Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Karyawan PUPUK KALTIM (PKT)
di Hotel Tebu-Bandung, 20-21 Okt 2015
BANDUNG
MIND MAPPING PUBLIC RELATION
• Untuk menetapkan target-target operasi PR yang nantinya
akan menjadi tolok ukur atas segenap hasil yang diperoleh
• Untu...
Model Perencanaan
PENGENALAN SITUASI
• Dimana posisi kita sekarang
• Apa yang sudah diketahui dan yang tidak
diketahui ole...
Model Perencanaan PR
PENETAPAN TUJUAN
• Agar berhasil mencapai tujuan yakni dengan
memperbaiki bobot para calon pegawai ba...
Model Perencanaan PR
DEFINISIKAN KHALAYAK
• Penting untuk membatasi khalayak
• Menentukan khalayak yang paling sesuai
• Kh...
Model Perencanaan PR
PENGATURAN ANGGARAN
• Perlunya menyusun anggaran
– Program PR harus disesuaikan dengan anggaran yang
...
Model Perencanaan PR
• MENGEVALUASI HASIL PR
– Exposure
– Kesadaran/pemahaman/perubahan sikap
– Kontribusi penjualan/laba
...
MENGIMPLEMENTASIKAN
RENCANA
• Perlu kehati-hatian dalam menempatkan
cerita dalam media.
• Publisitas membutuhkan perhatian...
Management dan PR
Hambatan-hambatan
dalam
implementasi program Public Relations
• Tingginya campur tangan manajemen dalam
pengambilan keputu...
Komunikasi – Public Relations
Peranan PR
Suasana Belajar - Para Peserta
“Pelatihan Effective PUBLIC RELATION”
bagi Karyawan PUPUK KALTIM (PKT)
di Hotel TEBU-Bandun...
Crisis Management
Bandung, 21 Oktober 2015 By : Kanaidi, SE., M.Si ., cSAP
kanaidi963@gmail.com 08122353284
Pelatihan
EFFE...
Pengertian Isu, Krisis, dan Konflik
• Krisis yang menimpa suatu organisasi atau
perusahaan bisa disebabkan oleh berkembang...
Tahapan Krisis
Rhenald Kasali membagi anatomi krisis ke dalam 4 tahap, yaitu:
1.Tahap Prodromal,
dimana krisis baru muncul...
3. Tahap Kronik,
dimana krisis telah berlalu dan yang tinggal hanyalah
puing-puing masalah akibat krisis. Korban juga suda...
Penanganan Krisis
Ada paling tidak dua tahapan yang perlu dilakukan untuk
penanganan krisis:
• Kalau krisis terjadi karena...
TINGKATAN KERJASAMA
KERJASAMA SANGAT ERATTIDAK ADA KERJASAMA
TINGKATKETEGASAN
KURANGTEGASSANGATTEGAS
HINDAR
KOMPETISI
AKOM...
Corporate Image Identity
Pendekatan Holistik Dalam Public Relations
Dian Anggraeni, M.SiPengantar Public Relations, 2012Ba...
Citra
• Merupakan kesan atau impresi sesorang terhadap sesuatu.
• Merupakan persepsi yang terbentuk dlm benak manusia
• Da...
Jenis Citra atau image
• Citra Bayangan
Citra bayangan adalah citra yang dianut oleh orang-orang dalam ( biasanya
pimpinan...
• Citra yang diharapkan
Adalah citra yang diinginkan oleh manajemen namun tidak selalu sama
dengan citra sebenarnya. Biasa...
Elemen/Faktor Pembentuk Citra
• Identitas fisik
• Identitas Non Fisik: norma, budaya, nilai, visi
• Manajemen Organisasi
•...
Corporate Reputation
Reputasi, suatu nilai yang diberikan kepada individu, institusi atau negara.
Reputasi mencerminkan pe...
Prasyarat Reputasi
• Identitas organisasi
• Citra organisasi
Indikator Penilaian Tingkat Reputasi
• Daya saing organisasi
• Kesanggupan organisasi merekrut dan mempertahankan pegawai ...
