekanan dalam perkembangan teori akuntansi 17
  24. 24. adalah penerimaan orientasi komunikasi dan pengambilan keputusan. Sasarannya pada relevansi informasi yang dikomunikasikan kepada para pengambil keputusan dan perilaku berbagai individu atau kelompok sebagai akibat penyajian informasi akuntansi serta pengaruh laporan dari pihak eksternal terhadap manajemen dan pengaruh umpan balik terhadap tindakan para akuntan dan auditor. Jadi, teori perilaku mengukur dan menilai pengaruh-pengaruh ekonomik, psikologis, dan sosiologis dari prosedur akuntansi alternatif dan media pelaporannya.B. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi : • Neraca • Laporan laba rugi • Laporan perubahan ekuitas • Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana • Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan. 18
  25. 25. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukanmanajemen (bahasa Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemenatas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apayang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agarmereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya,keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan ataukeputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen. Menurut APB (The Accounting Principle Board) yang bernaung dibawahAICPA mengeluarkan pernyataan nomor 4 yang berjudul “Basic Concepts andAccounting Principle for Business Enterprise.” Tujuan laporan keuangan adalah:1. Tujuan Khusus Menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya sesuai GAAP (General Accepted Accounting Principle).2. Tujuan Umum a. Informasi sumber-sumber ekonomi dan kewajiban perusahaan. b. Informasi sumber laba c. Menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba d. Informasi perubahan harta dan kewajiban e. Informasi relevan lain yang dibutuhkan3. Tujuan Kualitatif a. Relevan b. Dapat dimengerti c. Dapat dicek kebenarannya d. Netral e. Tepat waktu f. Dapat diperbandingkan g. Lengkap Pemakai Laporan Keuangan• Investor• Karyawan• Pemberi Pinjaman 19
  26. 26. • Pemasok dan Kreditor usaha lainnya • Pelanggan • Pemerintah • Masyarakat Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu : • Dapat Dipahami • Relevan • Keandalan • Dapat diperbandingkanC. POSTULAT AKUNTANSI Postulat akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri atau disebut juga aksioma yang sudah berterima umum karena kesesuaiannya dengan (untuk menopang dan mewujudkan) tujuan laporan keuangan yang menggambarkan aspek/lingkungan ekonomi, politik, sosiologis dan hukum suatu lingkungan di mana akuntansi itu beroperasi 1. Postulat Entitas Postulat Entitas menyatakan bahwa setiap perusahaan merupakan unit akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan perusahaan lain. Postulat ini memungkinkan akuntan membedakan antara transaksi bisnis dan individu: akuntan melaporkan transaksi perusahaan, bukan transaksi pemilik perusahaan. 2. Postulat Kelangsungan Usaha (Going Concern) Postulat Kelangsungan Usaha menyatakan bahwa entitas akuntansi akan terus beroperasi untuk melaksanakan proyek, komitmen, dan aktivitas yang sedang berjalan. Postulat mengasumsikan bahwa perusahaan tidak diharapkan untuk dilikuidasi dalam masa mendatang yang dapat diketahui 20
  27. 27. dan sekarang atau bahwa entitas akan terus beroperasi untuk periode waktu yang tidak tertentu. 3. Postulat Unit Pengukur (Unit of Measure) Postulat unit pengukur menyatakan bahwa akuntansi adalah pengukuran dan proses mengkomunikasikan aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan moneter. 4. Postulat Periode Akuntansi Postulat ini menyatakan bahwa laporan keungan yang menggambarkan perubahan dalam kesejahteraan perusahaan seharusnya diungkapkan secara periodik.D. KONSEP TEORITIS AKUNTANSI Pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri atau disebut juga aksioma yang sudah diterima karena kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan sifat-sifat akuntansi yang berperan dalam ekonomi pasar yang ditandai oleh adanya pengakuan pada pemilikan pribadi (kapitalisme). Beberapa kemungkinan teori yang dipakai yaitu: 1. The Proprietory Theory Menurut konsep ini, entity adalah sebagai agen, perwakilan atau penugasan dari pengusaha atau pemilik. Tujuan utamanya adalah menentukan dan menganalisa kekayaan bersih perusahaan yang merupakan hak si pemilik. 2. The Entity Theory Teori ini menganggap entity sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang menanamkan modal ke dalam perusahaan dan unit usaha itulah yang menjadi pusat perhatian yang harus dilayani bukan pemilik. Dengan demikian yang menjadi perhatiannya adalah income 3. The Fund Theory 21
  28. 28. Teori ini menganggap unit usaha merupakan sumber ekonomi (funds) dan kewajiban yang ditetapkan sebagai pembatasan-pembatasan terhadap penggunaan aset tersebut. Perhatian teori ini adalah asset. Penggunaan aset menjadi pusat perhatian. Teori ini berorientasi pada laporan sumber dan penggunaan dana. Teori ini umumnya sangat berguna untuk lembaga pemerintah dan lembaga non profit. 4. Enterprise Theory Pusat perhatiannya adalah keseluruhan pihak atau konsisten yang terlibat atau yang memiliki kepentingan baik langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan. Munculnya employee reporting, human resources accounting, value added reporting, enviromental accounting, socio-economic accounting merupakan fenomena yang sejalan dengan teori enterprise ini. 5. Commander Theory Teori ini menganggap bahwa yang harus diperhatikan adalah mereka yang memiliki kekuasaan atau wewenang untuk melakukan kontrol ekonomi atas pengembangan yang efektif terhadap suatu lembaga. Perhatiannya adalah pertanggung jawaban dalam mengelola kekayaan yang diamanahkan kepadanya 6. The Investor Theory Teori ini menganggap bahwa yang perlu diperhatikan adalah investor/kreditur (specific equities) dan residual equities (pemegang saham)E. PRINSIP DASAR AKUNTANSI Prinsip dasar akuntansi adalah prinsip sifat-sifat yang mendasari akuntansi dan seluruh outputnya (laporan keuangan) yang menjadi dasar dalam pengembangan teknik atau prosedur akuntansi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan. 22
