Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Tabloid Diplomasi Juni 2017 Versif PDF

451 views

Published on

Tabloid Diplomasi Juni 2017 Versif PDF

Published in: Government & Nonprofit
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Tabloid Diplomasi Juni 2017 Versif PDF

  1. 1. tidak untuk diperjualbelikan Diplomasitabloiddiplomasi.org tabloiddiplomasi@Kemlu.go.id @diplik_Kemluwww. Kemlu.go.id No. 106 tahun x tabloid Tgl. 15 juni - 14 juli 2017 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Direktorat Diplomasi Publik Jalan Taman Pejambon No. 6 Jakarta 10110 Telepon : 021-3813480 Faksimili : 021-3858035 Media Komunikasi dan Interaksi Bahasa Indonesia Berkembang Di Berbagai Belahan Dunia
  2. 2. Surat Pembacacatatan redaksi Pada 15 Agustus 2016 The Sydney Morning Herald memuat berita “Research Finds Many Australians Negative and Ill-informed About Indonesia”. Inti berita tersebut menegaskan pentingnya melakukan upaya-upaya signifikan untuk mengatasi dangkalnya pemahaman dan minimnya pengetahuan masyarakat Australia terhadap Indonesia.  Australia  Indonesia Center (AIC)  mempunyai catatan lebih menarik. Dia menjelaskan, di tengah pejabat Pemerintah Indonesia-Australia sering mengelu-elukan kedekatan hubungan dua negara, kenyataan di kalangan masyarakat dua negara ternyata sangat berbeda.       Pengajaran bahasa Indonesia di berbagai perguruan tinggi di Australia, sebagai salah satu indikator bahwa Indonesia diminati dan penting bagi masyarakat Australia, memang tercatat menurun. Padahal, selama ini Australia adalah negara di mana bahasa Indonesia paling banyak diajarkan dibanding negara-negara lain.  Pakar Australia bahkan memperkirakan pengajaran bahasa Indonesia di Australia bisa tutup dalam masa 10 tahun ke depan apabila kecenderungan ini terus dibiarkan. Namun, Duta Besar RI Nadjib Riphat Kesoema membantah itu karena peminat mempelajari bahasa Indonesia di Australia masih tetap banyak. Apalagi, bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat di Australia.        Kami melihat bahwa berkembangnya pengajaran bahasa Indonesia di Australia mengindikasikan bahwa masyarakat Austrlia memiliki ketertarikan dan respek dengan Indonesia. Situasi ini harus dipertahankan sehingga hubungan G to G dan people to people dapat meningkatkan hubungan ekonomi, pariwisata dan kenudayaan. Rendy Ahmad Jayadi Universitas Sumatera Utara Menurut Anggota Parlemen asal Australia Barat, Alannah MacTiernan, mengatakan bahwa Bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa asing yang dipelajari secara luas oleh siswa SD, tapi sayangnya, kami tak mengurusnya dengan cukup baik dan banyak orang tak menganggapnya serius. Menurut Allanah semestinya Australia bisa memberi pelatihan lebih banyak bagi guru-guru bahasa Indonesia, mengirim mereka ke Indonesia, dan mereka bisa kembali mengajar dengan ilmu yang lebih mendalam. Melihat geliat dan antusias masyarakat Australia untuk belajar bahasa Indonesia momentum ini ini seharusnya bisa ditangkap oleh Pemerintah Indonesia secara positif. Misalnya, dengan mendukung bertumbuhnya usaha/bisnis baru yang berkaitan dengan pengajaran bahasa. Dan dari data kunjungan wisata, tak ada tempat yang paling sering dikunjungi warga Australia selain Indonesia, melihat fakta ini perlu ada upaya kreatif dari berbagai pihak ditanah air untuk menggabungkan pengajaran bahasa dengan budaya modern yang dibalut dalam program wisata. Venita Sari, President University, Bekasi Para pembaca Tabloid Diplomasi yang terhormat, sebagai negara besar, bangsa Indonesia bangga dengan bahasanya. Oleh karena itu seluruh komponen bangsa berupaya mempromosikan bahasa Indonesia secara global. Hal ini sejalan dengan arah diplomasi publik yang secara intens mempromosikan bahasa Indonesia kepada kalangan anak- anak muda dari berbagai negara. Sejalan dengan hal tersebut, maka pada edisi kali ini tim redaksi mengangkat tema tentang perkembangan pembelajaran bahasa Indonesia di luar negeri. Setidaknya ada 52 negara yang telah membuka kelas belajar bahasa Indonesia baik formal maupun informal. Perkembangan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat dunia untuk belajar bahasa Indonesia terus meningkat. Pengajaran bahasa Indonesia tersebut dilakukan di berbagai lembaga. Lembaga-lembaga tersebut umumnya berupa tempat kursus, universitas, sekolah, dan sekolah Indonesia di luar negeri. Bahkan, perkembangan ini semakin meningkat setelah terbentuk Badan Asosiasi Kelompok Bahasa Indonesia Penutur Asing di Bandug tahun 1999. Bahasa merupakan salah satu hal yang tidak akan pernah terlepaskan dalam hubungan antarbangsa. Sebagai salah satu bangsa yang ikut berperan dalam komunikasi antarbangsa, Indonesia juga memiliki bahasa tersendiri yang sudah dikenal bangsa lain. Bahasa Indonesia menjadi identitas bangsa Indonesia yang mampu bertahan hingga saat ini. Bahasa Indonesia menjadi bahasa populer ke-4 di Australia. Di sana ada sekitar 500 sekolah yang mengajarkan bahasa Indonesia, bahkan menjadikannya sebagai salah satu bahasa yang wajib dipelajari di tingkat sekolah dasar. Oleh karena itu, kita tidak perlu heran jika mendapati seorang anak SD di Australia yang dapat berbicara bahasa Indonesia dengan fasih. Selain itu, ada beberapa universitas di sana yang membuka jurusan bahasa atau sastra Indonesia. Selain di Australia, bahasa Indonesia juga menjadi bahasa yang memiliki posisi penting di Vietnam, khususnya di Kota Ho Chi Minh, ibukota Vietnam. Pemerintah Kota Ho Chi Minh secara resmi mengumumkan bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua di Kota Ho Chi Minh pada bulan Desember 2007. Bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris, Perancis, dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diutamakan di Kota Ho Chi Minh. Topik berikutnya mengupas sidang The High-level United Nations Conference to Support the Implementation of Sustainable Development Goal 14 (Ocean Conference) yang berlangsung pada tanggal 5-9 Juni 2017. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Selain memberikan national statement dalam plenary meeting, Delri terlibat dalam sejumlah kegiatan lainnya seperti pada mata kegiatan partnership dialogue, side events, pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB, Presiden SMU PBB ke-71 dan dengan sejumlah negara mitra Indonesia.  Topik selanjutnya mengupas kehadiran Menlu Retno L.P. Marsudi pada Oslo Forum. Menlu RI menegaskan bahwa perdamaian adalah sesuatu yang mungkin dicapai. Pernyataan ini disampaikannya ketika berbicara pada Oslo Forum 2017 bertema ‘Peacemaking in a new era of geo- politics’, di Oslo (13/6). Tema Lainnya seperti keberhasilan PT INKA dalam memenangkan tender kereta api di Bangladesh untuk kedua kalinya, lalu keberhasilan Empat inisiatif Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Indonesia untuk meraih penghargaan World Summit on the Information Society (WSIS) Prize 2017 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) – International Telecommunication Union (ITU). Serta topik-topik lainnya. Salam Diplomasi. Selamat membaca.
  3. 3. daftar isi PENANGGUNG JAWAB Duta Besar Niniek K. Naryatie (Plt. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik) Al Busyra Basnur (Direktur Diplomasi Publik) Azis Nurwahyudi (Sekretaris Direktorat Jenderal IDP) REDAKTUR Arif Suyoko PENYUNTING/EDITOR Agus Heryana Bambang Prihartadi Tangkuman Alexander Agus Badrul Jamal Etty Rachmawati Pinkan O Tulung Cherly Natalia Palijama Purnowidodo Meylia Wulandari Khariri Cahyono DESAIN GRAFIS DAN FOTOGRAFI Alfons M. Sroyer Arya Daru Pangayunan Ibnu Sulhan Tsabit Latief SEKRETARIAT Mahendra Hesty M. Lonmasa Darmia Dimu Orchida Sekarratri Agus Usmawan Kistono Dewa Putu Sastrawan Iskandar Syahputra Sumber Cover : adeisyanah.files. wordpress.co. dan amy-brueck Alamat Redaksi Direktorat Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI, Lt. 12 Jl. Taman Pejambon No.6, Jakarta Pusat Telp. 021- 68663162,3863708, Fax : 021- 29095331, 385 8035 Tabloid Diplomasi edisi bahasa Indonesia dan Inggris dapat didownload di : http://www.tabloiddiplomasi.org Email : tabloiddiplomasi@Kemenlu.go.id Diterbitkan oleh Direktorat Diplomasi Publik, Direktorat Jenderal IDP Kementerian Luar Negeri R.I. Wartawan Tabloid Diplomasi tidak diperkenankan menerima dana atau meminta imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber. Wartawan Tabloid Diplomasi dilengkapi kartu pengenal atau surat keterangan tugas. Apabila ada pihak mencurigakan sehubungan dengan aktivitas kewartawanan Tabloid Diplomasi, segera hubungi redaksi. Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau menyampaikan tanggapan, informasi, kritik dan saran, silahkan kirim email: tabloiddiplomasi@Kemenlu.go.id Fokus Utama 4 Bahasa Indonesia Berkembang di Berbagai Belahan Dunia 6 Sembilan Universitas Luar Negeri Dengan Mata Kuliah Bahasa Indonesia Fokus 8 Bahasa Indonesia Menggeliat di Thailand 9 Kisah Warga Negara Asing yang Tertarik Mempelajari Bahasa Indonesia 10 Sari Suharyo dan Asam Garam Bahasa Indonesia di Thailand Memadukan Edukasi, Pariwisata dan Pertukaran Budaya 11 Infografis 52 Negara Mengajarkan Bahasa Indonesia 12 Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Sebagai Medium Utama Perkenalkan Indonesia ke Dunia Luar 13 Soft Diplomacy Darmasiswa Menyiapkan Duta Indonesia Diberbagai Negara 14 Pencinta Indonesia di Luar Negeri Sorot 15 RI, G33 Serukan Pentingnya Kedaulatan dan Keamanan Pangan di WTO 16 Indonesia Terpilih Sebagai Wakil Presiden The High-level United Nations Conference to Support the Implementation of Sustainable Development Goal 14 (Ocean Conference) 16 Menlu Retno di Oslo Forum: Perdamaian Itu Mungkin Dicapai 18 PT INKA Kembali Menang Tender Gerbong Kereta di Bangladesh 18 Kamar Dagang RI-Kenya Sepakati MoU Penguatan Kerja Sama Ekonomi 19 Festival Budaya Indonesia Pertama Digelar di Svetlogorsk, Rusia 20 Indonesia Raih WSIS Prize 2017 dari PBB di Jenewa Lensa 21 ASEAN Harus Bertransformasi untuk Jawab Tantangan-Tantangan Baru 22 Bendera ASEAN Berkibar di Sikka, NTT 23 Perubahan Batas Flight Information Region (FIR) : Apa yang Harus Disiapkan oleh Indonesia 24 Forum Bisnis RI-Kenya: Transformasi Hubungan Baik Politik ke Kerja Sama Ekonomi KISAH WARGA ASING YANG TERTARIK MEMPELAJARI BAHASA INDONESIA 9 Fokus
