Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Tabloid Diplomasi Edisi Maret 2021

Tabloid Diplomasi Edisi Maret 2021

  • Be the first to comment

Tabloid Diplomasi Edisi Maret 2021

  1. 1. MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI Endek Bali untuk Rumah Mode Christian Dior Diplomasi Dalam Pandemi Diplomasi Melindungi WNI di Pelosok Dunia Fokus Diplomasi di Tengah Pandemi Covid 19 Fokus Diplomasi ke Arah Percepatan Ekonomi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Direktorat Diplomasi Publik Jalan Taman Pejambon No. 6 Jakarta 10110 Telepon : 021-3813480 Faksimili : 021-3858035 Diplomasi tabloiddiplomasi.org tabloiddiplomasi@Kemlu.go.id @diplik_Kemlu www. Kemlu.go.id TABLOID NO. 115 TAHUN XIII TGL. 15 MARET 2021
  2. 2. SURAT PEMBACA Tren Diplomasi Ekonomi CATATAN REDAKSI Pembaca yang budiman, Sejak tahun 2018 hingga tahun 2020 Tabloid Dip­ lomasi vakum dan tidak hadir menyapa pem­ baca. Baru tahun 2021 ini tabloid Diplomasi kembali diterbitkan dalam bentuk digital. Memasuki era pandemi covid 19, Tabloid Diplo- masi akan mengupas tentang arah diploma- si Indonesia di masa pandemi. Kementerian Luar Negeri beradaptasi dengan situasi global. Berbagai upaya diperlukan untuk mengatasi pandemi COVID-19. Termasuk kemampuan di- plomasi global dalam menjalin kerjasama antar negara. Pada situasi pandemi COVID-19 ini diplomasi kesehatan global semakin diperlukan untuk unifikasi respon global menghadapi tantangan dunia kesehatan di dunia tanpa batas. Kebijakan kesehatan global yang dihasilkan dari berbagai upaya diplomasi, berdampak langsung terhadap Kementerian Kesehatan, dimana kerja sama dengan dunia internasional merupakan salah satu pilar untuk mendukung pembangunan kesehatan nasional. Disinilah peran Kementerian Luar Negeri menjadi sangat penting untuk mendukung diplomasi kesehat­ an. Posisi Indonesia yang saat ini telah menjadi bagian dari kelompok negara dengan tingkat ekonomi menengah ke atas telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan politik dunia. Dalam mendukung peranan Indonesia ini, khususnya di sektor kesehatan, maka diplo- masi kesehatan Indonesia di tingkat global per- lu terus diperkuat. Setelah pandemi COVID-19 mewabah, tantang­ an yang dihadapi semua negara dalam 1 tahun terakhir sangat luar biasa, unprecedented. Ri- valries dan ketidakpastian semakin meningkat; ditambah terjadinya pandemi COVID-19 dan dampaknya terhadap kesehatan, sosial, serta ekonomi. Tantangan ini tentunya juga dira- sakan Indonesia. Di tengah semua tantangan ini, diplomasi Indo- nesia tetap berusaha untuk berkontribusi. Di- plomasi perdamaian dan kemanusiaan menjadi perhatian kontribusi Indonesia. Penghormatan terhadap prinsip-prinsip hukum internasio­ nal dan UN Charter terus ditegakkan, termasuk isu kedaulatan dan hak berdaulat. Di saat yang sama, di tengah menajamnya perbedaan, diplo- masi Indonesia terus memainkan peran sebagai bridge builder. Diplomasi Indonesia berusaha menekankan pentingnya inklusivitas, sehingga tidak ada yang merasa tertinggal dan dipojok- kan. Semangat kerja sama dan bukan zerosum selalu ditekankan Selain itu, Pada edisi kali ini Tabloid Diploma- si akan mengangkat upaya diplomasi ke arah percepatan ekonomi. Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah menimbulkan bencana ekonomi global dengan terhambat­ nya rantai pasok dan menurunnya produksi dan daya beli. IMF (2020) memprediksikan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan menurun sebesar -4,9% pada tahun 2020 dan baru akan kembali ke titik 0% pada pada awal 2021. Dalam rangka mendukung upaya percepatan pemulihan perekonomian nasional sebagai dampak pandemi COVID-19, Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian/Lembaga terkait di Indonesia terus mempererat sinergi dan ko- laborasi melalui optimalisasi peran dan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa kondi- si pandemi telah membuka peluang kepemi- mpinan Kementerian Luar Negeri pada isu-isu baru, khususnya mengingat bahwa Kemlu memiliki kemampuan helicopter view. dalam hal ini, peran Satgas Covid-19 Kemlu yang awal- nya fokus pada upaya perlindungan PWNI, terus berkembang pada dukungan bagi pemenuhan ketersediaan obat dan alat kesehatan bagi ke- butuhan terapeutik, diagnostik dan vaksin. Pada edisi ini juga mengupas KTT ASEAN, KTT G20, Sidang Masjlis Umum PBB ke-75, kontri- busi Indonesia menjaga perdamaian global, evakuasi WNI di daerah rawan covid 19 diber­ bagai negara, diplomasi perlindungan WNI dan lain sebagaianya. Selamat membaca. Semoga bermanfaat. Salam Diplomasi Politik luar negeri Indonesia memiliki visi dan misi khusus yang pedomannya adalah konstitusi UUD 1945, dilain pihak diplomasi ekonomi juga memiliki visi dan misi khusus yang kuat untuk itu. Dalam perkembangan geopolitik saat ini, misi diplomasi dan politik luar negeri harus bersinergi dengan misi ekonomi. Kekuatan diplomasi akan diukur dengan keberhasilanya dalam memperluas ekspansi ekonomi dan perdagangan. Dari sisi geopolitik, perkembangan kepentingan dan isu strategis global itu semakin dikaitkan dengan kepentingan nasional ekonomi masing-masing. Sebelum 2015, di tingkat global urusan politik keamanan strategis global kepentingan internasional itu terpisah dengan perjalanan ekonomi dunia yang didorong globalisasi. konteks global yang berubah tadi. Jadi kalau sebelumnya kita melakukan lebih banyak kebijakan politik luar negeri, strategis yang sudah ada pakemnya dan ekonomi, yang seakan-akan ada pakem berbeda, sekarang dikaitkan. Karena merupakan satu kepentingan sinergis dan saling berpengaruh. Indonesia memiliki struktur ekonomi, baik dari segi kemampuan pasokan maupun pasar yang besar, ini menjadi bagian dari leverage politik luar negeri dan kebijakan luar negeri kita. Jadi tidak lagi berjalan sendiri Tetapi dalam beberapa tahun terakhir kedua hal tersebut semakin terkait. Jadi perkembangan ekonomi global tidak hanya semata-mata karena globalisasi, tapi juga semakin dipengaruhi oleh perkembangan politik, strategis dan kepentingan nasional dari negara- negara. Hal inilah yang mendorong perubahan mendasar yang melatarbelakangi tren diplomasi ekonomi. Oleh karena itu, Indonesia tentu juga harus mempertahankan kepentingan nasionalnya di dalam seperti sebelumnya. Ini menjadi esensi dari diplomasi ekonomi dan bagaimana seluruh instrumen dan elemen serta leverage yang ada di dalam kebijakan luar negeri kita bisa juga mendorong kepentingan ekonomi kita. Dalam hal itu tentu pengejawantahannya dalam tingkat policy making, dan juga implementasinya adalah pertama, pemahaman yang lebih baik tentang pergeseran dan perubahan global. Kedua, koordinasi dan kerja sama lebih baik dari semua pihak yang terkait dengan itu, bukan hanya di tataran pemerintah tapi juga tentu yang penting sekali di dunia usaha, bukan hanya yang besar dan menengah, tapi juga yang kecil UMKM dan tentu pemangku kepentingan lain yang harus dilihat secara satu kesatuan. Sinergi dan kerjasama berbagai pihak dalam diplomasi ekonomi menjadi prioritas dan sekaligus tolak ukur keberhasilan diplomasi dalam mengemban misi perdagangan dan ekonomi. Eka Prasetya, Universitas Pancasila
  3. 3. DAFTAR ISI Penanggung Jawab Teuku Faizasyah (Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik) Yusron B. Ambary (Direktur Diplomasi Publik) REDAKTUR Joneri Alimin ANGGOTA REDAKTUR Annisa Paramita Nadya Almira PENYUNTING/EDITOR Khariri SEKRETARIAT Sofiah Alamat Redaksi Direktorat Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI, Lt. 12 Jl. Taman Pejambon No.6, Jakarta Pusat Telp. 021- 68663162,3863708, Fax : 021- 29095331, 385 8035 Tabloid Diplomasi edisi bahasa Indonesia dan Inggris dapat didownload di : http://www.tabloiddiplomasi.org Email : tabloiddiplomasi@Kemlu. go.id Diterbitkan oleh Direktorat Diplomasi Publik, Direktorat Jenderal IDP Kementerian Luar Negeri R.I. Wartawan Tabloid Diplomasi tidak diperkenankan menerima dana atau meminta imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber. Wartawan Tabloid Diplomasi dilengkapi kartu pengenal atau surat keterangan tugas. Apabila ada pihak mencurigakan sehubungan dengan aktivitas kewartawanan Tabloid Diplomasi, segera hubungi redaksi. FOKUS UTAMA 04 05 07 FOKUS 08 08 09 09 10 11 LENSA 12 12 13 13 14 15 15 16 17 17 18 19 SOROT 20 20 21 22 KILAS 23 23 24 24 BAGI ANDA YANG INGIN MENGIRIM TULISAN ATAU MENYAMPAIKAN TANGGAPAN, INFORMASI, KRITIK DAN SARAN SILAHKAN KIRIM EMAIL: tabloiddiplomasi@Kemlu.go.id Fokus Diplomasi di Tengah Pandemi Covid-19 Upaya Pemerintah Mengatasi Pandemi WHO memperkirakan pandemi belum reda hingga tahun 2022 Kebijakan Diplomasi Terkait Covid-19 Kerja Sama Pengembangan Alat Diagnosis Covid-19 Berbasis Laser dan Vaksin Penguatan Komitmen RI-AS dalam Penanganan COVID-19 Kerja Sama Pemberian Alat Kesehatan & Pembelian Produk Indonesia oleh PEA Mengalihkan Fokus Diplomasi ke Arah Percepatan Ekonomi Pertemuan Bilateral Menlu RI – Men BUMN RI dengan Menlu RRT Diplomasi Membangun Kemitraan dan Sinergi di Saat Pandemi Diplomasi Ekonomi Melalui BUMN Go Global Table Top antara Pengusaha UMKM dan Perwakilan RI di luar negeri : Pemulihan Ekonomi Nasional BDF Menjadi Pilot Project Pembukaan Bali Melalui Penyelenggaraan Suatu Hybrid International Convention Kain Endek Bali untuk Rumah Mode Christian Dior ASEAN Travel Corridor Arrangement (TCA) Selaras dengan Semangat Business- Friendly Palang Merah Indonesia (PMI) Mengirimkan Bantuan Logistik Kesehatan kepada Palang Merah Timor-Leste (CVTL) Untuk Penanganan Covid-19 Indonesia Prakarsai Pentingnya Jaga Perdamaian dan Stabilitas G-20 Menggelar KTT Luar Biasa di Masa Pandemi COVID-19 KBRI Roma Melindungi WNI Saat Covid Menyerang Italia Manfaat KTT Virtual G20 Bagi Indonesia Sidang Majelis Umum PBB ke-75: Presiden Joko Widodo Serukan Pentingnya Penguatan PBB dan Kepemimpinan Kolektif Dunia untuk Atasi Pandemi Menlu RI : Diplomasi Perdamaian dan Kemanusiaan Menjadi Perhatian Kontribusi Indonesia Pemulangan Jamaah Umroh Akibat Covid 19 Kontribusi Indonesia Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Dunia Evakuasi WNI dari Wuhan, Tiongkok Saat Pandemi, Posko AJU Aktif Kunjungi Pabrik-Pabrik Yang Mempekerjakan PMI Satgas Penanganan Situasi dan Perlindungan WNI KBRI Islamabad Evakuasi 69 WNI dari Kapal Pesiar Diamond Princess di Perairan Yokohama Pembebasan Tiga WNI Korban Penyanderaan di Perairan Santa Clara, Gabon
  4. 4. FOKUS DIPLOMASI DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Diplomasi Dunia yang kita tinggali saat ini adalah dunia yang diwarnai ba­ nyak ketidakpastian. Ketidakpas- tian ini tentunya telah mencip- takan tantangan yang lebih besar bagi negara-negara dunia. Rivalitas pe­ ngaruh politik berjalan seiring dengan rivalitas ekonomi. Konflik lama terus berlanjut, sebagian jus­ tru menunjukkan situasi yang lebih memburuk. Sementara konflik baru terus bermunculan. Hal ini tentunya membuat situasi geopolitik dunia semakin berat. Kita juga melihat terjadinya instabilitas dalam negeri di banyak negara.  Di bidang perdagangan, tren pro­ tek­ sionisme telah melahirkan ham- batan dagang baru yang akhirnya menekan perdagangan global. Akibatnya terjadi perlambatan per- dagangan global sehingga pertum- buhan ekonomi global terus direvisi ke bawah.  Dengan memper­tim­bangkan a­ma­­­ nah konstitusi dan visi misi Presi- den/Wakil Presiden, maka prioritas Polugri 5 tahun kedepan merupa- kan kontinuitas dari pelaksanaan politik luar negeri 5 tahun ke be- lakang, ditambah beberapa pe- najaman di beberapa bagian. Pe­ nguatan antara lain dilakukan pada pelaksanaan diplomasi ekonomi. Prioritas politik luar negeri Indone- sia akan bertumpu pada prioritas 4 + 1, yaitu: 1. Penguatan Diplomasi Ekonomi 2. Diplomasi Pelindungan 3. Diplomasi Kedaulatan dan Ke- bangsaan 4. Meningkatkan Kontribusi dan Kepemimpinan Indonesia di Ka- wasan dan Dunia 5. Infrastruktur Diplomasi yang Kuat Gambaran tersebut adalah gam- baran tatanan global sebelum pan- demi COVID-19 (coronavirus dis- ease) mewabah.  