Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Pelatihan "Production & Operation Management"
bagi Karyawan PT. NOK ASIA Batam
di Hotel ASTON Tropicana-Bandung,
28-29 Sep...
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
Production & Operational
Management
TRAINING
LINGKUP MATERI PELATIHAN
Hari I :
• Pengertian Produksi Dan Operasi
• Pengertian Manajemen Produksi Dan Operasi
• Pengambi...
4
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com .....
5
PRODUKSI
6
Suatu Proses mentransfer masukan-masukan
(inputs) dari Sumber daya menjadi keluaran
(output) yang dibutuhkan ol...
BARANG VS JASA
BARANG
(Physical Object)
- Berwujud (Tangible)
- Dapat disimpan (perishable)
- Proses mesin
- Produksi sebe...
8
Produksi/Operasi :
setiap kegiatan yang menciptakan kegunaan atau utility
Produksi dan Operasi dalam Ekonomi :
adalah ke...
C E N T E R F O R L O G I S T I C S A N D S U P P L Y C H A I N S T U D I E S
I N S T I T U T T E K N O L O G I B A N D U ...
10
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
11
MANAJEMEN adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan
untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi dengan
menggunakan ata...
Sasaran dari organisasi antara lain :
• untuk memperoleh tingkat laba tertentu atau
memaksimalkan laba,
• memberikan pelay...
MANAJER PRODUKSI DAN OPERASI
dalam mengatur dan mengkordinasikan penggunaan sumber-
sumber daya, perlu membuat keputusan-k...
14
15
16
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
17
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
• dimaksudkan untuk memudahkan proses pemilihan
alternatif atau penggunaan peralatan analisis, ba...
DILIHAT DARI KONDISI ATAU KEADAAN
Terdapat empat macam pengambilan keputusan, yaitu:
a. Pengambilan keputusan atas peristi...
LIMA TANGGUNG JAWAB KEPUTUSAN UTAMA
Di bidang produksi dan operasi, yaitu:
1. Proses,
dalam kategori ini menentukan proses...
LIMA TANGGUNG JAWAB KEPUTUSAN UTAMA . . .
4. Tenaga kerja,
Dalam menajemen produksi dan operasi, pengelolaan
tenaga kerja ...
21
PERKEMBANGAN
M A N A J E M E N P R O D U K S I D A N O P E R A S I
22
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ...
SEJARAH
Orang pertama yang memberikan perhatian terhadap cara
berproduksi efisien adalah Adam Smith, dengan menulis
buku ”...
Pada masa ini kemudian terjadi perubahan sistem produksi, dari
sistem produksi rumahan menuju sistem produksi dengan mesin...
Disusul kemudian oleh FW Taylor tahun 1881 dengan
mengemukakan "metode kerja dengan pembagian gerak dan waktu
secara minim...
Tahun 1913, Henry Ford dan Charles Sorensen memadukan
pengetahuan mereka terhadap komponen yang distandardisasi dengan
lin...
Perkembangan manajemen operasi dilanjutkan kemudian
dengan munculnya revolusi industri.
Pada masa ini, terjadi perkembanga...
Pada saat sesudah dan terjadi depresi (tahun 1930),
perkembangan manajemen operasi mengarah ke
penggunaan Scientific Manag...
Setelah Perang Dunia II, perkembangan manajemen operasi
menjadi semakin cepat, ditandai dengan ditemukannya metode Linear
...
MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI
Manajemen operasi telah ada sejak orang memulai memproduksi
barang dan jasa.
Sejarah perkem...
1. ALIRAN PEMBAGIAN KERJA.
• Pembagian kerja didasarkan pada spesialsasi tenaga kerja
pada suatu tugas tunggal dapat disel...
32
3. ALIRAN MANAJEMEN ILMIAH
• Gagasan-gagasan tentang manajemen ilmiah dalam
manajemen operasi mempunyai dua pengertian....
33
4. ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI
• Pendekatan hubungan manusiawi menekankan
pentingnya motivasi dan unsur manusia dalam des...
34
5. ALIRAN MODEL-MODEL KEPUTUSAN KUANTITATIF
• Model-model keputusan dapat digunakan untuk
menyajikan suatu sistem produ...
35
6. ALIRAN KOMPUTERISASI
• Penggunaan komputer telah mengubah secara dramatik
bidang manajemen operasi sejak komputer di...
EMPAT FUNGSI TERPENTING
dalam fungsi produksi dan operasi adalah :
1. Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang...
37
PERAMALAN (FORECASTING)
D A L A M M A N A J E M E N P R O D U K S I & O P E R A S I
38
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kana...
PERAMALAN (FORECASTING)
• adalah proses untuk memperkirakan beberapa kebutuhan
di masa datang yang meliputi kebutuhan dala...
PERAMALAN (FORECASTING) ....
• merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan yang
efektif dan efisien khususnya dala...
PERAMALAN (FORECASTING) ....
Walaupun terdapat banyak bidang lain yang memerlukan
peramalan permintaan, namun aktivitas ma...
PERAMALAN (FORECASTING) ....
• Peramalan tidak terlalu dibutuhkan dalam kondisi
permintaan pasar yang stabil, karena perub...
PERAMALAN (FORECASTING)
1. Peramalan jangka pendek, peramalan ini mencakup jangka
waktu hingga 1 tahun tetapi umumnya kura...
PERAMALAN PERMINTAAN (DEMAND FORECAST)
Peramalan ini disebut juga peramalan penjualan, yang
mengendalikan produksi, kapasi...
45
46
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
PENENTUAN LOKASI PABRIK
C E N T E R F O R L O G I S T I C S A N D S U P P L Y C H A I N S T U D I E S
I N S T I T U T T E ...
LETAK LOKASI PABRIK
48
Jenis-jenis
PENENTUAN LOKASI SUATU PABRIK
1. Faktor-faktor utama / primer (Primary Factors)
a. Letak dari pasar
b. Letak dari sumber-s...
50
Faktor-faktor lain & Contohnya
PENENTUAN LOKASI SUATU PABRIK
1. Melihat kemungkinan daerah-daerah alternatif
a. Perhatikan ketentuan & koordinasi dengan ...
52
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
Pengaruh Economic Factors'
Suatu bangunan yang direncanakan secara baik akan memberikan
banyak keuntungan. Sebagai contoh ...
Jenis-jenis bangunan
1. Gedung yang tidak bertingkat dengan pelbagai
macam susunan / bentuk atap (single story).
2. High b...
Pertimbangan dalam pembuatan design
bangunan (design building) :
1. Fleksibilitas
2. Kemungkinan perluasan / ekspansi
3. F...
56
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
• Perencanaan Layout adalah perencanaan
dari kombinasi yang optimal antara fasilitas
produksi serta semua peralatan dan fa...
