Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

MATERI Pelatihan ASSET MANAGEMENT_Kanaidi, SE., M.Si (sebagai Pemateri)

2,320 views

Published on

Contact : Kanaidi, SE., M.Si., cSAP
HP. +62 812 2353 284, +62 878 2298 4716 Telp/Fax : +62 22-4267749
e-mail : kanaidi963@gmail.com atau kanaidi@yahoo.com
WA. : 0812 2353 284
Facebook : kanaidi.kenpartii

Published in: Education

MATERI Pelatihan ASSET MANAGEMENT_Kanaidi, SE., M.Si (sebagai Pemateri)

  1. 1. ASSET MANAGEMENT By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284 di Fave Hotel – Bandung, 31 Maret-01 April 2016 Training
  2. 2. Konsep dan Ruang Lingkup Manajemen Aset By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284 Training di Fave Hotel – Bandung, 31 Maret-01 April 2016
  3. 3. Introduction: • Setiap organisasi perusahaan swasta maupun pemerintah tentunya memiliki aset baik yang berwujud (tangible) maupun tidak berwujud (intagible). • Setiap aset yang dimiliki haruslah dikelola dengan efektif dan efisien sehingga aset tersebut dapat memberikan manfaat tertinggi bagi perusahaan.
  4. 4. Istilah MANAJEMEN ASET Bermula dari “Manajemen” yang mencakup 4 (empat) fungsi dasar: • Planning, • Organizing, • Leading, dan • Controlling Aset = Kekayaan • Tangible Asset : tanah, gedung, peralatan dan mesin, dll (yang berorientasi pada pelayanan publik seperti Inftastruktur diantaranya mencakup jalan raya, jembatan, pelabuhan, dan irigasi). • Intangible Asset : hak kekayaan intelektual, hak cipta, hak paten dan lain-lain.
  5. 5. Perspektif lainnya • Aset adalah segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi yang dapat dimiliki baik oleh individu, perusahaan, maupun dimiliki pemerintah yang dapat dinilai secara finansial. • Aset atau kekayaan yang dimiliki oleh individu misal rumah, tanah, kendaraan, dan sebagainya. • Aset milik perusahaan misal bangunan kantor, lahan perusahaan, peralatan dan mesin, perlengkapan serta properti lainnya.
  6. 6. ASET (sudut pandang EKONOMI) adalah barang (thing) atau sesuatu barang (anything) yang dimiliki oleh seseorang, organisasi (swasta maupun pemerintah) yang memiliki: • Nilai ekonomi (economic value) • Nilai komersial (commercial value) • Nilai tukar (exchange value)
  7. 7. ASET (sudut pandang Akuntansi) yaitu kekayaan yang mencakup: • Kekayaan lancar (uang kas dan kekayaan lancar lainnya) • Aset jangka panjang atau aset tetap (long-term assets misal real estate, pabrik, peralatan dan perlengkapan) • Prepaid and deferred assets (expenditures for future costs misalnya asuransi, hak sewa, dan bunga) • Harta tak berwujud (intangible assets) seperti hak merek (trademarks), hak paten, hak cipta (copyrights), dan nama baik atau goodwill
  8. 8. Prinsip & Isu Penting Manajemen Aset By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  9. 9. Prinsip Manajemen Aset • Keputusan manajemen aset adalah terintegrasi dengan perencanaan strategis (strategic planning); • Keputusan perencanaan aset didasarkan atas evaluasi berbagai alternatif yang mempertimbangkan biaya ‘siklus-hidup’, manfaat, dan risiko kepemilikan; • Akuntabilitas diterapkan untuk kondisi aset, penggunaan, dan kinerja; • Struktur pengendalian yang efektif diterapkan untuk manajemen aset.
  10. 10. Siklus Alur Aset (Sugiama, 2013)
  11. 11. Siklus Alur Aset 1. Perencanaan kebutuhan aset 2. Pengadaan aset 3. Inventarisasi aset 4. Legal audit aset 5. Penilaian aset 6. Pengoperasian dan pemeliharaan aset 7. Pembaharuan/rejuvenasi aset 8. Penghapusan aset 9. Pengalihan melalui penjualan, penghibahan, penyertaan modal, atau pemusnahan aset (Sugiama, 2013)
  12. 12. Tahapan Inventarisasi Aset
  13. 13. Bentuk Optimalisasi Aset
  14. 14. Perencanaan Manajemen Aset By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284 Training
  15. 15. Pentingnya Manajemen ASET • Aset merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Banyak perusahaan masih menganggap manajemen aset secara fisik hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset. • Realita di lapangan menunjukkan banyak kasus yang sebenarnya dimulai dari salah kelola dan salah urus masalah aset, sehingga berdampak kerugian yang tidak sedikit. • Optimalisasi sumber daya tidak bisa dilakukan secara maksimal karena tidak teridentifikasi dengan jelasnya manajemen aset, sehingga sulit untuk mengetahui apakah suatu alat produksi sudah saatnya untuk diganti atau masih layak untuk di maintenanance.