  29. 29. 1. The Cost Principle Sering disebut dengan historical cost, yaitu dasar penelaian yang tepat untuk mencatat perolehan barang. dengan kata lain, setiap perkiraan dinilai berdasarkan harga pertukarannya pada tanggal perolehan2. The Revenue Principle Laba bersih diakui dengan mengurangi pendapatan dengan beban, ditambahkan atau dikurangi dengan keuntungan atau kerugian perusahaan yang berasal dari penjualan, pertukaran, atau penggantian aktiva lainnya. Menjelaskan tiga hal, yaitu : a. Sifat dan komponen revenue Revenue dapat di interpretasikan sebagai 1. Aliran masuk asset bersih yang berasal dari penjualan barang atau jasa 2. Aliran keluar barang atau jasa dari perusahaan kepada pelanggan 3. Produk perusahaan yang dihasilkan pada penciptaan barang atau jasa oleh perusahaan selama periode waktu tertentu. Pandangan-pandangan mengenai komponen pendapatan : • Pandangan Luas (komprehensif) Memasukkan semua penghasilan dari aktivitas bisnis dan investasi • Pandangan Sempit Memasukkan hasil dari aktivitas penghasil pendapatan dan mengeluarkan laba investasi serta keuntungan dan kerugian dari penjualan aktiva tetap. Pandangan ini mengharuskan pemisahan yang jelas antara pendapatan dengan keuntungan dan kerugian. b. Pengukuran Revenue Potongan tunai dan berbagai pengurangan dalam harga tetap, seperti kerugian piutang tak tertagih, memerlukan penyesuaian untuk menghitung ekuivalen kas bersih yang sesungguhnya atau nilai diskontoan sekarang atas klaim uang dan secara konsekuen harus dikurangkan ketika harus menghitung revenue. 23
  30. 30. Untuk transaksi non-kas, nilai pertukaran sama dengan nilai pasar yang wajar barang/jasa yang diberikan atau diterima, mana yang lebih mudah dan jelas menghitungnya. Pendapatan diukur dalam hal ini adalah produk atau jasa yang dipertukarkan dalam transaksi “wajar”. Nilai ini mewakili ekuivalen kas bersih atau nilai sekarang terdiskonto atas uang yang diterima dalam pertukaran dengan produk atau jasa yang ditransfer oleh perusahaan pelanggannyac. Waktu Pengakuan Revenue .Pada umunya, diakui bahwa pendapatan dan laba diperoleh sepanjang seluruh tahapan dari seluruh siklus operasi (yaitu selam penerimaan pesanan, produksi, penjualan dan penagihan). Akuntan menggunakan prinsip realisasi untuk memilih “kejadian penting” untuk penentuan waktu pendapatan dan pengakuan laba. Dasar Pengakuan Pendapatan: • Dasar Akrual Pendapatan diakui secara umum diakui selama produksi dalam situasi berikut : a) Pendapatan sewa, bunga, dan kondisi yang diakui ketika diperoleh, dengan adanya perjanjian atau kontrak sebelumnya yang menspesifikasikan peningkatan perlahan-lahan dalam klaim terhadap pelanggan. b) Seorang individu atau sekelompok orang yang memberikan jasa profesional atau jasa serupa dapat menggunakan basis akrual dengan lebih baik untuk pengakuan pendapatan, dengan adanya fakta bahwa hakikat dari klaim terhadap pelanggan adalah suatu fingsi dari proposi jasa yang diberikan. c) Pendapatan atas kontrak jangka panjang diakui berdasarkan kemajuan konstruksi atau “persentase penyelesaian”. Persentase penyelesaian dihitung sebagai: 24
  31. 31.  Estimasi teknik dari pekerjaan yang dilakukan sampai tanggal tersebut dibandingkan dengan total pekerjaan yang akan diselesaikan dalam hal kontrak  Total biaya yang terjadi sampai tanggal tersebut dibandingkan dengan total biaya yang diestimasikan untuk total proyek di dalam kontrak tersebut. d) Pendapatan atas kontrak biaya plus pembiayaan tetap e) Perubahan aktiva akibat pertumbuhan menimbulkan pendapatan • Dasar Kejadian Penting a) Waktu penjualan b) Penyelesaian produk c) Penerimaan pembayaran setelah penjualan • Dasar Penjualan, Dasar ini dibenarkan karena : a) Harga dari produk tersebut diketahui dengan pasti b) Pertukaran telah difinalisasi dengan pengantaran barang, sehingga mengarah pada pengetahuan yang objektif atas biaya yang terjadi c) Dalam hal realisasi, penjualan merupakan kejadian penting • Dasar Penyelesaian Produksi Untuk pengakuan pendapatan dibenarkan ketika ada pasar yang stabil dan harga yang stabil untuk komoditas standar. • Dasar Pembayaran Untuk pengakuan pendapatan dibenarkan ketika penjualan akan dibuat dan ketika penilaian yang cukup akurat tidak dapat diberikan kepada produk yang akan ditransfer.3. Matching Principle (Prinsip Pengaitan) Prinsip ini menganggap bahwa beban sebaiknya diakui dalam periode yang sama dengan pendapatan terkait yaitu pendapatan diakui dalam suatu periode tertentu menurut prinsip pendapatan, dan beban terkait 25
  32. 32. kemudian diakui. Asosiasi ini paling bak dilakukan ketika hal tersebut mencerminkan hubungan sebab akibat antara biaya dan pendapatan. Asosiasi antara pendapatan dengan beban tergantung pada salah satu dari empat kriteria berikut ini : 1. Pengaitan langsung dari biaya yang habis masa berlakunya dengan suatu pendapatan (misalnya harga pokok penjualan dilaitkan dengan penjualan tersebut) 2. Pengaitan langsung dari biaya yang telah habis masa berlakunya pada periode tersebut (misalnya gaji pimpinan perusahaan untuk periode tersebut) 3. Alokasi biaya sepanjang periode yang memperoleh manfaat dari biaya tersebut (misalnya depresiasi) 4. Membebankan semua biaya lainnya dalam periode terjadinya, kecuali dapat ditunjukkan bahwa biaya-biaya tersebut memiliki manfaat masa depan (misalnya beban iklan)4. Objectivity Principle (Prinsip Objektivitas) Akuntan menggunakan prinsip objektivitas untuk membenarkan pilihan prosedur pengukuran. Tetapi prinsip ini memiliki interpretasi berbeda; 1. Pengukuran objektif adalah ukuran yang bersifat ‘’tidak memihak’’ dalam arti bebas dari bias pribadi si pengukur. 2. Pengukuran objektuf adalah pengukuran variabel yang didasarkan pada bukti-bukti. 3. Pengukuran objektif adalah ‘’kesepakatan diantara sekelompok pengamat atau pengukur tertentu’’ 4. Ukuran dari penyebaran distribusi pengukuran dapat digunakan sebagi indicator dari tingkat objektivitas pengukuran tersebut.5. Consistency Principle (Prinsip Konsistensi) Prinsip ini menganggap bahwa kejadian ekonomi yang serupa sebaliknya dicatat dan dilaporkan dengan cara konsisten dari periode ke periode. Konsisitensi adalah batasan pengguna untuk memfasilitasi keputusan pengguna dengan memastikan dapat diperbandingkannya laporan keuangan 26
  33. 33. dari suatu perusahaan sepanjang waktu, sehingga meningkatkan kegunaan laporan keuangan. Prinsip ini tidak menghalangi suatu perusahaan untuk mengubah prosedur akuntansinya ketika hal tersebut dibenarkan oleh situasi yang berubah, atau jika prosedur alternative lebih baik. Sesuai dengan APB opinion No.20 perubahan yang membenarkan perubahan adalah; 1. Perubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi 2. Perubahan dalam estimasi akuntansi 3. Perubahan dalam entitas pelaporan.6. Disclosure Principle (Prinsip Pengungkapan Penuh) Seluruh informasi yang relevan seharusnya disajikan dalam laporan keuangan dengan mudah dipahami. Pengungkapan penuh mengharuskan laporan keuangan dirancang dan disusun untuk menggambarkan secara akurat kejadian-kejadian ekonomi yang telah memegaruhi perusahaan selama periode berjalan dan supaya mengandung informasi yang mencukupi guna membuatnya berguna dan tidak menyesatkan bagi investor. Skinner menarik perhatian pada bebrapa masalah yang sebaiknya menjadi subjek dari pengungkapan penuh; 1. Rincian dari kebijakan dan metode akuntansi, terutama ketika penilaian dibutuhan dalam penerapan metode akuntansi, ketika metode tersebut bersifat khusus bagi entitas pelaporan tersebut, atau ketiak metode akuntansi alternative digunakan. 2. Informasi tambahan untuk membantu dalam analisis investasi atau untuk mengindikasikan hak dari berbagai pihak yang memiliki klaim atas entitas pelaporan. 3. Perubahan dari tahun sebelumnya dalam kebijakan akuntansi atau meetode penerapannya dan dampak dari perubahan semacam itu. 4. Aktiva, keajiban, biaya, dan pendpatan, yang dihasilkan dari transaksi dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan pengendalian dengan direktur atau pjabat yang memiliki huungan istimewa dengan entitas tersbut. 27
