Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Tabloid Diplomasi Edisi 15 Mei - 14 Juni 2017

460 views

Published on

Tabloid Diplomasi Edisi 15 Mei - 14 Juni 2017

Published in: Government & Nonprofit
  • Be the first to comment

Tabloid Diplomasi Edisi 15 Mei - 14 Juni 2017

  1. 1. tidak untuk diperjualbelikan Diplomasiwww. Kemlu.go.id tabloiddiplomasi.org tabloiddiplomasi@Kemlu.go.id @diplik_Kemlu No. 105 tahun x tabloid Tgl. 15 mei - 14 juni 2017 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Direktorat Diplomasi Publik Jalan Taman Pejambon No. 6 Jakarta 10110 Telepon : 021-3813480 Faksimili : 021-3858035 Media Komunikasi dan Interaksi PRESIDEN JOKOWI : DENGAN PANCASILA, INDONESIA MENJADI RUJUKAN MASYARAKAT INTERNASIONAL Kunjungan Delegasi OSTW 2017 Disambut Antusias Perusahaan Top India
  2. 2. Surat Pembacacatatan redaksi Peringatan Hari Kelahiran Pancasila yang diselenggarakan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, saya kira harus dijadikan momentum oleh Kemenlu RI untuk menjadi ujung tombak dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila. Pancasila merupakan sebuah pemikiran maju, kesadaran dan pemahaman yang tinggi dari para pendiri negeri ini terhadap kodrat bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam etnis, bahasa, budaya, adat-istiadat, agama dan kepercayaan. Namun dengan perkembangan dunia yang terjadi sekarang ini, yaitu berkembangnya radikalisme, maka kita harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sesuai dengan Pancasila dan dicoba upayakan untuk masuk ke Indonesia. Berbagai program yang dimiliki oleh Kemenlu RI, khususnya dalam ranah diplomasi publik, seperti Bali Demokrasi Forum (BDF), Interfaith Dialogue, Intermedia Dialogue, Outstanding Student for The World (OSTW), serta Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) adalah program-program yang saya kira dapat dikembangkan di dalam negeri sebagai upaya dalam menangkal pemahaman dan gerakan yang tidak sesuai dengan Pancasila. Melalui program-program tersebut kita dapat menjadikan masyarakat dalam negeri untuk lebih mengenal jatidirinya sebagai bangsa yang pluralistik, toleran, demokratis, dan progresif, serta open minded, dimana berbagai ekspresi budaya tradisional dan kontemporer dapat hidup berdampingan tanpa melebur identitas masing-masing, dan berbagai aktivitas keagamaan dapat dilakukan dalam suasana tenteram dan damai. Dalam hal ini, tentunya Kemenlu RI harus bekerja sama dengan seluruh Lembaga dan Kementerian terkait, organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah dan NU, organisasi keagamaan, tokoh agama dan masyarakat, akademisi dan universitas, serta media agar program- program tersebut dapat diaplikasikan dengan baik di berbagai lapisan masyarakat. Rosmiati Spd.I Unisma, Bekasi. Para pembaca setia Tabloid Diplomasi yang terhormat, pada edisi Mei 2017 ini kami menempatkan ulasan mengenai Program Outstanding Student for The World (OSTW) yang digagas Kemenlu RI sejak 2010 sebagai tema utama. Namun mengawali berbagai ulasan pada edisi ini, kami menyuguhkan topik Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan pada 1 Juni 2017 di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Pejambon, Jakarta sebagai topik utama. Upacara ini merupakan yang pertama setelah 71 tahun Kemerdekaan Indonesia, dan dipimpin langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo. Upacara dihadiri oleh segenap jajaran pemerintahan, para tokoh masyarakat, TNI, Polri, para pelajar serta tamu undangan. Pancasila adalah wujud jiwa besar para founding fathers negeri ini, para ulama, para tokoh agama dan para pejuang kemerdekaan dari seluruh Nusantara sehingga terbangunnya kesepakatan yang mempersatukan NKRI, dimana kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman yang bersatu padu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Paparan mengenai kegiatan OSTW 2017, kami awali dengan ulasan mengenai tujuan kegiatan, yang antara lain adalah untuk meningkatkan people to people contact, mempromosikan prestasi pemuda Indonesia di luar negeri khususnya di bidang wirausaha, mendorong peningkatan hubungan dan kerja sama baru Indonesia dengan India terutama di sektor informasi dan teknologi. Di India, delegasi OSTW 2017 melakukan kunjungan ke Bengaluru, Pune, dan Mumbai yang merupakan salah satu wilayah dengan fasilitas dan pusat pengembangan teknologi komunikasi dan informasi terbaik di dunia. Dalam kunjungan ini, selain melakukan presentasi dan diskusi, delegasi OSTW juga melakukan Business Meeting dengan para pelaku usaha India dan Indonesia yang berada di India. Selain mendapatkan banyak pembelajaran mengenai industri startups di India (salah satu yang terbaik di dunia), delegasi OSTW 2017 juga mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para pelaku bisnis dan akademisi di India. Media massa setempat juga menyambut baik dan menyampaikan berbagai ulasan yang positif. Melengkapi topik utama pada edisi ini, berikutnya kami tampilkan mengenai peresmian pabrik pengolahan kopi Perusahaan Mesir Konooz El Bon Abdel Ma’boud pada Sabtu (3/6) di Kawasan Industri 6 October City, Giza. Peresmian dilakukan oleh Helmi Fauzy Duta Besar RI di Cairo. diharapkan dengan hadirnya pabrik pengolahan kopi di Mesir dapat meningkatkan animo penikmat kopi di Mesir yang terus meningkat. Kegiatan promosi kuliner Indonesia bertajuk “Indonesia International Gastro-StreetFood Festival” dan Batik Fashion Show di Tashkent, Uzbekistan yang merupakan bagian dari diplomasi publik Indonesia juga kami tampilkan pada edisi ini. Selamat membaca, dan semoga bermanfaat. Salam Diplomasi. []
  3. 3. daftar isi PENANGGUNG JAWAB Duta Besar Niniek K. Naryatie (Plt. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik) Al Busyra Basnur (Direktur Diplomasi Publik) Azis Nurwahyudi (Sekretaris Direktorat Jenderal IDP) REDAKTUR Arif Suyoko PENYUNTING/EDITOR Agus Heryana Bambang Prihartadi Tangkuman Alexander Agus Badrul Jamal Etty Rachmawati Pinkan O Tulung Cherly Natalia Palijama Purnowidodo Meylia Wulandari Khariri Cahyono DESAIN GRAFIS DAN FOTOGRAFI Alfons M. Sroyer Arya Daru Pangayunan Ibnu Sulhan Tsabit Latief SEKRETARIAT Mahendra Hesty M. Lonmasa Darmia Dimu Orchida Sekarratri Agus Usmawan Kistono Dewa Putu Sastrawan Iskandar Syahputra Alamat Redaksi Direktorat Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI, Lt. 12 Jl. Taman Pejambon No.6, Jakarta Pusat Telp. 021- 68663162,3863708, Fax : 021- 29095331, 385 8035 Tabloid Diplomasi edisi bahasa Indonesia dan Inggris dapat didownload di : http://www.tabloiddiplomasi.org Email : tabloiddiplomasi@Kemenlu.go.id Diterbitkan oleh Direktorat Diplomasi Publik, Direktorat Jenderal IDP Kementerian Luar Negeri R.I. Wartawan Tabloid Diplomasi tidak diperkenankan menerima dana atau meminta imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber. Wartawan Tabloid Diplomasi dilengkapi kartu pengenal atau surat keterangan tugas. Apabila ada pihak mencurigakan sehubungan dengan aktivitas kewartawanan Tabloid Diplomasi, segera hubungi redaksi. Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau menyampaikan tanggapan, informasi, kritik dan saran, silahkan kirim email: tabloiddiplomasi@Kemenlu.go.id FOKUS UTAMA 4 Presiden Jokowi : Dengan Pancasila, lndonesia Menjadi Rujukan Masyarakat Internasional 5 Dialog Lintas Agama Indonesia - Myanmar Peran Pemimpin Agama Dalam Mempromosikan Toleransi dan Harmoni 6 Outstanding Students for the World (OSTW) 2017 ke India: Promosi Industri Start Ups Indonesia 7 Kunjungan Delegasi OSTW 2017 Disambut Antusias Perusahaan Top India FOKUS 8 Peserta OSTW 2017 Menciptakan Inovasi Sistem Penyuluhan Pertanian online Berbasis Aplikasi Smartphone 9 Program OSTW 2017, PROGRAM BULE MENGAJAR Memadukan Edukasi, Pariwisata dan Pertukaran Budaya 10 Kesan dan pesan OSTW 2017 13 Public Lecture Dukungan Indonesia Terhadap Palestina dan Peran Pemuda Dukung Diplomasi Publik SOROT 14 Kemlu dan CfDS UGM Mempertemukan Para Pakar untuk Bahas Strategi Diplomasi Digital RI 15 Presiden Jokowi Sampaikan Gagasan Mengatasi Terorisme Pada Arab Islamic America Summit 16 PBB Beri Penghargaan Medali Dag Hammarskjöld Kepada Praka Julius 17 Menlu RI Buka Indonesia-Nigeria Business Forum, Garis bawahi Perlunya Sebuah Preferential Trade Agreement 18 Pesawat dan Kereta Buatan Indonesia Semakin Diminati Pasar Afrika LENSA 19 Pabrik Kopi di Kairo Siap Serap 48 Kontainer Biji Kopi Indonesia Per- Tahun 20 Bali Process Consultation Workshop Kejahatan Keuangan Terkait Perdagangan Orang 21 Direktur Diplomasi Publik Serahkan Piala Kepada Pemenang Football For Peace Festival 2017 22 Asyiknya Ngabuburit di Museum KAA : Dari Belajar Protokol Negara Hingga Temu Relawan 23 Batik Fashion Show Memukau Publik Taskent 24 Kemenlu Ddan IGA Intensifkan Promosi Makanan Indonesia Kunjungan Delegasi OSTW 2017 Disambut Antusias Perusahaan Top India7
  4. 4. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 Presiden Jokowi : Dengan Pancasila, lndonesia Menjadi Rujukan Masyarakat Internasional Adalah jiwa besar para founding fathers kita, para ulama, para tokoh agama, dan para pejuang kemerdekaan dari seluruh Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan yang mempersatukan kita.  Harus diingat bahwa kodrat bangsa lndonesia adalah kodrat keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman. Berbagai etnis, berbagai bahasa lokal, berbagai adat istiadat, berbagai agama, kepercayaan, serta golongan bersatu padu membentuk lndonesia. ltulah Bhinneka Tunggal Ika kita, Indonesia.  Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita selalu mengalami  tantangan. Kebinekaan kita selalu diuji. Ada pandangan dan tindakan yang selalu mengancamnya. Ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi lain selain Pancasila. Dan semua itu diperparah oleh penyalahgunaan media sosial, oleh berita bohong, oleh ujaran kebencian yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita.  Kita harus belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui  oleh radikalisme dan konflik sosial,  yang dihantui oleh terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dalam bingkai NKRI dan Bhinneka  Tunggal lka, kita bisa terhindar dari  masalah- masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk  memajukan negeri ini. Dengan Pancasila, lndonesia adalah rujukan masyarakat internasional untuk membangun kehidupan yang damai, yang adil, yang makmur di tengah kemajemukan dunia.  Oleh karena itu, saya mengajak peran aktif para ulama, para ustadz, para pendeta, para pastor, para bhiksu, para pedanda, para pendidik, para budayawan dan pelaku  seni, para pelaku media, dan jajaran pemerintahan, TNI dan Polri, serta seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila harus terus ditingkatkan.  Ceramah keagamaan dan materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman  dan pengamalan Pancasila.  Komitmen pemerintah tidak perlu diragukan lagi. Banyak upaya yang telah dan terus dilakuan. Pengembangan pendidikan etika dan moral, serta berbagai program lainnya menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila. Dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila ini, saya telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentan Unit Kerja Presiden untuk pembinaan ideologi Pancasila. Lembaga baru ini adalah kepanjangan tangan saya yang bersama seluruh komponen bangsa memperkuat pengamalan Pancasila yang menjadi bagian integral dari pembangunan ekonomi, sosial, politik, dan kebudayaan.  Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu - membahu menggapai  cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati dan pikiran, mengerahkan waktu dan  tenaga untuk persatuan dan persaudaraan kita. Tidak ada pilihan  lain kecuali kita harus kembali ke jati diri kita sebagai bangsa yang santun yang berjiwa gotong royong dan  toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan lndonesia bangsa yang adil, bangsa yang makmur, dan bermartabat di mata internasional.  Kita harus waspada terhadap segala bentuk  pemahaman dan gerakan yang tidak sesuai dengan Pancasila.  Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi  dan gerakan yang Anti-Pancasila, yang Anti-UUD 1945, yang Anti-NKRl, dan yang Anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap paham dan gerakan komunisme yang jelas- jelas sudah dilarang di bumi lndonesia.  Mari kita jaga perdamaian, kita jaga persatuan, dan kita jaga persaudaraan. Mari kita bersikap santun dan saling  menghormati, mari kita saling toleran dan saling bahu membahu, mari kita bergotong  royong demi kemajuan lndonesia.  Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita lndonesia, Kita Pancasila. Semua Anda lndonesia, semua Anda Pancasila. Saya lndonesia, saya Pancasila.[]   Pancasila merupakan hasil dari sebuah rangkaian proses, yaitu rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan lr. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal  22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. FOKUS UTAMA 4 No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara peringatan hari lahir Pancasila. Upacara ini merupakan yang pertama setelah 71 tahun kemerdekaan Indonesia. Upacara yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017), itu dimulai pukul 08.00 WIB. Para peserta upacara berasal dari tokoh masyarakat, TNI, Polri, pelajar, serta tokoh yang mendapat undangan khusus, Afi Nihaya Faradisa. Jokowi datang ke lapangan upacara bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jokowi juga bertindak sebagai inspektur upacara.