  16. 16. Perencanaan Kebutuhan Aset • Perencanaan kebutuhan aset adalah serangkaian kegiatan merencanakan suatu rencana strategi yang dibuat oleh suatu organisasi. (Sugiama, 2013)
  17. 17. 17 Pentingnya Perencanaan  Mengurangi ketidakpastian dan perubahan-perubahan di waktu yad.  Memusatkan perhatian kepada sasaran.  Menjamin proses pencapaian tujuan terlaksana secara ekonomis.  Memudahkan pengawasan. Ω Problem Statement Ω Strategic Direction ►►► Conclusion ►►► Solution
  18. 18. Perencanaan Kebutuhan BMD Pelaks Ktgsn Pengelolaan BMD 1. Masih terdapatnya barang milik daerah yang belum terinventarisasi secara benar. 2. Kualitas SDM pengelola BMD pada tingkat pengurus barang, penyimpan barang dan petugas akuntansi di SKPD, UPTD dan UPTLTD yang masih perlu ditingkatkan. 3. Kurang memadainya informasi potensi optimalisasi asset yang layak dipromosikan 4. Sistem informasi manajemen asset tetap yang masih perlu ditingkatkan. Permasalahan Pengelolaan BMD 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran. 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur 4. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah 5. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Program Hasil yang diharapkan 1. Meningkatnya Pelayanan PBD kepada SKPD dan Masyarakat 2. Meningkatnya Kualitas LKPD, khususnya pada neraca aset, dan dicapainya WTP 3. Meningkatnya kontribusi terhadap pendapatan asli daerah 1. Pengadministrasian barang milik daerah yang didukung dengan Sistem Informasi Manajemen Asset Tetap. 2. Penggunaan dan Pemanfaatan barang milik daerah secara optimal 3. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi penatausahaan, pembinaan pengelolaan barang milik daerah, penghapusan, serta melaksanakan tuntutan ganti rugi.
  19. 19. PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN BMD • Menkeu menetapkan Kebijakan Umum Pengelolaan BMN • Mendagri menetapkan Pedoman Teknis Pengelolaan BMD PSL 69 AYAT (6) Ketentuan mengenai Pedoman Teknis dan Administrasi Pengelolaan Barang Milik Negara /Daerah diatur dengan Peraturan Pemerintah Diganti
  20. 20. PP 6 Th. 2006 a. Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran; b. Pengadaan; c. Penggunaan; d. Pemanfaatan; e. Pengamanan dan Pemeliharaan; f. Penilaian; g. Penghapusan; h. Pemindahtanganan i. Penatausahaan; j. Pembinaan, Pengawasan dan pengendalian PP 27 Tahun 2014 a. Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran; b. Pengadaan; c. Penggunaan; d. Pemanfaatan; e. Pengamanan dan Pemeliharaan; f. Penilaian; g. Pemindahtanganan; h. Pemusnahan; i. Penghapusan; j. Penatausahaan; k. Pembinaan, pengawasan dan pengendalian. Lingkup PENGATURAN PENGELOLAAN BMD
  21. 21. PEMEGANG KEKUASAAN PENGELOLAAN BMD GUBERNUR/Bupati/ Walikota Pejabat PENGELOLA BMD PENGELOLA BMD SEKRETARIS DAERAH PENGELOLA BMD KEPALA SKPDPENGGUNA BMD KUASA PENGGUNA BMD KEPALA UPTD PENYIMPAN BMD PENGURUS BMD STAF SKPD/UPTD STAF SKPD/ UPTD PEMBANTU PENGELOLA BMD KA. DPPKA
  22. 22. Pengadaan Aset (Procurement) By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  23. 23. • Pengadaan aset adalah kegiatan untuk memperoleh atau mendapatkan aset/barang maupun jasa baik yang dilaksanakan sendiri secara langsung oleh pihak internal, maupun oleh pihak luar sebagai mitra atau penyedia/pemasok aset bersangkutan. (Sugiama, 2013)
  24. 24. PRINSIP PENGADAAN Barang/Jasa 24 Efisien Efektif Transparan TerbukaBersaing Adil/Tidak Diskriminatif Akuntabel
  25. 25. KetentuanKodeEtik Pengadaan KetentuanGood Governance ETIKA Menghindari penyalahgun aan wewenang Tidak menerima, menawarkan atau menjanjikan Tertib & tanggung Jawab Profesional, Mandiri dan menjaga rahasia Tidak saling mempenga ruhiMenerima dan tanggung jawab thd sgl keputusan Mencegah pemborosan Menghindari conflict of interest