Setelah pandemi COVID-19 me- wabah, tantangan yang dihadapi semua negara dalam 1 tahun ter- akhir sangat luar biasa, unprece- dented. Rivalries dan ketidakpas- tian semakin meningkat; ditambah terjadinya pandemi COVID-19 dan dampaknya terhadap kesehatan, sosial, serta ekonomi. Tantangan ini tentunya juga dirasakan Indonesia. Di tengah semua tantangan ini, diplomasi Indonesia tetap berusa- ha untuk berkontribusi. Diploma- si perdamaian dan kemanusiaan menjadi perhatian kontribusi In- donesia. Penghormatan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan UN Charter terus ditegakkan, termasuk isu kedaulatan dan hak berdaulat. Di saat yang sama, di tengah menajamnya perbedaan, diplomasi Indonesia terus memain- kan peran sebagai bridge builder. Diplomasi Indonesia berusaha me- nekankan pentingnya inklusivitas, sehingga tidak ada yang merasa tertinggal dan dipojokkan. Sema­ ngat kerja sama dan bukan zero- sum selalu ditekankan. Hal ini juga mempengaruhi politik luar negeri Indonesia sehingga per- lunya penyesuaian dalam pelaksa- naan diplomasi Indonesia (refocus- ing diplomacy), yaitu: 1. Diplomasi Pelindungan  • Penguatan pelindungan para WNI kita di luar ne­ geri, uta- manya mereka yang berada dalam posisi rentan seperti ABK, PMI, dan WNI yang terje­ bak akibat kebijakan lockdown 2. Diplomasi Penguatan Sistem Kesehatan • Diplomasi Indonesia tidak saja diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan jangka pendek, namun juga untuk kepen­ tingan jangka panjang yang lebih strategis; termasuk pe­ nguatan health security dan kemandirian kesehatan nasi- onal. 3. Diplomasi Percepatan Pemulih­ an Ekonomi • Untuk menjalakan gerak ce­ pat, Kemlu membentuk Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi (TPPE) yang berger- ak untuk membantu proses pemulihan ekonomi melalui ber­ bagai kegiatan seperti ker- ja sama dengan BUMN dan pembentukan TCA (travel cor- ridor arrangement) 4. Kontribusi Indonesia untuk Men- jaga Perdamaian dan Stabilitas Dunia • Pandemi tidak boleh me­ nyurutkan kontribusi Indo- nesia untuk menjaga perda- maian dan stabilitas dunia. Tentu selain keempat prioritas po­ lugri pada masa pandemi tersebut, Kementerian Luar Negeri terus be- rusaha untuk memenuhi beberapa kerja yang dilakukan berdasarkan prioritas 4+1, yaitu isu kedaulatan dan kebangsaan serta penguatan infrastruktur diplomasi.[] FOKUS UTAMA 4 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI Penghormatan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan UN Charter terus ditegakkan, termasuk isu kedaulatan dan hak berdaulat. No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  5. 5. Diplomasi Indonesia tidak saja diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan jangka pendek, namun juga untuk kepentingan jangka panjang yang lebih strategis; termasuk penguatan health secu- rity dan kemandirian kesehatan nasional. Sejauh ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan 120 pihak, yang terdiri dari 11 negara, 12 Organisasi Internasional, dan 97 NGOs. (13/12/20) Di awal pandemi, diplomasi difokuskan guna pe- menuhan kebutuhan alat diagnostics dan the­ rapeutics, antara lain kerja sama produksi bersa- ma untuk lancarkan rantai pasok APD dan jubah operasi. Khusus mengenai APD, para diplomat Indonesia juga mengawal langsung sertifika- si bahan baku APD buatan Indonesia sehingga memperoleh sertifikasi ISO 16603 dan ISO 16604. Pemenuhan kebutuhan bahan baku obat te­ rapi, antara lain Hydroxichloroquine, Hydroxi- chloroquine Chloroquine Phospate, Oseltamivir Phospate, dan pengadaan obat terapi Avigan. Kemudian kerja sama alat diagnostic screening Covid-19 dengan menggunakan teknologi laser. Dan setidaknya terdapat pengadaan ventilators sebanyak 1900 unit melalui dukungan dan fasili- tasi internasional, serta masih banyak yang lain- nya. Di tingkat kawasan, diplomasi Indonesia men- dorong dikembangkannya sebuah Standard Ope­ rating Procedure on Public Health Emer- gency. Covid-19 ASEAN Response Fund juga dibentuk untuk membantu Negara ASEAN da- lam meng­ atasi pandemi termasuk pemenuhan ketersediaan alat medis dan obat-obatan di ne­ gara ASEAN. Mengenai vaksin, tugas utama diplomasi adalah membuka jalan dan akses terhadap komitmen penyediaan vaksin, baik dari jalur bilateral mau- pun multilateral. Tugas ini bukan merupakan tugas yang mudah, namun dapat dijalankan de­ ngan baik. Tugas diplomasi vaksin ini dijalankan tidak saja untuk membuka akses pemenuhan kebutuhan jangka pendek atas vaksin bagi masyarakat Indo- nesia, namun juga untuk memberikan duku­ ng­ an terhadap vaksin multilateralisme. Sejauh ini, tugas meratakan jalan dan membuka akses telah dijalankan secara penuh. Full circle pendekatan sudah dilakukan. Sejumlah komit- men penyediaan vaksin telah diperoleh, untuk tahun 2020 sampai 2021. Sementara itu, detail pelaksanaan vaksinasi dan diskusi teknis terkait dengan vaksin dan hal terkait lainnya tentunya merupakan kewenangan K/L yang memiliki oto­ ritas di bidang tersebut. Khusus melalui platform multilateral, Indone- sia terus aktif mengamankan potensi perole- han vaksin hingga 20% penduduk melalui me- kanisme COVAX-AMC dan Indonesia juga aktif berkontribusi untuk memperkuat ketersediaan vaksin melalui keanggotaan Indonesia dalam CEPI Investors Council serta potensi kemitraan Bio Farma dengan CEPI untuk manufacturing vaksin global. No one, no country, should be left behind. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak saja memikirkan kepen­ tingan nasional saja, namun di saat yang sama selalu berusaha berkontribusi bagi dunia, termasuk hal terkait dengan vaksin. Sejak awal Indonesia selalu berbicara menge- nai kesetaraan akses vaksin yang aman dan de­ Diplomasi FOKUS UTAMA 5 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI UPAYA PEMERINTAH MENGATASI PANDEMI Diplomasi Vaksin Indonesia difokuskan pada memperkuat Health Security dan membangun kemandirian kesehatan nasional. No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  6. 6. ngan harga yang terjangkau untuk semua. Prinsip ini juga Indonesia perjuang- kan melalui Keketuaan Indonesia di Foreign Policy and Global Health Initiative yang mengusung tema “Affordable Healthcare for All”. Pe­ na­­nganan pandemi memerlukan gerak cepat. Agar dapat menja­ lankan gerak cepat, Kementerian Luar Negeri telah membentuk Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi (TPPE). Pertama, bekerja sama dengan BKPM dan Perwakilan RI di luar negeri melakukan one-on-one marking investasi, dengan tujuan melancarkan realisasi investasi. Dari upaya tersebut tercatat misalnya 16 perusahaan yang tengah dalam tahap penjajakan serius, misalnya perusahaan Korea untuk baterai dan mobil listrik dengan perkiraan nilai USD 11 miliar dan perusahaan Jepang dengan perkiraan nilai 30.5 triliun Rupiah. Lima perusahaan yang telah men­ daftarkan diri sebagai perusahaan baru di Indonesia, dengan potensi realisasi nilai investasi sejumlah 358 juta USD; dan 8 perusahaan yang tengah mengurus berbagai perijin­ an di BKPM, dengan potensi reali­ sasi nilai investasi sejumlah 796,7 juta USD; 7 perusahaan mulai profit taking atau menetas, dengan nilai investasi 915 juta USD. Beberapa perusahaan yang mela­ kukan relokasi ke Indonesia dian- taranya dari Jepang seperti: • Sagami dengan nilai investa- si USD 50 juta dan menyerap ±6500 tenaga kerja, • Panasonic, dengan nilai investa- si USD 30 juta dan diperkirakan menyerap sekitar 1940 tenaga kerja. Kedua, bekerja sama dengan BUMN, antara lain, untuk mendu­ kung upaya BUMN melakukan outbound investment dan masuk pasar global atau disebut BUMN Go Glo­bal. Kluster yang sedang dijajagi saat ini adalah jasa konstruksi, in- dustry ekstraktif, industri strategis dan potensi ekspansi jasa opera- sional pembangkit listrik. Beberapa perusahaan BUMN terse- but di antaranya adalah: • Pengiriman 86 gerbong kereta api produksi PT INKA ke Bangla- desh pada periode Oktober 2019 - Oktober 2020; • Rencana pengiriman pesawat CN235-220 pada November 2020 ke Nepal; • Perum Peruri juga telah mulai merealisasikan jasa percetakan uang asing Amerika Latin de­ ngan nilai proyek EURO 16.7 juta; • Potensi kerja sama pertamba­ ngan dan infrastruktur di Afrika sebesar masing-masing USD 20 juta dan USD 258 juta. Dari pemetaan outbound invest- ment dalam satu tahun terakhir yang dilakukan Kemlu, setidaknya terdapat 285 perusahaan Indonesia dengan nilai mencapai USD 14,30 Milyar. Ini adalah aset ekonomi In- donesia yang harus terus dikawal, difasilitasi dan dikembangkan. Ketiga, berkoordinasi dengan ber­ bagai KL, lembaga ekspor, Kadin, think tanks terkait, Kemlu juga terus mendorong peningkatan ak- ses pa­ sar produk-produk potensial Indonesia dan identifikasi produk unggulan, melakukan kerja sama ekonomi komprehensif dengan mitra utama serta penjajakan Pre­ ferential Trade Agreement (PTA) de­ ngan pasar non tradisional. Kerja sama Indonesia-Korea CEPA akan ditandatangani pada Novem- ber 2020, sementara Indonesia-Aus- tralia CEPA telah berlaku sejak 5 Juli 2020. Pembahasan PTA RI – India akan membuka peluang pasar In- dia, dengan target perdagangan se- besar USD 50 milyar pada 2025. Dimulainya proses ratifikasi PTA RI-Mozambik, yang menyepakati penurunan tarif sebanyak 217 pro- duk ekspor Indonesia sebagai upaya memperluas pasar non tra­ disional. Selain itu, Kemlu akan terus beru- saha mengamankan per­ dagangan Indonesia dengan ne­ gara mitra utama. Indonesia menyambut baik meningkatnya perdagangan Indo- nesia dengan beberapa mitra, an- tara lain dengan RRT dan AS. Keempat, pembuatan travel corri- dor arrangement (TCA) bagi perjala- hensive Recovery Framework dapat disepakati. Framework ini ditujukan untuk menjaga kesinambungan rantai pasok kawasan dan arus ba- rang esensial serta investasi di te­ ngah pandemi.[] nan bisnis esensial. Pembuatan TCA ini ditujukan untuk secara bertahap mengaktifkan kontak bisnis yang tertahan selama pandemi tanpa mengorbankan protokol kesehatan. Sejauh ini 4 TCA telah dibuat de­ ngan mitra ekonomi penting In- donesia yaitu: PEA, Korea Selatan, RRT dan Singapura. Negosiasi TCA dengan Jepang akan segera dim- ulai dan Ini merupakan hasil pem- bicaraan antara Presiden RI-PM Jepang dua hari yang lalu. Pembi­ caraan TCA dengan ASEAN juga se- dang berjalan saat ini. Kelima, membantu persiapan pem­ bukaan perbatasan Indonesia untuk kunjungan biasa. Indonesia belum memutuskan kapan pembukaan perbatasan akan dilakukan kare- na akan sangat tergantung situasi perkembangan pandemi dunia. Namun demikian persiapan terus dilakukan, dengan pemikiran jika saatnya telah tiba, maka perjalanan yang akan dilakukan adalah sebuah perjalanan yang aman (safe travel). Keenam, diplomasi terus bekerja untuk mendorong finalisasi dan penandatanganan RCEP pada KTT ASEAN pada bulan November 2020. Pesan ini juga disampaikan oleh Presiden Jokowi pada saat bertemu dengan PM Suga di Bogor. Ketujuh, diplomasi Indonesia bekerja sehingga ASEAN Compre- Diplomasi FOKUS UTAMA 6 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI Lima perusahaan yang telah men­ daftarkan diri sebagai perusahaan baru di Indonesia, dengan potensi realisasi nilai investasi sejumlah 358 juta USD; dan 8 perusahaan yang tengah mengurus berbagai perijinan di BKPM, dengan potensi realisasi nilai investasi sejumlah 796,7 juta USD; 7 perusahaan mulai profit taking atau menetas, dengan nilai investasi 915 juta USD. No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  7. 