58
Benefits
Layout Diperlukan Dalam Perusahaan
Karena :
1. Adanya perubahan desain produk
2. Adanya produk baru
3. Adanya perubahan vo...
Kriteria Penyusunan Layout :
1. Jarak angkut yang minimum
2. Penggunaan ruang yang efektif
3. Keselamatan barang-barang ya...
Langkah-Langkah Perencanaan Layout
1. Melihat perencanaan produk yang menunjukkan fungsi-
fungsi dimiliki produksi tersebu...
Macam - Macam Layout
1. Produk layout
adalah berurutan sesuai dengan jalannya proses produksi
dari bahan mentah sampai men...
63
Gambar Layout Pabrik
64
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
65
66
Order Creation
Machine
occupancy
Order
release
Order
printing
Material staging
Order
execution
Confirmations
Goods rece...
DESAIN
68
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
69
70
71
72
73
74
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
75
76
77
78
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
DESAIN
• Berbagai elemen yang membuat proses bisnis dapat
berjalan dengan baik.
• Salah satu elemen & yang pertama adalah adanya ...
Aliran kerja paling tidak harus mengandung:
• Nama aktivitas yang biasa dinyatakan dengan kata
kerja.
• Urutan aktivitasny...
• Jika menggunakan deskripsi secara tertulis, maka
aliran kerja harus mencantumkan aktivitas mana
yang menjadi pendahulu (...
82
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
MANAJEMEN
MATERIAL MANAGEMENT
Perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian arus
bahan Baku sebelum produksi dimulai.
Manajemen bah...
INVENTORY CONTROL
Proses penerimaan, penyimpanan, penyampaian dan
perhitungan seluruh bahan baku, bahkan sampai barang
jad...
86
Lembar Kerja FIFO
87
Lembar Kerja LIFO
(AVERRAGE)
88
Lembar Kerja AVERRAGE
PURCHASING
Pembelian Bahan Baku yang tepat pada jumlah yang di
butuhkan dengan harga yang wajar dan waktu yang
tepat.
Fakt...
Konsekuensi biaya :
C E N T E R F O R L O G I S T I C S A N D S U P P L Y C H A I N S T U D I E S
I N S T I T U T T E K N ...
91
RUMUS EOQ
C E N T E R F O R L O G I S T I C S A N D S U P P L Y C H A I N S T U D I E S
I N S T I T U T T E K N O L O G I B A N D U ...
C E N T E R F O R L O G I S T I C S A N D S U P P L Y C H A I N S T U D I E S
I N S T I T U T T E K N O L O G I B A N D U ...
94
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
MANAJEMEN PROYEK
• Manajemen proyek dapat didefinisikan sebagai suatu
proses dari perencanaan, pengaturan, kepemimpinan,
d...
MANAJEMEN PROYEK . . . .
Dengan adanya manajemen proyek maka akan terlihat batasan
mengenai tugas, wewenang, dan tanggung ...
RUANG LINGKUP PROYEK,
antara lain, meliputi:
• Menentukan waktu dimulai proyek .
• Perencanaan lingkup dari proyek yang ak...
1. Perencanaan
Untuk mencapai sebuah tujuan, suatu proyek membutuhkan suatu
perencanaan yang benar-bebar matang. Yaitu den...
3. Pengendalian Proyek
Pengendalian mempengaruhi hasil akhir dari suatu proyek. Tujuan
utamanya yaitu untuk meminimalisasi...
100
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
101
102
103
By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP
kanaidi963@gmail.com ..08122353284
PENGENDALIAN KUALITAS
PENGERTIAN KUALITAS
• Juran (1962) “kualitas adalah kesesuaian dengan tujuan atau manfaatnya.”
• Crosby (1979) “kualitas a...
PENGENDALIAN KUALITAS
• Produk dan jasa yang berkualitas adalah produk dan jasa yang
sesuai dengan apa yang diinginkan kon...
• Kualitas produk meliputi kualitas bahan baku dan barang
jadi, sedangkan kualitas proses meliputi kualitas segala
sesuatu...
KONSEP KEPUASAN PELANGGAN
Satisfaction
Concept
E < P
Satisfaction
Dissatisfaction D
= 100%
Very Satisfaction/Delight> 100%...
Quality Awareness berfokus Pelanggan
JANGAN MENGECEWAKAN PELANGGAN
LETAKKAN DIRI KITA PADA POSISI PELANGGAN
Rencana
Riset
...
110
111
Terima Kasih
Wassalam.Wr.Wb
111 111
Pelatihan Production dan Operation Management (Kanaidi, SE., M.Si., cSAP sebagai Pemateri)
Pelatihan Production dan Operation Management (Kanaidi, SE., M.Si., cSAP sebagai Pemateri)
Pelatihan Production dan Operation Management (Kanaidi, SE., M.Si., cSAP sebagai Pemateri)
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pelatihan Production dan Operation Management (Kanaidi, SE., M.Si., cSAP sebagai Pemateri)

690 views

Published on

Contact : Kanaidi, SE., M.Si., cSAP
HP. 0812 2353 284 – 0878 2298 4716 Telp/Fax : 022-4267749
e-mail : kanaidi@yahoo.com atau kanaidi963@gmail.com

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pelatihan Production dan Operation Management (Kanaidi, SE., M.Si., cSAP sebagai Pemateri)

  1. 1. Pelatihan "Production & Operation Management" bagi Karyawan PT. NOK ASIA Batam di Hotel ASTON Tropicana-Bandung, 28-29 September 2015 http://www.slideshare.net/KenKanaidi/pelatihan-production-dan-operational- management-kanaidi-se-msi-csap-sebagai-pemateri
  2. 2. By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284 Production & Operational Management TRAINING
  3. 3. LINGKUP MATERI PELATIHAN Hari I : • Pengertian Produksi Dan Operasi • Pengertian Manajemen Produksi Dan Operasi • Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi Dan Operasi • Perkembangan Manajemen produksi dan operasi • Peramalan (forecasting) jangka pendek, menengah, dan panjang • Penentuan lokasi pabrik & Tahap-tahap yang dapat dilakukan dalam memilih lokasi suatu pabrik Hari II : • Perencanaan bangunan pabrik • Penyusunan peralatan pabrik • Perencanaan output • Desain proses transformasi • Perencanaan kapasitas • Desain aliran kerja • Manajemen persediaan • Manajemen proyek • Scheduling • Pengendalian kualitas
  4. 4. 4 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  5. 5. 5
  6. 6. PRODUKSI 6 Suatu Proses mentransfer masukan-masukan (inputs) dari Sumber daya menjadi keluaran (output) yang dibutuhkan oleh konsumen. Output berupa: a. Barang baik barang jadi, barang setengah jadi, bahan industri, suku cadang, dan komponen. b. Jasa
  7. 7. BARANG VS JASA BARANG (Physical Object) - Berwujud (Tangible) - Dapat disimpan (perishable) - Proses mesin - Produksi sebelum dikonsumsi - Kontak dgn konsumen rendah - Kualitas obyektif JASA (Service) - Tidak berwujud (Intangible) - Tidak dapat disimpan - Proses manusia - Produksi & konsumsi bersamaan - Kontak dgn konsumen tinggi - Kualitas subyektif MANAJEMEN PRODUKSI MANAJEMEN OPERASI 7 Perbedaan
  8. 8. 8 Produksi/Operasi : setiap kegiatan yang menciptakan kegunaan atau utility Produksi dan Operasi dalam Ekonomi : adalah kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan dan menambah kegunaan atau utilitas suatu barang atau jasa. Utility : Kemampuan produk untuk memuaskan keinginan manusia. • Utilitas karena bentuk dan tempat, sehingga membutuhkan faktor-faktor produksi. • Faktor-faktor produksi terdiri atas tanah atau alam, modal, tenaga kerja, dan keterampilan manajerial (managerial skills) , serta keterampilan teknis dan teknologi.