  34. 34. 5. Aktiva, kewaiban, dan komitmen kontijen. 6. Transaksi keuangan atau nonoperasi lainnya yang terjadi setelah tanggal neraca yang memiliki dampak material terhadap possi keuangan entitas terebut.7. Conversatism Principle (Prinsip Konservatisme) Adalah suatu prinsip pengecualian atau modifikasi dalam hal bahwa prinsip tersebut bertindak sebagai batasan terhadap penyajian data akuntansi yang relevan dan andal. Menganggap ketika mimilih antara dua atau lebih teknik akuntansi yang berlaku umum, suatu preferensi ditunjukkan untuk opsi yang memiliki dampak paling tidak menguntungkan terhadap ekuitas pemegang saham. Prinsip ini mengharuskan akuntan memiliki sikap pesimistis secara umumketika memilih teknik akuntansi untuk pelaporan keuangan. Sterling menyebut konservatisme sebagai ‘’prinsip penilaian akuntansi yang paling kuno dan mungkin paling bertahan’’. Konservatisme masih digunakan dalam beberapa situasi yang memerlukan penilaian akuntan, seperti memilih umur estimasi manfaat dan nilai sisa dari aktiva untuk akuntansi depresiasi dan konsekuensi aturan dari penerapan kosep.8. Materiality Principle (Prinsip Materialitas) Adalah suatu prinsip pengecualian atau modifikasi. Menganggap bahwa transaksi dan kejadian yang memiliki dampak ekonomi yang signifikan dapat ditangani secara cepat, tanpa mempedulikan apakah hal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau tidak. Secara umum otoritas akuntansi telah meninggalkan penerapan materialitas kepada penilaian akuntan, dan pada saat yang sama menekankan pentingnya hal tersebut. Prinsip materialitas kurang memiliki definisi operasional. Kebanyakan menekankan padaperanan akuntan dalam menginterpretasikan apa yang material dan apa yang tidak.9. Uniformity and Comparability Principle (Prinsip Keseragaman dan Komparabilitas) 28
  35. 35. Prinsip keseragaman mengacu pada penggunaan prosedur yang sama oleh perusahaan yang berbeda. Tujuan utama adalah mencapai komparabilitas laporan keuangan dengan mengurangi keragaman yang diciptakan oleh penggunaan prosedur akuntansi yang berbeda oleh perusahaan yang berbeda. Dukungan utama untuk keseragaman adalah klaim bahwa hal itu akan ; 1. Mengurangi keragaman penggunaan prosedur akuntansi dan ketidakcukupan praktik akuntansi 2. Memungkinkan perbandingan yang berarti atas lapran keuangan dari perusahaan yang berbeda. 3. Memperbaiki kepercayaan dalam laporan keuangan. 4. Mengarah pada intervensi dan speraturan pemerintah mengenai praktik akuntansi.F. STANDAR AKUNTANSI Standar akuntansi adalah peraturan-peraturan khusus yang dijabarkan dari prinsip dasar akuntansi, yang mengatur tentang bagaimana standar perlakuan pencatatan dan pelaporan terhadap semua transaksi atau kejadian – kejadian tertentu yang dialami oleh suatu lembaga (entity) organisasi atau perusahaan. Standar Akuntansi Indonesia adalah PSAK, yang mengadopsi dari GAAP (General Accepted Accounting Principles) dan IFRS (International Financial Reporting Standard). Adapun ketetapan GAAP bersumber dari: 1. Standar Interprestasi FASB, Opini APB, dan Buletin Riset Akuntansi AICPA 2. Buletin Teknis FASB, Pedoman Audit dan Akuntansi Industri AICPA, dan Statement of Position AICPA 3. Konsensus EITF FASB dan Buletin Praktik AICPA 4. Interprestasi Akuntansi AICPA, Pedoman Implementasi FASB dan Praktik- praktik yang Dipakai Secara Luas dalam Industri 29
  36. 36. BAB IV TEORI AKUNTANSI DAN PERUMUSANNYAA. TEORI AKUNTANSI Pada awal dipraktekkannya akuntansi bahkan sampai beberapa tahun kemudian tidak ada teori akuntansi. Selama tidak adanya struktur teori akuntansi formal, maka yang terjadi adalah banyaknya alternative metode pencatatan yang berlaku dalam praktek sehingga menimbulkan kebingungan masyarakat. Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori akuntansi sebagai berikut : 1. Menjadi pegangan bagi lembaga penyusun standar akuntansi menyusun standarnya. 2. Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya standar resmi. 3. Menentukan batas dalam hal melakukan “judgement” dalam penyusunan laporan keuangan. 4. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan laporan keuangan. 5. Meningkatkan kualitas dapat diperbandingkan. Sedangkan hendriksen (1982) mengemukakan kegunaan teori akuntansi sebagai berikut : 1. Memberikan kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktek akuntansi 2. Memberikan pedoman terhadap praktek dan prosedur akuntansi yang baru. Teori adalah susunan konsep, definisi, dan dalam menyajikan pandangan yang sistematis, fenomena dengan menunjukkan hubungan antara variable yang satu dengan yang lain dengan maksud untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.Webster’s Third New International Dictionary mendefinisikan teori sebagai suatu susunan yang saling berkaitan tentang hipotesa, konsep, dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka acuan untuk bidang yang dipertanyakan. McDonald memberikan tiga elemen teori : 1. Membuat kode sebagai symbol fenomena. 30
  37. 37. 2. Mengkombinasikannya sesuai dengan peraturan.3. Menerjemahkannya ke dalam fenomena yang sebenarnya terjadi. Vernon Kam (1986) menganggap bahwa teori akuntansi adalah suatusystem yang komprehensif, dimana termasuk postulat dan teori yang berkaitandengannya. Dia membagi unsur teori dalam beberapa elemen, yaitu postulat atauasumsi dasar, definisi, tujuan akuntansi, prinsip atau standar, dan prosedur ataumetode-metode. Keneth S. Most (1982) mendefinisikan teori sebagai suatu pernyataansistematik mengenai peraturan atau prinsip yang mendasari atau memandu suatuset fenomena. Teori bisa juga dianggap sebagai kerangka atau susunan ide,penjelasan fenomena dan prediksi prilaku yang akan datang. Teori akuntansiadalah cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan yang sistematik tentangprinsip dan metodologi yang membedakannya dengan praktek. Karena teoriadalah penjelasan, tetapi tidak semua penjelasan itu teori. Teori adalah penjelasanyang sistematik dan scientific. Dia menambahkan bahwa teori memiliki tigadimensi, yaitu :1. Reductnionism yang berarti bahwa teori itu di mulai dari asumsi-asumsi dimana teori itu tidak langsung merujuk ke obyek yang diobservasi (yang dipersepsikan) dan bukan pula pernyataan yang dapat diuji kebenarannya. Tetapi dia merupakan bahan rujukan untuk mengamati fenomena dan sejenis alat yang lebih cepat dapat dirujuk ke fenomena yang diamati.2. Instrumentalism yang berarti bahwa teori adalah sebuah instrument atau alat menghitung yang akan digunakan untuk menilai pernyataan tentang suatu observasi. Disini peranan teori adalah menjelaskan dan meramalkan.3. Realism yang berarti bahwa teori adalah sekumpulan proposisi atau dalil yang merupakan pernyataan atau kebenaran atau ketidakbenaran tentang dunia nyata, fenomena, atau obyek. Eldon S. Hendriksen (1970) mengutip definisi Eric I. Kohler, sepakatmenerima definisi teori sebagai suatu set proporsi termasuk aksioma, teoremabersama definisi dan peraturan, kesimpulan formaldan informal yang diarahkanuntuk menjelaskan suatu gabungan fakta atau kelompok kegiatan yang kongkret 31