7. WHO MEMPERKIRAKAN PANDEMI BELUM REDA HINGGA TAHUN 2022 Situasi saat ini menimbulkan harap­ an terhadap vaksin yang aman menjadi sangat besar. Sehingga, Vaksin diperkirakan akan menja- di game changer dan Vaksin juga menjadi harapan masyarakat. Sejak awal pandemic COVID-19, Indonesia secara konsisten terus sampaikan mengenai pentingnya prinsip “Equal access to a safe and affordable vaccine” di berbagai fo- rum antara lain G20, WHO, GNB dan di Dewan Keamanan PBB. Prinsip tersebut perlu terus dikedepankan, karena tidak saja mewakili kepen­ tingan Indonesia, namun juga me­ refleksikan kepentingan sebagian besar negara dunia. Terkait strategi atau pendekatan yang dijalankan Indonesia dalam memperoleh vaksin terdapat dua pendekatan: Pertama, Pendekatan jangka pen­ dek, yang berarti akses cepat waktu terhadap vaksin yang aman de­ ngan harga terjangkau. Pendekatan ini merangkul kerjasama dengan pi- hak luar, baik secara bilateral mau- pun multilateral. Kedua, pendekatan jangka panjang yaitu pengembangan vaksin nasi- onal, Vaksin Merah Putih yang di- harapkan akan menjadi penopang utama proses kemandirian vaksin COVID-19 Indonesia. Dari track bilateral, sejauh ini telah diperoleh komitmen vaksin sebesar: • Tahun 2020: 20-30 juta vaksin. • Tahun 2021: 290-340 juta vaksin. Sumber vaksin adalah dari Sinovac dan Sinopharm/G42. Selain itu, Indonesia juga melaku- kan kerja sama dengan Genexine dari Korea Selatan. Saat ini proses memasuki akhir uji klinis tahap 1 di Korsel dan uji klinis tahap 2 akan dimulai Oktober di Indonesia. Disamping itu, Kerja sama serupa juga sedang dijajaki dengan Astra Zeneca dan Imperial College Lon- don, keduanya dari Inggris. Sementara dari track multilateral, Indonesia juga telah memperoleh komitmen ketersediaan vaksin mul- tilateral melalui mekanisme GA- VI-Covax Facility. Indonesia termasuk COVAX 92 yai- tu 92 negara dalam kategori low and medium income, diperkirakan akan mendapatkan vaksin sejum- lah 20% dari penduduk atau sekitar 53,6 juta. Sehubungan dengan hal tersebut, Indonesia akan memper- oleh keri­ nganan finansial melalui me­kanisme ODA maupun co-finan­­ cing. Diharapkan harga vaksin lewat track multilateral ini lebih murah dibandingkan mekanisme lainnya. Masih dalam konteks vaksin multi- lateral, Indonesia juga telah mem- bangun infrastruktur guna melan- carkan proses procurement dan de- livery vaksin. Pada tanggal 16 Sep- tember 2020, Menlu RI turut me­ nyaksikan penandatanganan MoU antara Kemenkes dengan UNICEF Indonesia perihal pengadaan dan mekanisme delivery vaksin dari GAVI Covax Facility. Selain akses terhadap vaksin melalui track kerja sama multilateral, diplo- masi vaksin mendukung kemitraan BUMN kita (Biofarma) dengan je- jaring internasional terutama CEPI (Coalition for Epidemic Prepared- ness Innovations-Koalisi untuk ino- vasi Persiapan Epidemi). CEPI merupakan koalisi kemitraan antara Pemerintah, swasta, philan- tropis dan masyarakat madani un- tuk mempercepat pengembangan vaksin.  Setelah melalui proses yang cukup Panjang, Biofarma berhasil masuk dalam shortlist manufaktur vaksin 7 potential drug Manufacturer for Covid-19 Vaccine dari CEPI. Biofarma adalah satu dari 7 calon mitra CEPI yang jika berhasil due diligence akan dipercaya untuk melakukan manufacturing vaksin dunia. Pada tanggal 15 September 2020, telah dilakukan due diligence oleh CEPI kepada Biofarma. Hasil dari due diligence akan diperoleh akhir September/awal Oktober 2020. Due diligence dilakukan terhadap be- berapa aspek antara lain kapasitas manufaktur vaksin COVID-19, sistem Analisa laboratorium, hingga sistem IT Bio Farma.[] INDONESIA TERMASUK COVAX 92 YAITU 92 NEGARA DALAM KATEGORI LOW AND MEDIUM INCOME, DIPERKIRAKAN AKAN MENDAPATKAN VAKSIN SEJUMLAH 20% DARI PENDUDUK ATAU SEKITAR 53,6 JUTA. Diplomasi FOKUS UTAMA 7 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  8. 8. Diplomasi FOKUS 8 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI KEBIJAKAN DIPLOMASI TERKAIT COVID 19 KERJA SAMA PENGEMBANGAN ALAT DIAGNOSIS COVID-19 BERBASIS LASER DAN VAKSIN Pemerintah terus mencermati la­ poran dari WHO mengenai perkem- bangan penyebaran COVID-19. Mengingat semakin banyak nega- ra yang sudah terjangkit COVID-19, Pemerintah menghimbau dengan sangat agar warga negara Indone- sia membatasi bepergian ke luar negeri kecuali untuk kepentingan yang sangat mendesak dan tidak dapat ditunda. Untuk Warga Negara Indonesia yang saat ini sedang bepergian ke luar negeri, diharapkan untuk segera kembali ke Indonesia sebe- lum mengalami kesulitan pener- bangan lebih jauh lagi. Sejumlah negara saat ini telah memberlakukan kebijakan pem- batasan lalu lintas orang. Oleh kare- na itu, semua warga negara Indone- sia diminta untuk terus mencermati informasi di aplikasi safe-travel atau menghubungi hotline perwakilan RI terdekat. Terkait dengan pendatang/travel- ers orang asing dari semua negara, Pemerintah Indonesia memutus- kan bahwa kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK), Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa on Arrival) Pemerintah Indonesia melalui PT. Indofarma telah berkomunikasi dengan Group 42 (G42). Group 42 adalah sebuah perusahaan yang didukung oleh Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA) dalam melaksanakan berbagai kegiatan terkait penanggulangan COVID-19, utamanya berkenaan dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan cloud computing (CC). PT. Indofarma dan G42 saat ini menjalin kerja sama dalam penggunaan alat laser deteksi COVID-19 berbasis artificial intelligence (DH100). PT. Indofarma telah menerima prototype alat laser tersebut dan dilaksanakan pembahas­ an serta pelatihan antara tim teknis G42 dan PT. Indofarma pada bulan Ju- li-September 2020. Pemerintah Indonesia telah mengkonfirmasi kebutuhan sebanyak 300 unit DH 100 Laser yang rencananya akan ditempatkan di pelabuhan laut dan udara, serta di stasiun kereta di sejumlah wilayah di Indonesia. Kerja Sama Vaksin dengan G42 Kerjasama vaksin antara Kimia Farma dan G42/Sinopharm diinisiasi melalui 2 opsi kerjasama: - Melakukan uji klinis di Indonesia untuk 3000-5000 sampel - Mengirimkan ahli dari Indonesia untuk mendalami proses uji klinis di UAE. Selanjutnya akan diselesaikan NDA dan MoU antara G42 dan BUMN Indo- nesia dalam hal ini Kimia Farma. Selain itu akan diatur pula terkait pengiri- man ahli dari Indonesia mendalami proses uji klinis di UAE. Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini dan beberapa kerja sama lain khu- susnya di bidang mitigasi pandemi Covid-19, pada 19-23 Agustus 2020, Men- teri Luar Negeri dan Menteri BUMN telah melakukan kunjungan kerja ke PEA. Dalam kunjungan tersebut telah dilakukan penandatanganan 2 (dua) MoU Kerja Sama, yaitu: • Memorandum of Understanding antara Kimia Farma and G-42 Vac- cine Product Development Cooperation dengan cakupan kerjasama di bidang produk pharmaceutical, layanan kesehatan, riset dan pengem- bangan serta uji klinis serta produksi vaksin serta pemasaran dan distri- businya.  • Nota Kesepahaman antara PT. Indo Farma dengan G-42 Health Care AI Holding Rsc Ltd tentang Kerjasama Kesehatan dengan cakupan ker- jasama di bidang penelitian, pengembangan, produksi dan distribusi te- knologi berbasis laser dan artificial intelligence untuk screening Covid-19. Selain itu dalam kunjungan ini telah dihasilkan komitmen untuk penye- diaan awal atau awal penyediaan vaksin sebesar 10 juta dosis untuk tahun 2020, yang kemudian ditambahkan menjadi 15 juta dosis. Direncanakan pengiriman dari pabriknya di RRT ke Indonesia pada minggu pertama No- vember 2020. Indonesia juga mengirimkan satu tim reviewer untuk melakukan peman- tauan dari dekat pelaksanaan uji klinis tahap ketiga terhadap kandidat vak- sin kerja sama G42 dengan Sinopharm, dan kedepannya kerja sama segi- tiga antara Indonesa-G42-Sinopharm juga secara prinsip disepakati. Kerja sama dalam konteks pemantauan uji klinis tahap ke-3 terhadap kandidat vaksin hasil kerja sama Sinopharm-G42 ini sangat penting artinya bagi pengembangan kerja sama vaksin ke depan.[] dan Bebas Visa Diplomatik/Dinas ditangguhkan selama 1 bulan. Oleh karena itu, setiap orang asing yang akan berkunjung ke Indonesia di- haruskan memiliki Visa dari Per- wakilan RI sesuai dengan maksud dan tujuan kunjungan. Pada saat pengajuan visa harus melampirkan surat keterangan se- hat/health certificate yang dikelu- arkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing ne­ gara. Selain hal tersebut di atas, ter- dapat kebijakan khusus yang me­ nyangkut beberapa negara sebagai berikut: Pertama, kebijakan terhadap RRT masih berlaku sesuai dengan per- nyataan Menlu tanggal 2 Februari dan Permenkumham nomor 7 ta- hun 2020. Kedua, kebijakan terhadap Korea Selatan untuk Kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do masih sesuai dengan pernyataan Menlu tanggal 5 Maret 2020. Ketiga, pendatang/travelers yang da- lam waktu 14 hari terakhir berkun- jung negara-negara dibawah ini tidak diijinkan masuk/transit ke Indonesia. Negara-negara tersebut adalah: Iran, Italia, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss, Inggris. Keempat, semua pendatang/trav- elers wajib mengisi dan menyerah- kan kartu Health Alert Card (Kartu Kewaspadaan Kesehatan) kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan sebe- lum ketibaan di pintu masuk Ban- dara Internasional Indonesia. Jika dari riwayat perjalanan menun- jukkan bahwa dalam 14 hari terakhir yang bersangkutan pernah berkun- jung ke negara-negara tersebut, maka yang bersangkutan dapat di- tolak masuk ke Indonesia. Kelima, bagi WNI yang berkunjung ke negara-negara tersebut di atas, akan dilakukan pemeriksaan tam- bahan oleh Kantor Kesehatan Pela- buhan setiba di tanah air: - Apabila pemeriksaan tambahan menemukan gejala awal Covid-19 maka akan dilakukan observasi pada fasilitas pemerintah selama 14 hari; - Apabila tidak ditemukan geja- la awal maka sangat dianjurkan yang bersangkutan melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Perpanjangan izin tinggal bagi pen- datang/travelers asing yang saat ini berada di Indonesia dan sudah ha- bis masa berlakunya, maka penga- turannya dilakukan sesuai dengan Permenkumham No. 7 tahun 2020. Bagi pemegang KITAS/KITAP serta pemegang izin tinggal diplomatik/ dinas yang saat ini sedang berada di luar negeri dan izin masuknya akan berakhir, maka pengaturan­ nya juga sesuai dengan Permenkum- ham No. 7 tahun 2020. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada hari Jumat tanggal 20 Maret pukul 00.00 WIB. Kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan.[] Sejumlah negara saat ini telah memberlakukan kebijakan pembatasan lalu lintas orang. Oleh karena itu, semua warga negara Indonesia diminta untuk terus mencermati informasi di aplikasi safe-travel atau menghubungi hotline perwakilan RI terdekat. No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  9. 9. Diplomasi FOKUS 9 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI KERJA SAMA PEMBERIAN ALAT KESEHATAN & PEMBELIAN PRODUK INDONESIA OLEH PEA Dalam rangka membantu penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, Pemerin- tah PEA telah mengirimkan bantuan berupa coverall (100.000 buah), sarung tangan (500.000 pasang), masker (50.000 buah), pelindung sepatu (30.000 buah), dan sanitizer (20.000 buah) yang dikirim melalui kargo udara. Selanjutnya sebagai upaya membantu UMKM Indonesia, pihak PEA dalam hal ini Elite Agro LLC, telah melakukan pembelian buah dan sayur segar dari PT. Saribhakti Bumi Agri dengan total transaksi mencapai 2.664 kg dengan senilai Rp. 51.237.000 dan pem- belian produk pangan olahan dari PT. Monde Mahkota Biskuit dengan volume sebesar 24,65 ton senilai USD 70.000 atau sekitar Rp. 1.078.804.955. Pembelian produk pertanian dan pangan olahan tersebut dikirimkan ke Abu Dhabi menggunakan penerbangan balik pesawat yang telah membawa bantuan ke Indo- nesia.[] Indonesia dan Amerika Serikat (AS) kembali kuatkan komitmen dalam penanganan COVID-19 melalui pe­ ngiriman bantuan 1000 unit venti- lator AS senilai USD 16,8 juta serta bantuan melalui USAID, Center for Disease Control and Prevention (CDC), dan Deplu AS. Pada tanggal 27 Juli 2020, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi telah menyaksikan penyerahan secara simbolis bantuan dari Pemerin- tah AS kepada Pemerintah RI bagi penanganan Covid-19 di Indonesia, berupa ventilator jenis merk Vyaire 1200. Bantuan ventilator tersebut meru­ pakan realisasi dari komitmen Presiden AS Donald Trump yang di­ sampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo pada pembicaraan telepon tanggal 24 April 2020. Adapun ban- tuan ventilator disampaikan melalui empat tahap. Saat ini, bantuan ventilator telah didistribusikan ke tiga titik penye­ baran COVID-19 terbesar di Indone- sia yaitu Jawa timur (210 Unit), DKI Jakarta (192 unit), dan Jawa Barat (63 unit). Pemerintah AS juga memberikan bantuan bagi penanganan krisis kesehatan COVID19 di Indonesia senilai USD 2,3 juta melalui 18 pro- gram milik USAID, CDC (Center for Disease Control and Prevention) dan Deplu AS, dalam bentuk penye- diaan bahan dan alat kelengkapan laboratorium (APD, reagen), bantu- an teknis kepada Satgas COVID19 Indonesia, serta pengembangan protokol kesehatan pasien HIV yang mengidap COVID-19.[] PENGUATAN KOMITMEN RI-AS DALAM PENANGANAN COVID-19 TAHAPAN BANTUAN VENTILATOR: • TAHAP I : Sejumlah 100 unit (Vyaire LTV 1200 dan aksesoris) senilai USD 1,5 juta tiba di Bandara Internasional Soekar- no-Hatta pada tanggal 22 Juli 2020. • TAHAP II Sejumlah 250 unit senilai USD 4,25 juta tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada tanggal 30 Agustus 2020, • TAHAP III Sejumlah 500 unit (Vyaire LTV 2200 dan aksesoris) senilai USD 8,5 juta tiba di Bandara Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat militer pada tanggal 30 Agustus 2020. • TAHAP IV 150 unit senilai USD 2,55 juta tiba di Indonesia pada 14 September 2020. No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  10. 