Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Terapi Sistemik Pada Kanker Payudara 2018

87 views

Published on

Terapi Sistemik Pada Kanker Payudara 2018

Published in: Health & Medicine
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Terapi Sistemik Pada Kanker Payudara 2018

  1. 1. 2 www.pitapink-ykpi.or.id ykpi.sekretariat@gmail.com ykpi_pitapink (@ykpi-pitapink) pitapink ID ykpi_pitapink SUSUNAN PENERBIT TABLOID YKPI CETAKAN II, 2018 TERAPI BEDAH PADA KANKER PAYUDARA Pelindung Linda Agum Gumelar Redaktur Pelaksana Ning Anhar Penyusun / Penulis Dr. Walta Gautama SpB(K) Onk Editor Ning Anhar Keuangan Ida Napitupulu Sekretaris Redaksi Verry Fathani Design Deska Riani Pembaca yang kami sayangi, Tabloid ini sengaja di susun oleh Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) sebagai bahan informasi yang mungkin dibutuhkan oleh para pasien kanker payudara saat mereka pertama kali diagnosa kanker payudara oleh dokter. Dunia se-olah akan runtuh, diri dan perasaan sangat terpukul, tidak tau akan melakukan apa dan panik. Berdasarkan pengalaman saya pribadi maupun dari teman-teman penyintas kanker payudara, maka dirasakan sangat penting untuk membantu para pasien kanker payudara di saat-saat seperti tersebut diatas. Oleh karena itu kami berpendapat pentingnya menerbitkan buku saku berjudul “Terapi Bedah Pada Kanker Payudara ”, sehingga pasien lebih mengetahui istilah-istilah, tahapan dan dampak dari bedah kanker payudara. Terimakasih diucapkan kepada tim penyusun yang telah bekerja keras untuk mewujudkan terbitnya tabloid ini sebagai bagian dari sumbangsih Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Semoga melalui penjelasan yang ada dalam tabloid ini, akan membantu pasien dalam melanjutkan tahapan pengobatan. Terimakasih kepada Yayasan MGP Indonesia dan Media Group yang telah berkenan untuk mencetak ulang sebanyak 30.000 eksemplar. Salam kasih sayang dari kami YKPI untuk para pasien kanker payudara dimanapun berada. Tetap semangat !! Saling Jaga, Saling Peduli Linda Agum Gumelar Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia
  2. 2. 3 Sekapur Sirih… November 2016, Saya dipastikan menderita kanker payudara. Serangkaian tindakan medis dan proses pengobatan dilakukan sepanjang tahun 2017 bahkan masih berlanjut sampai dengan saat ini. Namun, menderita kanker bukan akhir dari segalanya. Menjadi penderita dan kemudian penyintas - adalah kesempatan kedua yang diberikanNYA kepada kita - untuk menjadi lebih baik dan berguna. Hidup dengan tujuan, tidak menyerah, dan terus berjuang - bukan hanya untuk kesembuhan, tetapi mengisi hari dan waktu berbagi untuk sesama semampu kita dan memohon ridhoNYA. Karena kita yakin, kita tidak pernah ditinggalkanNYA. Kanker tidak akan membuat kita kehilangan semangat, kekuatan dan kebahagiaan dalam hidup. Kanker tidak bisa membunuh harapan dan cinta manusia. Kanker tidak akan membuat kita merasa terbebani, tetap optimis pada kesembuhan dan jalani hidup dengan santai. Penolakan terhadap penyakit kanker sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah. Terimalah apa adanya tapi jangan pernah menyerah. Satu hal yang harus diketahui oleh penderita kanker - kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan untuk menentukan tindak lanjut adalah kunci utama dari proses penyembuhan. Kanker Payudara bukanlah kanker yang tidak bisa diatasi, jadi jangan pernah takut untuk memulai memeriksakan diri anda. Bila ternyata anda menghadapi apa yang anda takutkan, laluilah dan jalani. Hidup tidak akan berhenti karena anda menderita kanker. Segera lakukan pengobatan, gunakan kesempatan untuk memulai hidup baru yang lebih berarti dan bermakna. Umur bukan milik kita, yakinlah bahwa apapun yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa adalah jalan yang memang harus kita terima. Kuatkanlah diri anda untuk anda sendiri, untuk keluarga, sahabat dan jangan pernah lupa, bahwa mereka akan selalu bersama kita dan semua yang mencintai kita. Lestari Moerdijat Desember 2018