  26. 26. Gambaran Umum Pengadaan KEBUTUHAN BRG DAN JASA PEMERINTAH DIPERLUKAN KEGIATAN PENGADAAN BAGAIMANA CARA PENGADAANNYA PERATURAN PER UNDAGAN YG TERKAIT TATA NILAI PARA PIHAK PENGGUNAAN PRODUK DN USAHA KECIL PELELANGAN INTERNASIONAL PIJAMAN/HIBAH LN KEIKUTSERTAAN USAHA ASING KONSEP RAMAH LINGKNGAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK MELALUI SWA KELOLA RENCANA UMUM PENGADAAN MELALUI PENYEDIA BARANG/JASA KEGIATAN PENGADAAN PERPRES No.54/2010 jo No.70/2012 jo No.4/2015
  27. 27. Manajemen Penggudangan (Warehousing) Aset By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  28. 28. Manajemen Penggudangan (Warehousing) Aset By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  29. 29. Penerimaan & Penyaluran Barang • Penerimaan barang dilakukan setelah diperiksa oleh Panitia Pemeriksa Barang dengan membuat BA Pemeriksaan. • Panitia Pemeriksa Barang bertugas untuk memeriksa, meneliti, dan menyaksikan barang yg diserahkan sesuai dg persyaratan yg tertera dlm SPK atau kontrak / perjanjian • BA Pemeriksaan digunakan sebagai salah satu syarat pembayaran • Penyaluran barang / pendistribusian barang dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Pengeluaran barang/ SPPB dengan Beraita Acara Serah terima
  30. 30. 1. Goods Receiving (Penerimaan Barang) 2. Storage & Picking (Penyimpanan & Penyiapan) 3. Delivery (Pengiriman) 3 GROUP AKTIFITAS GUDANG
  31. 31. Receiving Put Away Storage Delivery Sortation Picking AKTIFITAS DI GUDANG
  32. 32. Definisi Aktifitas : “Menerima fisik barang dari pabrik, prinsipal atau distributor yang disesuaikan dengan dokumen pemesanan dan pengiriman dan dalam kondisi yang sesuai dengan persyaratan penanganan barangnya” Penerimaan Barang fisik barang dokumen persyaratan penanganan
  33. 33. 1. Aktifitas transportasi 2. Pengecekan dokumen vs dokumen 3. Pengecekan dokumen vs barang 4. Aktifitas barang vs lokasi (space) 5. Aktifitas dokumen vs system Prinsip Goods Receiving
  34. 34. 1. Tidak ada jadual pengiriman 2. Parkir kendaraan 3. Loading dock tidak ada/penuh 4. Sarana unloading kurang 5. Warehouse penuh/Lokasi penyimpanan jauh 6. Kondisi barang “recehan” 7. Regristasi produksi : batch no, exp date 8. Dokumentasi Tantangan Goods Receiving
  35. 35. Memaksimalkan Proses Penerimaan Barang 1. Pengiriman langsung ke tujuan o Tenaga kerja yang minim, waktu yang singkat o Mengurangi terjadinya kecelakaan/kesalahan. o Mirip Just In Time (JIT) o Cross Docking TipsPenerimaan Barang
  36. 36. Memaksimalkan Proses Penerimaan Barang 2. Penerimaan terjadual o Optimalisasi penerimaan barang berkenaan dengan pemakaian loading, tenaga kerja, peralatan dan ruangan penyimpanan. o Diperlukan WMS untuk pengontrolan keseimbangan penerimaan dan pengiriman barang 3. Penerimaan terencana o Penjenisan pallet dan peralatannya o Dokumen dan label yang telah tercetak dari pabrik/distributor o Optimalisasi penyimpanan dan rencana transportasi Tips Penerimaan Barang
  37. 37. “SALAH KAPRAH” Sesuatu yang salah tetapi karena biasa/banyak/sering dilakukan didalam aktifitas logistik Akhirnya hal tsb dianggap biasa dan “benar” Padahal, nyatanya tetap salah Solusinya: • Jangan biasakan • Jangan lakukan • Jangan beri kesempatan XDon’t try this at your home Warehouse Trik Penerimaan Barang
  38. 38. 1. Sopir tidur, hitunganpun hancur 2. Siapa bayar dia yang lancar 3. Dokumen kurang, tetapi karena penting barangnya maka tetap diproses 4. “Beda dikit, ah cincaylah” 5. Meletakkan barang yang tersisa atau salah dari penerimaan barang disembarang tempat 6. Malas melakukan pengecekan barang full pallet 7. Waktunya “mepet” barangpun digencet 8. Terima nyatanya tidak terima 9. Unlimited Jam Terima Trik Penerimaan Barang
  39. 39. Penyimpanan Barang
  40. 40. Penyimpanan Barang
  41. 41. Opname Fisik Barang
  42. 42. Intrasindo Pte Ltd's Warehouse Tantangan Barang tercampur/ Rusak Tantangan Keamananya Krn Tidak Berseragam Tantangan Kecelakaan Kaki Terluka Tantangan Boros Listrik Penerangannya Tantangan Tdk Efisien Penyimpanannya Tantangan Tidak Akurat Tidak ada alamatnya Tantangan GUDANG ++