  9. 9. C E N T E R F O R L O G I S T I C S A N D S U P P L Y C H A I N S T U D I E S I N S T I T U T T E K N O L O G I B A N D U N G 99 Terima Kasih Wassalam.Wr.Wb 99 9
  10. 10. 10 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  11. 11. 11 MANAJEMEN adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi dengan menggunakan atau mengkordinasikan kegiatan-kegiatan orang lain. Tiga unsur penting, yaitu : • adanya orang lebih dari satu, • adanya tujuan yang ingin dicapai, dan • orang yang bertanggung jawab akan tercapainya tujuan Manajemen PRODUKSI dan OPERASI Merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkordinasikan penggunaan sumber-sumber daya yang berupa sumber daya manusia, sumber daya alat dan sumber daya dana serta bahan, secara efektif dan efisien, untuk menciptakan dan menambah kegunaan (utility) sesuatu barang atau jasa. Manajemen PRODUKSI dan OPERASI
  12. 12. Sasaran dari organisasi antara lain : • untuk memperoleh tingkat laba tertentu atau memaksimalkan laba, • memberikan pelayanan dengan tingkat pelayanan yang baik, serta • berupaya untuk menjamin eksistensi dari organisasi tersebut. 12 Manajemen Operasi Manajer Operasi Proses Operasi Proses Pengarahan Dan Pengendalian Yang sistematis Dalam merubah Sumberdaya Menjadi Barang Jadi Manajer yang Bertanggungjawab Atas Produksi Persediaan, Dan Pengendalian Mutu Menentukan Metode Dan Teknologi Yang digunakan Dalam Produksi Barang/jasa
  13. 13. MANAJER PRODUKSI DAN OPERASI dalam mengatur dan mengkordinasikan penggunaan sumber- sumber daya, perlu membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan, agar barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan sesuai dan tepat dengan apa yang diharapkan, yaitu : • tepat mutu (kualitas), • tepat jumlah (kuantitas), dan • tepat waktu yang direncanakan, serta • dengan biaya yang rendah. 13
  14. 14. 14
  15. 15. 15
  16. 16. 16 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  17. 17. 17 PENGAMBILAN KEPUTUSAN • dimaksudkan untuk memudahkan proses pemilihan alternatif atau penggunaan peralatan analisis, bagi penentuan keputusan, • sehingga dapat diketahui bagaimana keputusan- keputusan yang rasional harus diambil, dan • dengan demikian dapat ditentukan dan disusun rencana-rencana logis dari keputusan-keputusan yang diambil atas dasar peralatan ilmu pengetahuan dan matematika atau analisis kuantitatif serta kenyataan yang terjadi.
  18. 18. DILIHAT DARI KONDISI ATAU KEADAAN Terdapat empat macam pengambilan keputusan, yaitu: a. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti b. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko c. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti (uncertainly) d. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain. 18
  19. 19. LIMA TANGGUNG JAWAB KEPUTUSAN UTAMA Di bidang produksi dan operasi, yaitu: 1. Proses, dalam kategori ini menentukan proses fisik atau fasilitas yang digunakan untuk memproduksikan produk berupa barang atau jasa. Keputusan mencakup jenis peralatan dan teknologi, arus dari proses, tata letak (lay out) dari peralatan dan seluruh aspek dari fisik pabrik atau fasilitas jasa pelayanan. 2. Kapasitas, dimaksudkan untuk memberikan besarnya jumlah kapasitas yang tepat dan penyedian pada waktu yang tepat 3. Persediaan, Manajer persediaan membuat keputusan-keputusan dalam bidang produksi dan operasi, mengenai apa yang dipesan, berapa banyak yang dipesan, dan kapan pemesanan dilakukan. 19
  20. 20. LIMA TANGGUNG JAWAB KEPUTUSAN UTAMA . . . 4. Tenaga kerja, Dalam menajemen produksi dan operasi, pengelolaan tenaga kerja atau sumber daya manusia merupakan bidang keputusan yang sangat penting. Hal ini karena tidak akan terjadi proses produksi dan operasi tanpa adanya orang atau tenaga kerja yang mengerjakan. 5. Mutu atau kualitas Fungsi produksi dan operasi ditandai dengan penekanan tanggung jawab yang lebih besar terhadap mutu atau kuliatas dari barang atau jasa yang dihasilkan. 20
  21. 21. 21
  22. 22. PERKEMBANGAN M A N A J E M E N P R O D U K S I D A N O P E R A S I 22 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  23. 23. SEJARAH Orang pertama yang memberikan perhatian terhadap cara berproduksi efisien adalah Adam Smith, dengan menulis buku ”The Wealth of Nations” (1776). Adam Smith mengemukakan keuntungan dari adanya pembagian kerja (division of labor), yaitu: 1. Bertambahnya kecakapan atau ketrampilan seseorang apabila orang itu mengerjakan pekerjaan secara berulang-ulang, 2. Diperoleh penghematan waktu, karena sering bergantinya pekerjaandari pekerjaan satu ke pekerjaan yang lain, 3. Ditemukannya mesin-mesin spesialisasi yang hanya mengerjakan satu macam pekerjaan saja dalam suatu rangkaian pekerjaan. 23
  24. 24. Pada masa ini kemudian terjadi perubahan sistem produksi, dari sistem produksi rumahan menuju sistem produksi dengan mesin, misalnya ditemukannya alat pintal, alat tenun, dan mesin uap. Perkembangan produksi menjadi semakin maju dari berkembangnya pabrik-pabrik, kemudian diikuti dengan perkembangan tenaga kerja. Eli Whitney (1880) dikenal sebagai orang pertama yang mempopulerkan komponen yang dapat dibongkar pasang, yang didapat melalui standardisasi dan pengendalian mutu. Ia berhasil memenangkan kontrak pemerintah Amerika Serikat untuk 10.000 pucuk senjata, yang dijual dengan harga tinggi karena senjata tersebut dibongkar pasang. Pada 1852, Charles Babbage mengemukakan pendapat bahwa pada proses produksi barang terdapat kegiatan yang tidak ekonomis dalam hal pemakaian mesin-mesin dan tenaga manusia, pada bukunya ”On the Economy of Machinery and Manufacturers”. Pada masa ini sistem produksi diharapkan ekonomis, sehingga tidak terjadi pemborosan faktor produksi. 24 SEJARAH . . . . .