  3. 3. 4 “Tidak ada yang harus menghadapi kanker sendirian” Dikutip dari berbagai sumber sebagai hadiah kecil untuk membantu menuntaskan tanda tanya yang ada di benak pasien Dr. Walta Gautama SpB(K) Onk Penyusun dan Penulis Data Globocan 2012 menunjukkan kenaikkan yang tajam untuk kasus kanker payudara diseluruh dunia. Data terakhir menggarisbawahi bahwa prioritas harus diberikan untuk upaya pencegahan penyakit kanker dan pengendalian terkontrol untuk kanker payudara dengan berbagai kegiatan promosi tentang pencegahan penyakit kanker payudara untuk tujuan mengurangi jumlah kasus stadium lanjut dan kematian karena penyakit kanker payudara. Di Indonesia, penyakit kanker payudara merupakan penyakit kanker tertinggi untuk penyakit kanker pada perempuan. Pada kasus kanker payudara di Indonesia, sering ditemukan kasus pada keadaan TENTANG YAYASAN KANKER PAYUDARA INDONESIA sudah stadium lanjut dengan kemungkinan selamat yang sangat kecil. Padahal apabila penyakit ini ditemukan pada stadium dini, harapan untuk selamat bisa mencapai 98% dengan mengikuti dengan benar berbagai tahapan pengobatan kedokteran. Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) berdiri sejak tahun 2003, dengan nama Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ). Sejak tahun 2015 berganti nama menjadi Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI). Yayasan ini merupakan sebuah organisasi nirlaba yang merupakan mitra pemerintah dalam upaya meningkatkan kegiatan pencegahan dan dukungan terhadap usaha mengurangi kasus stadium lanjut penyakit kanker payudara di Indonesia. PILIHAN TERAPI KANKER PAYUDARA Tidak semua kanker payudara diterapi dengan terapi yang sama. Diagnosis akurat sangat penting sehingga dokter dapat menentukan pilihan terapi terbaik untuk anda. Saat ini tersedia berbagai pilihan terapi untuk kanker payudara yang terbagi menjadi terapi lokal dan terapi sistemik. Terapi lokal bertujuan untuk mengangkat atau mematikan sel kanker di area payudara dan ketiak. Pilihan terapi lokal adalah pembedahan dan/atau terapi radiasi. Informasi tentang pembedahan dapat anda temui dalam booklet “Terapi Bedah untuk Kanker Payudara”. Terapi sistemik menggunakan obat yang bersirkulasi ke seluruh tubuh untuk mematikan sel kanker serta mencegah penyebaran dan kekambuhan kanker payudara. Terapi sistemik meliputi kemoterapi, terapi hormonal, dan/atau terapi target. Sebagian wanita akan menjalani lebih dari satu jenis terapi. Menentukan jenis terapi sesuai dengan jenis kanker pada setiap individu akan meningkatkan keberhasilan pengobatan dan menjaga agar efek samping terapi seminimal mungkin. Informasi dalam booklet ini khusus membahas tentang Terapi Sistemik pada Kanker Payudara. Visi YKPI Indonesia bebas dari kasus kanker payudara stadium lanjut di tahun 2030 Misi YKPI 1. Deteksi dini kanker payudara melalui SADARI, SADANIS dan merupakan bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin untuk perempuan di Indonesia 2. Skrining payudara supaya dapat dilakukan di seluruh rumah sakit di Indonesia 3. Edukasi tentang kanker payudara akan bisa dilaksanakan diseluruh rumah sakit di Indonesia oleh tenaga kesehatan dan tenaga relawan yang sudah terlatih 4. Para penyintas kanker payudara yang sudah terlatih dan mempunyai pelatihan pendamping pasien akan menjadi contoh yang baik bagi para penderita kanker payudara dan akan membantu YKPI dalam menyebarluaskan edukasi tentang pentingnya kesadaran akan penyakit kanker payudara dan deteksi dini. PEMERIKSAAN SEBELUM TERAPI STAGING Pilihan terapi pada kanker payudara sangat tergantung pada hasil Staging dan pemeriksaan Reseptor. Staging menjelaskan ukuran tumor dan luasnya penyebaran kanker payudara sedangkan Grading menjelaskan kecepatan tumbuhnya Untuk memastikan ukuran tumor dan penyebaran ke jaringan sekitar, dokter akan mengirim sampel jaringan kanker hasil biopsi atau operasi ke dokter spesialis patologi anatomi. Untuk melihat penyebaran ke organ lain, dokter akan mengirim anda untuk pemeriksaan radiologi seperti foto Röntgen paru, USG organ abdomen, dan scan tulang. Staging ditentukan dengan sistem TNM: • T : ukuran tumor • N : jumlah dan lokasi penyebaran sel kanker ke kelenjar getah bening • M : apakah ada penyebaran kanker ke organ lain Staging atau stadium dinyatakan dengan skala 1-4. • Stadium 0 Kanker payudara non invasif (DCIS/Ductal Carcinoma in Situ) • Stadium 1-2 Kanker payudara berukuran kecil, dengan atau tanpa penyebaran ke kelenjar getah bening regional • Stadium 3 Kanker payudara berukuran besar dan telah menyebar ke kelenjar getah bening sekitarnya • Stadium 4 Kanker payudara yang sudah menyebar ke organ lain.
