Successfully reported this slideshow.
PAPARAN POKOK-POKOK PIKIRAN
BAGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TRANSPORTASI
DAN KESEHATAN HAJI INDONESIA
Oleh Zolaiha SKM...
•
Pokok Bahasan
1.
2.
3.

4.
5.

Latar Belakang
Tujuan Pemaparan
Arah Kebijakan dan Strategi penyelengaraan
ibadah haji, khu...
Latar Belakang
1. Arti penting Pokok Pikiran
• Sesuai dengan amanat Undang-Undang penyelenggaraan ibadah haji yang tercant...
Tujuan Pemaparan
•

Memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas
pelayanan transportasi dan kesehatan haji bagi jemaah
...
Arah Kebijakan dan Strategi penyelengaraan ibadah haji,
khususnya aspek pelayanan transportasi dan kesehatan haji
1. Hak d...
Lanjutan Arah Kebijakan dan Strategi ....
3. Pelayanan Transportasi.
bab 10 pasal 33: Pelayanan transportasi jemaah haji k...
Tabel 1. Perumusan masalah dan pemecahan masalah PTKH
Identifikasi Kegiatan
(Apa?)

Lokasi
(Dimana?)

Permasalahan
(Siapa?...
Identifikasi Kegiatan
(Apa?)

Lokasi
(Dimana?)

Pengaruh
ketinggian
(hipoksia,
Disbarisma,
motion sicknes,
nyeri sinus –
t...
Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan
Pelayanan Transportasi dan Kesehatan haji
1. Faktor Pendukung Pelayanan...
Lanjutan Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat....
2. Faktor Penghambat
a) Belum adanya protap Kesehatan dan Keselamatan ...
Langkah – Langkah Alternatif menuju Peningkatan Kualitas
Pelayanan Transportasi dan Kesehatan Haji
1. Aspek Pemberian Keny...
Terima Kasih
Wassalam
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pokok pikiran Pelayanan Transportasi dan Kesehatan Haji (PTKH)

2,025 views

Published on

Pokok-pokok pikiran peningkatan kualitas pelayanan transportasi dan kesehatan haji

Published in: Social Media, Travel, Business
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pokok pikiran Pelayanan Transportasi dan Kesehatan Haji (PTKH)

