Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kepemimpinan Penyandang Disabilitas Dalam Penanggulangan Bencana

10 views

Published on

Semua orang, termasuk penyandang disabilitas, dalam penanggulangan bencana. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyerukan kepada pemerintah di seluruh dunia untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam merespons apa yang terjadi sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.

Published in: Government & Nonprofit
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kepemimpinan Penyandang Disabilitas Dalam Penanggulangan Bencana

  1. 1. Semua orang, termasuk penyandang disabilitas, dalam penanggulangan bencana. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyerukan kepada pemerintah di seluruh dunia untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam merespons apa yang terjadi sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Kepemimpinan Penyandang Disabilitas Dalam Penanggulangan Bencana
  2. 2. 2 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Bencana merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya jumlah penyandang disabilitas di dunia. Penelitian menunjukkan penyandang disabilitas lebih rentan meninggal dua hingga empat kali dibandingkan populasi umum ketika bencana terjadi. Di Indonesia, sebuah negara yang rentan bencana seperti gempa bumi dan gunung meletus karena terletak di wilayah cincin api, populasi penyandang disabilitas mencapai 8,56% dari populasi penduduk Indonesia atau sekitar 21 juta jiwa. LESTARI MOERDIJAT
  3. 3. 3 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Akan tetapi, penyandang disabilitas masih sering dilupakan ketika terjadi bencana. Penelitian menunjukkan penyandang disabilitas kesulitan untuk mengakses peringatan dini dan informasi-informasi keselamatan bencana karena mereka dikucilkan secara sosial. LESTARI MOERDIJAT
  4. 4. 4 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) jarang mempertimbangkan penyandang disabilitas dalam respons bencana. Rendahnya kesadaran akan disabilitas pada masyarakat menciptakan stigma bahwa penyandang disabilitas adalah kelompok rentan. Stigma ini membuat mereka sulit mengakses bantuan dan pelayanan ketika terjadi bencana. Keterlibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan respons bencana bisa mengurangi jumlah korban meninggal atau orang yang menjadi penyandang disabilitas karena bencana. LESTARI MOERDIJAT
  5. 5. 5 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Melalui sebuah kerangka kerja internasionalnya, PBB telah menyerukan pemberdayaan penyandang disabilitas agar mereka tidak hanya dapat terlibat secara aktif, tapi juga memimpin. Kepemimpinan penyandang disabilitas juga penting agar respons bencana dapat secara efektif memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas itu sendiri. Seruan dan pembahasan tentang keterlibatan penyandang disabilitas sudah mulai dilakukan, tapi belum banyak yang membahas tentang peran dan kepemimpinan mereka dalam penanggulangan bencana. LESTARI MOERDIJAT
  6. 6. 6 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Kepemimpinan penyandang disabilitas dalam bencana menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Pradytia Putri Pertiwi (mahasiswa PhD dari Univeristas Sidney) sepanjang tahun 2017-2018. Penelitian ini dilakukan pada tiga program kebencanaan dari Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD) di Provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatra Barat dengan pendekatan studi kasus. LESTARI MOERDIJAT
  7. 7. 7 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Penelitian tersebut menemukan setidaknya tiga cara untuk memberdayakan penyandang disabilitas agar dapat memimpin dan mengelola program kegiatan penanggulangan bencana di tingkat lokal. Pertama, pengembangan kapasitas adalah langkah awal untuk meningkatkan kecakapan dan kepercayaan diri OPD untuk terlibat dan memimpin kegiatan kebencanaan. LESTARI MOERDIJAT
  8. 8. 8 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Penelitian yang telah dilakukan sebuah model untuk pengembangan kapasitas OPD. Model ini mengkombinasikan tatap muka di kelas dan praktik lapangan. Contohnya, anggota OPD dilatih bagaimana mengumpulkan data disabilitas, seperti jumlah penyandang disabilitas dan tantangan yang mereka hadapi terkait dengan bencana, dan cara menggunakan data tersebut untuk praktik advokasi kepada pemerintah dan LSM. LESTARI MOERDIJAT