  4. 4. 5 PEMERIKSAAN RESEPTOR Informasi lain yang dibutuhkan dokter untuk menetukan terapi kanker payudara adalah informasi tentang reseptor hormon dan HER2. Pemeriksaan imunohistokimia (IHK) akan menentukan jenis reseptor tertentu yang dimiliki sel kanker payudara. Reseptor bertindak seperti “antena” yang dapat menangkap zat/molekul tertentu yang dapat mengaktifkan pertumbuhan sel kanker. Contoh: molekul hormon dapat ditangkap oleh “antena” reseptor hormon yang sesuai dan mengirim sinyal pada sel kanker payudara untuk tumbuh lebih cepat. Reseptor yang saat ini diperiksa pada sel kanker payudara adalah: - Reseptor estrogen (ER) - Reseptor progesteran (PR) - Reseptor HER2 Kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen atau progesteron di permukaan selnya disebut Kanker Payudara Hormonal Positif. Sekitar 3 dari 4 kanker payudar bersifat Hormonal Positif. Bila jenis kanker payudara anda adalah Hormonal Positif, maka terapi hormonal seperti Tamoxifen dan Aromatase Inhibitor cocok untuk anda. Bila jenis kanker payudara anda adalah Hormonal Negatif maka terapi hormonal tidak cocok untuk anda dan dokter akan memberi alternatif terapi lain. Kanker payudara yang memiliki banyak reseptor HER2 di permukaan selnya disebut Kanker payudara HER2 positif. 1 dari 5 wanita dengan kanker payudara memiliki reseptor HER2 positif. Kanker jenis ini dapat dianalogikan seperti kanker yang bersifat “nakal” karena HER2 akan mengganggu proses pengobatan. Untuk mengurangi “kenakalan”-nya dibutuhkan terapi dengan obat anti HER2 (Trastuzumab). Tetapi harus dipahami bahwa pemakaian obat anti HER2 tidak menjamin pasti keberhasilan pengobatan (kurang dari 50%). Beberapa kanker payudara tidak memiliki reseptor estrogen, reseptor progesteron, maupun reseptor HER2 di permukaan selnya. Jenis kanker ini disebut Kanker Payudara Triple Negatif. Sekitar 15% kanker payudara hasil pemeriksaan reseptor menghasilkan triple negatif. Kanker payudara Triple Negatif perangainya sangat agresif dan sangat sering menyebabkan kekambuhan. Terapi hormonal dan terapi target dengan Trastuzumab tidak akan efektif untuk janis kanker triple negatif. Kabar baiknya, jenis kanker ini sangat responsif dengan kemoterapi. Anda tidak perlu cemas karena bila ditangani dengan benar, kanker payudara tripel negatif dapat dikontrol dengan baik. PEMERIKSAAN PROFIL GEN Saat ini tersedia beberapa pemeriksaan gen yang dapat memprediksi kemungkinan kekambuhan kanker payudara dini (stadium 1 atau 2). Pemeriksaan ini juga dapat memprediksi wanita mana yang akan memberikan respon baik terhadap pengobatan dengan kemoterapi. Hanya wanita dengan kanker payudara stadium dini yang akan memperoleh dari pemeriksaan ini karena wanita dengan kanker payudara stadium lanjut semuanya akan mendapatkan kemoterapi sebagai terapi standar. Pemeriksaan gen yang tersedia saat ini adalah Oncotype DX dan Mamma Print. Kedua tes ini memeriksa set gen yang berbeda dan keduanya saat ini sedang digunakan dalam uji klinik berskala besar untuk lebih dipahami kegunaan terbaiknya. Anda dapat bertanya pada dokter apakah pemeriksaan gen ini mungkin