  5. 5. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 FOKUS UTAMA 5 Dialog Lintas Agama Indonesia - Myanmar Peran Pemimpin Agama Dalam Mempromosikan Toleransi dan Harmoni Dialog lintas agama dan budaya telah menjadi salah satu komitmen Indonesia dalam mempromosikan dan mendorong tercapainya “Harmony between Civilizations”. Penyelenggaraan dialog semacam ini penting untuk memelihara perdamaian, keharmonisan sosial, pembangunan berkelanjutan, dan kemakmuran. Dialog diharapkan dapat menjadi alat untuk mempromosikan dan melindungi Hak Asasi Manusia(HAM) dalam membangun negara yang demokratis, yang memiliki keberagaman agama dan budaya. Indonesia dan Myanmar mempunyai kesamaan dimana kedua negara memiliki penduduk dengan agama dan budaya yang beragam. Indonesia memiliki lebih dari 350 etnis, sedangkan Myanmar memiliki 135 etnis. Selain itu, kedua negara juga memiliki warisan budaya yang serupa. Dengan kesamaan yang ada, akan mudah bagi sebuah dialog untuk menjadi sarana berbagi pandangan dan pengalaman kedua negara, salah satunya di bidang perlindungan HAM terkait dengan keberagaman agama dan budaya. Indonesia dan Myanmar dapat saling berbagi pengalaman best practicies tentang sejumlah kegiatan yang mencerminkan toleransi dan keharmonisan antar umat beragama di kedua negara serta pelaksanaan dialog lintas agama diantara komunitas di Myanmar. The 1st Indonesia-Myanmar Interfaith Dialogue (IMID) merupakan salah satu hasil dari pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri Republik Uni Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi di Myanmar pada 21 Desember 2016. Menurut Menlu Retno dalam pertemuan dengan Menlu Suu Kyi, “Dalam masalah inklusifitas, semua masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang setara dalam kegiatan lintas agama dan budaya. Selain itu, keamanan dan stabilitas dalam pembangunan negara dapat dijadikan sebagai penyelesaian dari konflik komunal.”Melalui pertemuan bilateral tersebut, Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap Myanmar dalam membangun pemerintahan yang baik dibidang demokrasi dan penegakan HAM. Dialog ini merupakan suatu mekanisme inovatif untuk mempromosikan pluralisme dan toleransi serta memberikan landasan bagi pemimpin agama dan masyarakat sipil di Indonesia dan Myanmar untuk bersama-sama meningkatkan hubungan lintas agama dan budaya, memerangi prasangka buruk antar sesama, dan membangun kondisi yang kondusif untuk perdamaian jangka panjang. The 1st IMID diselenggarakan di Jakarta dan Yogyakarta pada tanggal 21-24 Mei 2017. Acara diawali dengan courtesy call kepada Menteri Luar Negeri dan Kementerian Agama di Jakarta. Kegiatan dialog diselenggarakan di Yogyakarta, dibuka oleh Duta Besar Salman Al Farisi Staff Ahli Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Luar Negeri, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke berbagai tempat peribadatan di sekitar Yogyakarta di hari berikutnya. Dalam rangkaian acara tersebut, delegasi Myanmar akan dipertemukan dengan para pemimpin agama, akademisi, dan anggota organisasi lintas agama dari Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mendorong dialog dan pemahaman terhadap agama dan budaya.The 1st IMID dihadiri oleh sekitar 20 orang yang terdiri dari delegasi Myanmar, delegasi Indonesia, serta para peserta aktif antara lain para Biku dari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga Boyolali, Kantor Wilayah Kementerian Agama Yogyakarta, serta para Pejabat Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama Republik Indonesia. Delegasi dari Myanmar yang turut berpartisipasi pada the 1st IMIDadalah Mr. Khin MaungTu, Member of Board of Trustees, Shwe Dagon Pagoda; Mr. Tha Nyan, General Secretary, Interfaith Group of Myanmar; dan Mr. Nyunt Maung Shein, President of the Islamic Religious Affairs Council.Sedangkan delegasi dari Indonesia adalah Bapak Suhadi Sanjaya sebagai perwakilan tokoh agama Buddha; Bapak Dr. Jozet M.N. Hehanusa, Th.M, tokoh agama Kristen; Bapak Ida Bagus Agung, tokoh Agama Hindu; dan Fatimah Hossen, tokoh agama Islam. Hasil dari kegiatan ini adalah pemberian beasiswa kepada para tokoh agama Buddha di Myanmar untuk dapat belajar di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga Boyolali dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di tahun 2018, penambahan 1 jumlah peserta Myanmar pada Beasiswa Darmasiswa dan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), serta rencana penyelenggaraan Indonesia-Myanmar Youth Camp for Future Faith Leaders yang akan fokus pada hubungan antar agama di tahun 2018. [] Kontak KBRI Yangon, Myanmar : info@kbriyangon.org
  6. 6. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 FOKUS UTAMA 6 Outstanding Students for the World (OSTW) 2017 ke India: Promosi Industri Start Ups Indonesia Kegiatan OSTW 2017 melibatkan 12 (dua belas) mahasiswa Indonesia terpilih yang memiliki prestasi kewirausahaan dengan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi. Mereka terdiri dari: Andrian Yulianto (PPM School of Management, Jakarta), Farandi Kusumo (Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta), Geraldy Dzakwan (Institut Teknologi Bandung), Lia Andarina Grasia (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta), Maikel Imanuel (Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta), Michael Jovan Sugianto (Universitas Bina Nusantara, Jakarta), Michael Stefanus (Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta), Muhamad Haris Zamaludin Setiadiputra (Institut Pertanian Bogor), Rizal Justian Setiawan (Universitas Negeri Yogyakarta), Teguh Satrio Wibowo (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), Yohanes Boho (Universitas Ciputra, Surabaya), dan Zandhika Alfi Pratama (Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya). Rangkaian kegiatan OSTW 2017 dimulai dengan pembukaan secara resmi oleh Plt. Direktur Jenderal IDP dan pembekalan selama 3 (tiga) hari di Jakarta. Selanjutnya rombongan delegasi OSTW 2017 melakukan kunjungan ke Bengaluru, Pune, dan Mumbai. Kunjungan delegasi OSTW ke India, khususnya ke Bengaluru, didasari pertimbangan bahwa Bengaluru merupakan salah satu wilayah dengan fasilitas dan pusat pengembangan teknologi komunikasi dan informasi terbaik di dunia. Kegiatan kunjungan delegasi OSTW 2017 di India terlaksana dengan baik atas kerja sama dengan KJRI Mumbai, dimana di India, delegasi OSTW 2017 melakukan kunjungan ke tiga tempat, yaitu: Bengaluru, Pune dan Mumbai. Di Bengaluru, delegasi OSTW berkunjung ke: Karnataka Biotechnology and Information Technology Services (KBITS), NASSCOM Startup Warehouse, Center of Management Studies, Jain University, Infosys Ltd, Wipro Ltd, International Insitute of Information Technology Bangalore, Institute Bioinformatics and Applied Biotechnology, PES University, HackerEarth, dan Gojek Indonesia. Di Pune, delegasi OSTW berkunjung ke Japfa dan Bajaj Auto Ltd. Sedangkan di Mumbai, delegasi OSTW melakukan Business Meeting dengan pelaku usaha India dan Indonesia yang berbasis di Mumbai, disamping juga mengunjungi Sun Pharmaceuticals dan Shapoorji Pallonji & Co. Ltd. Selama pelaksanan kegiatan di India, peserta OSTW 2017 mempresentasikan mengenai bisnis yang mereka jalankan dan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para pelaku bisnis dan akademisi di India. “Saya tidak menyangka banyak talenta muda Indonesia yang mempunyai bisnis yang menjanjikan dan fasih berbahasa Inggris” ujar Senior Manager Facilities Infosys Ltd, Mr. Meghraj Mookerji. Selain itu, peserta OSTW 2017 juga mendapatkan banyak pembelajaran mengenai industri startups di India, khususnya mengenai pembangunan ekosistem startups di Bengaluru sehingga mendapatkan julukan sebagai Silicon Valley of India, fasilitas inkubasi dan pendanaan oleh pemerintah India sehingga menciptakan iklim kompetitif yang mendorong startup untuk memiliki inovasi baru.[] Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, c.q. Direktorat Diplomasi Publik, Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (Ditjen IDP) mengadakan kegiatan Outstanding Students for the World (OSTW) pada 20-30 April 2017. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemenlu untuk meningkatkan people to people contact, mempromosikan prestasi pemuda Indonesia di luar negeri khususnya di bidang wirausaha, mendorong peningkatan hubungan dan kerjasama baru Indonesia dengan India terutama di sektor informasi dan teknologi.