Membangun Opini Publik
Bandung, 21 Oktober 2015 By : Kanaidi, SE., M.Si ., cSAP
kanaidi963@gmail.com
Pelatihan
EFFECTIVE P...
Media Society dianggap paling
berperan dalam Membangun Opini
Publik
Pendapat
•Opini Publik adalah kumpulan
pendapat orang
Peristiwa
•Tentang sesuatu – peristiwa,
kasus ataupun masalah
Menari...
Kontro
versial
• Mulai dengan pemuatan dan penyiaran
berita yang bersifat kontroversial melalui
media massa.
Intensitas
•B...
Proses Pembentukan
Problem
Bersama
• Sejumlah orang melihat peristiwa, tindakan ataupun
kejadian sebagai problem dan memut...
Cakupan Opini Publik
Kepercayaan terhadap nilai
yang dikemukakan secara
individual.
Kebijakan pemerintah
yang berupaya unt...
Strategi Membangun Opini
• Menyangkut kepentingan khalayak.
• Menggunakan jargon, simbol yang
menarik perhatian
Strategi Membangun Opini
• Perhatikan yang sedang berkembang di
masyarakat tentang
sosial, ekonomi dan
politik
• Perilaku ...
Karakter Media Sosial
(McQuail, 2010)
• Interaktivity
• Menjembatani Perbedaan
• Autonomy
• Playfuness
• Privacy
• Persona...
Penyerahan Sertifikat kepada Peserta
“Pelatihan Effective PUBLIC RELATION”
bagi Karyawan PUPUK KALTIM (PKT)
di Hotel TEBU-...
Ringkasan materi_“Pelatihan Effective PUBLIC RELATION”  bagi Karyawan PUPUK KALTIM (PKT) di Hotel TEBU-Bandung, 20 – 21 Ok...
Ringkasan materi_“Pelatihan Effective PUBLIC RELATION”  bagi Karyawan PUPUK KALTIM (PKT) di Hotel TEBU-Bandung, 20 – 21 Ok...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ringkasan materi_“Pelatihan Effective PUBLIC RELATION” bagi Karyawan PUPUK KALTIM (PKT) di Hotel TEBU-Bandung, 20 – 21 Oktober 2015

368 views

Published on

Kanaidi, SE., M.Si., cSAP (sebagai PEMATERI)
e-mail : kanaidi@yahoo.com atau kanaidi963@gmail.com
HP. 0812 2353 284 – 0878 2298 4716 Telp/Fax : 022-4267749

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Ringkasan materi_“Pelatihan Effective PUBLIC RELATION” bagi Karyawan PUPUK KALTIM (PKT) di Hotel TEBU-Bandung, 20 – 21 Oktober 2015

  1. 1. Karyawan PUPUK KALTIM (PKT) di Hotel Tebu-Bandung, 20-21 Okt 2015 BANDUNG
  2. 2. MIND MAPPING PUBLIC RELATION
  3. 3. • Untuk menetapkan target-target operasi PR yang nantinya akan menjadi tolok ukur atas segenap hasil yang diperoleh • Untuk memperhitungkan jumlah jam kerja dan berbagai biaya yang diperlukan • Untuk memilih prioritas-prioritas yang paling penting guna menentukan: jumlah program dan waktu yang diperlukan guna melaksanakan segenap program PR yang telah diprioritaskan tersebut. • Untuk menentukan kesiapan atau kelayakan pelaksanaan berbagai upaya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tertentu sesuai jumlah dan kualitas: personel yang ada, daya dukung dari berbagai peralatan fisik seperti alat-alat kantor mesin cetak, kamera, kendaraan serta anggaran dana yang tersedia. Mengapa perlu menyusun program PR ?