berguna untuk anda. Setelah hasil staging dan pemeriksaan reseptor tersedia, dokter akan berdiskusi dengan anda tentang pilihan terapi. Sampaikan pada dokter keinginan, harapan, dan pertanyaan anda sehingga dapat tercapai kesepakatan jenis terapi terbaik untuk kanker payudara anda. TERAPI SISTEMIK KANKER PAYUDARA KEMOTERAPI Jenis pengobatan menggunakan satu atau lebih obat anti kanker (Obat sitotoksik) dengan tujuan mematikan sel kanker serta mencegah penyebaran dan kekambuhan. Keberhasilan kemoterapi tergantung pada jenis dan stadium kanker. Dokter akan mempertimbangkan dan risiko efek samping kemoterapi sebelum memutuskan apakah kemoterapi merupakan pilihan terapi yang terbaik untuk anda. Cara kerja Semua sel dalam tubuh kita membelah dan tumbuh sepanjang waktu dengan cara teratur dan terkendali. Sel kanker membelah dan tumbuh secara tak terkendali. Obat kemoterapi menghancurkan sel kanker dengan cara “mengganggu” kemampuan sel kanker untuk membelah dan tumbuh. Obat kemoterapi hanya akan bekerja pada sel-sel yang cepat membelah dengan tidak terkendali. Obat kemoterapi berbeda akan bekerja dengan cara berbeda dan mempengaruhi pembelahan sel
  5. 5. 6 kanker pada fase yang berbeda pula. Oleh karena itu seringkali kemoterapi diberikan menggunakan kombinasi dua atau lebih obat. Waktu pemberian Kemoterapi dapat diberikan pada tiga waktu berbeda: • Sebelum pembedahan Untuk memperkecil ukuran kanker sehingga lebih mudah dioperasi • Setelah pembedahan Untuk menurunkan risiko kekambuhan • Sebagai pengganti terapi bedah Untuk mengatasi kanker yang sudah menyebar dan tidak lagi dapat dioperasi. Cara pemberian Untuk kanker payudara, kemoterapi paling sering diberikan melalui vena (infus) dan melalui mulut (obat minum). Pada kemoterapi intravena obat masuk ke dalam vena melalui jarum dan diberikan dengan cara infus (drip) dalam waktu tertentu. Bila anda sudah menjalani operasi kanker payudara, maka infus akan dipasang pada lengan di sisi berbeda dengan sisi operasi untuk mencegah risiko limfedema. Limfedema adalah pembengkakan lengan, tangan, dan dada akibat pengumpulan cairan limfe di bawah kulit. Limfedema biasanya terjadi akibat rusaknya saluran limfe karena operasi atau radiasi. Informasi lebih lanjut dapat anda baca dalam booklet “Limfedema”. Kemoterapi intravena pada kanker payudara biasa diberikan setiap 2-3 minggu selama beberapa bulan. Di antara jadwal pemberian, sampel darah anda akan diambil untuk menilai kondisi sel darah. Kemoterapi intravena dilakukan di rumah sakit secara rawat jalan. Bila anda akan menjalani kemoterapi intravena dalam jangka waktu panjang, anda dapat memilih untuk dipasangi implanted port sebagai jalan masuk obat kemoterapi. Port berupa tube lembut dari plastik yang dipasang dalam vena di bawah kulit di area dada atau lengan, dipasang oleh dokter bedah di kamar operasi. Dengan implanted port terpasang, anda tidak perlu menderita akibat dipasang dan dilepas infus berulang saat jadwal pemberian kemoterapi. Port juga dapat digunakan untuk mengambil sampel darah dan sebagai akses transfusi. Efek samping Efek kemoterapi berbeda pada setiap