  38. 38. atau yang abstrak. Sedangkan menurut hendriksen sendiri teori adalah satu setsusunan hipotesa, konsep dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka umumreferensi untuk suatu bidang yang dipertanyakan. Sedangkan teori akuntansi didefinisikan sebagai alasan yang logis dalambentuk suatu set prinsip yang luas yang (1) memberikan kerangka umum darirujukan di mana prinsip akuntansi dapat di nilai, (2) pedoman pengembanganpraktek dan prosedur yang baru. Teori akuntansi bisa juga menjelaskan pratekyang berlaku saat ini dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentangpraktek tersebut. Tujuan utama dari teori akuntansi adalah memberikan suatu setprinsip yang logis yang saling terkait yang membentuk kerangka umum sebagairujukan untuk menilai dan mengembangkan praktek akuntansi yang baik. Godfrey dkk (1992) menyatakan bahwa teori dapat didefinisikan dalamberbagai cara misalnya, teori adalah system deduktif yaitu berupa pernyataanyang mengurangi generalisasi, yang lain menganggap bahwa teori adalah suatususunan ide yang digunakan untuk menjelaskan sesuatu. Teori bisa juaga secarasederhana dijelaskan sebagai alasan logis yang mendasari suatu pernyataankeyakinan. Apakah teori diterima atau di tolak tergantung pada kemampuannyameramalkan realitas, kemampuannya menjelaskan pratek akuntansi, dankemampuannya menjadi dasar pengembangan paraktek akuntansi tersebut. Dari beberapa definisi ini dapat di simpulkan bahwa akuntansi memilikiteori akuntansi. Beberapa pandangan tentang teori : Teori ini merupakan kristalisasi dari fenomena empiris yang terjadi yangdigambarkan dalam bentuk dali-dalil yang disimpilkan dari fenomena dandisajikan dalam bentuk kalimat-kalimat pendek yang berlaku secara umum. Teoribiasanya diambil dari berbagai riset demi riset sehingga sampai pada suatukesimpulan yang dapat berlaku unruk semua, universal, logis, konsisten, dapatdiramalkan, obyektif. Obyek penelitian adalah fenomena social dan ekonomi. Fenomena inidikaji, diteliti dan lahirlah suatu kesimpilanatau tesa, dari riset dan kesimpulanlain ditemukan anti tesa dan lahirlah sintesa sehingga mengkristal menjadi teoriyang selanjutnya akan dikaji berulang kali. Sepanjang suatu teori dapat 32
  39. 39. mempertahankan diri darikritikan dan verifikasi, maka dia tetap menjadi teoriyang confirm dan masih berlaku. Memang poper memperkenalkan pandangan “Falsification View”menurut pandangan ini apapun yang dilakukan dalam dunia ilmiah tidak akanmampu memberikan pernyataan absolute karenaapa yang bisa dilakukan penelitiatau ilmuwan hanya percobaan demi prcobaan, trial and error, pengujian hipotesa.Suatu teori bisa benar pada waktu kurun tertentu dan belum tentu benar padakurun waktu yang lain. Menurut Lee D. Parker hanya “allah knows the true”. Hanya tuhan yangmengetahui yang benar, peneliti hanya mampu mendekati kebenaran hakiki itu.Menurut Poper apa yang bisa dilakukan teori adalah menolak atau menunjukkanhipotesa atau teori yang salah. Kita hanya mampu membuktikan bahwa hipotesa,pernyataan atau teori ini salah. Ini berarti bahwa pencarian teori itu melalui prosesdemi proses (refinement). Suatu teori mungkinbenar untuk keadaan tertentu bukanpada keadaan lain. Sejalan dengan pendapat ini maka Imre Lakatos membagi dua unsur ilmuyaitu:1. Negative heuristic yang merupakan Inti utama penelitian yang menjelaskan asumsi dasar dari suatu Ilmu. Unsure ini tidak bisa difalsifikasi, ia adalah bersifat dogmatic yang harus diterima kebenarannya.2. Positive heuristic merupakan “bumper” atau “belt” yang melingkungi “hard core” tadi. Ini yang terkena falsifikasi dan ini yang menjadi obyek riset para ilmuwan. Kemudian muncul Kuhnian paradigm atau disebut juga ”disciplinarymatrics”. Menurut Kuhn (1970) teori ilmiah dan perkembangan ilmu memilikisifat revolusi artinya terjadi proses yang terus menerus untuk mengubah suatuteori yang tidak sesuai lagi (incompatible) dan menggantinyadengan teori yanglain. Menurut Kuhn siklus ilmu itu dapat digambarkan sebagai berikut :1. Pre-science, di sini tidak ada ide atau ilmu yang umum.2. Perkembangan berbagai pemikiran (school of thoght)3. Munculnya paradigm yang dominan. 33
  40. 40. 4. Muncul anomaly 5. Timbul krisis ilmu Setelah krisis ilmu terjadi maka proses kembali ke awal, munculnya berbagai perkembangan pemikiran (nomor 2). Kalau berbicara mengenai teori akuntansi maka yang dimaksudkan adalah kristalisasi fenomena yang dituangkan dalam bentuk kalimat-kalimat (preposition) yang disimpulkan dari fenomena interaksi bisnis etities dan pemakai laporan keuangan.Berdasarkan pernyataan ini maka semestinya teori itu harus melihat dan menyesuaikan diri dengan perkembangan dan evolusi dari interaksi pemakai laporan keuangan dan situasi bisnis. Pemakai laporan keuangan menentukan tujuan laporan keuangan. Mereka inilah yang diminta pendapatnya untuk apa mereka mengganakan laporan keuangan. Dari pendapat ini para ahli merumuskan postulat, konsep, prinsip dasar, dan akhirnya dapat dijabarkan tehknik pencatatan akuntansi.B. TEORI DAN PEMBUAT KEBIJAKAN AKUNTANSI Teori akuntansi berkaitan erat dengan penyusunan kebijaksanaan akuntansi. Teori bersama faktor politik dan kondisi dan sistem ekonomi akan menentukan pembuatan kebijakan akuntansi. Dalam penyusunan kebijaksanaan akuntansi yang akan dijadikan sebagai dasar dalam praktek atau tehnik akuntansi di pengaruhi oleh berbagai faktor antara lain : 1. Teori Akuntansi 2. Faktor politik 3. Kondisi ekonomi Hal ini membuktikan bahwa kita harus mempelajari teori akuntansi untuk dapat merumuskan kebijaksanaan yang tepat.Lambat atau cepat,struktur akuntansi mestinya mengikuti evolusi perkembangan masyarakat.Perkembangan itu tentu akan mempengaruhi konsep, postulat akuntansi, prinsip dasar akuntansi, dan akhirnya tehnik ( metode pencatatan) akuntansi. Biasanya postulat, konsep, dan 34
