Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pengelolaan Krisis Pariwisata

6 views

Published on

Krisis adalah proses yang tidak diinginkan, luar biasa, seringkali tidak terduga dan waktunya terbatas, dengan kemungkinan perkembangan yang ambivalen. Krisis menuntut keputusan dan respon cepat untuk mempengaruhi perkembangan situasi, sehingga positif untuk destinasi/organisasi dan konsekuensi negatifnya minimum.

Published in: Economy & Finance
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pengelolaan Krisis Pariwisata

  1. 1. Krisis adalah proses yang tidak diinginkan, luar biasa, seringkali tidak terduga dan waktunya terbatas, dengan kemungkinan perkembangan yang ambivalen. Krisis menuntut keputusan dan respon cepat untuk mempengaruhi perkembangan situasi, sehingga positif untuk destinasi/organisasi dan konsekuensi negatifnya minimum. PENGELOLAANKRISISPARIWISATA
  2. 2. 2 Jenis krisis dapat dikelompokkan menjadi risiko, isu, dan keadaan darurat. Risiko merupakan suatu keadaan yang dapat berdampak baik atau buruk. Jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan situasi krisis. Contohnya adalah pembentukan kawasan khusus pariwisata, yang mungkin mendapatkan resistensi masyarakat. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  3. 3. 3 Isu ialah situasi yang sudah diketahui dan sudah ada resolusinya. Pada situasi ini terdapat waktu yang cukup untuk mengerahkan sumber daya dan menyusun rencana aksi yang tepat. Rencana aksi yang tepat dapat menghindari eskalasi isu menjadi krisis. Contohnya adalah isu demam berdarah dan polusi asap. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  4. 4. 4 Keadaan darurat adalah situasi yang terjadi tiba-tiba, tidak direncanakan, sehingga harus ditanggapi dengan cepat. Contohnya antara lain gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan serangan teror. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  5. 5. 5 Pengertian bencana berdasar UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia (sosial), sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  6. 6. 6 Dalam hal ini, bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi karena alam, letusan gunung berapi, angin topan, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan/lahan karena faktor alam, hama penyakit tanaman, epidemi, wabah, kejadian luar biasa, dan kejadian antariksa/benda- benda angkasa. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  7. 7. 7 Sedangkan bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, wabah penyakit, kecelakaan transportasi, dampak industri, ledakan nuklir, pencemaran lingkungan, dan kegiatan keantariksaan. Sementara itu, bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  8. 8. 8 Ketiga bentuk bencana tersebut oleh Tim Crisis Center Pariwisata dirinci kembali dan berdasar referensi ASEAN Torurism Crisis Communications Manual (Incorporating Best Practices of PATA and UNWTO): 2015, maka terdapat tujuh (7) kategori bencana/ krisis dalam hal ini, yakni: (1) Bencana geologi, seperti gempa, gunung meletus, tsunami, (2) Bencana sosial/politik, seperti terorisme, kejahatan, perang, kudeta, (3) Bencana kesehatan, seperti flu burung, kolera, virus zika, SARS, malaria, (4) Bencana cuaca ekstrim, seperti banjir, badai, kebakaran, angin puting beliung, (5) Bencana teknologi, seperti, kecelakaan transportasi, (6) Bencana ekonomi, seperti, krisis ekonomi dan jatuhnya nilai tukar, (7) Bencana lingkungan akibat kelalaian manusia, seperti tumpahan minyak, polusi ekologi. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  9. 9. 9 ASEAN Tourism Crisis Communication Manual yang mengutip PATA Bounce Back Tourism Risk, Crisis and Recovery Management Guide merekomendasikan bahwa tingkat keparahan krisis dari urutan paling parah ke tingkat normal dinyatakan dengan Destcon 1 – Destcon 5. Destcon yang dimaksud adalah Destination Condition. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  10. 10. 10 Destcon 1: Krisis pada tingkat ini mempunyai dampak global bagi pariwisata dunia dan mempengaruhi keinginan wisatawan untuk melakukan perjalanan. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  11. 11. 11 Destcon 2: Pada krisis tingkat ini, sebagian besar wilayah suatu negara atau satu wilayah regional mengalami ancaman bencana alam, epidemik, perang atau konflik teroris. Pada Destcon 2, pariwisata di negara atau wilayah tetangga dapat terdampak. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  12. 12. 12 Destcon 3: Terdapat persoalan besar di area tertentu di satu destinasi, yang melibatkan sebagian besar wilayah suatu negara dan menjadi ancaman bagi wisatawan. Hal ini bisa berdampak pada pariwisata di negara tetangga. Destcon 3 bisa muncul bila isu krisis yang terjadi di wilayah sekitarnya memberi dampak berupa persepsi negatif pada sebuah destinasi. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  13. 13. 13 Destcon 4: Bahaya (hazard) di destinasi tertentu, misalnya satu wilayah dengan tingkat kriminal tinggi atau wilayah dengan kekacauan dan ketidakstabilan politik, atau dengan masalah kesehatan. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  14. 14. 14 Destcon 5: Kondisi pemasaran destinasi normal. Meskipun demikian, pemangku kepentingan harus tetap mengantisipasi ancaman isu – isu yang dapat mengancam pemasaran destinasi. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  15. 15. 15 Pengelolaan krisis pariwisata merujuk ASEAN Tourism Crisis Communication Manual yakni dengan menggunakan konsep 4R ( Reduction, Readiness, Response dan Recovery). Reduction dalam hal ini melakukan pencegahan sebelum terjadinya kejadian krisis, readiness terkait dengan kesiapan menghadapi krisis, response adalah tindakan dalam mengelola krisis sedangkan recovery adalah pemulihan saat dan pasca krisis. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT
  16. 16. 16 Terkadang ada negara yang mengeluarkan Travel Advisory yang memberikan rekomendasi untuk tidak melakukan perjalanan ke Indonesia atau wilayah tertentu di Indonesia. Alasannya beragam namun dampaknya dapat merata dan berpotensi mengancam industri pariwisata di seluruh destinasi yang menjadi tujuan wisatawan yang datang ke Indonesia. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com LESTARI MOERDIJAT

×