orang. Sebagian mengalami efek samping yang ringan dan dapat beraktivitas biasa sementara sebagian yang lain mengalami efek yang berat hingga harus dirawat di rumah sakit. Efek samping yang sering terjadi adalah efek terhadap sel darah, mual dan muntah, rambut rontok, sariawan, dan fatigue. Efek terhadap sel darah Kemoterapi untuk sementara menurunkan kapasitas sumsum tulang untuk membuat sel darah. Jumlah sel darah akan turun sehingga meningkatkan risiko infeksi, anemia, memar, dan perdarahan. Penurunan jumlah sel darah ini biasa terjadi 7-14 hari setelah kemoterapi tetapi biasanya akan pulih kembali menjelang jadwal kemoterapi anda selanjutnya. Mual dan muntah Efek ini sangat individual dan tergantung jenis dan dosis obat kemoterapi yang dipakai. Anda akan diberikan obat anti mual setiap kali sebelum mulai kemoterapi dan setelahnya. Mual dan muntah ini dapat berlangsung selama beberapa hari. Untuk meminimalisir mual dan muntah, penting untuk anda tetap minum dan makan teratur, sedikit- sedikit tapi sering. Dibandingkan dengan makanan/minuman hangat, minuman atau makanan yang dingin lebih baik untuk mengurangi rasa mual dan ingin muntah Rambut rontok Efek samping yang paling ditakuti sebagian besar wanita. Biasanya terjadi 2-3 minggu setelah kemoterapi dimulai. Sebagian wanita sudah menyiapkan diri untuk hal ini dengan memotong pendek rambutnya atau menyiapkan wig (rambut palsu) sebelum mulai kemoterapi. Rambut akan tumbuh kembali setelah siklus kemoterapi selesai. Sariawan dan masalah rongga mulut lain Kemoterapi dapat menyebabkan sariawan, mulut kering, gusi berdarah, dan gangguan pengecapan. Anda dapat mengurangi masalah mulut selama kemoterapi dengan cara rajin menyikat gigi dengan sikat gigi lembut setiap kali selesai makan, sering minum untuk menjaga kelembaban mulut, dan mengunyah permen karet bebas gula untuk merangsang produksi air ludah. Sebaiknya anda juga menghindari makanan yang pedas dan asam, menghindari makanan yang keras, dan minuman yang terlalu panas atau dingin. Fatigue Fatigue adalah kelelahan berlebihan yang tidak hilang dengan beristirahat atau tidur dan biasanya mempengaruhi kondisi dan mental. Ini adalah efek samping tersering dari terapi kanker payudara. Hindari memaksa diri anda untuk beraktivitas normal secepatnya. Dapat juga dicoba teknik relaksasi dan mencari dukungan emosional melalui support group. Perubahan kulit dan kuku Kulit menjadi lebih kering dan mudah iritasi. Gunakan pelembab kulit yang tidak berparfum untuk mencegah iritasi. Gunakan krim tabir surya setiap anda keluar rumah dan gunakan topi atau payung. Kuku akan menjadi lebih rapuh dan mudah lepas, gunakan krim tangan untuk memperkuat kuku. TERAPI HORMONAL Hormon estrogen berperan dalam merangsang pertumbuhan sebagian sel kanker payudara, maka saat ini dikembangkan terapi hormonal yang bekerja dengan berbagai mekanisme untuk menghambat efek estrogen pada sel kanker. Dokter akan menyarankan terapi hormonal bila pemeriksaan reseptor anda menunjukkan hasil positif. Tetapi bila hasil pemeriksaan reseptor negatif, maka terapi hormon tidak ada gunanya untuk anda.