  7. 7. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 Kunjungan Delegasi OSTW 2017 Disambut Antusias Perusahaan Top India Kemenlu RI telah mengirimkan delegasi peserta OSTW ke berbagai negara sejak 2011 untuk mempromosikan generasi muda Indonesia yang berpotensi. Sejauh ini, delegasi OSTW telah mengunjungi negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jepang, Korea Selatan dan Hong Kong. Delegasi OSTW 2017 yang terdiri dari 12 mahasiswa ini, telah mengunjungi Karnataka Starup Cell di Karnataka Biotechnology and Information Technology Services (KBITS),serta Warehouse Starup NASSCOM, dan Universitas Jain pada 25 April 2017. “Teknologi Informasi dan bisnis starup di India adalah salah satu yang terbaik. Kami ingin memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan India melalui penciptaan peluang-peluang bisnis yang lebih baik lagi” kata Al Busyra Basnur, Direktur Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI. Lebih lanjut Al Busyra Basnur mengatakan bahwa para mahasiswa Indonesia ini dapat memperoleh manfaat dari kunjungan yang dilakukan ke berbagai negara, seperti ke India yang memberikan mereka sebuah peluang untuk membangun networking dengan banyak orang yang berpengaruh di India disamping juga dapat memperluas wawasan mereka. Dalam kesempatan ini, kedua belas mahasiswa yang juga para entrepreneur ini berbicara tentang peluang dan tantangan untuk mengembangkan bisnis di Indonesia. “CEO Google adalah orang India. Ini bicara tentang volume industri IT di India, dan ini adalah fakta yang meyakinkan ketika kami berkunjung ke NASSCOM pada hari ini” kata salah satu mahasiswa, Maikel Imanuel, yang juga pimpinan perusahaan – Jajanesia, sebuah usaha yang mengkoneksikan para pedagang makanan kakilima dengan para pelanggannya melalui sebuah aplikasi. Berbicara mengenai tantangan di Indonesia, para mahasiswa delegasi OSTW ini mengatakan bahwa dukungan yang diberikan pemerintah Indonesia masih sangat kurang jika dibandingkan dengan dukungan yang diberikan pemerintah India kepada para pelaku startup di India. “Kami memiliki beberapa masalah infrastruktural seperti koneksi internet. Dan pada saat lainnya, pemerintah kurang memberikan support kepada para entrepreneur” kata salah satu mahasiswa. Namun demikian, para mahasiswa ini tetap merasa optimis dengan perkembangan di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Selanjutnya, delegasi OSTW 2017 ini juga mengunjungi beberapa perusahaan IT seperti Infosys dan Wipro, serta Universitas PES pada keesokan harinya (26/4). [] Dalam kunjungan enam hari ke India, delegasi OSTW 2017 mendapat sambutan hangat dari media massa setempat. Beberapa media setempat di India mengulas kunjungan Delegasi OSTW 2017 ke Bengaluru, Pune dan Mumbai yang dilaksanakan dari 23 hingga 28 April 2017. FOKUS UTAMA 7
  8. 8. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 FOKUS 8 Peserta OSTW 2017 Menciptakan Inovasi Sistem Penyuluhan Pertanian online Berbasis Aplikasi Smartphone Program ini mengundang mahasiswa berprestasi di Indonesia yang memiliki prestasi di bidang start up entrepreneur berbasis IT, dimana salah satunya yang terpilih adalah Muhammad Haris Zamaludin Setiadi, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Sebagai satu-satunya perwakilan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan salah satu dari 12 mahasiswa yang mewakili Indonesia dalam OSTW 2017, mahasiswa yang akrab disapa Haris ini mampu menaklukkan dunia dengan inovasinya. Ia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya di OSTW 2017 ini berawal ketika ia mengikuti seleksi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI. Pemuda kelahiran Bandung tahun 1994 ini menciptakan sebuah inovasi di bidang pertanian yakni menggagas sistem penyuluhan pertanian online berbasis aplikasi smartphone. Ia mengusung gagasan yang berbasis IT ini dengan harapan agar nanti saat bertemu dengan pengusaha- pengusaha kelas dunia, ia mampu belajar lebih banyak lagi tentang infrastruktur IT agar bisa diimplementasikan di Indonesia, khususnya di bidang pertanian. Aplikasi berbasis android ini bertujuan agar mampu membangun pertanian hingga akhirnya mampu mencapai swasembada pangan. Munculnya inovasi untuk membuat aplikasi sistem penyuluhan pertanian yang mampu mengharumkan namanya ini terinspirasi saat ia turun lapangan ke para petani. Di sana ia melihat kurangnya tenaga kerja penyuluhan pertanian dan adanya eksploitasi para petani pada sistem supply chain perdagangan komoditas padi maupun hortikultura. Hal inilah yang kemudian mengantarkannya menjadi salah satu peserta Program OSTW 2017. Mahasiswa Berprestasi peringkat III Nasional tahun 2016 ini mengungkapkan bahwa ia memiliki harapan agar aplikasi ini dapat dikembangkan dan segera direalisasikan sehingga dapat membantu mensejahterakan petani-petani di Indonesia. Aplikasi ini dapat diunduh di google play store dengan judul “IIOFS Haris Zamaludin”. Melihat bahwa saat ini India adalah sebagai salah satu negara yang sangat mumpuni di bidang IT, karena itu maka Program OSTW 2017 kali ini diselenggarakan di Mumbai India. Para peserta Program OSTW 2017 ini dipertemukan dengan pengusaha-pengusaha India ternama di bidang IT. “Jadi di sana kami mempresentasikan project- project yang telah kami lakukan atau menyampaikan gagasan- gagasan yang kami punya untuk dikembangkan”, tutur Haris. Prestasi yang telah diraih oleh Haris bukan serta merta lahir dari kebetulan, melainkan dari proses. Hal ini terbukti dari beberapa penghargaan yang telah ia raih, seperti pernah menjabat sebagai Presiden IPB Debating Community 2014- 2015 yang akhirnya mampu meraih penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, ia juga berhasil meraih beasiswa untuk menempuh studi di Shopia University, Jepang. [] Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, pada tahun 2017 ini kembali menyelenggarakan Program Out Standing Student for The World (OSTW). Program ini bertujuan untuk meningkatkan citra Indonesia di luar negeri sebagai penetapan Diplomasi Ekonomi dalam politik luar negeri RI. MUHAMMAD HARIS ZAMALUDIN, Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). hariszamaludins@gmail.com Kunjungan peserta OSTW 2017 ke Infoys, sebuah perusahaan jasa teknologi global yang berkantor pusat di Bengaluru, India. Perusahaan ini adalah eksportir TI terbesar kedua di India dengan 133.560 karyawan pada Maret 2011.
  9. 9. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 FOKUS 9 Program OSTW 2017 PROGRAM BULE MENGAJAR Memadukan Edukasi, Pariwisata dan Pertukaran Budaya Usaha saya adalah di bidang socio-enterpreneur dimana saya mengembangkan program paket wisata pendidikan “Bule Mengajar”. Jadi para warga negara asing yang berkeinginan untuk mengikuti paket wisata pendidikan ini harus bersedia mengajar, dan tentunya juga harus membayar. Mereka kami tempatkan untuk mengajar di SMP dan SMA, dan hingga sekarang ini sudah sebanyak 113 orang dari 24 negara yang mengikuti paket ini. Mereka datang ke Indonesia tidak hanya ingin berwisata secara konvensional, tidak hanya datang ke suatu tempat, foto-foto dan kemudian kembali ke negaranya. Mereka berfikir bahwa tidak masalah jika mereka bisa menyumbangkan pengetahuan mereka tentang negara dan budaya mereka kepada masyarakat lokal. Hal ini justeru membuat mereka senang. Saya tertarik untuk mengembangkan dunia pariwisata karena pendidikan S1 dan S2 saya adalah bidang pariwisata. Saya tergerak untuk mengembangkan bisnis yang fokus di bidang pariwisata, tetapi saya juga punya passion di bidang pendidikan. Kebetulan saya juga berasal dari Kulonprogo, daerah dimana orang asing sangat jarang datang kesana, sehingga warga Kulonprogo belum begitu akrab dengan warga negara asing. Di sisi lain, kurikulum di SMP dan SMA menugaskan para siswa untuk bertemu atau berbicara langsung dengan warga negara asing untuk praktek bahasa Inggris. Jadi itu adalah suatu masalah dan saya melihat ada peluang disitu. Saya bawa warga asing ke Kulonprogo untuk mengajar, tapi mereka harus membayar. Untuk 3 jam mengajar mereka dikenakan charge sekitar Rp 200 ribu, namun sejauh ini ada yang sampai 3 minggu mengajar. Beberapa paket yang kami tawarkan, yaitu; hanya Mengajar; Mengajar dan Berwisata; serta Mengajar, Berwisata dan Menginap. Karena itu ada yang full sampai 3 minggu. Mereka menginap di rumah penduduk, dan untuk rumah yang ketempatan untuk menginap mereka diberikan konpensasi biaya penginapan. Jadi program ‘Bule mengajar’ ini sekaligus juga untuk membangun ekonomi daerah. Tinggal di rumah penduduk adalah sesuai dengan permintaan mereka, bahkan ada yang minta rumah yang masih sangat tradisional. Dalam hal ini kami membuat list sesuai dengan permintaan, apakah toiletnya toilet duduk, jongkok atau bahkan ke sungai. Ada yang meminta belajar memasak menggunakan kompor berbahan bakar kayu, belajar memanjat pohon kelapa dan sebagainya. Pada umumnya mereka puas, karena kami selalu menanyakan apa yang mereka inginkan, dan kami sediakan. Berikutnya juga kami sediakan souvenir khas Kulonprogo bekerja sama dengan UMKM. Ini sekaligus untuk memperkenalkan produksi khas Kulonprogo ke luar negeri. Kami tidak perlu melakukan promosi ke berbagai negara, tapi kepada setiap warga asing yang datang ke Kulonprogo kami berikan produk tersebut, dan kemudian merekalah yang mempromosikan ke negara mereka masing-masing. Kebanyakan para pembeli paket kami adalah para mahasiswa, jurnalis dan traveler. Ketika mereka pulang ke negaranya, biasanya mereka menulis artikel tentang Kulonprogo dan ‘Bule Mengajar’ sehingga banyak warga asing yang belum pernah datang ke Indonesia menjadi tertarik, khususnya untuk mengikuti program ‘Bule Mengajar’. Usaha ini saya kembangkan sejak Oktober 2014, dan rata-rata dalam setahun ada sekitar 60 orang yang datang. Umumnya mereka membeli 3-4 paket, sehingga dalam sebulan bisa sekitar 26 paket yang bisa kami jual. Ada pula yang sudah pulang ke negaranya lalu kembali lagi kesini untuk membeli paket yang lain. Selama satu bulan itu selalu ada saja ‘bule’ yang mengajar. Untuk menarik minat para ‘bule’, pertama-tama kami melakukan presentasi langsung di depan mereka, yaitu warga asing yang sedang mengikuti program student exchange di Yogyakarta. Mereka tertarik, dan kemudian mereka mengikuti paket ini, bahkan mereka pula yang mempromosikan di negara mereka. Mereka yang sudah pernah mengikuti paket wisata ‘Bule Mengajar’ pada umumnya mengajak teman-teman mereka untuk ikut. Para ‘bule’ yang mengikuti program ini mendapat sertifikat sebagai volunteer dari kami dan pihak sekolah dimana itu sangat berguna buat mereka. Sekarang ini kami sudah melakukan kerja sama dengan 12 sekolah SMP, SMA, dan SMK. Kami juga melakukan kerja sama dengan beberapa negara untuk mempromosikan paket ‘Bule Mengajar’ ini, yaitu dengan Inggris dan Jepang. Selain itu kami juga menjalin kerja sama dengan beberapa travel agent di Thailand dan Belanda, serta beberapa hotel dan homestay di Yogyakarta. Seluruhnya aktif mempromosikan paket wisara ‘Bule Mengajar’ ini. Negara yang peminatnya paling besar adalah Jepang, kemudian Thailand, Australia, Tiongkok, Afrika Selatan dan ada juga dari Fiji. Karena itu kami juga mejalin kerja sama dimana setahun dua kali kami membawa 10 ‘bule’ dari Jepang untuk mengajar. Mereka mengajar dengan bahasa Inggris walaupun materinya tentang budaya Jepang, dan biasanya mereka juga mengajar dengan mengenakan pakaian tradisional Jepang. Untuk dapat menikmati paket wisata ‘Bule Mengajar’ ini, para ‘bule’ harus lolos kriteria yang kami tetapkan, misalnya usia (18-40), pendidikan (kami prefer mahasiswa), tidak boleh memiliki tatto yang terlihat secara jelas, harus ditutupi kalo bertatto, tidak boleh merokok selama mengajar dan tidak boleh mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan. Saat ini kami memiliki 8 orang staff yang khusus fokus pada pengembangan promosi, tapi kami juga mempunyai volunteer yaitu para mahasiswa di Yogyakarta dan sekitarnya. Mereka inilah yang akan jalan- jalan dengan ‘bule’ nya. Kami yang melakukan promosi dan membuat programnya seperti apa, tapi pelaksananya adalah para volunteer . [] LIA ANDARINA GRASIA Universitas Gajah Mada Yogyakarta Email : lia.grasia@gmail.com