  1. 1. PAPARAN POKOK-POKOK PIKIRAN BAGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TRANSPORTASI DAN KESEHATAN HAJI INDONESIA Oleh Zolaiha SKM, MPHM Pusat Kesehatan Haji Jakarta, 4 February 2014
  2. 2.
  3. 3. Pokok Bahasan 1. 2. 3. 4. 5. Latar Belakang Tujuan Pemaparan Arah Kebijakan dan Strategi penyelengaraan ibadah haji, khususnya aspek pelayanan transportasi dan kesehatan haji Faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Langkah alternatif menuju peningkatan kualitas pelayanan transportasi dan kesehatan haji
  4. 4. Latar Belakang 1. Arti penting Pokok Pikiran • Sesuai dengan amanat Undang-Undang penyelenggaraan ibadah haji yang tercantum dalam asas dan tujuan haji, pada Bab II pasal 2, disebutkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji dilaksanakan berdasarkan asas keadilan, profesionalitas, dan akuntabilitas . • Bab II pada pasal 3, Penyelenggaraan ibadah haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi jemaah haji sehingga jemaah haji dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam. • Bab III, Pasal 6, Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan ibadah haji, akomodasi, transportasi, pelayanan kesehatan, keamanan dan hal-hal lain yang diperlukan oleh jemaah haji. • Jaminan Pemerintah dalam pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan efektif sesuai dengan rencana yang dipersiapkan, apabila dilakukan sesuai dengan prosedur yang tepat. 2. Dasar Hukum - Undang – Undang Nomor 13 tahun 2008, tentang penyelenggaraan ibadah haji. - Kepmenkes n0 442/MENKES/SK/VI/2009
  5. 5. Tujuan Pemaparan • Memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pelayanan transportasi dan kesehatan haji bagi jemaah haji Indonesia, baik di tanah air maupun di arab saudi. Manfaat • Membantu pengelola program penyelenggara ibadah haji dalam penyiapan protap atau standard operating procedures memahami standar pelayanan transportasi dan kesehatan haji baik di tanah air maupun di arab saudi • Meningkatkan kualitas program PTKH • Membantu kelancaran program penyelenggaraan ibadah haji Sasaran • Pengelola program penyelenggaraan ibadah haji • Penyelenggara ibadah haji dan Kelompok bimbingan ibadah haji,
  6. 6. Arah Kebijakan dan Strategi penyelengaraan ibadah haji, khususnya aspek pelayanan transportasi dan kesehatan haji 1. Hak dan kewajiban Warga Negara. (UU No 13 th 2008, tentang penyelenggaraan ibadah haji) pasal 4: Setiap warga negara yang beragama Islam berhak melaksanakan ibadah haji dengan syarat; pasal 7: Jemaah haji berhak memperoleh pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dalam menjalankan ibadah haji, meliputi: a. Pembinaan manasik haji dan / atau materi lainnya, baik di tanah air, di perjalanan, maupun di Arab Saudi; b. Pelayanan akomodasi, konsumsi, transportasi dan pelayanan kesehatan yang memadai, baik di tanah air, selama di perjalanan, maupun di Arab Saudi; c. Perlindungan sebagai Warga Negara Indonesia; d. Penggunaan Paspor Haji dan dokumen lain yang diperlukan untuk pelaksanaan ibadah haji; e. Pemberian kenyamanan, transportasi dan pemondokan selama di tanah air, di Arab Saudi, dan kepulangan ke tanah air. 2. Kewajiban Pemerintah (UU No 13 th 2008, bab 3 pasal 6) pasal 6: Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan ibadah haji, akomodasi, transportasi, pelayanan kesehatan, keamanan dan hal-hal lain yang diperlukan oleh jemaah haji.
  7. 7. Lanjutan Arah Kebijakan dan Strategi .... 3. Pelayanan Transportasi. bab 10 pasal 33: Pelayanan transportasi jemaah haji ke Arab Saudi dan pemulanganya ke Indonesia menjadi tanggung jawab Menteri Agama dan berkoordinasi dengan Menteri yang ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang perhubungan. bab 10 pasal 34: Penunjukkan pelaksanaan transportasi jemaah haji, dilakukan oleh Menteri Agama dengan memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi. 4. Pelayanan Kesehatan bab 8 pasal 31: Pembinaan dan pelayanan kesehatan ibadah haji, baik pada saat persiapan maupun pelaksanaan penyelenggarakan ibadah haji, dilakukan oleh Menteri yang ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang kesehatan. bab 11, Kepmenkes No 442/MENKES/SK/VI/2009, tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Haji : Berdasarkan pelaksana penyelenggaraan kesehatan haji, maka penyelenggaraan kesehatan haji dilaksanakan di tanah air, di embarkasi/debarkasi, dalam perjalanan, kedatangan dari Arab Saudi dan Penyelenggtaraan Kesehatan Haji di Arab Saudi