  4. 4. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 Bahasa Indonesia BERKEMBANG DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA B ahasa merupakan salah satu hal yang tidak akan pernah terlepaskan dalam hubungan antarbangsa. Sebagai salah satu bangsa yang ikut berperan dalam komunikasi antarbangsa, Indonesia juga memiliki bahasa tersendiri yang sudah dikenal bangsa lain. Bahasa Indonesia menjadi identitas bangsa Indonesia yang mampu bertahan hingga saat ini. Trend warga negara asing diluar negeri untuk mempelajari bahasa Indonesia menjadi kabar yang menggembirakan. Kini pengajaran bahasa Indonesia di luar negeri justru menjadi hal yang menarik dan disambut dengan baik. Setidaknya ada 52 negara asing yang telah membuka program bahasa Indonesia (Indonesian Language Studies). Pengajaran bahasa Indonesia tersebut dilakukan di berbagai lembaga. Lembaga-lembaga tersebut umumnya berupa tempat kursus, universitas, sekolah, dan sekolah Indonesia di luar negeri. Bahkan, perkembangan ini semakin meningkat setelah terbentuk Badan Asosiasi Kelompok Bahasa Indonesia Penutur Asing di Bandug tahun 1999. Bahasa Indonesia menjadi bahasa populer ke-4 di Australia. Di sana ada sekitar 500 sekolah yang mengajarkan bahasa Indonesia, bahkan menjadikannya sebagai salah satu bahasa yang wajib dipelajari di tingkat sekolah dasar. Oleh karena itu, kita tidak perlu heran jika mendapati seorang anak SD di Australia yang dapat berbicara bahasa Indonesia dengan fasih. Selain itu, ada beberapa universitas di sana yang membuka jurusan bahasa atau sastra Indonesia. Selain di Australia, bahasa Indonesia juga menjadi bahasa yang memiliki posisi penting di Vietnam, khususnya di Kota Ho Chi Minh, ibukota Vietnam. Menurut seorang diplomat Indonesia, Pemerintah Kota Ho Chi Minh secara resmi mengumumkan bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua di Kota Ho Chi Minh pada bulan Desember 2007. Selain itu, menurut Konsul Jenderal Republik Indonesia periode 2007-2008, Irdamis Ahmad, bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris, Perancis, dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diutamakan di Kota Ho Chi Minh. Bahasa Indonesia juga menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan di universitas- universitas di Vietnam seperti Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC, dan Universitas Sosial dan Humaniora. Jumlah peminat studi bahasa Indonesia di universitas-universitas tersebut cenderung meningkat. Di Korea Selatan, negara yang kini menjadi pusat perhatian para remaja di Indonesia dan seluruh dunia karena budaya K-Pop dan serial dramanya, minat warganya terhadap bahasa Indonesia juga menjadi bukti bahwa bahasa ini telah diterima di sana. Setiap tahun, pihak KBRI Seoul, Korea Selatan menyelenggarakan lomba pidato menggunakan bahasa Indonesia khusus bagi masyarakat Korea Selatan. Antusiasme mereka untuk mengikuti lomba tersebut cukup tinggi. Studi bahasa Indonesia juga diselenggarakan di negara tetangga Korea Selatan, yaitu Jepang. Di sana ada lebih dari 20 perguruan tinggi yang mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pilihan. Di samping itu, ada pula universitas yang membuka jurusan bahasa Indonesia seperti Universitas Kajian Asing Tokyo, Universitas Tenri, Universitas Kajian Asing Osaka, Universitas Sango Kyoto, dan Universitas Setsunan. Bahasa Indonesia tidak hanya dikenal di negara-negara Asia dan Australia saja, di Afrika pun bahasa Indonesia cukup dikenal. Hubungan Indonesia dengan negara- negara Afrika memang telah terjalin sejak lama, yaitu sejak terselenggaranya Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Seperti yang kita tahu, peristiwa tersebut telah mendorong negara-negara yang masih dijajah pada saat itu, khususnya di Afrika, untuk berusaha mencapai kemerdekaannya. Jadi, tidak heran jika hubungan antara Indonesia dengan negara- negara tersebut berjalan Seiring dengan kemajuan dan beragam kekayaan budaya bangsa Indonesia, kini Bahasa Indonesia mulai berkembang dan dipelajari oleh bangsa- bangsa lain. Minat masyarkat luar negeri untuk mempelajari bahasa Indonesia meningkat pesat pada dua dekade terakhir. FOKUS UTAMA 4 No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017Dok.expatriatindonesia.id
  5. 5. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 FOKUS UTAMA 5 dengan baik dalam segala bidang termasuk budaya dan bahasa. Di Mesir misalnya, banyak penduduk setempat yang mengenal bahasa Indonesia dan mampu mengucapkannya hanya karena mereka terbiasa bergaul dengan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Al- Azhar. Minat masyarakat Mesir untuk belajar bahasa Indonesia juga cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta kursus bahasa Indonesia yang diselenggarakan pihak KBRI Kairo. Peserta kursus ini terdiri dari berbagai kalangan, seperti praktisi wisata, pelaku ekonomi dan yang paling banyak adalah kalangan mahasiswa. Di Maroko, pengajaran bahasa Indonesia telah diresmikan, yaitu di Universitas Mohammed V. Di universitas tersebut, bahasa Indonesia menjadi salah satu mata kuliah pilihan dengan 4 SKS di samping bahasa lainnya seperti bahasa China, Jepang, Korea, Urdu, dan Turki. Dosen yang mengajar mata kuliah bahasa Indonesia di sana adalah dosen dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pengajaran bahasa Indonesia di Universitas Mohammed V Maroko merupakan salah satu upaya peningkatan hubungan bilateral kedua negara tersebut, khususnya di bidang pendidikan. Di antara kelompok yang secara tidak langsung turut membantu penyebaran bahasa Indonesia adalah para pelajar atau mahasiswa yang belajar di luar negeri. Selain itu, para pekerja dan seniman Indonesia yang berkiprah di sana juga memiliki peranan yang sama dalam hal tersebut. Para musisi asal Indonesia yang mengadakan konser di luar negeri dengan membawakan lagu-lagu mereka dalam bahasa Indonesia mampu membangkitkan rasa ingin tahu bagi masyarakat lokal untuk mengetahui artinya sehingga mereka tertarik untuk mempelajari bahasa Indonesia. Contohnya, Anggun Cipta Sasmi, salah satu penyanyi Indonesia yang telah mendunia. Meski telah menjadi warga negara Perancis, tidak jarang ia membawakan lagu- lagu ciptaannya yang berbahasa Indonesia dalam setiap penampilannya di negara- negara Eropa dan Amerika. Perkembangan bahasa Indonesia di beberapa negara di dunia merupakan peluang yang besar bagi bahasa ini untuk menjadi bahasa internasional. Usaha untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional harus diawali dari bangsa Indonesia sendiri dengan mencintai bahasanya. Namun kenyataannya, saat ini masyarakat Indonesia lebih terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang kurang baik, seperti bahasa prokem, bahasa plesetan, dan bahasa jenis lain yang tidak mendukung perkembangan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Di samping itu, mereka juga biasanya lebih bangga menggunakan bahasa asing seperti Bahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, sebagai bangsa Indonesia, kita harus menjaga identitas bangsa kita, yaitu bahasa Indonesia. Salah satu langkah untuk melestarikan bahasa Indonesia adalah mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kita tidak perlu malu untuk menggunakan bahasa Indonesia, karena saat ini bahasa Indonesia telah mendapat perhatian khusus di tengah bangsa lain. Hal ini membuktikan bahwa bahasa Indonesia tetap mampu untuk menunjukkan eksistensinya di era globalisasi ini.[] (Sumber: www.academia. edu/H.Annisaprakarsa) No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 Dok.jawapos
  6. 6. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 FOKUS UTAMA 6 9 Universitas Luar Negeri Dengan Mata Kuliah Bahasa Indonesia H al tersebut bisa dipandang sebagai apresiasi karena mereka mengadakan pembelajaran bahasa Indonesia tanpa rekomendasi dari pihak manapun.  Mereka mendirikan progam studi yang mempelajari bahasa Indonesia dengan biaya sendiri. Menurut sebagian warga asing di negara tersebut ada sesuatu yang berbeda dengan Indonesia yang ingin mereka ketahui lebih dalam lagi. Mereka juga tertarik dengan kondisi sosial, alam, dan kebudayaannya yang menurut mereka menarik untuk dipelajari.  Hal itulah yang mendorong mereka untuk belajar bahasa Indonesia. Dengan menguasai bahasa Indonesia mereka bisa memahami kondisi sosial, ekonomi sampai sistem politik yang ada.  Ada dunia yang berbeda di Indonesia menurut mereka. Jadi ketika Melayu gencar mempromosikan bahasanya, kita tidak perlu khawatir karena banyak yang tertarik dengan bahasa Indonesia. Gayung bersambut, tingginya minat warga Asing mempelajari bahasa Indonesia ini didukung dengan upaya pemerintah meningkatkan fasilitas pendidikan bahasa Indonesia di dalam negeri dan juga menyediakan sumber pembelajaran bahasa Indonesia untuk orang-orang di luar negeri. Kondisi tersebut menambah optimisme bahasa Indonesia akan mendunia.  Semakin besarnya daya tarik warga dunia terhadap bahasa Indonesia bukan dimaksudkan untuk menginternasionalkan bahasa Indonesia tapi lebih menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan dunia. Berikut 9 universitas luar negeri dengan mata kuliah bahasa Indonesia : Tokyo University of Foreign Studies, Jepang  Sumber : lonelyplanet.com Tokyo University of  Foreign Studies (TUFS) selama ini terkenal sebagai pusat kajian internasional, penelitian dan pertukaran dosen sedunia. Nggak cuma itu, kampus yang berada di Asahicho, Fuchu, Tokyo ini juga dikenal sebagai salah satu dari lima universitas terkemuka di dunia dalam bidang bahasa asing. Di universitas ini terdapat 26 bahasa asing yang diajarkan, salah satunya adalah bahasa Indonesia. Nggak mengherankan, dari 26 jurusan yang mengkaji bahasa asing dari berbagai negara, bahasa Indonesia menjadi salah satu yang dipelajari di kampus ini. Bahasa Indonesia sendiri termasuk dalam program studi Asia Tenggara, bersama dengan tujuh negara lainnya. Asal kamu tahu, nggak banyak mahasiswa yang bisa diterima belajar Bahasa Indonesia di kampus. Dalam setahun TUFS hanya akan menerima 18 mahasiswa yang akan diajari mulai dari dasar, membaca serta menulis bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Di samping itu, ada pula universitas lain di Jepang  yang membuka jurusan bahasa Indonesia seperti Universitas Kajian Asing Tokyo, Universitas Tenri, Universitas Kajian Asing Osaka, Universitas Sango Kyoto, dan Universitas Setsunan. University of Shouthern Queensland, Australia sumber : wikipedia.org Di kampus ini bahasa Indonesia dipelajari secara menyeluruh dalam program Bachelor of Arts (Indonesian Language). Nah, bagi mahasiswa yang kebetulan mengambil jurusan ini, maka mereka akan belajar mengenai banyak hal mengenai bahasa Indonesia, mulai dari kosa kata, struktur bahasa, menulis, membaca sampai berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Kegiatan belajar juga nggak melulu dilakukan dengan membaca buku saja, mahasiswa juga bisa belajar bahasa Indonesia melalui majalah serta literatur populer lainnya. Siapapun bisa masuk jurusan ini, meskipun nggak lancar berbahasa Indonesia. Karena mereka semua akan mempelajari dari dasar untuk memahami bahasa Indonesia dengan baik dan benar. bahasa Indonesia menjadi bahasa populer ke-4 di Australia. Taras Shevchenko National University of Kyiv, Ukraina Sumber : silveoak.com Bahasa Indonesia merupakan program studi yang masih cukup baru dipelajari di kampus ini, tepatnya dimulai sejak tahun ajaran 2012/2013. Bahasa Indonesia sendiri merupakan program studi yang dibuka oleh Institute Philology dari Taras Shevcenko National University of Kyiv, yang saat pembukaannya, jurusan satu ini sangat didukung secara penuh oleh Kedutaan Indonesia untuk Ukraina lho. Salah satu bentuk dukungan pemerintah Indonesia adalah dengan membuka pusat kajian bahasa Indonesia, mahasiswa juga berkesempatan untuk mengikuti Darmasiswa, program beasiswa yang digelar Bahasa Indonesia mendapatkan apresiasi di lebih dari 45 negara. Sejumlah perguruan tinggi di beberapa negara membuka pembelajaran bahasa Indonesia.  1 2 3 Dok. Dok. Dok.
