Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

INFERTILITAS

  • Login to see the comments

INFERTILITAS

  1. 1. Kebidanan POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA
  2. 2. Infertilitas
  3. 3. Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil setelah sekurang-kurangnya satu tahun berhubungan seksual sedikitnya empat kali seminggu tanpa kontrasepsi ( Strigh B, 2005 : 5 )
  4. 4. Infertilitas adalah bila pasangan suami istri, setelah bersanggama secara teratur 2-3 kali seminggu, tanpa memakai metode pencegahan belum mengalami kehamilan selama satu tahun (Mansjoer, 2004 : 389).
  5. 5. Jenis infertilitas 1. infertilitas primer 2. infertilitas sekunder
  6. 6. Infertilitas primer Kalau istri belum pernah hamil walaupun bersanggama tanpa usaha kontrasepsi dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama dua belas bulan.
  7. 7. Infertilitas sekunder kalau istri pernah hamil, namun kemudian tidak terjadi kehamilan lagi walaupun bersanggama tanpa usaha kontrasepsi dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama dua belas bulan.
  8. 8. Penyebab Infertilitas dibagi menjadi tiga kelompok : 1. satu pertiga masalah terkait pada wanita 2. satu pertiga pada pria 3. satu pertiga kombinasi
  9. 9. Infertilitas pada wanita a. Masalah vagina b. Masalah serviks c. Masalah uterus d. Masalah tuba e. Masalah ovarium
  10. 10. Masalah vagina Infeksi vagina seperti vaginitis, trikomonas vaginalis yang hebat akan menyebabkan infeksi lanjut pada portio, serviks, endometrium bahkan sampai ke tuba yang dapat menyebabkan gangguan pergerakan dan penyumbatan pada tuba sebagai organ reproduksi vital untuk terjadinya konsepsi. Disfungsi seksual yang mencegah penetrasi penis, atau lingkungan vagina yang sangat asam, yang secara nyata dapat mengurangi daya hidup sperma ( Stright B, 2005 : 60 ).
  11. 11. Masalah serviks Gangguan pada setiap perubahan fisiologis yang secara normal terjadi selama periode praovulatori dan ovulatori yang membuat lingkungan serviks kondusif bagi daya hidup sperma misalnya peningkatan alkalinitas dan peningkatan sekresi ( Stright B, 2005, hal. 60 ).
  12. 12. Masalah uterus Nidasi ovum yang telah dibuahi terjadi di endometrium. Kejadian ini tidak dapat berlangsung apabila ada patologi di uterus. Patologi tersebut antara lain polip endometrium, adenomiosis, mioma uterus atau leiomioma. Kelainan-kelainan tersebut dapat mengganggu implantasi, pertumbuhan, nutrisi serta oksigenisasi janin ( Wiknjosastro, 2002 : 509 ).
  13. 13. Masalah tuba Apabila terjadi masalah dalam saluran reproduksi wanita tersebut, maka dapat menghambat pergerakan ovum ke uterus, mencegah masuknya sperma atau menghambat implantasi ovum yang telah dibuahi. Sumbatan di tuba fallopi merupakan salah satu dari banyak penyebab infertilitas. Infertilitas yang berhubungan dengan masalah tuba ini yang paling menonjol adalah adanya peningkatan insiden penyakit radang panggul ( pelvic inflammatory disease –PID). PID ini menyebabkan jaringan parut yang memblok kedua tuba fallopi.
  14. 14. Masalah ovarium Dalam hal ini masalah ovarium yang dapat mempengaruhi infertilitas yaitu kista atau tumor ovarium, penyakit ovarium polikistik, endometriosis, atau riwayat pembedahan yang mengganggu siklus ovarium. Dari perspektif psikologis, terdapat juga suatu korelasi antara hyperprolaktinemia dan tingginya tingkat stress diantara pasangan yang mempengaruhi fungsi hormone.( Handersen C & Jones K, 2006 : 86 ).
  15. 15. Infertilitas pada pria a. Faktor koitus pria b. Masalah ejakulasi c. Faktor lain d. Faktor pekerjaan
  16. 16. Faktor koitus pria Faktor-faktor ini meliputi spermatogenesis abnormal, motilitas abnormal, kelainan anatomi, gangguan endokrin dan disfungsi seksual. Kelaianan anatomi yang mungkin menyebabkan infertilitas adalah tidak adanya vasdeferens kongenital, obstruksi vasdeferensi dan kelainan kongenital system ejakulasi. Spermatogenesis abnormal dapat terjadi akibat orkitis karena mumps, kelainan kromosom, terpajan bahan kimia, radiasi atau varikokel ( Benson R & Pernoll M, 2009 : 680 ).
  17. 17. Masalah ejakulasi Ejakulasian retrograde yang berhubungan dengan diabetes, kerusakan saraf, obat-obatan atau trauma bedah.
  18. 18. Faktor lain Adapun yang berpengaruh terhadap produksi sperma atau semen adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, stress, nutrisi yang tidak adekuat, asupan alkohol berlebihan dan nikotin.