  4. 4. Model Perencanaan PENGENALAN SITUASI • Dimana posisi kita sekarang • Apa yang sudah diketahui dan yang tidak diketahui oleh masyarakat tentang organisasi/perusahaan • Apakah ada kesalahan dalam pandangan atau sikap mereka • Apakah ada kesalahpahaman antara organisasi/perusahaan dengan khalayaknya
  5. 5. Model Perencanaan PR PENETAPAN TUJUAN • Agar berhasil mencapai tujuan yakni dengan memperbaiki bobot para calon pegawai baru; – dibutuhkan kerjasama yang erat antara manager PR dengan manager personalia---------Personalia: keterangan rinci mengenai kualifikasi pegawai yang cocok dan dibutuhkan--- ----PR; – merancang iklan lowongan kerja sedemikian rupa agar dapat memancing para tenaga terbaik di bursa tenaga kerja untuk melamar. (pola huruf, komposisi tulisan, letak logo perusahaan, rangkaian kalimat menarik, dll)
  6. 6. Model Perencanaan PR DEFINISIKAN KHALAYAK • Penting untuk membatasi khalayak • Menentukan khalayak yang paling sesuai • Khalayak PR lebih bervariasi dari khalayak iklan
  7. 7. Model Perencanaan PR PENGATURAN ANGGARAN • Perlunya menyusun anggaran – Program PR harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia – Untuk mengetahui berapa besar anggaran yang diperlukan – Anggaran memaksakan disiplin pengeluaran dana sehingga mencegah terjadinya pemborosan. • Unsur-unsur anggaran – Tenaga kerja – Biaya tetap – Materi atau peralatan – Kas kecil
  8. 8. Model Perencanaan PR • MENGEVALUASI HASIL PR – Exposure – Kesadaran/pemahaman/perubahan sikap – Kontribusi penjualan/laba • PENGUKURAN HASIL KERJA PR – Evaluasi – Monitoring
  9. 9. MENGIMPLEMENTASIKAN RENCANA • Perlu kehati-hatian dalam menempatkan cerita dalam media. • Publisitas membutuhkan perhatian ekstra bila melibatkan tahapan peristiwa spesial : makan malam penghormatan atau kontes nasional. • PR membutuhkan otak cemerlang untuk hal-hal rinci dan solusi yang tapat jika ada kesalahan.
  10. 10. Management dan PR
  11. 11. Hambatan-hambatan dalam implementasi program Public Relations • Tingginya campur tangan manajemen dalam pengambilan keputusan pelaksanaan program PR, • Kuantitas dan kompetensi SDM yang tidak memadai • Keterbatasan anggaran untuk pelaksanaan program PR, • Implementasi konsep manajemen PR yang tidak terintegrasi, • Komunikasi dan koordinasi yang lambat, • Tidak ada strategi komunikasi kehumasan yang jelas • Belum dilakukannya evaluasi secara komprehensif terhadap setiap program PR yang diimplementasikan.
  12. 12. Komunikasi – Public Relations
  13. 13. Peranan PR
  14. 14. Suasana Belajar - Para Peserta “Pelatihan Effective PUBLIC RELATION” bagi Karyawan PUPUK KALTIM (PKT) di Hotel TEBU-Bandung, 20 – 21 Oktober 2015 BANDUNG
  15. 15. Crisis Management Bandung, 21 Oktober 2015 By : Kanaidi, SE., M.Si ., cSAP kanaidi963@gmail.com 08122353284 Pelatihan EFFECTIVE PUBLIC RELATIONS
  16. 16. Pengertian Isu, Krisis, dan Konflik • Krisis yang menimpa suatu organisasi atau perusahaan bisa disebabkan oleh berkembangnya suatu isu. • Isu adalah suara negatif/miring baik di masy. ataupun di media massa tentang organisasi atau perusahaan kita, tapi belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja organisasi. • Apabila tidak dikelola dengan baik, suatu isu kemungkinannya akan bisa berpengaruh pada kinerja organisasi atau perusahaan (demonstrasi, mogok kerja, dlsb.). • Dengan demikian maka isu tersebut telah berubah menjadi krisis 17