  10. 10. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 FOKUS 10 Kesan dan pesan OSTW 2017 FARANDI KUSUMO Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta farandikusuma@gmail.com Perjalanan para pelajar Indonesia yang saat ini juga menggeluti dunia bisnis di bidang IT ke India memberikan banyak pelajaran mengenai bagaimana dunia bisnis di India khususnya di bidang teknologi dapat berkembang sangat pesat. Beberapa pelajaran yang dapat diresapi dan direfleksikan dari perjalanan ini adalah semangat dan budaya untuk berkembang yang sangat tinggi dari para pelakunya, kesadaran terhadap pentingnya sektor Pendidikan, dan adanya dukungan penuh dari pemerintah. Segala hal tersebut membuat India menjadi salah satu negara dengan kapabilitas di dunia IT yang sangat tinggi. Bahkan, pemimpin perusahaan IT ternama di dunia seperti Google dan Microsoft adalah kebangsaan India. Dukungan pemerintah merupakan hal yang paling terlihat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah secara aktif membentuk organisasi yang dapat mengoptimalkan ekosistem perusahaan startup, mulai dari inisiasi ide, pembimbingan, sampai pendanaan dan insentif terhadap pajak dan kemudahan usaha. Hal ini merupakan suatu hal yang masih sulit dilihat oleh pemerintah untuk memajukan ekonomi dalam negeri. Inovasi di bidang bisnis seharusnya didukung penuh oleh pemerintah agar dapat memberikan dampak positif bagi negara. Pemerintah India sudah berhasil membangun program 10,000 Startup yang digelar oleh NASSCOM, sedangkan BEKRAF di Indonesia baru akan menginisiasi program- program inkubasi. Pemerintah India juga sudah menyalurkan banyak dana kepada banyak institusi pendidikan agar dapat melakukan inkubasi berdasarkan keistimewaan mereka sendiri sedangkan banyak institusi pendidikan di Indonesia yang bahkan belum berfikir kearah bisnis. [] YOHANES BOHO Universitas Ciputra, Surabaya. yboko@student.ciputra.ac.id Adalah sebuah kebangaan tersendiri bagi saya ketika mendengar hasil bahwa saya lulus seleksi OSTW ini. Saya bersyukur bahwa ini adalah bagian dari rencana Tuhan untuk masa depan saya. Program OSTW sangat insightful. Saya mendapatkan banyak pelajaran dan networking dari program ini. Tidak hanya dari perjalanannya, tapi juga dari teman-temannya yang seru dan benar-benar hebat. A really recommended program! Pengalaman yang saya dapat dan pelajari dari mengikuti program OSTW ini, bahwa pendidikan adalah kunci utama kemajuan suatu bangsa. Dan menurut saya, pendidikan di India sangat maju, dan banyak juga orang India yang berhasil di bidang IT. Di India banyak perusahaan maupun startup yang dibantu oleh pemerintah untuk terus berkarya di bisnis guna memajukan negara mereka. Faktor yang memperkuat hubungan mereka adalah budaya mereka sendiri. Namun jika dibandingkan dengan kemajuan ekonomi mereka, ternyata masih banyak rakyat kecil yang menderita. Kegiatan OSTW ini sangat keren dan perlu untuk dikembangkan lagi untuk seluruh mahasiswa di seluruh Indonesia. Yang perlu dikembangkan lagi adalah ketika berkunjung ke perusahaan – perusahaan terkait, sebaiknya mereka diarahkan untuk dapat bekerjasama dengan para delegasi OSTW. Asumsi saya yaitu agar bisa menjadi mitra atau melakukan kerjasama ke depannya nanti. [] MICHAEL JOVAN SUGIANTO Universitas Bina Nusantara, Jakarta. jovan.michael93@gmail.com Saya sangat terkesan dengan program OSTW 2017 ini. Program ini sangat menyenangkan, kami dapat belajar banyak tentang pemikiran dan ide-ide baru. Kami juga dapat melihat sebuah kenyataan dimana di sebuah negara yang kurang lebih sama dengan Indonesia, namun IT mereka sangat berkembang. Untuk peningkatan program OSTW ke depan saya sarankan agar menjadikan OSTW menjadi lebih relevan bagi para peserta. Karena OSTW 2017 lebih seperti “showing off” ke India (pemerintah dan institusi) dimana Indonesia memiliki studentpreneur atau mahasiswa yang memiliki bisnis yang telah siap. Saya mempersiapkan diri untuk bertemu dengan para investor sebelum berangkat ke berbagai universitas. Jadwal kegiatan terlampau padat, saya berharap agar punya waktu yang lebih longgar untuk dapat melihat ‘kehidupan nyata’ di negara yang kita kunjungi (dalam hal ini India).[] ZANDHIKA ALFI PRATAMA Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya zandikaalfi pratama@gmail. com Saya melihat bahwa OSTW 2017 adalah program yang sangat baik dan patut dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya karena menjadi wadah pemuda Indonesia untuk mengetahui secara langsung bagaimana aspek bisnis, budaya dan industri di negara yang dikunjungi dan mendapatkan network baru dengan berbagai stakeholder industri dan bisnis. Hal tersebut adalah pembelajaran yang sangat penting bagi wirausahawan untuk memperoleh pandangan serta ilmu untuk mengembangkan bisnisnya. Harapan saya untuk OSTW 2018 adalah bagaimana Kemenlu RI memfasilitasi wirausahawan teknologi Indonesia untuk belajar secara komprehensif dengan entrepreneur yang sudah sukses. Karena saya yakin bahwa ekonomi teknologi non-digital di masa depan akan menjadi tolak ukur keberhasilan suatu negara untuk maju dengan negara lain. Saya sangat beruntung menjadi salah satu delegasi OSTW 2017 yang berkunjung ke India. Banyak hal yang menjadi kesan saya selama mengikuti kegiatan OSTW 2017. Pertama, program pembekalan sebelum keberangkatan ke India adalah sesuatu yang membuka mata saya bahwa diplomasi Indonesia ke dunia luar bisa dilakukan oleh siapapun, salah satunya entrepreneur. []
  11. 11. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 FOKUS 11No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 GERALDI DZAKWAN Institut Teknologi Bandung graldi.dzakwan@gmail.com Anak muda India sangat inovatif dan terkenal sebagai pekerja keras. Setelah mengobrol dengan mahasiswa bioteknologi dan genetika di IBAB Bangalore, saya mendapatkan fakta bahwa mahasiswa lebih senang melakukan kegiatan produktif, utamanya riset untuk menghasilkan karya baru dibandingkan dengan kegiatan berorganisasi apalagi kegiatan hura-hura. Hal ini dapat dimaklumi, juga karena fasilitas riset kampus yang sangat memadai. Untuk melakukan analisis terhadap DNA, kampus IBAB sendiri menyediakan fasilitas supercomputer/ server dan fasilitas genome sequencing yang tidak ditemui di Indonesia. Selain itu, kampus di India, baik negeri maupun swasta, juga memiliki inkubatornya masing-masing yang berbeda dari inkubator yang dibangun pemerintah namun tetap didanai oleh pemerintah. Fokus dari inkubator disesuaikan dengan spesialiasi masing- masing universitas. Misalnya, di IBAB, terdapat inkubator untuk startup di bidang bioteknologi, genetika, healthcare, dan bidang-bidang terkait lainnya. Sedangkan, di International Institute of Information Technology Bangalore (IIITB), terdapat inkubator untuk startup di bidang Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Cyber Security. Secara singkat, ekosistem yang ideal yang membentuk Karnataka saat ini. Bagaimana pemerintah, academia, entrepreneur, dan industri (big company) saling berkolaborasi untuk mengembangkan industri teknologi informasi di Karnataka, khususnya Bangalore. [] RIZAL JUSTIAN SETIAWAN Universitas Negeri Yogyakarta rizaljustians@gmail.com OSTW sangat berkesan untuk saya. Bukan hanya karena semua biaya di tanggung, tapi karena orang- orang di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menganggap kami (peserta OSTW) adalah keluarga, itu yang lebih berharga buat kami. Tidak hanya orang-orang di Kemenlu saja yang memberi sambutan hangat dan senyum yang ikhlas, tapi orang-orang di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Mumbai juga melakukan hal yang sama. Hal yang paling terkenang adalah semua orang di Kemenlu punya jiwa muda, umur hanyalah angka. Perusahaan-perusahaan yang dikunjungi melibihi ekspektasi, semua adalah perusahaan besar. Saya sangat bahagia sekali Kemenlu memilih saya sebagai peserta OSTW, kesempatan yang diberikan sekali seumur hidup ini sangat berharga bagi saya, terima kasih Kemenlu telah menganggap saya bagian dari keluarga. Perusahaan yang dikunjungi benar-benar berbasis IT secara mayoritas, saya mengacungi jempol upaya Kemenlu dalam hal ini, karena jujur saja saat ini Indonesia sangat kurang startup di bidang IT. Semua pelayanan yang diberikan Kemenlu sangat luar biasa dan mantap jiwa, saya baru kali ini merasakan dilayani sebaik ini. Saya mungkin satu-satunya orang yang paling senang saat OSTW dipindahkan dari Amerika ke India, karena saya yakin tidak akan ke India jika ikut OSTW, sedangkan kalau ke Amerika saya akan sangat senang jika berkali-kali kesana. India tidak mengecewakan (kecuali makanannya), keputusan Kemenlu pindah target ke India adalah hal yang tepat. Semua ilmu yang saya dapat sangat menakjubkan dan merupakan hal yang sangat berharga buat saya. [] MICHAEL STEFANUS Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta. michaelstefanus@live.com Pada 23 - 28 April 2017 kemarin saya mendapatkan kesempatan untuk pergi ke India bersama Kementerian Luar Negeri (Direktorat Diplomasi Publik) dan 11 pemuda lainnya. Di bawah program OSTW (Outsanding Students for the World), kami menjadi delegasi Indonesia untuk belajar dan berbincang dengan pemerintah, industries leaders, serta melihat kehidupan di India. Saya kira, salah satu slogan yang sangat menggambarkan ambisi dari negara India untuk menjadi besar adalah slogan”Indian at Heart, Global in Spirit” Slogan yang mendorong rakyat India untuk tidak hanya terlena dengan potensi lokal, namun juga merambah global. Hal ini bisa dicontoh bagi perusahaan di Indonesia; yaitu untuk meningkatkan ambisi dan kepercayaan diri di ranah global, tidak hanya memaksimalkan kesempatan di dalam negeri. Hebatnya, slogan ini tidak hanya menjadi slogan belaka; namun sudah menjadi natur perusahaan-perusahaan yang saya kunjungi. Sebut saja Infosys; sebuah perusahaan IT Consulting di India yang melayani perusahaan- perusahaan Amerika. Selain itu, HackerEarth yang sudah mendunia dengan Hackathon- nya, serta WiPro, dan lainnya. Mungkin jarang yang tahu, namun yang membuat film animasi Hulk (MAAC), Kungfu Panda (Technicolor Studio) merupakan perusahaan startup studio animasi yang ada di Bangalore, India. Dengan ambisi ini, dan murahnya biaya tenaga kerja di sana, tidak aneh jika India (Bangalore) menjadi “dapur”nya Sillicon Valley di Amerika.[] Kesan dan pesan OSTW 2017