  41. 41. prinsip dasar akuntansi lebih bersifat jangka panjang dibandingkan denganpenggunaan teknik atau prosedur pencatatannya.Jika kita lihat struktur ini makawilayah teori akuntansi itu mencakup perumusan postulat,konsep,prinsipdasar,dan tehnik dasar akuntansi. Kenyataan ini telah digambarkan dalam APB statement Nomor 4 sebagaiberikut : Prinsip akuntansi yang berlaku sekarang adalah merupakan hasil evolusiyang diperkirakan akan terus berlaku seterusnya.Perubahan bisa saja terjadi padatingkat metode pancatatan (GAAP). GAAP ini berubah sebagai respon terhadapperubahan ekonomi dan kondisi sosial,teknologi dan ilmu pengetahuanbaru,permintaan para pemakai laporan keuangan yang mengharapkan informasiyang lebih bermanfaat.Sifat dinamis akuntansi kauangan itu dalam meresponperubahan keadaan menambah kegunaan informasi yang di sajikan. Perubahan ini tentu tidak bisa dilaksanakan begitu saja.Perubahan harusdilakukan berdasarkan prinsip dalam kerangka teori akuntansi dan disiplinnyasendiri.disinilah hubungan antara teori akuntansi dengan prinsip akuntansi(GAAP) itu Teori ini harus debatable,refutable,arguable ,justifiable,terhadap kritikdan argumen baru yang di ungkapkan masyarakat.Proses ini di sebut denganproses verivication theory, Teori yang tidak memiliki sifat itu maka rumusanprinsip yang dilahirkan akan rapuh. Teori akuntansi oleh karenanya harus lahir dari proses kontruksi teori dansekaligus verifikasi teori .Jika suatu teori tidak dapat bertahan pada prosesverifikasi maka teori harus diganti dengan teori yang lebih baik ukurannya padaakhirnya kembali pada respon yang diberikan masyarakat pada output akuntansiitu. Committe on Accounting theory and verifikation mengungkapkanpendapatnya dalam konteks ini sebagai berikut : ”Teori ilmiah memberikankepastian pengharapan atau ramalan tertentu tentang fenomena, jika fenomenayang diperkirakan ini terjadi maka teori disebut ”confirm”sebaliknya jikafenomena tidak terjadi maka di sebut ”anomalies”yang berarti harus dicari teoribatu atau modifikasi terhadap teori lama. Tujuan penyusunan teori baru dan 35
  42. 42. modifikasi teori lama adalah upaya mengubah anomalies menjadi confirm atauanggapan fenomena yang terjadi sesuai dengan kejadiannya.” Teori akuntansi akan dapat bermanfaat apabila rumusan teori itu dapatdijadikan sebagai alat untuk meramalkan apa yang akan diharapkan mungkinterjadi dimasa yang kan datang. Kalau demikian halnya maka mestinya setiapnegara harus memiliki dan merumuskan teori akuntansinya sendiri yangdisimpulkan dari kondisi dan fenomena ekonomi sosial yang dimilikinya.Bukanmengambil alih sepenuhnya dari susunan teori akuntansi negara lain.Hadibroto (Media Akuntansi 1988) menekankanpentingnya teori akuntansi.Menurut beliau ada sinyalemen yang berkembang yang menggangap bahwaseolah teori akuntansi tidak di butuhkan.Alasan yang mendasarri pemikiran iniadalah bahwa akuntansi bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu yang dapatmenjelaskan semua gejala-gejala akuntansi dalam prakteknya. Akuntansi bersifatteknis prosedural dia sama seperti mesin saja tidak memerlukan kreasi-kreasi atauinisiatif baru. Pandangan ini adalah keliru,apa yang terdapat dalam aliran PositiveAccounting Theory yang di pakai oleh watts dan zimmerman misalnyamenjelaskan bahwa teori bukan aturan untuk memilih antara prosedur akuntansiyang satu dengan yang lainnya. Misalnya memilih prosedur yang lebihmencerminkan proses ”matching”pendapatan dan beban. Akan tetapi lebihluas.Teori akuntansi dapat memberikan penjelasan mengenai praktek akuntansi,menjawab dan menjelaskan semua fenomena yang melatar belakangi penerapansuatu metode dalam praktek akuntansi. Misalnya, mengapa perusahan yang satumenggunakan metode depresiasi di percepat (Accelerated Depreciation)sedangkanperusahan lain menggunakan metode garis lurus. Teori dapat didefinisikan sebagai hasil pemikiran yang berdasarkanmetode ilmiah atau logika. Teori terdiri dari dua bagian yaitu:1. Asumsi-asumsi termasuk definisi variabel-variablenya dan logika yang menghubungkan antar variabel tersebut.Asumsi-asumsi, definisi logika dipergunakan untuk mengatur, menganalisa, memahami, gejala empiris yang menjadi perhatian. 36
  43. 43. 2. Himpunan hipotesa-hipotesa yang penting. Sedangkan hipotesa merupakan anggapan awal dari sebuah fenomena atau masalah yang akan dianalisa.Tujuan teori akuntansi adalah menjelaskan dan meramalkan praktek akuntansi. Teori akuntansi dapat menjelaskan mengapa perusahaan lebih cenderung menggunakan metode LIFO daripada FIFO. Teori akuntansi akan dapat memprediksi atau menemukan gejala akuntansiyang belum diketahui. Misalnya teori akuntansi dapat memberikan hipotesa mengenai sifat – sifat perusahaan yang menggunakan metode LIFO dibandingkan dengan menggunakan FIFO. Untuk memperkuat argumen bahwa akuntansi merupakan disiplin ilmu yang didasari oleh metode ilmiah,maka akuntansipun mengalami perkembangan disiplin ilmunya. Watts dan Zimmernan menjelaskan perkembangan dari tiori akuntansi dari normatif ke teori akuntansi positif dan dewasa ini berkembang ke arah Teori Akuntansi interpretatif. Dimana masing-masing dalam menyusun teori tersebut terdapat berbagai pendekatan. Misalnya dalam teori akuntansi positif dilakukan pendekatan ekonomi dan perilaku (behavior)C. SIFAT TEORI AKUNTANSI Dari penjelasan maka teori akuntansi dapat kita rumuskan sebagai berikut: Teori akuntansi adalah suatu konsep definisi dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variabel dengan variabel lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin muncul,Hendriksen menilai teori akuntansi sebagai satu susunan prinsip umum akan dapat : 1. Memberikan kerangka acuan yang umum dari mana praktek akuntansi dinilai. 2. Teori akuntansi yang dirumuskan tidak akan mampu mengikuti perkembangan ekonomi ,sosial,teknologi dan ilmu pengetahuan yang demikian cepat. 37
  44. 44. Oleh karena itu tepatlah kesimpulan ahmed belkaoui yang menyatakan bahwa tidak ada teori akuntansi yang lengkap apada setiap kurun waktu. Oleh karena itu teori akuntansi harus juga mencakup semua literatur akuntansi yang memberikan pendekatan yang berbeda-beda satu sama lain.Senada dengan kesimpulan ini American Accounting Association’s Committe On Concepts and Standard For External Reports yang menyebutkan bahwa : 1. Tidak ada teori akuntansi keuangan yang lengkap yang mencakup dan memenuhi keinginan semua keadaan dan waktu dengan efektif oleh karenanya. 2. Di dalam literatur akuntansi keuangan yang ada bukan teori akuntansi tetapi kumpulan teori yang dapat dirumuskan mengatasi perbedaan-perbedaan persyaratan yang diinginkan para pemakai laporan keuangan. Untuk perumuan teori akuntansi memang tidak dapat hanya mengandalkan teori akuntansi ansich,harus menggunakan literatur akuntansi dan disiplin ilmu lain yang relevan. Namun teori akuntansi merupaka instrumen yang sangat penting dalam menyusun dan memverifikasi prinsip akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk disajikan pada para pemakainya.D. PERIODISASI TEORI AKUNTANSI Godfrey dkk (1992) membuat periodisasi teori akuntansi sebagai berikut: 1. Pre-theory period (1492-1800) Peragalo mengemukakan bahwa tidak ada teori akuntansi yang dirumuskan sejak Pacioli sampai pada awal abad ke-19. kalaupun ada saran-saran atau pertanyaan-pertanyaan belum dapat digolongkan sebagai teori atau pernyataan yang sistematis. 2. General scientific period (1800-1955) 38