  25. 25. Disusul kemudian oleh FW Taylor tahun 1881 dengan mengemukakan "metode kerja dengan pembagian gerak dan waktu secara minimum atau dikenal dengan time and motions study. FW Taylor mengemukakan empat tugas pokok manajemen, yaitu: 1. Mengganti metode rule of thumb (metode yang tidak berdasar ilmu) dengan metode ilmiah yang disebut motions study untuk memperhatikan gerak minimum, sehingga diperoleh hasil maksimum. 2. Manajer harus mengadakan seleksi dan pelatihan terhadap buruh atau tenaga kerja secara ilmiah serta menghilangkan sifat individualis diantara para pekerja. 3. Mengembangkan semangat kerjasama yang erat antara buruh, pegawai, dan manajer. 4. Mengadakan pembagian kerja secara jelas antara buruh dan majikan, sehingga jelas pembagian tugas dan tanggung jawabnya. 25 SEJARAH . . . . .
  26. 26. Tahun 1913, Henry Ford dan Charles Sorensen memadukan pengetahuan mereka terhadap komponen yang distandardisasi dengan lini produksi semu pada proses pengepakan daging dan industri mail order, dan juga menambahkan konsep baru pada lini produksi, dimana para pekerja berdiri sementara bahan bergerak. Carles Sonersen menderek sasis mobil pada sebuah tambang di bahunya melintasi lini produksi di pabrik Ford, saat yang lainnya menambahkan komponen pada mobil tersebut. Pengendalian mutu juga berperan besar dalam sejarah manajemen operasi. Walter Shewhart tahun 1924 memadukan pengetahuan statistiknya dengan kebutuhan akan pengendalian mutu dan menemukan dasar-dasar perhitungan statistik dan pengambilan sampel untuk mengendalikan mutu. 26 SEJARAH . . . . .
  27. 27. Perkembangan manajemen operasi dilanjutkan kemudian dengan munculnya revolusi industri. Pada masa ini, terjadi perkembangan-perkembangan yang mengarah ke persaingan hebat dalam bidang hasil produksi. Para penguasa mulai memikirkan arti pentingnya ramalan permintaan, peningkatan mutu produk dan forecasting sebagai dampak lanjutan dari kemajuan niaga dan politik pemasaran. Arah kegiatan produksi berpandangan pada: 1. Mencari pasar yang strategis 2. Mengembangkan fasilitas produksi dengan perkembangan teknologi 3. Mempromosikan hasil-hasil produksi. . 27 SEJARAH . . . . .
  28. 28. Pada saat sesudah dan terjadi depresi (tahun 1930), perkembangan manajemen operasi mengarah ke penggunaan Scientific Management,ditandai oleh pengenalan dan pengembangan ”Statistical Quality ” oleh Walter Stewart (tahun 1931), dan pengembangan ”Work Sampling” oleh DHC Tippet (tahun 1934), yang menemukan prosedur sampling untuk mengetahui standar atas kelambatan proses produksi, waktu kerja, yang dikenal dengan standard of delays. W. Edwards Deming (1950) dan Frederick Taylor berpendapat bahwa manajemen harus berbuat lebih banyak untuk memperbaiki lingkungan kerja dan proses agar mutu menjadi lebih baik. Manajemen operasi terus berkembang dengan adanya sumbangan dari ilmu lain, termasuk teknik industri dan management science. Ilmu ini seiring dengan statistik, juga manajemen dan ilmu ekonomi telah berkontribusi pada peningkatan produktivitas. 28 SEJARAH . . . . .
  29. 29. Setelah Perang Dunia II, perkembangan manajemen operasi menjadi semakin cepat, ditandai dengan ditemukannya metode Linear Programming, Waiting Line Theory, yang dikembangkan dalam analisa industri, serta mulai digunakannya komputer dalam desain-desain system operasi seperti Computer Aided Design, dan Computer Models for Operating Management. Kontribusi terpenting bagi manajemen operasi adalah dari ilmu informatika, yang didefinisikan oleh Jay Heizer dan Barry Render sebagai proses sistematis yang dilakukan pada data untuk mendapatkan informasi. Ilmu informatika, internet, dan e-commerce memberikan sumbangan dalam peningkatan produktivitas dan menyajikan barang dan jasa yang lebih bervariasi pada masyarakat. 29 SEJARAH . . . . .
  30. 30. MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI Manajemen operasi telah ada sejak orang memulai memproduksi barang dan jasa. Sejarah perkembangan operasi diuraikan menurut aliran-aliran utama. Ada enam aliran utama yang menyumbang terhadap perkembangan MANAJEMEN OPERASI: 30 PERKEMBANGAN 1. Pembagian Kerja 2. Revolusi Industri 4. Hubungan Manusiawi 3. Manajemen Ilmiah 5. Model-model Keputusan Kuantitatif 6. Komputerisasi
  31. 31. 1. ALIRAN PEMBAGIAN KERJA. • Pembagian kerja didasarkan pada spesialsasi tenaga kerja pada suatu tugas tunggal dapat diselesaikan produktivitas dan efisiensi lebih besar daripada penugasan seorang karyawan pada banyak tugas. • Prinsip pembagian kerja ini masih banyak digunakan dalam dunia bisnis modern, seperti dalam industri-industri perakitan, dll 31 2. ALIRAN REVOLUSI INDUSTRI. • Revolusi Industri pada pokoknya penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. • Pemasaran dan produksi saat ini berdesakan dengan kebutuhan akan otomatisasi dan produksi volume tinggi. • Masyarakat telah memasuki periode purna industri, yang ditandai oleh perkembangan sektor ekonomi jasa dan perhatian yang lebih besar terhadap lingkungan alam dan sosial.
