Sidang pkl yang pake foto

3,625 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Sidang pkl yang pake foto

  1. 1. Dosen Pembimbing: Ibu Yasmin Faradiba Anggota Kelompok: Fathia Marliana Dwi Wulandari R Naisa Maulidia Fitrah Mutia
  2. 2. SEJARAH BERDIRINYA PAUD BINA INSANI Didirikan atas usaha warga Lokasi awal: tempat pembuangan sampah Upaya: Pemberantasan kriminal & narkoba Penghargaan Kampung Bebas Narkoba
  3. 3. Bantuan dari DEPDIKNAS: Duta Taman Baca Terdiri dari 2 kelompok usia Dibina oleh 2 orang tutor
  4. 4. TUJUAN (VISI MISI)
  5. 5. A . Program Kegiatan (kurikulum) ♦ Satuan Kegiatan Harian (SKH) & Satuan Kegiatan Mingguan(SKM) ♦ Kurikulum rekomendasi HIMPAUDI ♦ Pelaksanaan kegiatan pembelajaran lebih menekankan baca dan tulis ♦ Evaluasi tes tertulis & praktek 1 x /semester
  6. 6. 1. Materi Pada pembelajaran PAUD Bina Insani tidak terfokus pada materi dan sekalipun ada kurang mendalam. Terdapat satu kegiatan inti dalam setiap pembelajaran dan tidak selalu sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Secara umum pembelajaran menitikberatkan pada kemampuan membaca dan menulis. Pada pembelajaran PAUD Bina Insani tidak terfokus pada materi dan sekalipun ada kurang mendalam. Terdapat satu kegiatan inti dalam setiap pembelajaran dan tidak selalu sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Secara umum pembelajaran menitikberatkan pada kemampuan membaca dan menulis.
  7. 7. a. Tanya jawab b. Pemberian tugas c. Metode bercerita
  8. 8. ♥Modul ♥Buku tulis anak ♥Tape recorder dan kaset senam 3. Media Pembelajaran3. Media Pembelajaran
  9. 9. Kader Pesert a didik Anggaran dana
  10. 10. Berdasarkan kurikulum 2004: Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan kegiatan/pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan kurikulum 2004: Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan kegiatan/pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. A. PROGRAM KEGIATAN (KURIKULUM)
  11. 11. Hilda Taba mengungkapkan bahwa “pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berpartisipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyarakatnya” Hilda Taba mengungkapkan bahwa “pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berpartisipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyarakatnya” Kenneth D.Moore dalam Effective Instructional Strategies: ”the curiculum, student body, and teaching strategies of a school will reflect the values, attitudes, beliefs, and goals of the community in which it exist (kurikulum, tubuh siswa, dan strategi mengajar mencerminkan nilai, sikap kepercayaan pada masyarakat)” Kenneth D.Moore dalam Effective Instructional Strategies: ”the curiculum, student body, and teaching strategies of a school will reflect the values, attitudes, beliefs, and goals of the community in which it exist (kurikulum, tubuh siswa, dan strategi mengajar mencerminkan nilai, sikap kepercayaan pada masyarakat)”
  12. 12. Dari hasil analisa berbagai teori yang dipaparkan, maka dapat disimpulkan bahwa: kurikulum merupakan perencanaan program yang dikembangkan untuk memperlancar proses pembelajaran dalam rangka mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak, merangsang kematangan perkembangan dan seluruh jenis kecerdasan anak. Dari hasil analisa berbagai teori yang dipaparkan, maka dapat disimpulkan bahwa: kurikulum merupakan perencanaan program yang dikembangkan untuk memperlancar proses pembelajaran dalam rangka mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak, merangsang kematangan perkembangan dan seluruh jenis kecerdasan anak.