  43. 43. Tatkala ‘gudang’ identik dengan keterbelakangan dan selalu menjadi urusan belakang Tidur di gudang Tumpukan palet kosong Dus isi atau Kosong ? Palet berdiri ? Cara menumpuk barang Lantai Penghematan Energi Lampu ? Baju Seragam Melihat Tantangan
  44. 44. Tahun 1900-an … Saat ‘safety (keselamatan)” masih menjadi faktor keberuntungan …. KESELAMATAN ?! AKURASI ?! Melihat Tantangan
  45. 45. Jelang Abad 20 Tatkala ‘gudang’ identik dengan keterbelakangan dan selalu menjadi urusan belakang EFISIENSI ?! Melihat Tantangan
  46. 46. Tatkala ‘gudang’ TIDAK identik dengan keterbelakangan dan TIDAK selalu menjadi urusan belakang Lampu Lantai Penanganan Barang Petunjuk Lokasi Pengaman Rak Jarak Antar Rak Melihat Tantangan
  47. 47. 1. Data pelaporan rutin (Reporting) 2. Dinding, atap, lantai 3. Kebersihan toilet dan kantin 4. Palet, rak 5. Forklift, hand pallet, loading dock 6. Lampu penerangan, musik dan udara 7. Struktur organisasi 8. Akurasi dan lay out penempatan barang 9. Keamanan barang di picking face 10. Tikus, lalat 11. Perlengkapan P3K dan poster/spanduk keselamatan 12. Prosedur penerimaan dan pengiriman barang 13. Pakaian kerja dan perlengkapan keamanan kerja 13 FOKUS SUKSES MENGELOLA GUDANG
  48. 48. Kodifikasi dan Sistem Informasi Asset By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  49. 49. TANAH PERALATAN DAN MESIN GEDUNG DAN BANGUNAN JALAN, IRIGASI DAN JARINGAN BANGUNAN DALAM PENGERJAAN ASET TETAP LAINNYA Alat Laboratorium Alat Kedokteran Alat Kantor Alat Berat Alat Angkutan Alat Bengkel Alat Komputer Alat Pertanian Alat Lainnya Barang Bercorak Kebudayaan dan Kesenian Buku Perpustakaan Persenjataan BARANG MILIK/ KEKAYAAN DAERAH PENGELOMPOKAN BARANG MILIK/KEKAYAAN DAERAH ASET TETAP
  50. 50. Sistem Informasi Manajemen Aset • Implementasi Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA/SIM Aset) pada hakekatnya adalah upaya untuk tertib dokumen dan tertib administrasi pengelolaan aset. • Tertib dokumen aset berkaitan dengan upaya penyediaan dan pendataan data-data / dokumen yang menyertai keberadaan aset, sedangkan tertib administrasi lebih dimaksudkan pada upaya membangun prosedur pengelolaan aset mulai saat pengadaan, penerimaan, perubahan data, hingga penghapusan aset. (Hartono, 2010)
  51. 51. Pengembangan SIMA • Sarana yang paling efektif untuk meningkatkan kinerja aspek ini adalah pengembangan SIMA. • Melalui SIMA, transparansi kerja dalam pengelolaan aset sangat terjamin tanpa perlu adanya kekhawatiran akan pengawasan dan pengendalian yang lemah. • Dalam SIMA, keempat aspek di atas diakomodasi dalam sistem dengan menambah aspek pengawasan dan pengendalian. • Demikian setiap penanganan terhadap suatu aset, termonitor jelas, mulai dari lingkup penanganan hingga siapa yang bertanggungjawab menanganinya. Hal ini akan diharapkan meminimalkan KKN dalam pelaksanaan pelayanan.
  52. 52. Fitur Sistem Informasi Manajemen Aset 1. Modul Data Referensi • Referensi Unit Kerja, digunakan Kode masing-masing Unit untuk menyatakan suatu barang berada di Unit Kerja sesuai Kode yang dimaksud. • Referensi Kelompok Barang, digunakan kode masing-masing kategori kelompok barang untuk menyatakan suatu barang masuk ke dalam kategori kelompok barang sesuai kode yang dimaksud. • Referensi Lokasi, digunakan untuk menyatakan suatu Lokasi Kota/Kabupaten, Propinsi, dan Negara. • Referensi Lainnya, meliputi Data Pegawai (perekaman dan pengaturan publikasi daftar pegawai), Data Status Barang (perekaman dan pengaturan publikasi daftar status barang: ada, dipinjam, dihibahkan, hilang, dan sejenisnya), Data Kondisi Barang (perekaman dan pengaturan publikasi daftar kondisi barang: baik, rusak, dan sejenisnya), Data Cara Perolehan (perekaman dan pengaturan publikasi daftar cara perolehan barang: hibah, pembangunan, pembelian, dan sejenisnya), Data Dasar Perolehan (perekaman dan pengaturan publikasi daftar dasar perolehan barang: taksiran, perolehan, dan sejenisnya).