  12. 12. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 banyak menyimpan potensi yang sangat besar. Potensi besar yang dimaksud adalah semangat anak-anak muda dengan ambisi besar untuk mengguncang dunia melalui penemuan-penemuan mereka. Ditambah pula, impian mereka difasilitasi dengan baik oleh kebijakan pemerintah Startup Policy 2015-2020 menggarisbawahi kemudahan membangun startup, akses dana hibah, dan integrasi dari akademia serta perusahaan swasta. Bagi pengusaha Indonesia pula, dapat juga mempelajari strategi perusahaan- perusahaan di India di bidang teknologi. Walaupun dengan keterbatasan infrastruktur, Indonesia sebagai negara berkembang menyimpan gudang masalah-masalah yang dapat dijadikan peluang untuk berbisnis. Seperti halnya di Wipro, yang selalu mengutamakan keberanian untuk mengambil langkah perubahan dan tidak takut gagal. Perusahaan incumbent yang belum melek teknologi, dapat mulai menjajaki era teknologi dan melihat perubahaan sebagai peluang, bukan hambatan. Perusahaan startup dapat mempelajari dari India - kegigihan dan etos kerja yang pantang menyerah. TEGUH SATRIO WIBOWO Politeknik Elektronika Negeri Surabaya teguhsatrio1899@gmail.com Kegiatan Outstanding Students for The World (OSTW) di 2 tahun terakhir berfokus pada peningkatan wirausahawan muda di MAIKEL IMANUEL Universitas Prasetya Mulya maikel.imanuel@gmail.com Program Outstanding Students for the World (OSTW) dari Kementerian Luar Negeri dari 20 - 30 April 2017 menghadirkan berbagai pelajaran dan pengalaman berharga kepada para pebisnis muda yang tengah merintis startup mereka sendiri. Dengan bertemakan ‘IT Business’, kunjungan ke Bengaluru sebagai IT Hub terbesar di India merupakan destinasi yang tepat untuk mengulik rahasia keberhasilan India sebagai negara berkembang yang sangat maju di bidang IT ini. Pasalnya, menurut laporan dari Global Startup Ecosystem Ranking Report 2015, Bengaluru adalah rumah dari 5,000 startup berbasis teknologi saat ini. Selama perjalanan di Bengaluru, pertanyaan yang selalu muncul di benak saya adalah bagaimana India dapat membangun ekosistem startup yang sedemikian terstruktur, sistematis, dan masif? Apa yang membedakan India dengan Indonesia? Ada apa sebenarnya dengan India? Selain dari populasi terbesar ke-2 di dunia dengan jumlah penduduk 1,3 milyar jiwa, dan produsen film Bollywood yang banyak diminati berbagai kalangan tak terkecuali Indonesia, sesungguhnya negeri yang kaya akan rempah-rempah ini Indonesia dan tahun 2017 OSTW berkunjung ke India, negara yang sedang giat membangun infrastruktur dan ekonominya. Bagi saya kegiatan ini memberikan banyak manfaat dan ilmu baru. Pada saat kegiatan di India saya mendapat banyak pengetahuan tentang sejarah berdirinya perusahaan- perusahaan besar di India dan inovasi yang mereka lakukan untuk dapat bertahan dan memperbesar usaha mereka. India juga merupakan negara yang berhasil menciptakan ekosistem yang baik untuk pengusahan muda disana (start up) melalui kerjasama baik antara pihak pemerintah, perusahaan/industri, dan pihak akademisi. Dan sebagai bonus, saya juga bisa melihat secara langsung tentang kehidupan dan budaya di India, mencoba beragama cita rasa kuliner khas India. Saya berharap pemerintah Indonesia dapat meniru India dalam hal menfasilitasi wirausaha muda (start up). Saya juga berharap setelah kegiatan OSTW ini, hubungan peserta OSTW dengan Kementerian Luar Negeri tidak putus bahkan dapat berlanjut dalam hal kerja sama. Kegiatan ini juga memotivasi saya untuk terus mengembangkan usaha yang sedang saya kembangkan dan melanjutkan penelitian saya tentang Robot Pemanen Buah Kelapa. ANDRIAN YULIANTO PPM School of Management adrian.y1994@gmail.com Program Outstanding Student for the World 2017 membuka mata saya terhadap kemajuan negara India yang tidak banyak orang ketahui. Persepsi orang kebanyakan terhadap India adalah sebagai sesama negara berkembang yang masih dibawah Indonesia. Namun, kenyataannya sangat berbeda. Dimulai dari Infosys dan Wipro yang termasuk dalam daftar perusahaan teknologi tebaik dunia hingga Forbes Marshall yang telah berdiri selama 150 tahun dan terus berkarya hingga kini. Dari program ini, saya belajar betapa pentingnya dukungan dari pemerintah demi keberlangsungan startup dikarenakan banyaknya variabel yang menentukan kesuksesan sebuah startup. Pemerintah menjadi salah satu bagian yang terpenting dalam kebelangsungan startup sangatlah besar. Mulai dari tata cara, penyediaan fasilitas, mentoring hingga bantuan dana disalurkan pemerintah guna menciptakan ide bisnis baru yang dapat bertahan dipasar dan berkontribusi pada kemajuan negara. Dukungan pemerintah dalam hal ini dapat membawa dampak yang besar bagi tingkat kemudahan berbisnis dan keinginan berbisnis bagi seluruh kalangan yang mengalami keterbatasan dari segi fasilitas hingga pendanaan. Hal lain yang saya pelajari adalah pentingnya kegigihan dan integritas dalam menjalankan usaha terutama startup. Inisiatif dan kegigihan untuk melakukan perubahan menjadi kunci untuk mengubah dunia menjadi lebih baik dan integritas menjadi kunci utama dalam menjalankannya. [] FOKUS 12 No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 Kesan dan Pesan OSTW 2017
  13. 13. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 FOKUS 13No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 Public Lecture Dukungan Indonesia Terhadap Palestina dan Peran Pemuda Dukung Diplomasi Publik di Jakarta. Selain itu, tampil sebagai pembicara pada sesi diskusi adalah Al Busyra Basnur, Direktur Diplomasi Publik; H.M. Mujab, MA, Ph.D, Kepala Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Islam UIN Malang; dan Mohammad Hanifa, Kabid ASEAN dan Kerjasama Intra Kawasan dan Antarkawasan, Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Asia Pasifik dan Afrika, BPPK-Kemlu. Sesi diskusi dimoderatori oleh Dr. Sudirman, Dekan Fakultas Syariah, UIN Malang. Dalam sambutan pembukaannya, Rektor UIN, Mudjia Raharjo, menyampaikan bahwa tugas universitas tidak hanya Tridarma, mengajar, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Ada tugas lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu “membaca dunia”. Oleh karena itu, lanjut Mudjia, “mahasiswa sebagai calon intelektual tidak boleh tidak tahu apa-apa, tidak boleh buta terhadap perkembangan dunia”. Mudjia juga menyampaikan bahwa sudah lama ada keinginan untuk mengadakan diskusi tentang Palestina, namun Wakil Duta Besar Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Mr. Taher Ibrahim Abdallah Hamad, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dan Rakyat Indonesia atas dukungan yang telah diberikan kepada Palestina selama ini. Hal tersebut disampaikan oleh Mr. Hamad pada kesempatan kegiatan Public Lecture  yang diselenggarakan oleh Direktorat Diplomasi Publik, Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri, bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang, di Malang, 3 Mei 2017. Tema Public Lecture kali ini adalah “Dukungan Indonesia bagi Palestina dan Peran Pemuda dalam Mendukung Diplomasi Publik” Kegiatan Public Lecture dibuka oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si, dengan keynote speech oleh Duta Besar Rony P. Yuliantoro mewakili Plt. Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik dan Mr. Taher Ibrahim Abdallah Hamad, Wakil Duta Besar pada Kedutaan Besar Palestina baru terlaksana saat ini. Oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Public Lecture oleh Kementerian Luar Negeri ini. Duta Besar Rony P. Yuliantoro menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina merupakan amanat konstitusi, khususnya Pembukaan UUD 1945 mengenai penghapusan penjajahan dari muka bumi dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Lebih lanjut dipaparkan bahwa ada tiga perkembangan yang perlu diperhatikan dalam mendukung perjuangan Palestina, yaitu: situasi dunia yang terus berubah, bertambahnya aktor diplomasi yang tidak hanya didominasi oleh Kementerian Luar Negeri dan kemajuan teknologi informasi. Dubes Rony P. Yuliantoro juga menghimbau para mahasiswa untuk turut aktif mendukung perjuangan Palestina, a.l. melalui media sosial. Mr. Taher Ibrahim Abdallah Hamad keynote speech-nya menekankan arti penting pendidikan dalam pembangunan suatu negara. “No education, no development”, ujar Mr. Hamad. Lebih lanjut dipaparkan mengenai proses pembangunan di Palestina, dimana harus ada sinergi diantara 3 pihak, yaitu pemerintah, sektor bisnis dan masyarakat madani. Mr. Hamad juga memaparkan mengenai dukungan politik dan bantuan pembangunan yang telah diberikan oleh Indonesia, termasuk pembangunan rumah sakit dan bantuan teknik, serta menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Al Busyra Basnur dalam paparannya menyampaikan mengenai definisi diplomasi publik, tujuan dan berbagai program diplomasi publik yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri, seperti Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia, Outstanding Student for the World, Dialog Lintas Agama, dan sebagainya. Al Busyra juga menekankan pentingnya peran pemuda dan mahasiswa sebagai non-state actor diplomasi Indonesia. Selain kegiatan Public Lecture, diselenggarakan pula Sosialisasi dengan tema yang sama bagi pelajar SMA se-kota Malang, bertempat di SMAN IV Malang, pada 4 Mei 2017. Kegiatan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Pembicara pada kegiatan Sosialisasi tersebut adalah Agus Heryana, Kasubdit Isu-isu Aktual dan Strategis, Direktorat Diplomasi Publik, Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik dan Mohammad Hanifa, Kabid Kabid ASEAN dan Kerjasama Intra Kawasan dan Antarkawasan, Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Asia Pasifik dan Afrika, BPPK. Kegiatan Public Lecture dan Sosialisasi di Malang berjalan dengan lancar dan mendapat tanggapan yang positif dari para peserta. Hal ini tampak dari tanggapan dan pertanyaan yang muncul dari peserta. Kegiatan di UIN dihadiri oleh 270 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang, sementara kegiatan di SMAN IV dihadiri oleh 180 murid SMA/ SMK yang ada di kota Malang. [] Perguruan Tinggi yang berminat menyelenggrakan Public Lecture dapat menghubungi Direktur Diplomasi Public, Kemelu. E-mail : ditdiplik@gmail.com, Telp. 021-386 3708, fax 021-3858035
  14. 14. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 Sorot 14 Kemlu dan CfDS UGM Pertemukan Para Pakar untuk Bahas Strategi Diplomasi Digital RI ​​Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah memengaruhi dinamika politik luar negeri dunia, termasuk aktor-aktor yang terlibat di dalamnya. Hal ini turut mengubah strategi pemerintah dalam menentukan kebijakan luar negeri Indonesia. Merespons fenomena dan perubahan ini, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengadakan Experts Meeting on Digital Diplomacy yang bekerja sama dengan Center for Di gital Society (CfDS) Fisipol UGM pada Rabu, 17 Mei 2017. Acara ini secara khusus membahas tantangan dan peluang perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam membantu diplomasi Indonesia. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM. Fachir, dalam pidato pembukanya, diplomasi harus mampu menjawab tantangan- tantangan digital. Dunia digital mengubah partisipan, mendorong semangat keterbukaan dan transparansi. Perkembangan digital juga telah menciptakan sumber informasi baru dan tantangan paradox of plenty. Menurut Wamenlu RI, diplomasi harus mampu merebut ruang informasi publik dan menyajikan informasi secara cepat, tepat dan benar.  Harapan yang sama disampaikan oleh UGM dan CfDS, selaku lembaga akademik yang turut berkontribusi memberikan edukasi tentang perkembangan teknologi digital. Menurut Direktur Eksekutif Center for Digital Society, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati pada sesi pleno, dengan adanya aspek digital maka efisiensi strategi diplomasi pun semakin memungkinkan. Begitu juga apabila dilihat dari aspek pengoptimalan anggaran diplomasi.  Pertemuan yang berlangsung di Fisipol UGM ini dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pleno dan sesi working group yang terdiri dari tiga kelompok. Masing-masing working group membahas tentang konseptualisasi diskursus, evaluasi, dan masa depan diplomasi digital Republik Indonesia. Adapun pertemuan ini diikuti sekitar 30 pakar di bidang diplomasi dan teknologi informasi komunikasi dan lebih dari 100 praktisi yang terdiri pengamat, konsultan, akademisi, para ahli di bidang teknologi informasi komunikasi, public figure, dan diplomat asing dari negara- negara sahabat. Hasil diskusi tiap working group akan dirangkum menjadi rekomendasi kebijakan yang diserahkan ke Kemlu RI, melalui perwakilannya, Azis Nurwahyudi, Sekretaris Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI. Rekomendasi kebijakan ini secara khusus akan menjadi rujukan Kemenlu RI dalam memetakan kebijakan diplomasi digital. Ke depannya diharapkan lebih banyak diplomat dan Duta Besar yang memanfaatkan kemajuan teknologi memaksimalkan pencapaian kepentingan nasional Indonesia di masa yang akan datang. []