  13. 13. Untuk memperbaiki dan mengembangkan program kurikulum pada PAUD Bina Insani, hal utama yang harus dilakukan adalah: 1. Memilih acuan materi kurikulum yang sesuai untuk anak usia dini, salah satunya: “Peraturan pemerintah No.58, sehingga memudahkan dalam pembuatan program dan perencanaan pembelajaran, serta diintegrasi dengan menu generik, karena bentuknya detail dan memudahkan untuk evaluasi” Analisis 1:
  14. 14. Pengembangan program kurikulum, mencakup 6 Aspek Agama & moral/nilai Kognitif Bahasa Seni Sosio Emosional Fisik/ Motorik
  15. 15.  Penentuan pola pengembangan sangat diperlukan, disesuaikan dengan tujuan dan hasil akhir yang diharapkan. Seperti yang dipaparkan oleh Oliva dalam Effective Instructional Strategies: “sekolah mempunyai fleksibilitas dalam memilih pola kurikulum”.  Mengenai pola kurikulum, lebih lanjut, dijelaskan oleh Kenneth D. Moore dalam Effective Instructional Strategies: “kurikulum yang berpusat pada siswa terfokus pada kebutuhan siswa, minat dan kegiatan”
  16. 16. Analisis 2 Penentuan pola pengembangan kurikulum, mempengaruhi phylosopy dan teori konsep dasar Pendidikan Anak Usia Dini, sehingga kami menyesuaikan beberapa teori yang cocok digunakan dalam menerapkan pola kurikulum yang berpusat pada anak dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan, diantaranya: Teori Kebutuhan (Maslow) Teori Konstruktivisme (Jean Piaget) Teori Zone of Proxima Development (Vygotsky) Teori Multiple Intelligences (Howard Gardner) Teori Konsep Tiga Jenis Main Teori Psikososial (Erik Erikson) Teori Developmentaly Appropriate Practice)
  17. 17. Kesimpulan Berdasarkan keseluruhan teori yang dipaparkan, maka penyusunan kurikulum Pembelajaran PAUD Bina Insani cocok sekali untuk menggunakan pendekatan BCCT (Beyond Center and Circle Time) karena berpusat pada anak.
  18. 18.  Ace Suryadi: “Anak dirangsang secara aktif melakukan kegiatan bermain sambil belajar di sentra-sentra pembelajaran  Marilyn Goldhammar dkk:”…sentra-sentra dengan penataan alat permainan yang menarik yang dapat meningkatkan kemandirian, mendorong pembuatan keputusan pada anak itu sendiri dan meningkatkan keterlibatan anak”  Ace Suryadi: “Anak dirangsang secara aktif melakukan kegiatan bermain sambil belajar di sentra-sentra pembelajaran  Marilyn Goldhammar dkk:”…sentra-sentra dengan penataan alat permainan yang menarik yang dapat meningkatkan kemandirian, mendorong pembuatan keputusan pada anak itu sendiri dan meningkatkan keterlibatan anak”
  19. 19. Adanya ketidakaturan dan kedisiplinan Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukkan pendekatan pembelajaran di PAUD Bina Insani:
  20. 20. Anak yang berlarian pada saat pembelajaran Orang tua yang berada dalam ruangan
  21. 21. 1. Mempertimbangkan Rasio 2. Memperhatikan minat dan perkembangan anak 3. Terdapat pijakan dalam kegiatan pembelajaran 4. Terdapat 3 jenis main 5. Menciptakan keteraturan
  22. 22.  Dalam The Creative Curiculum For Early Childhood, yang juga mendukung pengembangan konsep BCCT: ” ada beberapa sentra yang dapat dibuka dalam sebuah sekolah, sentra-sentra tersebut telah disesuaikan dengan kerangka kurikulum kreatif itu sendiri yang mendukung setiap perkembangan anak, yakni bagaimana cara anak belajar, apa yang anak pelajari, peran orang tua, peran guru, dan lingkungan bermainnya”
  23. 23. Sentra-sentra yang disediakan dalam kelas, diseuaikan kebutuhan anak dan tiga jenis main, ruang kelas, media dan rasio anak dan tutor, maka sentra yang kami buka di PAUD Bina Insani antara lain: Sentra Balok Sentra Bahan Alam Sentra Persiapan Sentra Seni