  7. 7. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 Indonesia itu penting banget. Kepulauan Hawaii, Amerika Sumber: www.expedia.mx Universitas yang ada di kepulauan ini juga mengajarkan bahasa Indonesia dalam kurikulumnya. Bahkan pengajarnya rutin bolak balik Hawaii-Indonesia untuk menambah pelajaran. Orang Hawaii sangat antusias dengan bahasa Indonesia. Suriname Sumber: world-traveled.com Negara yang terletak di Amerika Selatan ini juga memakai bahasa Indonesia, sebab 14% dari populasinya asli Jawa. Bahasa Indonesia di Negara ini justru dilestarikan dengan baik. Itulah beberapa Negara yang memiliki pelajaran bahasa Indonesia, maka dari itu kita sebagai asli Indonesia harus bangga.[] pemerintah Indonesia untuk para mahasiswa asing. Hankuk Univeristy of Foreign Studies, Korea Selatan Sumber: vibiznews.com Ternyata, nggak cuma orang Indonesia saja yang tertarik dengan budaya Korea, penduduk Korea Selatan juga ternyata memiliki ketertarikan yang cukup besar terhadap bahasa Indonesia serta budaya yang berkembang di negara kita tercinta ini. Oleh karena itu, salah satu kampus terbaik di Korea Selatan, Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), yang berdiri sejak tahun 1954 ini membuka jurusan yang khusus mempelajari tentang bahasa Indonesia. Tidak cuma satu tapi dua jurusan sekaligus, Department of Malay-Indonesia di College of Oriental Language serta Department of Malay-Indonesian Interpretation College of Interpretation and Translation. Di Korea Selatan, negara yang kini menjadi pusat perhatian para remaja di Indonesia dan seluruh dunia karena budaya K-Pop dan serial dramanya, minat warganya terhadap bahasa Indonesia juga menjadi bukti bahwa bahasa ini telah diterima di sana. Setiap tahun, pihak KBRI Seoul Korea Selatan menyelenggarakan lomba pidato menggunakan bahasa Indonesia khusus bagi masyarakat Korea Selatan. Antusiasme mereka untuk mengikuti lomba tersebut cukup tinggi. Selain Hankuk University of foreign Studies, mata kuliah bahasa Indonesia juga terdapat di Busan University of Foreign Studies dan Universitas Woosong. Hong Bang University, Vietnam Sumber : thanhniennews.com Menurut seorang diplomat Indonesia, Pemerintah Kota Ho Chi Minh secara resmi mengumumkan bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua di Kota Ho Chi Minh pada bulan Desember 2007. Selain itu, menurut Konsul Jenderal Republik Indonesia periode 2007-2008, Irdamis Ahmad, bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris, Perancis, dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diutamakan di Kota Ho Chi Minh. Oleh karena itu, Bahasa Indonesia juga menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan di universitas-universitas di Vietnam.  Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC, dan Universitas Sosial dan Humaniora adalah universitas yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliahnya. Universitas Mohammed V, Maroko Sumber : fsr.ac.ma Di Maroko, pengajaran bahasa Indonesia telah diresmikan, yaitu di Universitas Mohammed V. Di universitas tersebut, bahasa Indonesia menjadi salah satu mata kuliah pilihan dengan 4 SKS di samping bahasa lainnya seperti bahasa China, Jepang, Korea, Urdu, dan Turki. Dosen yang mengajar mata kuliah bahasa Indonesia di sana adalah dosen dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pengajaran bahasa Indonesia di Universitas Mohammed V Maroko merupakan salah satu upaya peningkatan hubungan bilateral kedua negara tersebut, khususnya di bidang pendidikan. Para pemuda, generasi penerus bangsa Indonesia apapun latar belakang dan pilihan profesimu, berprestasilah. Mari kita semakin meningkatkan kemampuan kita dan berprestasi internasional. Dengan semakin banyaknya torehan-torehan prestasi anak bangsa yang diakui internasional, secara tidak langsung bahasa Indonesia akan semakin banyak dikenal dan dipergunakan masyarakat luar negeri. Dan bukan tidak mungkin, cita-cita Sumpah Pemuda yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tidak hanya mempersatukan Indonesia, tapi bisa mempersatukan dunia. Kanada Sumber: storage.thebarrieexaminer.com Negara ini buka tempat kursus dan tempat buat belajar bahasa Indonesia karena meningkatnya jumlah pekerja dari Indonesia, Negara ini menganggap belajar bahasa FOKUS UTAMA 7 4 5 8 9 6 7 Dok. Dok. Dok.Dok. Dok. Dok.
  8. 8. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 FOKUS 8 Bahasa Indonesia Menggeliat di Thailand M ahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, Brahma Mahendra, yang baru pulang mengikuti kegiatan “Indonesia Youth Culture Exchange” 2016 di Negeri Gajah Putih, Jumat, mengatakan  mata kuliah bahasa Indonesia yang paling favorit di antara bahasa ASEAN lainnya di Thailand.  “Dari diskusi yang kami ikuti, ternyata ketertarikan untuk belajar bahasa Indonesia itu didukung kenyataan bahwa dalam organisasi ASEAN ada tiga negara yang memakai bahasa Indonesia atau Melayu, yakni Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam,” katanya menjelaskan. Menurut dia, banyak mahasiswa Thailand fasih berbahasa Indonesia. “Saat mengunjungi kampus Universitas Thammasat di Thailand, saya terkejut mendapatkan sambutan dengan bahasa Indonesia yang fasih oleh mahasiswa di sana,” kata Brahma. Indonesia Youth Culture Exchange (IYCE) merupakan program yang mengajak seluruh pemuda yang ada di Indonesia untuk berpartisipasi memperkenalkan budaya Indonesia di Thailand, dengan tema “Strengthening the Role of Youth to Preserve the Cultural Heritage of ASEAN”. Brahma mengaku bangga dengan bahasa Indonesia yang mendapatkan apresiasi yang baik di kalangan mahasiswa Thailand, namun di sisi lain menjadi tantangan bagi mahasiswa Indonesia untuk mempelajari bahasa negara anggota ASEAN lainnya, agar mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menyambut antusiasme tinggi untuk belajar Bahasa Indonesia di Thailand, Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) telah mengalokasikan porsi yang banyak untuk pengajar yang dikirim ke Negeri Gajah Putih tahun ini. Dari hasil seleksi pengajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) angkatan kelima, terdapat 12 orang yang siap diberangkatkan ke Bangkok dan kota-kota lain di Thailand. Jumlah tersebut masih sangat mungkin bertambah karena Prof. Emi Emilia menargetkan setidaknya 30 orang pengajar bisa difasilitasi untuk menyebarluaskan BIPA di Thailand. Meskipun belajar bahasa Indonesia sedang berkembang menjadi tren di Thailand, hambatan dalam program BIPA tetap ada. Banyak peserta didik di Thailand yang masih belum lancar membaca huruf latin yang digunakan pada bahasa Indonesia. Hal ini karena bahasa Thailand yang mereka pakai sehari-hari sejak usia dini memang berbasis pada aksara Thai. Selain itu, pengajar BIPA cukup kesulitan memilih bahasa pengantar ketika mengajar bahasa Indonesia di kelas. Sebagian besar pengajar tidak fasih berbahasa Thailand sehingga lebih nyaman mengenalkan bahasa Indonesia dengan medium bahasa Inggris. Di sisi lain, mayoritas peserta didik tidak mengerti bahasa Inggris. Oleh karena itu, PPSDK bekerjasama dengan Kedutaan Besar RI di Bangkok ke depannya akan mengusahakan agar para pengajar BIPA di Thailand juga dibekali kemampuan dasar berbahasa Thailand. Untuk menambah daya tarik belajar bahasa Indonesia, PPSDK akan menambah muatan budaya Indonesia. Pengajaran bahasa Indonesia yang diwarnai dengan pengenalan aneka ragam budaya Indonesia diyakini dapat membuat proses belajar- mengajar menjadi lebih menyenangkan. Peserta didik bisa diajak untuk belajar Bahasa Indonesia melalui media film-film Indonesia, literatur tentang budaya Indonesia, permainan tradisional, workshop memasak kuliner Indonesia, atau latihan bermain angklung. Dengan demikian, mereka pun semakin tertarik untuk bisa lancar berbahasa Indonesia agar nantinya lebih mudah memahami tentang Indonesia dan kekayaan budayanya. Maraknya pembelajaran Bahasa Indonesia di Thailand hubungan bilateral antara Indonesia dan Thailand di berbagai sektor baik di level pemerintah (government-to- government) maupun antar masyarakat(people-to-people).[] (Dirangkum dari berbagai sumber). membawa sejumlah peluang dan tantangan bagi kita di Tanah Air. Peluangnya tentu adalah terkait upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia, khususnya di kawasan ASEAN. Thailand adalah negara yang penting di Asia Tenggara, baik secara politik, sosial budaya maupun ekonomi. Apabila semakin banyak warga Thailand yang bisa berbahasa Indonesia, maka cita-cita sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar Bahasa Indonesia ‘naik’ sebagai Bahasa ASEAN dapat selangkah lebih maju untuk terwujud. Bangsa Indonesia tentu juga akan merasakan kebanggaan tersendiri apabila Bahasa Indonesia diminati oleh warga dari negara-negara lain. Berkembangnya Bahasa Indonesia di Thailand menjadi penetrasi pengaruh Indonesia secara sosial budaya. Pemahaman yang baik pada bahasa Indonesia akan mendukung peningkatan pemahaman orang Thailand pada bangsa dan negara Indonesia. Hal ini bermanfaat untuk memperkokoh Sejumlah kampus di Thailand mewajibkan mahasiswanya mengambil mata kuliah bahasa negara-negara di ASEAN dan dari bahasa  tersebut bahasa Indonesia yang paling favorit.   Salah satu peserta didik BIPA di Chiang Rai memperkenalkan diri dalam Bahasa Indonesia. (sumber foto: Yussak Anugrah) Mengenal kosa kata Bahasa Indonesia melalui permainan scrabble. (sumber foto: Yussak Anugrah) dok.yussak anugrah
  9. 9. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 FOKUS 9 Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional dan bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia. Sejak dideklarasikan pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, Bahasa Indonesia telah menjadi pemersatu bangsa multikultur yang memiliki 707 bahasa daerah ini.  Kisah Warga Negara Asing yang Tertarik Mempelajari Bahasa Indonesia D i tingkat global, bahasa Indonesia memang belum menjadi bahasa internasional yang digunakan dalam forum-forum resmi dunia seperti halnya bahasa Inggris, Bahasa Spanyol atau Bahasa Perancis. Meskipun demikian, minat orang luar negeri dalam mempelajari bahasa Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam dua dekade terakhir.  Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) pada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang merupakan salah satu unit di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat 251 lembaga di 22 negara yang aktif menyelenggarakan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada tahun 2016 lalu. Jumlah tersebut tidak termasuk yayasan, sekolah dan universitas yang membuka kelas bahasa Indonesia secara swadaya atau di luar kerjasama dengan PPSDK. Orang-orang luar negeri yang mempelajari bahasa Indonesia berasal dari berbagai kalangan usia dan pekerjaan serta dilandasi oleh tujuan yang berbeda-beda. Seperti halnya orang Indonesia yang mempelajari bahasa asing, tentu ada banyak pengalaman unik yang dialami oleh orang luar negeri ketika mereka mendalami bahasa Indonesia. Berbekal rasa penasaran untuk mengetahui hal tersebut, penulis melakukan wawancara tertulis dengan enam orang luar negeri yang telah dan sedang belajar bahasa Indonesia.  Tiga orang diantaranya adalah pemenang Lomba Pidato Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing yang diselenggarakan oleh kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2016 yaitu Amy Brueck (Amerika Serikat), Taiki Fujita (Jepang) dan Christoph Bracks (Jerman).  