  9. 9. 9 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Model ini sudah diujicobakan pada lebih dari 50 OPD di empat provinsi di Indonesia. Temuannya bahwa model pengembangan kapasitas ini berkontribusi untuk meningkatkan kerja sama antara OPD dan pemerintah serta LSM yang bekerja dalam bidang penanggulangan bencana. Penelitian ini juga mengamati dua lembaga internasional - Arbeiter Samariter Bund (ASB) dan CBM Indonesia - yang telah melakukan upaya pengembangan kapasitas OPD untuk terlibat dalam respons bencana di Sulawesi Tengah tahun 2018. LESTARI MOERDIJAT
  10. 10. 10 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Segera setelah gempa, ASB melatih OPD di Palu, Sulawesi Tengah dan kabupaten terdampak lainnya. ASB juga bermitra untuk mengumpulkan data real time terkait kebutuhan penyandang disabilitas korban bencana melalui penilaian pasca bencana yang inklusif. Dalam program respons bencana ASB, OPD juga berperan dalam distribusi bantuan alat- alat penunjang kebersihan pribadi untuk korban bencana di tempat evakuasi bencana. LESTARI MOERDIJAT
  11. 11. 11 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Sementara itu, CBM Indonesia membentuk kelompok kerja yang terdiri dari anggota OPD setempat untuk menjangkau penyandang disabilitas dan orang tua yang menjadi korban bencana alam. CBM melatih mereka untuk menjadi pelaku dan advokat bencana yang membantu pemerintah untuk merespons situasi dan kebutuhan penyandang disabilitas korban bencana. LESTARI MOERDIJAT
  12. 12. 12 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Cara kedua adalah melalui alokasi pendanaan yang diberikan secara langsung dari lembaga donor dan organisasi internasional untuk dikelola oleh OPD. Alokasi pendanaan ini memberikan peluang untuk OPD dalam merencanakan dan melaksanakan inisiatif program kebencanaan mereka untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas. LESTARI MOERDIJAT
  13. 13. 13 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Hasil penelitian yang telah dilakukan juga menunjukkan bahwa tiga OPD mampu mengelola dana yang mencapai US$20.000 atau sekitar Rp282,4 juta dari lembaga donor internasional. Pemanfaatan dana ini berkontribusi untuk meningkatkan kesiapsiagaan penyandang disabilitas dan masyarakat sekitar di tiga provinsi. LESTARI MOERDIJAT
  14. 14. 14 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Cara selanjutnya untuk memampukan kepemimpinan OPD adalah dengan pemberian pendampingan teknis. Penelitian tentang OPD di negara-negara berkembang menunjukkan keterbatasan kemampuan manajemen organisasi dan keuangan mereka. Lembaga donor dan internasional bisa memberikan pendampingan teknis lanjutan kepada OPD untuk mengembangkan kapasitas dalam manajemen organisasi dan keuangan mereka. LESTARI MOERDIJAT
  15. 15. 15 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Pemerintah Indonesia telah menyerukan pelibatan aktif penyandang disabilitas dalam penanggulangan bencana. Akan tetapi, baru pada 2018 pemerintah menerbitkan peraturan baru yang memungkinkan kepemimpinan penyandang disabilitas dalam respons bencana. Peraturan yang diterbitkan setelah gempa dan tsunami yang mengguncang Sulawesi Tengah ini menginstruksikan organisasi internasional untuk bermitra dengan lembaga lokal dalam pelaksanaan program respons bencana. LESTARI MOERDIJAT
  16. 16. 16 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Peraturan ini dapat memperluas peluang OPD untuk terlibat dan memimpin inisiatif respons bencana. Diharapkan, mereka dapat menjangkau penyandang disabilitas yang terdampak bencana. Praktik baru ini menggantikan pendekatan lama yang mengatur organisasi internasional agar memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat. Pendekatan lama ini rentan melupakan penyandang disabilitas. LESTARI MOERDIJAT
  17. 17. 17 Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com Dengan adanya peraturan baru ini, pemerintah, lembaga donor, dan organisasi internasional yang menginginkan untuk bermitra dengan OPD dapat mempertimbangkan tiga cara di atas untuk memastikan bahwa respons bencana melibatkan semua pihak yang terdampak bencana. LESTARI MOERDIJAT

×