  45. 45. Dalam periode ini sudah ada pengimbangan teori yang penekanannyabaru berupa penjelasan terhadap praktek akuntansi. Di sini sudah ada kerangkakerja untuk menjelaskan dan mengembangkan praktek akuntansi. Akuntansidikembangkan berdasarkan metode empiris yang mengutamakan pengamatan ataskenyataan sehari-hari atau realitas bukan didasarkan pada logika. Laporan AAA”A Tentative Statement of Accounting Principles Affecting Corporate Reportspada tahun 1938 serta laporan AICPA tentang A Statement of AccountingPrinciple (Sanders, Hatfield dan Moore) merupakan dua contoh perumusan teoriakuntansi berdasarkan metode empiris atau disebut era general scientific ini. 3. Normative period (1956-1970) Dalam periode ini perumus teori akuntansi mencoba merumuskan“norma-norma” atau “praktek akuntansi yang baik”. Kalau dalam periodesebelumnya menekankan kepada ”APA” yang terjadi dalamperiode ini”Bagaimana seharusnya” dilakukan, ”What should be”. Pada periode ini munculkritik terhadap konsep ”historical cost” dan pendukung adanya ”conceptualframework”. Beberapa terbitan laporan pada era ini adalah: An Inquiry into theNature of Accounting oleh Goldberg yang diterbitkan pada tahun 1965, AAAmenerbitkan A Statement of Basic Accounting Theory. 4. Specific Scientific Period (1970-sekarang) Periode ini disebut juga “positive era”. Di sini teori akuntansi tidakcukup hanya dengan sifat normatif tetapi harus bisa diuji kebenarannya. Normadinilai subyektif jadi harus diuji secara positif. Pendekatan normatif dikritikkarena:(1) teori normatif tidak melibatkan pengujian hipotesa.(2) teori normatif didasarkan pada pertimbangan subyektif. Karena teori normatif dianggap merupakan pendapat pribadi yangsubyektif maka tidak bisa diterima begitu saja harus dapat diuji secara empirisagar memiliki dasar teori yang kuat. Pada periode ini data empiris sudah banyak 39
  46. 46. tersedia kemudian teknik-teknik statistik dan teknik yang menggunakan disiplin lain untuk melakukan pengujian sudah demikian banyak sehingga memudahkan melakukan pengujian. Tujuan dari pendekatan teori akuntansi positif adalah untuk menerangkan dan meramalkan praktek akuntansi. Salah satu contoh dalam penggunaan teori positif ini adalah hipotesa ”bonus plan”. Hipotesa ini menunjukkan bahwa manajemen yang remunerasinya didasarkan pada bonus maka mereka akan berusaha memaksimasi pendapatannya melalui pendekatan akuntansi yang dapat menaikkan laba sehingga bonusnya tinggi. Dalam penyusunan laporan keuangan manajemen tentu akan memilih standar akuntansi yang dapat menaikkan laba atau bonus mereka. Teori ini akan dapat menjelaskan atau memprediksi prilaku manajemen dalam mana bonus plan diberlakukan. Watts dan Zimmerman pendukung konsep ini dalam bukunya Positive Accounting Theory menyatakan bahwa keuntungan pendekatan ini adalah bahwa regulator bisa meramalkan konsekuensi ekonomis dari berbagai kebijakan atau praktek akuntansi. Menurut Godfrey dkk pada akhir-akhir ini ada kecenderungan munculnya perbedaan antara Riset Academics dan Riset Profesional yang sebelumnya dinilai seragam. Riset Academics tetap dalam pendekatan positif yang umumnya menekankan pada peran dan pengaruh informasi akuntansi sedangkan Profesional agak condong pada pendekatan normatif yang umumnya menekankan upaya untuk menyeragamkan praktek akuntansi agar lebih bermanfaat bagi praktisi.E. METODE PERUMUSAN (KONSTRUKSI) Dalam literatur kita akan bingung menemukan berbagai penggolongan dan istilah yang beragam untuk menjelaskan metode perumusan ini serta serta sifat dan tata caranya. Kita akan mencoba merangkum berbagai pendapatan ini sehingga dapat menggambarkan metode yang terdapat dalam literatur.Merumuskan teori akuntansi mesti memiliki metode. Dari berbagai pendapat dan praktek, Belkaoui dan Godfrey mengemukakan dalam literatur dikenal beberapa metode: 40
  47. 47. 1. Metode Deskriftif (pragmatic) yaitu teori akuntansi mencoba menjawab pertanyaan ”APA”. Dalam metode ini akuntansi dianggap sebagai seni yang tidak dapatdirumuskan dan karenanya metode perumusan teori akuntansi harus bersifatmenjelaskan atau descriptive. Dia menjelaskan dan menganalisa praktek yang adadan diterima sekarang. Di sini diamati perilaku akuntan dalam berhubungandengan prinsip akuntansi yang berlaku. Metode ini disebut juga deskriptiveaccounting atau deskriptive theory of accounting. Beberapa contoh prinsipakuntansi yang menggunakan metode ini adalah buku Paul Grady: Inventory ofGeneral Accepted Accounting Principle for Business En terprises, APB StatementNo. 4, Skinners and Ijiri. 2. Psychological pragmatic Di sini diamati reaksi dari pemakai laporan keuangan terhadap outputakuntansi itu (laporan keuangan) yangdisusun dari berbagi aturan, standar ,prinsip atau pedoman. Jika ada reaksi maka dianggap bahwa ternyata akuntansi itubermanfaat dan relevan. Namun diakui juga bisa saja terjadi reaksi yang tidaklogis dari pengguna laporan keuangan sehingga bukan saja reaksi itu disebabkanlaporan keuangan. 3. Metode Normatif (1950-1960) yaitu teori akuntansi mencoba menjawab pertanyaan ”APA YANG SEMESTINYA”. Di sini akuntansi dianggap sebagai norma peraturan yang harus diikutitidak peduli apakah berlaku atau dipraktekkan sekarang atau tidak. Metode inidisebut juga normative accounting research atau normative theory of accounting.Metode ini berguna dalam hal membahas isu “true income” dan “decisionusefulness”. Metode ini diatur antara lain oleh: Moonitz, Sprouse and Moonitz, AStatement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) dari AAA, Edward and Bell,Chambers. 41