10. Diplomasi FOKUS 10 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI MENGALIHKAN FOKUS DIPLOMASI KE ARAH PERCEPATAN EKONOMI Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah menimbulkan ben- cana ekonomi global dengan terhambatnya rantai pasok dan menurunnya produksi dan daya beli. IMF (2020) memprediksikan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan menurun sebesar -4,9% pada tahun 2020 dan baru akan kembali ke titik 0% pada pada awal 2021[1]. Dalam rangka mendukung upaya percepatan pemulihan perekonomian nasional sebagai dampak pandemi COVID-19, Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian/Lem- baga terkait di Indonesia terus mempererat sinergi dan kolaborasi melalui optimalisasi peran dan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Selain itu, sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) No- mor 82 tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kemlu melalui Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi (TPPE) juga telah melakukan berbagai program pemulihan ekonomi. Sejak pembentukannya pada 7 Juli 2020, selain melakukan diplomasi vaksin juga aktif melakukan kegiatan diplomasi ekonomi. Menteri Luar Negeri mene- gaskan bahwa kondisi pandemi telah membuka peluang kepemimpinan Kementerian Luar Negeri pada isu-isu baru, khususnya mengingat bahwa Kemlu memiliki kemampuan helicopter view. dalam hal ini, peran Satgas Covid-19 Kemlu yang awalnya fokus pada upaya perlindungan PWNI, terus berkembang pada dukungan bagi pemenuhan ketersediaan obat dan alat kesehatan bagi kebutuhan terapeutik, diagnostik dan vaksin. Wamenlu menegaskan bahwa di tengah kondisi disruptif akibat pandemi dan persaingan geopolitik pada kenyataannya ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh positif. Apabila Indonesia terus mempertahankan mo- mentum pertumbuhannya, maka Indonesia memiliki potensi untuk dijadi­ kan tujuan diversifikasi atau relokasi investasi di tengah persaingan AS dan RRT. PMA yang berminat untuk investasi akan terus dimonitor dan difasili­ tasi agar dapat segera operasional dan profit-taking. Salah satu langkah yang menjadi target Pemri saat ini adalah untuk menarik investasi asing melalui perusahaan multinasional yang berencana melakukan relokasi usa- hanya dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke negara sekitarnya, khususnya Indonesia. Selain itu, Kementerian Luar Negeri juga bekerja sama dengan Kemente- rian BUMN untuk mendorong dan memfasilitasi BUMN untuk melakukan investasi di luar negeri (go global). Hal ini dikarenakan berbagai BUMN te­ lah mulai melakukan berbagai operasi Outbound investment di luar negeri beberapa BUMN kerap menjadi mitra potensial dalam berbagai kerja sama investasi Inbound dengan perusahaan asing. Sesuai arahan Menlu dan Wamenlu tersebut di atas, Tim Percepatan Pemu- lihan Ekonomi (TPPE) telah dibentuk guna membantu pimpinan Kemlu dalam menangani tugas-tugas khusus, utamanya yang terkait dengan ke- lancaran percepatan pemulihan ekonomi, sehingga mencapai sasaran dan penyelesaian penuh. Tiga Tugas Utama TPPE: Pertama, Menyusun helicopter view atas suatu peta besar dalam men- dukung tugas Menlu dan Wamenlu dalam berkoordinasi dengan pimpinan Kementerian/Lembaga lain. Kedua, Memberikan amunisi atau informasi strategis serta mengidentifika- si low hanging fruit. Ketiga, Membangun dashboard peluang dan realisasi investasi. Prioritas pelaksanaan tugas khusus TPPE ditentukan dari waktu ke waktu oleh pimpinan Kemlu, bersifat project based dan meliputi bidang-bidang yang secara konkrit berdapat pada percepatan pemulihan ekonomi, antara lain: a. Fasilitasi investasi outbound dan inbound termasuk investasi, relokasi, dan diversifikasi ke Indonesia. b. Proyek investasi hasil kunjungan Presiden ke negara sahabat; dan c. Pengembangan industri kesehatan tanah air. Dalam melaksanakan tugasnya, TPPE menjalankan fungsi koordinasi de­ ngan unit-unit dalam Kemlu dan berbagai Perwakilan RI di luar negeri yang menjalankan program yang terkait dengan tugas-tugas khusus, sehigga mendukung pencapaian KPI di unit dan perwakilan. Mekanisme kerja TPPE akan bersifat flat (horizontal), lentur, gesit, dan tidak hierarkis tugas harian akan dijalankan oleh Tim Sekretariat Substansi TPPE.[] WAKIL MENTERI LUAR NEGERI BERPARTISIPASI PADA PERTEMUAN TINGKAT TINGGI DK PBB DI SELA-SELA SMU PBB MENGENAI TATA PEMERINTAHAN GLOBAL PASKA-COVID-19 Pada 24 September 2020, Wamenlu RI Mahendra Siregar berpartisipasi pada Pertemuan Tingkat Tinggi DK PBB menge- nai Post COVID-19 Global Go­ vernance sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Presidensi Niger. Pertemuan bertujuan membahas perlunya reformasi global governance guna pe­ nguatan upaya pemeliharaan perdamaian dan keamanan dalam konteks dunia pasca pandemi COVID-19. Pertemuan juga diselenggarakan untuk mendorong pembahasan ter­ kait peran DK PBB dalam menggunakan seluruh sarana yang ada guna mencegah kri- sis dan meningkatkan sistem pengambilan keputusan. Isu yang diangkat pada per- temuan ini selaras dengan kepentingan Pemri dan me­ rupakan kelanjutan dari priori- tas Presidensi DK PBB Indone- sia bulan Agustus terkait pan- demi dan bina damai. Di sam­ ping itu, isu reformasi glo­ bal governance juga merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian konstituen domestik di saat pandemi COVID-19 ini. Pertemuan dipimpin Presiden Niger, Issoufou Mohamadou, dan menghadirkan briefers Sekjen PBB, Antonio Guterres serta Chair African Union Com- mission, Moussa Faki Maha- mat. Pertemuan juga dihadiri beberapa pejabat pada level tinggi, yang menunjukkan pentingnya topik terkait de­ ngan COVID-19 dan peran PBB/ multilateralisme.[] No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  11. 11. Diplomasi FOKUS 11 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI PERTEMUAN BILATERAL MENLU RI – MEN BUMN RI DENGAN MENLU RRT ​ Tahun ini Indonesia-RRT mempe­ ringati hubungan diplomatik ke- 70 tahun. Indonesia ingin maknai peringat­ an 70 tahun hubungan ini dengan cara memperkokoh ker- jasama yang sa­ ling menguntung- kan. Selain bertemu dengan State Coun- cillor/Menlu Wang Yi, selama berada di RRT, Menlu RI telah melakukan pertemuan dengan sejumlah in- dustri manufaktur vaksin RRT, yaitu Sinovac, Sinopharm dan CanSino. Indonesia juga melakukan per- temuan dengan China Railways. Dalam pertemuan bilateral dengan State Councillor/Menlu Wang Yi., an- tara lain dibahas: Pertama, komitmen kedua negara untuk terus memperkokoh kerjasa- ma bilateral berdasarkan asas sa­ ling menghormati dan saling meng­ untungkan; Kedua, komitmen kedua negara untuk terus menjaga stabilitas dan keamanan kawasan; Ketiga, komitmen untuk mening- katkan kerjasama di bidang vaksin. Pembicaraan mengenai Kerjasama di bidang vaksin ini sudah dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu, ter- masuk menjadi salah satu bahasan pada saat pertemuan virtual pada akhir bulan Juli 2020. Prinsip-prin- sip pentingnya kerjasama vaksin ini juga telah disampaikan di semua pertemuan internasional dari sejak awal pandemi terjadi. Dalam pertemuan tersebut, Indo- nesia menyampaikan  mengenai pen­­tingnya jumlah  vaksin  yang memadai, tepat waktu, aman, dan dengan harga yang terjangkau. Indonesia melihat adanya komit- men kuat dari sejumlah industri farmasi RRT untuk melakukan ker- jasama vaksin dengan Indonesia, dan kami juga melihat komitmen Pemerintah RRT untuk mendu­kung kerjasama tersebut. Keempat, Indonesia dan RRT juga terus memiliki tekad kuat untuk memperkokoh kerjasama ekonomi selama dan paska pandemi, terma- suk di bidang perdagangan dan in- vestasi. Dari waktu ke waktu, Indonesia te­ rus berupaya untuk menurun­ kan ang­ ka defisit perdagangan. Perlu dicatat, angka ekspor Indo- nesia ke RRT mengalami pening- katan 11,74% pada semester I 2020 (dari USD 12,32 milyar menjadi USD 13,77 milyar). Sekali lagi ini semester I 2019 dibanding dengan 2020. Dengan kenaikan ekspor ini dan dengan terjadinya penurunan im­ por RRT ke Indonesia sebesar –11,86%, maka angka defisit Indone- sia dapat ditekan sebesar 46,08%. Sementara untuk investasi RRT ma- sih menduduki peringkat ke-2 ter- besar setelah Singapura. Untuk se- mester I 2020, terjadi peningkatan investasi dari USD 2,2 milyar men- jadi USD 2,4 milyar, atau meningkat 9% dibanding semester pertama 2019. Masih terkait dengan pembahas­ an perdagangan, Indonesia meng­ usulkan pembentukan Joint Work- ing Group for Trade guna mem- fasilitasi berbagai hambatan perda- gangan dan memfasilitasi semakin di­ bukanya pasar Tiongkok bagi pro- duk Indonesia. Kelima, membahas mengenai ter- jadinya kasus-kasus yang menim- pa ABK Indonesia yang bekerja di kapal-kapal ikan RRT. Menlu RI menekankan bahwa isu ini sudah bukan merupakan isu antara swasta, namun pemerintah sudah harus terlibat untuk memastikan bahwa pelanggaran-pelanggaran kemanusiaan ini tidak terjadi di masa mendatang. Indonesia juga meminta kerjasama Mutual Legal Assistance antara lain adanya keperluan saksi WN Tiong- kok dan investigasi transparan un- tuk tuduhan perdagangan manusia di kapal Long Xin 629. Dan permin­ taan ini ditanggapi dengan positif oleh State Councillor dan Menteri Luar Negeri RRT. Terakhir dan tidak kalah penting­ nya, dalam pertemuan bilateral, te­ lah disepakati, Indonesia dan Tiong- kok telah menyepakati Essential Business Travel Corridor Arrange- ment yang secara khusus mengatur perjalanan bisnis yang essensial dan perjalanan kedinas­ an yang mende- sak secara aman, sekali lagi secara aman. Ini adalah essential business travel corridor ketiga, yang telah Indone- sia buat dengan negara lain, yaitu yang pertama  dengan Persatuan Emirat Arab berlaku mulai 29 Juli 2020, kemudian dengan Korea Sela- tan berlaku mulai 17 Agustus 2020, dan dengan RRT yang diluncurkan pada hari ini dan berlaku segera setelah diluncurkan. Di dalam pertemuan bilateral tadi, Indonesia juga membahas berbagai isu kawasan dan isu dunia termasuk mengenai ASEAN. Bagi ASEAN, RRT adalah salah satu mitra penting ASEAN. Tahun depan, ASEAN dan RRT akan memperinga- ti 30 tahun dialogue partners an- tara ASEAN dan RRT. Dan Indonesia memiliki keyakinan bahwa kemitraan ASEAN-RRT akan dapat terus kokoh selama kemi- traan tersebut selalu  dilakukan de­ ngan menghormati hukum in- ternasional, termasuk pada saat In- donesia membahas isu Laut China Selatan. Indonesia juga menyampaikan mengenai pokok-pokok presidensi Indonesia di DK PBB dan menyam- paikan apresiasi atas kerjasama RRT semasa presidensi Indonesia di DK PBB pada bulan Agustus 2020. Selain bertemu dengan State Coun- cillor/Menlu Wang Yi, Menlu RI juga melakukan pertemuan dengan in- dustri Farmasi yaitu dengan Sino- vac, Sinopharm dan CanSino serta dengan China Railway. Dengan Sinovac, Menlu menyak­ sikan penandatangan perjanjian antara BioFarma dan Sinovac untuk memperkuat kerjasama vaksin. Ada 2 dokumen yang ditandata­ ngani antara Sinovac dan BioFarma Yang pertama adalah Preliminary Agreement of Purchase and Supply of Bulk Product of Covid 19 Vaccine - Yang menyepakati komitmen keter- sediaan supply bulk vaksin hingga 40 juta dosis vaksin mulai Novem- ber 2020 hingga Maret 2021. Dokumen yang kedua, yang ditan- datangani oleh Sinovac dan Bio Far- ma adalah MoU untuk komitmen Kapasitas Bulk Vaccine 2021 - dima- na Sinovac akan memberikan prio­ ritas kepada Biofarma untuk supply bulk vaksin setelah Maret 2021 hing- ga akhir tahun 2021. Ini adalah ker- jasama yang cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac. Di saat yang sama, Indonesia melakukan pembicaraan penjajak­ an kerjasama vaksin dengan indus- tri farmasi lain di RRT, antara lain dengan Sinopharm dan CanSino. Dan sebagai informasi juga bahwa komunikasi seperti ini terus dilaku- kan dengan beberapa pihak lainnya juga, di luar RRT dengan pemikiran untuk memperoleh hasil yang lebih baik, di te­ ngah kompetisi yang sa­ ngat ketat di antara negara-negara dunia. Menlu menekankan, selain menja- jaki kerjasama vaksin dengan peru- sahaan luar negeri, pengembangan vaksin mandiri yaitu vaksin merah putih juga terus dikembangkan untuk tujuan jangka panjang ke- mandirian vaksin nasional.[] No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  12. 