  6. 6. 7 JENIS TERAPI Terapi hormonal yang tersedia saat ini adalah: Dengan obat minum: Tamoxifen dan aromatase inhibitor Ablasi ovarium Ablasi ovarium adalah upaya untuk menghentikan produksi hormon estrogen di indung telur. Wanita yang belum berhenti haid dapat menjalani ablasi ovarium dengan cara: • pembedahan mengangkat ovarium – efek permanen • radiasi dosis rendah pada ovarium – efek permanen • penyuntikan obat LHRH agonis (goserelin)– efek sementara Terapi yang diberikan untuk anda tergantung pada status haid (menopause/belum) dan apakah anda berisiko mengalami osteoporosis. Bila anda belum menopause, pilihan terapi yang tersedia adalah: • obat yang menghambat efek estrogen dalam tubuh (tamoxifen) • pembedahan untuk mengangkat indung telur yang memproduksi estrogen • obat yang menurunkan produksi estrogen oleh indung telur (goserelin) Tapi bila anda sudah menopause, pilihan terapi hormonal untuk anda adalah: • obat yang mencegah tubuh membuat estrogen (anastrozole, letrozole, exemestane) • obat yang menghambat efek estrogen dalam tubuh (tamoxifen) Waktu pemberian Terapi hormon diberikan segera setelah pembedahan untuk menurunkan risiko penyebaran dan kekambuhan. Terapi ini dilaksanakan sampai 5 tahun. Efek samping Efek samping yang terjadi tergantung pada jenis obat yang digunakan. Pada penggunaan tamoxifen, efek samping tersering adalah gejala mirip menopause seperti hot vagina kering, perubahan mood, kenaikan berat badan. Efek samping ini bersifat sementara dan berangsur hilang setelah obat berhenti diminum. Penggunaan aromatase inhibitor juga menimbulkan efek samping mirip menopause tetapi lebih sering disertai nyeri dan kaku sendi. Aromatase inhibitor juga menimbulkan efek samping pengeroposan tulang (osteoporosis). Wanita yang menggunakan aromatase inhibitor membutuhkan suplemen vitamin D dan kalsium. Bila risiko osteoporosis tinggi, anda akan diberikan terapi bisfosfonat untuk memperkuat tulang. Bila menggunakan Tamoxifen sebaiknya anda bertemu dengan dokter kandungan setahun sekali untuk memeriksa ketebalan dinding rahim. Apabila ditemukan ada penebalan dinding rahim sebaiknya penggunaan Tamoxifen dihentikan dan diganti dengan terapi hormonal lain. Bila anda belum menopause, Dokter juga akan memberikan obat atau melakukan prosedur untuk membuat anda menopause. TERAPI BIOLOGI (TARGETED THERAPY) Targeted therapy adalah terapi sistemik yang lebih baru, bekerja dengan meghambat reseptor tertentu di permukaan sel kanker. Karena bekerja pada sel kanker, obat ini biasanya tidak mempengaruhi sel sehat sehingga efek sampingnya minimal. Cara kerja Untuk kanker payudara, reseptor yang dihambat adalah reseptor HER2 yang dapat menyebabkan sel kanker tumbuh agresif dan menyebar. Obat yang digunakan untuk menghambat reseptor HER2 adalah Trastuzumab (Herceptin). Dengan penggunaan trastuzumab, semua reseptor HER2 akan tertutupi oleh trastuzumab. HER2 tidak dapat berikatan dengan reseptornya sehingga tidak dapat mengirim sinyal untuk merangsang pertumbuhan sel kanker. Efek samping Trastuzumab memang tidak menyebabkan mual dan rambut rontok seperti kemoterapi, tetapi dalam awal pemakaian anda akan merasa seperti gejala selama beberapa hari. Pemakaian Trastuzumab dianjurkan setiap 3 minggu selama setahun. Dalam jangka panjang trastuzumab diketahui dapat merusak otot jantung. Oleh karena itu semua pasien yang akan mendapatkan trastuzumab harus diperiksa fungsi jantung setiap 3 bulan selama terapi dan setiap 6 bulan sampai 2 tahun setelah terapi. Syarat penggunaan trastuzumab adalah: • Pasien dengan hasil pemeriksaan reseptor HER2 positif • Fungsi jantung adekuat – Trastuzumab menyebabkan kerusakan jantung) • Telah menjalani pembedahan dan/atau kemoterapi. “Jangan putus asa, bilamana matahari terbenam, saatnya bintang-bintang keluar bersinar” Andy Endriartono Sutarto, Ketua Pembina “Saya bisa, kamu bisa” Tati Hendropriyono, Pembina “Ini kehidupan kita dan kita sendiri yang berkuasa atas diri kita sendiri” Rima Melati, Pembina “Harapan adalah hidup dengan keberanian dan percaya diri bukan dengan ketakutan” DR Dr Sonar Panigoro SpB(K) Onk, Pembina “Tantangan membuat hidup ini menarik dan mengatasinya membuat hidup ini berarti” Dr.dr.Supriyantoro, Sp.P, MARS, Pembina
  7. 7. Tabloid ini diterbitkan oleh Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) bekerja sama dengan Yayasan MGP Indonesia.

×