Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Conflict Management Technique-TRAINING

1,623 views

Published on

Conflict and Stress Management Training-MBT

Published in: Business, Technology
  • Be the first to comment

Conflict Management Technique-TRAINING

  1. 1. Bandung, 22 - 23 Desember 2009 By : Kanaidi, SE., M.Si [email_address] Conflict Management Techniques
  2. 2. A Few Questions <ul><li>Is conflict bad for business? </li></ul><ul><li>What kind of conflict is seen in our business? </li></ul><ul><li>Does this conflict help or hurt our performance? </li></ul>
  3. 3. Views of CONFLICT <ul><li>Traditional view </li></ul><ul><ul><li>Conflict is bad </li></ul></ul><ul><ul><li>Caused by trouble-makers </li></ul></ul><ul><ul><li>Should be avoided </li></ul></ul><ul><li>Humain Relation view </li></ul><ul><ul><li>Conflict is natural </li></ul></ul><ul><ul><li>It is inevitable </li></ul></ul><ul><ul><li>Cannot be eliminated </li></ul></ul><ul><li>Interactionist view </li></ul><ul><ul><li>Conflict is necessary </li></ul></ul><ul><ul><li>It can be negative or positive </li></ul></ul><ul><ul><li>It effects group performance </li></ul></ul>
  4. 4. Conflict Process Antecedent conditions Perceived conflict Felt Conflict Manifest behavior Conflict Resolution Or Suppression Resolution aftermath
  5. 5. Antecedent Conditions <ul><li>Scarce Resources </li></ul><ul><li>Conflicting attitude </li></ul><ul><li>Ambiguous jurisdiction </li></ul><ul><li>Communication barriers </li></ul><ul><li>Need for consensus </li></ul><ul><li>Unresolved prior conflicts </li></ul><ul><li>Knowledge of self and others </li></ul>
  6. 6. Popular : SANGUINIS Perfect : MELANKOLIS KHOLERIS : Powerful PHLEGMATIS : Peaceful Tidak disiplin, Emosi tdk stabil, Tdk produktif, Egosentris, Membesar-besarkan masalah Dingin, Tdk emosi, Merasa puas diri, Ceroboh, Dominan, Sulit mengampuni, Sarkatis, Pemarah, Kejam Pemurung, Berpusat pd diri, Suka menyiksa, Pembalas, Perasa, Teoritis, Kurang bermasyarakat, Berfikir negatif, Pendendam Tdk punya motivasi, Suka menunda, Egois, Kikir, Menyelamatkan diri sendiri, Tidak tegas, Penakut, Mudah khawatir KELEMAHAN KELEMAHAN Ramah, Responsif, Hangat, Bersahabat, Banyak bicara, Antusias, Belas kasih Berbakat, Analitis, Estelitis, Rela berkorban, Tekun, Disiplin Kemaun keras, Independen, Memiliki visi, Praktis, Produktif, Tegas, Pemimpin Tenang, Kalem, Cuek/tdk peduli, Diandalkan, Objektif, Diplomatis, Efisien, Teratur, Humoris KEKUATAN : KEKUATAN : 4 Golongan Temperamen Manusia KEKUATAN : KEKUATAN :
  7. 7. Methods to deal with conflicts <ul><li>Competition (win-lose situation) </li></ul><ul><li>Accommodation (win-win situation) </li></ul><ul><li>Avoidance (lose-lose situation) </li></ul><ul><li>Compromise (lose-lose situation) </li></ul><ul><li>Collaboration (win-win situation) </li></ul>
  8. 8. Conflict Table I win I lose You win You lose Lose-Lose Win-Lose Lose-Win Win-Win
  9. 9. <ul><li>Conflict Handling Styles </li></ul><ul><ul><li>Avoiding </li></ul></ul><ul><ul><li>Compromise </li></ul></ul><ul><ul><li>Competition </li></ul></ul><ul><ul><li>Accommodation </li></ul></ul><ul><ul><li>Collaboration </li></ul></ul>
  10. 10. DIMENSI DARI KONFLIK DAN ORIENTASI PEMECAHANNYA TINGKATAN KERJASAMA KERJASAMA SANGAT ERAT TIDAK ADA KERJASAMA TINGKAT KETEGASAN KURANG TEGAS SANGAT TEGAS HINDAR KOMPETISI AKOMODASI KOLABORASI SUMBER: K. THOMAS “ CONFLICT AND CONFLICT MANAGEMENT ” KOMPROMI