  17. 17. Tahapan Krisis Rhenald Kasali membagi anatomi krisis ke dalam 4 tahap, yaitu: 1.Tahap Prodromal, dimana krisis baru muncul dan belum mempunyai dampak yang luas terhadap citra perusahaan. 2. Tahap Akut, merupakan pola krisis dimana persoalan mulai muncul ke permukaan. Tahap ini terjadi biasanya karena kelengahan manajemen untuk menanggapi tahap prodromal. Tidak jarang, pihak-pihak yang memiliki kepentingan berbeda memanfaatkan krisis ini secara maksimal. 18
  18. 18. 3. Tahap Kronik, dimana krisis telah berlalu dan yang tinggal hanyalah puing-puing masalah akibat krisis. Korban juga sudah banyak yang berjatuhan akibat krisis ini. Jadi tahap ini lebih menyoal bagaimana membersihkan kerusakan-kerusakan akibat krisis. 4. Tahap Resolusi, dimana manajemen harus memulihkan kekuatan agar kembali seperti sediakala hingga dapat melanjutkan aktivitas sebelumnya dengan normal kembali. 19
  19. 19. Penanganan Krisis Ada paling tidak dua tahapan yang perlu dilakukan untuk penanganan krisis: • Kalau krisis terjadi karena adanya konflik internal maupun eksternal, maka penyelesaian konflik akan menjadi bagian penting dari penanganan krisis. • Akan tetapi, sekali pun konflik sudah dapat diselesaikan, citra organisasi atau perusahaan tidak dengan sendirinya akan membaik kembali atau persoalan penanganan krisis dengan sendirinya selesai. • Masih diperlukan kerja keras untuk menjaga agar citra organisasi atau perusahaan tidak merosot akibat konflik, atau memulihkan kembali citra yang terlanjur merosot akibat terjadinya konflik. 20
  20. 20. TINGKATAN KERJASAMA KERJASAMA SANGAT ERATTIDAK ADA KERJASAMA TINGKATKETEGASAN KURANGTEGASSANGATTEGAS HINDAR KOMPETISI AKOMODASI KOLABORASI SUMBER: K. THOMAS “ CONFLICT AND CONFLICT MANAGEMENT ” DIMENSI DARI KONFLIK DAN ORIENTASI PEMECAHANNYA KOMPROMI
  21. 21. Corporate Image Identity Pendekatan Holistik Dalam Public Relations Dian Anggraeni, M.SiPengantar Public Relations, 2012Bandung, 21 Oktober 2015 By : Kanaidi, SE., M.Si ., cSAP kanaidi963@gmail.com
  22. 22. Citra • Merupakan kesan atau impresi sesorang terhadap sesuatu. • Merupakan persepsi yang terbentuk dlm benak manusia • Dalam ilmu psikologi komunikasi, citra diartikan sebagai penggambaran tentang realitas dan tidak harus sesuai dengan realitas. • Menurut Frank Jefkin, citra diartikan sebagai kesan seseorang atau individu tentang sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetahuan dan pengalamanya. Citra dan Reputasi
  23. 23. Jenis Citra atau image • Citra Bayangan Citra bayangan adalah citra yang dianut oleh orang-orang dalam ( biasanya pimpinan) mengenai pandangan orang luar terhadap organisasi/perusahaannya. Citra ini cenderung positif dan bersifat fantasi. Namun karena ketiadaan informasi yang lengkap, maka citra yang diperoleh itu belum tentu tepat. • Citra yang berlaku Citra yang berlaku adalah citra yang melekat pada orang lain terhadap organisasi/perusahaan. Citra ini sering tidak sesuai kenyataan, karena semata terbentuk karena pengalaman atau pengetahuan orang lain yang belum tentu memadai. Citra ini cenderung negatif. Frank Jefkins (1996:17-20) Jenis Citra
  24. 24. • Citra yang diharapkan Adalah citra yang diinginkan oleh manajemen namun tidak selalu sama dengan citra sebenarnya. Biasanya citra yang diharapkan adalah lebih baik dari citra sebenarnya. • Citra perusahaan Citra perusahaan juga sering disebut sebagai citra lembaga yaitu citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan citra atas produk dan pelayanannya • Citra majemuk Citra majemuk adalah citra yang dibentuk oleh masing-masing orang di dalam suatu perusahaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya dan juga tidak sama dengan citra organisasi atau perusahaan secara keseluruhan. Jenis Citra