  24. 24. PEKAN KEL.USIA SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT 1 2-4 TAHUN SENI BALOK PERSIAP AN FUN COOKING, SENAM 2 4-6 TAHUN PERSIAP AN BAHAN ALAM SENI Belajar Berbagi, mengunjun gi lingkungan Sekitar
  25. 25.  Materi “ Penentuan Materi berpengaruh pada jenis kegiatan yang akan di rencanakan” Thomson: “Kegiatan anak usia dini berupa pemantapan penyesuaian diri anak dalam lingkungan bermain, pemenuhan akan pengasuhan dan perawatan, pemberian bimbingan moral dan penanaman kemampuan motorik dan intelektual, bimbingan sosial, penanaman rasa pecaya diri dan konsep diri
  26. 26.  Kenyataan di lapangan: Pada saat tema keluarga, tutor hanya menyediakan fotocopy gambar rumah untuk diwarnai  Gordon: “Materi yang diberikan harus disesuaikan dengan tema”  Solusi: Mengadakan Pelatihan parenting tentang Perkembangan anak, dan Pelatihan tutor tentang Sentra
  27. 27. “Metode Pembelajaran sangat menentukan keberhasilan penyampaian materi” Menurut Moeslichatoen: Metode merupakan cara, yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan”. Gardner: Anak sebaiknya belajar melalui tindakan dan pengalaman. Belajar melalui sentuhan, menggunakan seluruh bagian dari tubuh mereka dalam aktivitasnya dan pengalaman dalam kehidupan nyata, Learning By Doing (Belajar dengan Melakukan”
  28. 28.  Metode Proyek  Metode Eksperimen  Metode Tugas  Metode Diskusi  Metode Sosiodrama  Metode Demonstrasi  Metode Problem Solving  Metode KARYA WISATA  Metode tanya jawab  Metode Latihan  Metode Ceramah
  29. 29.  Kenyataan di lapangan • Metode yang lebih sering digunakan di PAUD BINA INSANI yaitu metode pemberian tugas sehingga kurang bervariasi dan kurang mengembangkan berbagai aspek •Kegiatan pembelajaran berpusat pada tutor Solusi Dengan perubahan pendekatan yaitu BCCT akan menambah variasi metode yang digunakan, karena setiap sentranya sudah disetting sesuai dengan kebutuhan anak dan pembelajarannya akan terpusat pada anak, sehingga tercapai apa yang diinginkan dalam tujuan pendidikan.
  30. 30.  Sadiman: “Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa” KENYATAAN DI LAPANGAN Pemanfaatan media dan alat permainan di PAUD Bina Insani sangat kurang dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai penggunaan media, dan pentingnya media
  31. 31. Nama Media Jumlah Balok dari Duplek Gelas Plastik Alat Bermain Air Rak Sepatu 50 buah 100 buah 2 buah 1 buah SOLUSI Mengadakan Pelatihan Tutor mengenai pembuatan alat permainan edukatif dan penambahan media untuk mendukung pembelajaran
  32. 32. Alat Evaluasi yang digunakan di PAUD Bina Insani Edwin Wandt dan Gerald W Brown: “Evaluasi adalah suatu tindakan atau proses menentukan sesuatu
  33. 33.  Ralph Tyler: “ Evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum bagaiamana yang belum dan apa sebabnya” SOLUSI :Pada Pelaksanaan PKL kami menggunakan portofolio dan memajang hasil karya anak. Untuk Harian dan kejadian khusus, menggunakan catatan anekdot
  34. 34.  Yanti Dewi Purwanti: “Kegiatan Pembelajaran di rancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didi dengan tutor, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetemsi dasar”
  35. 35.  Kegiatan pembelajaran di PAUD Bina Insani jauh dari keteraturan dan kedisiplinan Solusi: Menggunakan pijakan=pijakan dalam pembelajaran Pijakan Penataan Lingkungan Main Pijakan Sebelum Main Pijakan Pengalaman Selama Main Pijakan Pengalaman Setelah Main