12. Diplomasi LENSA 12 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI DIPLOMASI MEMBANGUN KEMITRAAN DAN SINERGI DI SAAT PANDEMI DIPLOMASI EKONOMI MELALUI BUMN GO GLOBAL Indonesia dalam hal ini terus be- rupaya untuk menyampaikan pent- ingnya kemitraan dan sinergi untuk menjamin amannya lalu lintas ma- nusia antar-negara, serta terjamin- nya rantai pasokan, khususnya obat dan alkes, di tengah ketatnya kebi- jakan lalu lintas barang dan orang di tingkat global di berbagai forum internasional. Suara tersebut telah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI dan para diplomat melalui berbagai fo- rum, diantaranya: COVID-19 International Coordina- tion Group (CICG) CICG merupakan sebuah forum ker- ja sama internasional diinisasikan oleh Kanada yang bertujuan untuk memperkuat koordinasi internasi- onal dalam penanganan pandemi Covid-19 dan untuk mengelola dampak sosial ekonomi yang diaki- batkannya. Mengingat dampak pandemi global dan multidimensi, mulai dari kesehatan, perjalanan lintas negara, perdagangan inter- nasional, pariwisata, lapangan kerja, hingga investasi, diperlukan kerja sama internasional yang dapat me- majukan upaya konkrit dan sinergis antarnegara. The Alliance for Multilateralism The Alliance for Multilateralism merupakan jaringan informal negara-ne­ gara yang memiliki keya- kinan bahwa tatanan multilateral merupakan jaminan yang da­ pat diandalkan untuk stabilitas dan perdamaian internasional dan bah- wa tantangan bersama kita hanya dapat diselesaikan melalui kerjasa- ma. Aliansi bertujuan memperbarui komitmen global untuk menstabil- kan tatanan internasional berbasis aturan, menegakkan prinsip-prin- sipnya dan menyesuaikannya, jika perlu. Dalam masa pandemi ini, Aliansi juga tetap memainkan peran pent- ing. Telah dilakukan pertemuan virtual para Menteri Luar Negeri Di tengah persaingan global, BUMN mempunyai peranan sentral untuk mendukung pertumbuh­ an ekonomi nasional dan memajukan kepemi- mpinan Indonesia di luar negeri. Upaya diplo- masi ekonomi melalui BUMN Go Global diharap­ kan dapat mendukung target pembangunan nasio­ nal dan berkontribusi dalam percepatan pemulih­an ekonomi. Sebagai langkah sinergis untuk mendukung BUMN go global, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian BUMN perlu lebih meningkatkan koordinasi dan kerja sama untuk menyelaraskan langkah dan aksi kerja, kedua kementerian dan baik secara Government-to-Government mau- pun Business-to-Business, guna menghasilkan kebijakan strategis yang harmonis, efektif, dan terintegrasi.  Guna semakin terlaksananya sinergi antara kedua Kementerian dan terwujudnya hasil di- plomasi ekonomi yang konkrit, dibentuk Nota Kesepahaman antara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara ten- tang Koordinasi Diplomasi Ekonomi untuk Men- dukung BUMN Go Global. Dengan berkoordinasi dengan KemenBUMN (melalui pembentukan suatu MoU Kemlu-Kem­­ BUMN), Perwakilan RI berupaya untuk mem­ fasilitasi outbound-investment oleh BUMN atau partisipasi BUMN dalam proyek pemerintah asing atau swasta di luar negeri, Mengidentifikasi potensi dan hambatan, Aktif menjajaki proyek potensial di luar negeri, dan melakukan match­ making untuk inbound investment pe­nanaman modal asing. Tantangan utama yang dihadapi yaitu: • Risk Management: Beberapa proyek dilaku- kan di negara-negara yang beresiko tinggi • Pembiayaan: Apabila Sovereign Guarantee ti- dak disediakan oleh negara terkait, maka perlu dicarikan sumber pembiayaan. • Pemahaman tentang Local Regulation atau aturan tentang Government Procurement. • Alternative Financing: Contohnya, Kemlu saat ini tengah menjajaki skema Imbal Beli atau Counter Purchase, dimana negara tertentu memberikan konsesi kepada Indonesia untuk mengelola SDA dan sebagai imbalan untuk proyek infrastruktur yang dibangun oleh In- donesia. Kemlu saat ini terus mengawal perkembangan proyek BUMN di Afrika, Timur Tengah, Asia Sela- tan, dan Asia Tenggara di berbagai bidang, dian- taranya migas, konstruksi, energi, dan transpor- tasi.[] Dalam menghadapi pandemi ini, tidak ada satu negara pun yang dapat berjuang sendirian. No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021 dari hampir 30 negara. Para Men- teri Luar Negeri menekankan nilai multilateralisme dan, melalui adop- si deklarasi bersama, mengirimkan sinyal dukungan yang kuat kepa- da PBB, termasuk WHO sebagai tulang punggung respon global ter- hadap COVID-19. Mereka menyoroti kebutuhan untuk lebih ba­ nyak dan meningkatkan koordinasi internasi- onal, kerjasama dan solida­ ritas, dan menggarisbawahi komitmen mere- ka untuk berkontribusi pada upaya tersebut. International Group of Women FM on Covid-19 Pertemuan virtual dengan 9 (Sem- bilan) Menteri Luar Negeri per- emouan di dunia untuk memba- has mengenai “perempuan dan COVID-19”. Dalam hal ini dibahas mengenai kerentanan terhadap perempuan akibat pandemi dan bagaimana perempuan dapat diberdayakan untuk menjadi bagian dari upaya memerangi pandemi dan meng- hidupkan ekonomi.[]
  13. 13. Diplomasi LENSA 13 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI TABLE TOP ANTARA PENGUSAHA UMKM DAN PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL Dalam memberikan dukungan ke- pada para UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, Ke- menterian Luar Negeri menyeleng- garakan beberapa kegiatan, dian- taranya: Pada 28-29 Agustus 2020, Kemlu untuk pertama kalinya menyeleng- garakan table top antara pengusa- ha UMKM dan Perwakilan RI di luar negeri. Menggandeng Kemenkop UMKM, Sarinah, BNI, BRI, dan Bank Mandiri, Kemlu memfasilitasi tran- saksi KUKM dengan 87 Perwakilan RI di luar negeri lewat produk-pro- duk 100 UMKM binaan kelima insti- tusi tersebut. Total transaksi menca- pai hampir Rp2,6 miliar. Kemlu memanfaatkan pasar ekspor produk UMKM yang cukup besar di lingkungan Kemlu dan Perwakilan untuk memenuhi kebutuhan kan- tor dan wisma Perwakilan RI, kebu- tuhan pribadi, dan kebutuhan dias- pora Indonesia. Kemlu juga memfasilitasi table top UMKM dan jual-beli pada umumn- ya melalui platform digital. Beber- apa penyedia platform digital yang telah dijajaki Kemlu, yaitu: - PT Solusi Ekosistem Global (SEG): pengembang platform market- place aimcolala.com dan glexin- do.com - Goorita: platform cross-border e-commerce yang bekerja sama dengan Amazon dan eBay untuk memasarkan dan mengirimkan produk-produk Indonesia ke luar negeri. - Trust n Trust (TnT): aplikasi mar- ketplace yang sedang dikem- bangkan oleh Julio pendiri Ko- munitas Bisa Ekspor (KBE) de­ ngan memanfaatkan 7.000 ang- gota komunitas Selanjutnya, Kemlu bekerja sama dengan Kemenparekraf, Non- Aligned Movement Center for South-South Technical Cooperation (NAM Center), dan KORPRI, menye- lenggarakan rangkaian webinar untuk mempromosikan UMKM Go Global. Peduli Batik Untuk mendukung pemulihan eko­ nomi Indonesia pasca pandemi dan pelestarian batik Indonesia, secara khusus Kemlu membuat short vi­ deo bertema “Kemlu Peduli Batik Indonesia”.  Dalam video ini, Ibu Yanti Airlangga Hartarto (Ketua Yayasan Batik In- donesia), Ibu Novita Yunus (pemilik BatikChic), Ibu Josephine Komara (pemilik Bin House) dan Batik Bet- awi Terogong bercerita tentang bagaimana UMKM dan pengrajin batik Indonesia berupaya habis-ha- bisan untuk bertahan di masa pan- demi Covid-19. Perhatian terhadap UMKM dan pengrajin batik Indonesia turut me- nentukan kelestarian Batik, yang merupakan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Tidak hanya batik, dalam men- dukung pemberdayaan UMKM, Kemlu juga menyelenggarakan Bali Democracy Forum: Economy Pillar yang mengangkat tema “Pember- dayaan UMKM Untuk Pemulihan Ekonomi yang Inklusif dan Berke- lanjutan Pasca-Pandemi” pada 5-6 November 2020 di Bali.  Kegiatan ini merupakan rangkaian road to Bali Democracy Forum XIII yang diselenggarakan di Bali, 10 De- sember 2020.  Dilaksanakan secara hybrid, ter- dapat 400 peserta dari 27 negara yang berpartsipasi dalam kegiatan ini. Melalui sharing experience and best practices, panelis dan peserta bertukar pikiran dan saling men- dorong pemberdayaan UMKM di seluruh dunia, untuk pemulihan ekonomi yang lebih kuat di masa pasca pandemi.[] Kemlu memanfaatkan pasar ekspor produk UMKM yang cukup besar di lingkungan Kemlu dan Perwakilan untuk memenuhi kebutuhan kantor dan wisma Perwakilan RI, kebutuhan pribadi, dan kebutuhan diaspora Indonesia. BDF MENJADI PILOT PROJECT PEMBUKAAN BALI MELALUI PENYELENGGARAAN SUATU HYBRID INTERNATIONAL CONVENTION Berbagai upaya koordinasi tengah dilakukan untuk mempersiapkan pembukaan Bali ba­ gi kunjungan essential business travellers dan wisatawan mancanegara pada Desember 2020, bersamaan dengan penyelenggaraan Bali Democracy Forum 2020. BDF dapat menjadi pilot pro­ject pembukaan Bali melalui penyelenggaraan suatu hybrid international convention, de­ ngan partisipasi langsung para Kepala Perwakilan Asing di Indonesia serta pejabat tinggi asing lain­ nya secara virtual.  Kemlu mempunyai peran strategis dalam men- sinergikan kebijakan dan upaya persiapan pem- bukaan Bali dengan seluruh stakeholders, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN dan swasta. Beberapa langkah tersebut antara lain: Penyusunan prosedur protokol kesehatan yang komprehensif, sinergis, berstandar internasional dan terdigitalisasi, yang mencakup: Sinergi dan penyederhanaan atas 3 peraturan terkait protokol kesehatan yaitu Surat Edaran Satgas Covid-19, Surat Edaran Menteri Kesehatan dan New Normal Protocol Angkasa Pura. Digitalisasi protokol kesehatan berstandar inter- nasional melalui pembangunan aplikasi e-HAC yang terintegrasi untuk tujuan dokumentasi (data perjalanan), validasi (identitas pribadi, hasil test PCR swab), dan mekanisme track and trace. Pembagian protokol kesehatan dalam 2 kategori utama yaitu: • Essential business traveller & diplomatik/dinas: wajib test PCR swab sebelum keberangkatan (dari negara asal) dan saat kedatangan (di In- donesia). • Wisatawan mancanegara & WNI: wajib test PCR swab sebelum keberangkatan (dari nega- ra asal) dan wajib screening rapid test dengan teknologi baru saat kedatangan (di Indonesia). Hanya diwajibkan PCR swab test jika reaktif screening rapid test. Pengakuan resiprokal akreditasi faskes dan akses data hasil test Covid-19 untuk memastikan peng­ akuan dan kualitas hasil PCR Implementasi dan pengembangan Travel Cor- ridor Arrangement/TCA dengan negara mitra yang mencakup business essential traveller, diplomatik, dinas dan wisman. Pembukaan Bali rencananya akan dilakukan secara bertahap dengan prioritas utama nega- ra-negara mitra yang telah mempunyai kesepa- katan TCA dengan Indonesia, yaitu Korea Selatan, RRT, Singapura, dan UAE. Bekerja sama dengan Kemenparekraf, Kemlu juga tengah menjajaki peluang kerja sama den- gan UNWTO/UN World Tourism Organization untuk meningkatkan kepercayaan dan kredibili- tas serta mendapatkan pengakuan internasional atas penerapan protokol kesehatan dan prosedur safe tourism di Bali. Disamping itu, mengingat multiplier effect dari pariwisata terhadap UMKM, Kemlu turut men- dukung upaya pemulihan produksi UMKM di Bali. Salah satu upaya tsb dilakukan melalui pen- jajakan kerja sama kurasi dan distribusi produk UMKM Bali ke dalam platform distribusi berbasis digital antara PT AEON Indonesia, PT Sarinah dan Dinas Koperasi UMKM Bali untuk membuka pe­ luang pemasaran produk UMKM ke luar negeri.[] Bekerja sama dengan Kemenparekraf, Kemlu juga tengah menjajaki peluang kerja sama dengan UNWTO/ UN World Tourism Organization untuk meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas serta mendapatkan pengakuan internasional atas penerapan protokol kesehatan dan prosedur safe tourism di Bali. No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  14. 14. Diplomasi 14 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI KAIN ENDEK BALI UNTUK RUMAH MODE CHRISTIAN DIOR Berbulan-bulan sebelum sinar lam- pu menyoroti runway Paris Fash- ion Week 2020, Duta Besar RI un- tuk Perancis, Arrmanatha Natsir, berkoordinasi erat dengan Maria Grazua, Direktur Artistik Christian Dior Couture. Tujuannya hanya satu, memastikan rencana penggunaan kain endek Bali tidak menyalahi bu- daya dan adat istiadat Bali.  