  53. 53. 2. Modul Inventarisasi Perekaman Data Barang untuk dikelompokkan ke dalam Kategori Barang dan Unit Kerja yang bertanggung jawab terhadap barang tersebut. Hasil dari perekaman tersebut secara otomatis membentuk Kode Barang. Perekaman Data Barang kemudian dapat dikelompokkan ke dalam inventarisasi, seperti di bawah ini:
  54. 54. 3. Modul Perawatan • Referensi Unit Kerja, digunakan Kode masing-masing Unit untuk menyatakan suatu barang berada di Unit Kerja sesuai Kode yang dimaksud. • Referensi Kelompok Barang, digunakan kode masing-masing kategori kelompok barang untuk menyatakan suatu barang masuk ke dalam kategori kelompok barang sesuai kode yang dimaksud. • Referensi Lokasi, digunakan untuk menyatakan suatu Lokasi Kota/Kabupaten, Propinsi, dan Negara. • Referensi Lainnya, meliputi Data Pegawai (perekaman dan pengaturan publikasi daftar pegawai), Data Status Barang (perekaman dan pengaturan publikasi daftar status barang: ada, dipinjam, dihibahkan, hilang, dan sejenisnya), Data Kondisi Barang (perekaman dan pengaturan publikasi daftar kondisi barang: baik, rusak, dan sejenisnya), Data Cara Perolehan (perekaman dan pengaturan publikasi daftar cara perolehan barang: hibah, pembangunan, pembelian, dan sejenisnya), Data Dasar Perolehan (perekaman dan pengaturan publikasi daftar dasar perolehan barang: taksiran, perolehan, dan sejenisnya).
  55. 55. Langkah – Langkah Implementasi Simbada  Menyusun kebijakan mengenai Administrasi Aset Tetap/Barang Daerah yang bersifat fleksibel  Menyusun Pedoman Administrasi Barang/Aset Tetap Daerah dalam yang aplikable dan memperhatikan implementasi secara komputerisasinya.  Melakukan pelatihan kepada personil pengurus/pengelola Barang / Aset Tetap Daerah secara terstruktur dan terus- menerus  Melakukan pembenahan data secara manual
  56. 56. Lanjutan Simbada/SIMA 1. Pengadaan hardware/komputer/laptop khusus untuk mengelola Aset tetap/Barang Daerah 2. Pengadaan Aplikasi software Simbada/SIMA 3. Mengadakan pembenahan database komputerisasi Barang/Aset Tetap secara simultan atau bertahap 4. Melakukan entry database ke dalam sistem Aplikasi Simbada 5. Terus menerus melakukan Pelatihan kepada Pesonil dan Penyempurnaan/pengembangan Aplikasi Simbada.
  57. 57. KUNCI ADA KOMITMEN PERLU KONSISTEN PROG DAN PENDANAAN KEGIATAN BERKESINAMBUNGAN
  58. 58. Manajemen Keuangan dan Penilaian Aset By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  59. 59. Manajemen Keuangan • Manajemen Keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana, baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif, maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien. • Fungsi utama manajer Keuangan : 1. Pengambilan keputusan investasi (Use of funds) 2. Pengambilan keputusan pembelanjaan (Source of funds) 3. Kebijakan deviden (Devidend Policy)
  60. 60. Penilaian Aset • Penilaian aset adalah serangkaian kegiatan menilai kekayaan aset yang dimiliki sehingga dapat diketahui nilai kekayaan aset sebelum aset tersebut dimusnahkan. Penilaian adalah: • Merupakan sebuah opini (bukan judgment) • Merupakan suatu estimasi nilai (an estimated value) • Dilakukan pada hari yang ditentukan (as of specific date) • Berdasarkan pada hasil analisis atas data pasar yang relevan (Sugiama, 2013) Pengertian
  61. 61. Prinsip-prinsip Dasar Penilaian Aset 1. Highest and Best Use (Nilai Pasar) Nilai Pasar diukur berdasarkan penggunaan yang optimal (penggunaan yg paling menguntungkan) • Legal • Fisik 2. Supply and Demand (Penawaran dan permintaan) • Interaksi antara penawaran dan permintaan real estate menjadi penentu harga. Relatif terhadap faktor nilai, kegunaan, kelangkaan, keinginan dan daya beli efektif. • Nilai akan naik bila permintaan akan properti meningkat sementara penawaran terhadap properti tersebut terbatas 3. Subsitusi Pembeli suatu properti tidak akan membayar lebih terhadap suatu properti dibanding dengan biaya pembelian properti lain yang sama. • Finansial • Maximum producktivity
