Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Basic yield management front office

232 views

Published on

Basic Yield Management front office in Bahasa

Published in: Education
  • Be the first to comment

Basic yield management front office

  1. 1. Santika Premiere Dyandra Medan By Keken Hardiansyah
  2. 2.  Manajemen Yield menurut Kasavana & Brooks (1995:427) adalah teknik berdasarkan factor permintaan dan pasokan (supply and demand) yang digunakan untuk memaksimumkan keuntungan dengan cara menurunkan harga- harga demi peningkatan penjualan pada saat bisnis sedang sepi (sedikit permintaan) dan menaikkan harga bila permintaan tinggi (operasional sedang ramai). Manajemen Yield secara historis diartikan sebagai penilaian bisnis hotel berdasarkan keberhasilan dalam pencapaian tingkat penghunian kamar dan harga kamar rata-rata yang terjual setiap harinya.
  3. 3.  Konsep perhitungan yield berawal dari perusahaan/industry penerbangan. Para penumpang pesawat terbang biasanya mengetahui bahwa tiket pesawat penumpang memiliki harga yang berbeda- beda.  Yield manajemen mengikuti konsep ekonomi mengenai hubungan permintaan dan pasokan (supply & demand). Harga cenderung naik bila permintaan lebih banyak dari pasokan. Sebaliknya harga cenderung turun apabila permintaan lebih sedikit dibanding pasokan.  Penentuan harga adalah kunci keberhasilan dalam perolehan keuntungan
  4. 4.  Industri layanan adalah industri yang produk jualannya bersifat perishable. Bila hari ini tidak terjual, barang tidak dapat ditarik kembali untuk dijual keesokan harinya. Front Office Staff harus mampu menganalisa strategi perkiraan pemesanan kamar, system informasi computer, paket-paket harga yang ditawarkan, harga kamar khusus, dan lain sebagainya. Karena itu kita harus mencatat hal-hal penting sebagai berikut:
  5. 5. ☻ Perbaikan perkiraan Perbaikan harga kamar musiman dan membuat keputusan ☻ Mengidentifikasi segmen pasar yang baru ☻ Mengidentifikasi permintaan segmen pasar ☻ Meningkatkan koordinasi antara Kantor Depan dengan bagian penjualan (Sales Dept.) ☻ Menghitung aktivitas discount ☻ Memperbaiki pengembangan rencana bisnis ☻ memperbaiki harga-harga kamar yang ketinggalan zaman
  6. 6.  1. Tujuan Menetapkan Harga Kamar  a. Memperoleh keuntungan yang diharapkan bagi hotel yang bersangkutan.  b. Pengembalian investasi (modal yang ditanamkan)sesuai dengan target waktu tang telah ditentukan  c. Memperkecil pola persaingan yang ada.  d. Memperbaiki atau mempertahankan market share (pangsa pasar) yang ada.  e. Meningkatkan penjualan product line (garis hubungan bisnis dan produknya).
  7. 7. 2. Perbedaan Tarif Kamar dan Jenis Tarif Kamar Khusus Tarif kamar dibedakan menjadi 4 yaitu: a. Tarif kamar per “Room Tariff” Harga yang ditetapkan tidak dipengaruhi oleh jumlah penghuni yang akan menempati kamar tersebut. b. Tarif kamar per “Person Tariff” Harga kamar yang ditetapkan unutk tamu yang menginap tergantung jumlah penghuni yang akan menempati kamar tersebut.
  8. 8. c. Tarif kamar per “Published Tariff” Harga kamar yang dijual sesuai dengan yang dipublikasikan kepada masyarakat umum.  d. Tarif kamar per “Confidential Tariff” Harga kamar yang berlaku hanya diketahui oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat.
  9. 9. Tarif kamar khusus ada bermacam- macam, yaitu: a. Seasonal Rates Harga pada saat “peak season” sedang tinggi, maka harga kamar dijual lebih mahal dibandingkan pada saat “low season”. b. Week-end Rates Biasanya diberlakukan pada bisnis hotel di kota-kota besar, dimana sebagian besar penghuninya lebih sedikit dibandingkan dengan hari kerja.
  10. 10. c. Family Plan Rates Biasanya berbeda dengan harga kamar lain, dengan tanpa memperhitungkan adanya biaya extra bed. d. Group Rates Harga kamar untuk rombongan yang memakai kamar lebih dari satu dan datang bersama-sama dalam satu kelompok.
  11. 11. e. Commercial Rates Diperuntukkan bagi regular guest yang sudah biasa menginap di hotel tersebut, biasanya untuk urusan bisnis. f. Airlines rates Dibedakan menjadi 2 bagian: √ Untuk crew (untuk cockpit crew, flight engineer, dan cabin crew). √ Untuk passanger.
  12. 12.  g. Travel Agencies Rates Berdasarkan perjanjian khusus antara pihak hotel dan Travel Agent. h. Day Rates Diberlakukan setengah harga dari “published rate”, karena pemakaian kamar hanya untuk satu hari saja (± 12 jam) i. Over Flow Rates Harga kamar khusus terutama pada tamu yang dikirim oleh hotel lain, karena hotel yang bersangkutan sedang mengalami “Full House”. j. Flat Rates Diberlakukan untuk group tanpa memandang harga kamar.
  13. 13. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Harga Kamar Ada 2 macam, yaitu: a. Factor Internal Sasaran Perusahaan Laba (ROI) • Penjualan • Posisi Persaingan • Tipe tamu • ServiceStrategi Pemasaran • Disain Produk • Distribusi • Promosi • Produksi • Distribusi • Perlengkapan/fasilitas kamar Hotel
  14. 14. b. Factor Eksternal Pasar dan permintaan • Analisis kebutuhan konsumen • Persepsi konsumen terhadap harga Kompetitor • Harga dan tawaran Pesaing Lingkungan • Ekonomi – Inflasi – Resesi - Tingkat Bunga • Politik – Kepemimpinan - Situasi Perang – Keamanan – Kebijaksanaan • Pemerintah - Kenaikan PLN/BBM - Perpajakan – Deregulasi - Lokasi
  15. 15.  a. The Rule of Thumb  Harga kamar rata-rata = Biaya Investasi Kamar 1000  b. The Hubbart Formula  Dimulai dari perhitungan keuntungan, penambahan pemasukan dari pajak, pengeluaran tetap, dan pengeluaran- pengeluaran operasional. Kemudian memperkirakan jumlah kamar yang akan terjual dalam satu tahun
  16. 16. c. Break Even Points Analysis Analisis titik impas yang mana dengan titik balance tersebut hotel tidak akan pernah mengalami kerugian, akan tetapi dengan syarat harus diketemukan titik impas tersebut (break even points analysis)

×