  15. 15. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 SOROT 15 Presiden Jokowi Sampaikan Gagasan Mengatasi Terorisme Pada Arab Islamic America Summit Presiden Joko Widodo menyampaikan empat pemikirannya kepada para pemimpin dunia untuk mengatasi radikalisme dan terorisme. Pandangan ini disampaikan dalam sambutannya di Arab Islamic America Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam Amerika di Conference Hall King Abdulaziz Convention Center, Riyadh, Arab Saudi, pada 21 Mei 2017. Pertama, umat Islam se- dunia harus bersatu untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah. “Persatuan umat Islam merupakan kunci untuk keberhasilan memberantas terorisme, janganlah energi kita habis untuk saling bermusuhan,” ujar Presiden. Kedua, kerja sama pemberantasan radikalisme dan terorisme harus ditingkatkan, termasuk pertukaran informasi intelijen, pertukaran penanganan FTF (Foreign Terrorist Fighters), dan peningkatan kapasitas. “Semua sumber pendanaan harus dihentikan, kita semua tahu banyaknya dana yang mengalir sampai ke akar rumput di banyak negara dalam rangka penyebaran ideologi ekstrim dan radikal. Semua aliran dana itu harus dihentikan,” tutur Presiden. Ketiga, upaya menyelesaikan akar masalah harus ditingkatkan, ketimpangan dan ketidakadilan harus diakhiri; pemberdayaan ekonomi yang inklusif  harus diperkuat. “Terakhir, saya berharap bahwa setiap dari kita harus berani menjadi “part of solution” dan bukan “part of problem” dari upaya pemberantasan terorisme. Setiap dari kita harus dapat menjadi bagian upaya penciptaan perdamaian dunia,” ujar Presiden. Sejarah mengajarkan bahwa senjata dan kekuatan militer saja tidak akan mampu mengatasi terorisme. Pemikiran yang keliru hanya dapat diubah dengan cara berpikir yang benar. Oleh karenanya, Indonesia meyakini pentingnya menyeimbangkan pendekatan hard-power dengan pendekatan soft-power. Selain pendekatan hard-power, Indonesia juga mengutamakan pendekatan soft-power melalui pendekatan agama dan budaya. “Untuk program deradikalisasi, misalnya,  otoritas Indonesia melibatkan masyarakat,  keluarga, termasuk keluarga mantan nara pidana terorisme yang sudah sadar; dan organisasi masyarakat,” kata Presiden. Untuk kontra radikalisasi, lanjut Presiden, antara lain kita merekrut para netizen muda dengan follower yang banyak untuk menyebarkan pesan- pesan damai. “Kita juga melibatkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama untuk terus mensyiarkan Islam yang damai dan toleran,” tutur Presiden. Pesan-pesan damailah yang harus diperbanyak bukan pesan-pesan kekerasan. Setiap kekerasan akan melahirkan kekerasan baru. Presiden mengatakan bahwa pertemuan ini memiliki makna yang penting untuk mengirimkan pesan kemitraan dunia Islam dengan Amerika Serikat dan menghilangkan persepsi bahwa Amerika Serikat melihat Islam sebagai musuh. “Yang lebih penting lagi pertemuan ini harus mampu meningkatkan kerja sama pemberantasan terorisme dan sekaligus mengirimkan pesan perdamaian kepada dunia,” ujar Presiden. Ancaman radikalisme dan terorisme, kata Presiden, terjadi di mana-mana. Indonesia adalah salah satu korban aksi terorisme, serangan di Bali terjadi tahun 2002 dan 2005 dan serangan di Jakarta terjadi Januari 2016. “Dunia marah dan berduka melihat jatuhnya korban serangan terorisme di berbagai belahan dunia di Perancis, Belgia, Inggris, Australia dan lain-lain, dunia seharusnya juga sangat prihatin terhadap jatuhnya lebih banyak korban jiwa akibat konflik dan aksi terorisme di beberapa negara seperti Irak, Yaman, Suriah, dan Libya. Umat Islam adalah korban terbanyak dari konflik dan radikalisme terorisme,” kata Presiden. Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa jutaan saudara-saudara kita harus keluar dari negaranya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Jutaan generasi muda kehilangan harapan masa depannya. “Kondisi ini membuat anak-anak muda frustasi dan marah. Rasa marah dan frustasi ini dapat berakhir dengan muculnya bibit-bibit baru ektremisme dan radikalisme,” kata Presiden. (Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden). []
  16. 16. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 SOROT 16 PBB Beri Penghargaan Medali Dag Hammarskjöld Kepada Praka Julius Wakil Tetap/Duta Besar RI untuk PBB di New York, AS, Dian Triansyah Djani mewakili Indonesia menerima penghargaan medali Dag Hammarskjöld (24/5). Penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan tertinggi PBB atas gugurnya personil militer/polisi Indonesia atas nama Prajurit Kepala Julius Nggaba Ndapakamang, yang gugur dalam bertugas di Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB, UNAMID, di Sudan. Sekretaris Jenderal PBB menyerahkan penghargaan secara langsung kepada Wakil Tetap/Duta Besar Djani di New York. Penghargaan Dag Hammarskjöld Medal tahun ini diberikan kepada 33 Perwakilan negara anggota PBB yang mewakili 93 keluarga dari personil militer/polisi maupun sipil yang telah gugur selama bertugas di MPP PBB pada tahun 2016. Duta Besar/Wakil Tetap RI di PBB, Dian Triansyah Djani, menyatakan bahwa meskipun bangga atas peran serta pasukan Indonesia dalam sumbangannya menjaga perdamaian dunia, namun merupakan hal yang sedih jika menerima kabar adanya pasukan Indonesia gugur dalam melaksanakan misi perdamian PBB. ”Dari tahun 1957 hingga tahun 2017, Indonesia telah kehilangan 35 personil pasukan pemeliharaan PBB dalam menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia,” kata Dubes Djani. Medali diberikan pada kegiatan peringatan Hari Pasukan Pemeliharaan Perdamaian PBB Tahun 2017, guna menghormati jasa-jasa dan pengorbanan pasukan pemeliharaan perdamaian PBB dan dukungan Negara Penyumbang Pasukan PBB terhadap misi PBB. Medali Dag Hammarskjöld merupakan penghargaan anumerta yang diberikan oleh PBB kepada personil militer, polisi, atau warga sipil yang gugur saat bertugas dalam MPP PBB. Nama Medali Dag Hammarskjöld diambil dari nama Sekretaris Jenderal Kedua PBB yang gugur dalam kecelakaan pesawat di Zambia pada September 1961. Sejalan dengan amanah konstitusi, Indonesia telah terlibat dalam misi pemeliharaan PBB sejak 1957. Saat ini, Indonesia berada pada ranking ke-11 negara kontributor personil militer dan polisi pada misi UNIFIL (Lebanon), UNAMID (Darfur, Sudan), MINUSCA (Republik Afrika Tengah), MINUSMA (Mali), MONUSCO (Republik Demokratik Kongo), MINUSTAH (Haiti), MINURSO (Sahara Barat), UNMISS (Sudan Selatan) dan UNISFA (Abyei, Sudan). Dari 2742 personil TNI dan POLRI yang terlibat, 48 di antaranya merupakan personil wanita dari TNI maupun POLRI. [] (Sumber : PTRI New York) ptri@indonesiamission.ny.org Email : ptri@indonesiamission.ny.org
  17. 17. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 SOROT 17 Pada 3 Juni 2017, Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi  menghadiri dan membuka Indonesia- Nigeria Business Forum pada rangkaian kunjungan Africa Tour ke-2 di Lagos, Nigeria. “Indonesia means business with Africa. Sudah saatnya kerja sama politik yang kuat antara kedua negara dimanfaatkan untuk kerja sama ekonomi,” demikian disampaikan Menlu RI pada sambutan pembukaan. Forum yang dilaksanakan di Lagos tersebut tidak hanya menghadirkan lebih dari 170 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, seperti energi, manufaktur, penerbangan, obat-obatan dan industri makanan, namun juga berbagai kalangan Pemerintah, yaitu National Agency for Food and Drug Administation and Control dan Kementerian Perhubungan Nigeria. Khusus pada forum tersebut, Menlu Retno membawa sejumlah delegasi bisnis Indonesia, yaitu KADIN RI, Garuda Maintenance Facility, PT. INKA, Indonesia Eximbank, PT. Sasa Inti serta wakil dari BPOM RI. Selain mempromosikan berbagai produk unggulan RI serta besarnya potensi ekonomi Indonesia, Menlu juga menyampaikan perlunya pembentukan Preferential Trade Agreement RI dengan Nigeria untuk terus meningkatkan perdagangan bilateral. Pada forum tersebut, Menlu RI juga menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja sama anatara Garuda Maintenance Facility dengan Max Air Ltd Nigeria. Dalam kerangka kerja sama tersebut, GMF akan melakukan berbagai perawatan pesawat boeing 747-400 milik Max Air. Selain penandatanganan tersebut, pihak GMF juga terus melakukan penjajakan potensi kerja sama dengan maskapai setempat lainnya, antara lain Dana Air, Medview dan Air Cote D’Ivoire. Di sela-sela forum bisnis juga delegasi bisnis Indonesia menangkap sejumlah minat dan potensi kerja sama ekonomi dengan pelaku usaha Nigeria. Salah satunya minat perusahaan migas Nigeria untuk melakukan kerja sama pembelian gerbong tangki minyak kepada PT. INKA. Kunjungan Africa Tour ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan pada tahun 2017, setelah sebelumnya Menlu RI melaksanakan kunjungan ke Mozambik dan Afrika Selatan dengan membawa delegasi bisnis dan BUMN pada Februari 2017. Setelah dari Nigeria, kunjungan misi bisnis ini akan berlanjut untuk menuntaskan berbagai kerja sama ekonomi dan perdagangan ke Senegal, Kenya, dan Ethiopia. [] Email : kbriabuja@gmail.com Buka Indonesia-Nigeria Business Forum, Menlu RI Garis Bawahi Perlunya Preferential Trade Agreement
  18. 18. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 SOROT 18 okezone.com Pesawat dan Kereta Buatan Indonesia Semakin Diminati Pasar Afrika Kementerian Luar Negeri RI serius meningkatkan upaya diplomasi ekonomi. Berbagai upaya terus dilakukan termasuk diantaranya lawatan Wamenlu RI, Dr. A.M. Fachir ke negara- negara Afrika, salah satu diantaranya adalah kunjungan ke Senegal. Senegal memilki pertumbuhan ekonomi di atas 6 % dalam 6 tahun terakhir. Senegal memiliki pertumbuhan yang dinamis dan terbuka untuk investasi Indonesia. Hubungan yang baik antara Indonesia dan Senegal telah melahirkan berbai kerjasama ekonomi, termasuk diantaranya rencana pembelian kereta produksi PT INKA. Sebagaimana disampaikan oleh Wamenlu Fachir, Indonesia siap penuhi permintaan dan bekerja sama untuk dukung proyek pengembangan transportasi nasional di Senegal. Pernyataan ini ditegaskan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. A.M. Fachir pada pertemuan bilateral dengan Sekretaris Negara bidang Rel Kereta Api Nasional Senegal, Abdou Ndene Sall di Dakar (8/6). Sekretaris Sall menyampaikan ketertarikan Senegal atas produk kereta api PT. INKA. “Kehadiran PT. INKA diharapkan dapat mendukung proyek prioritas Plan Senegal Emergent (Rencana Senegal Berkembang, red) khususnya untuk pembangunan jaringan rel kereta api antar kota Senegal yang mencapai total 1.500 km,” jelas Sekretaris Sall. Dalam pertemuan itu, Wamenlu Fachir juga memperkenalkan industri transportasi udara (PT. Dirgantara Indonesia) dan transportasi laut (PT. PAL Indonesia). “Pemerintah Indonesia siap menawarkan skema pembiayaan melalui Indonesia Eximbank guna mendukung kerja sama industri,” demikian disampaikan Wamenlu Fachir. Tindak lanjut minat Senegal terhadap produk PT. INKA dari hasil pertemuan akan menambah daftar keberhasilan diplomasi ekonomi Indonesia di pasar non-tradisional. Sebelumnya, Senegal telah membeli 2 pesawat CN-235 dari PT. Dirgantara Indonesia pada tahun 2011 dan 2014. Indonesia mengapresiasi kepercayaan Senegal terhadap produk-produk made in Indonesia. Indonesia menawarkan produk- produk high-tech seperti pesawat CN-235 kepada Senegal. Hal ini diungkapkan Wamenlu RI Dr. A.M. Fachir dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Senegal, Augustin Tine, di Dakar, Senegal (8/6). “Industri strategis memiliki potensi besar untuk semakin dikembangkan dalam kerangka kerja sama bilateral Indonesia dan Senegal,” kata Wamenlu Fachir. Menhan Tine menyatakan rencana Senegal untuk kembali membeli dua pesawat CN-235 dari PT. Dirgantara Indonesia dalam dua tahun ini. “Sebelumnya, Senegal telah membeli dua pesawat CN-235 pada tahun 2011 dan 2014. Sehingga terdapat empat pesawat PT. Dirgantara Indonesia yang dibeli Senegal,” jelas Menhan Tine. Wamenlu Fachir mendorong Senegal untuk menggunakan produk industri strategis lainnya seperti produk kapal dari PT. PAL Indonesia, PT Pindad dan baju militer. Menhan Tine menyambut baik dan menyampaikan bahwa produk-produk industri strategis RI telah banyak berkontribusi terhadap Senegal. Menhan Tinne berjanji akan mengkaji tawaran dimaksud. Pertemuan bilateral keduanya merupakan bagian dari Tur Afrika ke-2 Menlu. Wamenlu melakukan kunjungan ke Senegal dan Kenya, pasca kunjungan Menlu Retno ke Nigeria. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, dan Direktur Utama PT. PAL Indonesia, Budiman Saleh. [] Wamenlu RI A.M. Fachir bertemu dengan Menteri Pertahanan Senegal, Augustin Tine, di Dakar, Senegal (8/6) Wamenlu A.M. Fachir bertemu dengan dengan Sekretaris Negara bidang Rel Kereta Api Nasional Senegal Abdou Ndene Sall di Dakar, Senegal (8/6).