  62. 62. 4. Antisipasi Persepsi bahwa nilai diciptakan oleh ekspektasi atas keuntungan di masa depan. Nilai didasarkan pada persepsi pelaku pasar tentang keuntungan kepemilikan dimasa depan. 5. Competition Nilai property dipengaruhi oleh properti pesaingnya. Properti yang mempunyai daya saing rendah akan memiliki nilai rendah dibandingkan dengan properti yang memiliki dayasaing tinggi akan memiliki nilai tinggi. 6. Change Perubahan nilai dipengaruhi oleh banyak variable, penduduk, perekonomian, dll. Prinsip ini berpedoman bahwa nilai dari suatu properti dipengaruhi oleh faktor dari luar seperti kebijakan pemerintah, sarana dan prasarana lingkungan, dsb. 7. Conformity Prinsip kesesuaian, Properti yang letaknya bagus maka nilainya lebih bagus dari lokasi yang jelek. Prinsip ini perpedoman bahwa hubungan antara tanah dan bangunan di atasnya, serta hubungan antara properti dan lingkungannya harus seimbang sehingga nilainya mencerminkan nilai pasar yang optimal.
  63. 63. 8. Increasing And Descreasing Return Penambahan dan pengurangan pendapatan atau kesimbangan, penambahan biaya belum tentu akan menambah nilai. Nilai suatu properti diukur dari kontribusinya secara keseluruhan terhadap biaya yang telah dikeluarkan. 9. Consistence of use : Prinsip penggunaan tetap 10. Prinsip Kontribusi Nilai suatu properti diukur dari kontribusinya secara keseluruhan terhadap biaya yang telah dikeluarkan. 11. Prinsip Keseimbangan Prinsip ini perpedoman bahwa hubungan antara tanah dan bangunan di atasnya, serta hubungan antara properti dan lingkungannya harus seimbang sehingga nilainya mencerminkan nilai pasar yang optimal.
  64. 64. Jenis-Jenis Nilai Aset 1. Nilai Pasar (Market Value) adalah perkiraan jumlah uang pada tanggal penilaian, yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu aset, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang penawarannya dilakukan secara layak dan kedua pihak masing-masing mengetahui, bertindak hati-hati dan tanpa paksaan. 2. Nilai pasar untuk penggunaan yang ada (Market value for existing use) adalah nilai pasar dari suatu aset berdasarkan kelanjutan dari penggunaan yang ada, dengan asumsi bahwa aset tersebut dapat dijual di pasar terbuka untuk penggunaan yang ada saat itu, tetapi tetap sesuai dengan definisi nilai pasar tanpa memperhitungkan apakah penggunaan yang ada menggambarkan penggunaan terbaik dan tertinggi dari aset tersebut.
  65. 65. 3. Nilai asuransi (Insurable value) adalah nilai properti sebagaimana yang diterapkan berdasarkan kondisi- kondisi yang dinyatakan di dalam kontrak atau polis asuransi dan dituangkan dalam definisi yang jelas dan terinci 4. Nilai Buku (Book Value) adalah biaya perolehan (historical cost) yang dikurangi dengan sejumlah penyusutan yang telah dibebankan yang muncul selama umur penggunaan aset tersebut.
  66. 66. Faktor yang mengakibatkan naik/turun nilai 1. Faktor Fisik, Alam dan Lingkungan Yang mencakup antara lain iklim dan topografi, tingkat kesuburan tanah, sumber mineral dan banjir 2. Faktor Sosial Yang mencakup populasi penduduk, perubahan kepadatan, distribusi geografis atas kelompok ras masyarakat, dan perkembangan pendidikan dan aktivitas sosial
  67. 67. Faktor yang mengakibatkan naik/turun nilai . . . 3. Faktok Politik dan Kebijaksanaan Pemerintah Yang mencakup peruntukan, rencana tatakota, pembatasan pendirian bangunan, Kredit Perumahan Rakyat 4. Faktor Ekonomi Baik ekonomi mikro maupun makro yang. mencakup tingkat pengangguran, perubahan gaji pegawai, perluasan sektor industri, perubahan tingkat bunga bank dll.