Tiga orang lainnya adalah peserta program Explore Indonesia untuk Siswa Berprestasi tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Andrew Howes (Australia), Ly Rita (Kamboja) dan Mohamed El- Fouly (Mesir). Bersama dengan 36 orang pemenang lomba serupa dari negara-negara lainnya, Amy, Taiki dan Christoph diundang ke Indonesia untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-71 di Istana Merdeka dan berwisata budaya di Yogyakarta pada bulan Agustus lalu.  Sementara Andrew, Rita dan Fouly bersama 27 peserta lainnya dari 15 negara mendapat kesempatan untuk belajar budaya Indonesia selama dua minggu di Jakarta dan Yogyakarta. Mereka juga merasakan tinggal bersama keluarga Indonesia sebagai host family dan mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah menengah atas di Yogyakarta. Berdasarkan wawancara tertulis tersebut, penulis menemukan sejumlah hal menarik dan beragam tentang proses belajar ahasa Indonesia oleh orang luar negeri, sebagaimana dirangkum pada beberapa poin di bawah ini. Awal Mula Berkenalan dengan Bahasa Indonesia Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahasa Indonesia diajarkan di beberapa institusi pendidikan di luar negeri dan menjadi salah satu pilihan kelas bahasa asing bagi siswa. Di Lyneham High School Australia yang setara dengan sekolah menengah pertama di Indonesia, Andrew harus menentukan satu bahasa asing yang akan dipelajari. Andrew akhirnya memilih bahasa Indonesia daripada bahasa Jepang atau bahasa Perancis karena ia melihat bahwa pengajar Bahasa Indonesia di sekolahnya adalah guru yang pintar dan baik hati.  Hal serupa juga dilakukan oleh Christoph yang mengambil bahasa Indonesia sebagai pilihan kelas bahasa asing selain bahasa Arab ketika ia berkuliah tentang Kajian Islam di Universitas Koeln, Jerman. Pilihan lainnya adalah bahasa Turki atau bahasa Persia.[] (Sumber: kompasiana Gentur Adiutama) dok.goodnewsfromindonesia
  10. 10. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 Karya Buku (dalam bahasa Thailand) 1. Buku “สมุดภาพอาเซี่ยน: อินโดนีเซีย”(ASEAN Picture Book: Indonesia). 2014. Sataporn Book Publishing. 2. Buku Panduan Pendengar untuk Program Radio “Halo Indonesia” (program pengajaranbahasa Indonesia melalui radio) 3. Buku Panduan Pendengar untuk Program Radio “Apa Kabar Indonesia” (program pengajaran bahasa Indonesia melalui radio) 4. Diktat Mata Kuliah Indonesian Language 1 untuk pengajaran di Faculty of Art, Chulalongkorn University, Thailand 5. Diktat Bahasa Indonesia for Tour Guide : Basic, Intermediate, Higher Level untuk Tourism Authority of Thailand kerjasama dengan Suan Dusit University 6. Buku “ภาษาและวัฒนธรรมอาเซี่ยน” (Languages and Culture of ASEAN). 2015. The Office of Royal Society of Thailand 7. Buku “สำ�นวนสุภาษิตอาเซี่ยน” (Idiom and Proverb of ASEAN). ASEAN MOVE Series. 2014. Sataporn Book Publishing 8. Buku “เพลงอาเซี่ยน” (ASEAN Songs). ASEAN MOVE Series. 2014. Sataporn Book Publishing Sebagai penyunting danpenerjemah 9. Penerjemah dan editor Buku “Bulan Sastra” (บุหลันวรรณกรรม; Shimmering Words) Kumpulan cerita pendek dan puisi karya penulis Indonesia dan Thailand. 2016. Office of Contemporary Art and Culture (OCAC), Ministry of Culture of Thailand. Karya Buku Terjemahan dari bahasa Thailand kebahasa Indonesia 1. Menata Taman Sayur. Judul asli :Easy Kitchen Garden. Penulis : UraiChiramongkolgarn (Penerjemah : Sari Suharyo), terbit tahun 2011 oleh Gaya Favorit Press, Jakarta. 2. Menanam Mawar. Judul asli :Easy Rose. Penulis : Urai Chiramongkolgarn (Penerjemah : Sari Suharyo), terbit tahun 2009 oleh Gaya Favorit Press, Jakarta. 3. Menanam Pakis. Judulasli :Easy Kitchen Garden. Penulis : UraiChiramongkolgarn (Penerjemah : Sari Suharyo), terbit tahun 2011 oleh Gaya Favorit Press, Jakarta. 4. Menata Taman Air. Judul asli :Easy Water Garden. Penulis: Tipapan Siriwetchadarak. (Penerjemah dan Penyunting: Sari Suharyo, Nancy Martasuta, Aditya Wardhana, danMarlini Hasan Pontoh), terbit tahun 2011 oleh Gaya Favorit Press, Jakarta. Sari Suharyo dan Asam Garam Bahasa Indonesia di Thailand S ari Suharyo memiliki nama lengkap Sari Putridwisukma Suharyo, S.Hut adalah seorang sarjana kehutanan yang lahir di Bangkok pada tahun 1978 dan belajar mulai Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas di Sekolah Indonesia, Bangkok. Sari merupakan salah satu pahlawan bahasa Indonesia di Thailand. Kecintaanya terhadap bahasa Indonesia membuatnya tertantang untuk mengembangkan pengajaran di negeri gajah putih. Usai menyelesaikan sekolah menengah atas di Bangkok pada tahun 1966, Sari melanjutkan studinya di Institut Pertanian Bogor (IPB) Fakultas Kehutanan dan selesai studi S1 pada tahun 2001. Setelah menyelesaikan studi S1 dan menyandang gelar sarjana kehutanan, Sari kembali ke Bangkok dan melanjutkan studi S2 Jurusan Zoologi, Universitas Kasetsart, Bangkok, Thailand. Sejak 2007 Sari megajar mata pelajaran bahasa Thailand di sekolah Indonesia Bangkok (SIB). Selain itu Sari juga menjadi Dosen tidak tetap di di Faculty of Art, Chulalongkorn University, Bangkok, sejak 2010, pengajar Indonesian Language for Business di Chula’s Academic Services Center of Arts (CASCA), Faculty of Art, Chulalongkorn University sejak 2010, Dosen (tidaktetap) Mata Kuliah Basic Indonesian Language, Bahasa Indonesia for Communication in Everyday Use, dan Bahasa Indonesia Conversation di Faculty of Liberal Art, RajamanggalaUniversity of Technology Krungthep, Bangkok, Thailand. Kegiatan Sari semakin padat setelah didaulat menjadi Anggota Komite Khusus Penyusunan Materi Bahasa dan Budaya ASEAN (dalam bahasa Thailand), Office of the Royal Society of Thailand sejak 2013 dan menjadi pembawa acara program radio pengajaran Bahasa Indonesia kepada pendengar di Education Radio of Ministry of Education of Thailand (MOE Radio) pada tauhn 2013 hingga sekarang. Selain menjadi pengajar di beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Thailand Sari juga pernah menjadi Staf Honorer Fungsi Ekonomi, KBRI Bangkok, Thailand (2008-2012) dan aktif menulis buku baik dalam bahasa Indonesia maupun Thailand. Diantara buku karyanya adalah FOKUS 10
  11. 11. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 FOKUS 11FOKUS 10 Negara 2 Bahasa Indonesia semakin populer di luar negeri. Hal ini tercermin dengan semakin banyaknya perguruan tinggi atau lembaga-lembaga pendidikan negara-negara lain yang mengajarkan bahasa Indonesia. Baku : Azerbycan Diller Universiteti (ADU)/ Azerbaijan University of Language Canberra : Australia Defence Force Academy (ADFA), Australia National University, Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Department of Defence, Department of Border Protection and Immigration Den Haag : SIDH Wassenaar, Department of Languages and Cultures of South and Southeast Asia Leiden University, Hogeschool Rotterdam/Rotterdam Business School, Yayasan Dwibhumi, Indonesia-Netherlands Youth Society INYS) Cairo : Universitas Al Azhar Cairo Universitas Suez Canal, Ismailiah Dakar : Institute Superieur de Management (ISM) Dakar Universitas Ecole des Techniques Internationales du Commerce, de la Commucation et des Affaires ETICCA) Dakar Islamabad : University of Modern Languages (NUML) Kyiv: University (KNU) of Taras Shevchenko Meksiko El Colegio de Mexico Washington DC : Arizona State University, Ohio University Yale University, University of Michigan Northern Ilinois University, DAIS John Hopkins, UC Berkeley, University of Wisconsin-Madison, University of Washington, UCLA, Colombia University Warsawa : University of Warsawa, University of Vistula, Warsaw School of Economics University of Nicolas Copernicus di Torun University of Jegiellonian Krakow University of Adam Mickiewicz di Poznan (mandiri) Ho Chi Minh : University of Social Sciences and Humanities (USSH) Frankfurt: Frankfurt University Volkhocshule Frankfurt Marseille-Perancis: Fakultas Sastra, Seni dan Ilmu Humaniora Universitas Nice Sphia Antipolis (UNSA) - Kampus Carleone da Fakultas Sastra, Seni dan Ilmu Humaniora Universitas Aix Marseille/UAM - Kampus Schuman Guangzhou: Guangdong University of Foreign Studies (GDUFS), Guangxi University of Nationalities (GXUN) Xiangsihu College, Guangxi University of Languange Tashkent Tashkent State University of World Languages, Tashkent State Institute of Oriental Studies, Samarkand State Institute Foreign Bangkok Thammasat University, Fatoni University, Nakhon Phatom University, Suranaree University of Technology, Mae Fah Luang University, Rajabhat Pibulsongkra University, Naesuan University, Mahidol University, Chulalongkorn University, Maejo University, Prince of Songkhla University (Kampus Patani dan Kampus Phuket) Praha Charles University ( Mata Kuliah Kajian Indonesia), Palackeho University (Studi Pariwisata Indonesia), CVUT Indonesian Language and Culture Kursus : Les Privat Michaela Budiman, Les Privat Filip Lexa, Jana Wolfova, Les Privat Widya Fahmaani Sykorova, Soegeng Soejono Shanghai Shanghai International studies University (SISU), Zhejiang Yuexiu University of Foreign Language Hamburg Hamburg University Kuala Lumpur Malaysia Averies Sdn. Bhd Meksiko Escuela de la Republica de Indonesia di Tacuba, Escuela de la Republica de Indonesia di Itzapalapa Sofia East, South and South East Asia University, Sofia Osaka Kursus : ISAAC, BERLITZ, CAFETALK, HELLO- SENSEI, ANC OSAKA, AJIA Community Center, INDONESIAGO.com,SAITA, COCCO, NTLC, MEDICI, AJIA SENTA, KOBE-INDONESIA Society Perguruan Tinggi: OSAKA University, Kyoto Sangyo University, Momoyama Gakuin University, Konan Women University Tokyo Tokyo University of Foreign Studies, Kanda University of International Studies, ChibaKyushu Kokusai University, Fukuoka Wako University, Tokyo Nanzan University, Nagoya Daito Bunka Universitu, Tokyo Setsunan Univeristy, Neyagawa Kyoto Sangyo University Nihon University Fujisawa Campus Melbourne Victorian School of Language, Victorian Indonesian Language, Teachers Association, Melbourne University, Monash University University La Trobe Australia Indonesia Association (AIA), Victoria, Defence Force School of Languages (DFSL) New York Colombia University, Yale University Cornell University, Pennsylvania University, Harvard University Perth Kursus: Bahasa Kita Perguruan Tinggi: Murdoch University, Western Australia University, 137 primary mengajarkan pelajaran Bahasa Indonesia Ottawa Center for Intercultural Learning, Global Affairs Canada Port Moresby 11 lembaga pendidikan formal tingkat SD sampai perguruan tinggi. Sydney University of New South Wales, Sekolah Pelangi Indonesia, Indonesian School Newcastle, INTAN Adelaide, Modern Language Teachers Association of Queensland, Universitas Sydney, Universitas Newcastle, Universitas Adelaide, Universitas Flinders, Universitas Griffith, Universitas Queensland, Universitas Sunshine Coast, Tingkat SMP dan SMA: 84 Sekolah Negeri di Australia Selatan, 65 Sekolah Negeri dan 15 Sekolah Katolik di Queensland, 55 Sekolah Negeri di New South Wales. KBRI Bucharest, KBRI Budapest, KBRI Brussel, KBRI Cairo, KBRI Khartoum, KBRI Lima, KBRI Meksiko, KBRI Moscow, KBRI Rabat, KBRI Paramaribo, KBRI Riyadh, KBRI Stockholm, KBRI Tehran, KBRI Vientien, KBRI Wellington, KBRI Warsawa, KJRI Cape Town, KJRI Frankfurt, KJRI Hamburg, KJRI Noumea, KBRI Buenos Aires, KBRI Canberra, KBRI Muscat, KBRI Phnom Penh, KBRI Sofia, KBRI Yangon, KJRI Chicago, KRI Darwin, KJRI Humburg, KJRI Marseille, KJRI Perth, KJRI Jeddah. Sumber : Seluruh Perwakilan RI, Per-Juli 2017.