  32. 32. 32 3. ALIRAN MANAJEMEN ILMIAH • Gagasan-gagasan tentang manajemen ilmiah dalam manajemen operasi mempunyai dua pengertian. • Arti pertama,manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studianalsa dan pemecahan masallah- masalah operasi. • Sedangkan arti kedua, manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme dan teknik untuk meningkatkan efisiensi operasi organisasi. • Pemikiran ini betujuan untuk menemukan metode kerja terbaik melalui pendekatan ilmiah yaitu observasi, seleksi ilmiah untuk karyawan, latihan dan pengembangan karyawan,dan kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.
  33. 33. 33 4. ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI • Pendekatan hubungan manusiawi menekankan pentingnya motivasi dan unsur manusia dalam desain kerja. • Pemuasan kebutuhan-kebutuhan sosial dalam pendekatan hubungan manusiawi telah melengkapi pendekatan manajemen ilmiah, sebagai usaha untuk meningkatkan produkivitas. • Pemikiran aliran hubungan manusiawi telah mengarahkan pentingnya perluasan kerja, yang sekarang merupakan suatu metode untuk lebih memenusiawikan tempat kerja, selain meningkatkan produktivitas.
  34. 34. 34 5. ALIRAN MODEL-MODEL KEPUTUSAN KUANTITATIF • Model-model keputusan dapat digunakan untuk menyajikan suatu sistem produktif dalam model- model matematikal. • tujuan dari metode seperti ini adalah untuk menemukan nilai-nilai optimal atau memuaskan berbagai variabel keputusan yang akan meningkatkan performance sistem dengan batasan yang ada.
  35. 35. 35 6. ALIRAN KOMPUTERISASI • Penggunaan komputer telah mengubah secara dramatik bidang manajemen operasi sejak komputer diperkenalkan pertama kali dalam bisnis tahun 1950-an. • Hampir semua operasi organisasi sekarang mulai memanfaatkan komputer untuk manajemen persediaan, scheduling produksi, pengawasan kualitas, dan sistem- sistem pembayaran. • Selain itu komputer telah banyak membantu pelaksanaan otomtisasi di kantor-kantor dan pabrik-pabrik, memecahkan masalah komunikasi dan transportasi yang komplek, serta digunakan hampir semua tipe organisasi jasa.
  36. 36. EMPAT FUNGSI TERPENTING dalam fungsi produksi dan operasi adalah : 1. Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolalahan masukan (inputs). 2. Jasa-jasa penunjang, merupakan saran yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. 3. Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu. 4. Pengendalian atau pengawasan, merupakan fungsi untuk menjamin terlasananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk pengunaan dan pengolahan masukan(inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan. 36
  37. 37. 37
  38. 38. PERAMALAN (FORECASTING) D A L A M M A N A J E M E N P R O D U K S I & O P E R A S I 38 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  39. 39. PERAMALAN (FORECASTING) • adalah proses untuk memperkirakan beberapa kebutuhan di masa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa. • Selain itu peramalan juga didefinisikan sebagai seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian di masa depan. • Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan pengambilan data masa lalu dan menempatkannya ke masa yang akan datang dengan suatu bentuk model matematis. Bisa juga merupakan prediksi intuisi yang bersifat subjektif. • Atau bisa juga dengan menggunakan kombinasi model matematis yang disesuaikan dengan pertimbangan yang baik dari seorang manajer. 39
  40. 40. PERAMALAN (FORECASTING) .... • merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien khususnya dalam bidang ekonomi. Peramalan mempunyai peranan langsung pada peristiwa eksternal yang pada umumnya berada di luar kendali manajemen seperti: ekonomi, pelanggan, pesaing, pemerintah dan lain sebagainya. • Peramalan permintaan memegang peranan penting dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, khususnya di bidang produksi. • Aktivitas manajemen operasi menggunakan peramalan permintaan dalam perencanaan yang menyangkut skedul produksi, perencanaan pemenuhan kebutuhan bahan, perencanaan kebutuhan tenaga kerja, perencanaan kapasitas produksi, perencanaan layout fasilitas, penentuan lokasi, pemenuhan metode proses, penentuan jumlah mesin, desain aliran bahan dan lain sebagainya. • Peranan ini disebabkan adanya tenggang waktu antara suatu peristiwa dengan kebutuhan mendatang. 40
  41. 41. PERAMALAN (FORECASTING) .... Walaupun terdapat banyak bidang lain yang memerlukan peramalan permintaan, namun aktivitas manajemen operasi merupakan bentuk khas dari keperluan peramalan permintaan, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Perusahaan perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang meliputi: 1. Identifikasi dan definisi masalah peramalan 2. Aplikasi metode peramalan 3. Pemilihan metode peramalan yang tepat untuk situasi tertentu 4. Dukungan manajemen untuk menggunakan metode peramalan tertentu. 41
  42. 42. PERAMALAN (FORECASTING) .... • Peramalan tidak terlalu dibutuhkan dalam kondisi permintaan pasar yang stabil, karena perubahan permintaannya relatif kecil. • Tetapi peramalan akan sangat dibutuhkan bila kondisi permintaan pasar bersifat kompleks dan dinamis. • Hanya sedikit bisnis yang dapat menghindari proses peramalan dan hanya menunggu apa yang terjadi untuk kemudian mengambil kesempatan. • Perencanaan yang efektif/baik bergantung pada peramalan permintaan untuk produk perusahaan tersebut di masa yang akan datang. . 42
  43. 43. PERAMALAN (FORECASTING) 1. Peramalan jangka pendek, peramalan ini mencakup jangka waktu hingga 1 tahun tetapi umumnya kurang dari bulan. Peramalan ini dugunakan untuk merencanakan pembelian, penjadwalan kerja, penugasan kerja dan tingkat produksi. 2. Peramalan jangka menengah, umumnya mencakup hitungan bulanan hingga 3 tahun. Peramalan ini berguna untuk merencanakan penjualan, perencanaan dan anggaran produksi, anggaran kas, dan menganalisis bermacam-macam rencana operasi. 3. Peramalan jangka panjang, umumnya untuk perencanan masa 3 tahun atau lebih. Peramalan jangka panjang digunakan untuk merencanakan produk baru, pembelanjaan modal, lokasi atau pengembangan fasilitas, serta penelitian dan pengembangan. . 43 Horison waktu