Akhir September 2020, kerja keras KBRI Paris membuahkan hasil manis. Kain endek Bali mencuri per- hatian penikmat fashion dunia di Jardin de Tuileries, Perancis. Rumah mode Christian Dior menggunakan kain endek Bali untuk sembilan karyanya, baik busana dan tas, yang merupakan koleksi Summer/Spring 2021. Jalan endek Bali menuju Paris se- makin terbuka lebar dengan ada­ nya kerja sama erat dengan Pe- merintah Provinsi Bali. Kolaborasi dengan Rumah Mode Christian Dior diharapkan dapat menjadi ajang pembinaan dan pengawasan terha- dap penggunaan budaya lokal pada skala global. Tanpa menunggu lama, Tim Perce- patan Pemulihan Ekonomi (TPPE) Kementerian Luar Negeri segera bertolak menuju Pulau Dewata. Kerja sama lintas instansi diperlu- kan untuk memastikan kesiapan produksi yang dibutuhkan. Berb- agai langkah juga harus diambil un- tuk memastikan perlindungan atas kekayaan intelektual Endek Bali, termasuk mendorong promosi Ek- spresi Budaya Tradisional.  Kerja sama yang baik antara Ke- menterian Luar Negeri, Kemente- rian Perdagangan, KBRI Paris dan Pemerintah Provinsi Bali, meng- hasilkan ikatan yang kuat dalam tenunan kolaborasi kain endek Bali untuk Rumah Mode Dior. Hingga akhir Desember 2020, due diligence telah dilakukan, berbagai legal documents telah disiapkan dan uji sample laboratorium memberikan hasil menggembirakan.  Kolaborasi ini sendiri semakin ber­ kembang ketika Rumah Mode Christian Dior tidak saja mengaju- kan permintaan kebutuhan produk- si, tetapi juga penawaran kolaborasi capacity building bagi pengrajin Indonesia, Perancis dan Italia (lokasi produksi Dior) di bulan Januari 2021. Inspirasi Rumah Mode ini sederha- na: mengangkat nilai kebudayaan dan keahlian menenun, utamanya para penenun perempuan. Sejak lampu runway Paris Fash- ion Show dipadamkan malam itu, Kementerian Luar Negeri, Kemen- terian Perdagangan, KBRI Paris dan Pemerintah Provinsi Bali bahu membahu, menenun helai demi helai kerja sama dengan Rumah Mode Christian Dior. Memastikan jalan kain tradisional kebanggaan Indonesia ini tidak hanya berhenti di Paris, tetapi sampai di hati para fashionista dunia.  Jalan endek Bali menuju Paris semakin terbuka lebar dengan adanya kerja sama erat dengan Pemerintah Provinsi Bali. Kolaborasi dengan Rumah Mode Christian Dior diharapkan dapat menjadi ajang pembinaan dan pengawasan terhadap penggunaan budaya lokal pada skala global. LENSA No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  15. 15. ASEAN TRAVEL CORRIDOR ARRANGEMENT (TCA) SELARAS DENGAN SEMANGAT BUSINESS-FRIENDLY Diplomasi 15 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI Pembentukan ASEAN Travel Cor- ridor Arrangements (TCA) digagas oleh Presiden RI yang disampaikan pada pertemuan KTT ke-36 ASEAN tanggal 26 Juni 2020. Menindak- lanjuti gagasan Presiden tersebut, Kementerian Luar Negeri c.q. Direk- torat Jenderal Kerja Sama ASEAN telah menyusun Concept Note on ASEAN TCA. Penerapan ASEAN TCA dilakukan dengan mengedepan­ kan prinsip kehati-hatian, terukur, dan bertahap. Tujuan ASEAN TCA adalah mem- fasilitasi pergerakan essential busi- ness travelers, termasuk untuk perjalanan diplomatik dan dinas, de­ ngan tetap memperhatikan pro- tokol kesehatan yang ketat, serta mendorong pengembangan digi­ talised platform yang transparan, credible, dan interoperable di an- tara negara anggota ASEAN. Pem- berlakuan ASEAN TCA terhadap es- sential business travelers merupa- kan tahap awal guna membangun confidence terlebih dahulu antara negara anggota ASEAN. Salah satu elemen kunci dari ASEAN TCA adalah interoperability yang bertujuan untuk menyederhanakan prosedur imigrasi dan proses pemeriksaan kesehatan di bandara sehingga prosedur dan protokol kesehatan dapat selaras dengan semangat business–friendly. Se­ la­in itu, interoperability yang ter­ digitalisasi akan mempercepat pertukaran informasi mengenai essential business travelers antar sesama negara anggota ASEAN. Menjadi catatan bersama bahwa pertukaran informasi tersebut hanya dilakukan oleh negara asal, negara tujuan, dan negara transit, guna menjamin keamanan data essential business travelers. ASEAN TCA merupakan salah satu implementation plan dari ASEAN Comprehensive Recovery Frame- work (ACFR). Implementasi TCA tersebut akan dimulai pada fase re-opening dimana fase ini me- nekankan pada upaya-upaya yang perlu segera diimplementasikan di tengah masa pandemi. Pertemuan SOM tanggal 7 Septem- ber 2020 menyepakati agar Con- cept Note tersebut untuk disam- paikan ke badan sektoral terkait, an- tara lain SEOM, DGICM, STOM, dan SOMHD untuk mendapat masukan dan tindak lanjut. Pada Pertemuan ke-53 AMM, pertemuan pada prin- sipnya menyambut baik Concept Note tersebut, khususnya dari Bru- nei Darussalam, Kamboja, Laos, dan Myanmar. Selain untuk pemulihan ekonomi, Menlu RI secara khusus menekankan bahwa implementasi TCA menjadi sinyal kuat bagi ASEAN Trust and Unity dalam me­ lawan pandemi COVID-19. Pada Pertemuan SOM tanggal 7 Oktober 2020, Indonesia mene­ gaskan kembali bahwa sejumlah elemen kunci dari ASEAN TCA, yakni: (i) diperuntukkan bagi es­ sential business travelers, (ii) te­ tap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, iii) peman­ faatan digitalized platform dengan sistem interoperability guna menunjang koordinasi yang efisien, iv) pembentukan temporary fast lane dan testing facitlies saat ke­ berangkatan dan kedatang­ an, dan v) penentuan port of entry guna mempersiapkan fasilitas ASEAN TCA. SOM menyambut baik inisiatif ASEAN TCA guna mendukung pe­ mulihan ekonomi dengan tetap memperhatikan kondisi public health. Disampaikan pula bahwa ASEAN TCA perlu dibangun dari existing TCA bilateral di antara negara anggota ASEAN.[]   Salah satu elemen kunci dari ASEAN TCA adalah interoperability yang bertujuan untuk menyederhanakan prosedur imigrasi dan proses pemeriksaan kesehatan di bandara sehingga prosedur dan protokol kesehatan dapat selaras dengan semangat business –friendly. PALANG MERAH INDONESIA (PMI) MENGIRIMKAN BANTUAN LOGISTIK KESEHATAN KEPADA PALANG MERAH TIMOR-LESTE (CVTL) UNTUK PENANGANAN COVID-19 Bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) ke- pada Palang Merah Timor-Leste (Cruz Vermelha de Timor-Leste / CVTL) berupa logistik kesehat­ an tiba di perbatasan Indonesia–Timor-Leste (Mota’ain–Batugade) pada 03/06/20 dan diteri- ma oleh Tim Logistik CVTL. Pengiriman bantuan tersebut dalam rangka penanganan Covid-19 dan merupakan bentuk kerja sama antara dua lemba- ga kemanusiaan tersebut. Serah terima secara simbolis telah dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Republik Demoktratik Timor-Leste, Sahat Sitorus kepada Presiden/Ketua CVTL, Madalena Hanjam Soares di Kantor Pusat CVTL pada 04/06/20 pukul 10.00 waktu Dili. Dalam konferensi pers yang diselenggarakan setelah acara serah terima, Ketua CVTL antara lain menyampaikan bahwa PMI selaku mitra kerja sama CVTL telah membantu rakyat TL dan CVTL sejak tahun 1970an. Kerja sama antara kedua in- stitusi sudah terjalin erat selama bertahun-tahun dan kini PMI masih membantu CVTL karena krisis dunia, yaitu wabah Covid-19. Hari ini PMI kembali memberikan bantuan material perlindungan diri kepada CVTL berupa 500 masker, 500 APD, 500 kaca mata, 500 face shield, 10.000 pouch desin- fektan, 10 buah sprayer, dan 10 buah thermometer untuk membantu para relawan dan staf yang ber- tugas di 13 distrik di TL guna melakukan penanga- nan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai upaya-upaya pencegahan agar masyarakat dapat hidup dengan aman dan sehat selama masa pan- demi Covid-19. Ketua CVTL mengucapkan “Selamat datang dan terima kasih kepada Yang Mulia Duta Besar RI untuk RDTL yang hari ini berkenan menyerah- kan bantuan material tersebut.” Sebagai penut- up di­ sampaikan pula bahwa meskipun sekarang ini, Pemerintah Timor-Leste dengan kerja sama semua pihak telah menunjukkan kinerja dapat mengontrol Covid-19 di Timor-Leste, Pemerintah dan CVTL masih akan tetap mengedukasi mas- yarakat untuk melakukan pencegahan sehingga virus tersebut tidak menyebar. Atas nama CVTL dan rakyat Timor-Leste, beliau sangat berterima kasih atas bantuan dari PMI, bantuan tersebut membantu CVTL untuk bekerja lebih baik dan lebih aman lagi dalam berjuang melawan wabah Covid-19. Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Sahat Sitorus menyatakan bahwa sebagai bentuk cinta kasih dan perhatian kepada rakyat Timor-Leste, PMI menyerahkan bantuan kepada CVTL beru- pa logistik kesehatan seberat kurang lebih 4 ton dan telah diterima oleh CVTL. Pengiriman ban- tuan tersebut adalah dalam rangka penanganan Covid-19 di TL dan merupakan bentuk kerja sama antara dua lembaga kemanusiaan yang telah ter- jalin sejak lama. PMI sebagai saudara tua CVTL, meskipun sebenarnya juga mengalami persoa- lan yang sama, yakni kekurangan logistik untuk penanganan wabah Covid-19, memiliki komitmen untuk saling membantu, apalagi sebagai negara bertetangga dan bersaudara. Duta Besar RI menyampaikan harapan agar kerja sama antara kedua lembaga, PMI dan CVTL dapat terus berlanjut dan ditingkatkan di masa men- datang dan menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih dan selamat kepada seluruh dokter, perawat, tim penanganan pandemi Covid-19, CVTL, Kemkes dan semua pihak terkait atas seluruh upaya yang dicurahkan sehingga Timor-Leste sejak 15 Mei 2020 tidak terdapat lagi kasus positif Covid-19 dan juga ajakan untuk ber- sama-sama melawan Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh Kemkes dan WHO.[] LENSA No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  16. 16. Diplomasi 16 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI INDONESIA PRAKARSAI PENTINGNYA JAGA PERDAMAIAN DAN STABILITAS Di ASEAN, Indonesia telah memprakarsai dikelu­ arkannya ASEAN Foreign Ministers’ Statement on the Importance of Maintaining Peace and Stability in Southeast Asia. Statement ini sangat penting artinya untuk menunjukkan posisi ASE- AN ditengah situasi rivalitas yang terjadi saat ini. Kegiatan ASEAN di masa pandemi tidak berku- rang sama sekali. Tercatat 29 pertemuan tingkat menteri dan 3 pertemuan tingkat kepala negara. Untuk isu Palestina, Indonesia termasuk satu dari sedikit negara yang secara konsisten terus mem- berikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Selain dukungan politik yang konsis- ten, Indonesia telah berkomitmen memberikan bantuan keuangan, baik kepada otoritas Palesti- na kepada UNRWA dan kepada ICRC. Pemberian dukungan peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga diberikan, antara lain pelatihan personil kepolisian dan pembentukan badan regulator obat dan makanan Palestina. Indonesia akan terus membantu perjuangan Palestina dan mendorong dukungan interna- sional yang solid. Tanpa dukungan solid dunia, maka masa depan Palestina akan menjadi lebih sulit. Untuk isu Afghanistan, Indonesia terus be- rupaya berkontribusi dalam proses perdamaian di Afghanistan. Indonesia hadir pada penandatangan perda- maian antara Amerika Serikat dan Taliban di Doha pada 29 Februari 2020; Indonesia terus menjalin komunikasi baik dengan Pemerintah Afghanistan maupun dengan Taliban. Indonesia juga hadir dalam dimulainya perun­ dingan intra Afghan pada tanggal 12 September 2020, dimana Indonesia menegaskan kembali pentingnya Afghanistan-Afghan-owned and Af- ghan-led dan pelibatan perempuan dalam pro­ ses perdamaian di Afghanistan. Indonesia juga telah membentuk Afghani- stan-Indonesia Women’s Solidarity Network di Kabul pada 1 Maret 2020, yang menghasilkan jaringan kerja sama antara perempuan Indone- sia dan Afghanistan. Komunikasi akan terus di- jalankan, baik dengan pemerintah Afghanistan maupun Taliban serta negara terkait lain antara lain AS, Qatar, Jerman, Norwegia, Uzbekistan, Pa- kistan dan lain-lain. Terkait pengungsi Rohingya, kontribusi Indone- sia untuk penyelesaian penanganan masalah terus berlanjut di masa pandemi ini. Sepanjang tahun 2020, atas dasar kemanusiaan, Indonesia telah menampung sementara dua rombongan pengungsi Rohingya dengan jumlah total 396 orang. Indonesia secara konsisten menyampaikan bah- wa isu pengungsi Rohingya tidak akan selesai jika akar masalah tidak diselesaikan yaitu ter- ciptanya kondisi kondusif di Rakhine State agar repatriasi yang sukarela, aman dan bermartabat dapat segera dilakukan. Myanmar adalah rumah mereka. Pemerintah Myanmar harus terus berusaha menciptakan kondisi kondusif di Rakhine State. Tanpa kondisi ini, apapun yang akan dilakukan negara lain tidak akan mampu menyelesaikan masalah. Indonesia konsisten memberikan perhatian bagi penyelesaian permasalahan Rohingya melalui berbagai saluran, baik bilateral, regional melalui ASEAN dan multilateral. Sebagai wujud dari kontribusi Indonesia terhadap penyelesaian isu ini, Indonesia juga telah memberikan kontribusi pendanaan bagi Sekretariat. ASEAN untuk menjalankan rekomendasi Premili­ nary Need Assesment (PNA), sambil terus menyi­ apkan diri bagi kemungkinan pengiriman Com- prehensive Needs Assessment (CNA). Dalam kon- teks Bali Process, beberapa pertemuan tingkat SOM juga telah dilakukan dan dengan mengun- dang beberapa organisasi internasional, antara lain IOM, UNHCR dan UNODC.