  12. 12. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 FOKUS 12 No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) S etelah berkecimpung lama dalam dunia pengajaran bahasa Indonesia untuk para mahasiswa asing, semakin saya sadari bahwa sangat diperlukan kreativitas yang tinggi untuk mampu memperkenalkan Indonesia dari berbagai aspeknya. Para pengajar BIPA di luar Indonesia selalu disadarkan bahwa di pundaknya telah dititipkan beberapa hal yang wajib diketahuinya dengan baik, yaitu tentang: perkembangan Bahasa Indonesia Yang Baku/Standar di tanah air, dinamika Republik Indonesia yang maha luas, Kekayaan budaya Indonesia yang sangat berwarna,perkembangan ekonomi, sosial, dan politik Indonesia yang senantiasa berubah dan berkembang cepat. Selain itu, untuk para pengajar BIPA di luar Indonesia juga setidaknya tiga kewajiban utama lainnya berada di pundaknya, yaitu: 1) Pengetahuan yang baik tentang bahasa ibu tempat bahasa Indonesia diajarkan, setidaknya penguasaan Bahasa Inggris; 2) Pengetahuan yang baik tentang budaya negara tempat Bahasa Indonesia diajarkan; 3) Pengetahuan tentang karakter dan sifat-sifat umum orang- orang di negara tempat Bahasa Indonesia diajarkan. Bagaimanakah aspek- aspek tersebut di atas bisa dikombinasikan dan diwujudkan untuk mencapai dua tujuan dari pengajaran bahasa Indonesia? Kedua tujuan yang dimaksud adalah: 1) Menjadikan para mahasiswa asing yang dibimbingnya dari tidak bisa berbahasa Indonesia menjadi bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar; 2) Menjadikan para mahasiswa asing yang dibimbingnya dari tidak mengenal budaya Indonesia sama sekali atau hanya mengenal sedikit menjadi mengenal budaya dan aspek-aspek Indonesia lainnya dengan cukup baik atau baik sekali. Berdasarkan pengalaman sebagai pengajar BIPA selama ini, jelas sekali bahwa seorang pengajar BIPA di luar Indonesia itu harus bisa menjalankan tugasnya sekreatif mungkin, serta sangat mandiri. Selain mengikuti kurikulum standar yang telah ditetapkan di perguruan tinggi masing-masing, pengajaran BIPA dan perkenalan tentang Indonesia juga bisa dilakukan di luar jam perkuliahan reguler. Yaitu melalui kegiatan ekstrakurikuler di kampus dan luar kampus. Perkuliahan reguler berdasarkan kurikulum yang telah dirumuskan di setiap perguruan tinggi di Jerman tidaklah seragam. Tetapi secara umum ditetapkan misalnya: 1) Berapa jam perkuliahan dalam seminggunya diberikan untuk setiap level kelas bahasa; 2) Berapa kali pertemuan dalam seminggunya; 3) Berapa beban kredit per semesternya; 4) Berapa jumlah mahasiswa dalam grup; 5) Apakah persyaratan- persyaratan untuk kelulusan per semesternya; 6) Apakah titik berat bidang studinya: sastra, budaya, ekonomi, hukum, dll. Untuk menunjang bidang akademik para mahasiswa, ada beberapa macam kegiatan yang telah dikoordinir oleh Program Studi Indonesia/Melayu maupun oleh Departemen Asia Tenggara di Universität Hamburg, misalnya: 1) Pengiriman para mahasiswa ke Indonesia untuk melakukan kegiatan praktek kerja (Praktikum/ Internship); 2)Pengiriman para mahasiswa ke Indonesia untuk melakukan program satu semester Study Abroad di sebuah perguruan tinggi Indonesia (Auslandssemester/ Study Abroad); 3) Melakukan perjalanan studi ekskursi dengan para mahasiswa, ke luar kota atau ke luar negeri, tentang tema-tema tertentu (Excursion); 4) Pemutaran film Indonesia & Diskusi (Filmabend & Diskussion/ Film Evening & Discussion); 5) Perayaan Hari Budaya Indonesia/ Melayu (Tag der Austronesistik/ Austronesian Day); 6) Perayaan Hari ASEAN (ASEAN - Tag/ ASEAN Day); 7) Perayaan Ulang Tahun ASEAN ke-50 yang dilakukan selama satu semester tahun 2017 (50 Jahre ASEAN/50 Years ASEAN); 8) Acara seri ceramah dengan tema-tema yang bervariasi (Vortragsreihe/Lecture Series); 9) Pembacaan karya sastra dan diskusi bersama para sastrawan/sastrawati Indonesia (Lesung und Diskussion); 10) Konferensi-konferensi mahasiswa tentang Indonesia/ Asia Tenggara; 11) Dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan di atas hanyalah beberapa contoh aktivitas yang telah diselenggarakan. Semuanya dilakukan selama semester berlangsung. Artinya tidak selama liburan semester. Dengan demikian, para mahasiswa masih lengkap berada di kampus dan bisa mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut. Selain itu, membangun jaringan dan memelihara hubungan dengan berbagai pihak di luar kampus pun harus terus dilakukan dengan konsisten oleh para pengajar BIPA di luar Indonesia. Yang perlu juga dilakukan para pengajar BIPA terutama adalah networking dengan diaspora Indonesia di kota atau negara tempat BIPA diajarkan. Juga akan lebih baik jika bisa turut terlibat dalam kegiatan- kegiatannya secara langsung atau pun tidak langsung. Misalnya, di Hamburg selalu saya upayakan hubungan yang baik dengan organisasi- organisasi masyarakat (ormas) diaspora Indonesia. Juga dengan KJRI Hamburg dan KBRI Berlin. Mitra kontak utamanya adalah terutama Atase Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan-kegiatan budaya yang dilakukan pihak-pihak di luar kampus yang sangat berhubungan dengan Indonesia tentunya juga dapat memberikan keuntungan positif untuk para mahasiswa program studi Indonesia atau Asia Tenggara. Misalnya melalui kegiatan- kegiatan besar sebagai berikut: 1) Lomba Pidato/Lomba Dongeng se-Jerman dalam Bahasa Indonesia. Diselenggarakan khusus untuk para mahasiswa asing/mahasiswa Jerman. Merupakan acara tahunan yang bertempat di KBRI Berlin; 2) Beasiswa Dharmasiswa untuk studi setahun di sebuah perguruan tinggi Indonesia. Dibiayai Kemendikbud Jakarta Sebagai Medium Utama Perkenalkan Indonesia ke Dunia Luar Yanti Mirdayanti, M.A Dosen Bahasa Indonesia Fakultas Sastra, Institut Asia-Afrika, Universitas Hamburg
  13. 13. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 FOKUS 13No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 dan disebarkan melalui KJRI- KJRI serta dikoordinir KBRI Berlin; 3) Malam Panjang Konsulat “Lange Nacht der Konsulate”. Acara budaya tahunan di KJRI Hamburg (yang juga diselenggarakan oleh seluruh Konsulat negara-negara yang berada di Hamburg); 4) Festival Budaya terbesar se- Jerman dan terbesar kedua di Eropa “Pasar Hamburg”. Diselenggarakan setiap tahun oleh diaspora Indonesia yang berada di bawah naungan yayasan IDKA - Hamburg; 5) Program Musik Indonesia Sound of Indonesia/SOI. Diselenggarakan hampir setiap tahun oleh Persatuan Pelajar Indonesia, PPI - Hamburg. Selain itu, masih banyak kegiatan besar lainnya yang berhubungan dengan Indonesia dan bisa diikuti oleh para mahasiswa Jerman yang tengah studi bidang studi Indonesia atau Asia Tenggara, misalnya: acara Natal Indonesia, acara perayaan HUT - RI, dan acara Idul Fitri yang semuanya diadakan baik di KJRI-KJRI maupun di KBRI. Di Hamburg juga terdapat Himpunan Masyarakat Jerman - Indonesia (DIG - Hamburg) yang sudah berusia tua. DIG selalu aktif melakukan kegiatan- kegiatan kolaborasi, dengan Program Studi Indonesia/Melayu maupun dengan ormas-ormas diaspora Indonesia lainnya. Kegiatan-kegiatan DIG seringnya berhubungan dengan acara-acara budaya dan sastra. Mayoritas anggota DIG adalah masyarakat Jerman yang memiliki hubungan batin yang erat dengan Indonesia. Hubungan tersebut terjadi baik melalui pengalaman kerja, bisnis, pernikahan, bidang akademis, kegiatan sastra, maupun karena senang berlibur di Indonesia. Saya pun telah lama menjadi anggota aktif DIG ini. Hamburg juga merupakan Headquarter atau Kantor Utama organisasi resmi “Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia – Jerman” (IASI, e.V.). Didirikan pertama kalinya oleh Pak Habibie dan kawan-kawannya pada awal tahun 70-an di kota Bonn. Tujuannya untuk menampung para ilmuwan dan para ahli Indonesia di Jerman sebagai kontributor sangat penting dalam pembangunan Indonesia, terutama di bidang teknologi tinggi. Kini anggota-anggota IASI yang tersebar di seluruh Jerman berasal dari berbagai bidang keilmuan, termasuk bidang humaniora. Kepengurusan IASI periode 2017 - 2019 berada di bawah Yudi Ardianto sebagai Ketua I dan saya sendiri sebagai Ketua II. Ditambah dua pengurus inti lainnya: Sekretaris dan Bendahara. Juga beberapa Divisi Kerja dari berbagai bidang keilmuan. Kegiatan IASI beragam, termasuk menjadi mitra program-program pemerintah Indonesia maupun perguruan tinggi di Indonesia. Prestasi lain yang berhubungan dengan bidang studi Asia Tenggara adalah telah terbentuknya sebuah “Asosiasi Para Mahasiswa Bidang Studi Asia Tenggara di Jerman”. Didirikan pada tahun 2016 lalu oleh para mahasiswa sendiri. Kegiatan utamanya adalah mengadakan konferensi tahunan khusus untuk para mahasiswa bidang studi Asia Tenggara di Jerman dan luar Jerman. Asosiasi ini bertujuan untuk mempererat hubungan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jerman yang memiliki Departemen Asia Tenggara. Dengan demikian juga bisa memperkuat jaringan ilmiah dan mungkin jaringan karir kerja. Bahasa Indonesia harus menjadi tuan rumah di negara Indonesia. Juga kini telah menjadi “Bahasa Tamu” di berbagai negara di luar Indonesia. Namun perlu diingat bahwa tugas terpenting untuk memelihara serta mempromosikan “Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar” tidaklah melulu berada di tangan para pengajar BIPA. Melainkan terutama menjadi tanggung jawab warga Indonesia pemakai Bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi sehari-hari.[] Penulis: Yanti Mirdayanti Dosen Bahasa Indonesia Prodi Indonesia/Melayu Departemen Asia Tenggara Universität Hamburg Germany Pemerintah Indonesia melalaui Kerjasama antara Kementerian Pendidikan & Kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan program beasiswa setiap tahun sejak 1974 yaitu Beasiswa Darmasiswa. Program beasiswa ini merupakan salah satu bentuk pendekatan soft diplomacy, yaitu diplomasi melalui pendekatan budaya. Beasiswa ini diperuntukan untuk mahasiswa asing yang berasal dari negara- negara yang memiliki hubungan diplomasi dengan Indonesia. Selain untuk mempererat hubungan budaya dan toleransi antara Indonesia dan negara-negara yang terkait, program beasiswa ini bertujuan untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia pada generasi muda dari seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, penerima beasiswa Darmasiswa akan ditempatkan di salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang telah ditunjuk oleh Kemdikbud untuk mempelajari bahasa Indonesia dan/atau budaya Indonesia seperti tari-tarian, musik, dan karya seni lainnya. Puncak acara darmasiswa 2016 ditutup dengan International Gathering . Sebelum kembali ke negaranya masing-masing, sebanyak 540 mahasiswa asing dari 78 negara yang selama setahun terakhir belajar di berbagai kampus di Indonesia, mengikuti International Gathering di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama tiga hari, Senin–Rabu (8–10/5). Ke-540 mahasiswa tersebut merupakan penerima beasiswa Darmasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. ”Ini adalah bagian dari soft diplomacy. Mereka disiapkan menjadi duta Indonesia di berbagai belahan dunia,” kata Ketua Panitia International Gathering Soeparto. Selama kegiatan itu, para warga asing tersebut mendapatkan penguatan informasi tentang bahasa, budaya, dan pariwisata di Indonesia. Tak hanya pembekalan, mereka juga akan menampilkan berbagai pertunjukan, seperti nyanyian daerah, lagu- lagu nasional, hingga menari. Pengalaman menampilkan budaya Indonesia ini akan berguna kelak ketika mereka diundang untuk tampil pada kegiatan Kedutaan Besar untuk Indonesia di masing- masing negara mereka,. Para mahasiswa asing penerima beasiswa Darmasiswa bergantian unjuk gigi. Mereka menampilkan kearifan lokal Indonesia. Seperti tarian, penampilan musik tradisional, stand up comedy, dan masih banyak lagi. [] SOFT DIPLOMACY DARMASISWA MENYIAPKAN DUTA INDONESIA DI BERBAGAI NEGARA Desy C Nguyen (tengah), mahasiswa Darmasiswa asal Vietnam saat tampil dalam Malang Festival Carnival UM, di Helipad UMM, Selasa (9/5). Info lebih lanjut, silahkan hubungi : darmasiswa.kemendikbud.go.id.