  48. 48. 4. Metode Positive (1970an) Yaitu suatu metode yang diawali dari suatu teori atau model ilmiah yang sedang berlaku atau diterima umum. Berdasarkan teori ini maka dirumuskan problem penelitian untuk mengamati perilaku atau fenomena nyata yang tidak ada dalam teori. Kemudian dikembangkan teori untuk menjelaskan fenomena tadi dan dilakukan penelitian secara terstuktur dan peraturan yang standar dengan melakuklan perumusan masalah, penyusunan hipotesa, pengumpulan data dan pengujian statistik ilmiah. Sehingga diketahui apakah hipotesa yang dirumuskan diterima atau tidak. Para pendukung ini menyebut metode inilah yang digolongkan sebagai ”ilmiah” karena menggunakan peraturean yang terstruktur dan data empiris yang objektif dan model statistik matematik yang bersifat logik. Dalam penggolongan lain disebut metode kuantitatif (Quantitatif Research). Namun bukan berarti metode ini tidak mendapatkan kritik. Disamping metode kuantitatif ini dibuat juga penggolongan lain yaitu metode kualitatif (Qualitatif Research). Metode kualitatif tidak harus didasarkan pada model yang terstruktur dan analisa yang menggunakan matematik atau statistik. Disamping penggolongan berdasarkan kuantitatif dan kualitatif ada juga penggolongan Scientific Research dan Naturalistic Research. Scientific disamakan dengan positive atau quantitative sedangkan Naturalistic disamakan dengan metode kualitatif.F. PENDEKATAN DALAM PERUMUSAN TEORI Teori adalah rumusan yang direduksi dari kenyataan atau praktek. Menurut Godfrey dkk (1992) dalam mengaitkan antara teori (dunia abstrak) dan kenyataan (dunia pengalaman) dikenal 3 hubungan dalam struktur teoritis: 1. Syntactis Di sini teori itu dirumuskan dalam bentuk hubungan logis. Hubungan itu dirumuskan dalam bentuk aturan seperti aturan bahasa (grammar), aturan matematik dan sebagainya. Biasanya rumusan teori menggunakan sylogism yang 42
  49. 49. memberikan hubungan logis. Sylogism tidak dimaksudkan menyatakan kebenarantetapi hanya hubungan logis, seperti: Premis1. Seluruh perkiraan aktiva bersaldo debet Premis2. Biaya Sewa bersaldo debet,Kesimpulan: Biaya sewa adalah aktiva Rangkaian premis dan kesimpulan di atas itu merupakan bahasa teoridalam permainan logika. Tidak seluruhnya stuktur silogisme itu bisa menjaminkebenaran. Syntactis hanya menggambarkan dunia kenyataan dalam bentukbahasa ilmiah atau teori. 2. Semantic Di sini teori menghubungkan konsep dasar dari suatu teori ke obyeknyata. Hubungan ini dituangkan dalam bentuk aturan yang sesuai atau definisioperasional. Semantic menyangkut hubungan kata, tanda atau simbol darikenyataan. Sehingga teori ini lebih mudah dipahami, realistik dan berarti.Misalnya Kesamaan akuntansi Aktiva = Utang + Modal. 3. Pragmatic Tidak semua teori memiliki aspek pragmatis. Di sini hubungan pragmatisitu berkaitan dengan pengaruh kata-kata, simbol terhadap manusia. Akuntansidianggap memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang. Teoriakuntansi dianggap harus bermanfaat bagi pengambil keputusan sehinggainformasi akuntansi juga harus sesuai dengan kebutuhan para pengambilkeputusan ini.Teori harus mampu merumuskan kebenaran sehingga teori ini harusterus-menerus diuji dan diverifikasi. Ada 3 kriteria atau pihak atau sumber yang memiliki wewenangmenentukan kebenaran:1. Dogmatic, suatu pernyataan atau teori dapat kita sebut benar jika pihak yang menyampaikannya memiliki wewenang untuk menyampaikan kebenaran itu 43
  50. 50. dan ini tidak perlu diuji lagi. keyakinan kepada kebenaran ini hanya berdasarkan pada kepercayaan, keyakinan atau iman seseorang. Sumber dogma ini misalnya berasal dari keyakinan agama, kharisma seseorang, jabatan, indoktrinasi, dan lain sebagainya. Dalam akuntansi ada beberapa lembaga yang dikenal otoritasnya dalam menelorkan teori akuntansi misalnya AAA, FASB, IAI dan sebagainya.2. Self evident, di sini kebenaran dibuktikan oleh pengetahuan umum, pengamatan, pengalaman. Misalnya disebutkan bahwa akuntansi menggunakan harga pasar. Pernyataan ini rasanya tidak perlu lagi diuji kebenarannya karena sudah terbukti sendiri berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan pengamatan kita.3. Scientific, di sini kebenaran itu dibuktikan oleh suatu metode ilmiah. Teori dirumuskan, diuji dan seterusnya berulang secara terus-menerus. Metode ilmiah ini sangat beragam dan akan kita bahas berikut ini.Perumusan Teori Akuntansi Dalam literatur dikenal beberapa pendekatan dalam merumuskan teoriakuntansi. Masing-masing penulis memberikan metode yang diikutinya. Dalambab ini kita pakai saja penjelasan dari Belkaoui tentang pendekatan dalamperumusan teori akuntansi sebagai berikut:I. Pendekatan informal yang dibagi dalam: 1. Pragmatis, Praktis, Non teoritis Dalam metode ini perumusan teori akuntansi. Didasarkan padakeadaanpraktek di lapangan. Di sini yang menjadi pertimbangan adalah hal-halyang berguna untuk menyelesaikan persoalan secara praktis. Menurut pendekatanini prinsip akuntansi yang dipakai adalah didasarkan pada kegunaannya bagi parapemakai laporan keuangan dan relevansinya dengan proses pengambilankeputusan. 44
  51. 51. 2. Otoriter Dalam metode ini yang merumuskan teori akuntansi adalah organisasiprofesi yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengatur praktekakuntansi. Biasanya organisasi profesipun tetap memperhatikan aspek praktis danpragmatis. Oleh karena itu maka pendekatan otoriter ini digolongkan juga sebagaipragmatis.II. Pendekatan Teoritis yang dibaginya dalam: 1. Deduktif Dalam metode ini perumusan teori dimulai dari perumusan dalil dasarakuntansi (postulat dan prinsif akuntansi) dan selanjutnya dari rumusan dasar inidiambil kesimpulan logistentang teori akuntansi mengenai hal yang dipersoalkan.Jadi perumusan dimulai dari dalil umum kepada dalil khusus. Pendekatan inidilakukan dalam penyusunan struktur akuntansi di mana dirumuskan dahulutujuan laporan keuangan, rumusan postulat, kemudian prinsip, dan akhirnya lebihkhusus menyusun teknik akuntansi. Dalam hal ini teori diuji dari posisinya dalam menampung keinginanpraktek. Jika pemakai dalam praktek diterima maka dianggap teori itu diterimaatau verified, sebaliknya jika tidak diterima disebut falsified.Beberapa pendukungmetode ini adalah: Paton, Canning, Sweeney, MacNeal, Alexander, Edward andBell, Moonitz, dan Sprouse and Moonitz. 2. Induktif Dalam metode ini penyusunan teori akuntansi didasarkan pada beberapaobservasi dan pengukuran khusus dan akhirnya dari berbagi sample dirumuskan 45
  52. 52. fenomena yang seragam atau berulang (informasi akuntansi) dan diambilkesimpulan umum (postulat dan prinsip akuntansi). Tahap yang dilalui adalah:1. Mengumpulkan semua observasi.2. Analisis dan golongan observasi berdasarkan hubungan yang berulang-ulang dan sejenis, seragam, mirip.3. Ditarik kesimpulan umum dan prinsip akuntansi yang menggambarkan hubungan yang berulang-ulang tadi.4. Kesimpulan umum diuji kebenarannya. Tidak seperti pendekatan deduktif, dalam pendekatan induktif inikebenaran dan kepalsuan dalil tidak tergantung pada dalil lainnya, tetapi harusmelalui pengujian empiris. Dalam pendekatan induktif kebenaran suatu daliltergantung pada pengamatan terhadap contoh yang cukup dari hubungan kasusyang berulang-ulang dan seragam. Para teoritisi yang menggunakan pendekatanini adalah: Hatfield, Gilman, Littlelton, Paton and Littlelton, dan Ijiri 3. Etik Dalam pendekatan ini digunakan konsep kewajaran , keadilan, pemilikan,dan kebenaran. Patillo menyebutkan dalam metode ini standar dasarnya adalahetika, metodenya logis dan ”coherent” dan penerapannya di lapangan. Jadisebenarnya dimensi yang diutamakan dalam perumusan teori itu diutamakan darisudut etikanya, tanpa menyebut bahwa pendekatan lain tidak beretika. Pendekatanini diperkenalkan oleh D.R. Scott. Menurut beliau kriteria yang harus digunakan dalam perumusan teoriakuntansi adalah keadilan dengan memperlakukan pihak yang berkaitan secaraadil. Disajikan kebenaran dalam arti laporan yang benar dan akurat tanpamengundang salah tafsir, dan kewajaran dalam arti penyajiannya wajar, tidak bias,dan tidak sebagian-sebagian. Dalam buku lain dikenal dengan ”PendekatanPeristiwa” (Event Approach) artinya dalam perumusan teori kita harusmemperhatikan semua pihak jangan hanya memperhatikan pihak-pihak tertentusaja. Pendekatan ini mirip pendekatan etik ini. 46