  8. 8. Tabel 1. Perumusan masalah dan pemecahan masalah PTKH Identifikasi Kegiatan (Apa?) Lokasi (Dimana?) Permasalahan (Siapa?) Tindakan yang diperlukan (Kapan) Alat /dukungan yang dibutuhkan (Bagaimana?) Pelayanan Transportasi - Penyiapan di Tanah Air (pemberangkatan dan kepulangan jamaah haji) Embarkasi / Debarkasi - Penyiapan di Bandara Bandara - Penyiapan di Arab Saudi Embarkasi / Debarkasi Sarana transportasi yang nyaman, dilengkapi dengan aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Jumlah sarana transportasi yang memadai Perlu adanya Standard Operating Procedures (SOP) K3 untuk Transportasi, baik Udara maupun Darat SOP K3 Transportasi Risiko terkena virus corona Tindakan promotif dan preventif Masker Penyakit –penyakit menular ( seperti: miningokokus, ISPA; Flue, Kolera, Hepatitis A, Infeksi kulit, Penyakit melalui darah) Tersedianya data dan informasi epidemiologi SOP Penyiapan Transportasi di Tanah Air SOP Penyiapan Transportasi di Arab Saudi Pelayanan Kesehatan Kegiatan di Tanah Air: - Puskesmas & RS - Melakukan pemeriksaan kesehatan jamaah Dinkes Kab/Kota - Melakukan bimbingan dan penyuluhan kesehatan Dinkes Prov - [1] Melakukan pengamatan penyakit pd jamaah haji Mengendalikan upaya penanggulangan dan kesiapsiagaan kejadian musibah massal KKP Embarkasi/Debarkasi Haji Kejujuran jemaah pada saat pemeriksaan kesehatan Pemanfaatan teknologi komunikasi informasi elektromedia yang terintegrasi dan interaktif Peningkatan mutu data dan informasi epidemiologi http://infopublik.org/read/52899/jamaah-haji-waspadai-new-corona-virus-.html [2] Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama: 4 langkah strategis. (1) dokter kloter akan memberitahu Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) debarkasi kalau ada pasien suspect pneumonia melalui sistemradiopractique. (2) Di setiap bandara debarkasi, sudah dipasang thermal scanner, yang akan mendeteksi suhu tubuh setiap jemaah. Apabila suhunya tercatat di atas 38 derajat Celsius, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Bila diperlukan jemaah haji itu akan dikarantina di rumah sakit rujukan yang sudah disiapkan di setiap debarkasi. (3) di setiap debarkasi, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan sejumlah media berisi penyuluhan kesehatan seperti spanduk dan brosu r. (4) setiap jemaah akan diberi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH). , http://www.tempo.co/read/news/2013/10/25/136524615/4-Langkah-Antisipasi- Penyebaran-Virus-Corona [3] http://www.tanyadok.com/kesehatan/penyakit-menular-yang-perlu-diwaspadai-saat-beribadah-haji
  9. 9. Identifikasi Kegiatan (Apa?) Lokasi (Dimana?) Pengaruh ketinggian (hipoksia, Disbarisma, motion sicknes, nyeri sinus – telinga) Kegiatan di pesawat: Melakukan pelayanan kesehatan Melakukan pemantauan kesehatan jamaah - Permasalahan (Siapa?) Tindakan yang diperlukan (Kapan) Pencegahan perlu reclining sheet (kursi tidur) di pesawat Kecukupan gizi selama di perjalanan Sebelum pemberangkatan jemaah perlu relaxasi, melepaskan beban fisik maupun psikis Pengaruh kelembaban udara (udara kering, lembab, dingin,dehidrasi) Melakukan bimbingan dan penyuluhan kesehatan Alat /dukungan yang dibutuhkan (Bagaimana?) Selama perjalanan perbanyak minum air putih dan sari buah, relaksasi otot-oto tubuh, hindari minuman kopi, alkohol, orange Pembesaran prostat Anemia hipoksia kelelahan Di tempat tujuan, atur jam waktu tidur, waktu makan. Kegiatan di Arab Saudi - - Melakukan visitasi jamaah haji ke pondokan Melakukan pelayanan kesehatan jamaah haji sakit Melakukan konsultasi, rujukan dan evakuasi medik ke sarana pelayanan kesehatan yang lebih tinggi Melakukan bimbingan dan penyuluhan kesehatan Melaksanakan SKD-respon KLB Melakukan pengamatan penyakit Melaksnakan penanggulanangan dan kesiapsiagaan kejadian