  19. 19. Faktor pekerjaan Produksi sperma yang optimal membutuhkan suhu di bawah temperature tubuh, Spermagenesis diperkirakan kurang efisien pada pria dengan jenis pekerjaan tertentu, yaitu pada petugas pemadam kebakaran dan pengemudi truk jarak jauh ( Henderson C & Jones K, 2006 : 89).
  20. 20. Masalah interaktif Berupa masalah yang berasal dari penyebab spesifik untuk setiap pasangan meliputi : frekuensi sanggama yang tidak memadai, waktu sanggama yang buruk, perkembangan antibody terhadap sperma pasangan dan ketidakmampuan sperma untuk melakukan penetrasi ke sel telur ( Stritgh B, 2005 : 61 ).
  21. 21. Penyebab Infertilitas Sekunder 1. Usia 2. Masalah reproduksi 3. Faktor gaya hidup
  22. 22. USIA Faktor usia sangat berpengaruh pada kesuburan seorang wanita. Selama wanita masih dalam masa reproduksi yang berarti mengalami haid yang teratur, kemungkinan masih bisa hamil. Akan tetapi seiring dengan bertambahnya usia maka kemampuan indung telur untuk menghasilkan sel telur akan mengalami penurunan.
  23. 23. • Pada pria dengan bertambahnya usia juga menyebabkan penurunan kesuburan. Meskipun pria terus menerus memproduksi sperma sepanjang hidupnya, akan tetapi morfologi sperma mereka mulai menurun. • Selain itu usia yang semakin tua juga mempengaruhi kualitas sperma ( Kasdu, 2001:63 ).
  24. 24. Masalah reproduksi perempuan yang melahirkan dengan operasi caesar, dapat menyebabkan jaringan parut yang mengarah pada penyumbatan tuba. Masalah lain yang juga berperan dalam reproduksi yaitu ovulasi tidak teratur, gangguan pada kelenjar pituitary dan penyumbatan saluran sperma.
  25. 25. Faktor gaya hidup • Perubahan pada faktor gaya hidup juga dapat berdampak pada kemampuan setiap pasangan untuk dapat menghamili atau hamil lagi. Wanita dengan berat badan yang berlebihan sering mengalami gangguan ovulasi, karena kelebihan berat badan dapat mempengaruhi estrogen dalam tubuh dan mengurangi kemampuan untuk hamil. Pria yang berolah raga secara berlebihan juga dapat meningkatkan suhu tubuh mereka yang mempengaruhi perkembangan sperma dan penggunaan celana dalam yang ketat juga mempengaruhi motilitas sperma ( Kasdu, 2001:66 ).
  26. 26. PENATALAKSANAAN INFERTILITAS
  27. 27. A. Wanita 1. Pengetahuan tentang siklus menstruasi, gejala lendir serviks puncak dan waktu yang tepat untuk coital 2. Pemberian terapi obat, seperti  Stimulant ovulasi, baik untuk gangguan yang disebabkan oleh supresi hipotalamus, peningkatan kadar prolaktin, pemberian tsh .  Terapi penggantian hormon  Glukokortikoid jika terdapat hiperplasi adrenal  Penggunaan antibiotika yang sesuai untuk pencegahan dan penatalaksanaan infeksi dini yang adekuat
  28. 28. 3. GIFT ( gemete intrafallopian transfer ) 4. Laparatomi dan bedah mikro untuk memperbaiki tuba yang rusak secara luas 5. Bedah plastic misalnya penyatuan uterus bikonuate, 6. Pengangkatan tumor atau fibroi 7. Eliminasi vaginitis atau servisitis dengan antibiotika atau kemoterapi
  29. 29. B. Pria 1. Penekanan produksi sperma untuk mengurangi jumlah antibodi autoimun, diharapkan kualitas sperma meningkat 2. Agen antimikroba 3. Testosterone Enantat dan Testosteron Spionat untuk stimulasi kejantanan 4. HCG secara i.m memperbaiki hipoganadisme 5. FSH dan HCG untuk menyelesaikan spermatogenesis
  30. 30. Lanj.. 6. Bromokriptin, digunakan untuk mengobati tumor hipofisis atau hipotalamus 7. Klomifen dapat diberikan untuk mengatasi subfertilitas idiopatik 8. Perbaikan varikokel menghasilkan perbaikan kualitas sperm 9. Perubahan gaya hidup yang sederhana dan yang terkoreksi. Seperti, perbaikan nutrisi, tidak membiasakan penggunaan celana yang panas dan ketat 10. Perhatikan penggunaan lubrikans saat coital, jangan yang mengandung spermatisida.
  31. 31. PENCEGAHAN INFERTILITAS a. Berbagai macam infeksi diketahui menyebabkan infertilitas terutama infeksi prostate, buah zakar, maupun saluran sperma. Karena itu, setiap infeksi didaerah tersebut harus ditangani serius (Steven RB,1985). b. Beberapa zat dapat meracuni sperma. Banyak penelitihan menunjukan pengaruh buruk rokok terhadap jumlah dan kualitas sperma (Steven RB,1985). c. Alcohol dalam jumlah banyak dihubungkan dengan rendahnya kadar hormone testosterone yang tentunya akan menganggu pertumbuhan sperma (Steven RB,1985). d. Berperilaku sehat (Dewhurst,1997).
  32. 32. Sumber • http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/05 /infertilitas-pengertian- penanganan.html#ixzz2wEHva3uL • Repository.usu.id
  33. 33. TERIMAKASIH

×