  25. 25. Elemen/Faktor Pembentuk Citra • Identitas fisik • Identitas Non Fisik: norma, budaya, nilai, visi • Manajemen Organisasi • Kualitas output/hasil organisasi • Aktivitas dan Pola Hubungan • Leadership • Great leader dan performa manajemen • Kemampuan finansial • Inovasi • Tanggung jawab sosial • Keunggulan dlm pelayanan • Tanggung jawab kpd lingkungan • Kepribadian dan perilaku pemilik dan eksekutif puncak perusahaan • Kepribadian dan perilaku para front liners
  26. 26. Corporate Reputation Reputasi, suatu nilai yang diberikan kepada individu, institusi atau negara. Reputasi mencerminkan persepsi publik terkait mengenai tindakan-tindakan organisasi yang telah berlalu dan prospek organisasi di masa datang, tentunya dibandingkan dengan organisasi sejenis atau pesaing. Reputasi tidak bisa diperoleh dalam waktu singkat karena harus dibangun bertahun-tahun untuk menghasilkan sesuatu yang bisa dinilai oleh publik (investasi yg memerlukan waktu dan proses) Reputasi juga baru bertahan dan sustainable apabila konsisten antara perkataan dan perbuatan.
  27. 27. Prasyarat Reputasi • Identitas organisasi • Citra organisasi
  28. 28. Indikator Penilaian Tingkat Reputasi • Daya saing organisasi • Kesanggupan organisasi merekrut dan mempertahankan pegawai yg berkualitas • Mendapat rekomendasi positif dari publik • Keberpihakan publik ketika terjadi masalah atau krisis
  29. 29. Membangun Opini Publik Bandung, 21 Oktober 2015 By : Kanaidi, SE., M.Si ., cSAP kanaidi963@gmail.com Pelatihan EFFECTIVE PUBLIC RELATIONS
  30. 30. Media Society dianggap paling berperan dalam Membangun Opini Publik
  31. 31. Pendapat •Opini Publik adalah kumpulan pendapat orang Peristiwa •Tentang sesuatu – peristiwa, kasus ataupun masalah Menarik • mempengaruhi , melibatkan dan menarik minat khalayak, komunitas maupun masyarakat Substansi Opini Publik (James Brice)
  32. 32. Kontro versial • Mulai dengan pemuatan dan penyiaran berita yang bersifat kontroversial melalui media massa. Intensitas •Berita dimuat berkali-kali dengan ulasan menarik perhatian Sikap • Dikembangkan sebuah topik bahasan yang mendorong daya tarik khalayak menyikapi sejumah isu Proses Pembentukan
  33. 33. Proses Pembentukan Problem Bersama • Sejumlah orang melihat peristiwa, tindakan ataupun kejadian sebagai problem dan memutuskan untuk memecahkan masalah Solusi • Muncul alternatif untuk memecahkan masalah yang diperdebatkan diantara publik Sikap • Solusi disepakati mendorong partisipasi untuk aksi bersama
  34. 34. Cakupan Opini Publik Kepercayaan terhadap nilai yang dikemukakan secara individual. Kebijakan pemerintah yang berupaya untuk mengatur masyarakat.
  35. 35. Strategi Membangun Opini • Menyangkut kepentingan khalayak. • Menggunakan jargon, simbol yang menarik perhatian
  36. 36. Strategi Membangun Opini • Perhatikan yang sedang berkembang di masyarakat tentang sosial, ekonomi dan politik • Perilaku elite, pemerintah, kebijakan publik, kesejahteraan, keadilan, adalah hal yang menarik perhatian
  37. 37. Karakter Media Sosial (McQuail, 2010) • Interaktivity • Menjembatani Perbedaan • Autonomy • Playfuness • Privacy • Personalization
  38. 38. Penyerahan Sertifikat kepada Peserta “Pelatihan Effective PUBLIC RELATION” bagi Karyawan PUPUK KALTIM (PKT) di Hotel TEBU-Bandung, 20 – 21 Oktober 2015 BANDUNG

×