  14. 14. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 Fokus 14 Pencinta Indonesia di Luar Negeri KETIKA menghadiri The 2nd International Conference on Social and Political Sciences  di FISIP UIN Syarif Hidayatullah pada 6 September 2016, sebagai bagian dari jawaban atas pertanyaan saya, Prof Greg Fealy dari Australia National University (ANU) yang menjadi pembicara di konferensi tersebut mengatakan bahwa minat masyarakat Australia belajar tentang Indonesia, termasuk bahasa Indonesia, mulai menurun.  Sebelumnya, 15 Agustus 2016 The Sydney Morning Herald  memuat berita “Research Finds Many Australians Negative and Ill-informed About Indonesia”. Inti berita tersebut menegaskan pentingnya melakukan upaya-upaya signifikan untuk mengatasi dangkalnya pemahaman dan minimnya pengetahuan masyarakat Australia terhadap Indonesia.  Australia  Indonesia Center (AIC)  mempunyai catatan lebih menarik. Dia menjelaskan, di tengah pejabat Pemerintah Indonesia-Australia sering mengelu-elukan kedekatan hubungan dua negara, kenyataan di kalangan masyarakat dua negara ternyata sangat berbeda.       Pengajaran bahasa Indonesia di berbagai perguruan tinggi di Australia, sebagai salah satu indikator bahwa Indonesia diminati dan penting bagi masyarakat Australia, memang tercatat menurun. Padahal, selama ini Australia adalah negara di mana bahasa Indonesia paling banyak diajarkan dibanding negara-negara lain.  Pakar Australia bahkan memperkirakan pengajaran bahasa Indonesia di Australia bisa tutup dalam masa 10 tahun ke depan apabila kecenderungan ini terus dibiarkan. Namun, Duta Besar RI Nadjib Riphat Kesoema membantah itu karena peminat mempelajari bahasa Indonesia di Australia masih tetap banyak. Apalagi, bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat di Australia.        Turun-Naik   Berbeda dengan Australia, minat masyarakat mempelajari Indonesia, terutama bahasa Indonesia, di berbagai negara lain baik di Asia, Eropa, maupun Amerika justru berkembang baik dan meningkat. Di Jepang, bahasa Indonesia diajarkan di berbagai lembaga pendidikan terkemuka dan dipelajari para profesional. Di Korea Selatan, bahasa Indonesia diajarkan antara lain di tiga universitas terkemuka Hangkuk Universty of Foreign Studies, Busan University of Foreign Studies dan Youngsan University. Di Italia bahasa Indonesia telah diajarkan sejak lama di Universita Degli Studi di Napoli I’Orientale di mana dulu (1999-2004) penulis sering bersinergi mempromosikan Indonesia.      Di Finlandia, Universitas Turki membuka pelajaran bahasa Indonesia mulai Agustus 2016 mengingat besarnya minat masyarakat mempelajari Indonesia. Finlandia menekankan arti penting Indonesia sebagai negara berpenduduk dan berekonomi besar dengan perkembangan demokrasi yang luar biasa pesat.  Yang tidak kalah menarik adalah Pusat Studi Indonesia, Pusat Kajian Kawasan dan Hubungan Internasional, Azerbaijan University of Languages di Baku. Pusat studi yang dibuka pada 2010 itu merupakan pengembangan dari jurusan studi Indonesia yang dimulai pada 2007. Salah satu tujuan utama pusat studi tersebut adalah menciptakan Indonesianis di Azerbaijan. Duta Besar RI untuk Azerbaijan Dr Husnan Bey Fananie mengatakan, Pusat Studi Indonesia tersebut merupakan salah satu magnet dan powerhouse  yang sangat vital dalam meningkatkan hubungan dan kerja sama Indonesia-Azerbaijan.  Benar, semua tahu bahwa mempelajari bahasa asing tidak semata-mata bertujuan untuk mempermudah komunikasi antarbangsa. Bahasa bahkan mampu memperkuat persatuan masyarakat dan memajukan ekonomi bangsa-bangsa di dunia. Dewasa ini terdapat sekitar 7.000 bahasa yang digunakan masyarakat di berbagai penjuru.  Bahasa Indonesia diajarkan di sekitar 219 lembaga di 46 negara di dunia. Meski di Australia mengalami penurunan, permintaan pengiriman tenaga pengajar bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA) di banyak negara lain justru meningkat. Sayangnya, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud tidak dapat memenuhi semua permintaan tersebut karena keterbatasan anggaran. Tahun ini Kemendikbud hanya mampu memenuhi permintaan BIPA sekitar setengah saja dari total permintaan dari luar negeri.  Investasi   Menarik untuk dikaji, mengapa minat belajar bahasa Indonesia di Australia menurun. Sebaliknya, menarik pula disimak mengapa minat belajar bahasa Indonesia di berbagai negara lain meningkat.  Prof Tim Lindsey menyebut travel warning ke Indonesia yang dikeluarkan Pemerintah Australia menjadi penyebab utama turunnya minat belajar bahasa Indonesia. Warning  tidak semata menyebabkan keraguan dan kekhawatiran, juga menyebar ketakutan yang memperkecil harapan masyarakat Australia menangkap potensi dan peluang besar yang tersedia di Indonesia. Padahal, sebagai negara tetangga, Indonesia-Australia memiliki hubungan sangat baik, ditandai oleh kepentingan dan ketergantungan yang erat dalam memajukan dua bangsa, terutama di bidang sosial dan ekonomi. Travel warning sebenarnya tidak sepenuhnya penyebab minat belajar bahasa Indonesia di Australia turun. Selama ini travel warning lebih dikaitkan dengan isu keamanan, eksekusi hukuman mati, penyakit menular, dan terkadang masalah politik. Faktor yang mendorong suatu masyarakat belajar bahasa asing tidak semata-mata karena kegemaran atau untuk menunjang kegiatan wisata dan sosial masyarakat.  Di dunia yang kini kian menglobal, justru kepentingan Al Busyra Basnur  Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI   AntaraNews.com
  15. 15. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 SOROT 15 ekonomi dan keilmuan lebih menonjol dan menjadi dasar orang belajar bahasa asing. Ini berarti, Indonesia perlu meningkatkan kerja keras agar Indonesia semakin dinilai penting di mata dunia sehingga bahasa Indonesia menjadi semakin penting pula.  Prospek pengajaran bahasa Indonesia di negara-negara Eropa sebetulnya lebih besar dibandingkan Amerika Serikat. Di Eropa sebagian besar pelajar dan mahasiswa diharuskan menguasai setidaknya satu bahasa asing pada usia Indonesia bersama koalisi 47 negara berkembang anggota WTO (G33) serukan pentingnya kedaulatan dan keamanan pangan. Seruan ini muncul dalam perhelatan di markas WTO, Jenewa (31/5) bertema “Delivering Development in MC11: Public Stockholding for Food Security Purposes (PSH) dan Special Safeguard Mechanism (SSM)”. Pertemuan yang dibuka oleh Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo tersebut bertujuan membuka pandangan anggota WTO mengenai pentingnya instrumen-instrumen perlindungan sebagai jaring pengaman untuk melindungi kepentingan petani kecil dan miskin di negara sembilan tahun. Beberapa negara bahkan menerapkan dua bahasa asing setelah mencapai usia tertentu. Sementara di Amerika Serikat tidak demikian. Tak heran jika General Social Survey  pernah mengungkap hanya 25% orang Amerika yang bisa berbahasa selain Inggris.  Ke depan minat mempelajari bahasa Indonesia diperkirakan tetap berkembang dengan baik seiring peningkatan postur regional dan internasional Indonesia di bidang politik, investasi, berkembang. “Pertemuan juga dimaksudkan untuk mewujudkan kemananan pangan, keamanan penghidupan dan pembangunan pedesaan,” jelas Dubes Hasan Kleib dalam sambutan pembuka, seraya sampaikan harapan Indonesia agar pertemuan dapat berkontribusi terhadap proses perundingan kedua isu tersebut di WTO. Dalam keterangannya kepada Portal Kemlu, Hasan Kleib mengatakan negara- negara anggota WTO tengah merundingkan bentuk dan format SSM dan PSH yang dapat disepakati. “Khususnya dalam konteks penyelenggaraan KTM WTO maupun perdagangan. Perihal ditemukan fakta terkini yang kurang menggembirakan di Australia, itu tentu penting kita catat dan akan menjadi bahan menentukan langkah lanjut.   Namun, perjalanan go global bahasa Indonesia di masa hadapan tentu tidak terlepas dari peran pemerintah dan nonpemerintah serta sinergi keduanya. Termasuk upaya memberdayakan semua stakeholders  yang ada di luar negeri. Alumni penerima beasiswa Pemerintah Indonesia misalnya saat ini tersebar di ke-11 di Buenos Aires, Desember 2017 mendatang,” imbuhnya. SSM adalah instrumen perlindungan kepada petani kecil dan miskin pada saat terjadinya banjir impor.  Sedangkan PSH adalah instrumen perlindungan petani kecil dan miskin melalui mekanisme pembelian dan penjualan oleh Pemerintah terhadap hasil pertanian domestik.      Bagi Indonesia, disepakatinya kedua instrumen tersebut di WTO akan memberikan ruang kebijakan yang lebih besar kepada Pemerintah untuk menjalankan berbagai kebijakan demi mewujudkan keamanan dan kedaulatan pangan. Instrumen dimaksud juga berpotensi membantu upaya pengurangan kemiskinan melalui program-program pemberdayaan petani kecil dan miskin. Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masih tingginya jumlah petani miskin dan kecil yang memerlukan dukungan dari Pemerintah. Survei BPS tahun 2016 menyebutkan, dari total 27,76 juta penduduk miskin di Indonesia, sebanyak RI, G33 Serukan Pentingnya Kedaulatan dan Keamanan Pangan di WTO berbagai negara sahabat seperti Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia-BSBI (718 orang di 63 negara) dan Dharmasiswa (6.635 orang di 115 negara). Peran mereka tentu akan luar biasa hebat apabila dibesarkan dan menjadi “entahlah” apabila dikesampingkan. Kita tentu tidak ingin kehilangan investasi yang telah kita tanamkan kepada mereka, yaitu rasa cinta Indonesia.[] (Tulisan ini dimuat oleh Koran Sindo 20 September 2016) 62,24 persen atau 17,28 juta orang berada di kawasan pedesaan. Sementara, sisanya 37,76 persen atau 10,49 juta penduduk miskin berada di perkotaan. G33, yang dipimpin oleh Indonesia, merupakan kelompok yang memperjuangkan diakuinya hak-hak negara-negara berkembang untuk dapat memberikan dukungan kepada para petani kecil dan miskinnya. Selama ini, tingkat kesejahteraan petani kecil dan miskin di negara berkembang semakin termajinalisasikan karena terpengaruh oleh tingginya tingkat volatilitas harga produk pertanian global sebagai akibat dari keterbukaan pasar. Hal ini lebih diperburuk oleh masih rendahnya tingkat daya saing produk pertanian domestik untuk melawan produk impor dari negara maju yang memiliki daya saing lebih tinggi, sebagai akibat dari subsidi yang diberikan oleh Pemerintahnya. (sumber: PTRI Jenewa/Yo2k)
  16. 16. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 SOROT 16 I ndonesia ambil bagian pada sidang The High-level United Nations Conference to Support the Implementation of Sustainable Development Goal 14 (Ocean Conference) yang berlangsung pada tanggal 5-9 Juni 2017. Tema pertemuan Oceans Conference pertama ini bertema “Our Oceans, Our Future: Partnering for the Implementation of SDG 14”. Dalam hal ini peran aktif Indonesia di Ocean Conference akan difokuskan pada illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing dan pelestarian laut. Indonesia juga berperan sebagai Wakil Presiden pertemuan Ocean Conference.   Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan dan Menteri Kelautan and Perikanan, Susi Pudjiastuti, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Selain memberikan national statement dalam plenary meeting, Delegasi Indonesia (Delri) terlibat dalam sejumlah kegiatan lainnya seperti pada mata kegiatan partnership dialogue, side events, pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB, Presiden SMU PBB ke-71 dan dengan sejumlah negara mitra Indonesia.   Pada kesempatan ini pula, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, telah terpilih sebagai salah satu Vice President konperensi dan memimpin dalam sejumlah mata kegiatan selama Ocean Conference ini.  Indonesia Terpilih Sebagai Wakil Presiden The High-level United Nations Conference to Support the Implementation of Sustainable Development Goal 14 (Ocean Conference) “Peran Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sebagai Wakil Presiden Konferensi dan kehadiran Menteri KKP menunjukan keseriusan Indonesia dalam melestarikan lautan, laut dan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk mencapai SDG 2030”. Demikian disampaikan Wakil Tetap RI di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani.  Selama berlangsungnya konperensi dimaksud, Indonesia sebagai salah satu negara dengan wilayah laut terbesar di dunia, mengadakan 3 side-event untuk berbagi pengalaman mengenai penanganan IUU dan plastik sampah laut. Ketiga acara tersebut diselenggarakan bersama Perutusan Tetap Norwegia dan Timor Leste serta Interpol dan UNODC.  Indonesia bersama Norwegia juga presentasikan dan diskusi mengenai upaya global dalam penangan sampah plastik laut serta pentingnya kerjasama dalam melestarikan lautan yang bersih dari sampah plastik. Indonesia telah menyampaikan 9 voluntary commitment terkait implementasi SDG 14 yang disampaikan pada Ocean Conference ini. Komitmen tersebut disampaikan Pemerintah Indonesia terkait penanganan IUU Fishing, sampah laut dan konservasi terumbu karang.  Pertemuan Ocean Conference merupakan pertemuan pertama yang didedikasikan untuk implementasi SDG 14 yang merupakan upaya negara- negara dalam konservasi dan pemanfaatan samudera, laut dan sumber daya bahari untuk pembangunan berkelanjutan. Ocean Conference khususnya membahas upaya-upaya untuk mendukung implementasi SDG 14; membangun kemitraan yang inovatif dan konkret untuk memajukan implementasi SDG 14; menyediakan sarana berbagi pengalaman terkait implementasi SDG 14.   Delegasi RI terdiri dari berbagai unsur kementerian dan lembaga terkait maupun pemerintah daerah, Komnas Perempuan, serta berbagai organisasi masyarakat madani. Ocean Conference dihadiri oleh seluruh negara anggota PBB, yang mana hadir 4 Kepala Negara, 1 Wapres, 4 Perdana Menteri, 1 Pangeran,  1 Wakil PM, 42 Menteri, 6 Wakil Menteri, dan 46 Organisasi Internasional). [] Indonesia Terpilih Sebagai Wakil PresidenThe High-level United Nations Conference to Support the Implementation of Sustainable Development Goal 14 (Ocean Conference), New York, 5-9 Juni 2017