[] Tercatat 29 pertemuan tingkat menteri dan 3 pertemuan tingkat kepala negara. LENSA No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  17. 17. Diplomasi 17 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI MENGGELAR KTT LUAR BIASA DI MASA PANDEMI COVID-19 Pandemi COVID-19 telah mengubahmodediplomasi. Pertemuan-pertemuan da- lam kerangka G20 tidak lagi dapat dilakukan secara fisik/ tatap muka sejak minggu pertama Maret 2020. Hal ini dikarenakan selain penye- baran COVID-19 di seluruh dunia, Kerajaan Arab Saudi juga mulai membatasi ak- ses warga negara asing dan penerbangan ke negaranya.   Pemberitahuan mengenai KTT Luar Biasa G20 disam- paikan pada 18 Maret 2020 dengan rencana penye- lenggaraan sekitar 1 ming- gu setelahnya. Persiapan dilakukan dalam waktu singkat antara sekretariat G20 dan kantor Sherpa G20 masing-masing negara an- ggota. Sebelum pelaksanaan KTT, Presidensi Arab Saudi juga mengadakan pertemuan tingkat Menteri Keuangan (Menkeu) dan Gubernur Bank Sentral (Governors) G20 secara virtual pada 23 Maret 2020, serta per- temuan Sherpa G20 pada 25 Maret 2020 untuk mem- bahas persiapan dan hasil (outcome) KTT. Di lain sisi, pertemuan ting- kat Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20 menyepa- kati pentingnya memantau perkembangan pandemi COVID-19, termasuk dampa- knya terhadap kondisi pasar dan ekonomi global, melalui kebijakan lebih lanjut guna mendukung ekonomi sela- ma dan setelah COVID-19. Pertemuan juga sepakat untuk mengembangkan Joint G20 Action Plan ten- tang penanganan COVID-19 yang mencakup individual and collection action nega- ra anggota G20. Selain itu, G20 Finance Min- isters dan Governors juga membahas perlunya pen- ingkatan upaya terkoordi- nasi oleh kreditor bilateral dan multilateral guna men- gatasi risiko kerentanan utang (debt vulnerabilities), khususnya bagi low-income countries, di tengah pan- demi COVID-19. Pertemuan dimaksud juga membahas peran IMF bekerja sama dengan World Bank Group (WBG) dan lembaga keuan- gan internasional lainnya dalam menjaga stabilitas keuangan dan meringan­ kan kendala likuiditas bagi emerging markets dan negara berkembang.   KTT diselenggarakan pada hari Kamis, 26 Maret 2020 pukul 19.00-20.30. Presiden RI menghadiri dari Ista- na Bogor dan didampingi Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan RI. Sher- pa G20 Indonesia juga ikut mendampingi Presiden RI secara virtual. Pertemuan dipimpin oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan dihadiri oleh seluruh Kepala Negara/ Kepala Pemerintahan ne­ gara anggota G20, serta Ke­ tua Organisasi Internasional seperti PBB, WHO, IMF, dan Bank Dunia. Pada sambut­ an pembukaan KTT G20, Raja Salman bin Abdulaziz Al Said menyampaikan rasa duka citanya kepada Pre­ siden Joko Widodo atas wa- fatnya Ibunda. Posisi Indonesia pada KTT Virtual G20 Dalam sesi penyampaian statement oleh Kepala Ne­ gara/Pemerintahan, Presi­ den Joko Widodo, telah menyampaikan hal-hal se- bagai berikut: • Dunia saat ini sedang menghadapi “perang besar” melawan pan- demi COVID-19. Perang tersebut tidak mengenal batas; • Dunia harus memper­ kuat kerja sama glo­ bal dalam melawan COVID-19. G20 juga perlu memastikan bahwa pan- demi ini tidak sampai mengganggu kemitraan dan kerja sama yang sudah dibangun berta- hun-tahun; • G20 perlu aktif memi- mpin upaya global untuk menemukan anti-virus dan obat COVID-19; • G20 perlu memastikan agar perekonomian glo­ bal tidak terpuruk sebagai akibat dari pandemi COVID-19 dengan menyi­ nergikan dan meng­­ koordinasikan kebijakan fiskal dan moneter; • G20 perlu bekerja sama untuk mencegah dis- rupsi terhadap proses produksi dan menjaga kelancaran distribusi ba- rang dan jasa; dan • Perlunya menumbuhkan kepercayaan dunia bah- wa krisis akibat pandemi COVID-19 dapat dita­ ngani. Sebagai negara berkem- bang dan emerging market economies (EMEs), Presi- den RI juga menekankan agar upaya penanganan dampak pandemi COVID-19 difokuskan kepada negara berkembang dan low-in- come countries yang lebih rentan terhadap dampak pandemi COVID-19.[] G-20 KBRI ROMA MELINDUNGI WNI SAAT COVID MENYERANG ITALIA Italia mengkonfirmasi dua orang turis asal RRT sebagai ka- sus Covid-19 pertama pada tanggal 31 Januari 2020. Dalam waktu kurang dari 30 hari, virus ini telah menyebar ke ham- pir seluruh wilayah di Italia.  Penutupan Italia bagian utara membuat para pemuda be- ramai-ramai pulang ke kampung halaman mereka, yang terletak di bagian selatan Italia. Apa yang terjadi kemudian adalah tragedi yang mengerikan. Virus yang terbawa oleh para pemuda ini merenggut nyawa mereka yang berusia senja. Kakek, nenek dan orang tua yang mereka sayangi.  Ledakan penyebaran Covid-19 dan runtuhnya kapasitas Rumah Sakit di berbagai penjuru negeri, membuat peme­ rintah Italia memberlakukan national lockdown sejak awal Maret 2020. Kebijakan ini diterapkan dengan ketat, sehing- ga membuat seluruh negeri terasa seperti kota mati.  KBRI Roma tidak tinggal diam. Sejak awal pandemi, ber­ bagai himbuan dikeluarkan, emergency desk disiapkan, seluruh staf dikerahkan. Dering telepon tidak pernah putus terdengar dari ruang rapat sederhana di lantai 2 gedung KBRI Roma. Seluruh staf bekerja bahu membahu, memas- tikan keselamatan dan kondisi 3000 WNI di negara Menara Pisa.  “Per hari ini. tidak ada WNI terinfeksi,” lapor seorang staf muda. “Seluruh WNI masih memiliki supply logistik yang cukup,” sambung staf berkacamata. “Pihak maskapai sudah siap untuk pemulangan WNI ABK, Pak!” lanjut staf lainnya. Bersahut-sahutan mereka melaporkan perkembangan demi perkembangan. Walaupun lelah, tidak sekalipun me­ reka mengucap kata putus asa.  Sore hari Selasa, 17 Maret 2020, Duta Besar Esti Andayani dan para staf KBRI Roma menyalakan lilin bersama ribuan warga Italia lainnya.  Mereka juga menggaungkan Andra Tutto Bene, sebuah ungkapan klasik Itaia yang berarti “Semua akan baik-baik saja, akan ada cahaya setelah ba- dai”.  Sore itu, dalam cahaya lilin yang temaram, Andra Tutto Ben- ne bergema, membakar semangat KBRI Roma. Memantik harapan optimis di jiwa, sebuah janji untuk selalu membe­ rikan pelindungan WNI yang prima.[] LENSA No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  18. 18. Diplomasi 18 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI MANFAAT KTT VIRTUAL G20 BAGI INDONESIA Kehadiran Indonesia dalam KTT Virtual Luar Bi- asa G20 merupakan kesempatan bagi Indone- sia untuk turut berkontribusi dan menentukan (shape) upaya global dalam menangani dampak pandemi COVID-19. Hasil KTT Virtual Luar Biasa G20 KTT Virtual Luar Biasa G20 telah menyepakati Ex- traordinary G20 Leaders’ Summit Statement on COVID-19 yang berisikan komitmen para Kepala Negara/Pemerintahan negara anggota G20 un- tuk melakukan upaya bersama dalam menang- gulangi dampak pandemi COVID-19. G20 Leaders’ Statement menggarisbawahi 4 aspek dalam penanganan pandemi COVID-19, yaitu: Memerangi pandemi dalam aspek kesehatan Mengambil semua tindakan kebijakan keseha- tan dan menjamin ketersediaan anggaran guna memitigasi pandemi dan melindungi nyawa terutama pihak yang paling rawan; berbagi in- formasi riset, data dan best practices; serta men- jamin ketersediaan peralatan kesehatan dan ke- butuhan vaksin. Mendukung implementasi WHO International Health Regulations (IHR 2005) dan memperkuat mandat WHO dalam mengkoordinasi upaya in- ternasional memerangi pandemi. Mendukung secara sukarela mekanisme yang sudah terbentuk seperti WHO COVID-19 Sol- idarity Response Fund dan Coalition for Epi- demic Preparedness and Innovation (CEPI).  Menjaga Ekonomi Global Berkomitmen menggunakan seluruh instru- men kebijakan yang tersedia untuk meminimal- kan dampak ekonomi dan sosial dari pandemi, termasuk bagi kelompok yang paling rentan; memulihkan pertumbuhan global, dan menjaga stabilitas pasar. Injeksi stimulus ekonomi anggota G20 ke per- ekonomian global sebesar USD 5 triliun untuk menangkal dampak sosial, ekonomi, dan keuan- gan dari COVID-19. G20 mengambil tindakan im- mediate guna melindungi perekonomian dan kelompok rentan melalui perlindungan sosial yang memadai.  Melanjutkan dukungan fiskal yang besar (large- scale) dan berani. Tindakan kolektif dan sinergis G20 akan mendorong bangkitnya kembali pere- konomian global. Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral bekerja sama dengan organisasi internasional berkoordinasi secara teratur untuk menanggapi COVID-19, termasuk dalam pemberian bantuan keuangan internasional. Mendukung langkah-langkah luar biasa yang diambil bank sentral dan lembaga keuangan internasional, termasuk dengan meningkat- kan likuiditas di pasar global. Mendukung lang- kah-langkah yang diambil IMF dan WBG untuk membantu negara yang membutuhkan, terma- suk dalam mengatasi risiko kerentanan utang di low-income countries. Mengatasi Disrupsi Perdagangan Internasional  Memastikan lancarnya aliran lintas batas untuk pasokan medis vital, produk pertanian yang kri- tis, serta barang dan jasa lainnya, termasuk de­ ngan mengatasi disrupsi terhadap global supply chain. Berkomitmen terus bekerja sama memfasilita- si perdagangan internasional dan menghindari gangguan yang tidak perlu terhadap lalu lintas dan perdagangan internasional. Tindakan daru- rat untuk kesehatan akan bersifat sementara, proporsional, targeted dan transparan. Menteri Perdagangan G20 akan mengevaluasi dampak pandemi terhadap perdagangan. Me­ negaskan kembali tujuan G20 untuk mewujud- kan sistem perdagangan dan investasi yang be- bas, adil, tidak diskriminatif, transparan, stabil, dan menjaga pasar tetap terbuka.  Meningkatkan Kerja sama Global Bekerja sama dengan organisasi dan lembaga keuangan internasional untuk mengkoordinasi pemberian paket keuangan dan memperkuat jaring pengaman keuangan global. Kerja sama multi-stakeholders dalam memban- tu emerging economies dan negara berkem- bang mengatasi dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi dari COVID-19. Perhatian khusus terhadap risiko serius COVID-19 bagi seluruh negara, khususnya negara berkem- bang, least developed countries (LDCs), terutama di kawasan Afrika dan negara kepulauan kecil.  G20 akan memperkuat pembangunan kapasitas dan bantuan teknis, terutama bagi komunitas yang berisiko. G20 juga siap memobilisasi pen- danaan pembangunan dan kemanusiaan. Berkoordinasi erat mendukung upaya global untuk mengatasi dampak pandemi, termasuk melalui kerja sama pengelolaan perbatasan yang proporsional dan pemulangan warga negara. Secara akumulatif, negara-negara G20 juga telah menyediakan anggaran lebih dari USD 5 triliun (sekitar Rp 80 kuadriliun) dalam belanja fiskal ke dalam ekonomi global untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19.  Usulan Indonesia yang telah diterima dalam G20 Leaders’ Statement, yaitu: Perlunya memperkuat solidaritas dan kerja sama global dalam penanganan pandemi COVID-19. Mengapresiasi dan mendukung tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam perang melawan COVID-19. Perlunya memastikan keterjangkauan vaksin dan obat COVID-19 yang sedang dikembangkan.[] G20 merupakan forum yang tepat untuk membahas dampak pandemi COVID-19 karena secara kolektif mewakili 85% GDP dunia, dan 2/3 penduduk dunia, serta mewakili negara maju dan negara berkembang. LENSA No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  19. 