  44. 44. PERAMALAN PERMINTAAN (DEMAND FORECAST) Peramalan ini disebut juga peramalan penjualan, yang mengendalikan produksi, kapasitas, serta sistem penjadwalan dan menjadi input bagi perencanaan keuangan, pemasaran dan sumber daya manusia. Dampaknya terkadap: 1. Sumber Daya Manusia. Mempekerjakan, melatih dan memberhentikan pekerja, semua tergantung pada permintaan. 2. Kapasitas. Saat kapasitas tidak mencukupi, kekurangan yang diakibatkannya bisa berarti tidak terjaminnyapengiriman, kehilangan konsumen dan kehilangan pangsa pasar. 3. Manajemen Rantai Pasok. Hubungan yang baik dengan pemasok dan harga barang dan komponen yang bersaing, bergantung pada peramalan yang akurat. . 44
  45. 45. 45
  46. 46. 46 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  47. 47. PENENTUAN LOKASI PABRIK C E N T E R F O R L O G I S T I C S A N D S U P P L Y C H A I N S T U D I E S I N S T I T U T T E K N O L O G I B A N D U N G 47
  48. 48. LETAK LOKASI PABRIK 48 Jenis-jenis
  49. 49. PENENTUAN LOKASI SUATU PABRIK 1. Faktor-faktor utama / primer (Primary Factors) a. Letak dari pasar b. Letak dari sumber-sumber bahan mentah c. Terdapatnya fasilitas pengangkutan d. Supply dari buruh atau tenaga kerja yang tersedia e. Terdapatnya pembangkit tenaga listrik (power station) 2. Faktor-faktor sekunder (Secondary Factors) a. Rencana masa depan b. Biaya dari tanah dan gedung, terutama dlam hubungannya dengan rencana masa depan c. Kemungkinan perluasan d. Terdapatnya fasilitas service e. Terdapatnya fasilitas pembelanjaan f. Water supply (persediaan air) g. Tinggi rendahnya pajak dan undang-undang perburuhan h. Masyarakat di daerah itu (sikap, besar dan keamanan) i. Iklim, j. Tanah k. Perumahan yang ada dan fasilitas-fasilitas lainnya 49 Faktor-faktor yang mempengaruhi
  50. 50. 50 Faktor-faktor lain & Contohnya
  51. 51. PENENTUAN LOKASI SUATU PABRIK 1. Melihat kemungkinan daerah-daerah alternatif a. Perhatikan ketentuan & koordinasi dengan pemerintah daerah setempat b. Dapatkan informasi kemungkinan-kemungkinan daerah yang dapat dipilih. 2. Melihat pengalaman orang lain atau pengalaman kita sendiri - Jenis barang hasil produksi dan proses pengerjaanya selalu akan menentukan kekhususan pabrik tersebut, - seperti mengenai lokasi, powernya, transportasinya, serta faktor-faktor lain yang dianggap penting. 3. Mempertimbangkan dan menilai masyarakat-masyarakat dari daerah-daerah yang ada pada tahap kedua. • Pilih daerah untuk lokasi pabrik yang dianggap paling menguntungkan. 51 Tahap-tahap dalam STUDY KASUS
  52. 52. 52 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  53. 53. Pengaruh Economic Factors' Suatu bangunan yang direncanakan secara baik akan memberikan banyak keuntungan. Sebagai contoh suatu bangunan yang mempunyai design dan perencanaan yang baik akan dapat membantu mengurangi biaya pengolahan ,a.l: 1. Mengurangi work in process inventory 2. Menekan biaya pemindahan bahan (material handling cost) 3. Menakan biaya-biaya penyimpanan 4. Mengurangi waktu pengerjaan (manufacturing cycle time) 5. Menyederhanakan prosedur pengawasan atas pengolahan dan pegawai 6. Mengurangi biaya pemeliharaan pabrik 7. Mengurangi kemacetan-kemacetan dan gangguan atas pekerjaan 8. Memperbesar fleksibilitas dan kegunaan dari suatu pabrik 9. Mengurangi upah dan biaya-biaya untuk melatih buruh 10. Memperbesar kesenangan kerja dan mempertinggi moril para pekerja serta mengurangi turn over buruh. 53 Planning The Building
  54. 54. Jenis-jenis bangunan 1. Gedung yang tidak bertingkat dengan pelbagai macam susunan / bentuk atap (single story). 2. High bay and monitor types 3. Gedung yang bertingkat (multy story) 4. Gedung dengan bentuk-bentuk khusus / tertentu (special types) Jenis-jenis konstruksi Banyak jenis-jenis konstruksi (types of construction) yang terdapat pada gedung / bangunan pada dewasa ini, terutama dalam gedung / bangunan untuk industri seperti dengan digunakannya kerangka-kerangka kayu, batu bata dan kerangka-kerangka baja. 54 Planning The Building . . .
  55. 55. Pertimbangan dalam pembuatan design bangunan (design building) : 1. Fleksibilitas 2. Kemungkinan perluasan / ekspansi 3. Fasilitas bagi para karyawan / pegawai 4. Fasilitas bagi kendaraan maupun tempat-tempat lain seperti istirahat pekerja, kamar kecil (WC), cafetaria dan sebagainya. 5. Perlindungan terhadap bahaya kebakaran dan keamanan pekerja. 6. Hal-hal yang dapat merusak kesehatan 7. Kekuatan dan kapasitas lantai 8. Hal-hal lain 55 Planning The Building. . . .
  56. 56. 56 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  57. 57. • Perencanaan Layout adalah perencanaan dari kombinasi yang optimal antara fasilitas produksi serta semua peralatan dan fasilitas terlaksananya proses produksi. • Tujuan Pelaksanaan Layout adalah untuk mendapatkan kombinasi yang paling optimal antara fasilitas-fasiltas produksi.
  58. 58. 58 Benefits
  59. 59. Layout Diperlukan Dalam Perusahaan Karena : 1. Adanya perubahan desain produk 2. Adanya produk baru 3. Adanya perubahan volume permintaan 4. Lingkungan kerja yang tidak memuaskan 5. Fasilitas produksi yang ketinggalan jaman 6. Penghematan biaya 7. Sering adanya kecelakaan dalam proses produksi 8. Pemindahan lokasi pasar/konsentrasi terhadap pasar
  60. 60. Kriteria Penyusunan Layout : 1. Jarak angkut yang minimum 2. Penggunaan ruang yang efektif 3. Keselamatan barang-barang yang diangkut 4. Fleksibelitas 5. Kemungkinan ekspansi masa depan 6. Biaya diusahakan serendah mungkin 7. Aliran material yang baik
  61. 61. Langkah-Langkah Perencanaan Layout 1. Melihat perencanaan produk yang menunjukkan fungsi- fungsi dimiliki produksi tersebut 2. Menentukan perlengkapan yang akan dibutuhkan dan memilih mesin-mesinnya. 3. Analisa dan keseimbangan urutan pekerjaan, flow casting dan penyusunan diagram blok daripada layout.