  11. 11. <ul><li>Apabila tujuan adalah segalanya, dan kita tidak dapat memaksimalkan baik ketegasan kita maupun kerjasama kita </li></ul><ul><li>Apabila pihak lain memiliki kekuatan yang sama besar dengan kita, sementara itu peluang yang adapun berimbang </li></ul><ul><li>Untuk mencapai penyelesaian sementara </li></ul><ul><li>Untuk mendapatkan solusi yang memuaskan pihak-pihak yang terkait dalam kondisi waktu yang sangat mendesak </li></ul><ul><li>Sebagai jaga-jaga bila mode kolaborasi atau kompetisi ternyata tidak berhasil </li></ul>Kompromi <ul><li>Bila kita menyadari kita ada pada pihak yang salah dan perlu segera memperbaiki diri </li></ul><ul><li>Bila masalah tersebut sangat menentukan dan vital bagi pihak lain, sementara masalah yang sama tidak berarti apa-apa bagi kita dan kita masih membutuhkan kerjasama pihak lain tersebut </li></ul><ul><li>Untuk meminimalisir kerugian kita apabila kita telah kalah dalam kompetisi yang ketat dengan pihak lain </li></ul><ul><li>Apabila keselarasan dan stabilitas menjadi ukuran yang terpenting pada saat itu </li></ul><ul><li>Untuk memberikan kesempatan kepada para bawahan kita belajar dari kesalahan yang telah mereka lakukan </li></ul>Akomodasi <ul><li>Apabila masalahnya sangat sepele, sementara masalah-masalah lain yang lebih penting masih cukup banyak </li></ul><ul><li>Apabila tidak ada manfaat yang dapat kita peroleh dari penyelesaian konflik tersebut </li></ul><ul><li>Untuk memberikan kesempatan pihak lain “tenang” dan “dingin” dahulu, guna memperoleh perspektif yang jauh lebih baik </li></ul><ul><li>Bila pihak lain dapat mengatasi konflik tersebut dengan jauh lebih baik daripada kita </li></ul><ul><li>Bial konflik berasal dari gejala permasalahan yang lainnya </li></ul>Hindar <ul><li>Untuk mendapatkan solusi yang integratif, terlebih apabila kedua pihak memiliki pendapat yang sangat baik bila digabungkan </li></ul><ul><li>Apabila tujuan kita adalah “belajar” dari pihak lain </li></ul><ul><li>Untuk mendapatkan nilai-nilai positif dari pihak-pihak yang memiliki perspektif berbeda dengan kita </li></ul><ul><li>Untuk mendapatkan komitmen dari pihak lain dengan jalan melakukan konsensus </li></ul>Kolaborasi <ul><li>Apabila kondisi sangat mendesak, darurat & gawat </li></ul><ul><li>Membutuhkan tekanan (seperti pemotongan biaya, dll) </li></ul><ul><li>Sangat menentukan bagi kelanjutan organisasi dan hanya kita yang tahu permasalahannya </li></ul><ul><li>Untuk mengatasi pihak-pihak yang memang hanya dapat didekati dengan cara ini </li></ul>Kompetisi Situasi Yang Memungkinkan Model Konflik
  12. 12. DIMENSI HUBUNGAN DAN KETEGASAN DALAM KONFLIK <ul><ul><li>1. Kompetisi, dimana tingkat ketegasan sangat tinggi tetapi kerjasama sangat kurang. Perilaku ini disebut sebagai Gaya Ikan Hiu. Ikan hiu senang menaklukkan lawan dengan memaksanya menerima solusi konflik yang ia sodorkan. Baginya, tercapainya tujuan pribadi adalah yang utama sedangkan hubungan dengan pihak lain tidak terlalu penting. Baginya, konflik harus dipecahkan dengan cara satu pihak menang dan pihak lainnya kalah. Dalam pewayangan, sikap ini kiranya dapat kita temukan dalam figure Duryudana </li></ul></ul>
  13. 13. DIMENSI HUBUNGAN DAN KETEGASAN DALAM KONFLIK 2. Kolaborasi, yaitu kondisi dimana tingkat ketegasan sangat tinggi dan tingkat kerjasama sangat tinggi pula. Perilaku seperti ini dapat dikatakan sebagai Gaya Burung Hantu. Burung hantu sangat mengutamakan tujuan-tujuan pribadinya sekaligus hubungannya dengan pihak lain. Baginya, konflik merupakan masalah yang harus dicari pemecahannya dan pemecahan itu harus sejalan dengan tujuan-tujuan pribadinya maupun tujuan-tujuan pribadi lawannya. Baginya, konflik bermanfaat menigkatkan hubungan dengan cara mengurangi ketegangan yang terjadi diantara dua pihak yang berhubungan. Menghadapi konflik, burung hantu akan selalu berusaha mencari penyelesaian yang memuaskan kedua belah pihak dan yang mampu menghilangkan ketegangan serta perasaan negatif lain yang mungkin muncul di dalam diri kedua pihak akibat konflik itu. Dalam dunia pewayangan, sikap ini kiranya dapat kita temukan dalam figure Kresna .