  68. 68. Pengukuran dan Evaluasi Aset By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  69. 69. Karakteristik Utama Aset Manfaat ekonomi di masa yang akan datang Dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan (entitas) Hasil dari transaksi atau kejadian masa lalu Dapat dipertukarkan* * Karakteristik tambahan
  70. 70. Kriteria Pengakuan • Reliance on the Law (berdasarkan hukum) Pengakuan untuk sebagian besar aktiva tergantung dari substansi hukumnya. Piutang diakui karena adanya transaksi penjualan kredit dan pembelian aktiva tetap didukung oleh hak pemakaian secara hukum. • Use of the conservatism priciple (penggunaan prinsip konservatisme) Kerugian boleh diakui meskipun belum terealisir, tapi keuntungan belum boleh diakui sebelum terealisir. Ini berarti juga hutang diakui lebih awal, tidak demikian dengan aktiva. • Penentuan suatu transaksi memiliki substansi ekonomi Penentuan suatu transaksi memiliki substansi ekonomi berhubungan dengan kualitas informasi akuntansi yang relevan. Bila suatu transaksi dinyatakan memiliki substansi ekonomi, maka penting untuk dicatat dan dilaporkan. Nilai substansi ekonomi sulit ditentukan, apalagi menyangkut masa yang akan datang. • Nilainya dapat ditukar Apabila aktiva tidak dapat diukur secara pasti, maka aktiva tersebut tidak bisa diakui.
  71. 71. Pengukuran Aset • Atribut Pengukuran Beberapa nilai dalam bentuk uang yang dikenal sebagai berikut:  Harga historis (acquisition cost)  Harga ganti (replacement cost)  Exit price  Nilai yang dapat direalisasi (net realizable value)  Nilai tunai sekarang (present value) Nilai yang subjektif Pengukuran-pengukuran secara periodik terhadap laba, arus kas, dan nilai maupun komposisi aset, kewajiban, dan kekayaan bersih sangat membantu manajemen dalam melakukan penyesuaian-penyesuaian tersebut. Namun muncul pertanyaan, nilai apakah yang akan digunakan untuk mengukur aset, dan kewajiban yang relevan dan reliabel untuk kepentingan manajemen, investor, dan kreditur?.
  72. 72. Pengukuran Aset • Atribut Pengukuran Nilai ekonomi Nilai ekonomi merupakan nilai yang paling memuaskan dalam mengukur nilai aset, sayangnya kita tidak mampu untuk mengukur nilai ekonomi secara tepat, karena nilai ekonomi sangat subjektif. Harga Historis (cost) dan nilai Harga historis adalah pengorbanan produsen, sedangkan nilai pasar merupakan pengorbanan konsumen untuk mendapatkan manfaat barang tersebut.
  73. 73. Pengukuran Aset • Menaksir nilai ekonomi yang wajar  Nilai tunai Dalam menghitung Nilai Kas Sekarang, terdapat tiga hal yang diperlukan, yaitu perkiraan jumlah kas masuk bersih, tingkat bunga, dan jangka waktu produksi mesin.  Nilai pasar Kondisi yang mempengaruhi harga pasar, 1. adanya pasar yang berbeda, tidak saja lokasi yang berbeda, tetapi juga kondisi lingkungan pun berpengaruh terhadap harga pasar untuk produk yang sama meskipun di kota yang sama. 2. Dalam pasar yang tidak sempurna, waktu dan upaya untuk mendapatkan harga terbaik tetap dilakukan oleh pembeli, sehingga dapat menimbulkan harga yang berbeda di antara pembeli. 3. Pelayanan purna jual juga berpengaruh terhadap harga yang disetujui.
  74. 74. Pengukuran Aset • Beberapa atribut nilai  Nilai sekarang (present value) Digunakan untuk aset moneter jangka panjang, seperti piutang jangka panjang, hutang jangka panjang, obligasi jangka panjang dan sewa guna usaha.  Kas yang diharapkan Yaitu uang tunai yang dapat diharapkan terkumpul dalam jangka pendek. Nilai ini digunakan untuk menilai piutang yang kemungkinan dapat ditagih.
  75. 75. Pengukuran Aset  Harga historis Biasanya digunakan untuk aset non-moneter seperti persediaan, tanah, gedung, mesin dan peralatan. Alternatif lain untuk menilai aset-aset tersebut adalah harga terkini dan exit price.  Harga pasar Dalam hal menilai persediaan dapat digunakan harga pasar atau perolehan mana yang lebih rendah. Bahkan dalam kondisi tertentu, misal barang yang ketinggalan jaman atau rusak dapat dinilai dengan nilai yang lebih realistis, karena harga historis tidak memadai lagi.
  76. 76. Pengukuran Aset Pengukuran aset adalah sebagai berikut: a. Kas dicatat sebesar nilai nominal; b. Investasi jangka pendek dicatat sebesar nilai perolehan; c. Piutang dicatat sebesar nilai nominal; d. Persediaan dicatat sebesar: (1) Biaya Perolehan apabila diperoleh dengan pembelian; (2) Biaya Standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri; (3) Nilai wajar apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan.