19. Diplomasi 19 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI SIDANG MAJELIS UMUM PBB KE-75: PRESIDEN JOKO WIDODO SERUKAN PENTINGNYA PENGUATAN PBB DAN KEPEMIMPINAN KOLEKTIF DUNIA UNTUK ATASI PANDEMI Walaupun menggunakan format virtual, pertemuan tetap berlangsung secara produktif. Total, Indonesia telah berpartisipasi pada 52 pertemuan selama rang- kaian persidangan SMU PBB. Indonesia telah menyuara- kan berbagai isu prioritas nasional pada berbagai per- temuan dalam rangkaian si- dang SMU PBB, diantaranya pada: Sesi Debat Umum pada tanggal 23 September 2020, Pidato Presiden RI men- dorong penguatan peran PBB dan kepemimpinan kolektif dunia bagi penang­ anan COVID-19, termasuk penyediaan vaksin dan obat-obatan yang aman, terjangkau dan tersedia bagi semua, serta pemulih­ an ekonomi global; Indonesia menjadi co-host penyelenggara dua per- temuan side events SMU PBB, yaitu Pertemuan “Sus- tainable Preparedness for Health Security and Resil- ience: Adopting a Whole So- ciety Approach and Break- ing the panic-then-forget Cycle”, bersama WHO, Per- ancis dan Finlandia, tanggal 1 Oktober 2020; dan Per- temuan “Annual High-Level Dialogue on Peace Opera- tions UN Peacekeeping in the Time of COVID-19: Chal- lenges, Responses, and Les- sons”, bersama Finlandia, Rwanda, Uruguay, dan IPI (International Peace Insti- tute), tanggal 8 Oktober 2020. Partisipasi Menteri Luar Negeri RI dalam pertemuan: • Pertemuan Tingkat Ting- gi (High Level Meeting) Peringatan 75 Tahun PBB; • Side event Presiden Kosta Rika mengenai ak- ses pada teknologi kese- hatan bagi penanganan COVID-19, Alliance for Multilateralism; • Side event WHO menge- nai kesiapsiagaan sektor kesehatan yang berke- lanjutan. Wakil Menteri Luar Negeri berpartisipasi pada per- temuan tingkat tinggi DK PBB di sela-sela SMU PBB mengenai tata pemerintah- an global paska-COVID-19. (keterangan pada file ter­ pisah) Terkait penanganan COVID-19, beberapa pandangan yang secara konsisten disuarakan Indonesia: • Pentingnya relevansi PBB di tengah berbagai tantangan global, khu- susnya Covid-19, serta tanggung jawab nega- ra-negara untuk perkuat multilateralisme dalam memajukan kepemim­ pinan kolektif dunia; • Mendorong kerja sama internasional bagi pena­ nganan COVID-19, terma- suk penyediaan vaksin dan obat-obatan yang aman, terjangkau dan tersedia bagi semua; • Kerja sama dalam bidang riset dan pengemba­ ng­ an network of disease centers. • Penguatan tatanan kese- hatan global serta peran penting WHO dalam hal ini. • Pemulihan ekonomi glo­­bal dan penguatan ketahanan ekonomi du­ nia. • Perlunya global econo­ my package untuk mem­bantu negara-ne­ gara berkembang, uta- manya LDCs, mengatasi dampak pandemi. Beberapa capaian pada partisipasi Indonesia di SMU PBB sebagai berikut: • Pidato Presiden RI mem- peroleh sambutan ha­ ngat dari berbagai pi- hak, termasuk PBB yang menampilkan video pi- dato Presiden RI sebagai berita utama pada UN News Center; • Presiden Korea Selatan pada peringatan 75 ta- hun PBB tanggal 21 Sep- tember 2020 menyam­ paikan apresiasi atas peran Indonesia mem- perkuat solidaritas global bagi penanganan pan- demi dengan menginisi- asi resolusi SMU pertama mengenai COVID-19; • Indonesia telah berha- sil menginisiasi resolusi SMU PBB pertama men- genai COVID-19, untuk perkuat solidaritas global bagi penanganan pan- demi; Dalam berbagai pemba- hasan side event, terdapat apresiasi yang disampaikan negara-negara lain bagi In- donesia dalam konsistensi Indonesia mendorong pe­ nguatan kerjasama inter- nasional bagi penanganan pandemi COVID-19.[] Rangkaian Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum PBB ke- 75 telah diselenggarakan pada tanggal 21 September – 9 Oktober 2020. Mengingat situasi pandemi, untuk pertama kalinya dalam sejarah, SMU PBB berlangsung dalam format hybrid (kombinasi pertemuan fisik untuk delegasi yang berbasis di New York, dan virtual untuk delegasi dari Pusat). Terdapat apresiasi yang disampaikan negara-negara lain bagi Indonesia dalam konsistensi Indonesia mendorong penguatan kerjasama internasional bagi penanganan pandemi COVID-19 LENSA No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  20. 20. Diplomasi SOROT 20 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI Tantangan yang dihadapi semua negara dalam satu tahun terakhir sangat luar biasa, unprecedented. rivalries dan ketidakpastian semakin meningkat; ditambah terjadinya pandemi covid-19 dan dampa- knya terhadapkesehatan, sosial, serta ekonomi. Tantangan ini tentunya juga dirasakan Indonesia, apalagi Indonesia saat ini duduk sebagai anggota ti- dak tetap Dewan Keamanan PBB. Di tengah semua tantangan ini, diplomasi Indonesia tetap berusaha berkontribusi. Diplomasi perdamaian dan kemanusiaan menjadi perhatian kontribusi Indonesia. Penghormatan ter- hadap prinsip-prinsip hukum internasional dan UN Charter terus ditegakkan, termasuk isu kedaulatan dan hak berdaulat. Di saat yang sama, di tengah menajamnya perbedaan, diplomasi Indonesia terus memainkan peran sebagai bridge builder. Diplo- masi Indonesia berusaha menekankan pentingnya inklusivitas, sehingga tidak ada yang merasa ter­ tinggal dan dipojokkan. Semangat kerja sama dan bukan zero-sum selalu ditekankan. Di masa pandemi, kita tidak memiliki pilihan kecuali melakukan refocusing prioritas kerja kita. Terdapat 3 refocusing prioritas kerja diplomasi Indonesia, yang pertama yaitu perlindungan terhadap WNI, kedua adalah membantu Pemerintah mengelola pandemi, baik dari sisi kesehatan maupun dampak social ekonomi; dan yang ketiga terus berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas dunia. Untuk perlindungan WNI, selama satu tahun ini, hal- hal yang telah kita lakukan antara lain pelaksanaan dua kali evakuasi dari Wuhan dan Kapal Diamond Princess di Yokohama dengan jumlah WNI yang di­ evakuasi 306 orang; Kemudian fasilitasi repatriasi WNI dari 62 negara, dengan total 158.446 orang, ter- masuk ABK dan JT dari berbagai belahan dunia. Selanjutnya pemberian bantuan logistik kepada WNI paling rentan sebanyak 531,533 paket Pen- dampingan dan bantuan bagi 1.654 WNI yang positif terinfeksi covid yang tersebar di 61 negara/wilayah dan 29 kapal. Pembebaskan 29 WNI dari ancaman hukuman mati. Membebaskan 6 WNI dari penyan- deraan di Filipina Selatan dan Gabon. Menyelamat- kan lebih dari 106 miliar rupiah hak-hak finansial pekerja migran Indonesia. Selain hal-hal tersebut di atas, dalam satu tahun ini isu menonjol lain yang terkait dengan perlindungan WNI adalah kasus ABK WNI yang bekerja di kapal ikan RRT. Isu ini kita tangani dengan sangat serius, termasuk kita sampaikan pada pertemuan dan ko- munikasi pada tingkat Menlu. Pemerintah RRT memiliki komitmen tinggi untuk dapat menyelesaikanberbagai isu dan perbaikan diantaranya perbaikan sistem dan memperpendek mata rantai rekrutmen ABK; pemulangan 155 orang dan 2 jenazah dari armada Dalian Ocean Fishing; de- sakan Pemerintah RRT kepada perusahaan untuk memenuhi hak gaji, serta disetujuinya dilakukannya kerja sama MLA (Mutual Legal Assistance).[] Menlu RI : DIPLOMASI PERDAMAIAN DAN KEMANUSIAAN MENJADI PERHATIAN KONTRIBUSI INDONESIA Pada tanggal 27 Februari 2020 Pemerintah Arab Sau- di mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan se- mentara pemberian visa/ akses masuk bagi WN asing, untuk keperluan umrah, zi- arah, serta larangan wisa- ta, bagi beberapa negara yaitu China, Iran, Italia, Ko- rea, Jepang, Thailand, Ma- laysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, So- malia, Vietnam. Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta mengeluarkan Press Release yang men- yatakan bahwa negara-ne­ gara ter­ sebut adalah daftar negara dengan tingkat kun- jungan terbanyak ke Arab Saudi. Pada 28 Februari 2020, Arab Saudi menge­ luarkan larangan bagi WN GCC untuk me­ngunjugi Me- kah dan Madinah. Kebijakan Arab Saudi pada tanggal 27 Februari 2020 tersebut, memberikan dam­ pak pada keberangkatan 2.393 jemaah Indonesia yang berasal dari 75 Penye- lenggara Perjalanan Iba- dah Umrah (PPIU), yang diangkut oleh 8 maskapai penerbangan. Sementara itu, terdapat 1.685 jemaah Indonesia yang tertahan di negara ketiga/transit (Mesir, Yordania, Palestina/Israel). Pemerintah Arab Saudi telah meluncurkan sistem elektronik untuk refund bi- aya visa dan layanan lainnya pasca penutupan umroh dan kunjungan/ziarah. Pemerintah Arab Saudi berkoordinasi bersama ne­ gara-negara GCC untuk memberikan assessment arus masuk dari non-pen- duduk GCC ke Arab Saudi. Pada hari berikutnya, Arab Saudi umumkan larangan bagi WN Arab Saudi dan Ekspatriat yang berada di Arab Saudi untuk melaku- kan perjalanan umroh ke Mekkah maupun ziarah ke Madinah. Keputus­ an ini berlaku sementara hingga batas waktu yang tdk diten- tukan dan akan terus dieval- uasi. Pada 5 Maret 2020, Arab Saudi menutup Masjidil Ha- ram setiap satu jam setelah sholat Isya hingga dibuka kembali satu jam sebelum sholat Subuh. Selain itu, Arab Saudi juga menutup pelataran Kakbah serta jalur Sa’i selama periode penu­ tupan Umrah. Pemerintah Arab Saudi menutup penerbangan In- ternasional pada 15 Maret lalu. Perwakilan RI di Arab Saudi telah mendampingi dan membantu kelancar- an kepulangan sekitar 45 ribu jemaah umrah. Dan data itu kurang lebih sesuai dengan Siskopatuh Keme- nag (Sistem Komputerisasi Umrah dan Haji), ditambah dengan jemaah umrah backpacker (tidak melalui PPIU Kemenag).  Kementerian Haji dan Um­ roh Arab Saudi meminta umat muslim untuk bers- abar menunggu keputus­ an penyelenggaraan haji tahun ini, karena wabah COVID-19 belum menunjuk- kan kemungkinan mereda. Arab Saudi meminta para jamaah termasuk pihak-pi- hak di Saudi untuk menah- an diri untuk tidak melaku- kan persiapan/perjanjian kerja apapun terkait pelak- sanaan haji tahun 2020 mengingat COVID-19 belum mereda. Pada 3 April 2020, didapat­ kan informasi dari Saudia Airlines mengenai adanya penerbangan khusus ke CGK untuk memulangkan jamaah umrah standed pas­ ca kebijakan penutupan penerbangan sementara, dengan harga tiket untuk penerbangan khusus, yaitu sebesar SAR 1.395 per orang, tanpa membedakan dewa- sa/anak ataupun Bandara keberangkatan Jeddah/Ri- yadh. Pemulangan tersebut ren- cananya akan dilaksanakan pada 9 April menggunakan penerbangan khusus Sau- dia Airlines ke Indonesia. Sebanyak 157 WNI akan di­ pulangkan dgn penerban- gan tsb.  Pada 2 Juni 2020, Kemente- rian Agama RI telah menge- luarkan keputusan No. 494 tahun 2020 tentang Pem- batalan Keberangkatan Je- maah Haji pada Penyeleng- garaan Ibadah Haji tahun 1441 H/2020 M. Keputusan tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah In- donesia dalam menanggu- langi pandemi Covid-19.[] PEMULANGAN JAMAAH UMROH AKIBAT COVID 19 No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021
  21. 21. Diplomasi SOROT 21 MEDIA KOMUNIKASI DAN INTERAKSI Ini merupakan resolusi SMU PBB pertama terkait dengan covid-19 dan telah menjadi rujukan PBB terkait kerja sama covid. Di Dewan Keamanan PBB, Indonesia telah memimpin 3 Komite Sanksi penting, yaitu Komite Sanksi 1267 mengenai ISIL/ Al-Qaeda, Komite Sanksi 1988 mengenai Taliban, dan Komite Sanksi 1540 mengenai Non-prolife­ rasi. Bersama Jerman, sebagai co-penholders (ne­ gara penjuru) isu Afghanistan, Indonesia berhasil meloloskan dua resolusi perpanjangan mandat UN Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) termasuk di titik kritis pada saat proses perda- maian Afghanistan dimulai. Selama menjalankan Presidensi di Dewan Kea- manan PBB bulan Agustus lalu, 50 kegiatan telah diselenggarakan dalam format virtual maupun pertemuan secara langsung; 3 (tiga) signature events telah diselenggarakan, yaitu: 2 (dua) per- temuan High Level Open Debate yang langsung saya pimpin, mengenai pembangunan perda- maian dalam masa pandemi dan keterkaitan an- tara terorisme dan kejahatan terorganisir, serta nai peran pasukan perempuan dalam misi pe- meliharaan perdamaian. Hal ini sejalan de­ ngan komitmen diplomasi Indonesia untuk isu “Wom- en, Peace and Security”.[] 1 (satu) pertemuan Arria Formula me­ ngenai serangan siber terhadap infra­ struktur vital. Tiga resolusi berhasil disahkan yaitu reso­ lusi perpanjangan mandat misi peme- liharaan perdamaian di Lebanon (UNIFIL), resolusi perpanjang­ an mandat misi pemeliharaan per- damaian di Somalia (UNSOM), Re­solusi perpanjangan rezim sanksi di Mali; Selain ketiga resolusi terse- but, Indonesia juga berhasil menghasilkan satu resolusi baru atas prakarsa Indonesia, yaitu reso­ lusi 2538 mengenai Women in Peacekeeping. Resolusi ini menjadi resolusi pertama menge- KONTRIBUSI INDONESIA MENJAGA PERDAMAIAN DAN STABILITAS DUNIA Pandemi tidak boleh menyurutkan kontribusi Indonesia untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia. Indonesia bersama dengan 5 negara lainnya juga telah menginisiasi resolusi Majelis Umum PBB pertama mengenai Covid-19, “Global solidarity to fight the coronavirus disease 2019”. No. 115 Tahun XIII 15 Maret 2021

    Be the first to comment

    Login to see the comments

  • AngelicaStella1

    Jul. 1, 2021

Tabloid Diplomasi Edisi Maret 2021

Views

Total views

172

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

1

Actions

Downloads

8

Shares

0

Comments

0

Likes

1

×