  62. 62. Macam - Macam Layout 1. Produk layout adalah berurutan sesuai dengan jalannya proses produksi dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi. 2. Proses layout Adalah kesamaan proses atau kesamaan pekerjaan yang mempunyai fungsi yang sama dikelompokkan dan ditempatkan dalam ruang tertentu. 3. Fixed position (layout kelompok) Adalah susunan komponen untuk proses produksi diletakkan didekat tempat proses produksi dilaksanakan. 4. Material handling Adalah ilmu untuk memindahkan, membungkus dan menyimpan bahan-bahan dalam segala bentuk.
  63. 63. 63 Gambar Layout Pabrik
  64. 64. 64 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  65. 65. 65
  66. 66. 66 Order Creation Machine occupancy Order release Order printing Material staging Order execution Confirmations Goods receipt 1 2 3 4 5 6 7 8
  67. 67. DESAIN 68 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  68. 68. 69
  69. 69. 70
  70. 70. 71
  71. 71. 72
  72. 72. 73
  73. 73. 74 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  74. 74. 75
  75. 75. 76
  76. 76. 77
  77. 77. 78 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284 DESAIN
  78. 78. • Berbagai elemen yang membuat proses bisnis dapat berjalan dengan baik. • Salah satu elemen & yang pertama adalah adanya aliran kerja (work flow). • Aliran kerja berisi urutan aktivitas yang harus dilaksanakan untuk memenuhi target suatu proses. • Aliran kerja ini dapat dideskripsikan dalam bentuk tulisan atau dapat juga digambarkan dalam bentuk diagram. • Kita mengenal berbagai macam bentuk diagram, yang paling populer adalah diagram alir (flow chart). Di samping itu ada juga peta proses operasi (OPC-operation process chart), Peta tangan kiri tangan kanan, WBS (Work Breakdown Structure) dan diagram lainnya. 79 ALIRAN KERJA
  79. 79. Aliran kerja paling tidak harus mengandung: • Nama aktivitas yang biasa dinyatakan dengan kata kerja. • Urutan aktivitasnya yang pada umumnya dinyatakan secara serial atau pun paralel. Mungkin juga suatu aktivitas dilakukan di saat aktivitas lain sudah dimulai. Untuk keperluan analisis, kita dapat menambahkan informasi seperti : • durasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan aktivitas tersebut • biaya yang dikeluarkan • siapa yang melaksanakannya 80 ALIRAN KERJA
  80. 80. • Jika menggunakan deskripsi secara tertulis, maka aliran kerja harus mencantumkan aktivitas mana yang menjadi pendahulu (predecessor) atau pengikut (successor) di samping nama aktivitasnya. • Jika menggunakan diagram, urutan aktivitas dapat dilihat dengan mudah. Contoh Diagram: 81 ALIRAN KERJA
  81. 81. 82 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284 MANAJEMEN
  82. 82. MATERIAL MANAGEMENT Perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian arus bahan Baku sebelum produksi dimulai. Manajemen bahan baku meliputi: a. Transportasi b. Pergudangan c. Pengendalian Persediaan
  83. 83. INVENTORY CONTROL Proses penerimaan, penyimpanan, penyampaian dan perhitungan seluruh bahan baku, bahkan sampai barang jadi METODE : 1. FIFO 2. LIFO Contoh Kasus & Perhitungan 3. AVERRAGE
  84. 84. 86 Lembar Kerja FIFO
  85. 85. 87 Lembar Kerja LIFO
  86. 86. (AVERRAGE) 88 Lembar Kerja AVERRAGE
  87. 87. PURCHASING Pembelian Bahan Baku yang tepat pada jumlah yang di butuhkan dengan harga yang wajar dan waktu yang tepat. Faktor yang perlu diperhatikan: a. Biaya Penyimpanan b. Lead Time EOQ c. Seleksi Pemasok
  88. 88. Konsekuensi biaya : C E N T E R F O R L O G I S T I C S A N D S U P P L Y C H A I N S T U D I E S I N S T I T U T T E K N O L O G I B A N D U N G 90
  89. 89. 91 RUMUS EOQ
  90. 90. C E N T E R F O R L O G I S T I C S A N D S U P P L Y C H A I N S T U D I E S I N S T I T U T T E K N O L O G I B A N D U N G 92
  91. 91. C E N T E R F O R L O G I S T I C S A N D S U P P L Y C H A I N S T U D I E S I N S T I T U T T E K N O L O G I B A N D U N G 93 Lihat HASIL HITUNG
  92. 92. 94 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  93. 93. MANAJEMEN PROYEK • Manajemen proyek dapat didefinisikan sebagai suatu proses dari perencanaan, pengaturan, kepemimpinan, dan pengendalian dari suatu proyek oleh para anggotanya dengan memanfaatkan sumber daya seoptimal mungkin untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. • Fungsi dasar manajemen proyek terdiri dari pengelolaan-pengelolaan lingkup kerja, waktu, biaya, dan mutu. • Pengelolaan aspek-aspek tersebut dengan benar merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan suatu proyek. 95
  94. 94. MANAJEMEN PROYEK . . . . Dengan adanya manajemen proyek maka akan terlihat batasan mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari pihak- pihak yang terlibat dalam proyek baik langsung maupun tidak langsung, sehingga tidak akan terjadi adanya tugas dan tangung jawab yang dilakukan secara bersamaan (overlapping). Apabila fungsi-fungsi manajemen proyek dapat direalisasikan dengan jelas dan terstruktur, maka tujuan akhir proyek akan mudah terwujud, yaitu: • Tepat Waktu • Tepat Kuantitas • Tepat Kualitas • Tepat Biaya sesuai dengan biaya rencana • Tidak adanya gejolak sosial dengan masyarakat sekitar • Tercapainya K3 dengan baik 96
  95. 95. RUANG LINGKUP PROYEK, antara lain, meliputi: • Menentukan waktu dimulai proyek . • Perencanaan lingkup dari proyek yang akan dikerjakan. • Pendefinisian dari ruang lingkup proyek. • Verifikasi proyek dan kontrol atas perubahan yang mungkin saja terjadi ketika proyek tersebut dimulai. 97 Pelaksanaan proyek memerlukan koordinasi dan kerjasama antar organisasi secara solid dan terstruktur. • Hal inilah yang menjadi kunci pokok agar tujuan akhir proyek dapat selesai sesuai dengan schedule yang telah direncanakan.