  36. 36.  Marihot Tua Effendi: “SDM merupakan salah satu faktor penting dalam suatu perusahaan disamping faktor yang lain seperti modal, SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi” Kenyataan di lapangan: Berkurangnya SDM, sehingga dalam pelaksanaan tugas kerja lebih sering dilakukan bersama bahkan ada yang multiple job ( memiliki tugas kerja lebih dari satu) Solusi: Megadakan pendekatan kepada pengelola PAUD, mengenai apa yang dibutuhkan dan kektidakpahaman mengenai pengelolaan PAUD
  37. 37. Indoor Outdoor Kelebihan yang dimiliki PAUD Bina Insani yaitu Alat bermain, buku cerita, dan luasnya ruang belajar , akan tetapi belum dimaksimalkan dengan baik penggunaannya. Anak hanya menggunakan meja lipat yang dibawa, dan tikar biasa. Hapidin : “...sarana indoor dan outdoor harus ditata rapi dan diadaptasi sesuai dengan kebutuhan kurikulum dan perkembangan anak usia dini. PAUD Bina Insani tidak memiliki sarana Outdoor yang baik, karena bagian luar sangat dekan dengan jalan raya, meskipun ada sedikit tempat di luar, itu sangat berbahaya”
  38. 38.  Solusi Dalam pelaksanaan PKL , disesuaikan dengan kebutuhan pendekatan pembelajaran yaitu BCCT, maka kami melakukan perubahan setting kelas dan melakukan penempatan ulang sarana dan prasarana yang belum pada tempatnya, kemudian menambahkan pra sarana yang dibutuhkan
  39. 39.  Wahyu Sri Ambar Arum: “Perencanaan tata letak bangunan/ penempatan suatu bangunan yang meliputi seluruh lahan sekolah yang berwujud tanah serta segala bangunan dan fasilitas yang ada diatasnya yang digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran, maupun yang mendukung kelancaran terlaksananya proses tersebut” • Kenyataan di Lapangan: Pembelajaran untuk kelas jeruk dan apel dilakukan dalam satu ruangan, tidak menggunakan sekat, bahkan bersebelahan, sehingga pembelajaran tidak kondusif, kendala yang ditemukan yaitu tidak boleh menempel apapun di dinding.
  40. 40.  Solusi Kami menempel hasil karya anak menggunakan benang plastik dan gantungan. Luas kelas yang memadai untuk menggunakan sistem sentra, kami manfaatkan untuk membuat sekat sentra balok, sentra bahan alam, sentra persiapan dan seni
  41. 41. Ruang Taman Baca Papan tulis sebagai pembatas 8m2 U TB Lemari buku kursi Lemari buku Lemari buku Mej a Mej a Mej a PAPAN Pembatas Sentra Persiapan Sentra Balok Sentra Seni SentraBahan Alam Rak Sepatu
  42. 42.  Oleh karena itu perlu dipersiapkan untuk Modeling dengan 4 orang anggota kelompok, perlu bergantian sampai 11 kali masing-masing ada yang 2 kali modeling ada yang 3 kali . Lalu untuk pelatihan guru dengan 5 orang anggota kelompok, perlu bergantian sampai 10 kali masing-masing 2 kali melatih, dan untuk Parenting, cukup 10 kali pertemuan, masing masing ada yang2 kali parenting dan ada yang 3 kali
  43. 43.  Dalam kegiatan modeling ini, kami melakukan kegiatan contoh praktek yang sesuai dengan pelatihan yang kami berikan sebelumnya. Kegiatan ini dilakukan secara bergantian, sebanyak 5 kali pada kelompok jeruk dan 5 kali pada kelompok apel, 1 kali pembelajaran tergabung.  Sentra yang akan dibuka: sentra persiapan, sentra seni, sentra bahan alam, dan sentra balok
  44. 44.  Parenting merupakan sebuah pendekatan terhadap orang tua dalam upaya membina orang tua, untuk mendidik dan memahami perkembangan anaknya. Karena perlu adanya kerjasama antara orang tua dan guru
  45. 45. Kesimpulan Minat masyrakat akan pendidikan sangat besar namun sumber daya manusia dan sarana prasarana untuk memenuhi kebutuhan dalam pendidikan tersebut masih kurang mendukung misalnya kekurangan tenaga kependidikan yang profesional, sarana dan prasarana yang masih banyak membutuhkan banyak perbaikan dan bantuan.
  46. 46. Saran

×