  17. 17. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 SOROT 17 politik-keamanan prestisius, yang membahas berbagai upaya mediasi dan resolusi konflik dan membangun perdamaian. Budaya dialog ini, lanjutnya, semakin lama semakin hilang dalam hubungan internasional saat ini, sehingga kita melihat banyak konflik terjadi. ASEAN tidak hanya mengembangkan budaya dialog di antara anggotanya, namun juga dengan para mitra, termasuk negara-negara besar melalui ASEAN-led mechanism. ASEAN juga dinilai sukses dalam meningkatkan kesejahteraan kawasan Asia Tenggara. “ASEAN telah mampu menciptakan ekosistem kesejahteraan. Rata-rata Di tengah pesimisme dan ketidakpastian global, Menlu Retno L.P. Marsudi menegaskan bahwa perdamaian adalah sesuatu yang mungkin dicapai. Pernyataan ini disampaikannya ketika berbicara pada Oslo Forum 2017 bertema ‘Peacemaking in a new era of geo-politics’, di Oslo (13/6). Menlu Retno memberikan contoh mengenai ASEAN, yang menurutnya masih dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan kawasan Asia Tenggara. “Salah satu kesuksesan ASEAN adalah terpeliharanya culture of dialogue and culture of equality [budaya dialog dan persamaan, red],” ungkapnya di Oslo Forum, satu ajang diskusi pertumbuhan ekonomi ASEAN (4.7%) berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia (3.1%),” kata Menlu Retno. Keberhasilan ASEAN di masa mendatang akan sangat ditentukan, paling tidak, oleh tiga hal yaitu ancaman persaingan geopolitik; penanganan trans-national organized crimes; dan kesatuan serta sentralitas ASEAN. Menlu Retno adalah salah pembicara utama dalam Oslo Forum 2017. Beberapa Menlu yang juga hadir adalah Menlu Bosnia, Menlu Kanada, Menlu Sudan, Menlu Kolumbia, Menlu Slovakia, Menlu UE, Menlu Iran dan Menlu Kroasia. Hadir pula, mantan Menlu Amerika Serikat, mantan Sekjen PBB, Kofi Annan, mantan Menlu Selandia Baru dan beberapa tokoh-tokoh penting think tank. Di forum ini, Indonesia mendapatkan penghargaan karena peran aktif yang dimainkan dalam membantu penyelesaian berbagai macam masalah dan perbedaan. Indonesia juga dihargai karena sebagai negara Muslim terbesar di dunia dan negara demokrasi ketiga terbesar di dunia. Menlu Retno menggunakan kesempatan saat menghadiri di Oslo Forum untuk melakukan sejumlah pertemuan bilateral antara lain dengan Menlu UE, Menlu Sudan, Menlu Slovakia, mantan Menlu AS dan Menteri Informasi Myanmar.[] Menlu Retno di Oslo Forum: Perdamaian Itu Mungkin Dicapai Menlu Retno L.P. Marsudi berbicara di Oslo Forum, Oslo (13/6). (foto: BDSP)​
  18. 18. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 SOROT 18 PT INKA Kembali Menang Tender Gerbong Kereta di Bangladesh PT INKA untuk kedua kalinya dalam tahun ini kembali berhasil memenangkan tender pengadaan gerbong kereta di Bangladesh. Dalam tender yang diadakan pada tanggal 11 Juni 2017, PT INKA mengalahkan pesaing ketatnya, Rites Limited dari India dan CRRC Changcun dari Tiongkok dalam pengadaan 200 unit gerbong kereta tipe MG (Meter Gauge). Penandatanganan kontrak sebanyak 200 unit ini akan dilaksanakan pada bulan Juli/Agustus 2017, yaitu setelah pihak Bangladesh Railway mengeluarkan Notice of Award (NoA) yang merupakan pengumuman resmi dari Pemerintah Bangladesh atas penunjukkan PT. INKA sebagai pemenang tender. Sebelumnya pada tanggal 24 April 2017, PT INKA telah berhasil memenangkan tender dalam pengadaan 50 unit gerbong kereta tipe BG (Broad Gauge) dengan Tetap KADIN RI untuk Kawasan Afrika, Mintardjo Halim, atas nama Ketua KADIN Rosan Roeslani dan Ketua KADIN Kenya, James N. Mureu. Penandatanganan MoU yang dilaksanakan pada kegiatan Forum Bisnis Indonesia-Kenya, Nairobi (9/6) tersebut, disaksikan oleh Wamenlu Dr. A.M. Fachir. “Penandatanganan MoU kerja sama antara KADIN kedua negara perlu diikuti dengan upaya menerjemahkannya menjadi nilai ekonomi nyata,” tegas Wamenlu Fachir usai menyaksikan penandatanganan mengalahkan Rites Limited dari India. Penandatanganan kontrak untuk 50 unit gerbong kereta ini sendiri akan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri. Keberhasilan PT INKA menjadi pemenang tender pengadaan gerbong kereta di Bangladesh kali ini merupakan MoU itu. Penandatanganan tersebut mengawali kegiatan forum bisnis yang dihadiri lebih dari 100 pelaku bisnis Indonesia, Kenya dan Uganda dari berbagai sektor, seperti farmasi, agrobisnis, teksil, penerbangan dan consumer goods. Perdagangan bilateral Indonesia-Kenya pada tahun 2016 tercatat senilai USD 210 juta, dengan surplus di pihak Indonesia. Investasi Indonesia di Kenya yang cukup sukses adalah PT. Indofood dengan produk unggulannya Indomie. Kenya adalah salah satu negara mitra perdagangan kunci dan menjadi pintu masuk Indonesia di kawasan Afrika Timur yang berpenduduk lebih dari 150 juta jiwa. (sumber: BDSP/Infomed/Yo2k). yang keempat kalinya setelah sebelumnya pada tahun 2015, PT. INKA berhasil memenangkan tender pengadaan gerbong kereta sebanyak 100 unit tipe MG dan 50 unit tipe BG. Proyek tersebut telah berhasil dilaksanakan dengan baik oleh PT INKA dengan mengirimkan 150 gerbong kereta tersebut ke Bangladesh pada tahun 2016.​ Kiprah PT INKA di Bangladesh dimulai pada tahun 2006, ketika pada saat itu berhasil menjadi pemenang tender dalam pengadaan 50 unit gerbong kereta tipe BG.​(KBRI Dhaka) Kamar Dagang RI-Kenya Sepakati MoU Penguatan Kerja Sama Ekonomi KADIN RI dan Kenya National Chamber of Commerce and Industry (KADIN Kenya) berhasil menyepakati Nota Kesepamahan (MoU) untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara. MoU ditandatangani Ketua Komite Wamenlu Fachir menyaksikan penandatanganan MoU KADIN RI-Kenya, Nairobi (9/6).
  19. 19. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 19SOROT Festival Budaya Indonesia Pertama Digelar di Svetlogorsk, Rusia Svetlogorsk, sebuah kota wisata utama Rusia di tepian laut Baltik berjarak sekitar 50 km dari ibu kota Propinsi Kaliningrad, selama 2 hari (9-10 Juni) nampak lebih semarak dengan gelaran Festival Budaya Indonesia. Gamelan Bali milik museum untuk pertama kalinya bergema setelah KBRI Moskow mengirim seorang instruktur gamelan untuk melatih 14 siswa Kaliningrad Regional Music College  dan Orkes Russian Folk Musical Instrument. Selama 2 hari penonton disuguhi beberapa tarian seperti tari Merak, Genjring, Rantak, Sekar Pudyastuti, Wigaringtyas dan ditutup dengan joged Gemu Famire yang diikuti dengan antusias oleh pengunjung. Uniknya, separuh dari para penari tersebut adalah warga negara Rusia yang mencintai Indonesia. Di hadapan ratusan tamu yang hadir di acara pembukaan, Dubes RI untuk Rusia merangkap Belarus Wahid Supriyadi menyatakan festival ini adalah realisasi janjinya tahun lalu kepada Svetlana Sivkova, Direktur Jenderal Museum of World Ocean, untuk mengirim pelatih gamelan dan menggelar Festival Budaya Indonesia di kota yang ditempuh selama 2 jam dengan penerbangan dari Moskow ini. Sekitar 80% benda-benda seni yang ada di museum ini berasal dari Indonesia yang didominasi oleh patung Garuda dan tokoh pewayangan dari Bali, patung Asmat, senjata tradisionil, lukisan, wayang dll. “Melalui festival ini diharapkan hubungan kedua negara khususnya di bidang seni budaya dan hubungan antar masyarakat akan semakin erat lagi,” ujar Dubes Wahid.  Seusai sambutan, Dubes Wahid menyerahkan replika kapal Pinisi ukuran 1.2 meter yang khusus didatangkan dari Sulawesi Selatan  untuk menambah koleksi museum. Dubes Wahid juga tampil menghibur penonton dengan menyanyikan 2 lagu ciptaan A. Riyanto “Selamat Bertemu Lagi” dan “Selamat Jalan” diiringi orkestra musik tradisional Rusia provinsi Kaliningrad pimpinan Andrei Stepanenko.  Di sela-sela acara, diputar film promosi “Wonderful Indonesia” yang menampilkan keindahan budaya dan kuliner Indonesia serta destinasi wisata Bali, Sumatera Barat, Jawa Barat, Yogyakarta, dan kota lain di Indonesia. Sementara TV display di dalam museum terus menampilkan aneka foto dokumenter hubungan diplomatik Indonesia - Rusia dan film hitam putih kunjungan PM Uni Soviet Nikita Kruschev dan Presiden Sukarno ke pulau Bali tahun 1960 produksi Arsip Nasional RI. Di hari kedua festival, selain pertunjukan seni budaya juga ditampilkan demo masak kuliner Indonesia, dialog interaktif, kursus kilat bahasa Indonesia dan pertunjukan seni budaya. Istri Dubes RI Ny. Murgiyati Supriyadi unjuk kebolehan dengan memasak nasi dan mi goreng, bakwan udang dan pisang aroma. Semua masakan ludes disantap pengunjung segera setelah selesai dimasak, dan bahkan krupuk pun disikat habis. Inilah pertama kalinya mereka menyantap masakan Indonesia. Demo masak juga dilanjutkan oleh para chef restoran «Yakitori» dan diharapkan menu- menu Indonesia tadi dapat diperkenalkan di restoran yang menjual masakan Asia tersebut. Dialog interaktif dihadiri sekitar 70 orang berasal dari siswa kelas 10 “School of Young Diplomat” Sekolah Kejuruan “Y.A, Gagarin” dari kota Kaliningrad, mahasiswa dan masyarakat setempat. Dubes Wahid menjelaskan sejarah, perkembangan dan prospek hubungan bilateral  Indonesia dan Rusia. Berbagai pertanyaan diajukan peserta seperti situasi keamanan di Indonesia, agama, ekspor Indonesia ke Rusia, dsb menunjukan tingginya minat masyarakat setempat mengetahui lebih dalam tentang  informasi Indonesia. Acara juga dimeriahkan dengan kuismengenai Indonesia dan bagi mereka yang dapat menjawab pertanyakan disediahkan bermacam-macam  hadiah seperti teh, kopi, scarf, jam tangan kayu dan cinderamata Indonesia lainnya. Pada penutupan kegiatan, kejutan disampaikan seorang tamu bernama Ivan Bakrymov, ketua lembaga kemasyarakatan “Pamyat Pokolenia” (The Memory of Generation) yang menyerahkan sebuah hadiah berupa akordion antik buatan Rusia yang telah berusia 70 tahun kepada Dubes Wahid. “Atas nama masyarakat Svetlogorsk khususnya dan Kaliningrad umumnya, saya serahkan alat musik ini sebagai wujud penghormatan kami kepada Bapak Dubes yang tadi telah menghibur kami semua,” ujar Ivan Bakrymov disambut tepuk meriah pengunjung.  Direktur Jenderal Museum of World Ocean Svetlana Sivkova di penghujung acara juga menyatakan kegembiraannya atas penyelenggaraan Festival dan berharap acara ini dapat diselenggarakan setiap tahun. “Walaupun kota kecil, setiap tahun sekitar 1,5 juta wisatawan berkunjung ke Svetlogorsk dan Kaliningrad, dan sekitar 200 ribu di antara mereka mengunjungi museum kami” ujar Svetlana. Bahkan dia bersama 10 staf museum merencanakan untuk berkunjung ke Indonesia dalam rangka “information tour” untuk mengenal lebih dekat budaya aneka suku di Indonesia serta penjajakan kerjasama dengan museum kelautan di Indonesia. (Sumber: KBRI Moskow)