  96. 96. 1. Perencanaan Untuk mencapai sebuah tujuan, suatu proyek membutuhkan suatu perencanaan yang benar-bebar matang. Yaitu dengan meletakkan dasar dari tujuan dan sasaran dari suatu proyek sekaligus menyiapkan semua program teknis dan menyiapkan administrasi supaya dapat diimplementasikan. Tujuannya yaitu supaya memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan dalam batasan waktu, mutu, biaya maupun keselamatan kerja. Perencanaan suatu proyek dilakukan dengan cara studi kelayakan, rekayasa nilai, perencanaan area dari manajemen proyek (Seperti: waktu, biaya, mutu, kesehatan, lingkungan,keselamatan kerja, sumber daya, resiko dan sistem informasi). 2. Penjadwalan Merupakan implementasi dari perencanaan yang bisa memberikan informasi mengenai jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja, peralatan, dan material), durasi dan juga progres waktu untuk menyelesaikan proyek. Penjadwalan proyek yang mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai macam permasalahannya. 98 3 GARIS BESAR untuk berlangsungnya suatu proyek
  97. 97. 3. Pengendalian Proyek Pengendalian mempengaruhi hasil akhir dari suatu proyek. Tujuan utamanya yaitu untuk meminimalisasi segala penyimpangan yang mungkin terjadi selama berlangsungnya proyek. Tujuan dari pengendalian proyek ialah optimasi kinerja biaya, waktu, mutu dan juga keselamatan kerja harus memiliki kriteria sebagai tolak ukur. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proses pengendalian ialah berupa pengawasan, pemeriksaan, dan juga koreksi yang dilakukan selama proses implementasi. Contoh manajemen proyek : • Proyek konstruksi, yaitu hasilnya seperti pembangunan gedung, jembatan, jalan raya, jalan tol dan lain sebagainya. • Proyek penelitian dan pembangunan, yaitu melakukan suatu penelitian dan pengembangan, sampai terciptanya suatu produk tertentu dengan maksud dan tujuan untuk memperbaiki ataupun meningkatkan kualitas suatu produk, layanan dan lain sebagainya. • Proyek industri manufaktur, yaitu kegiatannya mulai dari merancang sampai terciptanya suatu produk yang baru. • Proyek padat modal, yaitu suatu proyek yang membutuhkan modal yang besar. Seperti misalnya pembebasan tanah yang luas, pembelian barang maupun pengadaan suatu barang, pembangunan suatu fasilitas produksi dan sebagainya. 99 3 GARIS BESAR untuk berlangsungnya suatu proyek . . .
  98. 98. 100 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  99. 99. 101
  100. 100. 102
  101. 101. 103 By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284 PENGENDALIAN KUALITAS
  102. 102. PENGERTIAN KUALITAS • Juran (1962) “kualitas adalah kesesuaian dengan tujuan atau manfaatnya.” • Crosby (1979) “kualitas adalah kesesuaian dengan kebutuhan yang meliputi availability, delivery, reliability, maintainability, dan cost effectiveness.” • Deming (1982) “kualitas harus bertujuan memenuhi kebutuhan pelanggan sekarang dan di masa mendatang.” • Feigenbaum (1991) “kualitas merupakan keseluruhan karakteristik produk dan jasa yang meliputi marketing, engineering, manufacture, dan maintenance, dalam mana produk dan jasa tersebut dalam pemakaiannya akan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.” • Scherkenbach (1991) “kualitas ditentukan oleh pelanggan; pelanggan menginginkan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan harapannya pada suatu tingkat harga tertentu yang menunjukkan nilai produk tersebut.” • Elliot (1993) “kualitas adalah sesuatu yang berbeda untuk orang yang berbeda dan tergantung pada waktu dan tempat, atau dikatakan sesuai dengan tujuan.” • Goetch dan Davis (1995) “kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berkaitan dengan produk, pelayanan, orang, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi apa yang diharapkan.” • Perbendaharaan istilah ISO 8402 dan dari Standar Nasional Indonesia (SNI 19-8402- 1991), kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan, baik yang dinyatakan secara tegas maupun tersamar. Istilah kebutuhan diartikan sebagai spesifikasi yang tercantum dalam kontrak maupun kriteria-kriteria yang harus didefinisikan terlebih dahulu. 105 Pendapat Ahli tentang
  103. 103. PENGENDALIAN KUALITAS • Produk dan jasa yang berkualitas adalah produk dan jasa yang sesuai dengan apa yang diinginkan konsumennya. • Kualitas memang tidak terlepas dari manajemen kualitas yang mempelajari setiap area dari manajemen operasi dari perencanaan lini produk dan fasilitas, sampai penjadwalan dan memonitor hasil. • Kualitas adalah suatu penyebab umum (common cause) yang alamiah untuk mempersatukan fungsi-fungsi usaha (pemasaran, sumber daya manusia, keuangan, dan lain-lain). • Selain itu, kualitas memerlukan suatu proses perbaikan yang terus- menerus (continuous improvement process) yang dapat diukur, baik secara individual, kelompok, organisasi, dan korporasi. • Komitmen terhadap kualitas adalah suatu sikap yang diformulasikan dan didemonstrasikan dalam setiap lingkup kegiatan dan kehidupan, serta mempunyai karakteristik hubungan yang paling dekat dengan anggota masyarakat. 106
  104. 104. • Kualitas produk meliputi kualitas bahan baku dan barang jadi, sedangkan kualitas proses meliputi kualitas segala sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi perusahaan manufaktur dan proses penyediaan jasa atau pelayanan bagi perusahaan jasa. • Kualitas harus dibangun sejak awal, dari penerimaan input hingga perusahaan menghasilkan output bagi pelanggannya. • Setiap tahapan dalam proses produksi maupun proses penyediaan jasa atau pelayanan juga harus berorientasi pada kualitas tersebut. Hal ini disebabkan setiap tahapan proses mempunyai pelanggan. 107 PENGENDALIAN KUALITAS . . .
  105. 105. KONSEP KEPUASAN PELANGGAN Satisfaction Concept E < P Satisfaction Dissatisfaction D = 100% Very Satisfaction/Delight> 100% < 100% E =Expection (Harapan) P =Performance (Kinerja/Kenyataan) E = P E > P will be LOYALTY Customers Very Satisfaction/Delight Satisfaction x will be LOYAL, with exceptionD
  106. 106. Quality Awareness berfokus Pelanggan JANGAN MENGECEWAKAN PELANGGAN LETAKKAN DIRI KITA PADA POSISI PELANGGAN Rencana Riset Desain Produk Pengen- dalian Memelihara Pasar 1. Identifikasi kualitas yang diinginkan PELANGGAN (PASAR) 2. Bangun kualitas yang diinginkan PELANGGAN (PASAR) ke dlm produk 5. Jika produk jelek terlanjur terjual, sgra CEPAT TANGGAP 4. Pertahankan kualitas produk stlh penjualan 3. Jangan meloloskan produk jelek ke Pasar / ke dlm tahap Proses Berikutnya
  107. 107. 110
  108. 108. 111 Terima Kasih Wassalam.Wr.Wb 111 111

×