musibah massal Melakukan penilaian sanitasi lingkungan dan jasaboga Melakukan pengelolaan sediaan farmasi dan alat kesehatan Melakukan pencatatan dan pelaporan Mewaspadai jamaah dengan Risti, Manula Kloter PPIH bidang Kesehatan di Sektor PPIH bidang kesehatan di daerah kerja Makkah, Madinah dan Jeddah Memperhatika n letak pemondokan jamaah indonesia berjauhan, menjadi salah satu kendala bagi petugas PPIH dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. Pembinaan Kloter (TKHI, Pelayanan Kes BPIH/Daker/B PIH Sektor), prioritas jamaah dengan Risti, Manula Kontrak pemondokan “long term system” Kesiapan petugas, sarana pendukung dan kelengkapan pemeriksasan Kesiapan alat transportasi Dukungan regulasi Kemenag agar pemondokan jemaah haji tidak semakin jauh dari tahun ke tahun
  10. 10. Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan Pelayanan Transportasi dan Kesehatan haji 1. Faktor Pendukung Pelayanan • Kebijakan Pemerintah mengenai pembenahan transportasi dalam pelayanan jemaah haji selalu dilakukan pemutakhiran setiap tahun, mulai dari pemutakhiran (upgrade) kendaraan, nahkoba, dan para supir (sindonews.com) • Pengoperasian monorel oleh Pemerintah Arab Saudi dalam rangka memfasilitasi kelancaran jemaah haji dalam melaksanakan ibadah haji (catatan: beroperasi mulai 2010, tetapi sampai 2013 belum ada jamaah dari Indonesia yang memanfaatkan)
  11. 11. Lanjutan Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat.... 2. Faktor Penghambat a) Belum adanya protap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada setiap kendaraan pengangkut jamaah, baik di tanah air maupun di Arab Saudi. b) Belum adanya protap tentang pertolongan kepada Jemaah Cacat / disability, pada saat jemaah yang bersangkutan menaiki atau turun dari bus. c) Tidak semua kendaraan pengangkut jemaah haji dilengkapi dengan toilet, terutama perjalanan antara Jedah Madinah atau Mekah Madinah. d) Belum adanya protap tentang pertolongan pertama pada kecelakaan dalam perjalanan dengan kendaraan Bus. e) Belum adanya protap tentang persyaratan hygiene sanitasi. (spt: tempat pembuangan sampah) f) Belum adanya protap tentang persyaratan dan jam kerja bagi pengemudi dan kondektur selama proses ibadah haji, baik di tanah air maupun di Arab Saudi. g) Masih banyak kendaraan bus yang meletakkan bagasi kopor jemaah diatas bus, yang bisa menimbulkan potential hazard. h) Cabin di Bus terlalu kecil, sehingga jemaah sulit meletakkan tas tenteng, sehingga diletakkan di bawah kaki, menimbulkan ketidak nyamanan dan tidak ergonomis bagi jemaah, yang berdampak jemaah cepat kelelahan dan nyeri otot. i) Belum adanya protab tentang transportasi safari wukuf, yang digunakan untuk membawa jemaah haji sakit menuju Arofah.
  12. 12. Langkah – Langkah Alternatif menuju Peningkatan Kualitas Pelayanan Transportasi dan Kesehatan Haji 1. Aspek Pemberian Kenyamanan Transportasi Persyaratan minimal 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. Perlu dilibatkannya tenaga kesehatan dalam mempersiapkan alat transportasi yang digunakan dalam penyelenggaraan ibadah haji , baik di tanah air, selama di perjalanan, maupun di Arab Saudi, menyangkut Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ; Perlu dilibatkan tenaga kesehatan dalam mempersiapkan hygiene sanitasi di dalam kendaraan pengangkut jemaah haji, baik di darat maupun di udara; Perlu dilibatkan tenaga kesehatan dalam mempersiapkan fasilitasi jemaah yang Disability, jemaah yang sakit Perlu ambulance pengiring perjalanan jemaah haji pada kondisi perjalanan jarak jauh dan massal Perlu dirumuskan Protap /Standar Operating Procedures (SOP) untuk masing-masing butir diatas, yang sederhana dan mudah di implementasikan 2. Aspek Pemberian Pelayanan Kesehatan yang memadai Persyaratan minimal 2.1. 2.2 Adanya media menyampaian pesan promosi kesehatan didalam bus yang mudah dibaca dan dipahami oleh jemaah selama dalam perjalanan, baik di tanah air, maupun di Arab Saudi. Adanya monitoring & evaluation sheet, yang dapat dimanfaatkan misalnya: guna mengetahui tingkat kecukupan asupan gizi jamaah, di darat maupun di udara,
  13. 13. Terima Kasih Wassalam

×