  20. 20. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 sorot 20 No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 Indonesia Raih WSIS Prize 2017 dari PBB di Jenewa Empat inisiatif Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Indonesia berhasil meraih penghargaan World Summit on the Information Society (WSIS) Prize 2017 dari Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) – International Telecommunication Union (ITU). Penghargaan tersebut dianugerahkan dalam pertemuan WSIS Forum 2017 di Markas Besar ITU yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada tanggal 12-16 Juni 2017. WSIS Prize merupakan penghargaan PBB bagi inisiatif TIK dalam mendukung akselerasi pembangunan dan kemajuan sosial-ekonomi, khususnya perwujudan Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pemberian WSIS Prize 2017 diberikan langsung oleh Sekretaris Jenderal ITU, Houlin Zhao, serta turut disaksikan oleh Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan. Dalam seremoni penghargaan dihadapan seluruh delegasi multistakeholders TIK global, WSIS Prize Winner 2017 untuk 4 inisiatif TIK yang diterima Indonesia diwakili oleh Donny B.U. (ICT Watch), Iman Abdurrahman (Jaringan Radio Komunikasi Indonesia), Sanny Gaddafi (8Villages Indonesia), dan Muhaimin Iqbal (iGrow Resource Indonesia). Pihak Panitia menetapkan inisiatif Internet Sehat dari civil society Indonesia, ICT Watch Indonesia menjadi pemenang utama (winner) WSIS Prize untuk kategori Ethical Dimensions of the Information Society. Selain itu, terdapat tiga inisiatif Indonesia yang menjadi runner-up (champion), yaitu Backpack Radio Station yang digagas oleh Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) pada kategori e-Environment dan dua inisiatif lain yang pada kategori e-Agriculture yaitu  LISA – Layanan Informasi Desa (LISA) yang digagas 8Villages Indonesia dan iGrow My Own Food dari iGrow Resource Indonesia. Penghargaan WSIS tahun ini diberikan kepada total 90 pemenang (18 juara pertama/ winner dan 72 runner up/ champion WSIS Prize 2017 yang berkompetisi pada 18 kategori yang berbeda. Penentuan pemenang WSIS Prize dilakukan melalui 5 (lima) tahapan yaitu: pendaftaran, penentuan nominator, pemungutan suara secara global, hingga penentuan pemenang oleh para pakar di ITU. Adapun hal mendasar yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pemenang WSIS 2017 adalah pada relevansi program usulan dengan WSIS Action Lines yang tercantum dalam dokumen Geneva Plan of Action, dampak positif terhadap masyarakat, serta keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Watapri Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib menilai capaian tersebut merupakan momentum untuk semakin meningkatkan kesadaran pemberdayaan potensi TIK bagi kemajuan seluruh sektor pembangunan nasional yang berdampak langsung pada kepentingan rakyat banyak. Sementara itu pada kesempatan yang sama, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menyampaikan bahwa pencapaian karya Indonesia pada anugerah WSIS 2017 menguatkan pesan Indonesia sebagai barometer penting pencapaian dan pengembangan TIK sebagai pilar pembangunan dunia. Selain itu, masuknya dua nominator dari Indonesia di kategori e-Agriculture juga menegaskan profil Indonesia sebagai negara berkembang yang mampu bersaing serta memberikan inspirasi bagi negara lain dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan. Profil keempat pemenang WSIS Prize 2017 dari Indonesia antara lain Program Internet Sehat (internetsehat.id), yang merupakan program kampanye edukasi yang diinisasi sejak 2002 dan mendapatkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan majemuk (multistakeholder) Internet di Indonesia. Inisiatif tersebut bertujuan untuk mendorong pengguna Internet di Indonesia untuk memanfaatkan Internet secara aman dan bijak. Sementara inisiatif Backpack Radio Station (jrki. or.id) adalah teknologi stasiun radio mini yang dapat dibawa dalam backpack (ransel) yang tahan air dan api, serta dilengkapi dengan baterai tahan lama dan panel surya, guna melayani informasi di daerah-daerah yang terisolir akses informasinya. Sekilas LISA (8villages.com) adalah aplikasi edukasi dan komunikasi untuk pemberdayaan komunitas rural, termasuk bagi petani dan pengusaha mikro, dengan saling menghubungkan komunitas rural pada berbagai lokasi di Indonesia. Dan iGrow (igrow.asia) adalah aplikasi yang memungkinkan adanya interaksi antara pemilik lahan pertanian, petani, investor dan pembeli hasil pertanian guna mendukung ekosistem rantai pasokan pertanian dan investasi permodalan terkait. (PTRI Jenewa)
  21. 21. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 LENSA 21No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir dalam sambutan kunci Pertemuan Koordinasi Sekretariat Nasional ASEAN – Indonesia di Jakarta (12/6) menyatakan ASEAN harus membuktikan komitmennya sebagai asosiasi yang  berpusat dan berorientasi pada rakyat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Wamenlu Fachir juga menggarisbawahi bahwa selama lima dasawarsa ASEAN berhasil menjaga stabilitas, keamanan dan perdamaian serta menanamkan budaya dialog termasuk dengan negara- negara Mitra Wicara. Hasilnya, Asia Tenggara menjadi kawasan yang kemakmurannya meningkat. Meskipun demikian, Wamenlu juga mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan regional seperti isu perbatasan dan maritim serta tantangan di dalam negeri terkait daya saing dan produktivitas. A.M Fachir berkeyakinan, melalui peningkatan koordinasi dan sinergi, Sekretariat Nasional ASEAN – Indonesia dapat lebih fokus dalam membawa manfaat ASEAN bagi rakyat. Pertemuan Koordinasi dipimpin oleh Jose Tavares, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN merangkap Koordinator Sekretariat Nasional ASEAN – Indonesia serta dihadiri oleh lebih dari 120 peserta dari berbagai Kementerian/ Lembaga. Agenda pertemuan mencakup hasil-hasil KTT ke- 30 ASEAN yang berlangsung di Manila, Filipina, 26-29 April 2017; isu-isu ASEAN terkait kepentingan Indonesia; peringatan HUT ke-50 ASEAN dan rencana serta strategi implementasi Cetak Biru ASEAN 2025. Pertemuan Koordinasi berlangsung produktif dengan menghasilkan rekomendasi, antara lain, perlunya Kementerian/Lembaga anggota Sekretariat Nasional ASEAN – Indonesia meningkatkan upaya-upaya bersama agar kerja sama ASEAN pada Pilar Politik dan Keamanan, Pilar Ekonomi dan Pilar Sosial Budaya memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia. Sekretariat Nasional ASEAN – Indonesia dibentuk berdasarkan amanat Piagam ASEAN. Berdasarkan Keppres No. 23 Tahun 2012 tentang Susunan Keanggotaan Sekretariat Nasional ASEAN – Indonesia, entitas ini memiliki tugas dan fungsi, antara lain, sebagai pumpunan kegiatan pada tingkat nasional dan mengoordinasikan pelaksanaan keputusan-keputusan ASEAN pada tingkat nasional. (Setditjen Kerja Sama ASEAN) ASEAN Harus Bertransformasi untuk Jawab Tantangan-Tantangan Baru
  22. 22. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 LENSA 22 Bendera ASEAN Berkibar di Sikka, NTT Pandang” dan “ASEAN 2025: Forging Ahead Together” ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka turut menjadi bagian dari kegiatan rangkaian HUT ASEAN ke-50 di Sikka. Talkshow radio dilaksanakan di Radio Suara Sikka yang menghadirkan Dosen/Peneliti Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, Verdinand Robertua, dan Anggota Komite ASEAN untuk Perempuan dan Anak (ACWC), Yuyum F. Paryani guna membahas isu-isu penting di dalam kerangka kerja sama ASEAN. (Sumber: Direktorat Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN) Maumere, NTT – 10 bendera negara anggota ASEAN dan 1 bendera ASEAN berkibar di Lapangan Umum Kota Baru, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (8/6). Upacara penaikan bendera yang dipimpin langsung oleh Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, tersebut menandakan rangkaian HUT ASEAN ke-50 di Kabupaten Sikka, NTT. “Meningkatkan awareness atau kesadaran masyarakat mengenai ASEAN adalah salah satu tantangan besar dalam mewujudkan masyarakat ASEAN,” ungkap Bupati Ansar di dalam sambutan pembukaannya. Untuk itu, kegiatan pengibaran bendera ini diyakini mampu mendorong keingintahuan masyarakat terhadap ASEAN beserta peluang yang dimilikinya. Upacara penaikan bendera ini dihadiri oleh segenap unsur Musyawarah Pimpinan Daerah Tingkat II (Muspida Tk. II) setempat, seperti Dandim, Kapolres dan Kepala Pengadilan Negeri, beserta perwakilan siswa-i sekolah di Kabupaten Sikka. Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN, Kementerian Luar Negeri, J. S. George Lantu, menyerahkan, secara simbolik, bendera ASEAN kepada Bupati Ansar selaku pembina upacara. Kegiatan penting lainnya pada peringatan HUT ASEAN ke-50 di Kabupaten Sikka adalah Focus Group Discussion (FGD). FGD dihadiri oleh Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, dan 30 perwakilan dinas terkait setempat. Pengarusutamaan jender menjadi pokok pembahasan utama selain isu pendidikan, pariwisata dan keamanan non-tradisional (terorisme) yang mengemuka pada diskusi tersebut. Penyerahan buku/ terbitan “ASEAN: Selayang Pengibaran ​bendera ASEAN dan negara anggota di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT (8/6). “Meningkatkan awareness atau kesadaran masyarakat mengenai ASEAN adalah salah satu tantangan besar dalam mewujudkan masyarakat ASEAN.” Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera
  23. 23. No. 106 Tahun X - 15 Juni - 14 Juli 2017 LENSA 23 Perubahan Batas Flight Information Region (FIR): Apa yang Harus Disiapkan oleh Indonesia ? Plt. Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional, Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Andri Hadi membuka seminar yang dihadiri oleh sekitar 100 orang dari kalangan pemerintahan, praktisi di bidang penerbangan dan hukum, serta akademisi tersebut. “Menurut ICAO, FIR adalah soal pelayanan navigasi penerbangan yang tidak terkait dengan kedaulatan, oleh sebab itu, Seminar diharapkan dapat menghasilkan satu pemahaman sekaligus saran langkah yang konkret, khususnya tentang persyaratan teknis, sehingga kita dapat mencapai mandat yang diamanatkan oleh Pasal 458 Undang-Undang No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan,” ujar Duta Besar Andri Hadi. Pembicara yang terdiri dari Direktur Hukum dan Perjanjian Ekonomi Kementerian Luar Negeri, pejabat Kantor Regional International Civil Aviation Organisation (ICAO) Bangkok, Direktur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan, Direktur Utama Perum LPPNPI/ AirNav Indonesia, anggota Masyarakat Hukum Udara, dan pengajar Hukum Internasional FHUI memberikan gambaran tentang pengaturan ICAO, kesiapan teknis Pemerintah RI, dan pandangan masyarakan sipil serta akademisi mengenai perbahan batas FIR Singapura – Indonesia. FIR dalam Annex 11 tentang Air Traffic Services dari Konvensi Penerbangan Sipil Internasional 1944, yang dikenal dengan nama Konvensi Chicago, adalah suatu wilayah udara di mana dalam wilayah udara tersebut diberikan pelayanan informasi penerbangan (flight information service) dan pelayanan peringatan/kesiapsiagaan (alerting service). Penetapan batas FIR dititikberatkan pada pertimbangan serta kepentingan teknis dan operasional pelayanan navigasi penerbangan untuk menjamin keselamatan dan efisiensi penerbangan dan tidak harus berhimpit dengan batas wilayah negara karena FIR tidak berkaitan dengan persoalan kedaulatan. Perubahan terhadap batas FIR Singapura – Indonesia memerlukan peningkatan kemampuan teknis-operasional manajemen lalu lintas penerbangan Indonesia yang meliputi aspek infrastruktur, kuantitas dan kualitas SDM. Saat ini, pelayanan navigasi penerbangan sipil di atas Kepualauan Riau dan Kepulauan Natuna dilakukan oleh Singapura. Pemerintah RI memiliki mandat dari Undang- Undang No. 1 tahun 2009 untuk mengambil alih pemberian pelayanan tersebut. (Direktorat Hukum dan Perjanjian Kewilayahan)​ “Indonesia harus memenuhi persyaratan teknis sesuai ketentuan ICAO untuk melayani navigasi penerbangan di wilayah udara di atas Laut Natuna yang sekarang ini termasuk dalam Flight Information Region (FIR) Singapura” adalah kesimpulan dari Seminar yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Masyarakat Hukum Udara di Jakarta (13/6).
  24. 24. No. 106 tahun x Tgl. 15 juni - 14 juli 2017 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Direktorat Diplomasi Publik Jalan Taman Pejambon No. 6 Jakarta 10110 Telepon : 021-3813480 Faksimili : 021-3858035 Transformasi Hubungan Baik Di Bidang Politik ke Kerja Sama Ekonomi farmasi, agrobisnis, teksil, penerbangan dan consumer goods. Wamenlu Fachir mengatakan bahwa Kenya merupakan salah satu fokus diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Afrika Timur. Kenya dengan jumlah penduduk lebih dari 150 juta, dalam pandangan Indonesia, merupakan negara kunci untuk masuknya produk- produk Indonesia ke kawasan Afrika Timur. Guna memastikan terwujudnya Business-to- Business Contact, Wamenlu didampingi delegasi bisnis Indonesia, yaitu dari KADIN, Garuda Maintenance Facility, Perum Peruri, Indonesia RI-Kenya perlu mentransformasikan hubungan politik yang kuat menjadi kerja sama ekonomi konkret dan saling menguntungkan masyarakat kedua negara. Wamenlu Dr. A.M. Fachir menyampaikan tujuan utama kunjungannya ke Kenya pada pembukaan Forum Bisnis Indonesia-Kenya di Nairobi, Kenya (9/6). “Kunjugan kami ke Kenya merupakan langkah untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan Kenya,” tegasnya di hadapan lebih dari 100 pelaku usaha Indonesia, Kenya dan Uganda dari berbagai sektor, termasuk Eximbank dan PT. Sasa Inti serta perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Kepada Portal Kemlu, Wamenlu Fachir mengatakan adanya usulan dari Ketua KADIN Kenya untuk membentuk Preferential Trade Agreement untuk memfasilitasi perdagangan kedua negara. Lebih lanjut, Wamenlu menjelaskan bahwa forum bisnis tersebut telah berhasil membuahkan MoU kerja sama antara KADIN RI dan KADIN Kenya. Tujuan MoU dimakud adalah untuk meningkatkan interaksi langsung antara kalangan usaha. Forum bisnis dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan Africa Tour ke-2 Menlu dan Wamenlu RI ke Nigeria, Senegal dan Kenya. Kenya merupakan salah satu negara mitra perdagangan terbesar Indonesia di kawasan Afrika Sub-Sahara. Pada tahun 2016, perdagangan bilateral mencapai USD 210 juta dengan surplus bagi Indonesia. Ekonomi Kenya cukup kuat di kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercatat di atas 5%. Perusahaan Indonesia juga telah memiliki investasi di Kenya, yaitu PT. Indofood dengan produk unggulannya Indomie. (sumber: BDSP/Infomed/Yo2k) Wamenlu Dr. A.M. Fachir membuka Forum Bisnis Indonesia-Kenya di Nairobi, Kenya (9/6)   Diplomasitabloiddiplomasi.org tabloiddiplomasi@Kemlu.go.id @diplik_Kemluwww. Kemlu.go.id tabloid

×