  19. 19. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 19SOROT Pabrik Kopi di Kairo Serap 48 Kontainer Biji Kopi Indonesia Per-Tahun Cairo - Duta Besar RI Cairo, Helmy Fauzy didampingi Wakeppri, Kemal Haripurwanto, Atase Perdagangan, Burman Rahman, Chairman Konooz El Bon Abdel Ma’boud Co, Mohamed Sobhi Mohamed Hassan Naeem menggunting pita sebagai tanda peresmian pabrik pengolahan kopi Perusahaan Mesir Konooz El Bon Abdel Ma’boud pada Sabtu (3/6) di Kawasan Industri 6 October City, Giza. Hadir dalam acara tersebut Chairman Haggag Co, Dr. Hassan Haggag, Chairman El Nada Co Alexandria,    Dr. Khaled Fawzi, serta direksi Konooz El Bon Abdel Ma’boud dan staf KBRI Cairo. Dalam sambutannya, Mohamed Sobhi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Duta Besar RI di Cairo beserta jajarannya yang tidak henti-hentinya mensuplai informasi terkait perkembangan kopi Indonesia. Mohamed Sobhi menerangkan bahwa saat ini dengan adanya pabrik pengolahan kopi yang baru ini dapat mengkonsumsi 4 kontainer biji kopi per bulan dari Indonesia dan setahunnya 48 kontainer dengan nilai USD 2 juta atau setara dengan Rp. 26 miliar. Lebih lanjut Sobhi berharap dalam 1 tahun ke depan, pabrik pengolahan kopi yang baru ini dapat memproduksi 4-8 kontainer per bulan. Dengan berjalannya produksi pengolahan kopi yang sudah berdiri sejak tahun 1940 ini semakin memperkuat ketersediaan produk kopi bubuk untuk wilayah Cairo dan sekitarnya. “khususnya di kawasan 6 October City Giza kami telah memiliki 5 kedai kopi Abdul Ma’boud yang dapat dijangkau oleh masyarakat penikmat kopi,” ujarnya. Duta Besar Helmy Fauzy dalam sambutannya memberi apresiasi atas loyalitas Mohamed Sobhi yang sejak 2011 menghadiri pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) Jakarta. Dubes Helmy berharap agar dengan adanya pabrik kopi ini dapat berKontribusi untuk memenuhi kebutuhan pasar kopi di Mesir saat ini. “Kehadiran pabrik kopi Abdel Ma’boud memberi dampak positif terhadap para penikmat kopi di Mesir, juga dengan kehadiran Biji Kopi Indonesia ini membantu para pelaku usaha penggilingan kopi tradisional Mesir untuk dapat bersaing dengan rantai kedai kopi multinasional yang hadir di Mesir. Pabrik kopi Abdel Ma’boud dapat melakukan inovasi produk dan jenis kopi sesuai kebutuhan pasar dengan cita rasa khas kopi Arab,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Atase Perdagangan KBRI Cairo, Burman Rahman menyampaikan rencana kegiatan “Peningkatan Ekspor Kopi ke Mesir” yang direncanakan akan digelar pada bulan Agustus- September 2017 mendatang. Burman berharap agar para petani kopi Indonesia lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas produk kopi tanah air mengingat animo penikmat kopi di Mesir sangat tinggi. (KBRI Cairo) Duta Besar RI Cairo, Helmy Fauzy meresmikan pabrik pengolahan kopi perusahaan Mesir Konooz El Bon Abdel Ma’boud di kawasan Industri 6 Oktober City, Giza (3/6). Chairman Konooz El Bon Abdel Ma’boud Co, Mohamed Sobhi Mohamed Hassan Naeem (jas putih) bersama Duta Besar Helmy Fauzy dan pegawai Konooz El Bon Abdel Ma’boud Co. (8/6) Alamat KBRI Kairo : 13 Aisha El Taimoria Street Arab Republic of Egypt. Telp. (20-2) 2794 7200, 27947209, 2792 5451, 27925452, Fax. 20-2 2796 2495
  20. 20. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 LENSA 20 Bali Process Consultation Workshop Kejahatan Keuangan Terkait Perdagangan Orang Pemerintah Indonesia dan Australia menggelar Bali Process Consultation Workshop mengenai Kejahatan Keuangan terkait Perdagangan Orang pada 23-24 Mei 2017 di Bali. Consultation Workshop kali ini dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga yang menangani isu kejahatan lintas negara dari sekitar 40 negara dan organisasi internasional di Asia-Pasifik dan Afrika. Consultation Workshop membahas policy guide yang telah disusun bersama oleh anggota Bali Process dibawah kepemimpinan Indonesia dan Australia. Consultation Workshop ini menjadi penting karena sejalan dengan prioritas nasional dan Kementerian Luar Negeri khususnya dalam hal perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk tenaga kerja Indonesia, dan penanggulangan perdagangan orang secara komprehensif. Inisiatif ini juga merupakan upaya konkrit kepemimpinan Indonesia di forum- forum kawasan terkait isu perdagangan manusia. Staf Ahli Menteri Luar Negeri bidang Manajemen, Dubes Wajid Fauzi, dalam sambutan pembukanya menyebutkan “Bali Process sebagai forum terbesar dan terlama di kawasan harus dapat memberikan kontribusi yang positif dalam memerangi perdagangan orang dan kejahatan yang terkait dengan itu. Salah satunya dengan menelusuri kemana aliran dana terkait kejahatan perdagangan orang antar negara​​“. ILO mencatat nilai kejahatan lintas negara di kawasan Asia Pasifik mencapai 51.8 milyar dollar per tahun. Oleh karenanya, melalui policy guide mengenai kejahatan keuangan terkait perdagangan manusia ini, diharapkan dapat dihapus insentif ekonomi untuk melakukan perdagangan manusia.  Hal ini sejalan dengan arahan para Menteri pada pertemuan tingkat menteri Bali Process ke-6, 23 Maret 2016 dan Bali Declaration on People Smuggling, Trafficking in Persons and Related Transnational Crime, yaitu bahwa salah satu prioritas dari Bali Process adalah untuk penanggulangan kejahatan perdagangan orang melalui metode “follow the money“ . Metode ini bertujuan untuk menyasar keuntungan finansial dan hasil-hasil kejahatan lainnya dalam kejahatan perdagangan orang, serta dapat membantu proses investigasi dan peradilan kejahatan perdagangan orang. Selain itu, metode ini juga dapat mendukung pemberantasan korupsi dalam perdagangan orang. Kedepannya, diperlukan juga peningkatan kerja sama dalam melacak, membekukan, menyita dan mengembalikan hasil-hasil kejahatan dari kasus perdagangan orang Untuk ke depannya policy guide ini diharapkan dapat dipergunakan oleh para negara anggota Bali Process untuk penanggulangan perdagangan orang bersama-sama secara komprehensif, serta dapat dipergunakan sebagai panduan untuk memperkuat legislasi nasional di masing-masing negara agar sesuai dengan standard internasional. Diharapkan dengan adanya pertemuan ini, kerja sama Bali Process dapat semakin relevan di tengah-tengah upaya global pemberantasan kejahatan perdagangan orang.  Bali Process Consultation Workshop ini dihadiri oleh 86 peserta dari 36 negara dan 3 organisasi internasional (IOM, UNHCR dan UNODC). Selama dua hari para peserta diberikan kesempatan untuk melakukan diskusi dan latihan dalam kelompok untuk mengidentifikasi cara-cara yang sering digunakan dalam praktik tindak pidana pencucian uang atau untuk menyembunyikan hasil kejahatan perdagangan manusia. Juga dipelajari bagaimana menelusuri jejak uang di luar negeri termasuk metode-metode yang biasa digunakan sindikat kriminal seperti penggunaan kurir uang tunai, transfer, phone banking, dan crypto-currency. Untuk memperkaya pemahaman peserta tentang materi pembahasan, juga dilakukan simulasi skenario kasus perdagangan orang dan langkah-langkah penelusuran keuangan lintas negara. Simulasi ini juga diharap dapat memperkuat jejaring antar penegak hukum. Diharapkan dengan adanya pertemuan ini, kerja sama Bali Process dapat semakin relevan di tengah-tengah upaya global pemberantasan kejahatan perdagangan orang. Bali Process dibentuk pada tahun 2002 atas inisiatif Indonesia dan Australia untuk merespon maraknya penyelundupan manusia, perdagangan orang dan kejahatan lintas negara terkait. Sampai saat ini terdapat 45 negara/ daerah administratif serta tiga organisasi internasional yang menjadi anggota Bali Process. Selain itu, terdapat 18 negara dan 10 organisasi internasional yang bertindak sebagai observer. [] (m.kips@kemlu.go.id)
  21. 21. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 LENSA 21No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 Direktur Diplomasi Publik, Al Busyra Basnur menyerahkan piala kepada salah satu tim pemenang Football For Peace Festival 2017, Uncle FC pada hari minggu, 21 Mei 2017 di GOR Sumantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. Football for Peace 2017 diselenggarakan oleh Uni Papua Football Community bekerja sama dengan Kemenlu merupakan ajang pertandingan sepakbola sosial yang melibatkan tim dari korps diplomatik, ekspatriat dan komunitas sepakbola Indonesia. Kegiatan Football For Peace Festival 2017 dilaksanakan pada tanggal 20 - 21 Mei 2017. Kementerian Luar Negeri cq. Ditjen IDP turut mendukung dan berpartisipasi pada event sepakbola tersebut dengan mengirimkan tim sepakbola yang terdiri dari para diplomat muda yang kebanyakan berasal dari papua. Kemenlu mengharapkan melalui kegiatan Football For Peace Festival 2017 karakter generasi muda yang positif dapat terbentuk dan dapat berkontribusi pada penyebaran pesan perdamaian. Adapun pemenang pada Football For Peace Festival 2017 sebagai berikut : Juara 1 Brigade Beringin FC, Juara 2 Uncle FC, Tim favorite Timor Leste, Pemain peacemaker Micel (Uncle FC), Pemain terbaik Faldy (JKT 69).[] Direktur Diplomasi Publik Serahkan Piala Kepada Pemenang Football For Peace Festival 2017 UPFC merupakan organisasi sosial non-pemerintah dengan kategori “social sport development”, dibentuk tahun 2011 di Biak. UPFC kemudian berkembang memiliki cabang di 8 komunitas di Papua. Selanjutnya, UPFC berkembang menjadi 50 cabang di berbagai wilayah Indonesia meliputi Aceh, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara. UPFC juga memiliki 5 cabang di luar negeri. Misi UPFC adalah sebagai sarana untuk gerakan kemanusiaan, pembentukan karakter serta pembangunan sosial melalui sepak bola. Visi UPFC adalah harapan agar semua anak, keluarga dan masyarakat memanfaatkan sepakbola sebagai sarana untuk pembangunan sosial Uni Papua Football Community (UNI Papua FC) serta gerakan sepak bola nasional. Program “Indonesia Festival 2017, Football for Friendship and Peace”, diselenggarakan oleh UPFC dengan dukungan dari Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membina persahabatan dan hubungan antara Indonesia dengan negara-negara sahabat serta mempromosikan program- program UPFC ke masyarakat internasional. Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat diraih dukungan lebih banyak dalam mewujudkan misi UPFC yaitu perdamaian, gerakan kemanusiaan, pembentukan karakter dan pembangunan sosial melalui sepak bola.[] Foto: Wakil Menteri Luar Negeri RI Bapak A.M. Fachir memberikan sambutan pada Gala Dinner UPFC tanggal 5 Mei 2017.