  53. 53. 4. Sosiologis Dalam pendekatan ini yang menjadi perhatian utama dalam perumusanteori akuntansi adalah dampak sosial dari teknik akuntansi. Jadi yang menjadiperhatian bukan pemakai langsung akuntansi tetapi juga masyarakat secarakeseluruhan. Pendekatan inilah sebagai embrio Socio Economic Accounting atauSocial Responsibility Accounting. Pendekatan ini seolah merupakan perluasandari konsep etik dimana yang menjadi focus perhatian adalah kesejahteraanseluruh masyarakat bukan saja pemilik. Menurut konsep ini prinsip akuntansi dinilai dari penerimaan dari seluruhpihak terhadap laporan keuangan, khususnya yang melaporkan tentang dampakperusahaan terhadap masyarakat. Akuntansi dalam model ini harus dapatmemberikan pertimbangan dalam mengambil kesimpulan terhadap kesejahteraanmasyarakat. Para penulis yang mengkaji isu ini adalah Belkaoui dan Beams danFertig, Ladd, Littlelton, dan Zimmerman. 5. Ekonomi Pendekatan ekonomi dalam perumusan teori akuntansi menekankan padakontrol pada perilaku indikator makro ekonomi atau generar economic welfareyang menghasilkan perumusan teknik akuntansi. Sehingga dalam pemilihanteknik akuntansi didasarkan pada dampaknya pada ekomomi nasional. Misalnyateknik LIFO lebih menarik daripada FIFO pada masa inflasi. Dari pendekatan inimaka dapat disimpulkan bahwa:a. Teknik dan kebijaksanaan akuntansi harus dapat menggambarkan realitas ekonomi.b. Pilihan terhadap teknik akuntansi harus tergantung pada konsekuensi ekonomis. 6. Eklektif Jika dalam perumusan teori akuntansi digunakan tidak hanya satupendekatan, tetapi berbagai kombinasi pendekatan maka disebut eklektif.Dari 47
  54. 54. literatur lain kita mengenal pendekatan komunikatif (communication theory) dalam perumusan teori akuntansi. Pendekatan ini dikembangkan oleh Bedford dan Baldouni yang menganggap bahwa akuntansi adalah sebagai suatu sistem yang terpadu dalam proses komunikasi. Di sini dirumuskan informasi apa yang perlu dan disajikan oleh perusahaan kepada para pembaca agar mereka dapat menggunakannya dalam proses pengambilan keputusan. ASOBAT (A Statement of Basic Accounting Theory) termasuk menggunakan teori ini. Banyak lagi pendekatan lain yang perlu dikemukakan di sini antara lain: behavioral approach, yang menekankan pada aspek perilaku yang ditimbulkan oleh informasi akuntansi, pragmatic, nontheoretical approach (perumusannya tidak didasarkan pada dasr teori yang berlaku. Keadaan ini terjadi pada periode awal perkembangan akuntansi), theory of account approach yang melihat akuntansi dari aspek hubungan antara perkiraan yang dibangun dari dasar teori double entry.G. PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI DI INDONESIA Sampai saat ini Indonesia masih belum berupaya untuk merumuskan teori maupun standar akuntansinya sendiri. Kita masih tetap menggunakan teori atau standar akuntansi Amerika atau terakhir dari IASC (International Accounting Standard Committee) sebagai dasar pengembangan akuntansi di Tanah Air. Standar Akuntansi Keuangan maupun Pernyataan Standar Pemeriksaan masih mengadopsi atau menerjemahkan standar atau pedoman dari Amerika atau IASC dengan berbagai modifikasi minor. Upaya yang baru dilakukan oleh profesi akuntansi adalah perumusan prinsip akuntansi Indonesia namun belum menyentuh dasar teori akuntansinya. Dalam sebuah kuliahnya di gedung baja (1991), Belkaoui menganjurkan agar setiap negara memiliki teori akuntansi sendiri termasuk Indonesia. Menurut beliau teori akuntansi lahir dari kondisi, lingkungan, dan situasi ekonomi dan sosial yang ada disuatu negara yang tentu akan berbeda dengan negara lainnya. Akibatnya kita tidak akan tepat jika menggunakan teori akuntansi yang dilahirkan dari negara lain dengan situasi dan kondisi yang berbeda dengan negara kita. 48
  55. 55. Menurut penulis buku ini, tentu sangat ideal dan tidak akan mungkindapat kita wujudkan dalam jangka pendek. Namun pada dasarnya kita harusmembuat agenda menuju ke sana. Oleh karena itu para peneliti akuntansi,pemerintah, Fakultas Ekonomi serta Kantor Akuntan Publik sudah selayaknyamemikirkan permasalahan ini dengan upaya yang intens untuk melakukanberbagai penelitian akuntansi. Sebelum hal itu terwujud maka sebaiknya profesidan pemerintah sudah harus melakukan upaya-upaya dalam perumusan teori danstandar akuntansi Indonesia yang digali dari kondisi kita. Dan tentu saja teoriakuntansi yang sudah ada khususnya dari negara lain seperti dari Amerika dapatkita jadikan sebagai dasar atau pedoman dalam merumuskan teori kita ataumengisi teori yang masih lowong. 49
  56. 56. BAB V LAPORAN LABA RUGIA. PENGERTIAN LAPORAN LABA RUGI Perhitungan rugi-laba (income statement) adalah laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Para pengguna menggunakan laporan ini untuk menentukan profitabilitas, nilai investasi dan kelayakan kredit. Pada dasarnya informasi yang disajikan dalam laporan laba-rugi menggambarkan bagaimana kinerja suatu usaha dilaporkan kepada para pengguna laporan keuangan dan bagaimana kinerja yang dilaporkan dapat berubah setiap waktu sejalan dengan perubahan sifat operasi perusahaan.B. KONSEP PENGUKURAN LABA DAN BENTUK-BENTUK LAPORAN LABA-RUGI 1. Apa Itu Laba Banyak orang bingung membedakan laba-rugi dengan arus kas. Apakah laba sama dengan jumlah kas yang dihasilkan dari kegiatan operasi bisnis? Jawabannya tentu tidak. Untuk berbagai alasan yang sebagaian besar berhubungan dengan akuntansi akrual, laba dan arus kas dari operasi bisnis jarang menunjukkan angka yang sama. Karena baik laba maupun arus kas sama-sama memberikan ukuran kinerja perusahaan, kalau begitu informasi mana yang lebih baik? FASB, dalam kerangka konseptualnya menyatakan bahwa “informasi tentang laba dan komponen yang diukur oleh akuntansi akrual biasanya memberikan indikasi yang lebih baik atas kinerja perusahaan dari pada informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas saat ini “walupun dalam hal-hal tertentu informasi tentang arus kas juga penting. Memahami laba, apa yang diukur oleh laba dan komponen-komponennya adalah penting untuk dapat menginterpretasikan keadaan keuangan perusahaan. Berbagai cara mengukur laba menunjukkan konsep dasar bahwa “laba adalah hasil investasi” atau jumlah yang dapat diberikan kepada investor sebagai hasil investasi. 50

×