  77. 77. Pelaporan Aset By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  78. 78. PELAPORAN BARANG MILIK/KEKAYAAN DAERAH 1. setiap unit kerja menyampaikan laporan barang milik/kekayaan daerah yang dikuasainya kepada unit organisasi BARANG MILIK/ KEKAYAAN DAERAH ATASANNYA. 2. LAPORAN BARANG MILIK/KEKAYAAN DAERAH DIBUAT DAN DIKIRIMKAN SECARA BERKALA : a. SETIAP 6 BULAN : Laporan Mutasi Barang Semesteran b. SETIAP TAHUN : Laporan Tahunan
  79. 79. Pelaporan • Kuasa pengguna barang menyampaikan laporan pengguna barang semesteran, tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada pengguna. • Pengguna menyampaikan laporan pengguna barang semesteran, tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada Kepala Daerah melalui pengelola. • Pembantu pengelola menghimpun seluruh laporan pengguna barang semesteran, tahunan dan 5 (lima) tahunan dari masing- masing SKPD, jumlah maupun nilai serta dibuat rekapitulasinya. • Rekapitulasi sebagaimana dimaksud di atas, digunakan sebagai bahan penyusunan neraca daerah.
  80. 80. Pelaporan (2) • Kuasa pengguna barang harus menyusun LBKPS (laporan barang kuasa pengguna semesteran) dan LBPKT (laporan barang kuasa pengguna tahunan) kepada pengguna barang • Pengguna barang harus menyusun LBPS (laporan barang pengguna semesteran) dan LBPT (laporan barang pengguna tahunan) kepada pengelola barang • Pengelola barang harus menyusun LBMD (laporan barang milik daerah) berupa tanah dan atau bangunan secara semesteran maupun tahunan, dan menghimpun LBPS dan LBPT untuk kemudian menjadi LBMD • Lebih lanjut LBMD akan menjadi acuan untuk penyusunan neraca daerah
  81. 81. Pelaporan (3) • Hasil sensus/inventarisasi barang daerah dari masing-masing pengguna/kuasa pengguna, di rekap ke dalam buku inventaris dan disampaikan kepada pengelola, selanjutnya pembantu pengelola merekap buku inventaris tersebut menjadi buku induk inventaris. • Buku Induk Inventaris merupakan saldo awal pada daftar mutasi barang tahun berikutnya, selanjutnya untuk tahun-tahun berikutnya pengguna/kuasa pengguna dan pengelola hanya membuat Daftar Mutasi Barang (bertambah dan/atau berkurang) dalam bentuk rekapitulasi barang milik daerah.
  82. 82. Laporan AKTIVA TETAP • Laporan aktiva tetap disusun berdasarkan data yang dikumpulkan melalui proses akuntansi • Laporan aktiva tetap terdiri atas: Laporan Aktiva Tetap Dalam Keadaan Rusak • Laporan Aktiva Tetap Yang Sedang Diperbaiki Laporan Aktiva Tetap Yang Digunakan • Laporan Penyusutan Aktiva Tetap
  83. 83. Laporan Aktiva Tetap Dalam Kondisi Rusak
  84. 84. Laporan Aktiva Tetap yang Sedang Diperbaiki/Diservice
  85. 85. Laporan Aktiva yang Digunakan • Laporan ini memuat informasi mengenai aktiva tetap dalam kondisi baik atau siap digunakan dalam kegiatan operasi perusaahan • Dalam perusahaan manufaktur, laporan ini digunakan sebagai perencanaan produksi • Dihubungkan dengan produk yang harus dihasilkan, laporan dapat pula digunakan sebagai pertimbangan perlu atau tidaknya penambahan mesin
  86. 86. • Memuat besarnya penyusutan tiap tahun, harga buku, dan sisa usia penggunaan untuk tiap jenis aktiva • Laporan ini diperlukan dalam pembuatan rencana pembelian aktiva tetap Laporan Penyusutan Aktiva Tetap
  87. 87. Metode Lelang dan Penghapusan Aset By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284
  88. 88. • Penghapusan adalah tindakan menghapus Barang Milik Negara/Daerah dari daftar barang dengan menerbitkan keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan Pengelola Barang, Pengguna Barang, dan/atau Kuasa Pengguna Barang dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya. PP 27 Tahun 2014 Psl.1 (23) PENGHAPUSAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH
  89. 89. PENGHAPUSAN ASET
  90. 90. • Panitia penghapusan merupakan satuan tugas (task force) yang dibentuk oleh Pejabat yang berwenang, dengan ketentuan bahwa panitia penghapusan sekaligus menjadi panitia peneliti/pemeriksa dan panitia pelelangan. PANITIA PENGHAPUSAN
  91. 91. secara Lelang melalui Kantor Lelang Negara

×