  22. 22. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 LENSA 22 No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 Asyiknya Ngabuburit Di Museum KAA : Dari Belajar Protokol Negara Hingga Temu Relawan Sabtu (10/6/2017) sore, Sebanyak 80 mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Barat seperti Universitas Padjadjaran, UIN Sunan Gunung Djati, dan Universitas Kuningan berkumpul di Museum KAA untuk mengisi hari ke-15 Ramadan tahun ini dengan kegiatan positif berupa diskusi seputar etiket dan keprotokolan. Berpuasa sama sekali tidak menyurutkan semangat mereka untuk datang dan mengikuti kegiatan Ramadan yang secara tahunan dilaksanakan oleh Museum yang terletak di Jalan Asia Afrika tersebut. Dalam sambutannya, Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari komitmen Museum KAA untuk melakukan community outreach melalui kegiatan-kegiatan yang konstruktif dan sejalan dengan nilai-nilai Dasa Sila Bandung. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Ramadan Museum KAA kali ini lebih difokuskan kepada pembangunan kapasitas bagi komunitas. Kepala Museum KAA juga mengatakan, adanya acara itu untuk mewujudkan komitmen Museum KAA sebagai tempat yang menyenangkan bagi masyarakat tak hanya pada hari-hari biasa tapi juga di bulan Ramadan. Keberadaan Museum KAA yang sering menjadi destinasi kunjungan para pejabat negara sahabat memerlukan pengetahuan yang baik soal etiket dan protokol negara. Keadaan itu, kata dia, mau tidak mau menuntut tak hanya pengelola Museum KAA tapi juga para mitra Museum KAA dan Sahabat Museum KAA memahami etiket dan protokol negara. Ibu Sayu Oka Widani, narasumber dari Direktorat Protokol Kementerian Luar Negeri merasa kagum. Pasalnya, ada banyak kampus di Jawa Barat yang memiliki korps protokol sendiri. Sayu menggarisbawahi pentingnya unsur etika dan kedisplinan bagi para petugas protokol termasuk protokoler mahasiswa. Selain etika dan kedisiplinan, Sayu juga menyampaikan pentingnya pemahaman akan budaya dan tradisi setempat, kerja sama, serta koordinasi yang baik antara semua pihak yang terlibat dalam melaksanakan tugas keprotokolan. Para peserta juga menerima penjelasan tentang praktik protokol kenegaraan melalui contoh kasus berupa kunjungan-kunjungan kepala negara yang kebetulan ditangani secara langsung oleh Sayu yang merupakan seorang diplomat madya tersebut. Paparan sukses menarik perhatian peserta. Terbukti hingga acara usai mereka tekun menyimaknya. Bahkan, dalam sesi tanya jawab terungkap tak sedikit di antara peserta yang berminat menjadi diplomat. Selain itu, rupanya banyak informasi baru dalam protokol negara yang jarang mereka temukan sebelumnya. Tanya jawab berlangsung hingga azan magrib berkumandang. Seluruh peserta beserta pihak museum berbuka puasa bersama. Para mahasiswa yang tergabung dalam Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) dari berbagai kampus di Jawa Barat berdiskusi secara interaktif bersama narasumber Kementerian Luar Negeri. (Sumber Foto: Dokumentasi Museum KAA) Anggota Sahabat Museum KAA memadati acara Fellowship SMKAA di Galeri I Museum KAA pada Minggu (11/06/2017). (Sumber Foto: Dokumentasi MKAA) Minggu (11/06/2017) petang puluhan anggota Sahabat Museum KAA berkumpul di Galeri I Museum KAA. Mereka adalah perwakilan klab-klab yang bernaung di Sahabat Museum KAA. Sejumlah orang membentuk kelompok-kelompok kecil. Mereka mencoba permainan tradisional sambil menunggu magrib. Ngabuburit dengan bermain permainan tradisional itu sekaligus mengkampanyekan semangat gotong royong dan persatuan yang jadi pesan Nilai-nilai KAA. Sidik, salah satu panitia acara dari Administrator Sahabat Museum KAA mengaku, ngabuburit bersama anggota Sahabat Museum KAA bertujuan mempererat tali silaturahmi antar anggota klab. Dia mengatakan bahwa setiap tahun pihaknya didukung Museum KAA menggelar dua kali pertemuan antar klab. Pertemuan itu yang jadi agenda rutin sejak tiga tahun lalu dinamai Fellowship SMKAA. Jadi, menurutnya, acara itu adalah tradisi turun temurun yang selalu diramaikan anggota Sahabat Museum KAA. “Ini kali pertama acara fellowship dilaksanakan di bulan Ramadhan. Ya udah aja sekalian jadi acara ngabuburit,” ujarnya. Menurut Sidik, selain menjadi acara untuk mempererat kebersamaan anggota Sahabat Museum KAA, acara fellowship memperlihatkan bahwa Museum KAA tetap jadi tempat yang menyenangkan untuk belajar di bulan puasa. []
  23. 23. No. 105 Tahun X - 15 Mei - 14 Juni 2017 LENSA 23 Batik Fashion Show Pukau Publik Taskent Keragaman dan keindahan batik serta tenun Indonesia membuat kagum masyarakat Uzbekistan yang menghadiri Batik Fashion Show yang diselenggarakan KBRI Tashkent pada 11- 19 Mei 2017 bekerjasama dengan Academy of Arts Uzbekistan.  Batik Fashion Show ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan promosi Batik yang dilakukan oleh KBRI Tashkent di Uzbekistan. Selain fashion show juga diselenggarakan seminar dan sekaligus workshop yang dilangsungkan di Pusat Budaya Internasional Caravan Serai, Art Gallery kota Navoy dan gedung KBRI Tashkent . “Indonesia telah menghasilkan budaya batik sejak dua ribuan tahun lalu dan pada 2009 UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya tak benda dunia,” ujar Dubes Alit Santhika saat pembukaan seminar dan coaching clinic yang dihadiri sekitar 60 orang peserta dari kalangan seni maupun pemerhati batik di Tashkent. Lebih lanjut Dubes Alit mengatakan bahwa kegiatan pengenalan budaya batik ini diharapkan dapat meningkatkan persahabatan dan saling pemahaman antara masyarakat kedua negara.    Untuk pelaksanaan kegiatan ini, KBRI Tashkent juga bekerja sama dengan Direktorat Sejarah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang memfasilitasi pengiriman pembatik dan menampilkan puluhan koleksi batik. Rangkaian kegiatan juga tidak hanya sebagai platform untuk memperkenalkan aspek kebudayaan batik, namun juga meningkatkan saling pengertian antara Indonesia dan Uzbekistan. Desain batik dan kebaya perpaduan gaya kontemporer maupun tradisional yang diperagakan oleh peragawan dan peragawati Uzbekistan memukau publik Tashkent maupun kalangan ekspatriat setempat. Mereka terlihat antusias mempraktekkan pembuatan batik yang dipandu secara langsung oleh seorang seniman batik asal Pekalongan, Aditya Yusma dengan menggunakan alat canting maupun malam (sejenis lilin). Direktur Sejarah Kemdikbud, Ibu Triana Wulandari dihadapan para pengajar dan pelajar Tashkent State Institute of Culture memaparkan sejarah, teknik serta peran penting batik sebagai salah satu seni budaya dan elemen sosial Indonesia. Coaching clinic teknik pembuatan Batik yang diberikan setelah pemaparan tersebut telah memberikan warna pengetahuan tersendiri bagi kalangan akademisi Uzbekistan tersebut. Untuk lebih meluaskan jangkauan promosi, KBRI Tashkent juga mengundang anggota Tashkent Women International Group (TWIG) untuk mencoba memBatik di gedung KBRI Tashkent pada 18 Mei 2017. Sekitar 25 orang anggota TWIG sangat antusias dan bahkan beberapa diantaranya menyampaikan niatnya untuk datang ke Indonesia. Kegiatan coaching clinic batik sangat menarik perhatian peserta, beberapa institut Kesenian Tashkent seperti Republican Design College, Republican Art College named after P. Benkov dan National Institute of Fine Art and Design named after Kamoliddin Bekhzad menyatakan ketertarikan menjajaki kemungkinan adanya pengajar dari Indonesia yang memberikan pelajaran mengenai pembuatan batik. Sedangkan pada kegiatan promosi Batik di Art Gallery kota Navoy yang terletak sekitar 600 km sebelah Barat Tashkent. Para peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan juga terkesan dengan desain dan teknik pembuatan Batik yang digelar. “Saya selalu mengikuti fashion show setiap tahun di berbagai kota di Uzbekistan. Namun, terlibatnya Indonesia dalam pagelaran busana tradisional batik adalah yang paling menarik,” ujar kolektor kain tradisional asal Navoy. Pengunjung lain mengagumi proses membuat batik dan kain tenun yang diperagakan seniman batik di State Institute Pedagogic of Design Navoy tersebut. (Sumber: KBRI Tashkent).
  24. 24. Diplomasitabloiddiplomasi.org tabloiddiplomasi@Kemenlu.org @diplik_Kemlu No. 105 tahun x tabloid Tgl. 15 mei - 14 juni 2017 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Direktorat Diplomasi Publik Jalan Taman Pejambon No. 6 Jakarta 10110 Telepon : 021-3813480 Faksimili : 021-3858035 Kemenlu Dan IGA Intensifkan Promosi Makanan Indonesia Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menlu RI pada Jamuan Minum Teh (high tea) yang diselenggarakan di Jakarta pada 19 Mei 2017 dan dihadiri oleh para Duta Besar dan pejabat diplomatik negara-negara sahabat, para pejabat dari Kementerian Luar Negeri, dan para pejabat dari Kementerian lainnya. Kegiatan jamuan minum teh tersebut diselenggarakan untuk memaparkan rencana kegiatan “Indonesia International Gastro-StreetFood Festival” yang merupakan kolaborasi antara Kemenlu, Kemendagri, dan IGA. Wakil Menlu A.M. Fachir selanjutnya menyampaikan Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dengan keanekaragaman budaya dan juga kulineri. Keanekaragaman budaya dan kulineri tersebut harus dipromosikan semuanya. Hal ini menjadi tugas dan sekaligus tantangan bagi semua pihak. Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri mendukung rencana kegiatan promosi makanan Indonesia oleh Asosiasi Gastronomi Indonesia (Indonesian Gastronomy Association/ IGA) melalui kegiatan “Indonesia International Gastro-StreetFood Festival”, pada 22-26 November 2017 di Senayan, Jakarta. bahwa kulineri Indonesia tidak hanya ‘Nasi Goreng’ atau ‘Rendang’, tetapi masih banyak lagi. Oleh karenanya diperlukan suatu strategi untuk mempromosikan keanekaragaman makanan Indonesia, sehingga tidak hanya ‘Nasi Goreng’ atau ‘Rendang’ itu saja yang dikenal. Untuk itulah diperlukan suatu strategi yang dapat mempromosikan berbagai masakan tersebut sekaligus. Presiden IGA, Indra Ketaren pada kesempatan tersebut juga memaparkan bahwa rencana kegiatan akan mengusung tema “A Gastronomical Delight in the Land of Spices”. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempromosikan seni masakan Indonesia dan membangkitkan kesadaran adanya “hidden treasure” seni memasak dan masakan-masakan khas Indonesia dari berbagai etnik. Selain itu juga akan dipamerkan masakan-masakan khas dari negara-negara lain. Indra Kateran berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi awal gerakan diplomasi budaya di Indonesia ke dunia dengan menggabungkan antara budaya dan masakan dari berbagai etnik Indonesia. [] Kantor IGA : o21 7279 1450 fax, o21-7279 1450 E-mail : nining.artis@gmail.com

×