  14. 14. DIMENSI HUBUNGAN DAN KETEGASAN DALAM KONFLIK 3. Kompromi, yaitu kombinasi yang seimbang (setengah-setengah) antara tingkat ketegasan dan tingkat kerjasama. Perilaku ini disebut sebagai Gaya Rubah. Rubah senang mencari kompromi. Baginya, baik tercapainya tujuan-tujuan pribadi maupun hubungan baik dengan pihak lain sama-sama cukup penting. Ia mau mengorbankan sedikit tujuan-tujuannya dan hubungannya dengan pihak lain demi tercapainya kepentingan dan kebaikan bersama ini figur dari Prabu Salya
  15. 15. <ul><li>4. Hindar, dimana baik tingkat ketagasan dan tingkat kerjasama berada pada titik terendah. Perilaku ini dapat disebut sebagai Gaya Kura-kura. Konon, kura-kura lebih senang menarik diri bersembunyi di balik tempurung badannya untuk menghindari konflik. Mereka cenderung menghindar dari pokok-pokok soal maupun dari orang-orang yang dapat menimbulkan konflik. Mereka percaya bahwa setiap usaha memecahkan konflik hanya akan sia-sia. Lebih mudah menarik diri, secara fisik maupun psikologis, dari konflik daripada menghadapinya. Dalam pewayangan, sikap semacam ini kiranya dapat kita temukan dalam figur Baladewa . </li></ul>DIMENSI HUBUNGAN DAN KETEGASAN DALAM KONFLIK
  16. 16. 5. Akomodasi , yaitu kondisi dimana tingkat ketegasan sangat rendah, tetapi tingkat kerjasama berada pada titik tertinggi. Perilaku ini dapat dikategorikan sebagai Gaya Kancil. Seekor kancil sangat mengutamakan hubungan dan kurang mementingkan tujuan-tujuan pribadinya. Ia ingin diterima dan disukai oleh binatang lain. Ia berkeyakinan bahwa konflik harus dihindari, demi kerukunan. Setiap konflik tidak mungkin dipecahkan tanpa merusak hubungan. Konflik harus didamaikan bukan dipecahkan agar hubungan tidak menjadi rusak. Dalam dunia pewayangan, sikap ini kiranya dapat kita temukan dalam diri tokoh Puntadewa . DIMENSI HUBUNGAN DAN KETEGASAN DALAM KONFLIK
  17. 17. Remember ! “ You can get anything in life that you want if you can help enough people get what they want”
  18. 18. Desirability of Conflict <ul><li>Conflict can be desirable. </li></ul><ul><li>Conflict helps eliminate or reduce the likelihood of groupthink. </li></ul><ul><li>A moderate level of conflict across tasks within a group resulted in increased group performance while conflict among personalities resulted in lower group performance (Peterson and Behfar, 2003) </li></ul>
  19. 19. How to prevent conflicts <ul><li>Frequent meeting of your team </li></ul><ul><li>Allow your team to express openly </li></ul><ul><li>Sharing objectives </li></ul><ul><li>Having a clear and detailed job description </li></ul><ul><li>Distributing task fairly </li></ul><ul><li>Never criticize team members publicly </li></ul><ul><li>Always be fair and just with your team </li></ul><ul><li>Being a role model </li></ul>
  20. 20. Conclusion <ul><li>Negative effects of Conflict : Stress, Absenteeism, Staff turnover, De-motivation, Non-productivity </li></ul><ul><li>Conflict can be desirable & healthy </li></ul><ul><li>It reflects dynamics </li></ul><ul><li>Increased & Lower group performance </li></ul>
  21. 21. Conclusion <ul><li>Well managed conflicts </li></ul><ul><ul><li>Stimulate competition </li></ul></ul><ul><ul><li>Identify legitimate differences </li></ul></ul><ul><ul><li>Powerful source of motivation </li></ul></ul><ul><li>Poorly managed conflicts </li></ul><ul><ul><li>Unfavorable with counter productive results </li></ul></ul><ul><ul><li>Problems and negative attitude </li></ul></ul>

×